Love
.
.
.
Disclaimer : Mereka milik Tuhan dan Changminnie oppa yang unyu - unyu itu milik Cho... wkwkwkwkwk
Pairing : Yunjae? Yoosu?
Rating T
YAOI, typos, alurnya ga jelas dan membosankan
Genre : Friendship, Romance, Hurt
.
.
.
.
~ Jaejoong POV ~
.
Tak terasa sudah hampir enam bulan aku disini. Aku sangat merindukan teman - teman juga Eomma dan Appa tak lupa Lee Ahjumma. Aku ingin melihat mereka. Aku juga sangat merindukan Yunho yang sempat menyatakan cintanya padaku.
Aku pun bingung dengan perasaanku, aku memang mengaguminya. Tapi cinta? Bukankah cinta dan rasa kagum itu jauh berbeda? Jadi apa yang kurasakan sebenarnya untuk Yunho?
" Hyung! Kenapa melamun?" Kyuhyun duduk disampingku sambil mengambil cokelatku dan memakannya
" Ah... Aku hanya sedang merindukan Appa, Eomma dan teman - temanku Kyu..."
" Hubungi saja... Kau bahkan jarang sekali membalas email dari temanmu kan? Kau sudah hampir enam bulan tidak memberi mereka kabar..."
" Jinjja? Sudah selama itu kah?"
" Ne, kau lihat saja sendiri..." Ucap Kyu lalu menunjukkan notebook padaku, aku meraihnya dan mulai mengklik email dari Junsu, email enam bulan yang lalu
' Jae ah, hari ini kami masuk kuliah... Aku dan Minnie masuk ke jurusan yang sama. Perfilman. Sedangkan Yunho dan Yoochun masuk dijurusan bisnis. Kami merindukanmu. Appa dan Eommamu bilang, mereka sedang mengusahakan adik untukmu... Bogoshipo Jae... Ah! Aku juga mengirimkan foto untukmu'
Aku mendownload foto itu dan melihatnya. Aku tersenyum melihatnya. Foto Eomma dan Appa didalam rumah. Mereka memakai kalung yang aku berikan! Juga foto Minnie, Suie, Chunnie dan Yunho di universitas barunya. Aku memandang foto Yunho lama... Aku sungguh merindukannya.
' Jae, lengan Minnie terluka. Ada bekas cengkaraman yang sangat terlihat T,T. Aku sangat sedih melihatnya. Saat Yunho melihatnya dia sangat marah dan langsung mengantarkan Minnie pulang'
" Minie terluka lagi hyung!" Ucap Kyu
" Ne, aku sedih sekali Kyu"
" Sepertinya Yunho sangat perhatian sekali padanya?"
" Ne, dia selaku menyebut Minnie uri aegya..."
" Jinjja? Dia Appanya lalu Eommanya kau hyung?"
" Ya! Jangan menggodaku!"
.
' Jae! Sebenarnya apa dosaku sampai memiliki namjachingu sepervert ini? Sungguh menyebalkan! Dia sering sekali meraba - raba tubuhku! Aigooo...'
' Jae, kau tahu Yunho menjadi primadona disini. Seperti masa SMA... Bahkan lebih parah! Tapi yang kudengar dari Chunnie, dia sering sekali melamun? Sepertinya memikirkanmu Jae? Ah! Dia menceritakan tentang pernyataan cintanya padamu... Dia sangat serius padamu lhoo Jae... Aku mengirimkan beberapa foto untukmu...'
Junsu mengirimkan foto Yunho, jumlahnya sekitar sepuluh foto. Sepertinya dia dan Chunnie mengambilnya diam - diam. Aku memperhatikan sebuah foto.
Didalam foto itu terlihat punggung seseorang. Yunho... Itu adalah punggungnya. Dia sedang menatap ponselnya dan yang membuat tercengang adalah ternyata Yunho sedang menatap foto diriku pada layar ponselnya.
" Omo! itu fotomu kan hyung?"
" N-ne..."
" Dia sungguh merindukanmu hyung!"
" Eh! J-jinjja?"
Aku mengalihkan pandangku menuju layar kembali. Aku terus membacanya. Sampai email yang dikirimkan Suie, dua hari yang lalu.
' Jae, Minnie masuk rumah sakit'
" OMO! Waeyo?" Ucap Kyu dan aku bersamaan, aku mengklik email yang masuk satu hari yang lalu
' Jae, Minnie kritis'
Email Junsu tadi pagi 05:15
' Jae, jawab aku... Minnie dalam keadaan darurat. Dia ada diruang ICU!'
09:45
' Minnie koma Jae'
.
.
.
.
~ Chapter 7~
.
.
.
.
.
" Koma?!" Kyu dan aku berteriak bersamaan
" Ak-aku harus menghubungi Suie!" Ucapku gelagapan
" Pakai ponselku hyung! Ppali!"
.
~ Junsu POV ~
.
Aku memandang Minnie, wajahnya sangat terlihat damai. Ya, dongsaeng kesayanganku belum juga membuka matanya sejak dua hari yang lalu. Yunho sangat panik. Dia baru pulang tadi pagi setelah dipaksa oleh Chunnie dan Leeteuk ahjumma.
Kau dimana Jae ah? Minnie sedang kritis. Kau bahkan tidak membalas emailku sejak 6 bulan yang lalu. Apa kau sudah melupakan kami?
Drrrrtttttttt
" Nugu?" Tanya Chunnie
" Molla, nomor tidak diketahui"
" Hanya orang iseng mungkin?"
" Mungkin"
Drrrrrttttt
ponselku kembali berbunyi.
" Yeoboseo?" Aku akhirnya mengangkat sambungan itu
" Su! Minnie mana?"
" Nugu? OMO! JAE!" Aku menatap Chunnie yang memegang erat tanganku
" Ne! Minnie? Minnie mana?!"
" Jae ah, Min... Hiks... Minnie belum sadar" Akhirnya lolos juga airmata ini
" Ba-bagaimana bisa! Hiks! Min... Kau bohong Su!"
" Tidak! Dia dirawat di Seoul International Hospital Jae! Ruang ICU!"
Tut tut tut tut
" Jae? Jae? Halo?" Aku menatap ponselnya " Dia mematikannya"
" Telepon balik chagi"
" Private number..."
Aku kembali duduk disamping Chunnie. Dia mengeratkan rangkulannya padaku. Aku memeluknya dengan erat. Aku sungguh tidak ingin sesuatu terjadi padanya.
.
" Chagi..."
" Hmmmm?"
" Irona, kau akan sakit kalau tidur seperti ini"
" Hmmmm?" Aku merenggangkan tubuhku lalu menatap jam. 21.15?
" Kajja, aku antar kau pulang. Biar Minnie aku yang jaga"
" Andwe, aku mau saat Minnie bangun, dia melihatku Chunnie..."
" Tapi kau akan sakit!"
" Aniya, paling tidak biarkan aku disini sampai Leeteuk ahjumma datang. Aku tidak mau meninggalkannya tanpa ada yang jaga. Aku takut ayahnya datang Chunnie... Kau pulang lah. Nanti aku akan meneleponmu saat Leeteuk ahjumma datang. Kau jemput aku ne?"
" Tapi..."
CUP
" Pulanglah, nanti aku telepon"
" Baiklah... Jangan lupa telepon aku"
" Ne"
Setelah mengecup keningku, dia pun pulang. Sekarang aku sendirian berada disini. Aku berdiri, mengamati wajah Changmin. Kalau tidur begini aku rasa tidak akan ada yang tahu kalau dia itu bocah evil! Lihat saja keimutan wajahnya saat tidur!
Sudah pukul 23.30, kenapa Leeteuk ahjumma belum datang? Aku pergi ke toilet yang ada di kamar VIP. Ya, Yunho menanggung semua biaya yang Changmin perlukan. Bahkan sampai memasukkannya keruang VIP. Langkahku berhenti ketika melihat seseorang berada disamping Minnie, dia berdiri membelakangiku. Jangan Appanya!
" Nugu?" Tanyaku berlari mendekat, aku takut sekali kalau itu Appanya, dialah yang membuat Minnie seperti ini! Orang itu membalikkan badannya " OMO!"
" Annyeong Suie..."
" Jooooonngggggiiieeeee!" Aku segera memeluknya
" Hey, sesak Su..." Jae mengelus punggungku perlahan, aku melepaskan pelukanku
" Aku sungguh merindukanmu Jae ah... Hey, kau menangis?"
" Hiks, Minnie waeyo Su?"
" Duduklah, aku akan ceritakan semuanya" Aku menggandengnya menuju sofa dalam ruangan itu dan kami duduk berhadapan
" Minnie, kenapa?"
" Eomma Minnie menceritakannya Jae, saat itu kami pulang. Yunho mengantar Minnie sampai kerumahnya. Minnie berlari karena mendengar Eommanya berteriak. Saat dia masuk, dia melihat keadaan Eommanya yang berantakan. Pakaian Eommannya robek terkoyak dan penuh luka. Saat itu Minnie melihat ahjusshi itu akan melempar sebuah guci. Dan Minnie berlari melindungi eommannya, guci itu menghantam kepala hiks... Kepala Minnie hingga guci itu pecah dan beberapa serpihan guci hiks... itu tertancap dalam kepala Minnie. Yunho melihat ponsel Minnie tertinggal dimobilnya, kembali kerumah Minnie. Dan menemukan Minnie sudah dalam pelukan Eommanya dan memejamkan matanya. Dia hiks... memukul dan menghajar ahjusshi itu sampai pingsan dan segera menyuruh eomma Minnie menelepon rumah sakit. Setelah itu mereka tidak memperdulikan ahjusshi mereka berangkat ke rumah sakit dan hiks ... Minnie dioperasi... Hiks... Sejak dioperasi Minnie belum membuka matanya Jae..."
" La-lalu bagaimana ahjusshi itu?"
" Eommanya geram dan langsung menelepon polisi. Saat polisi datang kerumahnya, ahjusshi itu tidak ada! Dan sekarang dalam pengejaran, aku tidak berani meninggalkannya sendirian Jae, aku takut ahjusshi datang dan mencelakainya lagi"
" Ne, kau benar. Jangan biarkan ahjusshi itu mencelakainya lagi" Jae menarik tanganku dan membenamkan kepalanya padaku " Mianhae..."
" Jae, kembalilah... Kami merindukanmu"
" Aku mau Su, tapi aku belum bisa... Mianhae... Jongmal mianhae..."
Jae perlahan bangkit dan berdiri disamping Minnie, dia menatapnya intens.
" Minnie ah... Irona... Kau tidak merindukanku hmm?" Suara Jae terdengar sangat serak, perlahan dia mendekat dan menunduk lalu mencium kening Minnie.
Aku mendekat lalu merangkul Jae, dia terlihat rapuh. Wajahnya terlihat lelah. Bahkan dia langsung menuju kemari untuk melihat keadaannya.
" Kau tadi mengambil penerbangan langsung Jae?"
" Ne... Aku sungguh khawatir Su..."
CEKLEK
Kami berdua menengok, ah... Leeteuk ahjumma.
" Joongie ah..." Leeteuk ahjumma mendekat. Jae memeluknya erat
" Mianhae aku tidak bisa menjaga Minnie ahjumma"
" Gwaenchana... Su? Kau dari tadi siang bukan? Kau lelah?"
" Ne, ahjumma... Tapi aku masih rindu juga dengan Jae..."
" Pulanglah Su, aku akan menjaga Minnie. Kau bisa kembali kesini sesudah pulang kuliah. Ne?"
" Baiklah..." Aku berbalik mengambil tas ranselku lalu berpamitan pada Eomma Minnie
" Su, aku bisa minta tolong sesuatu?"
" Ne Jae?"
" Jangan bilang pada Eomma, Appa, Chunnie juga Yunho bahwa aku ada disini"
" Tapi..."
" Lakukanlah demi aku"
" Baiklah"
.
~ Junsu POV End ~
.
Junsu memeluk Jaejoong sesaat lalu pulang setelah Yoochun ada dibawah menjemputnya. Tinggalah Jaejoong dengan Leeteuk. Mereka duduk disofa sambil mengamati Changmin yang tertidur.
" Kau sangat kurus Jongie ah..." Ucap Leeteuk membuka percakapan
" Ne, aku memang lebih kurus ahjumma..."
" Kau harus banyak makan..."
" Ne... ng, ahjumma"
" Ne?"
" Bagaimana dengan ahjusshi?"
" Dia sudah tertangkap dan sekarang ada dikantor polisi. Aku melaporkannya atas tuduhan penganiyayaan terhadapku dan Minnie. Polisi juga sudah melihat bukti pada Minnie dan menjadikannya tersangka utama Joongie..." Leeteuk menunduk dan Jaejoong merangkulnya " Dia boleh memukul dan menamparku. Tapi tidak dengan Minnie. Dia sudah kelewatan Joongie..."
" Ahjumma kau tau? Ahjusshi memang kelewatan dari dulu. Kenapa ahjumma tidak membawa Minnie pergi?"
" Kau tahu Joongie? Sebelum membuat Minnie seperti ini aku masih mencintainya. Tapi setelah dia melukai Minnie aku tidak bisa lagi memaafkannya seakan - akan cinta yang selama ini ada untuknya hilang entah kemana... Lagipula, aku mengumpulkan beberapa saham milikku Joongie, aku ingin membawa Minnie dengan bekal yang cukup dan dia tidak merasa kekurangan. Saat semua cukup bagiku, hari itu aku membawa surat perceraian. Dia mengamuk dan tidak menerima ... Hiks... Minnie..."
" Uljima Eomma... Minnie anak yang kuat"
Jaejoong mengelus punggung Leeteuk yang bergetar. Tapi terus memandang Changmin. Dan dia melihat itu! Sebuah pergerakan pada jari lentik Changmin.
" Min?" Bisik Jaejoong, Leeteuk mendongak. Jaejoong berjalan menghampiri tempat tidur Changmin " Min, kau menggerakkan jarimu tadi. Min? Ironnaa Min..."
Leeteuk mendekat, sekali lagi jari lentik Changmin bergerak. Membuat Jaejoong dan Leeteuk menitikkan airmata kembali.
" Nghhhh..."
" Min! Irona! Ini aku Jongie..."
" Hy... Hyung..." Suaranya seperti bisikan yang sangat lemah
" Ne... Ini Jongie... Bangun sleepy head"
" Ma...na... Eom...ma?" Suaranya terbata menanyakan sang Eomma. Jaejoong menyingkir membiarkan sang Eomma bertemu dengan anaknya
" Ne baby, Eomma disini... Gwaenchana baby? Ada yang sakit?"
" An...ni... Eom..ma gwa..gwaechana?"
" Ne... Eomma tidak apa - apa"
" Aku akan memanggil dokter" Jaejoong keluar dan tak berapa lama dokter datang dan memeriksakan keadaan Changmin
" Anak anda melewati masa kritis dengan baik. Selanjutnya dia hanya harus memulihkan beberapa saraf otaknya. Tapi kami tidak memiliki alat yang lengkap. Dia harus dipindahkan kerumah sakit yang lebih lengkap"
" Mwo?"
" Ne..."
" Dimana itu dok?" Tanya Jaejoong
" Seperti di Amerika, Singapore atau yang paling dekat Jepang. Meeka memiliki alat yang lebih lengkap"
" Tapi?"
" Saya tinggal dulu. Saya akan buatkan resep untuknya. Tolong segera keruangan saya" Dokter Choi, yang menangani Changmin keluar ruangan
" Eomma, maukah kalian tinggal bersamaku di Jepang untuk perawatan Minnie?" Tanya Jaejoong
" Keunde..."
" Waeyo ahjumma? Apa yang ahjumma ragukan?"
" Ahjumma harus tetap tinggal disini, paling tidak di Busan. Ahjumma harus memastikan namja itu tidak pergi mencari Minnie. Karena saat ditangkap tadi dia meneriaki Minnie. Ahjumma juga harus mengurus sidang perceraian ahjumma dengannya. Juga mengurus perusahaan Haraboji Minnie"
" Kalau begitu, ahjumma tidak keberatan Minnie aku yang rawat?"
" Joongie?"
" Ne, aku akan merawat dongsaengku ini ahjumma, tidak usah khawatir dan tidak ada penolakan. Ahjumma cukup percayakan Minnie padaku. Ok?"
" Joongie ah... Itu akan merepotkanmu"
" Ani, Joongie malah senang mendapatkan teman disana. Okay ahjumma?" Desak Jaejoong. Akhirnya setelah pemaksaan yang cukup lama Leeteuk mengangguk pasrah " Jja, ahjumma silahkan mengurus kepindahan Minnie, dan temui dokter Choi. Bukankah dia akan membuatkan resep untuk Minnie? Sekalian saja ahjumma kemasi pakaian Minnie dirumah"
Leeteuk pergi meninggalkan Changmin dan Jaejoong. Dia segera masuk keruang dokter Choi yang sudah menunggunya. Sementara itu Jaejoong duduk dipinggir tempat tidur Changmin. Dia duduk berhadapan dengan Changmin yang membuka matanya. Dia mendengarkan apa yang dikatakan Jaejoong dan Eommanya tadi.
" Kau maukan ikut denganku?" Tanya Jaejoong dengan pelan, sebuah anggukan dia terima dari Changmin
" Pintar, aku harap kau tidak menjadi dongsaeng yang nakal dan menurutiku Minnie"
" Go...ma...wo hy...yung"
" Ne... Kau tidurlah dulu. Kita akan berangkat hari ini juga"
Jaejoong mengelus kepala Changmin perlahan hingga Changmin tertidur. Tak terasa pagi sudah menjelang. Jaejoong sudah membooking pesawat pukul 1 siang nanti. Jam 9 Leeteuk datang dengan membawa semua perlengkapan yang Changmin butuhkan. Setelah bersiap - siap, Leeteuk mengantar Minnie dan Jaejoong sampai depan rumah sakit.
Leeteuk berlutut didepan anaknya yang memakai kursi roda, airmatanya tidak berhenti mengalir.
" Minnie ah... Mianhae Eomma tidak bisa menjagamu dengan baik... Mianhae" Ucapnya lalu memeluk Changmin
" Eom...ma..."
" Ne?" Leeteuk menangkup kedua pipi Changmin. Jaejoong yang melihatnya meneteskan airmatanya
" Go...ma...wo... Min..nie ak..akan ... Kem..bali la...gi.."
" Ne chagi... Mian Eomma hanya bisa mengantar kalian sampai sini. Eomma tidak sanggup berpisah darimu nak..."
" Eom..ma... Sa...rang...hae..."
" Na-nado baby..." Leeteuk memeluk Changmin dan memberikan kecupan pada kening Changmin, lalu berdiri dan beralih pada Jaejoong
" Ahjumma kami berangkat. Aku janji akan menjaga Minnie dengan baik. Tunggulah kami, ne? Dan ahjumma katakan saja kalau Minnie ikut bersamaku. Jangan katakan aku ada dimana. Dan ini tolong berikan pada Yunho" Ucap Jaejoong menyerahkan sebuah amplop berwarna merah muda
" Ne, akan ahjumma berikan... Jae ah... Gomawo ne? Ahjumma percaya kau akan menjaganya dengan baik. Ahjumma titip Minnie dan ini kau harus menerimanya. Uang berobat Minnie. Tiap bulan ahjumma akan mengirimkanmu uang untuk Minnie dan dirimu"
" Aniya ahjumma jangan seperti itu"
" Kau seperti anakku Joongie... Kau tidak boleh menolak"
Setelah percakapan itu, Leeteuk kembali memeluk dan mencium kening Changmin dan kemudian Jaejoong. Setelah itu Jaemin masuk kedalam taksi menuju bandara. Selama perjalanan tangan Jaejoobg menggenggam erat tangan Changmin. Jaejoong mengalihkan pandangannya keluar jendela dan saat lampu merah dia terpaku melihat sebuah mobil yang sedang berhenti dipinggir sebuah mini market.
" Yunho?"
Dan benar saja, Yunho keluar dari mini market itu membawa sebuah kantong plastik bersama Junsu dan Yoochun.
" Mereka pasti mau menjenguk Minnie..." Batin Jaejoong, dia masih terpaku pada wajah tampan Yunho. Tak lama lampu merah itu berubah menjadi hijau dan taksi itu melanjutkan perjalanannya menuju bandara.
Sementara itu Yunho, Yoochun dan Junsu baru saja sampai di rumah sakit, mereka langsung menuju kamar Changmin. Dan kaget hanya mendapati Leeteuk yang sedang membereskan kamar.
" Mana Minnie?"
" Ini..." Leeteuk menyerahkan amplop berwarna merah muda pada Yunho. Dan dia segera membuka amplop itu. Dan membulatkan matanya karena dia tahu tulisan siapa itu.
' Kau bilang Appanya bukan? Kenapa membiarkan Minnie terluka eoh? Karena kau Appa yang gagal, aku mengambilnya darimu! Aku sangat terbantu jika kau tidak bertanya kemana aku membawa Minnie! Tolong sampaikan pada Suie aku minta maaf tidak bisa menemuinya. Gomawo'
" Jae? Membawa Minnie?" Tanya Junsu menatap Leeteuk
" Ne..."
" Dia pasti belum jauh, aku akan menyusul!" Ucap Yunho
" Pesawatnya berangkat tadi pagi Yunho ah" Ucap Leeteuk sedikit berbohong
" Aarrrggghhhhh!" Teriak Yunho frustasi " Kau bahkan membawa Minnie" Lirihnya
" Sabarlah Yun"
" Kau? Kau kenapa tidak bilang Jae ada disini tadi malam?" Tanya Yunho pada Junsu
" Mian! Jae tidak ingin ada yang tahu dia disini tadi malam" Jawab Junsu menunduk
" Sudahlah... Kalian seharusnya lega sekarang Minnie ada bersama Jaejoong, Minnie aman bersamanya" Lerai Yoochun
.
Setelah sampai di Jepang, Jaejoong membawa Changmin ke rumah sakit yang ditunjuk oleh rumah sakit Seoul. Untungnya, rumah sakit itu tidak jauh dari asramanya. Hanya dua blok dari asramanya.
" Hey, aku tinggal sebentar ne? Nanti malam aku datang bersama dengan temanku" Ucap Jaejoong lalu mengecup kening Changmin lalu berlalu dari rumah sakit itu menuju asramanya
" Kau sudah pulang hyung?" Ucap Kyuhyun
" Ne Kyu"
" Bagaimana keadaannya?"
" Aku membawanya ke rumah sakit Toho Kyu. Rumah Sakit Seoul menyarankan agar Minnie dirawat disana. Sepertinya aku harus keluar dari asrama Kyu"
" Waeyo?"
" Agar aku bisa menjaga Minnie. Kau tahu kan asrama kita tutup jam 12 malam? Sedangkan aku harus menjaga Minnie intensive Kyu"
" Aku ikut hyung kalau begitu"
" Eh?"
" Aku tidak mau sendirian disini, aku juga tidak mau sekamar dengan orang lain selain hyung. Kita tinggal di apartemenku saja kalau begitu"
" Kau punya apartemen?"
" Ne, Eomma membelikanku sebuah apartemen dekat sini sebelum masuk kuliah hyung"
" Lalu kenapa kau tinggal diasrama?"
" Ah, aku hanya malas membersihkan apartemen. Kan kalau disini ada hyung yang selalu mengingatkanku dan membersihkan kamar untukku"
" Ya! Kau ini! Tapi apa tidak merepotkan?"
" Tentu tidak, kau cukup membersihkan dan membuatkanku bekal saja. Otte?"
Jaejoong berpikir sejenak.
" Baiklah, kapan kita pindah?"
" Secepatnya saja hyung! Ah! Lusa kan hari sabtu. Tidak ada kuliah, kita pindah hari sabtu saja"
" Baiklah. Eh, nanti aku mau menemui Minnie kau mau ikut?"
" Eh? Bolehkah?" Tanya Kyu, sebenarnya wajahnya sedikit memerah saat diajak oleh Jaejoong
" Ne? Waeyo kau tidak mau? Bukankah kau menyukainya Kyu?"
" Eh? Myoya! Ja-ja-jangan aneh - aneh hyung!"
" Wajahmu memerah lho... Aku juga tahu kau menyimpan foto Minnie dalam ponselmu... Iya ka… hhmmmmhpppp" Omongan Jaejoong terputus saat Kyu membekap mulutnya
" Ya! Awas saja kalau hal itu tersebar ke orang lain!" Jaejoong hanya bisa mengangguk menanggapi Kyuhyun.
Malamnya Jaejoong dan Kyuhyun mengunjungi Changmin. Kyuhyun terlihat sangat gugup berhadapan dengan Changmin secara langsung. Selama ini dia hanya melihat Changmin dari fotonya saja kan?
" Hey saeng, kenalkan ini Cho Kyuhyun. Temanku disini. Dan Kyu kurasa kau tahu dia siapa" Ucap Jaejoong yang dihadiahi sebuah pukulan pada lengannya, sementara Changmin mengerutkan alisnya
" Kyuhyun imnida. Jae hyung banyak sekali cerita tentangmu" Ucap Kyuhyun lalu tersenyum
" Go..mawo sud..dah men...jaga hyungku..." Changmin bicara masih dengan terbata
" Tenang saja... Aku sudah menganggapnya hyungku kok. Kau cepatlah sembuh" Ucap Kyuhyun dan Changmin hanya bisa tersenyum tipis. Jaejoong tersenyum melihat interaksi keduanya. Kalau seperti ini mereka sungguh terlihat imut. Tapi, tidak tahu kalau Changmin sembuh dan akan menjadi duo evil bersama Kyuhyun
Sebelum jam duabelas malam, Jaejoong dan Kyuhyun sampai di asrama. Jaejoong membuka notebooknya. Terpampang sebuah email dari Junsu.
' Ya! Kau membuatku dimarahi Yunho karena tidak memberitahunya kau ada di Korea! Bagaimana Minnie? Apa dia baik - baik saja? Aku menyesal tidak mendampingnya. Aku jadi tidak melihat saat dia sadar. Sampaikan salamku untuknya ne? Love Suie'
' Minnie baik - baik saja. Aku harap aku bisa menjaganya dengan baik. Hari sabtu nanti aku berencana pindah ke apartemen bersama temanku agar bisa menjaga Minnie dengan baik. Sampaikan maafku pada Yunho selaku Appanya yang gagal. Love Jongie ^^'
Setelah membalas email, dia dan Kyuhyun tertidur. Hari sabtu tiba dan mereka mulai memindahkan barang - barang yang ada diasrama ke apartemen Kyuhyun. Setelah pindah, Jaejoong lebih sering menemani Changmin di rumah sakit. Karena Changmin selalu merengek ingin tidur bersama Jaejoong. Lagipula dia kesepian jika harus sendirian di rumah sakit itu.
.
~ Kyuhyun POV ~
.
Hari ini Jae hyung menyuruhku menemani Minnie. Apa - apaan anak itu! Aku tahu dia manja pada Jae hyung. Tapi dia merebut semua perhatian yang biasanya aku dapatkan dari Jae hyung.
Aku memang menyukainya. Tapi, setelah melihat sifat manjanya membuatku mual. Aku tidak suka dia bermanja pada Jae hyung.
Eoh?
Cemburu? Mungkin...
Aku berjalan menuju kamarnya. Saat membuka pintu itu, aku melihatnya bersandar pada tempat tidurnya.
" Eoh? Kau sudah bangun?" Tanyaku sambil membuka jaket yang aku kenakan lalu mendekatinya
" Kau menemaniku Kyu? Mana Jae hyung?" Bicaranya sudah tidak terbata walaupun masih tidak terlalu terdengar
" Ne... Kau sudah makan puddingmu? Ini waktunya makan snack bukan? Jae hyung tidak bisa datang karena harus lembur ditempat kerja part timenya"
" Ne, aku menunggu Jae hyung supaya disuapi ternyata dia tidak bisa datang"
" Ne, Jae hyung menggantikan temannya di tempat kerjanya. Kau makan saja. Perlu aku suapi?"
Mwo? Apa - apaan mulut ini? Bicara seenaknya saja!
" Jinjja? Ne... Aku masih malas mengangkat sendok"
Aku menatapnya, dia memandang keluar jendela. Dengan tangan sedikit gemetar aku mengambil puding yang ada di meja samping tempat tidurnya dan duduk di atas tempat tidur itu. Aku menyuapinya, dengan semangat dia memakan habis pudingnya. Apa dia benar sedang sakit? Kenapa makannya lahap sekali?
" Hey Kyu..."
" Hmmm?" Tanyaku tanpa menatap matanya
" Kau sakit? Kenapa wajahmu memerah?"
" Mwo? An-aniya... Kajja kau sudah makan. Tidurlah sekarang" Ucapku mengalihkan pembicaraan
" Kyu, diluar sangat indah. Temani aku jalan - jalan ne?" Ucapnya lalu memandangku dengan senyuman tipis yang terpampang di bibir pucatnya
Aku menurutinya, membawanya menuju taman belakang rumah sakit. Kami duduk berdampingan dibawah sebuah pohon rimbun. Tidak berdampingan juga sih. Aku di bangku taman dan dia diatas kursi rodanya.
Aku memandanginya. Dia menatap langit yang sedikit mendung. Sebentar lagi pasti salju turun! Dia merentangakan tangannya, menghirup udara sebanyak mungkin dan mengeluarkannya perlahan. Dia tampan sekali walaupun sedang sakit seperti ini!
" Sebentar lagi natal"
" Ne… Waeyo?"
" Junsu hyung ulang tahun sebentar lagi…."
Kenapa malah memikirkan ulang tahun orang lain? Aku tahu siapa itu Junsu hyung…. Dia kan teman dekat mereka. Yang pacaran dengan namja jidat lebar…
" Lalu?"
" Aku ingin memberikannya sesuatu tapi apa ya?" Changmin tampak berfikir
" Aku yakin apapun yang kau berikan dia akan suka"
" Jawaban yang tidak membantu"
" Ya! Dari yang aku lihat, dia sangat menyayangimu dan Jae hyung. Aku rasa memberikan kabar bahwa kau sehat disertai dengan foto akan membuat hari ulang tahunnya senang?"
" Benarkah?"
" Ne…"
" Gomawo Kyunie ah…"
" Mwo? Kyu-kyunie?" Aku menatap Changmin, dia pun menatapku
" Waeyo? Aku, Jae hyung, Junsu hyung punya nama panggilan. Kyunie… kedengarannya bagus bukan… kau juga! Panggilah aku Minnie" Ucapnya lalu menyunggingkan senyum, aku tersenyum tipis
" Ne… Hey, sudah mulai malam dan dingin. Kajja, kita kembali ke kamar"
" Um" Changmin eh maksudku Minnie mengangguk, aku bangkit lalu mendorong kursi roda itu menuju kamarnya.
Aku menghabiskan waktu dengan membacakannya buku dongeng. Dia sungguh manja, dia minta padaku untuk membacakannya dongeng pinokio. Akhirnya dia tertidur, aku memperhatikan wajah imutnya saat tidur. Sangat tampan, ternyata dia baik dan bukan evil seperti yang diceritakan oleh Jae hyung?
Aku menyusuri lekuk wajahnya dengan jari telunjukku. Tanpa sadar wajahku mendekat dan…
CUP
Aku mencium keningnya lalu duduk kembali disofa sambil menunggu Jae hyung datang.
.
~ Kyuhyun POV End ~
.
CEKLEK
Jaejoong masuk kedalam kamar Changmin dan mendekat kearah Changmin yang duduk bersandar pada tempat tidurnya.
" Kau belum tidur Min?" Tanya Jaejoong
" Belum hyung, aku tidak bisa tidur. Sudah aku coba tapi tidak bisa. Malah setelah dia membacakan buku Pinokio dia yang tertidur… Jinjja…" Ucap Changmin sambil menunjuk Kyu yang tertidur disofa dengan sebuah selimut
" Kau yang menyelimutinya?"
" Um"
Yup, Changmin tidak tertidur, dia juga merasakan belaian jari lentik Kyuhyun tadi. Hanya saja dia tidak bergerak atau menangkap basah kegiatan sembunyi - sembunyi dari Kyuhyun. Dan dia tidak menduga kalau Kyuhyun juga mencium keningnya. Saat Kyuhyun benar - benar tertidur Changmin bangun lalu mengambil sebuah selimut yang biasa dipakai Jaejoong saat menginap dan menyelimutinya.
" Hyungie…." Panggil Changmin
" Ne?"
" Apa Kyu menyukaiku?"
" Maksudmu?"
" Aku rasa dia menyukaiku hyung"
" Ka-kau tau darima..mana?" Jaejoong menutupi kebohongannya
" Dari bicaramu yang terbata dan tentu saja sikap Kyu yang terlalu kentara itu"
" Eh?"
" Aku bisa tau dia menyukaiku hyung, dia bahkan selalu merona saat dekat denganku. Benarkan?"
" Ka-kau tanyakan saja padanya! Kau ini!" Jaejoong memukul pelan lengan Changmin, dan Changmin hanya bisa meringis.
Changmin tidak sepolos Jaejoong yang tidak bisa mengetahui seseorang menyukainya atau tidak. Changmin memang evil dan food monster tapi dia peka terhadap perasaan orang lain.
" Hyung, bebek hyung akan ulang tahun sebentar lagi. Aku ingin mengirimkan foto untuknya. Bisa?"
" Kau ini! Memanggilnya seperti itu!" Jaejoong menghela nafasnya " Tentu Minnie ah.. Tapi sekarang kau harus tidur dulu"
" Ne, tapi biarkan Kyu menginap disini hyung"
" Wae?"
" Turuti saja mauku. Hyung pulang saja"
" Ya! Kau bocah evil! Awas kalau kau menjahili Kyu"
" Ne… Sana pulang" Usir Changmin
" Ckckckckck, aku menyesal membawamu ke Jepang"
" Hehehehe…" Changmin hanya tertawa tidak jelas menanggapi Jaejoong
.
Pagi datang menjelang, Kyuhyun mulai membuka matanya dan langsung duduk. Dia mengingat kejadian kemarin. Ah! Dia mulai mengingatnya. Tapi, dia mulai bertanya - tanya siapa yang menyelimutinya.
CEKLEK
Kyuhyun menengok kearah kamar mandi, keluarlah sosok tinggi yang menyaingi tiang listrik #plakkk.
" Kau sudah bangun Kyu?"
" Eh?" Kyuhyun segera bangkit dan membantu Changmin berjalan menuju tempat tidurnya dan menutupi bagian tubuh Changmin dengan selimut. Changmin duduk diatas tempat tidurnya.
" Kau menyelimutiku?" Tanya Kyuhyun
" Menurutmu?"
" Gomawo" Ucapnya menunduk. Ntah kenapa jika berhadapan dengan makhluk yang ada dihadapannya ini, dia merasa sangat malu dan selalu merona. Tidak terlihat keevilannya!
" Hey Kyu, to the point saja ya"
" Ne?" Kyuhyun mendongakkan wajahnya
" Jadilah namjachinguku"
" Eh? MWO?"
.
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
LOVE update! Hehehehehe... kilat aja deh, ga di edit jadi mian kalo mengecewakan
Mian mian mian karena Cho menistakan Uri Lovely Minnie lagi, tapi... sumpeh deh Cho sayang beud sama dia! Dia udah sadar kok... di bawa sama Jaemma pula...
Thanks ya, udah nyempetin baca, tulis ripiu, follow juga fav ff Cho!
Special Thanks To :
liea. friezty, CuteCat88, yunjae heart, Guest, amora. amora. 94043, alint2709, vampireyunjae, kimura. shiba, evilpumpkin, Boo Bear Cwang, yla, Selena Jung (annyeong! ^^), MaxMin, akiramia44, snow. drop. 1272, Noona, OceanBlue030415, Elzha luv changminnie, Vic89, gwansim84, UMeWookie, danactebh, jena, Clein cassie, Rly. C. JaeKyu, para Sider
Chap depan Cho usahain blz ripiu kalian. Nah... Cho brb tulis si nerdy ChangKyu side dulu. Soalnya udah sapet inspirasi pas mandi kemaren sore!
See u next chap ne!
