BEING A MOTHER (CHANBAEK)

Genre : Romance

Rating : M

Cast/Pair : ChanBaek and other

Warning : YAOI,MPREG, BL, OOC, AGE SWITCH, TYPO

Summary :

Kisah cerita kehidupan Byun Baekhyun. Seorang pegawai restoran berusia 19 tahun yang hanya lulusan SHS. Namja yang menjadi seorang ibu untuk satu anak. Namja dengan permasalahan percintaan.

DON'T LIKE DON'T READ

GhostFujoshi proudly presents

Chapter 6

Baekhyun kesal. Bagaimana mungkin dihari pertamanya bekerja sebagai seorang baby sitter harus sesusah ini.

Diawali dengan dia berangkat ke apartemen Chanyeol, dia awalnya sangat sulit menemukan dimana apartemennya karena dia tidak tahu alamat. Terpaksa dia meminta alamat tempat tinggal Chanyeol pada mantan atasannya.

Kedua, saat Baekhyun sudah sampai di apartemen, ternyata tidak ada orang sama sekali dan sialnya juga dia harus menunggu sampai pemiliknya datang. Dia bisa saja pergi tapi dia tidak melakukannya.

Ketiga, Baekhyun lelah menunggu hampir satu jam didepan apartemen Chanyeol. Saat orang yang ditunggu sudah datang dan membukakan pintu, dia kaget karena didalam sangatlah berantakan. Alhasil dia harus mengumpulkan tenaga untuk membersihkan ruangan besar ini. Ya, walaupun dia dibantu Chanyeol, tapi tetap saja itu melelahkan.

Keempat, dia disuruh memasak oleh Chanyeol. Jelas dia menolak perintah Chanyeol. Sesuai perjanjian dia hanya akan menjaga anaknya. Tapi karena terus memaksa, Baekhyun juga tidak tega dengan anak kecil itu. Jadi dia memasak walaupun hanya makanan sederhana. Baekhyun hanya memasak omelet dan roti bakar.

Dan yang terakhir, setelah dia membersihkan bekas sarapan, ternyata penderitaannya belum selesai sampai disitu saja karena saat dia masuk ke kamar mandi, banyak sekali tumpukan baju kotor dan dia juga yang harus mencuci pakaian itu semua. Hey, Baekhyun bukan seorang pembantu disini. Dia hanya dibayar untuk merawat anaknya saja bukan? Terus kenapa dia harus mengerjakan semua ini.

"Dengar Tuan Park yang terhormat, sepertinya anda harus menaikkan gaji saya karena saya sudah anda jadikan sebagai pembantu anda." Sindir Baekhyun pada Chanyeol yang duduk santai didepan tv sambil menyeruput kopinya.

"Ah kau mau gaji lebih? Aku bisa saja memberimu berapapun, asal ada satu syarat." Baekhyun menolehkan kepalanya bingung kearah Chanyeol.

"Mwoya?"

"Kau hanya perlu menikah denganku saja dan kau akan mendapatkan semua yang kau mau, bagaimana?" Baekhyun mendecih tidak suka mendengar tawaran Chanyeol. Mungkin lebih tepat itu dianggap sebagai kalimat merendahkan dirinya.

"Dengar ya, aku tidak semurah itu yang akan tergiur dengan kekayaanmu." Baekhyun bingung, apakah orang kaya memang selalu seperti ini.

"Yakin kau tidak mau?" goda Chanyeol.

"Ya." Setelah menjawab pertanyaan Chanyeol, Baekhyun pergi menuju kamar clariss. Ya setelah dia beristirahat sebentar, dia meninggalkan gadis kecil itu dikamar sendirian. Mungkin karena Baekhyun merasa tidak dianggap oleh anak itu. Chanhee selalu sibuk dengan mainannya saja.

Baekhyun membuka pintu dan melihat Chanhee terbaring tidur. Mungkin karena lelah bermain tanpa berhenti. Baekhyun menuju kearah Chanhee. Dia sedikit tertawa melihat pose tidur gadis itu. Setelahnya, Baekhyun membenarkan posisi tidur Chanhee. Setelah menyelimuti tubuh kecil tersebut.

Baekhyun rasanya ingin muntah, dia menutup mulutnya dan berlari ke kamar mandi. Dia menuju wastafel, tetapi dia hanya memuntahkan cairan bening saja. Tapi walaupun sudah dia muntahkan, rasa mual itu tetap masih ada.

"Kau kenapa?" Baekhyun kaget saat mendengar suara di belakangnya. Sontak dia membilas mulutnya dan menengok kebelakang. Ternyata dia dalah Chanyeol.

"Aku tanya kau kenapa?" tanya Chanyeol lagi.

"Aku hanya merasa mual saja." Jawab Baekhyun. Chanyeol mendekat kearah Baekhyun. Dia menaruh telapak tangannya ke kening Baekhyun.

"Hmm tidak panas." Ucap Chanyeol sambil mengerutkan keningnya.

"Lebih baik aku menelepon dokter ." Baekhyun mengerutkan keningnya. Kenapa harus memanggil dokter. Padahal dia hanya mual saja, bisa saja dia masuk angin atau salah makan.

"Aku tidak sakit." Bantah Baekhyun pada Chanyeol.

Chanyeol tidak mau mendengarkan perkataan Baekhyun. Dia mengambil ponsel yang ada disakunya lalu mencari nomor kontak dokter pribadinya.

"Annyeong uisa, bisa datang ke apartemen saya? Ada yang harus anda periksa." Baekhyun menghelas napas pasrah. Bahkan dia baru sehari disini tapi banyak sekali kejadian yang menjengkelkan dan sumbernya dari orang yang sama yaitu Chanyeol.

"Aku hanya tidak mau clariss tertular. Jadi lebih baik kupanggilkan dokter saja." Baekhyun hanya dian dan meninggalkan Chanyeol. Tapi setelah dipikir-pikir, memang dia belakangan ini sering muntah bahkan saat mencium aroma buah strawberry kesukaannya pun dia akan muntah. Baekhyun hanya menganggap kalau dia sakit biasa dan sekedar masuk angin.

Beberapa waktu kemudia, dokter yang dipanggil Chanyeol pun datang. Chanyeol menyuruh Baekhyun untuk berbaring di sofa depan televisi. Walaupun awalnya dia menolak untuk diperiksa, tapi tetap saja Chanyeol memaksanya.

Setelah berbaring, rasa mual itu kembali lagi. Baekhyun berlari menuju toilet dan memuntahkannya lagi. Setelahnya dia kembali ke ruang televisi.

"Chanyeol...bisakah kau menjauh dulu atau kau mandi, sungguh aku tidak suka baumu." Ucap Baekhyun pada Chanyeol. Awalnya dia ingin protes dengan ledekan Baekhyun. Tapi dokter bernama Hyojeong tersebut menyuruhnya menjauh dahulu.

"Nah Baekhyun berbaringlah disini." Ucap dokter Hyojeong padanya. Baekhyun hanya mengikuti ucapan dokter muda tersebut.

Awalnya Baekhyun terpesona dengan kecantika dokter muda tersebut. Lihatlah rambut coklat yang diikat dan badan yang ramping apalagi dengan memakai jas putihnya semakin menambah pesona. Tapi sayangnya itu semua hanya sebatas mengagumi. Baekhyun tidak mungkin menyukai wanita. Apalagi kalau dia sudah melakukan. Ah sudahlah jangan membahas hal tersebut.

Dokter muda itu mengeluarkan benda dinginnya dan menempelkannya di dada Baekhyun juga perutnya. Dia berhenti tepat diperutnya. Setelahnya dokter tersebut meraba-raba perut Baekhyun.

Baekhyun bingung kenapa perutnya dipegang oleh dokter. Begitupun dengan Chanyeol yang hanya bisa memandangi dari kejauhan.

"Emm Baekhyun aku ingin menanyakan beberapa pertanyaan padamu." Baekhyun mengangguk saja.

"Apa belakangan ini kau sering mual dan tidak suka mencium bau-bau tertentu?" Baekhyun mengangguk. Dia bingung bagaimana dokter Hyojeong tahu.

"Kedua, apakah kau seorang gay?" Baekhyun mengerutkan keningnya. Dia ragu untuk menjawab pertanyaan ini. Dia diam sejenak dan mengangguk pelan. Dokter Hyojeong hanya tersenyum.

"Yang terakhir, apakah kau pernah melakukan hubungan ranjang? Maaf terlalu pribadi, tapi saya hanya butuh meyakinkan saja." Baekhyun kaget dan tersedak ludahnya sendiri. Wajahnya langsung memerah. Dia menoleh ke arah Chanyeol yang hanya dia berdiri dan menyilangkan tangannya di dada.

"Emm i-iya." Dokter tersebut tersenyum paham. Jadi, dia menyuruh Baekhyun duduk begitupun dengan Chanyeol.

"Stop. Kau disana saja." Entah sejak kapan Baekhyun berani memerintahkan mejikannya seperto ini. Dia menyuruh Chanyeol untuk duduk ditempat duduk yang masih berjarak dengannya. Baekhyun hanya tidak mau mual mencium bau badan Chanyeol.

"Saya paham sekarang. Jadi sepertinya kalian harus siap mendengar penjelasan ini. Chanyeol dan Baekhyun danya diam dalam bingung.

"Saya menyimpulkan berdasarkan dari tanda-tanda yang saya dapati dan gejala-gejalanya. Sepertinya, anda sedang hamil. Saya tidak bisa menentukan berapa minggu karena sepertinya masih sangat muda sekali." Baekhyun melotot tidak percaya. Sedangkan Chanyeol hanya membuka mulutnya saja.

"Apa yang anda bilang? Saya hamil? Hahaha saya memang seorang homoseksual. Tapi tidak mungkin pria bisa hamil." Ucap Baekhyun tidak percaya.

"Ya sebaiknya anda datang kerumah sakit untuk lebihnya dan membuktikannya. Setahu saya masalah ini hanya beberapa persen terjadi di dunia. Pria bisa hamil tentu ada. Anda termasuk salah satunya karena anda mempunyai kelainan yang membuat tubuh anda mempunyai rahim. Tapi memang anda adalah seratus persen pria." Jelas sang dokter yang membuatnya tercengang.

"Kalau begitu saya harus pergi dulu, pembayaran bisa anda lakukan saat datanag kerumah sakit. Tenang saja saya tidak akan membocorkan hal ini dan saya lah yang akan menangani anda Baekhyun. Ah dan kau Chanyeol, sepertinya kamu harus mempertanggung jawabkan semua ini." Lanjut dokter Hyojeong sambil mengedipkan matanya. Setelahnya dia pergi keluar.

"Tidak usah mendekat!" baru saja Chanyeol ingin mendekat tapi Baekhyun melarangnya.

Baekhyun memijit kepalanya. kalau ini semua benar, berarti ayah anak ini adalah orang dihadapannya sekarang. Dia tidak percaya dia hamil. Baekhyun mengambil ponselnya disaku dan membuka aplikasi untuk mencaritahu informasi tentang male pregnant. Dia kaget karena ternyata penjelasan dokter tadi benar. Dan dari gejalanya juga sama sepertinya.

"Jadi sekarang apa?" tanya Baekhyun frustasi.

"Bagaimana menurutmu? Kalau aku, siap bertanggung jawab." Baekhyun mendekat kearah Chanyeol dengan wajah memerah seperti menahan emosinya.

Plaakkk...

"Fuck you! Kau yang menjebakku! Kau yang membuatku merasa aneh seperti ini, bodoh! Dan dengan gampangnya kau bilang bertanggung jawab ha?! Bajingan kau!" maki Baekhyun setelah menampar Chanyeol.

Chanyeol menarik Baekhyun kedalam kamarnya. Setelah dia menutup pintu dan menguncinya agar tidak terdengar oleh anaknya.

"Tampar aku disini, cepat!" teriak Chanyeol setelah berhadapan dengan Baekhyun.

Baekhyun hanya diam saja menahan air matanya.

"TAMPAR!" lanjutnya.

Plaakkk...plaakkk...

"Puas kau ha?!" tanya Chanyeol setengah membentaknya.

"Hiks..." Chanyeol memeluk Baekhyun.

Kini Baekhyun menangis dipelukan Chanyeol. Sedangkan mengelus kepala belakang Baekhyun. Yang dipikirkan Chanyeol kini hanyalah Baekhyun, dia tidak mau pria yang dia cintai terpuruk karena hal ini. Chanyeol mengangkat dagu Baekhyun. Setelahnya mengecup bibir Baekhyun sekilas dan menghapus air mata Baekhyun.

"Sudahlah aku akan bertanggung jawab dan besok kita kerumah sakit untuk memastikannya." Chanyeol berusaha menenangkan Baekhyun. Tapi tetap saja Baekhyun sesenggukkan. Mungkin dia hanya kaget dengan pernyataan dokter dan keadaannya pula yang sekarang ini.

"Daddy, pintunya kenapa di kunci?" mereka berdua kaget dan langsung menjauh karena ada seseorang yang sedang mengetuk pintu kamar Chanyeol. Ah ternyata gadis kecil sudah bagun dari tidur manisnya.

TBC

Ini jujur ya di chpater ini aku gak tahu mau tulis apa. sebenernya sudah berkali-kali dicoba tapi selalu kuhapus dan ulang. Alhasil berhasilah ini walaupun gaje absdurd dan pendek wkwk

Special thanks to my BF (BestFriend), Jewika untuk sarannya. Dan buat Mr. D atas supportnya dan idenya /plak

Gomawo buat semua readers (yang reviews, fav, foll, & sider).

Buat Jewika (lagi), katanya mau tobat, masa minta nc hot sih wkwk

Untuk jadwal update aku mungkin update setiap senin dan selasa, tapi kalo aku lagi rajin, aku bakalan update tiap hari wkwk

Sampai jumpa di chap depan. Pai pai