Love between Bad Student and Teacher chapter 7
Disclaimer: Masashi Kishimoto
SasuNaru dengan orang ke tiganya Gaara. WARNING: SHONEN-AI!
Perkenalkan, saya integraleksponen. Ini cerita pertama saya, silahkan membaca dan enjoy:D
mifta cinya: Terimakasih senpai sudah membaca dan mereview:D maaf senpai maaaaaf:( saya salah ketik huhuhu:( itu maksudnya sasu gapernah keliatan nangis kalo ibunya meninggal:( ayahnya masih idup:( maaf senpaaaiii:( Ryuusuke583: Terimakasih senpai sudah membaca dan mereview:Dibunya naru masih idup senpai:D cuman ditinggalin aja heheheh muehehe masalah itu ada di chap berikut berikutnya hhhehe:D Dewi15: Terimakasih senpai sudah membaca dan mereview:D mifta cinya: Terimakasih senpai sudah membaca dan mereview:D ada chap berikut berikutnya senpai hehehe:D Uzumaki Prince Dobe-Nii: Terimakasih senpai sudah membaca dan mereview:D hehe saya juga suka gemes sendiri senpai sama sasu :D Namikaze Otorie: Terimakasih senpai sudah membaca dan mereview:DItu ada di chap berikut berikutnya senpai hehehe:D kyuubi no kitsune 4485: Terimakasih senpai sudah membaca dan mereview:D amin senpai hehehe :D choikim1310: Terimakasih senpai sudah membaca dan mereview:D itu ada di chap berikut berikutnya senpai heheehe:D hanazawa kay: Terimakasih senpai sudah membaca dan mereview:D Aiko Michishige: Terimakasih senpai sudah membaca dan mereview:D .148: Terimakasih senpai sudah membaca dan mereview:D xxxSN: Terimakasih senpai sudah membaca dan mereview:D 99: Terimakasih senpai sudah membaca dan mereview:D Retnoelf: Terimakasih senpai sudah membaca dan mereview:D kimm bii: Terimakasih senpai sudah membaca dan mereview:D itu ada di chap berikut berikutnya senpai heheeh:D
Gelang perak dibeli dari Kenya
Belinya lewat pedagang yang mahir
Senpai, makasih atas reviewnya
semoga tetap review sampai akhir:D
Selamat membaca senpai^^
Hari Minggu Gaara pagi-pagi berada di tempat Gym bersama ibunya. Remaja tampan ini sedang menggunakan alat Treadmill. Kulit putih Gaara mengeluarkan sebuah keringat, di lehernya melingkar handuk kecil, rambut Gaara naik turun karena kecepatan Treadmill yang tinggi. Bentuk tubuh seksi Gaara terlihat jelas di bagian lengannya karena memakai baju tanpa lengan. Mata Gaara fokus ke depan. Ibunya Gaara juga sedang memakai Treadmill di samping kanan anaknya. Ibunya Gaara kemudian selesai lebih awal dan duduk di bangku untuk mengambil waktu istirahat. Ibunya Gaara memperhatikan sang buah hati yang masih berolahraga dengan sebuah senyuman. Beberapa saat kemudian, Gaara menyusul sang ibu yang sedang istirahat. Gaara menghembuskan nafasnya bersamaan tubuhnya yang duduk di samping ibunya dan tangannya mengambil tempat minumnya di tasnya.
"Gaara, bagaimana kabar wali kelas barumu? Apa ingatannya sudah kembali?" tanya ibunya Gaara. Gaara menggeleng. Ibunya Gaara sedikit memiringkan kepalanya dan mengkerutkan keningnya. Wajah Gaara terlihat memikirkan sesuatu dan tatapan matanya tergambar hati Gaara sedang kesal. "Kamu kenapa? Wajahmu cemberut begitu?" tanya ibunya Gaara
"Tidak apa-apa" kata Gaara. Ibunya semakin penasaran dengan ekspresi wajah Gaara. Sepintas Gaara terlihat kesal tapi semakin lama terlihat wajah antara sedih, putus asa dan marah. Tangan ibunya Gaara memegang tangan Gaara yang sedang memegang tempat mimunya. Kepala Gaara dibuat menoleh ke arah ibunya. "Katakan saja masalahmu, siapa tau ibu bisa membantu" kata ibunya dengan lembut dan penuh senyuman. Namun Gaara menolak. Gaara melepaskan tangan ibunya dengan lembut dan tersenyum
"Aku tidak apa-apa" kata Gaara kemudian. Ibunya menghela nafas. Gaara lagi-lagi tidak mau berbagi masalahnya.
"Gaara, aku ini ibumu. Jika memang kamu mendapat masalah, katakanlah supaya aku bisa membantumu. Tidak ada salahnya bercerita, meskipun pendapatku tidak sesuai, setidaknya kamu sudah berbagi dan membuat hatimu lega" kata ibunya dengan bijak. Gaaara menundukan kepalanya lalu menegapkan kepalanya lagi. Berpikir lagi untuk menceritakan apa yang menjadi perhatiannya atau tidak.
"Ibu" kata Gaara, memandang botol minum yang dia pegang. Ibunya mengambil posisi mendengarkan dengan baik. "Aku tidak tau apa yang harus kulakukan" kata Gaara
"Kenapa? Apa kamu membuat masalah?" tanya Ibunya
"Aku juga tidak tau membuat masalah atau tidak. Ketika aku merasa jauh, aku merasa baik baik saja, namun ketika aku merasa dekat, aku merasa kesal. Seperti sebuah hukum yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan" kata Gaara. Ibunya mencoba mencerna semua perkataan Gaara. Tidak biasanya Gaara berkata seperti ini. Ibu Gaara yakin anaknya sedang mengalami kesulitan. Kemudian ponsel Gaara berbunyi pesan masuk. Tanpa sengaja ibunya Gaara melihat nama yang tertera di ponsel Gaara. 'Naruto'. Ibunya Gaara langsung menarik tangan Gaara dan melihat ponsel Gaara lebih dekat ke matanya
"Gaara, kamu...kamu kenal dengan dia?" tanya Ibunya Gaara dengan ekspresi terkejut. Gaara mengkerutkan keningnya yang bingung melihat ekspresi ibunya. Gaara mengangguk. Ibunya menarik napas sambil menutupi mulutnya yang menganga. Kedua tangan ibunya kemudian memegang Gaara dengan erat, "Kamu benar benar kenal? Apakah kamu dekat dengannya? Sungguh?!" kata ibunya Gaara mendesak Gaara. Gaara semakin bingung dan hanya menganggukan kepalanya. Nafas ibunya terhembus berat dan melemas seketika. "Kenapa dunia ini sempit sekali" kata ibunya Gaara memasang wajah sedih dan pasrah
"Ada apa memangnya? Ibu juga kenal wali kelasku?" tanya Gaara. Mendengar kata wali kelas, ibunya Gaara berteriak apa hingga semua orang menoleh kepadanya. Ibunya Gaara diam seketika sambil menengok sedikit ke kanan dan kiri karena telah membuat sebuah sensasi. Gaara sendiri hampir loncat dari duduknya karena suaranya ibunya begitu menggelegar. Tangan ibunya Gaara meraih tangan Gaara lalu menggenggamnya di pangkuan ibunya.
"Sepertinya kamu harus tau kebenarannya" kata ibunya Gaara. Gaara memasang wajah penasarannya. Ibunya Gaara menelan ludah dan melirik kanan dan kiri, memastikan tidak ada orang disekelilingnya. Kemudian ibunya Gaara sedikit condong ke Gaara. Dengan suara yang pelan, ibunya Gaara berkata, "Sebenarnya, Naruto itu..."
xxxxx
Jika Minggu pagi Gaara berolahraga di Gym bersama ibunya, Naruto berolahraga pagi dengan Sasuke melakukan jogging. Naruto bukanlah tipe orang yang suka dengan bagun pagi. Kaki Naruto melakukan jogging namun tubuh Naruto membungkuk dengan tangan yang lemas bergoyang sana sini. Sasuke yang terbiasa dan sedang bersemangat menghela nafasnya melihat Naruto. Umur Naruto memang lebih tua dari Sasuke, namun dalam diri Naruto tidak ada sedikitpun tingkah laku yang sesuai dengan umurnya sekarang. Jika dilihat dari sudut pandang orang lain, Naruto terlihat seumuran dengan Sasuke.
"Hey cepatlah!" kata Sasuke. Naruto berjongging asal-asalan lama lama terjatuh duduk lalu tiduran di jalan. Sasuke awalnya kaget Naruto terjatuh, ketika tahu Naruto hanyalah tiduran, Sasuke berkacak pinggang dan memasang ekspresi kesal. Sasuke menarik paksa Naruto untuk bangun, tapi Naruto merengek minta pulang. Sasuke tidak peduli rengekan Naruto, Sasuke terus menarik bahkan mendorong Naruto untuk berjongging dengan benar. Giliran tiba waktunya sarapan, Naruto bersemangat ria. Dengan lahapnya Naruto memakan sarapannya. Sasuke antara malu dan kesal, melihat betapa rakusnya Naruto jika mengangkut soal makanan. Sasuke hanya bisa menggelengkan kepalanya. Naruto justru senyum senyum bagaikan orang bodoh dikala mulutnya mengunyah makanan yang penuh.
Sasuke sekarang menikmati jalan bersama dengan Naruto yang menuju ke kos kosan Naruto. Naruto terus tersenyum bodoh kepada Sasuke sampai Sasuke malu berjalan bersama Naruto. Sasuke juga kesal karena Naruto benar benar membuat mood Sasuke hilang. Di pikiran Sasuke, Naruto hanya tertarik pada makanan, tidak tertarik sama sekali kesehatan dirinya sendiri. Saat Naruto sedang senang, Naruto mengingat sesuatu tentang jalanan yang ada di depannya. Ada sebuah ingatan yang berbayang. Naruto mengkerutkan keningnya dengan sedikit memiringkan kepala. Dalam ingatan Naruto, Naruto digebuki habis habisan oleh sekumpulan preman, tubuhnya ditendang keras sampai terkena ulu hati. Rasa sakit yang diterima sungguh luar biasa, dan mengeluarkan muntah darah akibat tendangan keras itu. Naruto pulang dengan tertatih-tatih sambil membawa rasa sakitnya. Mengingat memori itu, tubuh Naruto goyah. Kedua kakinya berusaha menahan tubuhnya untuk tidak jatuh.
"Kau kenapa?" tanya Sasuke khawatir melihat Naruto yang hampir jatuh. Naruto memucat dan berkeringat dingin. Ingatan yang mengerikan itu membuat Naruto ketakutan. Tubuh Naruto bergetar dengan hebat. Naruto melihat wajah Sasuke. Sebuah kecemasan tergambar di wajah Sasuke. Mulut Sasuke bergerak mengatakan sesuatu, namun Naruto tidak bisa mendengar dengan jelas.
"Sasuke...aku...aku..." Naruto tidak bisa mengatakan apapun. Semua pikirannya kacau balau. Naruto menghempuskan nafasnya cepat bagaikan orang terkena asma. Sasuke memanggil namanya pun tidak bisa di dengar dengan jelas. "Sasuke...maaf...aku ingin sendiri.." kata Naruto. Suara Naruto terdengar lemah di telinga Sasuke. Sasuke yang mencoba menghentikan Naruto tidak bisa memaksa. Sasuke tahu Naruto sedang mengalami masa yang sulit saat ini. Sasuke tidak meninggalkan Naruto, dia mengikuti Naruto dari belakang.
Sampai di kos-kosan, Naruto mengunci pintunya lalu bersandar di pintu sambil memerosotkan tubuhnya. Naruto duduk lemas. Dia masih terkejut dengan apa yang diingatnya. Kedua tangan Naruto dilipat lalu dijepit oleh tubuhnya yang membukuk dan kakinya yang ditekuk. Naruto ketakutan dalam tundukan kepalanya yang tertempel di lututnya. Di balik pintu, Sasuke sudah siap untuk mengetuk pintu. Namun Sasuke tidak bisa melakukannya. Sasuke terkadang merasa bersalah karena telah membohongi Naruto, tapi Sasuke merasa senang karena Naruto bersikap seperti apa yang Sasuke harapkan selama ini. Sasuke menurunkan tangannya, seperti menyerah untuk mengetuk pintu. Sasuke lalu duduk di samping engsel pintu Naruto. Menyandarkan tubuh dan kepalanya. Menoleh ke arah pintu Naruto. Kemudian lurus ke depan lagi.
Dengan rasa lemas, Naruto berdiri. Ingatan Naruto yang mulai kembali terus berputar di pikiran Naruto. Sampai saat di kamar, ketika Naruto membaca komik lanjutannya kemarin, Naruto menemukan sebuah foto yang terselip di komik itu. Foto itu adalah foto gabungan, dari Naruto SMP sampai Naruto SMA. Ada seseorang yang bersama Naruto ketika Naruto SMP sampai SMA. Semakin dilihat foto itu, ingatan Naruto akhirnya kembali.
Flashback
Naruto adalah seorang anak lelaki yang selalu sendirian. Karena dia tidak mempunyai kedua orang tua, Naruto terbully oleh teman-temannya. Naruto juga dikucilkan oleh tetangga karena tidak diketahui siapa orang tuanya. Meskipun begitu, Naruto tetap terlihat baik baik saja. Naruto tidak mau menunjukan kesedihannya. Terutama di hadapan neneknya. Naruto terus terlihat bahagia walaupun sebenarnya, Naruto sangat kesepian. Terkadang Naruto murung sendirian di kamarnya. Murung sedih melihat anak sebanyanya mendapat teman yang banyak. Dari kecil sampai SMP Naruto tidak mempunyai teman satupun. Naruto diejek, dilempari batu kerikil, dijadikan kambing hitam, bahkan babak belur karena membela dirinya sendiri. Naruto tetap sabar dan terus melangkah maju. Bullyan Naruto yang terparah adalah saat Naruto SMP. Keberanian Naruto dan ketabahan Naruto tidak berkurang sedikitpun. Sampai saat itu, Naruto berkelahi dengan teman sekelasnya yang menuduh Naruto mencuri celengan kelas. Organisasi pendisiplinan anak menyalahkan Naruto yang tidak berdosa sama sekali. Naruto menghadapi orang dewasa sendirian tanpa ada pendamping dan Naruto juga tetap membela kebenaran dirinya. Karena Naruto tidak mau mengaku, akhirnya Naruto dipindahkan. Naruto terpaksa berbohong kepada neneknya jika Naruto ingin pindah sekolah dan Naruto sudah menyiapkan suratnya. Nenek Naruto tidak tau jika Naruto dipindahkan. Naruto tetap menaruh senyum pada wajahnya sehingga neneknya tidak perlu khawatir.
Meskipun di sekolah baru, Naruto tetap tidak mempunyai teman. Naruto terus terbully karena kabar tentang Naruto beredar luas di kawasan sekolahnya. Guru dan siswa sangat tidak mempedulikan Naruto. Bahkan memasukan Naruto pun dengan rasa terpaksa. Karena ada seseorang yang berada di belakang Naruto yang mempunyai kekuatan besar. Naruto tidak mengetahui orang itu siapa dan Naruto juga tidak tau jika sekolah barunya terpaksa mengizinkan Naruto. Saat itu, Naruto duduk sendirian di bangku taman sekolah di bawah pohon. Naruto iri sekali melihat siswa siswi lain bermain dengan gembira.
"Kau anak baru ya?" tanya seseorang tiba tiba. Naruto menoleh, ada seorang lelaki yang seumuran dengannya tersenyum padanya. Lelaki itu duduk lalu memberikan sebatang eskrim untuk Naruto. "Aku Itachi, kau Naruto, iya kan?" tanya anak itu. Itachi namanya. Keren, seperti orangnya.
"Hm, namaku sepertinya sangat dikenal" kata Naruto, malu dengan dirinya kepada Itachi. Itachi memberikan Naruto senyuman. Senyuman Itachi membuat wajah Naruto memanas dan hati Naruto berdebar kencang.
"Mulai sekarang, aku temanmu. Kita akan menjadi sahabat yang terhebat yang pernah ada. Oke?" kata Itachi. Naruto berhasil tersenyum akibat kalimat Itachi. Dan saat inilah dimana Naruto merasakan bagaimana mempunyai seorang teman. Semenjak Itachi menjadi teman Naruto, Naruto diperkenalkan oleh teman-temannya yang lain. Tapi gara-gara Naruto, Itachi menjadi terkucilkan karena berteman dengan pencuri. Walaupun begitu, Itachi tetap berada di sisi Naruto. Itachi bahkan membela Naruto di hadapannya tanpa ada keraguan sama sekali. Itachi selalu percaya dengan Naruto dan tidak pernah mendengarkan perkataan orang lain kepada Naruto. Itachi bahkan masuk ke ruang kepala sekolah, organisasi pendisiplinan anak hanya gara gara membela Naruto. Kedua orang tua Itachi untung saja selalu di pihak Itachi. Jadi Itachi terus menang dan berhasil menyatakan jika Naruto tidak bersalah.
Hubungan persahabatan Naruto dan Itachi terus berlanjut. Meskipun mereka berbeda sekolah di SMA. Saat SMA, KFC diadakan. Naruto dan Itachi sama sama mendaftar dan menjadi satu team. Mereka kompak membantu satu sama lain. Kebersamaan Naruto dan Itachi semakin dekat dan semakin dekat. Itachi bahkan selalu mengantar jemput Naruto di rumahnya dan mencium kening Naruto. Terkadang, Itachi juga mencium pipi Naruto secara tiba-tiba. Tapi sayangnya, kebersamaan Naruto dan Itachi berubah menjadi sebuah kepingan kaca. Hancur.
Itachi sangat senang renang. Dia mempunyai sebuah mimpi untuk menjadi seorang atlet renang internasional. Potensi Itachi sangat memungkinkan bahwan Itachi sering mengikuti olimpiade dan mendapatkan juara umum. Bakat yang dimiliki Itachi mengharuskan Itachi untuk keluar sekolah. Itachi harus masuk ke dalam sekolah khusus atlet yang berada di luar negri setelah KFC selesai. Itachi sebenarnya tidak mau, namun kedua orangtuanya dan juga kepala sekolah membujuk Itachi untuk pergi. Ketika menceritakan hal ini kepada Naruto, Itachi mendapatkan sebuah kesalahpahaman. Naruto berpikir Itachi akan meninggalkannya. Padahal sebenarnya tidak. Ketika Itachi berhasil, Itachi akan menjemput Naruto dan mengatakan sesuatu kepadanya. Namun Naruto terlanjur buta oleh kesalahpahamannya. Ditambah, nenek Naruto meninggal ketika Naruto akan berangkat ke KFC. Saat selesai bertanding dan akan masuk ke babak final, Naruto mendapat kabar bahwa neneknya mengalami kecelakaan. Naruto segera berlari kencang dari tempat menuju rumah sakit. Dan Itachi juga menyusul Naruto di belakangnya. Kemudian mereka berdebat
"Apa? Kau keluar? Tapi kenapa? Bukankah ini mimpimu?" tanya seseorang yang merupakan temannya
"Aku rasa, aku tidak bisa mengikuti jejaknya. Jika seandainya saja aku tidak pernah mengikuti ajang ini, nenek pasti ada di rumah dengan senyumannya"
"Ini bukanmu salahmu. Ini adalah kecelakaan. Naruto, datanglah. Kau bilang kau ingin mengikuti jejaknya kan? Kau ingin bertemu dengannya kan? Ini adalah satu-satuny a jalan. Ajang ini miliknya, dia, ayahmu yang membuat ajang ini. Jadi datanglah Naruto"
"Maaf. Kau pulanglah. Aku harus menjaga nenek" kata Naruto. Dia berbalik meninggalkan temannya
"Naruto, Naruto!"
"Maaf Itachi. Sampai jumpa. Kumohon, jangan katakan siapapun dan rahasiakan ini dari semua orang. Aku ingin hidup dalam kehidupan biasa" kata Naruto tanpa berbalik badan. Itachi, temannya Naruto tidak bisa menghalanginya. Diam ditempat memperhatikan temannya yang bersedih. Yang terluka dan selalu menyalahkan dirinya jika seseorang yang dia sayangi terluka. Padahal itu hanyalah sebuah kecelakaan. Tidak lama setelah itupun neneknya meninggal dunia.
Lalu Naruto jarang masuk sekolah. Itachi mencoba untuk menghubungi bahkan mendatangi ke rumahnya, Naruto tetap tidak mau bertemu dengan Itachi. Itachi berkali kali menjelaskan namun tetap tidak terdengar. Sampai Naruto berada dalam kegelapan hatinya. Naruto di SMA terkenal karena dia selalu menang dalam setiap babak di KFC. Bahkan Naruto mengalahkan petarung yang jauh lebih berpengalaman darinya. Tapi teman teman Naruto adalah teman yang memiliki pergaulan bebas. Naruto mulai terpengaruh. Sedikit demi sedikit, Naruto mulai menjadi brandal. Naruto mulai mabuk dan menghabisi siapapun yang membuat suasana hatinya jelek. Itachi selalu memberikan Naruto nasehat secara baik baik. Namun Naruto tidak mau mendengar. Buruknya, Itachi memberikan sedikit peringatan tegas saat Naruto sedang kacau balau, alias sedang sedikit mabuk. Malam hari, di tempat yang sepi, Itachi meminta Naruto untuk segera bertemu dengannya.
"Kenapa kau begini? Masih SMA kau sudah mabuk, mau bagaimana kau dimasa depan? Mau hancur kau ha?" kata Itachi
"Diam kau. Jangan ikut campur, Ini duniaku, bukan duniamu" kata Naruto. Tangannya kembali memasukan sebuah air dalam botol kedalam mulutnya. Itachi menarik napasnya karena kesal lalu mengambil botol itu. Itachi melempar botol itu ke tanah hingga botol itu pecah.
"Naruto, kumohon padamu, jangan seperti ini. Aku itu-"
"Apa?! Kau itu apa?! Jika kau mau pergi ya pergilah! Aku tidak peduli! Sama sekali tidak peduli!" kata Naruto berteriak di hadapan Itachi.
Itachi kehilangan emosinya, meninju keras wajah Naruto hingga Naruto tersungkur ke tanah. Napas Itachi naik turun akibat emosinya sangat tinggi. Tangan Itachi bergetar hebat karena telah meninju orang yang disayangnya. Naruto yang mulai mabuk kembali bangkit dan meninju Itachi dengan satu pukulan keras. Akibat pukulan keras itu, Itachi menahan tubuhnya dengan kedua kakinya supaya tidak terjatuh. "Aku membencimu. Sangat membencimu." kata Naruto yang matanya sudah bekaca kaca. Naruto pergi meninggalkan Itachi. Itachi terus memanggil namanya, Naruto sama sekali tidak bergeming. Naruto terus dikejar dan dihentikan langkahnya oleh Itachi. Kekesalan Naruto yang diluar kesadarannya membuat Itachi mengalami kecelakaan.
Saat Naruto dipegang kuat oleh Itachi, Naruto menendang perut Itachi hingga Itachi jatuh ke aspal. Lalu Itachi bangkit untuk mengejar Naruto yang semakin menjauh. Melihat lampu tanda pejalan kaki sudah berkedip untuk mati dan akan digantikan oleh lampu tanda mobil, Itachi nekat menyebrang demi untuk mengejar Naruto. Namun saayangnya, waktu Itachi tidak cukup. Itachi tertabrak mobil sedan. Itachi sepertinya lompat dan menjadi terguling ke atas mobil hingga mobil kaca depan itu pecah. Dengan sebuah keajaiban Tuhan dan jaket yang lumayan tebal, Itachi tidak mengalami pendarahan. Namun punggung Itachi terbentuk keras di aspal. Itachi merintih kesakitan. Itachi terus memegangi bahunya. Melihat hal itu, Naruto bergetar ketakutan dan panik. Bahkan sampai di rumah sakitpun, Naruto merasa sangat bersalah. Naruto ingin sekali masuk ke dalam, tapi sayangnya pihak keluarga Itachi melarang keras Naruto untuk menemui Itachi. Baik Karin maupun keluarga Itachi, menghasut Naruto untuk tidak ke dalam bahkan sampai mengancam Naruto.
Naruto jalan mondar mandir di depan pintu masuk. Tangan Naruto dilipat sebelah sambil menggigit kuku jarinya. Naruto SMA ini masih menggunakan seragam sekolahnya. Wajahnya terlihat panik dan ketakutan karena sudah terjadi suatu hal yang mengerikan. Naruto berhenti dan menghadap pintu masuk rumah sakit itu. Kaki Naruto dimajukan ke depan untuk mengambil langkah masuk ke dalam. Namun Naruto menarik kakinya lagi sambil menggelengkan kepalanya dan berbalik badan. Naruto bingung, apa dia harus masuk atau tidak.
Naruto kemudian mengambil pilihan asal. Naruto menjauh dari rumah sakit itu. Tapi saat di gerbang, Naruto kembali lagi masuk. Saat Naruto masuk, Naruto melihat Itachi di jendela atas sana. Itachi sakit. Tangannya terperban. Melihat Itachi yang seperti itu Naruto membuat matanya sendiri berkaca dan ingin sekali menangis. Mata Itachi juga sudah terlihat berkaca sedari tadi.
Naruto ingin mengucapkan sesuatu tapi tidak bisa Naruto ucapkan. Naruto bergemetar ketakutan. Naruto perlahan mundur menjauh. Itachi melihat Naruto semakin jauh, menempelkan telapak tangannya ke kaca. Kemudian Naruto meneteskan air matanya karena sudah tidak bisa lagi tertahan. Saat Naruto meneteskan air mata, Itachi juga meneteskan air matanya. Namun, Naruto pergi kemudian berlari meninggalkan Itachi.
"Naruto!" panggil Itachi. Namun suara Itachi tidak dapat didengar. Itachi memanggil nama Naruto, memberikan sebuah kode, tapi Naruto meninggalkan Itachi sendirian.
Di lobi, terdapat seseorang yang memperhatikan Naruto secara diam diam. Seseorang itu sepertinya telah berbuat sesuatu terhadap Naruto karena saat Naruto pergi, seorang gadis itu juga ikut pergi sambil bergumam, "dasar penjahat". Gadis itu adalah Karin. Lalu Naruto sempat dipanggil ke pengadilan karena telah melakukan tindak kekerasan terhadap Itachi. Naruto hampir saja dipenjara, namun Itachi yang dikecewakan tetap membela Naruto. Itachi bersikeras itu adalah kecelakaan. Sayangnya, kekuatan orang dewasa lebih kuat. Dan dengan pertimbanga pembela antara Itachi dan pengacara Naruto yang sukarela, Naruto dipenjara selama 2 minggu.
Semenjak kejadian berat yang menimpa Naruto, Naruto kembali menjadi dirinya. Dia menerima hukuman. Di SMA Naruto kembali dijauhi dan tidak mempunyai teman. Naruto bisa bangkit kembali ketika di kampus. Banyak yang mau menerima Naruto karena kebaikan Naruto. Naruto juga sudah berjanji, untuk tidak bertengkar. Jika ada yang mau mengajaknya bertengkar, Naruto akan lari sekencang mungkin dan sejauh mungkin. Kemudian detik Naruto menjadi guru dan detik Naruto dimana dia terpeselet ketika Karin terus menodongkan pisau ke arahnya.
End of Flashback
Ingatan Naruto yang akhirnya kembali membuat Naruto sulit untuk bernapas. Mata Naruto terus meneteskan air mata. Naruto mematung di kamar karena mengingat kembali ingatannya. Tetesan air mata itu berubah menjadi aliran air mata. Naruto duduk dengan lemasnya di lantai. Foto itu masih dalam genggaman Naruto. Naruto menangis dalam diam. Tangan Naruto meremas baju yang di depan dadanya karena perasaan sakit yang dia bawa saat ini. Naruto lagi-lagi menangis seorang diri di kamar...
Sasuke menunggu Naruto keluar sampai langit menjadi gelap. Jam 8 malam, Naruto tidak keluar lagi. Ayahnya sudah menyuruh Sasuke untuk pulang. Sebenarnya Sasuke masih mau menunggu Naruto, namun kondisi Sasuke tidak berada di pihak Sasuke. Sasuke berdiri, menoleh sekali lagi pintu kos kosan Naruto. Baru kemudian, Sasuke pergi. Sementara itu, Naruto duduk di pojokan. Dalam genggaman Naruto, foto itu tidak dilepaskan sedari tadi. Ternyata Naruto yang memiliki ingatan buruk, adalah hal yang paling menakutkan baginya. Sasuke sudah menyukai Naruto, namun karena Sasuke adalah adik Itachi, Naruto tidak bisa menerima Sasuke meskipun hati Naruto sangat ingin memiliki.
Keesokan harinya, Naruto tidak pergi ke sekolah. Naruto pergi ke rumah sakit. Naruto ingin sekali masalah ini selesai, jadi Naruto bisa kembali tenang dalam kehidupannya ini. Naruto mengambil nafas dalam dalam lalu menghembuskan secara rileks. Kaki Naruto melangkah masuk dengan keberanian tinggi. Kebetulan, saat Naruto masuk Itachi lewat di depannya. Naruto mengikuti Itachi dari belakang. "Itachi" panggil Naruto. Itachi berhenti lalu menoleh. Naruto berlari kecil untuk segera mendekati Itachi. "Aku ingin mengatakan sesuatu padamu" kata Naruto.
"Aku tidak bisa" kata Itachi cuek. Ketika Itachi berbalik badan, Naruto menangkap Itachi dan memohon kepada Itachi untuk meminta waktunya. Naruto sampai berlutut di hadapan Itachi karena Itachi terus menolak untuk berbicara dengan Naruto. Aksi nekat Naruto membuat Itachi luluh.
Itachi dan Naruto pergi ke atap rumah sakit dimana tidak ada seorangpun di sana. Naruto mengatur napasnya untuk mengatakan hal ini. Hal yang sudah lama dia pendam. "Itachi, aku...aku minta maaf. Aku sangat bersalah padamu. Mungkin saat ini kau lagi tidak mengijinkan aku melihatmu, tapi aku akan memaksa diriku untuk bisa meraihmu. Dan...aku akan melakukan apa yang kau katakan. Itachi, apa yang harus aku lakukan untuk bisa mendapatkan maaf darimu?" tanya Naruto
"Ingatanmu sudah kembali rupanya. Kenapa baru sekarang? Selama 4 tahun aku menunggumu. Aku pergi bukan untuk meninggalkanmu, tapi aku mau kau mengerti diriku. Saat itu, kau tidak mau mendengarkan alasanku. Kau bahkan membenciku. Untuk apa aku harus memberikan maaf bagimu" kata Itachi dengan pedasnya dia berbicara. Naruto menarik napas untuk menahan air matanya. Hatinya hancur bagaikan dilempar dari suatu ketinggian.
"Itachi, kau terluka gara gara aku. Kau sakit gara gara aku. Baiklah. Jika memang kau seperti ini, aku akan meninggalkan semuanya. Akan kutinggalkan semua mimpiku dan...aku tidak akan muncul lagi dihadapanmu. Maaf. Aku sungguh minta maaf" kata Naruto. Kepala Naruto tertunduk untuk menyembunyikan air matanya yang sudah jebol. Naruto berjalan cepat melewati Itachi. Itachi tahu Naruto menangis saat ini. Itachi tidak bergeming. Hanya nafas yang terhembus karena hatinya juga sakit mendengar Naruto berkata seperti itu.
xxxxx
Di sekolah, Gaara tidak melepas perhatiannya dari Karin. Karin terlihat baik baik saja dan bahkan tertawa bebas dengan ceria. Pandangan tajam dan fokus Gaara membuat Hidan sadar jika Gaara memperhatikan Karin. Kefokusan Gaara tidak bisa mendengar pertanyaan Hidan yang diajukan kepada Gaara. Hidan bolak balik melihat Gaara dan Karin. "Kenapa dia" gumam Hidan bingung melihat Gaara. Sepertinya, kesabaran Gaara sudah habis. Saat Gaara berdiri bel malah berbunyi. Gaara mendecakan lidahnya dengan kesal. "Apa?" kata Gaara galak yang sadar dirinya terus diperhatikan Hidan. Hidan memundurkan tubuhnya ke belakang dan melebarkan matanya lalu berkedip dengan cepat karena terkejut akan Gaara yang sangat menyeramkan hari ini.
Di waktu istirahat, Gaara langsung menarik Karin keluar kelas menuju atap sekolah. Karin terseret seret dan protes marah marah tidak dihiraukan oleh Gaara. Sampai di atap sekolah, Gaara melepaska karin secara kasar. Emosi Gaara sudah memuncak, wajah tampannya berubah menjadi menyeramkan. "Apa yang kau inginkan ha?! Kenapa kau menariku!" kata Karin mengomel. Karin memegagi pergelangan tangannya yang masih sakit karena Gaara. Gaara mendekat ke Karin hingga membuat Karin takut dan mengambil langkah mundur.
"Kau. Apa yang kau lakukan pada Naruto Sensei?" tanya tajam Gaara. Mendengar hal itu jantung Karin berhenti berdetak. Mata Karin melebar karena terkejut. Rasa panik dan ketakutan mulau menjalar keseluruh tubuh Karin.
"A-Apa yang kau bicarakan ha?!" kata Karin mencoba untuk pura pura tidak tau. Gaara semakin berjalan mendekati Karin, Karin sendiri ketakutan dan terus berjalan mundur.
"Menabrak nenek sensei. Menghancurkan hubungan sensei dengan kak Itachi. Mencoba untuk membunuhnya. Memfitnahnya hingga dia di penjara. Kenapa kau lakukan ini padanya?!" kata Gaara yang meledak di akhir kalimat. Suara Gaara yang menegas dan tinggi itu membuat pundak Karin loncat. Karin ketakutan dan semakin berjalan mundur hingga Karin menempel di tembok. "Seseorang telah menderita dan mendapatkan luka yang dalam karena dirimu..kau malah membutakan matamu dan tidak mempedulikannya" kata Gaara yang semakin tajam nadanya. Semakin membuat Karin ketakutan. Dorongan emosi Karin yang tinggi membuat tangan Karin melayang ke udara untuk menampar Gaara. Tapi Gaara dengan sigap menangkap tangan Karin dan giliran tangan Gaara yang melayang di udara. Karin mengira Gaara akan menamparnya, namun ternyata tangan Gaara berhenti di atas, bergetar menahan nafsunya untuk menampar Karin. "Bersyukurlah kau terlahir sebagai wanita" kata Gaara tajam. Gaara kemudian meninggalkan Karin yang ketakutan tingkat tinggi. Karin lalu melemas dan jatuh duduk menyamping. Nafas Karin bergerak cepat dan jantungnya berdebar hebat. Sepertinya, Gaara telah mengetahui yang sebenarnya. Tapi...Karin tidak tau darimana Gaara bisa mengetahui hal ini.
Dan ternyata, Hidan menguping. Hidan langsung berlari kencang menuju kediaman Naruto. Di sisi lain, Gaara tahu Hidan menguping karena Gaara melihatnya yang baru saja lenyap di belokan tangga. Ternyata selama ini Naruto lebih menderita dan sakit hati daripada apa yang dia bayangkan. Hidan terus berlari dan berlari. Sampai Hidan kehabisan Napaspun, Hidan terus berlari untuk menemui Naruto. Secara kebetulan, Hidan bertemu dengan Naruto yang sedang menunggu bis di halte. Hidan langsung berlari dan mengerem mendadak di hadapan Naruto. Napas Hidan benar benar terkuras hingga sulit untuk berbicara. "Hidan? Kenapa kau di sini?" tanya Naruto bingung. Hidan lalu memeluk Naruto erat erat. "Hey apa yang kau lakukan! Hey Hidan!" kata Naruto memberontak. Namun Hidan tidak melepaskan pelukannya.
"Maafkan aku senpai, selama ini aku tidak tahu jika kau lebih menderita daripada yang kupikirkan. Kau lebih sakit hati dari apa yang kubayangkan. Aku benar benar minta maaf. Jika aku tau hal ini lebih awal, aku akan selalu berada di sampingmu!" kata Hidan dalam tempo cepat
"Kau ini kenapa. Hey Hidan!" kata Naruto. Hidan melepaskan pelukannya. Memasang jarak dekat antara wajahnya dengan Naruto
"Apa...apa ingatanmu sudah kembali?" tanya Hidan. Naruto mendiamkan dirinya dan bingung mau jawab jujur atau tidak. "Senpai! Aku tanya, apa ingatanmu sudah kembali?!" tanya Hidan mendesak. Dengan rasa takut, Naruto menganggukan kepala dan tersenyum canggung. Lalu Hidan kembali memeluk Naruto. Wajah Naruto dibuat terkejut dan matanya semakin membulat karena Hidan. "Senpai.." kata Hidan sambil melepaskan pelukannya lagi. "Mulai saat ini, aku akan menjadi penjagamu. Tidak, aku dan kakakku akan menjadi penjagamu!." kata Hidan penuh dengan keyakinan. Naruto mengedipkan matanya berkali kali karena bingung apa maksud yang dikatakan Hidan. Lalu Hidan kembali memeluk Naruto
Malangnya Hidan, Saat Hidan memeluk Naruto Sasuke datang dan melihatnya. Sasuke sangat marah. Langkah kaki Sasuke dipercepat, menarik tubuh Hidan lalu meninjunya keras keras. Bahu Naruto loncat melihat tinjuan Sasuke yang sangat cepat dan keras. "Hidan!" kata Naruto, namun Naruto di tahan oleh Sasuke untuk tidak mendekati Hidan dan berada di dekat Sasuke.
"Beraninya kau memeluknya" kata Sasuke dengan tajamnya. Tapi uniknya, Sasuke juga kena tinjuan dari orang yang datang dari belakangnya. Orang itu adalah Gaara. Naruto lagi lagi terkejut dan bingung dengan yang sedang terjadi di sini. Orang-orang sekitar juga menaruh perhatian pada mereka. Gaara menarik Naruto untuk berada di dekatnya, membuat Sasuke semakin panas dan Hidan semakin kesal.
"Mulai saat ini, Sensei adalah tanggung jawabku" kata Gaara dengan penuh percaya diri dan keyakinan.
TBC
Nah lo Naru, rebutan kan tuh si Gaara sama Sasu, ini lagi Hidan ikut-ikutan, sok sok bawa nama kakaknya lagi, bilang aja emang beneran suka, iya gak senpai? hihihihihi:D
Anak rajin beli tupai
Nama Tupainya adala Tini
Wahai para senpai
Bagaimana dengan cerita ini?:D
Mau review lagi senpai?:D
see you next time senpai:D
selamat puasa bagi yang menjalankan senpaaaiii:D:D:D
