(WARNING ! Chapter ini pasti banyak typo nya. Karena tidak aku edit. Jadi jika kalian melihat typo(s), anggap saja tidak ada T.T … RnR oke ^^)


Donghae pun membukakan pintu ruang rapat dan mempersilahkan namja itu untuk masuk. Semua orang yang ada di ruang rapat itu pun berdiri dan membungkuk sekilas kepada Kyuhyun.

"Baiklah. Presdir Cho, kenalkan ini tuan Kim yang akan melakukan presentasi dari Kim Corporation." Donghae memperkenalkan lelaki yang akan melakukan presentasi kepada Kyuhyun.

Sedangkan Kyuhyun hanya diam mematung, menatap tidak percaya kepada namja itu.

'Dia datang lagi….'


Elfjoy137 present

KYUMIN FANFICTION

Do You Remember ?

Chapter 7

Cast: Cho Kyuhyun , Lee Sungmin , and other cast

Rate : T

Warning : Genderswitch , Typo (s), OOC, kosa kata yang berantakan

DLDR

Please enjoy ^^

Disclaimer : Kyuhyun punya orang tuanya, Sungmin punya orang tuanya, Kyumin punya JOYER, tapi FF ini murni milik saya. So, jangan ada yang nyontek ya ^^

.

.

~JOYER~

.

.


"Selamat Siang Tuan Cho, perkenalkan saya Kim Jungmo." Namja bernama Jungmo itu mengulurkan tangannya kepada Kyuhyun.

Kyuhyun menatap sekilas tangan Jungmo. Ia tahu benar siapa namja di hadapannya kini. Namun ia tidak yakin jika namja itu masih mengingat Kyuhyun. Demi menjaga imej nya sebagai Presdir, ia pun menerima uluran tangan itu.

"Sebuah kehormatan bisa berkenalan denganmu, Tuan Kim." Ada seringaian tipis di bibirnya, saat Kyuhyun menjabat tangan Jungmo.

"Justru saya yang merasa begitu Tuan Cho." Jungmo tersenyum ramah. Tentu saja ia harus bersikap ramah, Kyuhyun merupakan target nya saat ini, lebih tepatnya kerja sama dengan perusahaan Kyuhyun adalah target nya. Perusahaan konstruksi milik Kyuhyun, akan sempurna jika bekerja sama dengan perusahaan Jungmo.

"Baiklah, mari kita mulai."

.

.

"Jadi, apa keuntungan untuk perusahaan saya jika kita bekerja sama Tuan Kim?" Kyuhyun bertanya sambil menyenderkan tubuhnya pada kursi nya yang berada di ujung meja rapat, menandakan bahwa ia orang yang paling berpengaruh pada rapat ini.

"Tentu saja banyak Tuan Cho, bahan-bahan dan alat-alat dari perusahaan kami adalah yang terbaik. Dan mengenai harga, kami menawarkan harga yang murah tapi bukan bahan murahan." Jungmo mengatakannya dengan mantap. Ia harus bisa mendapatkan kontrak kerja sama ini, sehingga perusahaannya akan semakin maju.

"Baiklah. Saya harus mempertimbangkannya. Anda tahu bukan, jika banyak perusahaan seperti anda yang ingin bekerja sama dengan perusahaan ini. Saya juga harus membandingkan, mana yang lebih menguntungkan untuk perusahaan ini." Kyuhyun pun menutup proposal yang di bawa Jungmo tadi.

Jungmo pun mengangguk. "Saya mengerti."

"Sepertinya saya harus pergi. Pekerjaan saya masih banyak." Kyuhyun pun melenggang pergi begitu saja.

Kyuhyun keluar dari ruang rapat tanpa diikuti Donghae. Tentu saja karena Donghae masih harus membicarakan beberapa hal dengan orang-orang dari perusahaan Kim Corp, seharusnya itu tugas Kyuhyun, namun namja itu malah seenaknya meninggalkan ruang rapat.

Kyuhyun pun keluar dari ruangan itu sambil mengumpat dalam hati.

'Mengapa Jungmo harus kembali?'

'Bagaimana jika Jungmo tahu bahwa Sungmin ada bersamaku?'

'Apa dia masih terobsesi dengan Sungmin?'

'Mungkinkah jika Jungmo mengetahui keberadaan Sungmin, maka dia akan merebut Sungmin dariku?'

'Tidak, dia tidak akan bisa merebut Sungmin.'

'Sungmin adalah milikku, sekarang dan selamanya.'

Saat sedang asik membatin, Kyuhyun melihat istrinya itu ada di loby Kantor nya. Kyuhyun langsung saja menghampiri Sungmin.

"Yeobo, apa yang kau lakukan disini?" Kyuhyun merangkul mesra pinggang ramping Sungmin, membuat seluruh tatapan pegawai nya memandang kearah mereka.

Sungmin terkejut saat orang dicarinya sudah berada disampingnya, bahkan merangkul pinggangnya. "Aku membawakan mu makan siang. Apa kau sudah makan?"

"Ah kebetulan sekali aku belum makan, kajja kita keruanganku." Kyuhyun pun tersenyum lalu mengajak Sungmin untuk keruangannya.

Mereka pun segera memasuki lift untuk menuju ruangan Kyuhyun.

"Siapa yeoja yang bersama Tuan Cho itu?" Jungmo bertanya saat melihat Kyuhyun masuk kedalam lift bersama seorang yeoja.

"Itu istri Presdir Cho, mereka baru menikah seminggu yang lalu." Donghae menjelaskan kepada Jungmo.

Jungmo pun menganggukkan kepalanya, namun matanya masih menatap Kyuhyun dan istrinya itu, dan tersadar saat pintu itu tertutup.

.

.

.

.

.

"Oh lihat ini, pantas saja kau buru-buru meninggalkan ruang rapat." Donghae masuk keruangan Kyuhyun dan langsung menatap malas bos nya yang ternyata sedang disuapi oleh Sungmin.

"Aku tidak tahu jika Sungmin datang. Dia tiba-tiba ada di loby saat aku keluar dari ruang rapat." Kyuhyun masih mengunyah makanan nya saat mengucapkan itu.

'Alasan.'

"Cih, manja sekali kau. Sungmin-ah, lebih baik kau memanjakan Sandeul dari pada evil ini." Donghae mencibir Kyuhyun yang masih saja menerima suapan-suapan dari Sungmin.

"Kau iri, eoh? Sana bermanjalah dengan istri mu." Kyuhyun malah dengan sengaja menyenderkan kepalanya pada bahu Sungmin.

"Aku selalu bermanja dengan Hyukkie, tapi aku masih punya malu untuk tidak melakukannya di depan orang lain." Donghae kembali mencibir Kyuhyun. Ia memilih duduk pada salah satu sofa di samping sofa yang diduduki Kyuhyun dan Sungmin.

Kyuhyun pun hanya mengendikkan bahunya.

"Ah ya, kau harus mempertimbangkan kerja sama dengan Kim Corp, sepertinya akan sangat menguntungkan bagi perusahaan kita." Ucapan Donghae membuat Kyuhyun seketika bangun dari acara menyender pada bahu Sungmin.

"Jangan bicarakan disini." Kyuhyun menatap Donghae penuh peringatan.

"Wae?" Donghae membalas tatapan Kyuhyun dengan bingung.

"A-aku sedang ingin bermanja dengan Sungmin. Jadi, jangan membicarakan masalah kantor dulu." Kyuhyun kembali menyenderkan kepalanya kebahu Sungmin. Yeoja itu hanya terkekeh kecil sambil mengusap rambut ikal suaminya.

"Cih, dasar kekanakan." Donghae kembali mencibir.

"Oh iya, kau tidak mengajak Sandeul?" Kyuhyun mengalihkan tatapannya kearah Sungmin.

Sungmin menggeleng. "Tadi Kibum dan Baro mengajak Sandeul untuk menginap. Sebenarnya aku ingin meminta izinmu terlebih dahulu, tetapi sepertinya Sandeul sangat ingin menginap dirumah Kibum, jadi aku mengizinkannya."

Kyuhyun mengangguk paham. "Tak apa, sudah lama Sandeul tidak menginap dirumah Kibum." Dan namja itu tersenyum penuh arti.

"Oh, aku tau arti senyuman itu." Ucapan Donghae membuat senyuman Kyuhyun memudar.

"Apa?" Kyuhyun menatap Donghae dengan sebal.

Donghae melirik malas kearah Kyuhyun . "Sungmin, sepertinya kau tidak akan selamat malam ini."

"Kenapa?" Sungmin bertanya dengan bingung.

"Kyuhyun tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan seperti ini. Berdua denganmu. Tanpa Sandeul." Donghae berkata dengan santai nya sedangkan Sungmin, pipi gadis itu memerah saat menyadari arah kata-kata Donghae.

"Ya! Kenapa pikiranmu mesum sekali." Kyuhyun melemparkan bantal sofa didekatnya kearah Donghae, dan tepat mengenai wajahnya.

"Seperti kau tidak saja." Donghae pun ikut melempar bantal kearah Kyuhyun. Dan aksi saling melempar bantal itu pun tak terhindari. Sungmin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol dua orang itu.

.

.

.

.

.

Sungmin pun memilih untuk pulang bersama Kyuhyun, jadilah ia menunggu Kyuhyun hingga sore hari. Kyuhyun masih sibuk dengan dokumen-dokumennya, membuat Sungmin mengantuk dan tertidur karena tidak melakukan kegiatan apa-apa.

Kyuhyun baru saja menyelesaikan pekerjaan nya tepat saat jam pulang kantor, pukul lima sore. Namja itu segera membereskan dokumen-dokumen itu dan menaruhnya di tempat yang aman, karena itu adalah dokumen penting.

Setelah selesai membereskan dokumen, Kyuhyun menghampiri Sungmin. Namja itu tersenyum saat melihat istrinya ternyata tertidur di sofa.

Kyuhyun pun berlutut untuk melihat lebih dekat wajah tertelap istrinya. Menurutnya, wajah Sungmin sangat menggemaskan ketika tidur. Itulah yang membuat nya betah berlama-lama menatap wajah istrinya saat terlelap.

Karena merasa sudah waktunya untuk pulang, Kyuhyun pun mencoba membangunkan istri cantik nya itu.

"Hai, bangun sayang." Kyuhyun mengusap dengan lembut kening istri nya.

"Eungh." Sungmin melenguh pelan, lalu mencoba untuk membuka matanya.

"Aku ketiduran. Jam berapa ini?" Sungmin mencoba bangun dan duduk di sofa itu.

Kyuhyun pun memilih duduk disamping istrinya dan mengusap sayang kepala istrinya itu. "Sudah jam lima, mau pulang sekarang?"

Sungmin mengangguk. "Kau sudah selesai?" Sungmin menatap Kyuhyun.

"Sudah. Ayo kita pulang." Kyuhyun pun menggandeng tangan Sungmin dan mengajak istri nya untuk pulang.

Kyuhyun pun menyuruh Sungmin untuk menunggu di depan gedung kantornya, sementara namja itu mengambil mobil nya di tempat parker.

Setelah mobil Kyuhyun sampai didepannya, Sungmin pun langsung masuk kedalam mobil itu.

"Apa Donghae sudah pulang?" Sungmin bertanya sambil memasang seatbelt nya.

"Dia selalu pulang sebelum waktunya jika tidak banyak pekerjaan." Kyuhyun pun segeran menjalankan mobil nya.

"Kyu, mengapa tidak setiap hari saja kau pulang sore seperti ini?" Sungmin menatap Kyuhyun yang sedang fokus ke jalan.

"Terkadang jika kerjaan ku menumpuk, aku memang harus lembur Sayang. Aku akan pulang sore jika pekerjaan ku tidak banyak." Kyuhyun menjawab sambil sesekali melirik kearah istrinya.

Sungmin pun hanya menganggukkan kepalanya. Ia bukannya tidak mengerti bagaimana keadaan Kyuhyun. Tapi istri mana yang tidak ingin jika suaminya pulang lebih awal dan tidak lembur.

Sungmin kembali menatap Kyuhyun. "Emm, Kyu. Bolehkah kita membeli Ice Cream terlebih dulu?"

"Kau ingin ice cream? Apa kau mengidam?" Kyuhyun bertanya penuh rasa penasaran.

"Mengidam? Bahkan kita baru seminggu menikah. Aku sedang ingin saja." Sungmin mempoutkan bibirnya.

Kyuhyun tidak dapat menahan senyumnya saat melihat bibir terpout itu. "Baiklah, kita beli." Sungmin pun tersenyum senang.

.

.

.

.

.

Hari ini Kyuhyun dan Donghae sedang membicarakan tentang proyek baru mereka di Pulau Jeju. Sudah sebulan ini mereka sibuk membicarakan proyek itu, karena dalam beberapa hari mereka akan memulainya. Pembangunan resort di Pulau Jeju.

Ketika sedang membicarakan masalah proyek. Sekretaris Kyuhyun memasuki ruangannya setelah mengetuk pintu itu.

Sekretaris itu membungkuk hormat. "Permisi Presdir. Tuan Kim ingin bertemu dengan Anda."

"Ah, Kim Jungmo. Suruh dia masuk!" Kyuhyun memberi perintah kepada Sekretarisnya.

"Sepertinya aku harus memeriksa beberapa hal. Aku permisi dulu." Donghae pun pamit kepada Kyuhyun. Dan Kyuhyun hanya mengangguk mengiyakan.

Jungmo dan Donghae pun berpapasan di depan pintu ruangan Kyuhyun. Donghae membungkuk sopan dan Jungmo balas dengan tersenyum.

Jungmo mengetuk pintu ruangan Kyuhyun dan masuk kedalam ruangan itu.

"Ah, Tuan Kim. Lama tidak berjumpa. Silahkan duduk." Kyuhyun pun mempersilahkan Jungmo untuk duduk dikursinya yang ada di seberangnya.

Jungmo pun segera duduk.

"Jadi, ada keperluan apa anda kemari Tuan Kim?" Kyuhyun menyandarkan tubuhnya pada kursi. Dan menatap Jungmo sambil tersenyum.

Jungmo ikut menatap Kyuhyun. "Saya kemari, ingin menanyakan soal kerjasama kita Tuan Cho. Jadi bagaimana keputusan Anda?"

"Ah, untung Anda mengingatkan saya tentang kerjasama itu. Saya hampir melupakannya." Kyuhyun tertawa.

Jungmo menatap Kyuhyun dengan bingung. "Maksud Anda?"

"Jadi begini Tuan Kim. Setelah aku pikir-pikir, perusahaan lain lebih menjanjikan dari pada perusahaan Anda." Kyuhyun mengatakannya dengan santai.

"Jadi Anda menolak kerjasama dengan perusahaan saya?" Jungmo bertanya, sebenarnya ia sudah mengerti maksud Kyuhyun.

"Anda benar sekali." Kyuhyun kembali tersenyum tanpa dosa.

"Kau akan menyesal Cho." Jungmo menekankan setiap kata-katanya.

"Aku menyesal…"

Jungmo menanti kata-kata Kyuhyun sambil menatap tajam kearah Kyuhyun.

"…harus mengusirmu sekarang. Pintu keluarnya disana." Kyuhyun menunjuk kearah pintu ruangannya.

Jungmo pun berdiri dari duduknya. Dia benar-benar kesal saat ini.

"Kau, benar-benar akan menyesal Cho Kyuhyun. Ingat kata-kataku." Jungmo menatap sengit kearah Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum penuh kemenangan.

Tepat saat Jungmo akan keluar dari ruangan Kyuhyun, Donghae masuk. Donghae tersenyum ramah kepada Jungmo, namun senyum itu langsung memudar saat melihat wajah kesal Jungmo.

"Ada apa dengan Tuan Kim?" Donghae langsung duduk di kursi yang baru saja ditinggalkan Jungmo.

"Aku baru saja menolak kerja sama dengan perusahaannya." Kyuhyun menjawab dengan santai.

"Apa? Cho Kyuhyun, apa kau yakin menolak nya? Bukankah jika kita bekerja sama dengan nya itu akan menguntungkan perusahaan ini?" Donghae mengerutkan keningnya, menatap bingung kepada Kyuhyun. Padahal menurut Donghae, kerja sama yang di tawarkan oleh Kim Corp akan sangat menguntungkan.

"Ya. Menguntungkan untuk perusahaan tapi akan merugikan untukku." Kyuhyun mengambil dokumen yang dibawa Donghae, lalu memeriksanya.

"Maksudmu?" Donghae kembali bertanya dengan bingung.

"Jungmo itu adalah namja yang dulu ingin menikahi Sungmin. Namja itu sangat terobsesi dengan Sungmin. Aku tidak mau jika nanti bekerja sama dengannya, dia akan mengetahui keberadaan Sungmin. Aku tidak mau dia mengganggu hidup kami terutama Sungmin." Kyuhyun menjelaskan alasannya.

Donghae tampak terkejut mengetahui fakta ini. "Sepertinya kau terlalu gegabah Cho. Jika kau menolak kerja sama itu, dan kemudian dia dendam padamu. Maka tidak menutup kemungkinan dia akan mencari segala informasi tentangmu dan juga keluargamu. Dan ketika dia tahu Sungmin bersamamu, maka bisa jadi bukan dendam penolakan yang akan dia balas, tapi dendam karena kau merebut Sungmin."

"Aku tidak merebut Sungmin." Ucap Kyuhyun tegas.

Donghae mengangguk. "Ya, maksudku dia gagal menikah dengan Sungmin karenamu kan?"

"Ya, tapi karena kebodohan ku. Aku malah meninggalkan Sungmin saat itu." Kyuhyun tampak menerawang saat-saat dimana dulu ia meninggalkan Sungmin.

"Aku hanya ingin memperingatimu. Seperti nya Tuan Kim itu orang yang pantang menyerah." Donghae memperingati Kyuhyun.

"Dan juga berambisi." Kyuhyun melanjutkan ucapan Donghae.

"Lebih baik kita bicarakan proyek di Jeju." Donghae pun kembali membahas proyek mereka.

.

.

.

.

.

Jungmo keluar dari kantor Kyuhyun dengan rasa kesal dan juga malu. Belum pernah ada yang menolak kerja sama dengannya, baru Cho Corp lah yang berani menolak kerja sama itu.

"Kau harus menerima konsekuensi dari penolakanmu ini Cho."

Jungmo pun masuk kedalam mobil nya.

"Jalan!" Perintah Jungmo kepada supir nya itu. Namja itu mengeluarkan ponsel nya dan menelpon seseorang.

"Cari semua informasi tentang Cho Kyuhyun. Aku ingin informasi itu sudah didapatkan besok. Semuanya."

Jungmo mematikan ponsel nya dengan kesal. Perasaan nya kini benar-benar kacau. Sepertinya Jungmo benar-benar sakit hati atas penolakan Kyuhyun.

"Lihat saja nanti Cho!"

.

.

.

.

.

Kyuhyun baru saja sampai di rumahnya. Hari ini ia pulang 'sedikit' terlambat, pukul sembilan malam. Ia memutuskan untuk menghampiri kamar Sandeul, karena ia tahu pasti istri tercintanya sedang menemani putri nya itu dikamarnya.

Namja itu membuka pintu kamar Sandeul. Dan benar saja, mereka sedang duduk berdua diatas ranjang. Dua yeoja itu menengok kearah Kyuhyun, dan tersenyum.

"Appa." Panggil Sandeul dengan ceria.

"Wah sepertinya Appa mengganggu." Walaupun berkata seperti itu, Kyuhyun tetap melangkah mendekati Sungmin dan Sandeul.

"Tidak Appa, Eomma sedang menemani Cannie menggambal. Coba Appa lihat!" Sandeul memperlihatkan hasil gambar nya kepada Kyuhyun.

"Wah bagus sekali." Kyuhyun duduk di tempat kosong di ranjang tersebut dan mengambil hasil gambar Sandeul.

"Jinjjayo? Itu belum selesai. Balu ada Cannie, Appa dan Eomma." Gadis kecil itu menunjuk satu-satu gambar di kertas tersebut.

"Memang ada yang lain?" Kyuhyun bertanya kepada gadis kecil itu.

Sandeul mengangguk. "Dongsaeng."

Kyuhyun dan Sungmin tampak terkejut dan kemudian mereka saling menatap.

"D-dongsaeng?" Kyuhyun kembali bertanya.

"Ne, cepelti teman Cannie. Katanya dia akan memiliki Dongsaeng. Cannie juga ingin." Sandeul menatap Kyuhyun dan Sungmin bergantian.

"Ah, lebih baik Sandeul tidur. Ini sudah malam." Sungmin mencoba menghindar dari pembicaraan itu.

Sandeul mengangguk . "Baiklah. Cannie juga cudah mengantuk."

Sungmin pun membantu Sandeul untuk berbaring di ranjangnya. Lalu Sungmin menyelimuti Sandeul dan mencium kening yeoja kecil itu. Kyuhyun juga ikut mencium kening Sandeul, membuat yeoja kecil itu tersenyum senang.

Kyuhyun dan Sungmin pun memutuskan untuk keluar dari kamar itu sesudah mematikan lampu kamar Sandeul.

.

.

.

.

.

"Sepertinya kita harus mengabulkan keinginan Sandeul." Kyuhyun berkata setelah mereka berdua sampai dikamar nya.

Sungmin membantu melepas dasi Kyuhyun. "Memangnya selama ini apa yang kita lakukan, eoh?"

Kyuhyun tersenyum penuh arti. "Kita harus bekerja ekstra keras agar cepat mendapatkannya." Namja itu mengerling kepada Sungmin.

Sungmin hanya memutar bola matanya malas. "Aku tahu maksudmu Cho. Mandilah dulu, lalu setelah itu makan. Bukankah kau belum makan?"

"Aku ingin memakan mu saja." Kyuhyun memeluk pinggang ramping Sungmin saat yeoja itu selesai melepas dasi nya.

"Mandi dulu, Kyu." Sungmin mencoba melepas pelukan Kyuhyun.

"Setelah itu aku boleh melakukannya?" Kyuhyun malah mengeratkan pelukannya.

"Walaupun aku bilang tidak, kau pasti tetap melakukannya kan?" Sungmin kembali mencoba melepas pelukan itu.

"Istri yang pintar. Baiklah, aku mandi dulu." Kyuhyun mengecup pipi Sungmin lalu melepas pelukannya dan beralih menuju kamar mandi.

Sedangkan Sungmin hanya dapat menggelengkan kepala nya.

.

.

.

.

.

"Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan apa yang aku mau?" Jungmo menatap seorang namja bertubuh besar yang baru saja memasuki ruang kerja nya.

"Sudah Tuan. Ini informasi yang anda ingin kan." Namja berotot itu memberikan data yang diminta oleh Jungmo.

jungmo mengambil data tersebut dan membaca nya.

Mata nya terbelalak saat melihat informasi tentang pernikahan Kyuhyun.

"Lee Sungmin.." Jungmo menggumamkan nama itu saat mengetahui bahwa istri Kyuhyun adalah Lee Sungmin. Mantan calon istri nya.

.

.

.

.

.

"Mengapa mendadak sekali?" Sungmin kini sedang memperhatikan Kyuhyun yang sedang sibuk membereskan dokumen yang dikerjakannya semalam.

"Donghae mengatakan bahwa hari ini kami harus memulai proyek di Jeju." Kyuhyun masih sibuk membereskan dokumen-dokumennya.

"Tapi mengapa mendadak begini Kyu?" Sungmin pun menatap Kyuhyun dengan kecewa.

Setelah selesai membereskan dokumen itu, Kyuhyun pun menghampiri Sungmin. Namja itu menangkup wajah istrinya. "Aku tidak akan lama, hanya seminggu. Oke?"

Sungmin pun mengangguk pasrah. Kyuhyun tersenyum melihat jawaban dari yeoja itu. Namja itu mengecup bibir Sungmin sekilas, lalu mengajak istri nya untuk mengantarnya menuju pintu depan.

"Aku pergi dulu. Jaga diri kalian baik-baik." Kyuhyun mencium kening istrinya, lalu berlalu menuju mobil nya.

Sungmin kembali memasuki rumah setelah mobil Kyuhyun meninggalkan halaman rumah itu.

Yeoja itu kembali tersenyum saat melihat Sandeul menuruni tangga.

"Eomma, Appa pelgi kemana pagi-pagi cepelti ini?" Sandeul bertanya saat mendengar suara mobil ayahnya yang meninggalkan rumah.

Sungmin mendekati Sandeul. "Appa ada urusan di Jeju. Mungkin minggu depan baru pulang. Sandeul sudah siap untuk sekolah?"

"Ne Eomma. Cannie cudah ciap." Gadis kecil itu berujar mantap.

"Baiklah, kajja kita sarapan dulu. Setelah itu kita berangkat."

Sandeul hanya mengangguk patuh. Sungmin pun menggandeng tangan mungil Sandeul menuju ruang makan.

.

.

.

.

.

"Mereka sudah punya anak?" Jungmo dan anak buah nya kini sedang mengawasi rumah Kyuhyun. Jungmo melihat Sungmin yang keluar dari rumah itu dengan seorang gadis kecil yang di diperkirakan berumur lima tahun itu.

"Apa bos ingin kami menculik anak itu?" Salah satu anak buah Jungmo bertanya kepada bos nya itu.

"Aku tidak tertarik dengan anaknya. Aku lebih tertarik dengan istrinya." Jungmo tersenyum penuh arti sambil terus memperhatikan Sungmin dan bocah kecil itu.

.

.

.

.

.

Sudah empat hari ini Kyuhyun pergi ke Jeju. Namun Sungmin sudah sangat merindukannya, Sandeul pun seperti itu. Terlebih lagi Kyuhyun tidak menghubunginya sama sekali. Spertinya namja itu sangat sibuk dengan pekerjaannya.

Sungmin pun memilih mengajak Sandeul ke taman untuk mengisi waktu luang mereka.

"Sungmin." Seorang namja tiba-tiba memanggil Sungmin. Membuat Sungmin menengok.

"Yesung Oppa." Sungmin tampak terkejut melihat namja itu.

"Benar Lee Sungmin ternyata. Sudah lama sekali kita tidak bertemu." Namja yang bernama Yesung itu tersenyum kepada Sungmin.

Sungmin pun membalas senyum itu. "Iya benar, sudah lama sekali."

"Ada waktu untuk mengobrol?" Yesung menatap Sungmin.

Sungmin melihat Sandeul sekilas, sepertinya yeoja kecil itu masih asyik bermain. Akhirnya Sungmin pun mengangguk mengiyakan ajakan Yesung.

Mereka berduapun memilih duduk di bangku taman yang kosong.

.

.

.

.

.

Kyuhyun tersenyum saat sudah tiba di bandara. Ternyata ia pulang lebih cepat. Ia sangat bersyukur bahwa pekerjaannya disana tidak sampai seminggu, karena ia sudah sangat merindukan Istri dan Anaknya. Untung lah ada Donghae, namja itu dapat diandalkan.

Kyuhyun pun memutuskan untuk pulang kerumahnya. Sesampainya dirumah ia mencari Sungmin dan Sandeul. Namun salah satu maid mengatakan bahwa mereka sedang bermain di taman. Sehingga Kyuhyun pun memilih menyusul dua malaikatnya itu ke taman.

Namja itu mengitari taman untuk mencari keberadaan Istri dan Anak tercintanya.

Namun ternyata ia melihat Istri nya sedang bersama seorang namja. Mereka tampak begitu akrab, sangat terlihat ketika Sungmin tersenyum kepada namja itu. Tanpa sadar tangan Kyuhyun terkepal kuat. Cemburu, eoh?

Kyuhyun pun segeran menghampiri mereka berdua.

"Sungmin." Kyuhyun memanggil Sungmin. Membuat yeoja itu terkejut dan langsung berdiri.

"Kyu, kau sudah pulang?" sungmin tampak terkejut melihat Kyuhyun dihadapannya. Bukankah namja itu bilang akan pergi selama seminggu, tapi mengapa baru empat hari dia sudah kembali?

"Apa yang kau lakukan disini dengan seorang namja, eoh? Kau berselingkuh?" Kyuhyun tampak menatap kesal kepada namja yang ada disamping Sungmin.

"Selingkuh? Tidak Kyu, kau salah paham." Sungmin menatap Kyuhyun.

"Dimana Sandeul?" Kyuhyun tidak memperdulikan ucapan Sungmin, ia malah bertanya hal lain.

"Tadi ia sedang bermain di … lho? Tadi Sandeul bermain disana Kyu." Sungmin tampak panik saat tidak menemukan Sandeul di tempat tadi yeoja kecil itu bermain.

"Bagus Sungmin. Gara-gara kau asyik berduaan dengan namja ini, sekarang Sandeul hilang. Bagaimana kalau dia di culik, hah?" Nada suara Kyuhyun kini sudah meninggi, dia benar-benar kesal sekarang.

"Tadi Sandeul ada disitu Kyu." Sungmin mencoba memegang lengan Kyuhyun, namun namja itu langsung menghindar.

"Aku akan mencarinya." Kyuhyun berniat meninggalkan Sungmin dan Yesung, namun Sungmin kembali menahan Kyuhyun.

"Aku ikut." Mata Sungmin sudah berkaca-kaca.

"Tidak. Lebih baik kau urus namja itu." Kyuhyun pun langsung meninggalkan Sungmin.

Sungmin pun menangis saat Kyuhyun sudah pergi. Kyuhyun salah paham padanya. Ia tidak ingin Kyuhyun menjadi membencinya.

.

.

.

.

.

Sudah lebih dari lima jam Kyuhyun mencari Sandeul. Namun ia tidak juga menemukan yeoja kecil itu. Kyuhyun sudah tampak frustasi. Kekhawatirannya membuat namja itu tidak dapat berfikir jernih.

Tiba-tiba ponsel nya berbunyi. Ia pun segera mengangkat telpon tersebut.

"Yeobosoyo." Kyuhyun tampak lesu menjawab telpon tersebut.

"Kyu kau masih di Jeju?" Terdengar suara Kibum dari seberang sana.

"Aku sudah pulang. Sekarang aku sedang mencari Sandeul. Dia tiba-tiba menghilang saat bermain di taman bersama Sungmin."

"Hilang? Sandeul tadi pulang bersamaku. Dia bilang ia lapar, lalu aku mengajaknya pulang. Aku pikir Sandeul ke taman sendiri."

"APA? Sandeul ada bersamamu?" Kyuhyun terkejut.

"Iya. Sekarang ia sedang tidur dikamarnya. Tapi dari tadi aku tidak bisa menghubungi ponsel Sungmin. Apa dia bersamamu?"

"Dia belum pulang. Apa jangan-jangan ia pergi bersama namja itu?" Kyuhyun berujar lirih.

"Hah, apa Kyu?"

"Tidak. Aku akan segera pulang." Kyuhyun segera memutuskan telpon tersebut lalu bergegas pulang kerumahnya. Ia lega, ternyata Sandeul pulang bersama Kibum.

Saat sampai dirumahnya, Kyuhyun melihat namja yang tadi bersama Sungmin ada di depan rumahnya.

"Ada apa kau kesini?" Kyuhyun bertanya dengan ketus.

"Siapa yeoja ini? Cepat sekali kau berganti yeoja." Kyuhyun menatap sinis namja dan yeoja itu.

"Aku Kim Yesung. Dan ini istriku Kim Ryeowook. Kau salah paham tadi." Yesung menjelaskan kepada Kyuhyun.

"Apa?" Kyuhyun tampak terkejut.

"Aku ingin mengembalikan tas Sungmin. Tadi tertinggal di taman." Yesung pun memberikan tas Sungmin kepada Kyuhyun.

Kyuhyun pun mengambil ta situ.

"Sampaikan salam kami kepada Sungmin." Yesung pun tersenyum lalu bergegas pergi dari hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun menatap tas Sungmin. Yeoja itu tidak membawa tas nya. Dimana Sungmin sekarang? Apa Sungmin baik-baik saja? Bagaimana Sungmin pulang jika dompet nya ada didalam tas ini? Ponselnya. Pasti ada di tas ini?

Seketika namja itu merutuki kebodohannya. Karena kecemburuannya yang tidak jelas itu, pasti membuat Sungmin sakit hati. Lalu dimana yeoja itu?

"Bodoh kau Cho."


TBC


Annyeong ^^ Aku bawa chapter 7.

Maaf telat update. Jangan keroyok aku T.T

Alurnya kecepetan kah? Mianhae T.T

Semoga kalian gak bosen dengan cerita ini. Oke deh, langsung baca aja ya ^^

Oh iya, terima kasih yang udah ucapin HBD ke aku ^^ *bow*

Kotak review ku di jadiin ajang curhat gara-gara siwon meluk kyu. Tenang teman-teman, KYUMIN IS REAL ! *kibar banner KyuMin*

And, last.. REVIEWWW PELISSSSSS ^^