Saya kembali dengan fic update tentunya.
ah iya saya akan memberi penjelasan sedikit mengenai fic ini:
Disini Naruto memang pindah dunia tapi bukan berarti didunia Naruto yang sekarang tidak ada Shinobi.
Di dunia ini Shinobi memang ada namun hanya berbeda sejarah dan juga teknologi dari plot original milik Masashi Kishimoto.
Saya mohon maaf jika anda-anda sekalian bingung namun yah saya tegaskan, selamat datang pada fic saya.
Terima kasih kepada:
Rararara
Hwang Energy
Setshuko Mizuka
Wulan-chan
Kudo Widya-chan Edogawa
Ipjinchuuriki Junibi
Shyoul lavaen
devzlee
dan juga para Readers sekalian yang rela membaca fic saya
Disclaimer:Masashi Kishimoto.
Warning:Fanon,gaje, membosankan, Battle, Shonen.
Disaster
Naruto kini memandang pemandangan luar biasa dari atas sebuah kincir raksasa. Dia di tempatkan disalah satu ruangan berbentuk lingkaran dengan pinggiran terdiri dari kaca yang sangat tebal serta tempat duduk yang berbentuk melingkar juga. Kenapa dia ada disini? Tentunya karena dia diajak sang adik pergi ketaman bermain bernama Konoha Park Land bersama teman-temannya dan kini kebetulan dia bersama Hinata tengah menikmati pemandangan kota dan laut secara bersamaan dari atas kincir raksasa .Dimana sang adik? Entahlah, yang Naruto ingat adiknya pergi bersama dengan Kiba.
"Pemandangannya bagus ya.." Naruto menatap Hinata sekarang. Benar juga apa yang Hinata katakan, Pemandangannya terlalu bagus untuk dipandang, apa lagi dia bisa melihat wajah manis Hinata sekarang yang menatap kearah luar kaca dengan wajah terkagum-kagum. Hinata menyadari kalau Naruto memandangnya.
"Kenapa Naruto? kok memandangku seperti itu?"
"Tidak hanya saja kau terlihat manis saja saat wajahmu terlihat seperti tadi." ujar Naruto yang membuat wajah Hinata menjadi merah. Naruto hanya tertawa melihat itu. Naruto menghela nafasnya, dia menyenderkan kepalanya sambil melihat kearah kota. Kalau dipikir, sejak pergi ke taman bermain ini hubungannya dengan Hinata menjadi membaik, apa lagi sejak dia mengungkapkan kenapa dia bersikap dingin kepada Naruto, hubungannya malah tambah membaik seperti saat ini.
Tiba-tiba Naruto merasa sesuatu yang ganjil, dia melihat kearah kota sekali lagi. Dilihatnya awan hitam disertai guntur datang dari sana. Jika orang awam mungkin berpikir sebentar lagi akan datang hujan badai, namun menurutnya itu bukan awan hitam biasa. Entah kenapa ada aura mencekam yang datang dari balik awan itu. Hinata menyadari perubahan wajah yang terjadi pada Naruto, langsung saja dia bertanya pada orang yang dimaksud, "Ada apa Naruto? kau terlihat seperti khawatir?"
"Hm, bukan apa-apa, lihat sepertinya mau ada badai ya?" ucap Naruto sambil menunjuk sesuatu yang dimaksud.
"Ah, benar juga untung tadi aku membawa payung."
"Sepertinya kau persiapan sekali?"
"Hehe, te-tentu saja, ada pepatah sedia payung sebelum hujan kan?"
"Haha, benar juga." ucap Naruto. Naruto melihat kearah bawah. Sepertinya dia tinggi sekali dari tanah melihat kalau tinggi dari kincir raksasa ini hampir 20 meter, yah, bayangkan saja setinggi apa itu. Ditengah melihat pemandangan dari Konoha park land dari ketinggian, Naruto melihat ada sebuah panggung besar tepat ditengah-tengah taman ria besar itu. Sepertinya akan ada suatu acara disini.
"Hinata, memangnya di taman ini akan ada acara apa sampai membuat panggung besar seperti itu?" tanya Naruto sambil menunjuk panggung dari balik kaca.
"Hm.. coba aku lihat." Hinata merogoh-rogoh tas kecilnya dan mengeluarkan semacam brosur dengan nama Konoha park land dan membacanya. "Menurut yang dituliskan disini aka nada konser dari beberapa penyanyi terkenal." jelas Hinata. Naruto melihat di kertas itu ada wajah seseorang yang sepertinya dia kenal.
"Hey, bukannya itu Shion?" tanya Naruto sambil menunjuk foto seorang wanita berambut pirang pucat dengan mata putih yang sedang menyayi.
"Ah, ini memang dia, lalu kenapa?"
"Sejak kapan dia jadi penyayi? Seingatku dia tidak pernah menyanyi." jawab Naruto dengan gaya akan orang berpikir. Hinata-pun menaikan kedua alisnya.
"Bisa dibilang baru akhir-akhir ini, popularitasnya melonjak pesat sejak album pertamanya keluar, mungkin dia termasuk orang beruntung."
"Tapi kenapa harus jadi penyanyi segala? Bukannya dia seorang bangsawan di Negara Iblis?"
"Eh? Aku tidak pernah mendengar tentang negeri itu, lagi pula saat ini hanya ada lima Negara yaitu Negara api, air, petir, tanah dan udara." Naruto mengangkat sebelah alisnya, bingung atas penjelasan Hinata yang tidak dia tahu.
"Loh? Negara kecil pada lari kemana?" tanya Naruto.
"Setelah perang dunia ketiga berakhir, mereka bergabung dengan negara-negara besar, menurut mereka, perang dunia tersebut menghabiskan seluruh biaya negara dan juga memakan korban jiwa dipihak sipil, resikonya terlalu tinggi untuk ditanggung Negara kecil dengan kondisi seperti itu," Naruto mengangguk-ngangguk. Walau otak pas-pasan tapi kalau mendengar kondisi seperti itu Naruto juga mengerti betapa beratnya kondisi tersebut.
Tapi…. Kenapa mereka malah berbicara masalah politik?
Setelah turun dari kincir raksasa, Naruto diajak Hinata menaiki wahana yang lain lagi. Oke, menurut Naruto ini sudah keterlaluan, pasalnya dari tadi Naruto hanya dicekoki berbagai wahana yang menantang lagi, ya sebagai contohnya mereka naik Histeria dan Rajawali. Bayangkan saja rasanya jatuh dari ketinggian 10 meter dan berputar-putar diatas kendaraan yang tidak jelas bentuknya diketinggan 15 meter, sudah itu kendaraan tersebut nyaris tabrakan pula, untuk orang seperti Naruto hal itu sudah sangat memacu adrenaline atau bisa dibilang rasa ketakutannya. Dia juga sempat kesasar di labirin kaca. Masalahnya labirin kaca itu berada di dalam sebuah ruangan yang luas dan gelap. Kalau melihat kiri atau kanan yang ada hanya bayangan mereka berdua—Hinata dan Naruto. lalu menurut Naruto pribadi labirinnya ribet, makanya dia kesasar.
Lalu insiden memalukan kembali terjadi kembali dimana Naruto dan Hinata memasuki Istana Boneka dengan sebuah perahu yang bisa dinaiki hingga 10 orang. Jika orang biasa melihat boneka-boneka di dalam situ lucu, justru dimata Naruto itu malah terlihat mengerikan. Menurutnya boneka-boneka disitu mirip dengan setan-setan menyebalkan dan mengerikan yang berada di rumah hantu, lantas itu membuat Naruto mual dan muntah di dalam kapal, sontak Hinata yang berada disebelahnya kaget dan malu bukan main. Setelah itu dengan tidak etisnya dia pingsan dengan sendirinya meninggalkan Hinata yang kebingungan.
Setelah sadar Naruto langsung bersujud tanda minta maaf kepada Hinata. Untunglah Hinata seorang wanita penyabar dan pemaaf jadinya Naruto dimaafkan. Tapi setelah itu Naruto diajak kembali kewahana yang aneh-aneh.. kalau begini Hinata-nya yang salah apa Naruto-nya lemah?
.
.
.
"CUKUP! AKU TIDAK KUAAAAAT!" jerit Naruto yang kelelahan bukan main. Hinata sendiri langsung meminta maaf karena membuat Naruto kelelahan. Jadilah mereka beristirahat disebuah bangku didekat sebuah kolam besar dengan banyak sekali perahu berbentuk angsa yang sedang mondar-mandir tidak jelas.
"Hm.. Naruto mau nai—"
"TIDAAK!" tolak Naruto tegas, sudah cukup rasanya dia naik yang aneh-aneh hari ini dan dia mengira Hinata akan memintanya naik yang aneh-aneh lagi, namun sepertinya bukan. Hinata menunjuk kearah danau dan berkata, "Aku hanya ingin mengajakmu naik itu, Naruto."
Naruto memutar kepalanya melihat sesuatu yang Hinata tunjuk. Sebuah kapal kayu kecil ternyata, yah mungkin kali ini Naruto mau karena kelihatannya tidak berbahaya dan mengandung unsur ketegangan yang aneh-aneh. Lagi pula perahu seperti itukan biasanya untuk pasangan yang sedang berkencan.
"Bukan-bukan itu maksudku." ucap Hinata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan itu membuat sebuah tanda tanya besar diatas kepala Naruto. "Yang aku maksud adalah perahu yang ada diatas sana." Hinata menunjuk sebuah perahu—iya sebuah perahu yang muat akan 5-6 orang namun dia terjun dari sebuah air terjun buatan dengan kecepatan tinggi dari ketinggian 7 meter dan tenggelam begitu saja kedalam kolam lalu muncul secara tiba-tiba disisi kolam lainnya dengan orang-orang yang menaiki perahu tersebut basah kuyub.
"Aku tidak bawa baju ganti Hinata, aduh kau ini kok senang sekali dengan permainan mengerikan macam itu?" kata Naruto sambil menepuk dahinya dengan tangan kanannya. Sementara yang dibicarakan hanya tersenyum malu. Tiba-tiba sebuah cahaya memasuki kepala Naruto dan memberikan sebuah ilham. "Hinata, bagaimana kalau kita melihat konser yang ada di brosur itu?"
"Hm.. baiklah kalau Naruto berkata seperti itu." Hinata menurut dan mereka berjalan menuju tempat dimana panggungnya berada.
Tidak lama mereka berjalan, Naruto dan Hinata menemukan sebuah panggung lumayan besar dengan perlengkapan elektroknik yang lumayan lengkap untuk sebuah panggung. Lalu penontonnya juga sangat banyak saat itu. Sepertinya mereka ingin menonton pertunjukan yang dilakukan Shion.
"Waduh penuh nih, enaknya nyari tempat dimana ya?"
"Hm.. dari pada menonton acara ini lebih baik naik wahana lain yuk."
"Jangan bercanda Hinata!" Naruto sepertinya mulai kehilangan kesabarannya. Mau jadi apa dia kalau permintaan Hinata dituruti terus? Mayat hidup? Dengan modal insting Naruto segera menarik tangan Hinata untuk mencari tempat yang bagus untuk menonton pertunjukan. Hinata yang tangannya dipegang oleh Naruto langsung membuat semburat merah di wajahnya, tapi sepertinya Naruto tidak menyadari itu.
"Oi, Naruto!" Naruto menengok kearah seseorang yang tengah memanggilnya, yang ternyata adalah Kiba.
"Oh, kau Kib, kau kesini juga? Eh mana Naruko?" tanya Naruto sambil celigak-celinguk mencari sang adik.
"Bah, aku tinggal, aku kapok harus ikut dengannya, dia memaksaku naik wahana yang mengerikan." Ujarnya. Sebenarnya Naruto juga merasakan hal yang sama hanya tidak enak kepada Hinata kalau diomongin sekarang. Tapi dia tidak seperti Kiba yang tega meninggalkan Naruko yang sendirian entah dimana.
"Jadi, kalian kesini juga mau nonton konser ya? wah kebetulan sekali aku tadi nemu spot bagus, ayo ikuti aku." ajak Kiba sambil berjalan menuju spot yang dimaksud. Hinata dan Naruto langsung membuntutinya dari belakang. Tidak lama mereka berlajan mereka akhirnya berhenti disebuah pohon yang rindanng.
"Nah, disini tempatnya, memang si agak jauh tapi kita bisa lihat dari layar besar yang berada di kiri dan kanan panggung tersebut." ujar Kiba sambil menunjuk benda yang dimaksud. "Lagi pula sebentar lagi bakal hujan, lihat langit sudah mendung seperti-."
"KIBAAA!" teriak seorang wanita dengan suara yang sedikit cempreng, ya, dia itu Naruko adik Naruto yang datang=datang sambil berteriak dan langsung menghajar Kiba ditempat, "Beraninya kau meninggalkanku sendirian? Dasar BRENGSEEK!"
"Oi-oi jangan ribut, ini tempat umum." Ucap Sasuke yang tiba-tiba datang entah dari mana bersama Sakura. Naruko hanya cemberut kesal. Naruto yang merasa sebagai seorang kakak langsung mendatangi Naruko dan mencubit pipi Naruko sehingga pipinya terlihat melar tertarik.
"Aduh! Apa yang kau lakukan kakak?"
"Jadi orang jangan main tangan begitu… kecuali sama si Teme.."
"APA KATAMU DOBE!" teriak Sasuke marah. Tapi Naruto tidak mengubrisnya karena tiba-tiba terdengar suara teriakan yang ramai dari arah panggung. Naruto menyipitkan matanya karena dia melihat seseorang yang dia kenal dulu sedang berada diatas panggung sekarang. Benar dia Shion.
"Wah, sepertinya pertunjukannya akan segera mulai yah?" kata Hinata
"Hm.. tapi sepertinya juga tidak akan berjalan dengan bagus." Ucap Sakura.
"Kenapa?" tanya Naruko. Sakura menunjuk kearah langit yang kini sudah mendung dengan gelap.
"Akan hujan sepertinya, hey Kiba sepertinya kau memilih tempat yang tepat." Kiba langsung berpose keren disebut seperti itu. Memang langit terlihat seperti akan ada badai, namun sepertinya Naruto merasa ada yang salah akan hal itu. Naruto merasa seperti ada sesuatu yang menekannya saat ini.
"Kau merasakannya ya dobe?" Naruto melirik Sasuke yang tengah menyender sambil memandang Shion yang menyanyi dari kejauhan. Tiba-tiba dia beranjak berjalan dan menuju para penonton yang berteriak riuh akan penampilan Shion, "Kalau kau merasakan lebih baik kau ikut aku." Ucapnya tanpa membalikan badannya untuk melihat lawan bicaranya. Naruto dalam diam mengikuti Sasuke pergi meninggalkan teman-temannya yang masih berbincang-bincang dan tak menyadari kepergian mereka berdua.
.
.
.
Naruto dan Sasuke memasuki kerumunan berusaha menerobos orang-orang yang bersorak-sorak dengan memanggil-manggil nama Shion, sementara yang dipangggil masih terus bernyanyi. Tanpa sengaja mata Naruto melihat seseorang dengan pakaian yang mencurigakan. Seseorang yang memakai jubah dan mantel layaknya mafia pajak gayus tambunan…bukan, bukan koruptor bejat itu maksudnya, yang maksud adalah baju dengan mantel hitam dengan topi seperti topi koboi plus warnanya hitam semua. Lalu dia juga memakai topeng berbentuk naga dan dia hanya diam saja menatap Shion. Naruto merasa heran kenapa orang-orang disini tidak ada yang menyadarinya.
Tiba-tiba ada seseorang yang melompat dari kerumunan penonton menuju Shion. Orang itu juga berpakaian sama dengan orang yang baru saja Naruto pantau. Dia mengeluarkan sebuah kunai dari saku-nya dan menghunuskan kunai itu layaknya orang yang ingin membunuh targetnya. Saat itu semua orang yang ada disitu langsung berteriak termasuk Shion sendiri.
TANG!
Tapi untunglah tiba-tiba ada seseorang yang menahan serangan itu dengan sebuah Katana dan orang yang menyerang itu terpental.
"Nona Shion! LARI!" teriak orang yang memegang Katana itu. Shion mengangguk dan dia segera berlari menuju pinggir panggung. Tiba-tiba orang yang diawasi Naruto langsung melompat, reflek Naruto juga melompat. Sepertinya Taktik yang dilancarkan si orang yang mencurigakan tersebut sama dengan temannya. Dia juga mengeluarkan Kunai dan mencoba membunuh Shion.
Naruto dengan cepat mengambil gulungan kertas didalam jaketnya dan dengan suara "Poof" gulungan itu berubah menjadi Dragon Blade. Dengan bantuan kekuatan angin, Naruto mendorong tubuhnya lebih cepat untuk mendahului si pembunuh tersebut dan menahan serangannya dengan mematahkan Kunai sang musuh. Sang musuh terlihat kaget namun dikesempatan itu Naruto menendang sang pembunuh.
"Apa yang mau kau lakukan Hah!" teriak Naruto. orang bertopeng itu diam saja. Tiba-tiba Naruto merasa tanah bergetar dan mengeluarkan air yang banyak. Naruto melihatnya sendiri kalau musuhnya kini sedang membuat segel dan mau tidak mau Naruto tau kalau dia pelaku dari semua ini.
"WaterRelease:DragonWaterPrison!" seketika itu juga, air yang dipanggil oleh orang bertopeng itu berubah bentuknya menjadi bentuk Naga dan menyerang Naruto. Naruto dengan sigap langsung mengelak dari serangan tersebut. Sayangnnya air itu tiba-tiba pecah dan butiran-butiran air itu langsung membuat sebuah penjara air untuk Naruto.
Naruto yang berada didalam sana benar-benar tidak bisa bergerak dan sialnya orang yang seharusnya dia lindungi masih terduduk kaku dengan wajah ketakutan. 'Sasuke,dimanaSasuke?' mata Naruto melirik daerah yang bisa dia lihat. Dia langsung menemukan dimana Sasuke , nanpaknya Sasuke juga sedang kesulitan. Sasuke kini sedang bertarung dengan seseorang berbadan besar dan berambut putih yang menyerangnya dengan elemen tanah. 'Tidakmembantu.' Pikir Naruto.
Naruto segera melihat kearah Shion kembali. Celakanya orang yang tadi Naruto lawan kini tengah menyeret Shion dengan paksa karena Shion sendiri tidak mau bangun. Naruto berpikir hanya ada satu cara untuk membebaskannya dari sini, walau resikonya akan menghancurkan panggung ini tentu saja. Naruto menutup matanya dan segera bersiap mengeluarkan jurus bola mata terkuat di dunia, Rinnegan.
"SHINRA TENSEI!" teriak Naruto dan ledakan besar-pun terjadi. Dalam beberapa detik perhatian orang-orang langsung teralih kepada Naruto. Namun didetik berikutnya mereka terpental akibat ledakan yang Naruto perbuat, begitu juga orang yang membawa Shion dan Shion sendiri juga terpental. Dengan sigap, Naruto melompat dan menangkap Shion dengan gaya Bridal style.
"BODOH APA YANG KAU LAKUKAN? KAU MAU MEMBUNUHKU YA HAH!" jerit Shion sambil memukul-mukul wajah Naruto.
"HEY! KALAU TIDAK BEGINI KAU YANG DALAM BAHAYA TAHU!" balas Naruto yang juga kesal, udah ditolong bukannya terima kasih, eh dia malah digebukin kayak gini.
"AKU TIDAK PEDULI CEPAAT TURUNKAN AKU!"
"IYA-IYA AKU TURUNKAN, AKU TURUNKAN!"
Setelah menurunkan Shion, Shion malah terduduk seperti orang ngambek. Apa boleh buat, sepertinya dia didunia ini sama arogannya dengan Shion di duniannya dulu. Tiba-tiba Naruto merasa ada hawa yang kurang enak dari belakangnya, sebuah api secara tiba-tiba menyembur kearah Naruto dan Shion. Mau tidak mau dia harus menggendong Shion dan dipukuli lagi.
"KAU INI! APA YANG KAU LAKUKAN JELEK! AKU PERINTAHKAN KAU TURUNKAN AKU ATAU KAU AKAN MATI!"
"OH YA, AKU MEMANG JELEK! DAN BAGAIMANA KALAU AKU MEMBAWAMU KETEMPAT YANG AMAN AGAR KAU TIDAK MATI!"
"AH! SUDAH AKU MUAK BERBICARA DENGANMU!"
"SAMA!" Naruto segera berlari mencari tempat yang aman dan kebetulan dia melihat Kiba, Hinata, Sakura dan Naruko tengah berlari dari tempat kejadian barusan. Segera Naruto menghampiri mereka dan menurunkan Shion tepat dihadapan mereka. "Kalian, cepat bawa dia pergi dari sini, disini sangat berbahaya, ayo!" seru Naruto tanpa memperdulikan tampang bengong yang konyol dari teman dan adiknya. Naruto melihat orang bertopeng itu mengejar dirinya. Segera dia menghampiri dan menebaskan pedangnya kepada sang musuh. Sayangnya musuh itu dapat menghindarinya, namun pedang Naruto dapat mengenai topengnya tersebut.
"Wah-wah, sepertinya kau bisa mengenai wajahku ya, walau hanya topengku saja." kata orang yang memakai topeng tersebut. Saat topeng yang dia pakai jatuh, terpampang jelas yang dia lawan adalah seorang wanita dengan rambut putih pendek yang pernah dia lawan dulu di negeri Iblis.
"Apa yang kau lakukan disini. Hey sialan!" seru Naruto
"Hanya menjalankan tugas, tidak kurang tidak lebih."
Wanita itu mencabut dua buah pistol dari dalam mantelnya dan menembaknya kearah Naruto. Dengan sigap, Naruto membuat dinding terbuat dari angin sehingga peluru-peluru itu tidak sempat mengenai Naruto. Naruto segera membalas dengan membuat masing-masing tornado pada kedua tangannya dan memukul sang musuh. Wanita itu terpental namun dia mendapatkan kembali keseimbangannya dengan membuat air sebagai bantalan penghalang.
"Cih, sialan..kalau begitu baiklah!" seru Naruto.
Segera Naruto membuat sebuah badai tornado yang mengelilingi tubuhnya dan melemparkannya kepada wanita tersebut. Tentu saja wanita itu tidak tinggal diam. Pada disaat yang tepat wanita itu melompat menghindar dari tornado buatan Naruto. Secara tiba-tiba Naruto sudah berada dibelakang wanita tersebut dan segeralah dia menebaskan Dragon Bladenya ke punggung wanita tersebut.
"Kau hebat juga bocah." ucap wanita tersebut sambil berlutut, "Tapi kau terlambat!"
"KYAAAAA!" sebuah teriakan terdengar dari balik tubuh wanita tersebut.
Disana Naruto melihat teman-temannya beserta adiknya sudah tengkurap pingsan diatas tanah dengan luka-luka yang tidak terlalu parah. Naruto melihat pelaku yang menyebabkan semua ini. Disana berdiri 2 orang laki-laki. Yang satu berambut pink panjang dan pucat, lalu yang satu berambut hitam panjang dan sedikit lebih tinggi dari yang pink. Disana, dipunggung orang yang berambut hitam Shion tengah digendong menggantung dengan tidak sadarkan diri.
"Pekerjaan kita selesai ayo pergi Kusuna!" ucap orang yang berambut hitam.
"Terserah apa katamu Yomi, OI, Gitai! Setsuna! Shizuku! Tugah kita telah usai, semua ayo kembali!" teriak orang yang bernama Kusuna.
Entah angin dari mana, sosok kedua orang yang bernama Shion mulai menghilang. Wanita yang berada didepannya juga ikut menghilang bersama mereka.
"OOI! TUNGGU!" teriak Naruto, namun sia-sia ketiga makhluk tadi sudah menghilang entah kemana, "Cih, Sial!"
"OI, NARUTO!" panggil Sasuke yang berlari kearahnya bersama orang berkacamata yang Naruto kenal sebagai penjaga Shion dulu, namun dia lupa namanya.
"Dimana nona Shion! Dimana dia!" tanya penjaga Shion sambil menggoyang-goyangkan tubuh Naruto.
"Dia dibawa oleh orang-orang aneh itu." ucap Naruto dengan nada tidak semangat.
"Celaka, bisa-bisa monster itu bangkit lagi." ujar sang penjaga.
"Monster?" tanya Sasuke kebingungan
"Moryou-kan? Aku sudah tahu itu." ucap Naruto yang membuat kedua orang disekitarnya kini menatapnya.
"Tunggu kau tahu darimana masalah itu?" tanya sang penjaga.
"Untuk masalah itu kita bicarakan nanti saja." Naruto membuat 3 buah Clone, dengan segera clone-clone itu beserta Naruto mengangkat teman-temannya yang pingsan. "Lebih baik kita bawa mereka ke rumah sakit dahulu, setelah itu kita bicarakan masalah ini dengan DewanKeamananKonoha."
"Kalau begitu terima kasih banyak atas kebaikan kalian, sebelum itu aku memperkenalkan diri dulu, namaku adalah Taruho."
TBC
NB: Plot didunia Naruto mirip dengan peta di dunia kita saat ini namun didunia Naruto saat ini hanya ada 5 negara saja. lalu ini lah keterangan zona-zona lokasi negera-negara tersebut lebih lanjut:
Negara Api: berada di zona Asia tengah, lebih spesifiknya seluruh dataran China bisa dianggap sebagai zona Negara api
Negara Angin: Asia timur, bisa dibayangkan seluruh dataran pasir ditimur tengah hingga afrika bisa dibilang sebagai sebagai zona milik Negara angin
Negara Petir: Seluruh Eropa hingga Rusia, bisa dibayangkan bahwa Negara-negara Eropa adalah Negara petir.
Negara Tanah: Seluruh kawasan Amerika Utara hingga Selatan, bisa dibayangkan bahwan seluruh dataran Amerika adalah Negara tanah.
Negara Air: Seluruh kawasan Asia tenggara dan Australia, bisa dibayangkan seluruh wilayah Asean ditambah Afrika adalah Negara Air.
Terima kasih atas anda-anda sekalian yang mau membaca fic saya ini. Bagi yang berkenaan anda bisa memberi saran dan kritikan lewat kolom Review, namun bagi yang flame tolong yang berkualitas, jangan hanya mencaci maki saja kerjaan anda.
Sekali lagi, Terima Kasih.
