Dear Diary,
Begitu aku membuka mata pagi ini, tirai tertutup. Drama selesai. Namun, tirai terbuka lagi. Pertunjukkan sesungguhnya.
Unlimited Sky
by Sumeragi Shoko
Genre : Romance/Supernatural
Rating : T or M? Maybe T
Naruto © Masashi Kishimoto
Inspirated by
Unlimited Sky by Tommy Heavenly6
Vampire Knight by Hino Matsuri
Warning : AU, maybe OOC, OC, Violent
Sixth Letter
------o------
Rambutnya yang dikuncir dua berkibar-kibar dipermainkan angin. Ia melipat tangannya di dada sambil menatap Orient Gakuen dari kejauhan.
" Tsunade-sama, semua sudah siap" kata Miyu.
" Baiklah, kita percepat jadi besok,"
" Eh?"
------o------
" Baiklah!! Kita mulai membagi pos masing-masing!! Aku disini, sebagai yang paling tampan akan memimpin rapat dadakan untuk perang hari ini!!" Gaara mengacungkan telunjuknya ke atas.
" Huuuu!!!" koor yang lain.
" Akatsuki-senpai, menjaga manusia!!"
" Wokeh!!"
" Sisanya perang!!"
" Pembagian apa itu??" protes Temari.
" Itu adalah pembagian pos jenius yang disusun secara apik oleh Sabaku no Gaara ini, bagaimana?"
" Kalau begitu sama saja bohong!" Temari menjitak kepala Gaara.
" Eto… Apakah tidak ada cara kekeluargaan dan diplomatik?" tanya Neji.
" Itu bagian orang tua, kita tidak usah memikirkannya," kata Gaara.
" Aku sih lebih memilih untuk cara damai saja," kata Sai.
" Semua juga mau begitu, tapi pihak hunter yang tidak mau," Gaara menghela nafas.
" Yosh! Mari kita berjuang hari ini, minna!!!" Hyuuzu mengepalkan tinjunya ke atas.
" Yo!"
------o------
" Agak sulit bagiku mencerna yang kemarin, sungguh mendadak dan panjang lebar. Sampai aku lupa beberapa penjelasan kalian," kata Sakura.
" Yah, susah juga menjelaskan yang seperti itu secaraa terperinci dalam waktu yang amat sngkat," kata Naruto.
" Yah, tapi aku kesal. Setelah sehari pengumpulan manusia, masa hanya ada dua puluh manusia? Jadinya manusia di antara vampire, dong?!" Sakura tertawa kecil.
" Maaf, yang mengumpulkan orang sebanyak ini si Gaara, bukan aku,"
" Tapi kau yang menyetujuinya, kan?"
" Hehe…" Naruto menggaruk-garuk kepalanya sambir nyengir.
" Hhh.. Eh, kenapa kau mengajakku kesini? Situasi kan sedang tidak aman,"
" Soalnya aku suka tempat ini. Menara ini adalah bangunan tertinggi disini. Dari sini, jangkauan penglihatan kita makin luas, membuatku tenang…"
" Bukan itu!! Maksudku kenapa kau memanggilku??"
"…"
"…"
" Sakura, apa kau benar-benar tidak menyukaiku?"
" Eh? Bu… Bukan begitu. Aku cuma agak sebal denganmu, aku tidak membencimu, tapi juga tidak menyukaimu, cuma…" Sakura menggaruk-garuk pipinya. Naruto memegang kedua tangan Sakura dan mendekatkan wajahnya.
" Kau, kalian. Mau membantu kami?"
" Eh?"
" Kalau para hunter kalian bujuk, mungkin mereka tidak akan memburu kami lagi. Sebagai sesama manusia, mereka pasti akan lebih mempercayai kalian,"
" …"
" Sakura…"
Sakura menepis tangan Naruto.
" Maaf. Kami dan kalian tidak bisa seperti ini, biar bagaimanapun, kami adalah manusia, makanan kalian. Apakah pintar, membantu kalian yang suatu saat akan melenyapkan kami?"
------o------
Malam hari.
Pos 1. Gerbang depan.
Angin berhembus kencang, malam yang mendung. Sepertinya akan hujan.
Hyuuzu mengenggam erat pedang ditangannya. Tiba-tiba, seseorang menepuk pundaknya.
" Sai-kun.."
" Daijobu, semua akan baik-baik saja…" Sai tersenyum.
" Arigatou, Sai…" Hyuuzu balas tersenyum.
" HAYO! Pacaran terus!" MIZUKO meneriaki mereka berdua.
" Ah!! Apaan, sih?? Kita cuma…" mereka berdua speechless. Lalu, gerbang terbuka. Terlihatlah segerombolan orang berpakaian serba hitam membawa senjata.
" Karena bangsa kalian telah meresahkan bangsa kami, maka asosiasi kami memutuskan untuk melakukan pemusnahan besar-besaran. Menyerahlah sebelum kami memakai cara yang tidak menyenangkan!" kata Miyu.
" Kami memilih cara yang tidak menyenangkan," kata Sai sambil tersenyum, palsu.
" Baiklah, semuanya! Serang!!" Tsunade memberikan perintah. Para vampire hunter mulai menyerang, dan para vampire melakukan perlawanan.
" Disini MIZUKO, musuh telah mulai menyerang!" MIZUKO segera melaporkan kejadian lewat waklie talkinya.
------o------
Semua manusia telah dikumpulkan di aula. Akatsuki yang menjaga mereka.
" Aku mencium bau darah," kata Sasori.
" Sepertinya sudah dimulai..." kata Kakuzu.
" Ah!! Pengen ikut!!!" Pein dan Deidara mencak-mencak nggak jelas.
Sakura meringkuk di pojokan, sejak tadi dia diam saja.
' Kalian mau membantu kami?'
' Kau perempuan paling nekat yang pernah kutemui!'
' Vampire Level E juga hambatan bagi kami,'
" Ara...ara... Minna-san!!! Kalian tidak mau jadi mahluk lemah yang menggigil ketakutan sementara diluar sana mereka mendapat peran keren!?" Sakura tiba-tiba berdiri dan berteriak. Semua menoleh.
" Ayo, kita juga harus berperang!" kata Ino.
" Chotto!! Maksudnya kita membantu mereka??" tanya Kiba.
" Hm... Gengsi, dong." kata Mai.
" Kita berperang, tapi musuh yang berbeda. Bukan kubu vampire yang berperang, bukan vampire hunters," Sakura tersenyum.
TBC
Huuee… Makin nggak jelas…T.T
Mind to review?
Sumeragi Shoko
