Cerita Sebelumnya:

"Huft, Kata Sakura, mereka tak apa-apa." kata Tenten sambil membalas pesan Sakura. Semuanya pun menghela nafas lega.
"Hhhh, kupikir ada terjadi sesuatu!" kata Lee sambil mengelus dadanya lega. Mereka pun mempercepat laju mobilnya.
"Kakashi-sensei! Dibelakang!" kata Neji. Kakashi menoleh kebelakang.
"Celaka! Sepertinya mereka punya alat pelacak." kata Kakashi.

"Lalu, gimana sekarang?" tanya Tenten panik.
"Ambil botol minuman yang kau beli tadi!" perintah Kakashi pada Tenten. Tenten mengambilnya dan langsung memberikannya pada Kakashi.
"Sekarang bukan waktunya untuk minum air Kakashi-sensei!" ketus Lee.
"Huh, siapa yang mau minum!" ketus Kakashi kesal. Kakashi meletakkan botol minuman itu dipedal gas.
"Sekarang, semuanya melompat keluar mobil!" perintah Kakashi.

Mereka pun melompat keluar mobil.
"Kalian baik-baik saja?" tanya Kakashi. Mereka mengangguk setengah meringis.
"Lee, kakimu!" kata Tenten panik. Neji dan Kakashipun langsung melihat kearah kaki Lee.
"Ukh, tak apa-apa kok! Ini hanya luka kecil." kata Lee sambil memegang lukanya. Neji dengan cepat merobek lengan bajunya dan menutup luka Lee.
"Ke..kenapa dibalut dengan bajumu?" tanya Lee heran.
"Heh, kalau dibiarkan terbuka, bisa infeksi tau!" ketus Neji. Lee hanya mengangguk .

"Yasudah, kita cari Naruto Dan Kawan Kawan." kata Kakashi. Mereka mengangguk. Merekapun memulai perjalanan.

Summary: CHAP 7 IS UPDATE! Naruto dkk akan melakukan perjalanan ke Amegakure. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Gak pandai bikin summary. RnR please! Arigatou…

A/N: Ini dia, Chap VII. Smoga kalian suka yaa…^^

WARNING: Mungkin ini OOC. Jika kalian tidak suka, silahkan menekan Back/Exit.

Ghost In Konoha City

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rated: T

Genre: Romance/Hurt/comfort/Horror

Pairing: Sasuke Uchiha/Sakura Haruno

Character: /Rock

Don't Like, Don't Read

Happy Reading^^

CHAPTER VII

"hhh, aku lelah!" kata Naruto malas.

"Cih, jika kau berhenti disini, kau mau dibunuh oleh 'Hantu-hantu' itu?" tanya Sasuke kesal dengan penuh penekanan pada kata 'Hantu'.

"Aku lelah, Teme! Memangnya kau tidak lelah apa?" tanya Naruto agak kesal.

"Naruto benar! Kita harus istirahat, Sasuke-kun!" kata Sakura meleraikan.

"Hn, yasudah! Kita istirahat dulu! Tapi, tetap waspada!" kata Itachi. Mereka semua mengangguk.

Kruukk….

"Bu..bunyi a…apa itu?" tanya Hinata takut.
"I..itu suara perutku!" kata Naruto gugup+malu.
"Hn, kau lapar?" tanya Sasuke. Naruto mengangguk.

"Tadi, aku ada mengambil beberapa makanan untuk kita. Nih untukmu!" kata Sakura sambil memberikan sebuah roti.
"Arigatou, Sakura-chan!" kata Naruto sambil menerima roti itu.
"Hn, kapan kau mengambil makanan? Dan kenapa?" tanya Itachi.
"Aku mengambilnya saat memberikan pemberat padamu. Terus kenapa, soalnya aku tau kejadian ini akan terjadi, jadi kuambil beberapa yang cukup untuk beberapa hari." jelas Sakura sambil menggaruk pipinya.

"Dasar!" kata Sasuke sambil tersenyum tipis.
"Kalian juga lapar? Nih makanannya!" kata Sakura sambil memberikan makanannya. Mereka pun mengambil makanan yang diberikan Sakura.
"Hn, kau sendiri tidak makan?" tanya Sasuke sambil menaikkan alisnya.
"Ah~aku sedang diet!" kata Sakura tersipu malu. Mereka pun ber-oh-ria.

"Hmmn, kalian mesra sekali! Aku jadi merindukan Hana-chan!" goda Itachi sambil melirik jahil kearah pasangan SasuSaku. Naruto menatap Sasuke dan Sakura dengan pandangan jahil dan Hinata menatap Sasuke dan Sakura dengan wajah tersenyum sambil memainkan jari-jarinya. Sasuke menatap Itachi dan Naruto dengan Deathglare andalannya dan Sakura hanya tertunduk malu.

"Selanjutnya bagaimana?" tanya Naruto berubah serius.
"Bagaimana apanya?" tanya Sakura bingung.
"Perjalanan kita!"kata Naruto serius.
"Hn, kita harus tetap berjalan di hutan ini agar aman!" kata Itachi serius.
"Huh, aku tidak suka keadaan yang seperti ini!" ketus Naruto.

"Mau gimana lagi? Kan udah terjadi!" kata Hinata.
"Cukup istirahatnya! Kita harus melanjutkan perjalanan." kata Itachi.
"Itachi-senpai!" panggil Sakura. Itachi menoleh.
"Ada apa?" tanya Itachi.
"Ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu!" ujar Sakura. Itachi hanya menatap Sakura dengan pandangan bingung.

"Maaf aku terlalu ingin tau. Sebenarnya, kenapa mereka mengincar keturunan Uchiha?" tanya Sakura pelan+hati-hati. Itachi mengehla nafas panjang
"Mereka ingin menjadikan keturunan Uchiha sebagai bawahannya. Karena klan Uchiha memiliki kekuatan bertarung yang hebat." Jelas Itachi pelan.
"Apa mereka menyerang Konoha hanya karena mengincar keturunan Uchiha?" tanya Naruto. Itachi menggeleng.
"Aku tak tau pasti. Tapi, kalau menurutku mereka ingin mengincar wilayah Konohagakure dan Sunagakure karena wilayahnya besar!" jelas Itachi. "Mereka ingin mendirikan sebuah kota." Lanjut Itachi serius.

"Ng, e..etto, hantu-hantu itu kan manusia, mereka pasti ada kelemahannya kan?" kata Sakura serius.

Itachi mengangguk sambil menatap Sakura bingung.
"Aku rasa, sebaiknya kita musnahkan saja mereka." kata Sakura.
"Kau gila ya, Sakura-chan? Kakashi-sensei sudah bilang, mereka takkan bisa dikalahkan!" kata Naruto meremehkan rencana Sakura.
"A..aku tau! Tapi, mereka manusia! Setiap manusia pasti ada kelemahannya! Lagipula kalau mereka tetap disini, Konoha akan diambil oleh mereka! Dan aku tak ingin Kota ini diambil 'Hantu-hantu' itu!" kata Sakura dengan penekanan di kata hantu.
"Kau benar! Kita harus cari kelemahan mereka!" kata Itachi.

"But, why?" tanya Sasuke.
"Begini saja…"

oooooooooooo

"Huft, aku capek!" kata Tenten lemas.
"Ssst, ada yang mendekat!" kata Kakashi sambil menoleh kebelakang.
"Cepat sembunyi!" perintah Kakashi cepat. Mereka pun dengan sigap bersembunyi. Tiba-tiba, ada 2 orang yang berjalan dihutan.
"Huh, kenapa jadi aku yang disuruh mengintai denganmu?" keluh seorang pemuda kesal.

"Cih, bisa diam gak sih! Kalau hantu-hantu itu mendegar kita, bisa habislah kita!" ketus seorang pemuda yang satu lagi.

'Itu seperti suaranya Sasuke dan Naruto!' batin Lee. Lee pun mencoba mengintip. Dan benar saja, Lee melihat Naruto dan seorang pemuda.

" NARUTO!" teriak Lee sambil memeluk Naruto.
"Eh, Lee? Kupikir kau sudah sampai di Sunagakure." kata Naruto.
"Tadi, hantu-hantu itu mengejar kami! Biar kutebak, yang pasti Sasuke kan?" kata Lee.
"Heh, kau salah! Ini aku Itachi. Kenapa semua orang yang mengenal Sasuke mengira aku itu Sasuke? Aku dan Sasuke berbeda, tau!" kata Itachi agak kesal. Kakashi, Neji dan Tenten pun keluar dari persembunyiannya.

"Hee, Itachi-senpai! Mana Sasuke, Sakura, dan Hinata?" tanya Tenten kaget.
"Hn, mereka tidak bersama kami! Kami berpencar." kata Itachi jujur.
"Apa yang kalian berdua lakukan disini? Kalian kan harusnya bersama-sama!" bentak Neji.
"Hn, kami melakukan rencana baru." kata Itachi santai.

"Hah? Rencana baru?" kata Tenten bingung. Naruto mengangguk.
"Apa rencana kalian?" tanya Neji yang mulai meredakan amarahnya.
"Kami akan mengintai hantu-hantu itu, sedangkan Sasuke, Sakura dan Hinata akan mengintai hantu-hantu itu dari arah yang berlawanan." kata Naruto.

"Heh, sudah kubilang, hantu-hantu itu takkan mudah untuk dikalahkan." kata Kakashi serius.
"Yap, tapi kata Sakura-chan, hantu-hantu itu kan manusia, mereka pasti punya kelemahan." kata Naruto menirukan kalimat Sakura.
"Kakashi-sensei! Masa' kita disini terus, kita harus melakukan rencana seperti mereka!" kata Lee tiba-tiba bersemangat.
"hhh, baiklah! Aku dan Neji akan menyusul Sasuke, Sakura, dan Hinata, sisanya, ikut dengan Naruto dan Itachi." kata Kakashi. Mereka mengangguk.

oooooooooooooooo

"Hinata-chan, kau baik-baik saja kan?" tanya Sakura khawatir. Hinata hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Sebaiknya, kita tunggu mereka disini!" kata Sasuke. Sakura dan Hinata hanya mengangguk. "Hinata-chan, lukamu semakin lebar!" kata Sakura panik.
"A..ah, t..tidak a..aapa apa kok!" kata Hinata.
"Kalau tidak ditutup, lukanya akan infeksi!" kata Sakura sambil melepaskan dasi seifukunya.

Sakura pun membalut luka di kaki Hinata dengan dasi seifukunya.
"Aku pernah melihat Shizune-sensei melakukan ini." kata Sakura yang masil mengikat dasinya di lutut Hinata. "Done!" kata Sakura sambil tersenyum puas.
"A..Arigatou, Sakura-san." kata Hinata salah tingkah. Sakura hanya mengangguk.
"Sasuke-kun, mereka sudah kelihatan belum?" tanya Sakura pada Sasuke.
"Ssst!" bisik Sasuke.
"Ada apa?" tanya Sakura dengan berbisik.

"Mereka disana!" kata Sasuke.

"Kita apakan mereka?" tanya Sakura.
"Kita sekap mereka dari belakang. Lalu, kita tanya dimana tempat persembunyiannya." kata Sasuke. Sakura dan Hinata mengangguk mengerti.
"Hinata, sebaiknya kau tetap disini! Aku dan Sakura akan menangani ini." kata Sasuke. "Ta..tapi, aku ingin membantu!" kata Hinata tak terima.
"Hinata-chan, kau harus memperhatikan kondisi kakimu!" kata Sakura sambil menunjuk kearaha kaki Hinata. Hinata hanya menghela nafas panjang.

"Baiklah, kuharap kalian tidak tertangkap oleh mereka!" kata Hinata. Sasuke dan Sakura mengangguk.

Sasuke dan Sakura pun berjalan mengendap-endap kearah belakang hantu-hantu itu. Sasuke dan Sakura pun menyekap kedua hantu-hantu itu.
"Ukh, lepaskan!" ketus seseorang berjubah hitam sambil memberontak.
"Katakan, dimana markas kalian?" paksa Sasuke.
"Kami takkan memberitahukan privacy kami!" ketus seseorang lainnya.
"Cepat katakan!" Kata Sakura memaksa. 2 orang berjubah hitam itu hanya bungkam. Sakura pun dengan geram membuka topeng mereka.

"Kalian! Cepat beritahu kami!" kata Hinata yang masih terduduk.
"Cih, kami takkan memberitahu kalian!" kata orang itu lagi. Sakura pun menatap mereka kesal. Sementara Sasuke memandang mereka dengan pandangan dingin.
"kalian akan menyesal karena tidak memberitahu kami!" kata Sasuke dingin.
"Untuk apa menyesal? Kami melakukan hal yang benar!" kata orang itu lagi dengan nada menantang.

Sasuke dengan cepat mencekik orang itu.
"Ukh, jauhkan tangan sialanmmu itu!" ketus orang itu lagi sambil mengerang.
"Aku takkan menjauhkan tanganku sebelum kau memberitajukan padaku dimana markas kalian!" ucap Sasuke dingin sambil memperkuat cekiaknnya pada leher orang itu.
"Ba..baiklah," kata orang itu pada akhirnya dengan suara tersendat-sendat.
"Hei, kau jangan beritahu dia, bisa-bisa kau dibunuh oleh, Orochimaru-sama!" kata Seseorang yang lain.

Sakura langsung dengan cepat memukul wajah orang itu. "Kau sebaiknya diam!" ketus Sakura.
"Cepat, dimana markas kalian?" tanya Hinata.
"D..di..di.." ujarnya terputus-putus.
"Jangan beritahu!" ancam oarng yang lain.
"Kau diamlah!" kata Sakura kesal sambil memukul orang itu. Sasuke mempererat cekikannya pada orang berjubah hitam itu.
"Dimana?" tanya Sasuke dingin.

"D..di…di..di..dia d..di…balik bukit i..itu!" kata orang itu. Sasuke pun melepaskan cekikannya pada orang itu.
"Hn, ayo kita pergi!" ujar Sasuke. "Hinata, kau bisa berjalan?" tanya Sasuke lagi. Hinata mengangguk.

"Tunggu, Sasuke-kun!" cegah Sakura tiba-tiba. Sasuke dan Hinata menoleh kebelakang.
"hn? Kenapa?" tanya Sasuke bingung. Sakura dengan cepat memaksa 2 pria tadi melepaskan jubahnya. 2 pria itu dengan cepat melepaskan jubahnya dengan agak takut.

"Sakura-san pintar!" puji Hinata sambil tersenyum tulus. Sakura hanya tersenyum malu. Sakura memberikan 1 jubah untuk Sasuke dan 1 jubah lagi ia pegang dan tak dipakainya.
"Hn? Kenapa kau tidak memakainya?" tanya Sasuke heran. Sakura hanya menggeleng.
"Hinata-chan tidak memakainya jika kupakai! Sebaiknya kita cari satu target lagi!" kata Sakura tersenyum.
"Hn, ayo pergi!" kata Sasuke pada Sakura dan Hinata. Mereka mengangguk dan langsung mengikuti langkah Sasuke.

"Cih, kau bodoh!"

oooooooooooooooo

"Huft, dimana kita harus mencarinya?" tanya Naruto.
"Ssst, itu ada 3 orang sedang patrol! Ayo ikuti mereka!" kata Itachi. Mereka semua mengangguk. Itachi terus memandang 3 orang berjubah itu dengan serius.
"Itachi-nii!" bisik Naruto.

"Ssst!" desis Itachi.
"Siapa disana?" tanya salah satu orang yang berjubah hitam itu. Itachi dengan cepat menutup mulut Naruto.
"Yang lain, cepat sembunyi!" bisik Itachi. Lee dan Tenten mengangguk.

Tapi terlambat, orang berjubah hitam itu berhasil menangkap Tenten yang sedang bersembunyi.
"Lepaskan aku!" kata Tenten memberontak.
"Heh, mau lari kemana kamu?" tanya orang nerjubah hitam itu sinis.
"Shin, sebaiknya kita bawa gadis ini ke markas." kata orang itu lagi.
"Hm, kau benar, Sei! Heh, aku tidak tau apa yang akan Orochimaru-sama lakukan pada gadis ini." kata Shin sambil tersenyum sinis.

"Heh, lepaskan aku! Aku tidak mau kemarkas kalian!" kata Tenten sambil mencoba melepaskan diri.
"jangan coba-coba kabur kamu! Shou, bawa dia!" kata Shin lagi. Shou hanya mengangguk. Itachi dengan cepat keluar dari persembunyiannya.
"Ooh, masih ada yang lain ternyata!" kata Shin sinis.
"Lepaskan dia!" perintah Itachi dingin.
"Cih, enak saja! Dia ini penyusup!" ujar Shou sambil menarik Tenten dengan kasar.

"Heh, kau berani macam-macam dengan kami ya? Kau hanya sendirian, sedangkan kami bertiga!" kata Sei sombong.
"Itachi-nii tidak sendiri, dia berdua denganku!" kata Naruto tiba-tiba keluar dari persembunyiannya. Itachi dengan sontak menoleh kearah Naruto.
"Baka! Kenapa kau keluar dari persembunyianmu?" kata Itachi kesal.
"Aku tak bisa membiarkanmu bertarung sendirian!" ujar Naruto

"Heh, kalian masih akan kalah!" kata Shou.
"Takkan, karena kami bertiga!" kata Lee sambil berjalan keluar dari persembunyiannya.
"Heh, kalian akan kalah! Kami jauh lebih kuat dari kalian!" kata Shin sombong.
"Kau berbicara seperti itu, apa kau takut, heh?" sinis Tenten yang tangannya sedang dipegang oleh Shou.

"Kami? Takut? In your dream!" kata Sei sinis.
"Hmm, bagaimana bertarung" kata Lee tiba-tiba. Itachi dan Naruto langsung memandang Lee kesal.
"Lee, kau pikir gampang mengalahkan mereka?" ketus Naruto kesal.

"Kalian tenang saja! Kita pasti bisa mengalahkan mereka!" kata Lee percaya.
"Hn, sepertinya tak ada cara lain." kata Itachi sambil tersenyum sinis.
"Heh, kalian tidak takut pada kami? Kami ini lebih hebat dari kalian!" kata Shou sombong.
"Hmm, kan kita belum mulai, mana kita tau! Siapa tau kami lebih hebat dari kalian!" kata Naruto. Shin dan Sei tiba-tiba menyerang Naruto. Tapi dengan cepat, Itachi menangkisnya.
"Hn, cepat sekali! Dasar tak sabaran!" kata Itachi dingin sambil tersenyum sinis.

"I..itachi-nii!" Kata Naruto gugup.

"Hm, gerakanmu cepat!" puji Shin sinis.
"Sepertinya, ini akan menjadi pertarungan yang menarik! Bukankah begitu, Uchiha?" kata Sei dingin.
"Hn, ternyata kau tau aku!" kata Itachi meremehkan.
"Shou, bawa gadis itu pergi sekarang!" perintah Shin. Shou mengangguk dan membawa Tenten pergi. Sei dan Shin menghempaskan tangan Itachi.
"Let's begin!" Kata Lee.

ooooooooooooooooooo

"Sasuke-kun! Hinata-chan! Lihat itu!" kata Sakura sambil menunjuk ke arah sebuah rumah.
"Sepertinya ini markasnya. Ayo!" kata Sasuke. Sakura dan Hinata mengangguk dan langsung mengikuti Sasuke yang sedang berjalan mengendap-endap masuk. Tiba-tiba, Sasuke mencegah Sakura dan Hinata.
"Ssst, cepat sembunyi!" perintah Sasuke. Mereka dengan cepat sembunyi di balik semak-semak.
"Cepat masuk!" Perintah seorang pria berjubah hitam.

"Ck, aku tidak mau masuk!" ketus seorang gadis berambut coklat.
"Ku bilang masuk!" bentak Pria itu lagi.
"Su…suara itu…" kata Sakura terputus-putus.

"Tenten!" jerit Sakura dan Hinata kompak.

"Siapa di sana?!" tanya pria itu sambil menyorotkan lampu senter ke arah semak-semak.

"Ssst! Jangan menjerit seperti itu!" bisik Sasuke kesal. Sakura dan Hinata sontak menutup mulutnya.
"Shou! Kami dapat 2 orang lagi!" ujar 2 orang pria kompak.
"Mana satu lagi, Shin? Sei?" tanya pria bernama Shou itu.
"Pria rambut bob itu berhasil kabur!" kata Sei kesal. Sasuke membelalak kaget sementara Sakura dan Hinata menutup mulutnya tak percaya. Mereka tak percaya bisa melihat Tenten, Itachi dan Naruto tertangkap.
"Hm, biarkan saja pemuda rambut bob itu lepas. Yang penting kita mendapatkan Uchiha dan pemuda kuning ini!" kata Shin menyeringai.

"Naruto! Itachi-senpai!" kata Tenten yang genggaman Shou.
"Mereka pingsan! Apa kita langsung menyerahkannya ke Orochimaru-sama?" tanya Sei yang sedang memegang Itachi. Shou menggeleng.
"Sebaiknya jangan dulu!" ujar Shou pelan. "kita sekap saja mereka! Aku yakin, adik Uchiha Itachi, Uchiha Sasuke masih ada di sekitar sini! Kita pancing dia keluar. Orochimaru-sama pasti senang mendapatkan 2 Uchiha sekaligus!" lanjut Shou sambil tersenyum menyeringai.

oooooooooooooooo

"Kakashi-sensei, sebenarnya kita mau ngapain ke sini?" tanya Neji bingung.
"Kau lihat di sana!" tunjuk Kakashi kearah semak-semak. Neji memperhatikan secara seksama ke arah semak-semak. Neji tiba-tiba saja membelalak kaget.
"Di sana ada hitam-hitam! Apaan itu?" tanya Neji kaget. Kakashi mengangkat bahunya dan langsung menarik tangan Neji menuju tempat yang Neji bilang tadi ada hitam-hitam.

Kakashi dengan was-was menepuk pundak pemuda didepannya.

PUK

"Kumohon jangan tangkap aku!" teriak pemuda itu panik. Neji menaikkan alisnya sementara menata pemuda itu dengan pandangan aneh.
"Lee? Kenapa kau bisa sendirian disini?" tanya Neji heran. Lee menatap Neji dan Kakashi takut.
"Kenapa kau memandang kami seperti itu?" tanya Kakashi bingung.
"Te..ten..tenten…" Neji langsung memasang wajah serius setelah mendengar nama itu.
"Ada apa dengannya?" tanya Neji serius.

"Di…dia…dia ditangkap hantu-hantu itu. I…itachi-senpai dan Na..naruto ju..juga ditangkap!" kata Lee takut. Kakashi dan Neji kaget bukan main.
"Bagaimana bisa?" tanya Kakashi panik. Lee menunduk. "Lee, apa kau tau dimana mereka?" tanya Kakashi lagi. Lee mengangguk ragu.

"Di mana?" tanya Neji. Lee menunjuk kearah bukit tepat dibelakangnya.
"Ternyata di sana! Lee, Neji, ayo kita cari mereka!" ujar Kakashi. Neji dan Lee mengangguk. Mereka mulai berjalan. " Sakura-chan! Hinata-chan!" panggil Lee tiba-tiba. Langsung saja Lee berlari ke depan dan menabrak sesuatu.

BRUK

"Lee!" panggil Neji dan Kakashi pelan dan bersamaan.
"Ugh, sakit!" Keluh Lee sambil memegang hidungnya yang membentur sesuatu.
"Cih, kau bisa lihat tidak aku sedang berada di sini? Matamu di mana hah?" bentak seseorang didepannya+yang di tabrak oleh Lee.

"Gomennasai." Ujar Lee singkat sambil membungkuk. "Sa…Sasuke?" kata Lee tak percaya.
"Hn, ternyata kau yang menabrakku!" ketus Sasuke sambil membuang muka. Sementara Sakura dan Hinata yang melihat kedatangan Lee, Kakashi, dan Neji menatapnya dengan pandangan berbinar-binar.
"Kupikir tadi Sakura-chan dan Hinata-chan ditangkap oleh hantu! Lagian kenapa kau memakai jubah seperti itu?" ujar Lee lega sambil mengelus-elus dadanya.
"Berhentilah berbicara!" ketus Sasuke kesal sambil menjita kepala Lee kesal.

"Kakashi-sensei! Neji! Lee!" Kata Sakura senang. "Syukurlah kalian datang!" kata Sakura lagi. Neji, Kakashi, dan Lee tersenyum melihat mereka.
"Syukurlah kalian tidak apa-apa." Ujar Kakashi sambil tersenyum dibalik maskernya.

"Hinata-chan, kakimu kenapa?" tanya Neji yang melihat kaki Hinata yang dibalut dengan dasi Seifuku. Hinata melirik ke aarah kakinya kemudian tersenyum.
"Tidak apa-apa kok!" kata Hinata sambil tersenyum.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Lee bingung.
"Kami sedang mengawasi mereka." ujar Sasuke tanpa menoleh kearah Lee dan masih terfokus pada penjaga di depan markas Orochimaru.

oooooooooooooooooo

"Ukh, aku di mana?" tanya Naruto sambil mengerjapkan matanya.

"Naruto! Syukurlah kau sudah sadar!" jerit Tenten senang. Naruto menoleh ke arah Tenten yang tangannya sedang terikat di sudut ruangan. Naruto dengan cepat membelalakkan matanya dan mencoba duduk.

"Itachi-nii? Itachi-nii dimana, Tenten?" tanya Naruto panik sambil menoleh kea rah kiri dan kanan mencari Itachi. Tenten menunduk lesu. Naruto menatapnya seolah meminta jawaban.

"Itachi-senpai tidak di ruangan ini. Dan aku tak tau di mana Itachi-senpai di sembunyikan." Ujar Tenten lirih sambil menundukkkan wajahnya. Naruto menggeram marah. Tenten bisa mendengar suara erangan marah Naruto. "Naruto, sudahlah! Kuyakin, Itachi-senpai takkan kenapa-napa." Ujar Tenten mencoba menghibur Naruto.

"Kuso! Mereka berhasil mendapatkan seorang Uchiha! Mereka pasti mengincar Sasuke setelah ini." geram Naruto marah. Tenten menatap Naruto dengan pandangan yang sulit diartikan. Tiba-tiba saja pintu terbuka.

"Masuk!" perintah seorang pria berjubah hitam kepada seorang pemuda dan seorang gadis. Setelah pria itu mendorong pemuda dan gadis itu masuk, pria itu langsung menutup pintunya lagi tanpa menguncinya.

"Sasuke-teme? Hinata-chan?" ujar Naruto tak percaya. Sementara Tenten menatap Sasuke dan Hinata tak percaya. "Kenapa kalian bisa tertangkap?" tanya Naruto panik. Sasuke hanya menghela nafas. Sementara Hinata hanya tertunduk.

"Kami hanya sedang bersandiwara." ujar Sasuke singkat.

FLASHBACK

"Sepertinya sudah aman! Ayo kita masuk!" ujar Neji. Sasuke dengan cepat mencegah Neji yang akan berjalan keluar dari semak-semak.

"Sebaiknya kita masuk lewat pintu belakang! Aku tak yakin pintu utama aman!" ujar Sasuke serius. Mereka semua mengangguk setuju. "Hn, sebaiknya kalian berdua yang memakai jubah ini!" ujar Sasuke sambil melepaskan jubah yang dipakainya dan memberikannya pada Neji. "Sakura, berikan jubah itu ke Kakashi-sensei." Perintah Sasuke. Sakura memberikan jubah yang sedari tadi dipegangnya pada Kakashi.

Kakashi dan Neji menatap Sasuke bingung. "Untuk apa kau berikan ini?" tanya Neji bingung. Sasuke hanya menghela nafas panjang.

"Begini, kalian berpura-pura menjadi salah satu hantu-hantu itu. Dan kalian pura-pura menangkapku dan Hinata. Kakashi-sensei bisa bertanya di mana Naruto, Itachi-nii dan Tenten disekap. Sedangkan Neji, kau bisa melihat situasi di dalam." Jelas Sasuke. Kakashi dan Neji mengangguk paham. "Dan kau Lee, kumohon jaga Sakura! Jangan coba-coba kau menyakitinya. Ingat itu!" kata Sasuke pada Lee. Lee tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.

"Ayo kita berangkat!" kata Kakashi.

"Sa..Sasuke-kun!" panggil Sakura pelan sambil memegang tangan Sasuke. Sasuke menoleh dan menatap Sakura. "Kumohon, kembali dengan selamat!" pesan Sakura. Sasuke hanya tersenyum tipis. Sakura pun melepaskan tangan Sasuke. Kakashi, Neji, Sasuke, dan Hinata akhirnya berjalan keluar dari semak-semak.

"Tenanglah Sakura-chan! Aku yakin mereka akan kembali dengan selamat! Dan tenang saja, aku akan menjagamu sesuai janjiku pada Sasuke. Aku akan menjagamu walaupun aku kehilangan nyawaku!" ujar Lee mantap sambil memegang pundak Sakura. Sakura mengangguk dan tersenyum.

"Arigatou, Lee."

ooooooooooooo

"Hoi, kami mendapatkan 2 orang teman si rambut kuning itu!" kata Kakashi berpura-pura. 2 Pria yang menjaga pintu masuk yang diketahui bernama Len dan Kei itu tersenyum senang.

"Ternyata kau bisa menangkapnya! Biar kubawa masuk mereka." Ujar Kei sambil tertawa kecil. Kakashi dengan cepat menggeleng.

"Biar aku dan dia saja yang membawanya masuk! Di mana bisa kukurung dua orang ini?" tanya Kakashi.

"Di pintu yang pertama!" ujar Len sambil menunjukkan kea rah pintu pertama. Kakashi dan Neji mengangguk mengerti. "Dia Uchiha kan? Masukkan pemuda ini di pintu yang berhadapan dengan pintu pertama." Perintah Len lagi sambil menunjuk ke arah Sasuke. Kakashi dan Neji mengangguk mengerti lagi.

'Itachi pasti ada di sana!' batin Kakashi yakin.

"Apa ada yang menjaga si Uchiha itu?" tanya Neji. Len dan Kei menggelengkan kepalanya. "Biar aku saja yang menjaganya!" lanjut Neji. Len dan Kei mengangguk mantap.

"Hn, kalau begitu aku bawa penyusup ini dulu!" Len dan Kei mengangguk dan mempersilahkan Neji dan Kakashi masuk. Setelah dirasa aman, Neji dan Kakashi melepaskan Sasuke dan Hinata.

"Dengar! Aku akan ke ruangan dimana ada Itachi-senpai di sana. Aku akan melepaskan Itachi-senpai dan melarikan diri lewat pintu belakang!" jelas Neji. Sasuke, Kakashi, dan Hinata mengangguk.

"Aku akan berpura-pura mendorong kalian masuk. Setelah itu, kalian lepaskan Naruto dan Tenten. Aku akan menunggu di depan pintu ini." Jelas Kakashi. Sasuke dan Hinata mengangguk. Neji pun mulai masuk ke ruangan tempat Itachi berada. Sementara Kakashi menuntun Sasuke dan Hinata masuk ke ruangan yang di dalamnya ada Tenten dan Naruto. "Masuk!" perintah Kakashi. Setelah Kakashi mendorong Sasuke dan Hinata masuk, Kakashi langsung menutup pintunya lagi tanpa menguncinya.

END FLASHBACK

"Ternyata kau cerdik Sasuke!" kata Naruto senang. Sasuke hanya tersenyum tipis.

"Sekarang cepat lepaskan kami!" kata Tenten. Sasuke dan Hinata mengangguk. Sasuke pun berjalan melepaskan Naruto dan Hinata melepaskan Tenten.

"Sekarang, kita keluar! Tapi, kumohon jangan ribut!" ujar Sasuke. Mereka semua mengangguk. Mereka semua pun berjalan perlahan menuju pintu. "sst, Kakashi-sensei!" panggil Sasuke dengan sangat pelan. Kakashi menoleh kebelakang menatap Sasuke yang sedang mengintip.

"Kalian keluarlah! Jangan ribut!" ujar Kakashi pelan. Mereka pun keluar dan berjalan perlahan menuju pintu keluar. Mereka berjalan dengan sangat cepat dan berusaha agar tidak mengeluarkan suara.

"Kakashi-sensei, bagaimana dengan Itachi-nii?" bisik Naruto khawatir. Kakashi tersenyum di balik maskernya.

"Tenanglah. Itachi sudah di bawa keluar oleh Neji!" kata Kakashi. Naruto dan Tenten menghela nafas lega. Mereka sudah sampai di pintu keluar dan sudah melihat Itachi. Tapi tiba-tiba saja…

"ADA PENYUSUP!"

"Ayo cepat keluar!" kata Kakashi sambil mendorong Sasuke, Naruto, Hinata, dan Tenten keluar. Dengan cepat Sasuke menarik tangan Tenten dan Naruto menarik tangan Hinata keluar. Kakashi turut ikut berlari di belakang mereka.

"AKU MENDAPATKAN 2 ORANG PENYUSUP!" Sontak saja Kakashi dan Sasuke berhenti.

"Kakakshi-sensei! Sasuke!" panggil Naruto yang masih menggenggam tangan Hinata.

"Kalian pergilah dulu! Ada yang harus kuurus di sini!" ujar Sasuke. Kakashi menggeleng.

"Sebnaiknya kau berlindung, Sasuke. Mereka mengincarmu!" kata Kakashi. Sasuke menoleh lalu menggeleng.

"Tak bisa! Jika yang tertangkap itu Aniki dan Neji, aku tak bisa lari begitu saja! Aniki adalah kakakku dan Neji adalah temanku! Jika yang tertangkap Lee dan Sakura, aku juga tak bisa lari begitu saja. Lee juga temanku dan Sakura adalah pacarku. Mereka semua adalah orang yang penting dalam hidupku!" Jelas Sasuke serius. Naruto, Kakashi, Tenten, dan Hinata tertegun mendengarnya.

"Wah Teme, ternyata kau bisa nebrbicara lebih dari 4 kalimat!" sahut Naruto sambil tersenyum jahil. Sasuke mendeath glare Naruto.

"Hhm, kalau kau bicara begitu, aku takkan bisa membiarkanmu pergi sendirian! Aku akan membantumu! Naruto, jaga Hinata dan Tenten. Bersembunyilah!" ujar Kakashi tersenyum tulus di balik maskernya. Naruto mengangguk dan menarik tangan Hinata dan Tenten menjauhi Sasuke dan Kakashi. "Kau takkan kan menyesal mengatakan itu?" tanya Kakashi. Sasuke menggeleng cepat.

"Aku takkan menyesal dengan kata-kataku tadi!" ujar Sasuke mantap. Kakashi tersenyum lagi di balik maskernya.

"Hn, kalau begitu, ayo kita masuk kembali!" Sasuke mengangguk.

ooooooooooooooo

"Lepaskan aku!" teriak Sakura sambil memberontak. Pria berjubah yang memegang Sakura langsung mendorong Sakura ke depan.

"SAKURA-CHAN!" teriak Lee. Lee menatap pria yang mendorong Sakura dengan pandangan benci. "Lepaskan Sakura-chan!" perintah Lee kesal. Pria yang memegang Lee hanya mendecih.

"Heh, kau bisa apa, rambut bob? Kau itu hanya pemuda lemah!" ujar pria yang memegang Lee dengan nada dingin.

"Aku bisa membunuh kalian!" ketus Lee. Sakura menatap Lee dengan pandangan lirih.

"Heh? Kau membunuh kami? Bukannya kau yang akan terbunuh?" sindir pria yang memegang Sakura. Lee menatap pria itu dengan sinis.

"Lepaskan gadis itu! Kau boleh lakukan apapun yang kau mau!" ujar Lee. Sakura menatap Lee tak percaya.

"Lee, jangan berkata begitu! Kau cari mati?" tanya Sakura pada Lee. Lee hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Sakura.

"Aku hanya menjalani janjiku, Sakura-chan." Ujar Lee seraya tersenyum. Sakura menggelengkan kepalanya.

"Jangan berkata begitu, Lee! Aku tak mau kau mati!" ujar Sakura dengan pandangan lirih. Lee hanya tersenyum.

"Hei, kau siap mati?" tanya pria yang memegang Lee. Lee mengangguk mantap.

"Aku sangat siap! Asalkan kalian lepaskan gadis itu dan biarkan dia pergi!" ujar Lee mantap. Sakura menatap Lee dengan tatapan tak percaya.

"Heh, lihat si rambut bob itu, pink! Dia menyelamatkanmu dan mengorbankan nyawanya." Sindir pria yang memegang Sakura pada Sakura. Sakura hanya terdiam dan menatap Lee tak percaya.

"Lee, kumohon jangan lakukan ini!" jerit Sakura frustasi. Lee tersenyum sambil menggeleng.

"Apa jadinya jika Sasuke melihatmu terluka? Dia pasti akan membunuhku!" canda Lee. "Walaupun dia sainganku dalam merebutkanmu, tapi aku telah berjanji padanya agar menjagamu. Dan aku takkan biarkan 2 pria ini melukaimu!" jelas Lee.

"Aku yakin Sasuke-kun takkan marah padamu jika aku terluka! Aku tak mau salah satu dari kita semua ada yang kehilangannya nyawanya!" jerit Sakura frustasi.

"Cih, kalian terlalu banyak bermain drama. Kubunuh saja kalian berdua!" ketus pria yang memegang Lee.

"Kalian boleh membunuhku, asal kalian lepaskan gadis ini!" kata Lee sambil menatap pria dihadapannya sinis. Pria itu mengangkat bahunya.

"Tenang saja, gadis ini akan baik-baik saja!" ujar pria itu seraya berjalan mendekati Lee. Setelah dekat, pria itu langsung memukul perut Lee.

"LEE!" Teriak Sakura. Darah mengalir keluar dari mulut Lee. Pria itu melanjutkan aksinya. Dia menendang perut Lee.

BUAKH!

"Ukh!" erang Lee

"SUDAH HENTIKAN!" teriak Sakura dengan suara serak. Suaranya sepertinya sudah habis karena terlalu banyak teriak.

Kakashi dan Sasuke yang baru tiba disitu dan melihat saat Lee di pukul. Mereka menatap Lee dari kejauhan. "Kita harus selamatkan mereka!" ujar Sasuke sambil melangkah maju ke depan. Kakashi dengan cepat mencegahnya.

"Jangan bertindak sembrono, Sasuke!" ujar Kakashi sambil menarik tangan Sasuke.

"Lee bisa mati jika terus di pukul seperti itu, Kakashi-sensei!" ujar Sasuke tak sabaran. Kakashi menghela nafas.

"Kita tunggu sebentar lagi!" kata Kakashi

"Gadis ini berisik sekali!" ketus pria yang sedang memukul Lee. Pria itu pun mendekati Sakura dan langsung menarik rambut Sakura.

"Cih, dia menyakiti gadisku!" Ujar Sasuke mulai emosi. Sasuke sudah hendak berjalan menuju Sakura dan Lee, tapi lagi-lagi Kakashi mencegahnya. Lee yang melihat itu langsung berteriak.

"LEPASKAN TANGANMU ITU DARINYA!" teriak Lee. Pria itu melirik Lee sekilas dan langsung melepaskan tangannya dari rambut Sakura.

"Hiks…Lee, kumohon jangan seperti ini! Mana…hiks…mana Lee yang selalu pantang menyerah?" tanya Sakura sambil terisak.

"Ukh, kau jangan menangis, Sakura-chan. Wajahmu terlihat jelek jika seperti itu!" canda Lee lemas. Sakura masih tetap menangis. Pria yang memegang Lee tadi dengan cepat mengeluarkan pisau lipatnya dan ..

CRASH!

Sakura membelalakkan matanya semntara Sasuke tak bisa menahan emosinya lagi. Emosinya saat ini tak bisa dibendung lagi. Ia langsung menghempaskan tangan Kakashi yng sedang menggenggamnya dan langsung menghampiri Lee dan Sakura.

"LEE!" teriak Sakura. Air matanya terus saja mengalir saat melihat Lee tertusuk pisau dari belakangnya. "LEE, KUMOHON JANGAN TINGGALKAN KAMI!" teriak Sakura frustasi.

TBC

Gimana? Jelekkah?

OOC yaa?

Maaf kalau reader sekalian tidak suka chap ini.

Maaf juga kalau alurnya cepet.

Aku mengucapkan banyak terima kasih pada semua yang sudah me-review fic ini.

Dan kuharap, kalian me-review chap ini agar di chap depan takkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan XP *plak*

Mind to Review?

Arigatou Gozaimasu^^