Tittle: Fiance?

Author: Yeojakoriya23

Disclaimer: cast bukan punya saya,cast punya Tuhan YME dan emak bapaknya:'v

Cast: EXO Member

Genre: Romance,Humor(?)

Rating : T

Warning: YAOI,TYPO,BAHASA GAK BAKU,GAJE,DLL.

DLDR!

Happy Reading!


Setelah seharian bekerja,Luhan pulang ke apartementnya dengan wajah yang lesu dan kusut.

"Hah,badanku remuk rasanya" ucap Luhan lalu menguap lebar.

Luhan mengambil ponselnya.

"1 pesan?" Gumamnya lalu membuka pesan itu.

'Fr: Mama

Jangan lupa. Besok hari pertemuan mu dgn tunanganmu'

Luhan membanting ponselnya di sofa.

"Selalu seperti ini! Mamaaaaaa" teriak Luhan frustasi. Luhan akhirnya memutuskan untuk tidur.

.

.

.

Sehun membuka bungkus ramen dan menceburkan mi itu di dalam air yang mendidih. Suasana di dapur itu sangat sunyi.

Sehun mengaduk perlahan mi itu. Setelah beberapa menit,Sehun mematikan kompor itu. Sehun membawa ramen hasil buatannya ke meja makan. Sehun menyumpit ramen yang masih mengepulkan asap itu. Ia meniup perlahan ramen itu. Sehun memasukkan sesumpit ramen itu kedalam mulutnya. Mengunyahnya perlahan. Tatapan mata Sehun kosong.

DDRTT!

Sehun terkaget saat merasakan ponselnya bergetar. Ia mengelus perlahan dadanya dan membuka pesan di ponselnya.

'Fr : Eomma

Hunnie,besok pertemuan kita dgn keluarga tunanganmu. Siapkan dirimu ya'

Sehun langsung mematikan ponselnya dan melanjutkan acara makannya. Sehun melahap ramen itu dengan cepat. Setelah ramen itu habis, Sehun meneguk air mineral sampai habis dan meninggalkan meja makan itu. Sehun mendudukkan dirinya dikasur.

"Entahlah..aku pasrah saja" gumam Sehun sambil memejamkan kedua matanya.

"Luhan sudah tidur belum ya?" Tanya Sehun entah pada siapa. Sehun akhirnya menutup matanya perlahan dan terlelap.

.

.

"LUHAN HYUNG,BANGUN!" Kyungsoo mengguncang badan Luhan.

"Eunghh.." Luhan melenguh lalu mengucek matanya. Ia menguap lebar.

"Apa sih" ucap Luhan sambil menggaruk punggungnya. Kyungsoo memutar bola matanya malas.

"Eh- Kyungsoo? Sejak kapan kau disini?" Tanya Luhan yang sudah sepenuhnya sadar.

"Sejak negara api menyerang,hyung-" ucap Kyungsoo malas.

"HA?"

"Kau ceroboh sekali. Pintu apartement mu pun tidak dikunci" ucap Kyungsoo sambil menaruh kopernya didekat lemari.

"Benarkah?" Tanya Luhan bingung.

"Aish. Lebih baik kau mandi,hyung. Kau bau" ucap Kyungsoo sambil menutup hidungnya. Luhan mendengus lalu berjalan kearah kamar mandi. Kyungsoo lalu membenarkan kasur Luhan yang berantakan.

"Dasar.." Gumam Kyungsoo sambil melipat selimut putih Luhan. Setelah membenarkan kasur itu,Kyungsoo berjalan keluar kamar Luhan dan membuat sarapan.

Saat sampai didapur, mata Kyungsoo membulat. Ia memijat pelipisnya.

"Ini terlihat seperti kapal pecah" ucap Kyungsoo sambil berjalan kearah kulkas.

"Hanya ada minuman kaleng? Hei,apakah dia tidak makan setiap harinya?" Ucap Kyungsoo malas. Ia lalu menutup kulkas itu.

"aku periksa rice cooker nya dulu" gumam Kyungsoo.

"Untung masih ada nasi" Kyungsoo menghela nafas lega.

"Nasi goreng saja lah"

.

.

Luhan menggosok giginya dengan malas-malasan.

'Ini akan menjadi hari yang paling menyebalkan dalam hidupku' ucap Luhan dalam hati. Luhan berkumur-kumur lalu mengelap mulutnya. Ia kemudian keluar dari kamar mandi.

"Kyungsoo..kau masak apa?"Tanya Luhan sambil berjalan kearah dapur.

"Nasi goreng" jawab Kyungsoo singkat. Tangannya sibuk membolak-balik telur yang ia goreng. Luhan melirik ke arah nasi goreng yang sudah selesai dimasak.

"Seperti nya enak" ucap Luhan lalu mengambil sesendok nasi goreng itu. Kyungsoo mengangkat telur goreng itu lalu menaruh di piring yang berisi nasi goreng punya Luhan.

"Makanlah. Jangan lupa jam 9 kau akan bertemu dengan tunanganmu" ucap Kyungsoo sambil mengelap tangannya.

"Terserah" jawab Luhan cuek sambil mengunyah nasi yang dimulutnya. Detik berikutnya, suasana menjadi hening. Hanya terdengar suara dentingan dari alat makan mereka.

"Aku selesai" ucap Luhan lalu berdiri dan pergi ke kamar.

"Dia kenapa?" Gumam Kyungsoo bingung.

.

.

Luhan membanting tubuhnya kekasur. Ia memeluk erat gulingnya.

"Terserah tunanganku siapa. Aku ikhlas.." Ucap Luhan sambil berguling-guling dikasurnya.

Luhan melihat kearah luar jendela kamarnya.

"Sehun tidak ada?" gumam Luhan sedih. Luhan memeluk gulingnya kembali. Dengan ragu,ia mengetikkan pesan untuk Sehun

'To: Sehun

Kau ada diapartement mu?'

Luhan menekan tombol SEND.

"Semoga dijawab" gumam Luhan berharap. Luhan melihat kearah jam dinding.

"HAH? Pukul 8.30? Oh Tidak!" Pekik Luhan lalu berdiri dari kasurnya. Ia mondar-mondir didepan kasur.

CKLEK..

"Hyung,ini tuxedo dari mama mu" ucap Kyungsoo sambil menyerahkan tuxedo putih kepada Luhan. Luhan mengambil tuxedo itu dengan ragu.

"Kau suka,hyung?" Tanya Kyungsoo dengan riang. Luhan terlihat bingung.

"S-suka kok" ucap Luhan lalu tersenyum terpaksa.

"Aku tak menyangka kau akan bertunangan,hyung!" Ucap Kyungsoo sambil memeluk Luhan.

"Hehe..iya" balas Luhan canggung.

"Chukkae,hyung" ucap Kyungsoo sambil menepuk punggung Luhan pelan.

"Terimakasih,Kyung. Kau adalah saudara terbaikku!" Ucap Luhan tulus.

"Tak masalah,hyung" ucap Kyungsoo lalu tersenyum manis. Luhan mengambil tuxedo itu dan memakainya di kamar mandi.

Beberapa menit kemudian,Luhan keluar dari kamar mandi.

"Wah..tuxedo nya pas sekali,hyung" ucap Kyungsoo. Luhan menyengir.

"Syukurlah" Luhan mengambil sisir dan menyisir rambutnya. Ia lalu menyemprotkan parfum ketubuhnya.

"Aku siap" ucap Luhan. Kyungsoo tersenyum.

"Ayo" Kyungsoo kemudian menarik tangan Luhan.

.

.

Sehun menatap eomma nya dengan tatapan tidak suka.

"Eomma..please,aku tidak mau bertunangan" ucap Sehun memelas.

"No no no. Sudah,pakai tuxedo ini. Kau akan terlihat tampan pastinya" ucap yeoja paruh baya itu. Sehun mendengus kesal lalu mengambil tuxedo hitam itu dengan kasar.

Tak lama kemudian, Sehun keluar dari kamarnya. Wajahnya menandakan kalau dia benar-benar tidak suka.

"Senyum dong,Hunnie" ucap eomma Sehun sambil menoel dagu Sehun. Sehun melipat kedua tangannya.

"Jangan cemberut. Nanti cepat keriput loh" goda eomma Sehun.

"Sudahlah eomma" ucap Sehun malas.

"Iya-iya. Ayo cepat" Eomma Sehun lalu menarik tangan Sehun keluar dari apartementnya.

Saat didepan apartementnya, Sehun melihat sebuah mobil melesat dengan cepat.

"Dari apartement Luhan? Itu siapa ya?" Gumam Sehun.

"Hei cepat! Ini sudah hampir terlambat" ucapan eomma Sehun membuyarkan lamunan Sehun.

"E-eh? Iya" ucap Sehun lalu masuk kedalam mobil.

.

.

Sehun keluar dari mobilnya. Ia mendapati seorang yeoja paruh baya yang masih terlihat cantik dan seorang pria paruh baya juga yang ia yakini kalau itu adalah orangtua tunangannya.

"Ini anakmu? Oh..dia tampan sekali" puji yeoja baruh baya itu. Eomma Sehun tersenyum.

"Iya. Ah,terimakasih" ucap eomma Sehun.

"Anakmu mana? Aku tidak sabar lagi ingin melihatnya" ucap eomma Sehun lagi.

"Ooh,dia sedang ditaman belakang" jawab yeoja paruh baya itu.

"Baiklah ahjumma. Aku akan segera menyusulnya" ucap Sehun.

"Iya. Dia memakai tuxedo warna putih ya" Sehun mengangguk lalu berlari kearah taman.

Setelah sampai ditaman,Sehun mencari sesosok yang memakai tuxedo putih itu.

"Dimana dia" gumam Sehun. Sehun melihat kearah kanan dan kiri. Matanya tak sengaja melihat seorang namja yang sedang berdiri didepan kolam ditaman itu. Sehun lalu berjalan kearah namja itu dengan ragu. Setelah berdiri tepat dibelakang namja itu,Sehun memberanikan diri untuk menepuk bahunya.

"Permisi?" Ucap Sehun. Namja itu akhirnya membalikkan badannya.

"L-luhan?" Sehun membelalakkan matanya.

"Sehun? Kau kenapa disini? Tanya Luhan canggung.

"Emm...aku sedang mencari calon tunanganku. Dia memakai tuxedo warna putih"

"Eh?" Sehun melihat Luhan dari atas sampai bawah.

"K-kau..."

.

.

TBC


Maaf baru bisa update:D soalnya

w sibuk sekolah:'). Jangan lupa review ya^^

Thx!