My Reflection is You
Chapter 7
Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis fantasy yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.
Rate: M
Genre: Romance & Fantasy
Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.
Pairings: Yunjae, Changkyu,Sibum, Yoosu and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.
DON'T LIKE DON'T READ
Yunho membawa Jaejoong menyusuri tempat yang disebutnya Eden itu. Menemui setiap kejaiban yang disuguhkan tempat itu. Seperti beberapa saat yang lalu saat sepasang burung merpati berwarna biru muda memasangkan sebuah mahkota dari anyaman berbagai bunga padanya. Kelopak bunga cerry yang terus menghujani tempat itu seolah tak akan pernah habis teranggas. Dan dari semua keajaiban itu ada sesuatu yang membuat matanya tak berkedip. Dinding tebing yang berada diseberang air terjun terbuat dari batu sebening air. Dan didalam dinding tebing itu terlukis sebuah sosok yang nyata. Seperti benar-benar ada orang yang berada di dalam dinding tebing. Yang membuat Jaejoong sangat heran adalah wajahnya sangat mirip dengan Yeoja berambut hitam dan panjang itu yang mengenakan gaun serba putih dan terdapat sebuah mahkota kristal diatas kepalanya.
"Yunie, dia sangat mirip denganku"
"Ne, saat pertama kali bertemu denganmu ku kira kau adalah dirinya. Tapi aku tahu kalian berbeda. Karena ketika memandang wajahnya aku tak merasakan apa yang aku rasakan padamu. Perasaan yang menunjukkan bahwa kau adalah bagian dari jiwaku. Satu-satunya mate milikku. Bidadari ku"
"Lalu siapa dia Yun?"
"Teoriku. Keluarga Jung pertama kali menginjakan kaki di dunia ini adalah di tanah yang kini dibangun sebagai kediaman Jung. Kami keluarga Jung pasti tak akan pergi jauh dari tempat yang kami yakini sebagai penghubung dengan dunia kami, bangsa Ethania. Tempat ini, Eden adalah perbatasan antara dunia kita dengan dunia tempat dulu bangsa Ethania pernah membangun peradaban. Dan wanita ini adalah Ratu Ethania yang mengorbankan dirinya demi menyegel portal penghubung dua dunia."
"Kami sangat serupa Yun" bisik Jaejoong kagum.
"Tidak, bagiku kau lebih mempesona" pernyataan jujur yang tentu saja membuat pipi Jaejoong merona.
"Boo, aku menyukai saat kau merona untukku"
"Yunie..."
Yunho tersenyum sebelum memeluk pinggang ramping istrinya itu dan mengajaknya meninggalkan tempat itu. Tanpa keduanya sadari sosok yang berada di dalam dinding memandang pasangan itu dan tersenyum hangat.
.
Jaejoong baru saja memasuki kamarnya bersama Yunho setelah selama tiga jam bersama Heechul. Sang Umma mertuanya itu menjelaskan dan menunjukkan secara detail seluruh bagian kediaman Jung. Memperkenalkannya kepada pegawai yang bekerja di kediaman Jung. Heechul juga memberinya agenda yang beisi daftar kegiatan keluarga Jung yang secara rutin dikerjakan bersama dan beberapa hal yang perlu dipelajarinya sebagai Nyonya besar Jung.
Setelah membersihkan diri dan menganti pakaiannya dengan baju tidur, Jaejoong menyusul Yunho yang sedang bersandar di ranjang mereka.
"Apa kau menyukai isi almari bajumu Boo?"
"Yun, hampir setengahnya bukan milikku"
"Ani, mereka milikmu. Umma yang memilihkannya untukmu. Umma juga sempat menyiapkan selusin lingrei untukmu. Tapi aku berhasil mencegahnya dengan mengatakan bahwa dirimu sudah sangat sexy tanpa lingrei sekalipun"
Membayangkan dirinya memakai lingrei dan menggoda suaminya ... Ya Tuhan pasti itu sangat memalukan.
"Apakah istriku sedang membayangkan sesuatu yang nakal karena wajahnya kini begitu merah"
"A..ani"
"Jinja?"
"N..ne"
Tak ingin menggoda istrinya lebih lama lagi, Yunho memandang wajah istrinya sejenak sebelum memperlihatkan sebuah kalung dengan liontin tabung kecil berwarna merah.
"Ada sebagian darahku ada didalam tabung di liontin ini. Darahku, mereka dapat berkomunikasi. Ku mohon pakailah kalung ini agar aku dapat mengawasimu dan akan segera tahu bila terjadi sesuatu padamu."
"Ne, tentu aku akan memakainya. Ini pemberian darimu yang akan sangat berharga bagiku"
Jaejoong mengagumi kalung itu dan segera memakainya dengan bantuan Yunho. Sebuah kecupan di tengkuk Jaejoong setelah selesai memakaikan kalung, membuat suasana kamar itu mendadak panas. Keduanya saling memandang penuh arti. Yang terjadi selanjutnya adalah cumbuan panas dan gerakan liar yang membuat ranjang yang semula rapi itu menjadi kusut tak berbentuk.
.
Kelima tetua Kwon sedang berkumpul di ruang utama untuk para tetua. Kegelisahan Jiyong akan temuannya mengenai Yunho membuatnya mengumpulkan semua tetua dan menceritakannya.
"Ini sangat tidak baik. Dalam buku harian leluhur kita. Para Jung terdahulu mengatakan bahwa Sang Raja memiliki kekuatan yang sangat besar dan mengerikan. Bagaimana mungkin kita membiarkan sosok seperti itu hidup diantara kita. Ingat dia memerlukan darah untuk hidup, itu dapat membahayakan nyawa manusia" kata Daesung langsung mengutarakan kekhawatirannya begitu Jiyong selesai bercerita.
"Belum ada laporan tentang korban jiwa. Sangat tidak adil bila kita menuduhnya sembarangan. Yunho bukan vampire penghisab darah yang tidak memiliki hati dan pikiran jernih. Lagipula Sang Raja diceritakan sangat baik hati dan tak mungkin menyakiti walau itu semut sekalipun. Sejarah Ethania telah membuktikanya. Sang raja lebih memilih mengorbankan jiwanya daripada memilih keabadian" Sahut Taeyang.
"Belum tentu Yunho adalah reinkarnasi Sang Raja. Dibuku harian leluhur kita, seseorang memang pernah meramalkan bahwa Sang Raja akan kembali setelah 100 tahun. Kelahiran Yunho belum ada 100 tahun sejak kedatangan para Jung. Tidak ada keluarga keluarga Jung yang lahir tepat 100 tahun sejak kedatangan para Jung. Jadi Hyung, Yunho bukanlah sang Raja" Seungri, tetua termuda keluarga Kwon mengutarakan pendapatnya.
"Seungri benar, sebaiknya kita tidak terlalu mempermasalahkan hal seperti ini. Kita tunggu saja apakah Yunho dapat melewati usia 30 tahun. Dan saat itulah kita bisa memastikan apakah dia Sang Raja atau bukan" Seung Hyun mencoba mencairkan suasana.
Kelimanya terdiam dengan pikiran masing-masing. Tak lama kemudian Taeyang, Daesung dan Seungri pamit meninggalkan Seung Hyun dan Jiyong ditempat itu.
"Apakah salah bila aku berharap Yunho adalah sang raja Hyung? Dengan begitu kita bisa terbebas dengan sumpah kita sebagai seorang Kwon untuk menjaga mereka seumur hidup. Kita bisa menghabiskan waktu bersama di tempat dimana orang tidak mengenal kita" bisik Jiyong
"Kita sudah tidak muda lagi, hal seperti itu sebaiknya kau buang jauh-jauh. Hanya akan menyakiti perasaanmu. Kita berdua sudah sepakat untuk mengubur kisah kita sejak kita menjadi tetua Kwon"
Setelah mengatakan itu Seung Young menyusul pergi meninggalkan Jiyong yang masih terduduk tak berniat untuk beranjak. Jiyong menutup matanya menahan sakit dihatinya bila mengingat apa yang terjadi pada keduanya. Jiyong memang sempat menjalin hubungan asmara dengan sepupunya itu. Namun hal itu ditentang oleh keluarga Kwon memaksa mereka mengubur jalinan yang sudah salah sejak awal. Setelah menjadi tetua Kwon keduanya tidak menjalin hubungan dengan orang lain dan membuat keduanya tidak memiliki keturunan untuk melanjutkan posisi tetua Kwon bila keduanya wafat.
.
.
Tak terasa sudah dua bulan sejak Jaejoong masuk ke dalam kehidupan keluarga Jung. Sabagai menantu keluarga Jung, Jaejoong menjadi pusat perhatian dan simpati. Pusat perhatian karena suaminya adalah orang yang disegani yang setiap tindakannya selalu menjadi sorotan publik. Apalagi semenjak Yunho memegang semua kendali, Jung Corp yang menjadi kerajaan bisnis paling berpengaruh. Kepala keluarga Jung itu juga memilki yayasan sosial yang sangat besar dan memiliki ratusan anak asuh. Menjadi pusat simpati karena seperti menantu Jung lainnya, sosoknya yang sempurna itu tak akan pernah sama bila suaminya wafat kelak. Seperti istri kepala keluarga sebelumnya , Jaejoong pun menjadi kiblat fashion. Apa yang dikenakannya saat mendampingi Yunho dalam segala acara atau saat dirinya bepergian menjadi trend yang selalu dibicarakan.
Jaejoong yang mudah beradaptasi dengan status barunya membuatnya dapat membagi waktunya dengan sempurna. Jaejoong yang masih terdaftar di kelas terakhir Shinki High school tetap menjalani harinya sebagai murid dengan baik.
Saat ini Jaejoong , Junsu dan teman sekelasnya sedang mengikuti pelajaran olah raga bersama Jinki Sosengnim.
" Joongie, ceritakan tentang keluarga Jung lebih banyak lagi"
Keduanya kini sedang duduk di pinggir lapangan. Hari ini Jinki Sosengnim sedang mengambil nilai untuk lari jarak pendek dan keduanya sedang menunggu giliran.
"Waeyo?" Tanya Jaejoong sambil tersenyum penuh arti kepada sahabatnya itu.
"Yak Joongie tidak perlu mengejekku seperti itu."
Junsu dan Yoochun sudah resmi menjadi sepasang kekasih satu bulan yang lalu. Dan tentu saja Junsu sangat malu saat jujur kepada Jaejoong mengenai perasaannya karena dulu dirinya pernah mengingatkan sahabatnya itu untuk tidak berhubungan dengan seorang Jung.
"Aku tidak mengejekmu Suie, aku sangat bahagia karena sahabatku ini akhirnya dapat menemukan orang yang benar-benar dicintainya. Mengenai keluarga Jung, setiap Jung mempunyai cerita yang berbeda Suie. Bila kau menanyakannya kepada Chunie Hyung pasti dia akan senang hati bercerita. Seperti Yunnie, dia akan menceritakan apapun tentang dirinya termasuk hal sangat pribadi. Dan sebagai pasanganya kita harus menjaga rahasianya dengan baik"
"Ne, Chunie sudah banyak bercerita tapi itu seakan tidak cukup. Aku ingin lebih. Apapun mengenai dirinya aku ingin tahu. Setiap hari setiap waktu ingin melihatnya atau mendengar suaranya. Lalu akhirnya aku mengerti kenapa setiap menantu Jung menjadi seperti itu bila suami mereka meninggal. Dulu aku sempat mengolok mereka bahwa mereka terlalu lemah tapi kini aku benar-benar ingin menampar mulutku sendiri. Sumber kebahagianmu hilang dan kita menjalani separuh hidup kita tanpa dirinya. Bukankah itu mimpi buruk?"
"Suie, hal itu adalah konsekuensi dari kebahagiaan yang kita dapat. Aku sudah bersiap sebelum menikah dengan Yunie"
Obrolan mereka berhenti saat Jinki Sosengnim memanggil nama mereka berdua untuk berdiri di garis start. Keduanya bersama beberapa murid lainya bersiap dan mulai berlari saat Jinki Sosengnim meniup peluit. Mereka berlari sekuat yang mereka bisa agar memperoleh nilai terbaik. Ditengah perjalanan Jaejoong yang awalnya begitu semangat berlari, berhenti karena mendadak merasa pusing. Pandangannya berputar hebat. Jaejoong yang tidak dapat mengendalikan berat tubuhnya ambruk di tengah lintasan.
"Jaejoong ssi !"
Teriakan-teriakan yang memanggil namanya adalah hal yang dia dengar sebelum kegelapan menyelimuti matanya.
.
.
Yunho langsung meninggalkan semua aktifitasnya di Jung Corp begitu mengetahui bahwa terjadi sesuatu dengan istrinya. Setelah menyerahkan pekerjaannya kepada Yoochun, Yunho segera bergegas menuju Shinki High School untuk menjemput istrinya. Dua puluh menit kemudian Yunho sudah berada di ruang UKS tempat Jaejoong dibaringkan.
"Yunho ssi" Yoona dokter yang menjadi salah satu staf kesehatan UKS Shinki High School membungkuk hormat.
"Bagaimana keadaan istriku?"
"Tidak ada yang perlu dikhwatirkan Yunho ssi. Apa yang terjadi pada Jejoong ssi akan membawa kabar gembira untuk keluarga Jung. Jaejoong ssi positive hamil. Saya tidak tahu berapa usia kandungannya. Ada baiknya Yunho ssi membawanya ke dokter kandungan."
Yunho terdiam. Tidak ada ekspresi di wajahnya yang pucat itu. Hanya memandangi wajah istrinya yang kini tertidur damai.
"Aku akan membawa istriku" katanya kemudian sambil meraih tubuh istrinya dalam gendonganya ala bride style.
Yunho membawa tubuh istrinya keluar dari ruang UKS. Melewati beberapa kelas dan beberapa siswa yang memandang kagum pasangan Jung itu. Dimata mereka pasangan itu terlihat seperti seorang pangeran yang gagah yang sedang mengendong sang putri dalam kisah dongeng.
.
.
Setelah sampai di kediaman Jung dan membaringkannya di bed di kamar mereka, Yunho segera memanggil Doong Wook. Seorang Jung yang memilih menjadi dokter daripada membantu mengurus Jung Corp. Usia Doong Wook yang satu tahun lebih tua darinya harusnya menjadikannya kepala keluarga Jung saat Kangin wafat. Namun saat itu Doong Wook kehilangan mate nya dan menolak posisi kepala keluarga Jung. Tidak seperti kisah para Jung lainya yang wafat lebih dulu meninggalkan mate mereka. Mate Doong Wook meninggal dalam kecelakaan sehari sebelum mereka menikah.
Doong Wook memeriksa Jaejoong dan melakukan beberapa test sebelum tersenyum ke arah Yunho.
"Ne. Istrimu benar-benar hamil. Usianya sekitar 6 minggu. Selamat sebentar lagi kau akan menjadi seorang Appa"
"Hyung, kau tahu aku berbeda. Apakah Uri Aegya di perut istriku akan…"
"Tidak apa-apa. Seperti para menantu Jung yang mengalami kehamilan normal, hal serupa akan terjadi pada istrimu. Para Jung akan menyerap sari kehidupan tumbuhan begitu mereka terlahir dan selama di kandungan sang Umma mereka tidak jauh berbeda dengan bayi manusia di dunia ini. Bilapun Sang Aegya menuruni gen sepertimu, dia tidak akan membahayakan sang Umma. Kita tahu jalinan kasih antara Sang Umma dan Aegya sangat kuat. Pasti Sang Aegya akan berjuang untuk tidak menyakiti sang Umma. Hyung akan menyiapkan vitamin dan obat anti mual dan pusing untuknya. Kau harus menjaganya dengan baik Ne"
"Ne. Gumawo Hyung"
Doong Wook meninggal kamar itu untuk memberi waktu kepada pasangan yang sebentar lagi akan menimang buah cinta mereka. Sesampainya diluar kamar, Doong Wook meremat dadanya karena hatinya yang merasa sangat sakit karena teringat tentang apa yang terjadi pada mate nya. Air mata mengalir di pipi pemilik rahang tegas itu. Di dalam keluarga Jung ada aturan keras melarang pasangan mate yang belum menikah untuk melakukan hubungan intim. Dirinya yang egois telah melanggarnya. Sehari sebelum pernikahan mate nya meninggal dan dia baru mengetahui bahwa matenya itu telah mengandung Sang Aegya.
.
.
"Minie Hyung!" Kyuhyun berteriak memanggil nama namjancingunya di depan pintu ruang kerja Changmin yang terbuat dari kaca itu. Para staff Jung Corp sudah terbiasa mendapati anak berseragam Junior School berkeliaran Gedung Jung Corp terutama ruang kerja Changmin. Changkyu sudah terkenal seantero Jung Corp sebagai The Most Unyu-Unyu Couple.
Setiap hari Kyuhyun akan membawakan bekal makanan untuk Changmin. Rekan kerja Changmin memandang hal itu adalah sangat romantic tanpa mereka ketahui bahwa keduanya sebenarnya hanya melakukan transaksi saling menguntungkan. Setiap pagi Kibum akan membawakan bekal untuk putra bungsunya dengan extra sayur dan akan benar-benar menyita psp Kyuhyun bila tidak menghabiskan bekalnya. Kyuhyun yang banyak akal itu memberikan bekalnya itu kepada sang namjacingu. Changmin tentu saja sangat suka rela menerimanya apalagi sayur bikinan calon mertuanya itu begitu enak.
Seperti biasanya Kyuhyun akan menghampiri meja Changmin dan meletakkan box makanan diatasnya. Dan tentu saja langsung disambar oleh namja jangkung itu.
"Wuah tahu saja kalo Hyung sedang sangat lapar jadi kau membawa dua box makanan"
"Ne, Umma entah tahu dari mana kalo aku menyerahkan bekal makan siangku padamu Hyung. Jadi Umma membawakan dua bekal. Tapi untung saja Umma belum tahu kalo perut Hyung itu mirip karet jadi dapat menampungnya."
Changmin tidak akan tersinggung dengan julukan perutnya itu. Changmin sudah terbiasa. Changmin malah bersyukur. Bagaimana dia akan menampung para makanan berharganya bila perutnya sama dengan perut normal lainnya. Changmin segera membuka box makanan itu dan memakannnya dengan lahab.
"Ya Tuhan ini enak sekali"
Sambil menunggu box makanannya kosong, Kyuhyun duduk di kursi depan meja kerja Changmin dan memainkan psp kesayangannya dengan mulut mengemut permen lollipop yang dibawanya.
.
.
Wajah sempurna suaminya yang tidur disampingnya adalah hal yang dijumpai Jaejoong saat terbangun.
"Yunie…"
"Ne."
"Aku bermimpi indah sekali. Aku bertemu dengan anak kecil yang begitu mirip denganmu. Dia mengajakku bermain di Eden. Kaki mungilnya berlarian diantara rumput hijau diantara bunga liar. Dia tertawa begitu riang khas anak kecil. Yunnie aku ingin bermimpi seperti itu setiap hari"
"Untuk apa kau bermimpi bila sebentar lagi kita akan memiliki Jung mini diantara kita"
"Yunie maksudmu?"
"Boo, Kau hamil 6 minggu"
Mata Doe itu memandang wajah suaminya. Melihat apakah ada gurauan disana. Dan tangis kebahagiaan pecah saat tahu bahwa suaminya tidak pernah berbohong padanya. Yunho meraih wajah istrinya, menangkupnya dengan tangan lebarnya.
"Mianhae, karena dirimu pasti akan memiliki putra seorang Jung yang akan bernasib tak jauh dari pendahulunya."
" Itu tidak benar. Aku malah ingin berterima kasih. Gumawo Yunie, aku sangat bahagia dapat mengandung putramu."
"Aku mungkin tak akan menemanimu membesarkan putra kita hingga dewasa. Tapi aku berjanji akan menjagamu di masa kehamilanmu dan satu setengah tahun pertama putra kita."
"Ne, itu sangat cukup bagiku Yunie"
"Gumawo Boo, telah terlahir untukku dan membuatku tak menyesal menjadi seorang Jung"
Yunho mengecup sayang kening istrinya sebelum memeluk tubuh istrinya yang selalu pas dalam dekapannya.
TBC
Anyeong, Update lagi dengan chap 7. Terima kasih banyak untuk para readers, yang kasih review, yang fav dan follow cerita ini. Semoga Update an ini tidak mengecewakan.
Author sudah tidak sabar ingin menulis tentang babynya Yunjae nanti jadi mulai chap ini Jae Umma resmi hamil .
Tetep ditunggu Review nya
Gamsahamida
Yeye Kyunie^^
