.
.
NamjoonHoseokAU!CollegeYouth's rated | mini series | slight!Minyoon | I don't take any profit with this chara
.
Do not plagiarize.
.
(hope you can) Enjoy!
.
.
.
.
Hari itu Hoseok sedang tak ada jam kuliah dan ia hanya bermalas-malasan diapartemennya. Bebas dari tugas yang selalu mengganggunya karena minggu-minggu ini juga sedang liburan semester musim panas.
Omong-omong liburan, Hoseok ingin sekali pulang ke Gwangju. Tetapi ibunya bilang bahwa ayah dan ibu akan pergi berlibur ke rumah nenek di Jepang dan kakaknya akan menginap di Seoul nanti. Jadi Hoseok tak perlu repot-repot pergi ke Gwangju.
Sore ini Hoseok telah menyelesaikan daftar keperluan yang perlu dibelanjakannya untuk kebutuhan bulanan. Hoseok menulisnya secara rapih dan teratur dan terperinci apa saja yang telah benar-benar habis dan apa yang perlu dibelinya. Hoseok selalu seperti itu, ibunya juga selalu bilang untuk jangan menghamburkan uang dan hidup dengan hemat.
Hoseok sudah rapi dan ia siap untuk berangkat ke supermarket saat ini juga kalau saja-
DING DONG.
Hoseok mengangkat satu alisnya menatap pintu apartemennya. Sambil berjalan Hoseok berpikir siapa yang bertamu padanya jam segini. Seingatnya ia hanya ada janji pada Jimin. Tetapi seratus persen Hoseok yakin yang bertamu saat ini bukanlah Jimin. Karena bocah itu tidak akan pernah memencet bel dan selalu masuk begitu saja. Apabila Hoseok mengunci pintu pun bocah itu hanya akan mengetuk pintu dengan brutal sampai Hoseok membukakannya.
Nah, siapa gerangan yang bertamu saat ini? Hoseok sudah menarik napas lebih dulu kalau-kalau dibalik pintunya itu adalah tetangga pirangnya.
Cklek.
Hoseok termangu melihat siapa yang datang.
Sang mantan...
"Hai, Hoshiki." Sebuah senyum terkembang sangat menawan pada seorang lelaki tinggi berbahu tegap. Hoseok sampai dibuat merona tipis dan terkejut melihatnya. Tak menyangka bahwa orang tersebut bertamu padanya.
"Seokjin-sunbae...."
Seokjin menepuk gemas kepala Hoseok. "Apa aku mengganggumu?"
Hoseok menggeleng cepat. Membuat kontak lengan Seokjin menjauh dari rambutnya dan Hoseok segera tertawa canggung.
"Tidak kok."
"Jadi...aku tidak disuruh masuk nih?"
Hoseok buru-buru menyingkir dan melebarkan pintunya. Mempersilakan masuk tamu dadakannya itu. "Ah, maaf sunbae. Silakan masuk."
Seokjin melepas sepatu dan melangkah masuk ke ruang tengah. Ia melihat sekeliling dan tersenyum kagum.
"Kau selalu sama. Memelihara rumahmu serapi mungkin." Seokjin memuji. Ia berjalan berkeliling dan berakhir di pintu balkon mini disana. Membukanya dan membiarkan udara masuk ke dalam.
Hoseok jadi termangu. Seokjin juga tidak pernah berubah. Terakhir kali Hoseok melihatnya dan membuka pintu balkon lalu berdiri disana adalah ketika pemuda itu masih menjadi kekasihnya.
Tetapi kini... Seokjin hanya terlihat seperti bayangan masa lalunya. Rasanya begitu asing karena ia kini sudah menjadi kekasih orang lain. Bukan Hoseok lagi.
"Umm, mau minum apa, Sunbae?" Hoseok memecah keheningan yang ada.
"Ah, aku hanya sebentar saja." Seokjin menoleh dan tersenyum kembali. Ia sedang bersandar pada pagar pembatas balkon. "Sebenarnya aku ada janji dengan Namjoon. Tetapi mengingat ia tetangga sebelahmu jadi aku berpikir untuk bermain disini dulu."
Hoseok tersenyum kecil. Ternyata Seokjin ingin bertemu si Pirang. Lagipula, memangnya kini punya alasan apa lagi dia untuk bertamu ke apartemen Hoseok?
Kalau tidak mengenalkan kekasihnya mungkin memberikan undangan pernikahan pada Hoseok?
Hahaha.
.
"Aku buatkan teh ya, Sunbae." Hoseok segera melangkah ke dapur. Ia memang selalu memberikan seduhan teh yang selalu tersedia di dapur mungilnya pada setiap tamu yang datang. Seokjin juga tahu kelakuan Hoseok yang selalu memberikannya teh meski ia bilang tak ingin minum apapun.
Tak lama berseling Hoseok kembali bersama dua cangkir teh yang dibawanya. Ia menghela napas malas begitu melihat Seokjin masih betah bersandar di tepi balkon.
"Sunbae, minumanmu." Hoseok meletakkan kedua cangkirnya diatas meja kecil disana.
Dari luar balkon Seokjin berseru. "Bisa kau bawakan saja kemari?"
Hoseok segera mendelik. Apa-apaan ini. Apa Sunbae tampannya itu berniat mengerjai Hoseok?
Memang hanya orang terdekat Hoseok saja yang tahu kalau pemuda itu punya fobia ketinggian. Maka sebab itu Hoseok selalu menutup rapat balkonnya dan hanya membukanya ketika akan dibersihkan. Itu pun Hoseok melakukannya dengan cara yang aneh menggunakan mesin vakum rumahannya. Dan orang yang hanya berani membuka pintu balkon untuk berdiam diri disana hanyalah Kim Seokjin seorang.
"Kau ambil saja sendiri." Hoseok memutar mata malas dan duduk di kursi kayu. Lama-lama sebal juga.
Seokjin tersenyum miring melihatnya. Merasa berhasil telah memancing amarah Hoseok.
"Ahahaha begitu ya. Kau masih tak mau menginjakkan kaki disini?" Ledek Seokjin.
"Terserah."
Hoseok mendengus malas. Seokjin benar-benar meledeknya sekarang. Tidakkah ia merasakan kalau tingkahnya itu membuat Hoseok jadi teringat masa-masa bersama mereka dahulu.
Ehem.
"Hoshiki~"
"Tidak."
"Aku haus? Bawakan minumannya untukku, ya?"
"Tidak mau."
Seokjin mulai gemas. Ia menghampiri Hoseok lalu menarik kedua tangannya untuk memaksa pemuda itu berdiri dan berjalan.
"Yak, sunbae! Mau kemana?!" Hoseok berusaha menarik dirinya. Tetapi Seokjin menariknya melangkah menuju balkon dengan agak memaksa.
Well, siapa bilang Kim Seokjin yang selalu tersenyum ramah dan menawan itu selalu bersikap baik? Nyatanya pemuda itu adalah orang yang memiliki kejahilan luar biasa jika kau sudah dekat dengannya. Seperti apa yang dilakukannya pada Hoseok saat ini. Menyebalkan sekali, bukan?
"Ayo lihat! Pemandangan disini terlalu indah untuk kau selalu tutup pintunya, Hoseok-ah~" Seokjin menggenggam erat lengan Hoseok agar pemuda itu tak memberontak dan mengikuti langkahnya. Sedangkan Hoseok hanya bisa menghela napas berat menghadapinya. Apanya yang indah kalau kau memiliki fobia ketinggian.
"Sunbae, serius aku tidak—"
"Jung Hoseok?"
Sebuah suara serak yang lembut terdengar dari arah kiri mereka dan membuat Hoseok yang dipanggil namanya itu menoleh kearah sumber suara. Begitu pula dengan Seokjin.
Astaga, apa Hoseok terlalu berisik sampai mengganggu tetangganya?
Tetapi demi apapun tetangganya itu Namjoon! Dan balkon sebelah kanannya pasti apartemen milik Namjoon. Hanya saja... kenapa yang berdiri disana itu adalah pemuda pucat bernama Min Yoongi?
Apa yang dilakukannya di apartemen Namjoon?
Hoseok baru saja akan membuka suara lagi namun tiba-tiba si pemilik tetangga sebelahnya itu muncul. Si pirang jelek, Namjoon. Ia kini menatap terkejut kearah Hoseok dan tentu saja Seokjin yang berada disana.
"Hoseok? Jin-hyung...?" Namjoon memicingkan mata menatap curiga. "Kalian berdua...?"
Hoseok mendadak panik. Gelagapan dan segera melepaskan genggaman Seokjin di lengannya. Entah bagaimana ada perasaan tidak ingin terlihat dekat dengan Seokjin.
"A—aku."
Lalu suara derap langkah terdengar bersamaan dengan suara pintu yang terbuka. Hoseok melirik ke dalam apartemennya dan melihat sahabatnya datang menghampiri dengan tergesa-gesa. Itu Park Jimin.
"Lho ada apa ini. Hoshiki ngapain sama Seokjin-sunbae disitu! Kau 'kan takut ketinggian!" Jimin datang dan melangkah kearah balkon untuk kemudian merangkul Hoseok dan selangkah menjauh dari Seokjin. Membuat gestur seolah sedang melindungi Hoseok dari orang jahat.
Hoseok yang mendadak jadi agak canggung itu segera melepas rangkulan Jimin yang melingkar di bahunya. Dengan pandangan curi-curi ia melirik Namjoon yang lagi-lagi melemparkan pandangan tak suka terhadapnya. Tidak hanya Namjoon, kini Hoseok serasa dihujani dua pasang mata menatapnya tajam sekaligus. Yoongi juga menatapnya sama.
Jimin mengerutkan dahi melihat tingkah sahabatnya itu dan juga suasana yang tercipta terasa canggung bersama Seokjin. "Kau ini kenapa sih, Hoshiki? Lalu Seokjin-sunbae ngapain disini? Tumben sekali..."
Tanpa sengaja Jimin menolehkan kepalanya dan mendadak ia tersenyum sumringah. Ia melihat pujaan hatinya disana. Abaikan Namjoon yang menghalangi pandangannya karena sebagian tubuhnya menghalangi pemandangan Jimin. Segera saja Jimin berseru heboh disana.
"Princess! Princess Yoongi! lihat aku, Princess!" Jimin berseru dan melambaikan kedua tangannya ke arah pemuda yang berdiri dibelakang Namjoon itu. Tentu saja itu Yoongi. Hanya pemuda seputih kapas itu yang akan dipanggil dengan sebutan 'Princess' oleh Jimin.
Tetapi yang dipanggil terlihat mendengus malas dan melangkah masuk ke dalam apartemen Namjoon.
Princess mau kemana?! Hei~" Jimin segera melangkah pergi dari balkon dan berniat penuh untuk bertamu di tempat Namjoon. Ia baru saja melihat pujaannya disana dan tentu saja Jimin akan selalu mengejarnya.
Ia bahkan meninggalkan sahabatnya bersama Seokjin dalam keadaan canggung disana. Bersama Namjoon yang masih setia menatap Hoseok dengan tatapan yang tak mampu Hoseok artikan disana.
"Jin-hyung? Kupikir kita ada janji diapartemenku?" Namjoon memecah kecanggungan yang ada dengan pertanyaannya. Tetapi pandangannya tetap ia tuju pada Hoseok yang kini menundukkan kepalanya dan mengetukkan sebelah kakinya di lantai. Bingung harus melakukan apa.
Seokjin menyadari hal kecanggungan yang terjadi antara teman barunya dan mantan kekasihnya itu. Hal itu membuat Seokjin tersenyum tipis.
"Yeah, aku akan ke tempatmu sekarang, Namjoon." Seokjin memasukkan kedua tangannya ke dalam saku untuk kemudian meninggalkan balkon Hoseok dan mengikuti langkah Jimin untuk bertamu ke tempat Namjoon yang hanya bersebelahan dari apartemen Hoseok.
Kini tinggal Hoseok yang masih berdiri canggung dengan Namjoon yang masih setia menatapnya. Hoseok yang merasa tak nyaman mulai melangkahkan kedua kakinya masuk kalau saja suara Namjoon tak mengiterupsinya.
"Hoseok-ah."
Hoseok hanya menoleh sebagai responnya. Tanpa berbicara apapun.
"Aku butuh bicara denganmu."
Setelahnya Namjoon segera masuk dan membiarkan Hoseok dengan tanda tanya di kepalanya. Yang tanpa sadar membuat pemuda oriental itu berdegup gugup dan bertanya-tanya dalam hati.
.
.
.
.
To be continued...
.
.
Nb : hello :3
Saya masih niat melanjutkan ini kok hahaha. Otp kesayangan juga yang jarang sekali ditemui.
Terima kasih untuk yang sudah bersedia meninggalkan jejak dan sudah rela membaca sampai sini. apalagi yang sempetin komentar ;3 hihi
See you~
