EnKeyDoubleyou
Cast: SuperJunior 13 + 2, and Other
Summary: Dia hanya bocah yang selalu di bully. Hanya ingin berubah menjadi lebih baik, hanya tak ingin menjadi pecundang. Park Jungsoo berubah menjadi seorang yang ingin menguasai dunia. "Impianku adalah meletakkan dunia di tangan ini dengan kalian sebagai pionnya"
Rated : T
Genre : Suspense, Friendship, Crime
Disclaimer: Semua milik Tuhan. Cerita ini milik ika zordick dan Dia *nunjuk Kim Kibum* is mine
Warning: Typos, akan ada adegan adrenalin (mungkin), apapun dalam cerita ini jangan di tiru! APAPUN! Yang menurut anda tidak baik.
%ika. Zordick%
Chap 7 : This is Kim Heechul
"Aku akan memporak porandakan tempat ini lihat saja!"
"Hei hei…" beberapa orang bertubuh kekar menarik Zhoumi dan mulai memukulinya.
"Apa ini tandanya rencana kita gagal? Benarkan kataku kalau lebih baik kita memakai Kangin" bisik Shindong meringis saat Zhoumi mulai di keroyok. "Tidak, Leeteuk bahkan masih duduk di tempatnya" ujar Heechul menunjuk sang ketua yang duduk di sebuah kursi—mengawasi mereka dengan senyum yang terlukis di wajah tampannya.
Tak tertarik sama sekali mencampuri prihal dikeroyoknya Zhoumi, ia malah meneguk minuman kalengnya. "Kurasa Zhoumi akan mati" bisik Shindong
"Oh tidak kumohon" Heechul mulai berkomat kamit ketika ia menemukan salah satu orang yang memukuli Zhoumi menggunakan botol kaca yang sudah di pecahkan terlebih dahulu. TEP… Shindong bahkan hendak maju menghentikan semuanya namun teriakan Zhoumi menghentikannya.
BUGH…
Shindong tak sadar memeluk tubuh Heechul, ia sungguh ketakutan jika salah satu 'patner' ganknya itu tak segera membalas. Zhoumi memukuli satu persatu manusia di hadapannya dengan bringas, tak jarang ia dengan sengaja menghancurkan barang barang di sekitarnya. Shindong menoleh—menemukan Leeteuk yang bertopang dagu di kursinya. Menyeringai dengan begitu kejinya. Ia ketakutan bahkan tubuhnya sudah gemetar sekarang. Bukan karena Zhoumi melainkan seolah ia melihat Zhoumi yang sungguh melakukan apapun segala keinginan Leeteuk dengan sempurna.
"AKU AKAN MENGHANCURKAN TEMPAT INI, LIHAT SAJA!" teriakan Zhoumi terdengar seperti auman yang menakutkan. Semua terengah, semua bahkan sudah tergeletak di lantai. Dia meraih kerah seorang lelaki tambun berkemeja biru yang diketahui Shindong sebagai pemilik tempat ini. "Aku akan membuat usahamu bangkrut, sir" ujarnya dengan tawa sumringah bak setan.
Sejak kapan Zhoumi yang sering tersenyum itu jadi bisa menjadi seperti ini? Shindong menoleh pada Heechul kemudian pada Leeteuk, ia sadar sekarang akan sesuatu. Ia tak mengenal apapun tentang para rekannya. Ia kemana saja selama ini tak mengetahui betapa hebatnya para manusia yang berada di sini. Zhoumi adalah actor yang hebat dan fighter machine yang handal dalam kategori tangan kosong selain Kangin yang bisu.
PLAAAKKK…
Sebuah tamparan telak mendarat di wajah Zhoumi, membuat tawanya berhenti. Lelaki itu tertunduk tak berani pada Leeteuk yang kini berhadapan langsung padanya. Apakah dramanya kembali berlanjut?
Leeteuk melangkah menghampiri Shindong dan Heechul. Ia mengulurkan tangannya di hadapan Heechul, membantu lelaki berwujud wanita itu berdiri dengan alasan sopan santun. "Maafkan anak buah saya yang tidak tahu sopan santun, tuan" Leeteuk tersenyum pada Shindong. Memberi isyarat agar Shindong mengeluarkan kata-katanya.
"Kau—"
"Saya Leeteuk, bagian keamanan lingkungan sini" Leeteuk menoleh pada pemilik tempat judi kecil itu. "Dia salah satu anak buah saya, dia tidak sengaja mengamuk. Jadi aku akan usahakan agar saudara ku ini tidak membuat anda rugi, tuan"
Shindong buru-buru mengeluarkan segeplok uang dari saku bajunya. "Ambil ini, Leeteuk—ssi. Pastikan aku dan wanitaku aman dari binatang itu!" teriak Shindong mulai sadar akan dialognya.
"Pasti tuan" Leeteuk melirik pada sang pemilik tempat judi kembali, "Bagaimana tuan, aku akan memastikan keamanan tempat ini"
"Aku sudah membayar dengan anggota mafia Group G" ucap sang pemilik tempat judi, seolah sudah biasa akan kunci permainan mafia yang berjalan di daerahnya. "Saya akan sangat terhormat mengamankan tempat anda dari mereka" seluruh mata di sana terbelalak kaget ketika Leeteuk mengucapkan maksudnya soal mafia yang terkenal keji di kawasan itu.
"Jadi bisakah kita membicarakan soal uang keamanan?" Leeteuk tersenyum puas ketika sang pemilik memberikannya tempat untuk duduk.
%ika. Zordick%
"Diamlah kau gadis es!" desis Eunhyuk sambil berdecih, kesal juga jika di hadapkan dengan gadis bertampang cantik namun bermulut pedas itu. Membuatnya naik darah dan jujur saja jika dia tak seorang wanita, mungkin saja Eunhyuk sudah mengambil salah satu senjata yang mereka jual dan meledakkan kepalanya.
Siwon menepuk pelan pakaiannya yang berdebu, menatap tajam pada Eunhyuk yang sepertinya sudah geram setengah mati menatap seseorang yang seharusnya berstatus sandera mereka. "Hae—ya" Eunhyuk memutuskan keluar dan menghampiri Donghae yang tengah berjaga di luar gudang berdebu yang sudah lama tak terpakai lagi.
Donghae hanya mengulum senyum, menyerahkan sebatang rokok pada Eunhyuk demi membuat temannya itu sedikit tenang. Yah—benda racun itu terkadang membantu mereka agar sedikit tenang dan ayolah—terlihat keren sekaligus sangar. Wajah mereka terkadang lebih cocok menjadi kumpulan bocah boyband dari pada bocah yang bercita cita menjadi yakuza.
Eunhyuk berdesis saat melihat Donghae mencabut potongan kaca yang melekat di tangannya. "Apa itu sakit?" tanyanya. Donghae menoleh pada Eunhyuk menunjukkan wajah meweknya dan itu cukup membuat Eunhyuk yakin itu pastilah sangat sakit.
Sementara itu, Siwon menatap gadis yang kini menatapnya nyalang. Namun ekspresi minim membuat Siwon memberikan senyum manisnya. Dia dengan lembut membuka ikatan tambang di tangan sang gadis, berjongkok dan mulai membuka ikatan di pergelangan kakinya juga. "Siapa namamu?" Siwon mencoba membuka pembicaraan dan tangannya masih sibuk membuka ikatan di kaki gadis cantik tersebut.
"Bae Suzy" ucap sang gadis membuang mukanya ketika Siwon menatapnya dengan senyuman meneduhkan. Siapa yang bisa menolak pesona tampan sang lelaki yang begitu terlihat dewasa tersebut.
Siwon terkesiap, dia tahu benar bahwa seharusnya marga gadis ini adalah 'Do'. "Ingin mencoba berbicara denganku?"
"Memang siapa kau? Kau hanya seseorang yang menculikku"
"Benar" Siwon terkekeh, "Tapi aku bukan orang yang hendak menyakitimu Miss. Suzy"
Suzy menunduk, merasakan ada yang aneh di jantungnya mendengar pernyataan simple tersebut. Rasanya menyenangkan ketika ada seseorang yang memperlakukan dengan begitu sopan. Siwon menarik sebuah bangku lagi, membuat dirinya duduk berhadapan dengan Suzy.
"Aku membenci adikku" akunya pada mulanya. Siwon mengulurkan tangannya, mengelus rambut panjang hitam dan sedikit merapikannya—bermaksud menyalurkan ketenangan dan berbuah manis dengan kepatuhan sang gadis yang begitu dingin yang sempat menolak pesona Eunhyuk dan Donghae sebelumnya.
"Semenjak kepulangannya dari Italy, dia mengambil perhatian papa dan mama dariku" Siwon mulai mengetahui jalan ceritanya sekarang. Hanya masalah kecil ternyata. "Aku membencinya"
"Benarkah, bagaimana kalau aku menawarkan sebuah penawaran?" Siwon sepertinya melakukan segalanya dengan baik. Dia masih mempertahakan senyuman menawannya.
Suzy mendongak, menunggu penawaran yang di maksud oleh Siwon untuknya. "Kami akan menghabisi adikmu dari dunia ini dan kau cukup suruh papamu untuk menandatangani kesepakatan dengan kami"
%ika. Zordick%
Derap langkah orang orang berpakaian hitam memenuhi lorong lorong sempit diantara rumah rumah orang di salah satu daerah perumahan di Seoul. Sungmin dan Ryeowook memacu langkah mereka, keringat mereka bercucuran meski udara bisa dirasakan begitu dingin menyengat tulang. Persetan dengan semuanya, Sungmin hanya tak ingin ia mati konyol di tangan orang orang Jepang bersama dengan seseorang yang baru saja berdamai dengannya.
Hingga—
BUGH…
Sungmin terjatuh, membawa Ryeowook terseret ke aspal bersamanya. Mereka persis seperti dua anak anjing kecil yang terkepung oleh anak-anak nakal yang dengan isengnya ingin menenggelamkan mereka ke selokan. Tubuh kecil Ryeowook tak gentar sama sekali ketika seseorang hendak mengayunkan pemukul ke arahnya. Ia dengan cekatan memeluk tubuh Sungmin yang entah kenapa terlihat begitu penakut sekarang.
"Mereka dari clan Suzaku, mereka akan sangat sulit di kalahkan" gumam Sungmin menjawab segala pertanyaan yang berputar sedari tadi di kepala si mungil.
Drrttt…
Drrrttt…
Sungmin terburu-buru mengangkat telponnya. "Kami akan di bunuh!" pekiknya dan KRAAKK… seseorang dengan eyeliner tebal serta bertubuh mungil itu mengibaskan ponsel Sungmin ke dinding gang, membuatnya hancur berkeping-keping.
"Baekhyun—kun, apa yang harus kami lakukan?" Sungmin cepat mengetahui keadaan bahwa seseorang mungil ini adalah ketuanya. Sedari tadi dialah yang memberi perintah. "Tangkap mereka hidup-hidup!"
BUGH…
Ryeowook membalik tubuhnya saat sebuah pemukul akan menghantam tubuh Sungmin—menggantikan sang pemikir mereka agar tak terluka. "Ryeowook—ah"
"Tetaplah di belakangku" ucap Ryeowook, dia tak ingin menjadi seseorang baik yang menyuruh Sungmin lari dan meninggalkannya sendirian. Ayolah—dia tak bodoh dengan memisahkan mereka dan membiarkan Sungmin berhadapan dengan si mungil yang sepertinya sangat kuat itu.
Ryeowook mengeluarkan pisau lipatnya dari saku mantelnya, memutarnya sambil berlari. Ekspresi mendadak berubah—kembali seperti yang di lihat Sungmin ketika melawan Alice beberapa saat yang lalu. Kembali dia berada di belakang Ryeowook menatap punggung sempit itu yang melindunginya. Kenapa Sungmin baru sadar?
CTAANGG…
Tongkat pemukul itu berhasil di tangkis Ryeowook dengan pisaunya. Dia membutuhkan yang lebih kuat jika hendak berhadapan dengan manusia-manusia ini. Sialan! Mereka bahkan menguasai bela diri seluruhnya. Ryeowook menginjak kaki seseorang yang melangkah ke arahnya, memutar tangan yang memegang senjata dan Hup! Ia menangkap salah satu tongkat baseball yang lumayan berguna untuk melawan.
"Kita mulai baibeh" Ryeowook tertawa meremehkan.
BUGHHH…
Ryeowook memukuli orang orang di hadapannya dengan tawa yang terdengar seperti nyanyian orang gila. Dia melempar pisau lipatnya pada Sungmin. Membiarkan lelaki itu untuk menjaga dirinya sendiri selagi ia sibuk memukuli satu persatu musuh di hadapannya.
Baekhyun tak tinggal diam melihat satu per satu anak buahnya tumbang. "Musasi—san, Tachibana—san" dua orang dengan salah satu berambut cepak dan satu lainnya berambut pirang seperti wanita mulai maju. Menghadang tubuh mungil Ryeowook dan menjauhkan tongkat pemukul di tangannya.
BUGHH…
BUGHHH…
Sungmin meringis saat melihat lutut orang berambut cepak menghantam ulu hati Ryeowook dua kali. Ryeowook bahkan terbatuk. BUGH… BUGH… kali ini pukulan ia dapatkan di pipinya dan beberapa bagian tubuh lainnya. Ryeowook memang mesin pembunuh, tapi tubuh mungil itu takkan bisa melakukan apapun jika berhadapan dengan ahli bela diri seperti kedua orang di hadapannya.
Pandangan Ryeowook mulai menggelap, dan ketika itulah ia merasakan rengkuhan tubuh Sungmin yang hangat menyelimuti tubuhnya. "Tidak apa-apa, Ryeowook—ah, semua akan baik-baik saja" racau Sungmin meski sekarang tubuhnya lah yang mendapat tendangan dari para yakuza Jepang di hadapannya.
%ika. Zordick%
DUARRRR…
"Yak, Kangin—ah, kau salah membidiknya, 0.5 derajat ke kiri, ya sedikit lagi begitu" Yesung berteriak kalap saat melihat hasil bidikan murid dadakannya dalam bazooka. Yesung berdecih kembali ketika ia mulai mengkeker senjatanya, menembaki satu persatu manusia yang terlihat dari jarak pandangnya.
DUARR… dia bisa menduga nanti Hangeng akan menceramahinya karena kesalahan beberapa waktu lagi, itu nyaris mengenai posisi Hangeng atau malah memang tepat mengenai ruangan yang sedang di tempati oleh sang pimpinan mereka kali ini.
Suzaku twins berlari menghindari beberapa manusia yang menembaki mereka. "Terus bergerak, Kyuhyun—kun" perintah sang kakak memperingatkan sang adik yang bisa saja tertembak nanti. "Keakuratan mereka tidak mencapai angka 98%" Kibum dengan baik memprediksi kemampuan musuh mereka.
Kyuhyun dengan cekatan membuka satu per satu ruangan di lantai teratas tersebut. Membelah pintunya jadi dua dan mencoba mencari di mana ruang kontrolnya, berbeda dengan Kibum yang memang memiliki focus yang jauh lebih baik dalam konsentrasi. Ia berada dalam misi melindungi Kyuhyun.
"Aku tidak menemukannya nii—san" pekik Kyuhyun tak terima dengan keadaan. "Bergeraklah lebih cepat" Kibum melompat ke sana kemari, mencoba melindungi dirinya sendiri. Jika ia tertembak sedikit saja habislah sudah.
Dan—
BRAAAKK…
"Aku menemukannya" pekik Kyuhyun ceria dengan seringaian tercetak jelas di bibirnya.
"Ka—kalian?" beberapa orang di sana sudah siap menodongkan senjata ke arah keduanya. Kibum membelah pistol tersebut dan dengan ayunan lain dia membelah segala bukti kejahatan mereka. Kamera pengawas yang jelas menunjukkan wajah mereka dan kotak hitam yang Kibum tahu berada di tempat itu.
CRAASSHH…
Kyuhyun dengan santai menusukkan pedangnya ke dada orang di hadapannya dan menarik pedangnya ke atas secara vertical. Memotong tubuh itu dengan begitu santainya. Kembali Kyuhyun memutar pedangnya, dan menggerakkannya horizontal kali ini, memotong satu per satu kepala manusia yang ketakutan.
"Bagaimana?" Kibum mengangkat ponselnya ketika nama Hangeng tertera di sana. "Misi selesai"
"Orang-orang Suzaku menyerang Sungmin dan Ryeowook, Leeteuk sepertinya sudah dilanda kepanikan soal itu" wajah Kibum mengeras, bibirnya menggeram marah, ia cepat menyimpan kembali pedangnya dalam sarungnya. "Lokasinya"
"Sepertinya di daerah perumahan X" Kibum segera menutup ponselnya dan melirik ke arah Kyuhyun yang tersenyum sumringah melihat hasil karyanya. "Banyak yang akan kau habisi setelah ini, ayo pergi!"
Diseberang sana Hangeng tersenyum meremehkan. Di letakkannya belati bergambar phoniex pada permukaannya di tempatnya berdiri. "Sedikit menyebar fitnah tentang Suzaku clan kurasa tidak apa" ujarnya. "Ayo kita pergi Henry! Setelah ini banyak yang akan kita bersihkan"
%ika. Zordick%
"Aku tidak mau tahu Suzaku! Bawa Ryeowook dan Sungmin ke hadapanku sekarang!" itulah perintah mutlak penuh penekanan dan panic yang diucapkan oleh Leeteuk beberapa waktu lalu. Kibum memasang wajah datarnya, sementara Kyuhyun mengeram kesal. Pekerjaan mereka bertambah lagi karena ayah kurang ajar 'dalam konteks mereka'
Mereka berdua terus berlari seolah kaki keduanya tak pernah lelah. Sesungguhnya jika diantara keduanya siapa yang paling kesal, jawabannya jelas Kibum. Sementara Kyuhyun hanya mengikuti langkah sang kakak yang membawanya. Kibum masih betah dengan wajah datarnya sampai dia menjerit seperti orang kesetanan "RAIIINNNN AKAN KU BUNUH DIA!"
"Nii—san" Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, ia jelas melihat kilatan kemarahan yang begitu kentara di bola mata hitam kelam yang sungguh jarang terjadi. Kibum tak pernah marah, Kibum hanya selalu kesepian dan Kibum hanya merindu. Ia tak pernah membenci dan yang jelas dia selalu bosan.
CKIITTT…
Sebuah mobil yang sudah tidak asing lagi berhenti di hadapan mereka. "Masuklah!" ujar Eunhyuk—yang ternyata mengendarainya.
Pintu di banting keras, Kyuhyun dan Kibum sudah berada di jok belakang. "Nii—san tenanglah!" Kyuhyun sedikit takut, ia bermaksud menyentuh Kibum tapi siapapun tahu Kibum membenci ada darah yang melekat pada tubuhnya. Benda anyir berbau amis itu tak cocok dengan hidung dan kulitnya.
Kibum melirik sejenak pada Kyuhyun, hampir seluruh wajah Kyuhyun bercipratan darah. Mengeluarkan secarik sapu tangan dari baju kimono khas jepangnya—memberikannya pada Kyuhyun. "Bersihkan tubuhmu" Kyuhyun bahkan tak pernah mendengar nada menusuk itu tertuju padanya.
"Hai.. Nii—san" Kibum menatap nyalang keluar jendela, tak membiarkan sang adik melihat ekpresinya. Dia menyadarinya, bahkan tangan Kyuhyun bergetar takut saat membersihkan wajahnya sendiri.
Ckiiittt…. Ckiiittt…
Decitan ban terdengar, tak jarang pula umpatan-umpatan para pengendara lain pada mobil hitam yang di kendarai Eunhyuk ikut meramaikan perjalanan mereka dengan kecepatan di batas normal. "Itu mereka" ucap Kyuhyun menunjuk beberapa orang berpakaian hitam yang asyik menendangi tubuh mungil kedua patner mereka.
"Tabrak mereka"
"Apa?" Eunhyuk tak percaya dengan apa yang di katakan Kibum. Bukankah dia bisa saja mengenai Ryeowook dan Sungmin?
"Tabrak saja!" perintah Kibum dengan suara beratnya yang kini meninggi.
Eunhyuk menelan ludahnya, ia tak urung untuk mengurangi kecepatannya. "Kyu—kun, turun!" Kyuhyun mengangguk mengerti, dia membuka pintu cepat. "Kau gila, kau bisa terluka Kyuhyun!" Tidak ada yang menggubris perkataan Eunhyuk, Kyuhyun melompat dan berguling di aspal.
"Ryeowook!" pekikan Kyuhyun terdengar kemudian. Ryeowook mendongak, ia langsung membekap balik tubuh Sungmin melompat tinggi dan Hup, dia berdiri di atas tembok di belakang mereka. Mobil Eunhyuk melaju cepat, "BERPENCAR!" pekik Baekhyun.
Mobil berhenti tepat di depan salah satu anak buah Suzaku clan, ketika pedang Kibum tepat mengancam leher Eunhyuk. "Apa yang kau lakukan?" Tanya Eunhyuk ragu menahan nafasnya. Bergerak sedikit saja habislah lehernya.
"Reflekmu cepat" ujar Kibum keluar dari mobil. Dia menatap remeh pada seorang pria yang sekarang tengah tepat berada di hadapannya. Dia duduk di kap mobil, meraih kerah sang pria dan mendekatkan wajah datarnya. "Kau kenal aku?"
Jelas sekali lelaki itu ketakutan, bibirnya bahkan menggelatuk. Celananya bahkan mulai basah, ngompol di tangan Kibum sepertinya bukan hal yang antik lagi. "Sebutkan namaku!" dingin berkesan memonopoli.
"SUZAKU KIBUM" Pekik sang pria yang membuat Kibum menyeringai. Dia menatap Baekhyun yang tak jauh berada di sana. Menatap tak percaya anak buahnya yang begitu bodoh ketakutan pada anak sang pemimpin besar mereka. "Ingin ku ajarkan tentang adat di Suzaku clan?"
Demi Tuhan, Baekhyun ingin menarik seluruh anak buahnya pergi sekarang juga. "Ini adalah akibat jika pimpinan kalian tidak becus"
Kyuhyun membuka sarung pedangnya, menjilat ujung bibirnya dengan sensual ketika dia begitu dekat dengan salah satu musuhnya. "Menjauh dari Kyuhyun!" perintah Baekhyun ketika sang bungsu Suzaku mulai memainkan pedangnya asal.
Tertawa—
Kibum hanya mendelik kesal pada mainan di hadapannya yang kini membelalakkan matanya. Bola matanya dengan liar berusaha menghindari kematian yang begitu cepat untuk teman temannya yang lain. Menyakitkan—jelas sekali sangat menyakitkan melihat rekan rekan kerja yang sudah di kenal cukup lama di bantai satu persatu dengan begitu cepat.
"Hei, akulah yang harus kau perhatikan, bukan adikku!" tegas, lelaki itu kembali menatap Kibum ketakutan. "Gomennasai, Kibum—sama" suaranya terdengar tercekat dan air mata mulai membasahi pipinya. Mengenaskan. Seorang lelaki yang terlihat kuat dengan tubuh besarnya harus begitu tak berdaya di hadapan seorang Suzaku.
"Kau punya anak dan istri?"
Lelaki itu kembali mengangguk. "Ayo kita bernegosiasi! Aku takkan membunuhmu dan keluargamu jika kau mengubur semua mayat temanmu itu"
Kyuhyun terekekeh ketika dia menghabisi yang terakhir, Ryeowook tersenyum sementara Sungmin sudah muntah di tempatnya terduduk. "Baekhyun—kun, kau tahu sendiri aku takkan bisa membunuhmu" Kibum tersenyum tipis—begitu tipis nyaris tak kelihatan. Baekhyun tertegun, demi apapun ia juga merasakan ketakutan itu. Di dominasi oleh sebuah aura dari si sulung Suzaku twins.
"Chanyeol—san akan begitu bersedih kalau kau terluka" Kyuhyun mulai meneduh, raut wajahnya melembut. Ia berdiri di hadapan Baekhyun, melepas kontak mata antara Kibum dan Baekhyun, mencoba melindungi. "Nii—san, lepaskan dia!"
"Junhyung senpai akan menganggapnya sebagai kelemahan kita" Kibum tak terima. Tatapan matanya menajam pada Kyuhyun, sedikit tak suka bahwa Kyuhyun mencelanya untuk kali pertama seumur hidup mereka. "Nii—san, Chanyeol—"
"Aku tahu" Kibum memotong sebelum Kyuhyun menentangnya lebih jauh. "Pergilah ke tempat yang jauh! Jangan kembali pada Suzaku clan!" itulah keputusan finalnya, dan Kyuhyun tersenyum untuk itu. Ia melirik pada Baekhyun dan mengguncang tubuh itu pelan. "Turuti kata nii—san, kami akan menemukan Chanyeol—kun secepat yang kami bisa"
Kibum melirik Kyuhyun dengan ekor matanya, ia memejamkan matanya sejenak—merasakan aliran angin dan bau anyir darah. "Lakukan tugasmu dengan cepat!" perintah Kibum kembali pada lelaki yang sedari tadi diajaknya bernegosiasi sepihak. Ia membuka pintu mobil, duduk di belakang Eunhyuk—di tempatnya tadi.
Kyuhyun memasuki mobil, sengaja duduk di samping Eunhyuk dan membiarkan Sungmin serta Ryeowook duduk di samping sang kakak. Sekali lagi Kyuhyun membuang nafas ketika mobil mulai melaju, ia menatap sendu pada Baekhyun yang menunduk perih. Ia melirik pada Kibum yang memilih menatap keluar jendela. Terbesit di benaknya, "Apakah jika aku menghilang seperti Chanyeol kun kau akan melakukan seperti yang Baekhyun kun lakukan? Menjadi budak ayah hanya untuk menemukanku kembali?" tak berani mengungkapkannya.
%ika. Zordick%
"BAKA!" pekikan Rain terdengar menggelegar. Ia menatap tajam anak buahnya yang baru saja melapor atas kegagalan Baekhyun membawa kedua putranya kembali di tambah menghilang salah satu bidak hebatnya itu. Ia menggeram, mematikan secara paksa cerutu yang sedari tadi di hisapnya di ruang kerjanya yang bernuansa eropa, dengan harmonisasi Jepang yang terasa masih kental.
Diam…
Semua bahkan menunduk diam—Takut.
"Temukan Baekhyun!" perintahnya. "Itu bukan masalah utamanya sekarang" sebuah suara menginterupsinya. Seseorang dengan pakaian yang casual dan kacamata hitam besar yang bertengger di hidungnya.
"Junhyung—san?" Rain mengeriyit, sedikit heran kenapa tangan kanannya yang jarang berada disampingnya datang berkunjung. "Rain—sama, kau dalam masalah besar sekarang" Junhyung meletakkan selembar korang di meja Rain, membuat lelaki berkimono itu membaca isi berita utama yang berada di sana.
Matanya terbelalak, dan ia langsung meminta penjelasan dari Junhyung akan prihal masalah yang berada di Koran tersebut. "Suzaku clan menghancurkan pabrik persenjataan nasional Korea Selatan dan menculik Do Suzy—putri konglomerat" Junhyung memperjelas. "Polisi akan membawamu sebentar lagi, bersiaplah!"
"Sialan"
%ika. Zordick%
Shindong menarik nafas lelah, memijit kepalanya yang terasa pusing akibat ulah Eunhyuk yang terus mengoceh tak jelas tentang dirinya yang hamper di penggal oleh si sulung Suzaku yang menjadi patner mereka. Kibum sendiri terlihat masa bodoh, ia lebih memilih menghabiskan omelet yang baru saja tersaji di hadapannya.
Mereka sekarang berada di markas besar mereka—Sekolah tercinta—lebih tepatnya di kantin sekolah. Heechul menopang dagunya, memperhatikan gerak gerik Kyuhyun terkesan gelisah. "Ada apa dengan kalian?" Sungmin sedikit mengeriyitkan alisnya, heran juga dengan si kembar yang biasanya mesra—dalam kategori terlihat seperti kekasih yang tak terpisahkan—menjadi seperti tak saling mengenal.
"Bertengkar, apa lagi?" Yesung menjawab acuh kemudian menyuapkan nasi ke mulutnya dengan gaya tenangnya yang terlihat elit. Siwon tak terlalu ambil pusing, ia memilih untuk menyuapi Henry yang selalu berserakan ketika makan. "Isshh… Ini kejadian langka yang cukup menganggu" pendapat Ryeowook yang langsung menatap tatapan tajam oleh yang lain.
Leeteuk tertawa cukup keras ketika melihat Ryeowook lebih ceria dari biasanya—meskipun sikap dasarnya adalah ceria—yang kini tengah di suapi oleh Sungmin. Sepertinya mereka mendapatkan pasangan baru selain si kembar Suzaku. "YA! Kalian menjijikkan!" pekik Donghae menghempas sendok di tangannya. Dia menunjuk Ryeowook dan Sungmin di hadapannya.
"Ikan ini terlalu menganggu" cibir keduanya serempak.
Zhoumi tertawa canggung, demi apa Leeteuk sepertinya seorang fudanshi akut karena begitu gembira melihat Sungmin dan Ryeowook yang begitu akrab. "Jadi bagaimana dengan Suzy?" percakapan menjadi serius ketika Shindong membuka pembicaraan.
"Dia cepat sekali setuju ketika aku akan membunuh adiknya, bukankah itu gila" Siwon melaporkan hasil negoisasinya. "Selain dingin dia juga berdarah dingin" Eunhyuk memasang wajah ngerinya ketika membicarakan tentang Bae Suzy.
"Yesung—ah, kurasa aku ada tugas sedikit untukmu" Yesung mengeriyit ketika namanya di panggil oleh sang pimpinan. Dia hanya melirik kea rah Leeteuk dan dia siap jika harus di suruh meledakkan kepala Do Kyungsoo dengan sniper yang baru saja di buat Chen.
"Bawa Do Kyungsoo dengan sukarela ke hadapanku" Leeteuk tersenyum dan Yesung menghela nafas. Ini akan menjadi tugas yang berat.
"Dan untuk kalian berdua Kibum dan Kyuhyun, ku harap kalian bisa membuat Suzy menjadi anak yang baik"
"Wakarimasta" ucap Kibum menundukkan wajahnya. "itu merepotkan" rengek Kyuhyun.
%ika. Zordick%
Jantung Kangin berdetak keras ketika melangkahkan kakinya melewati segerombolan anak SMA yang tengah tawuran di sekitar kota yang kebetulan dekat dengan rumahnya. Leeteuk dan Donghae yang kebetulan hendak berkunjung ke rumah lelaki bisu itu hanya sedikit menatap Kangin heran. Apa gerangan yang mampu menghentikan langkah Kangin?
Bukankah ini hanya tawuran biasa? Apa yang harus mereka takutkan? Mereka jelas menggunakan seragam yang berbeda dengan dua SMA yang tengah melakukan aksi yang dalam kategori sangat tidak berguna dalam kamus pribadi Leeteuk. Mereka tidak akan diserang kan? Lagipula mereka termasuk sekolah "mengerikan" yang melegenda jika melakukan tawuran. Perlu di jelaskan bahwa sekolah mereka adalah sekolah buangan khusus anak yang pintar dalam membuat masalah.
"Kenapa Kangin—ah?" akhirnya Leeteuklah yang bertanya. Kangin semakin gelagapan, dia berlari menerjang kerumunan, memekik dengan suara yang tak mengandung arti apapun. Leeteuk dan Donghae mengikuti langkahnya, heran bercampur perih—merasa kasihan pada seseorang yang paling pendiam di team mereka.
Hingga—
Bugh…
Leeteuk dan Donghae melotot saat Kangin melayangkan tinju pada salah satu anak SMA seusia mereka. Membabi buta dan Leeteuk yakin, siswa itu pasti akan mati jika terus merasakan tinju tersebut. "Shit!" Donghae melotot saat melihat siswa-siswa lain yang berseragam sama mulai memukuli Kangin, mengkroyok patnernya tersebut.
"Leeteuk, apa yang harus kita lakukan?" Donghae bertanya namun kakinya sudah melangkah menghampiri Kangin, mencoba melindungi lelaki itu. Leeteuk menatap dua bocah SMP yang tak sengaja terlibat taruwan. Bocah dengan kulit seputih susu terlihat memeluk protektif temannya yang berkulit Tan yang terlihat begitu ketakutan.
"Hyung!" bocah berkulit seputih susu itu berteriak, menghentikan Kangin yang masih dengan kegiatannya memukuli seseorang yang memukuli mereka tadi. Leeteuk tersenyum dan kemudian dia menangkap tangan seseorang yang hampir memukul bocah berkulit Tan, di pukulnya telak di pipi. "Hajar!" pekik Leeteuk yang membuat Donghae tersenyum.
Donghae segera memukuli orang yang hendak menyerangnya. Namun senyumannya berubah menjadi horror ketika menyadari bahwa arah tawuran ini tak hanya memukul satu sama lain melainkan mengkeroyok mereka berlima. "YAK! BERANI SEKALI KALIAN?"
Bugh.. bughh…
Ingatkan Donghae untuk memeriksakan telinganya, ia tak ingat bahwa rekannya yang sangat sedikit di sekolah terdapat seseorang yang bersuara berat seperti ini. Leeteuk mendongak ketika sebuah tangan mengarah kepadanya—mencoba membantunya untuk berdiri. Matanya berkedip, memaksakan matanya untuk sadar bahwa ia tak sedang dalam ujung kematian. Bukankah ini hal yang tak mungkin.
Jelas sekali seseorang yang bersuara begitu berat dan bergaya alay itu memakai seragam yang sama seperti mereka. Berasal dari sekolah yang sama, kacamata hitam bulatnya, potongan rambutnya yang terkesan jabrik. "Rap Monster, Leeteuk—ssi, ah tidak pimpinan!"
Terdiam…
Leeteuk mencoba mencerna siapa seseorang di hadapannya. Memanggilnya dengan sebutan 'leader'—yang hanya di panggil oleh para rekannya. "Hancurkan mereka semua, guys!" seseorang bernama Rap Monster itu tertawa gila menunjuk ke sekelilingnya.
Seseorang dengan mata sipit membuka blazer seragam sekolahnya, mengikatnya pada besi panjang yang kebetulan tergelatak di aspal. Ia mengibarkan blazernya bagaikan bendera, "HEI YOU ASSHOLE! WE ARE NKW HIGH SCHOOL!" teriaknya menggelegar.
Donghae mengusap darah di sudut bibirnya, semangat bertarungnya meningkat, ia bergabung dengan ke enam orang lainnya yang berseragam sama dengannya, menendang, meninju dan tak membiarkan lawan mereka memperoleh kesempatan melawan balik.
Leeteuk meraih tangan yang terulur di hadapannya. "Aku tahu kau lebih bagus dari si mulut besar CAP, jadi izinkan kami untuk membantumu mengubah sekolah dan menjadi salah satu bidakmu" Rap Monster menatap lurus kedalam mata Leeteuk.
"Terima kasih"
%ika. Zordick%
"Bagaimana caramu mendapatkannya?" dengan tangan yang bersedekap di dada dan punggung yang menyander di sisi gudang, Kyuhyun bertanya pada Yesung yang baru saja tiba dengan membawa seorang bocah SMP yang masih berseragam lengkap.
"Aku menggunakan otakku" ujar Yesung acuh, mengisyaratkan pada bocah SMP bermata bulat yang di bawanya untuk mengikuti langkahnya. "Katakan saja kau bernegosiasi untuk menjamin damai dengan si es itu" ejek Kyuhyun yang membuat Yesung memutar bola matanya bosan.
"Seperti yang kau katakan, Kyuhyun" jengah juga menghadapi Kyuhyun yang usil.
Kyuhyun membawa langkahnya ke sebuah ruangan, disana terlihat Ryeowook yang tengah duduk di sebuah kursi dengan senyuman merekah di wajahnya. "Hai~" sapanya ceria sambil melambaikan tangannya.
"Dimana kakakku?" Do Kyungsoo tampaknya tak terima. Cepat Yesung membekap mulutnya, "Diamlah, kau dan kakakmu akan segera berdamai"
"Tukar pakaianmu dengan ini!" Kyuhyun melempar sepasang pakaian casual pada Kyungsoo.
"Apa kau yakin ini akan berhasil?" Tanya Yesung melirik Kibum yang bersandar di sudut ruangan. "Aku mempelajari sebuah trik dari Donghae"
%ika. Zordick%
Donghae menarik tangan bocah Tan itu, mencoba melarikan diri seperti yang di lakukan oleh Kangin bersama dengan bocah berkulit putih susu. Tak ingin memperdulikan mukanya yang bahkan terlihat tak karuan dan acak-acakkan. Donghae melihat kebelakang, ke enam orang yang bersama Rap Monster tadi ikut berlari menyusulnya.
Berbeda dengan Leeteuk dan Rap Monster sendiri. Mereka tengah di jegal oleh para polisi-polisi berbadan kekar. "LARIII!" pekik kedua lelaki itu bersamaan, membuat Donghae dan yang lainnya hanya bisa patuh.
"Ke stasiun!" Donghae memberi arahan, ia kini beralih menggendong sang bocah Tan ketika ia rasa terlalu lambat. Para polisi itu masih betah mengejar mereka. "Sialan sialan sialan!" teriak salah satu diantara keenam orang yang mengikuti Donghae.
"Siapa nama kalian?" Tanya Donghae ketika mereka sampai di pintu masuk stasiun kereta api. "Aku J-hope, itu Jin, V, Jungkook, Jimin dan Suga" jawab salah satu diantaranya.
"Baiklah, dalam hitungan ketiga saat ku bilang lompat, maka melompatlah!"
"Kau gila? Kereta itu akan menabrak kita" teriak seseorang bernama V masih terus berlari menembus keramaian—mengikuti langkah Donghae. "Percaya saja padaku!"
"Sekarang! LOMPAT!" pekik Donghae dan mau tak mau mereka semua termasuk Kangin melompat begitu saja ke dalam rel.
%ika. Zordick%
Dengan langkah terburu-buru Shindong berlari melewati koridor sekolahnya yang terlihat masih ramai meski sudah lama melewati jam pulang. Dia memegang ponselnya erat, memohon dalam hatinya semoga ia bisa segera menemukan Heechul secepatnya.
Bruuukkk…
Ia menabrak seseorang kali ini, namun ia hiraukan. Ia berlari dan melangkahkan kakinya menaiki satu per satu anak tangga menuju tempat tertinggi di gedung sekolahnya. Di atap, tempat biasanya mereka berkumpul.
BRAAAKK…
Shindong membanting pintu, ia mencoba mengatur nafasnya dan keringat membasahi seluruh tubuhnya. Dengan wajah yang memerah karena kehabisan oksigen, dia mengacungkan ponselnya pada Heechul yang terlihat menikmati teh sore harinya bersama Sungmin, Zhoumi dan Hangeng. Sepertinya empat otak utama dari team mereka sedang mengadakan rapat mengenai rencana selanjutnya.
"Ada apa, Shindong—ah?" Zhoumi mencoba membantu lelaki tambun itu berdiri.
"Hahh… Hahh…. Leeteuk ingin bicara padamu" Shindong memberikan ponselnya pada Heechul, Heechul mengeriyit. Apa gerangan yang begitu penting hingga Leeteuk tak bisa menunggu hingga rapatnya selesai?
"Leeteuk di penjara"
"Apa Leeteuk masuk penjara, bagaimana bisa?" pekikan menggelegar Heechul terdengar. Ia segera meraih ponsel itu dan mendekatkannya ke telinganya.
"Hai.. Heechul—ah" sapa seseorang di seberang sana.
"Hoi BRENGSEK! APA MAKSUDMU DENGAN HAI? DIMANA KAU SEKARANG? BAGAIMANA BISA KAU BERADA DI PENJARA?" Heechul mengais udara setelah mengeluarkan segala yang mengganjal hatinya.
Leeteuk hanya tertawa santai, "Aku tertangkap karena tawuran kecil"
"Hah?"
"Ceritanya panjang, jadi bisakah kau menggantikan aku menjadi pemimpin sementara waktu?" Leeteuk berujar santai. "Fokuskan untuk sekolah, untuk sementara aku akan membuka pengalamanku disini, aku punya Rap monster di sini jadi tak usah khawatir"
"Rap monster?" kembali Heechul bertanya. Sungmin mengutak atik Ipadnya dan menunjukkan data pada Heechul. "Dia anak kelas 2B, pimpinan BTS, berandalan yang hebat" jelas Sungmin yang membuat Heechul setidaknya bisa bernafas lega karena sang pimpinan terlindungi di sana.
"Aku beri kau waktu dua bulan Heechul—ah, buat segalanya berubah selama aku di tahanan" Leeteuk melanjutkan.
"Aku mengerti" jawab Heechul ketika mendapat anggukan dari Hangeng.
"Karena kau adalah Kim Heechul, maka aku akan sangat senang hati bertaruh kalau kau mampu melakukannya"
Ch 8 : Trick and Trap
"Penggal kepalanya!" | "Ini hanya sedikit trick murahan" | "Aku bisa gila!" | "Kubur saja dia hidup-hidup kalau tak bisa mengerti kondisinya" | "Ingatkan aku untuk mencegah jebakan ini sebelumnya" | "Siwon terlalu bahagia karena dia mendapatkan gadis" | "Dan itu pacar Kibum ah maksudku pacar 'fake'nya"| "Kurasa kita butuh yakuza lain yang bisa menjadi tameng"|
Hah… ka update dua cerita sekaligus…
Rasanya lumayan senang juga bwahahahahaha xD
Kyume : si twin kan bukan tokoh utamanya T . T kenapa begitu banyak yang mencintai mereka? Ka banyak saingan hahahaha
Alif Ryeosomnia : bubuk yaoi ya :o hahahahaha… ka bingung mau ka selipin dimana. Ada kok tuh cintanya suzaku twins tapi bukan cinta juga. Tapi keanya itu udah semi yaoi hahahaha
ShelloKim : jangan terlalu tegang… santai saja/?
L-chanLee : unname adalah cerita yang paling berat jadi ka agak lama memang updatenya harus konsentrasi keras hahaha xD. Ah.. Sungmin ma Ryeowook sudah baik baik saja sekarang
Guest : ka itu tipe yang lama update sekarang. Tapi percayalah ka selalu update haahhahaha xD
Selly : dia jadi tahanan biasa kok, Cuma tiga bulan karena dia tidak memiliki wali untuk mengeluarkannya.
Niel Hill : hahahahaha.. apakah ka termasuk salah satu virus perusak official pair yang sangat parah xD. Ka sebenarnya Cuma gak suka sama cerita yang ka bakal tahu akhirnya jadi ka Cuma membuat sesuatu yang tak bisa tertebak. Sabar ya… ka tipe yang lama update
Rara Daniati : siiip siip ini ka udah update dong B|
MinGyuTae00 : wah.. panjangnya hehehehe… buat yang pertama: ka gak terlalu peduli dengan bash'an orang. Ahahahaha… kalau ada yang bash ka, akan ka bash balik lewat karya. Jadi tidak usah khawatir, ka gak buat romance karena ka memang payah buat romance (alasan yang sebenarnya). Yang kedua : peran henry memang begitu, jika ka membuat dia banyak bicara ceritanya akan sangat rusaaakkkk /histeris. Ketiga: sifat KiHyun itu memang sudah terlatih sejak mereka kecil, mereka orang yang setia tapi pada orang yang mereka rasa cocok untuk menerima kesetiaan mereka. Keempat : kalau tentang perang dengan Suzaku clan mereka sedang menjalankannya sedikit demi sedikit.
Sherry Cho : Leeteuk di penjara karena salah dia kok. Jadi gak ada yang special hahaha
tiara. selfiraii : mereka akan penuh kejutan…
park sung gi : benar benar, dia masih banyak menyimpan kejutan (ryeowook: aku akan meledakkan kembang api di dalam selimut Kibum sebentar lagi)
AegyaCrackCouple'SJ : oh noo… Henry tidak boleh berubah, karena ka ngepavoritin peran Henry.
Sanyewook : sebenarnya itu di periksa Cuma saja tidak ka tampilkan. Oh ayolah… mereka sangat rapi melakukan segalanya. Couple disini berbeda contex ya…
DesyUfiyanti : cool /?
GspellsJi : di Jepang ada kok yang seperti itu, ka baru baru saja menonton film Jepang dan ada adegan anak kembar seperti Suzaku twins.
Lullaby. Dick : moment mereka banyak kok, mengingat Cuma mereka yang melakukan skinship di FF ini hahahahaha
Ayula : udah lanjut dong
Quemala Maknae Line's : sepak terjang Heechul itu di chapter selanjutnya.
Cho young eun : baca aja di jendral Qin's family hanya aja si kyuhyun tetap cowo
elfishy09 : bukankah kereeeen? Ka malah punya mimpi melihat mereka ciuman sungguhan bwahahahahhaha xD
VanaN'Ice : bukan, yang benar chapter 8 full Heechul sebagai pemimpin. Sepertinya kau bukan mengidap itu tapi bermasalah dengan bagian depresi, coba cari buku mengenai penyakit menyiksa diri sendiri. Sepertinya itu lebih cocok, hahahahaha…. Ssttt… ka akan membuat FF tentang itu selanjutnya.
kyufit0327: banyak sih kalau yang membuat brothership lebih bagus dari ka... itu waktu masih ka baru baru bergabung sama ffn beberapa taun lalu, coba aja ubek ubek ffn.
Arumfishy : ahahahahaa…. Donghae keren lho itu
rarega18 : datang aja, ka akan sangat senang. Bwahahahhahahaaha
Kikyu RKY : jleeb ya ketika bahas typonya bwahhahaha. Ka gak pernah baca ulang FF yang udah ka buat nanti ceritanya berubah lagi
ChoHyoMi : Kibum milikku, /kasih kembarannya. Ini sama kyuhyun aja. Ah… ka juga gak tau /siul siul
Nakazawa Ryu : God cheater itu lebih padat ke saling membantu satu sama lain dan mengenal lingkungan serta diri kita sendiri. Sedangkan NKW (yap, judulnya) lebih ke crime dimana kejahatan itu sesuatu hal yang keren dianggap oleh anak SMA pada umumnya.
gyu1315 : dia akan tetap santai kalau Kyuhyun bisa berdiri, tapi dia akan berdiri paling depan dan mengganti posisi Kyuhyun jika kyuhyun tak bisa berdiri lagi.
Lee donghee990319 : dia terluka kok, tapi dia berlagak sok kuat hahahaha xD
Sera Lee : betul "W" disitu nama dia hahahahaha xD /di hajar/ kalau Sungmin tenang saja perannya sangat penting di FF ini, yang lain akan sangat menyayangi dia nanti.
ShinJoo24 : bukan chap ini tapi chap depan xD
Aiccyah. hangsang. sparkyu1208 : gak masalah sih ketinggalan banyak, soalnya ka juga lama banget update /sadar diri/
kim haena elfish : nooo eonni, dear. T . T
Kim HeeRa Elforever : kenyataannya mood ka bahkan sangat sulit kembali. Yang anehnya FF ini sudah lama ka selesaikan tapi ka gak publish karena sekali lagi (mood)
sasuke. gmpaselleh: Baiklah baiklah, Sehun sudah kelihatan. Chen akan muncul untuk chapter-chapter selanjutnya Cuma sekilas. Tidak full…
yunitaelf : OKEEEEEE
iloyalty1 : oh tidak. Mereka adegan ranjang? Ka bisa tepar T . T mereka kan gak saling mencintai. Toh untuk chapter depan mereka sedikit awkward karena berantem hahahaha /ketawa nista
Kmilla88 : ya.. tapi sebenarnya Ryeowook lebih keren di unname /promosi
Fifahaslinda : apa disini dia masih seperti itu?
Ryeong721 : hahahahahha XD tapi ka belum cepat update juga
Lee MingKyu : Luhan muncul terakhir-terakhir. Dia kan di Hongkong.
Winnie : apakah sekarang sudah banyak? Kameranya selalu focus ke Kyuhyun kok kkk~
zen hikari : modusnya berasa ah xD
sparqclouds : jadi.. yang jadi korban di sini adalah Henry. /peluk henry/
Anonymouss : kalau Siwon di tempeli Henry, focus nya pasti ke Henry sedangkan Siwon kelelep/? Makanya ka pisah aja.
Kyurielf : Kibum is mine… itu sama Kyuhyun aja. Kibumnya jangan di ambil..
KekeMato2560 : /update tahun depan. Bwahahahahahhaa.. Baby ya? Ka suka sama BAP lho… ka penggemar Bang Yong guk… oh noo oh yeaah /?
xelo : Kangin bakal ada di chapter selanjutnya karena Sehun yang ceritain
hyona21 : iya … ka sibuk banget T . T ka mau cari informasi tentang kuliah ka lagi. Karena ka mau kuliah di dua tempat sekaligus, jadinya ya gitu. Tapi ka usahakan ka update dengan lebih cepat.
AdeViieRyeong9 : ka gak janji ah kalau masalah cepat update.. susah susah, ka gak punya asisten soalnya.
pandagame : itu udah muncul kan? Kalau chanyeol muncul maka Suzaku twin akan berubah menjadi jinak
meny elf : gak review gak ka kasih lanjutannya hahahahaha
Han eun ae : ka lama update! Bagaimana iniiiii? U . U
Vic89 : seperti lukisan monalisa/?
rinaELF : our story ka usahakan special story dah ==
UMeWookie : ka Cuma gak suka Ryeowook selalu di pandang lemah /peluk wook wook. Kan keren jika dia seperti ini
ichigo song : hemm,.. cintailah Ryeowook asalkan jangan cintai Kibum ka /lho
KimKeyNa2327 : ahahahaha.. tapi ka gak mau di bawah liftnya, ntar ka ketimpa /lho/ makin ngawur
riekyumidwife : oke oke… ka bakal lanjutkan selalu sampai tamat xD
p. ft. I : dia adalah Suzy… JENJREEEENGGG. Leeteuk masuk penjara karena dia ikut tawuran
Kim -Jung- Hyewon : oh nooo…. Berantem yok! /selamatkan Kibum
Guest : ka gak janji soal FF yang cepat update.. tapi setidaknya ka paling lama update itu 2 bulan (nyindir author sebelah yang update sampe setengah tahun)
vha Chandra : kalau kamu saudaranya kibum dan Kyuhyun, kenalkan… ka kakak ipar mu hahahaha
iekha12693 : ka Cuma bisa bilang, itu murni karena Microsoft word ka yang ngebenarin spelling dengan seenank jidak sehingga terkesan typo. T. T. ayo berkonsentrasi membacanya, pasti dapat. Itulah resiko membuat FF dengan banyak cast jadi ka gak mungkin menjelaskan latar yang sudah di bahas di sebelumnya.
vesky kibummie : ka hanya mengusahakan. Tapi Tuhanlah yang berkehendak/?
hijkLEETEUK : mereka kan memang masih sekolah. Mereka itu sebenarnya gank sekolah tapi biar terkesan lebih inplisit maka jadilah Leeteuk menamai mereka OSIS
Awaelfkyu13 : ka beneran jadi diri ka yang dulu kalau bisa update secepat kilat lagi. Sekarang gak bisa karena makin sibuk dengan kehidupan ini /fiuh/?
hera3424 : cara membaginya gimana? Hahahahhahaha
dewiangel : ka gak janji yah hahahahaha tapi ka pasti update
GaemGyu92 : astaga… Kihyun :v :v
blackautumn24 : NKW judul FF ini/? Kalau lupa baca ulang aja chapter sebelumnya /ditelen
ayo di review di review… ntar kalau lebih dari seratus ka update minggu ini bwahahahahah
tapi karena gak mungkin makanya ka bakal update bulan depan /lho
