Cerita sebelumnya:

"Tunggu, Sasuke! Kau juga akan pergi bersama dengan mereka? Bagaimana dengan acara pertunanganmu?" tanya Itachi panik ketika melihat Sasuke ikut keluar bersama Naruto

"Hn? Aku sudah tidak perduli" sahutnya dengan datar

"Tapi ini acaramu, bagaimana kau bisa seenak–"

"Kau sendiri yang menyuruhku untuk mengejar apa yang kuinginkan. Mengejar kebahagiaanku. Dan sekarang aku sudah tau apa yang sangat aku inginkan. Apapun yang terjadi aku akan tetap mengejarnya dan mendapatkannya" sahut Sasuke sembari berjalan melewati Itachi

Tanpa sadar sebuah senyuman terbentuk diwajah Naruto.


.

.

.

SAKURA MUSIM DINGIN

The Character is belong to Masashi Kimoto-san

Story by

7 Gold

Warning: AU, AT, Typo, OOC, Alur gaje, Cerita se-mau-gue!

Rated T+

Genre: Drama, Romance, Hurt/comfort, Family, Friendship

Haruno Sakura: 21th

Uchiha Sasuke: 22th

Happy Reading!

.

.

.

"Karna tidak ada pohon Sakura yang akan bersemi saat salju turun"

.

.

.

Chapter 7

"DIMANA DIA, ITACHI?! KATAKAN PADAKU! DIMANA ADIKMU?!" bentakan nyaring dari Fugaku menggema diruang tamu rumah megahnya

Sudah 3 jam berlalu sejak gagalnya acara pertunangan antara putra bungsunya dengan putri tunggal dari keluarga Akimi. Kegagalan yang sukses membuatnya malu besar dihadapan calon besan sekaligus dunia. Dunia? Tentu saja! Ingatlah betapa banyaknya wartawan yang hadir untuk menjadi mata bagi dunia ini menyaksikan acara tunangan termewah sepanjang sejarah.

Sementara yang ditanyai hanya diam dan menatap datar sosok ayah yang sejak dulu dikaguminya.

"CEPAT BERITAHU AKU! DIMANA ANAK DURHAKA ITU!" Lagi. Bentakkan itu kembali menggema

"Fugaku, tenanglah" ucap Mikoto Uchiha yang saat ini duduk disamping Itachi, matanya menatap khawatir sang suami yang sedang sangat murka ini

Sudah sangat lama dia tidak melihat suaminya semurka ini. Terakhir kali dia melihat suaminya semurka ini adalah ketika Itachi dan Sasuke hampir tenggelam karna melanggar larangan yang diberikan Fugaku untuk tidak berenang di Laut ketika ombak sedang besar. Namun kedua anak yang saat itu berumur 14 dan 17 tahun itu malah melanggarnya.

Dan jadilah mereka menerima amukan sang kepala keluarga yang ternyata luar biasa kalut ketika mendengar kedua anaknya hampir mati terseret ombak.

"AKU TIDAK BISA TENANG KARNA ANAK DURHAKA ITU BERHASIL MEMBUATKU MALU! APAKAH KAU LUPA? BANYAK WARTAWAN DAN ORANG PENTING YANG HADIR DISANA!" ucapnya dengan amarah yang sudah diujung kepala

"Nee, Tousan" panggilan itu berhasil membuat kedua orang dewasa yang semula sedang bertatapan itu mengalihkan pandangannya kearah suara itu berasal. Sementara yang ditatap hanya memandang kosong sebuah meja yang ada dihadapannya

"Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri, atas dasar apa kau mau menjodohkan Sasuke dengan Tayuya? Apakah perusahaan yang menjadi alasannya? Atau ada alasan lain?" kali ini mata Itachi memandang sendu onyx sang ayah

Tapi tidak ada jawaban apapun yang terlontar dari mulut kepala keluarga itu, membuat Itachi terkekeh karenanya. Sebuah senyuman miris tercetak diparas rupawannya. Sementara wajahnya sudah kembali menunduk dan menatap kosong meja dihadapannya

"Jadi benar ya kalau semua ini karna perusahaan dan bisnis. Nee, Tousan. Apakah selama ini kau memikirkan kebahagiaanku dan Sasuke?" Fugaku tersentak mendengar pertanyaan yang dikeluarkan oleh Itachi

"Apa maksudmu?" tanya Fugaku setelah sekian lama terdiam

"Jadilah dirimu apapun yang terjadi. Kejarlah segala hal yang kau inginkan. Jagalah apa yang membuatmu bahagia dan jika kau kehilangan hal itu maka kejarlah sampai kau berhasil mendapatkannya" Fugaku menegang mendengar apa yang diucapkan oleh putra sulungnya

Dan beberapa saat kemudian Itachi mendongakkan kepala untuk menatap langsung kedua onyx sang ayah yang sedang menatap nanar dirinya.

"Tousan ingat kalimat itu? Itu adalah kalimat yang sering Tousan ucapkan padaku dan Sasuke. Dan kalimat itulah yang berhasil membawa kami sampai sejauh ini." sambungnya, onyxnya kini menatap sendu onyx sang ayah

"Apakah Tousan pernah melihat Sasuke bahagia setelah dia dijodohkan dengan Tayuya? Apakah Tousan pernah melihat dia tersenyum setelah itu? Aku yakin Tousan tidak lupa dengan permintaan yang diajukan oleh Sasuke 6 hari yang lalu, permintaan untuk membatalkan acara ini" Guratan-guratan kesedihan dan kekecewaan yang selama ini terpendam oleh Itachi mulai terlihat diparas tampannya

"Dia memang bodoh karna tidak menolak pertunangan ini dari awal atau beberapa bulan lalu, tapi seharusnya Tousan mengerti kalau seperti itulah dia. Dia bukan tipe orang yang akan berbicara langsung padamu, dia adalah tipe orang yang akan bertindak langsung daripada harus berbicara terlebih dahulu. Dan seharusnya Tousan sadar kalau dia tidak bahagia sama sekali" Itachi masih melanjutkan kalimatnya ketika dia tidak mendapat resppon apapun dari sang ayah

"Tousan salah jika bertanya dimana dia sekarang. Jawaban yang Tousan butuhkan sudah sangat jelas. Dia sedang mengejar kembali kebahagiaannya yang hilang" sambungnya dengan sebuah senyuman tipis

"Dan kalau memang perusahaan yang menjadi alasan dibalik pertunangan Tayuya dan Sasuke, maka kau bisa menghentikan pertunangan itu sekarang" sahut Itachi yang sukses membuat Fugaku terkejut

"Jangan khawatir. Perusahaan kita akan baik-baik saja tanpa bantuan dari perusahaan Akimi. Ah ya! Seharusnya aku berterimakasih pada Naruto dan Gaara, karna berkat kerja sama dengan perusahaan mereka Uchiha Corp bisa kembali berdiri diatas kakinya." Lanjut Itachi, ada guratan kelegaan dalam wajah datar Fugaku. Baik Mikoto ataupun Itachi menyadari hal itu.

~OoOoO~

'DRAP... DRAP... DRAP...' suara langkah kaki itu menggema dikoridor sebuah kantor polisi

"GARAAA!" pekikkan nyaring itu berhasil membuat sang empunya nama menoleh kearahnya

Dapat dilihat dengan jelas ada kepanikan, kegelisahan, ketakutan dan frustasi dalam sorot matanya ketika dia memandang nanar sosok Naruto yang masih berlari menghampirinya. Dan manik jade nya semakin melebar ketika melihat siapa yang datang bersama pemuda itu.

"Uchiha... Sasuke..." gumam pemuda itu, matanya memandang terkejut sosok pemuda berambut raven yang juga berlari kearahnya diikuti oleh Ino dan Shikamaru dibelakang mereka.

Sedangkan Hinata? Jangan tanya ada dimana gadis itu sekarang. Karna Naruto menyuruhnya pulang ketika mereka berempat memutuskan untuk terbang ke Jerman menemui Gaara. Dia tidak akan pernah melibatkan Hinata dalam urusan ini. Karna Naruto tidak ingin kalau tunangannya jatuh sakit karna terlalu lelah.

"Apa yang kau lakukan disini?!" desis Gaara tajam ketika Sasuke sudah berada tepat dihadapannya. Tidak berapa lama kemudian matanya beralih memandang tajam Naruto yang berdiri disamping pemuda itu "Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengajaknya kemari?!" bentak Gaara

"Sudahlah, Gaara! Sasuke berada disini karna dia ingin membantu kita menemukan Sakura" sahut Shikamaru yang lagi-lagi berusaha menjadi penengah

"Membantu menemukan Sakura? Haha! Jangan membuatku tertawa, Uchiha!" sahut Gaara dengan nada tajamnya

"Gaara, sudahlah. Aku tau Sasuke bersalah karna sudah menyakiti gadis itu tapi dulu bukan hanya Sakura yang terluka. Lagipula itu sudah berlalu. Tidakkah kau memaafkannya seka–"

"Aku sedang tidak membicarakan masa lalu, Naruto!" desis Gaara tajam

"Apa maksudmu?" tanya Ino, matanya tampak sembab karna sudah menangis selama berjam-jam

"Sakura hilang karna dia! Karna seorang Uchiha Sasuke!" dan ucapan yang dilontarkan Gaara sukses membuat semuanya menegang

"A-Apa maksudmu?" kali ini Naruto lah yang ikut ambil suara

"Tadi pagi, ketika aku datang ke kamar gadis itu. Dia sudah menghilang. Dan kau tau apa yang membuatku terkejut?" Gaara memberi jeda pada ucapannya "Televisi yang ada dikamar rawatnya sedang memberitakan tentang pertunanganmu dengan Tayuya!"

'JDEEERRR' baik Sasuke maupun Naruto merasa seperti ada sebuah petir yang menyambar keduanya.

"J-Jadi... maksudmu Sakura pergi karna–"

"Dia ingin memastikan bahwa berita yang dilihatnya adalah bohong! Dia pergi dari sini karna ingin datang menemuimu Sasuke! Dia! Haruno Sakura! Gadis bodoh yang sangat mencintaimu sampai rela menyakiti dirinya sendiri agar kau selamat! Dia gadis bodoh yang dulu kau maki habis-habisan!" teriakkan Gaara menggema dikeridor kantor polisi itu

Sementara yang diteriaki hanya diam mematung. Kepalanya tertunduk, helaian poninya berhasil menutupi mata onyx yang biasanya memandang datar itu kini tampak kosong.

"Aku akui Haruno Sakura adalah gadis terbodoh didunia ini. Yaaa! Dia bodoh karna masih mencintaimu sampai detik ini. Tapi setidaknya dia masih memiliki hati! Tidak sepertimu yang hanya mementingkan ego sesaat!" lanjutnya dengan dingin

Bermenit-menit berlalu tanpa ada seorangpun yang bersuara kecuali isakan pelan dari Ino yang kembali terdengar. Dan semuanya terkejut ketika ada isakan lain yang terdengar dikoridor itu.

Mata keempat remaja itu tertuju pada Sasuke yang masih menundukkan kepalanya. Tidak akan ada yang menyangka kalau seorang Uchiha Sasuke yang memiliki ego sangat tinggi akan menangis didepan mereka. Yaa! Pemuda itu menangis.

Keterkejutan mereka semakin jelas terlihat ketika Sasuke mengangkat kepalanya. Kedua pipinya sudah basah karna air mata. Dan Gaara yang semula sedang meledak-ledak karna emosinya kini hanya diam dan memandang ambigu Uchiha bungsu itu.

"Maaf" ucapan yang lebih terdengar seperti bisikan itu berhasil membuat keempat remaja itu kembali terkejut

"Aku memang bodoh. Katakan aku jahat karna sudah membuat Sakura tersakiti 3 tahun lalu" lanjutnya kemudian kembali menundukkan kepalanya

Naruto tercengang. Seumur hidup pemuda itu bersahabat dengan Sasuke. Tidak pernah sekalipun dia melihat seorang Uchiha Sasuke terlihat sangat rapuh seperti saat ini. Bahu pemuda Uchiha itu tampak bergetar dengan deru nafas yang memberat karna menahan emosi.

"Tapi tolong! Izinkan aku untuk memperbaikinya! Aku masih mencintainya... hiks..." lagi. Isakan kecil itu kembali lolos dari bibir Uchiha Sasuke

Sementara Ino yang melihat hal itu hanya bisa memandang sendu pemuda yang kini masih menundukkan kepalanya. Ino mendekati pemuda itu secara perlahan, kemudian memeluknya. Pelukan penenang yang sangat dibutuhkan oleh Sasuke.

Sementara ketiga pemuda yang ada diruangan itu hanya bisa memandang sendu Sasuke yang masih terisak dalam pelukan Ino.

Setelah beberapa menit berlalu dalam keheningan. Akhirnya Gaara meghela nafasnya, membuat Naruto menoleh kearah pemuda itu. Sama seperti Ino tadi, perlahan tapi pasti Gaara berjalan mendekat kearahnya. Melihat hal itu Ino segera melepaskan pelukannya.

'Buaagh'

'BRUUUKKK'

Sebuah pukulan telak yang lumayan keras berhasil singgah dipipi Sasuke, membuat pemuda itu terhuyung dan menabrak tembok dibelakangnya dengan keras sebelum akhirnya pemuda itu jatuh terduduk. Baik Ino, Naruto maupun Shikamaru merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Gaara.

Namun belum sempat mereka melangkah untuk membantu Sasuke atau menghalangi Gaara. Suara pemuda itu sudah menghentikan langkah mereka. Ucapan yang dilontarkan olehnya sukses membuat Sasuke memandang ambigu iris jade milik Gaara.

"Aku memaafkanmu" sahutnya sembari tersenyum kecil kearah Sasuke. Seakan semua emosinya tadi lenyap begitu saja "Aku menghajarmu hanya untuk melampiaskan apa dulu sempat tertahan ketika kau menyakiti Sakura" lanjutnya kemudian mengulurkan tangan yang langsung disambuut oleh Sasuke

"Gaara-sama" ucapan seorang pria berhasil membuat perhatian mereka terpusat padanya "Sakura-sama tidak meninggalkan Jerman" dan ucapan yang dilontakan oleh pria itu sukses membuat keempat remaja dihadapan Gaara menatap bingung kearahnya.

"Baiklah kau boleh pergi. Tetap cari dimana gadis itu berada! Dan beritahu aku jika kau menemukannya" sahut Gaara yang langsung direspon oleh pria dengan suit formal itu

"Apa maksud ucapannya, Gaara?" tanya Ino bingung

"Tidak lama setelah Sakura hilang. Aku segera memerintahkan anak buahku untuk mencari gadis itu termasuk mencarinya sampai ke bandara. Karna kemungkinan besar Sakura akan meninggalkan Jerman hanya untuk menemuimu, Sasuke" sahut Gaara. Matanya memandang Sasuke yang sudah berdiri disampingnya dengan sudut bibir yang membiru

"Bagaimana kalau dia menggunakan nama samaran ketika membeli tiket?" tanya Naruto

"Itu tidak mungkin" sahut Gaara sembari memandang datar sahabat pirangnya "Karna semua kendali sistem cctv disemua bandara yang ada dinegri ini ada ditanganku" Dan ucapan yang dilontarkan oleh Gaara sukses membuat Naruto tercengang "Lagipula gadis itu tidak memiliki paspor" lanjutnya

"Kalau dia tidak pergi dari Jerman. Lalu kemana gadis itu?" tanya Sasuke dengan gusar

"Tenanglah, Uchiha. Aku sudah meminta pihak kepolisian untuk menindak lanjuti kasus ini" sahut Gaara

"Aku juga sudah memerintahkan bawahanku untuk mencari keberadaan Sakura-chan" sambung Naruto yang langsung membuat Sasuke menoleh kearahnya

"Nee, Gaara" panggilan yang dilontarkan oleh Ino berhasil membuat seluruh perhatian Gaara teralihkan padanya

"Dimana Mebuki baa-san dan Kizasi ojii-san?" semuanya terdiam ketika pertanyaan itu terlontar dari mulutnya, memang ada yang janggal disana karna sejak tadi mereka tidak melihat kedua orang tua Sakura

"Mereka ada dirumah sakit" semuanya terkejut ketika mendengar penuturan itu keluar dari bibir tipis Gaara

"Dirumah sakit? Sedang apa mereka disa–"

"Kizasi Ojii-san sedang menunggui Mebuki baa-san yang jatuh pingsan ketika mengetahui Sakura hilang" Gaara memotong kalimat yang diucapkan oleh Ino

"Apaa?! Bagaimana mereka bisa tahu? Lagipula bukankah mereka seharusnya ada di Jepang selama seminggu kedepan?" tanya Naruto, wajahnya tampak terkejut

"Aku juga tidak tahu apa yang membuat mereka kembali kemari. Satu hal yang cukup membuatku terkejut adalah mereka ada disana ketika aku sedang panik mencari keberadaan Sakura. Karna terlalu shock makanya Mebuki baa-san jatuh pingsan. Ditambah lagi dia memiliki tekanan darah tinggi yang membuatnya sekarang harus dirawat dirumah sakit" sahut pemuda dengan tato 'Ai' didahinya

~OoOoO~

Suasana ruang keluarga itu tampak sangat sunyi. Hanya ada dua orang saja yang duduk diruangan itu. Seorang pemuda yang sedang disibuk menelfon seseorang dan seorang wanita setengah baya yang sedang menatap cemas putra sulungnya.

"Bagaimana Itachi?" tanya seorang wanita paruh baya yang saat ini sedang duduk disamping putranya

"Sakura-chan hilang, Kaa-san"

DEG

"Tidak... mungkin.." ucap wanita itu, matanya memandang nanar putra sulungnya yang sedang menundukkan kepala

"Tidak! Itu tidak boleh terjadi! Sakuraa!" teriaknya histeris, membuat Itachi yang berada disamping wanita itu langsung memeluknya dengan erat

"Kaa-san, tenanglah. Aku yakin Sasuke pasti bisa menemukannya" ucap Itachi pada sang ibu yang masih terisak dalam pelukannya

"Harus! Sasuke harus menemukan Sakura!" ucapnya sembari mencengkram kemeja yang dipakai oleh Itachi

Itachi tau pasti apa yang membuat sang ibu sebegini histerisnya ketika mendengar Sakura mengalami hal buruk. Karna ibunya juga merupakan saksi bisu kejadian 3 tahun lalu, kejadian mengenaskan yang menimpa adik kesayangannya. Kejadian yang membuat Sasuke dan Sakura berada dalam jurang kesedihan yang sangat besar.

Walaupun saat itu Sakuralah yang membuat Sasuke menderita tapi tanpa Sasuke ketahui bahwa sebenarnya dirinyalah yang menjadi sumber penderitaan gadis malang itu. Dan yang mengetahui hal yang sebenarnya saat itu hanyalah Itachi, Naruto, Gaara dan Ino.

Uchiha Mikoto juga merupakan salah satu dari beberapa orang yang mengetahui betapa beratnya hidup yang dijalani oleh gadis Haruno itu. Adalah suatu anugrah jika bisa melihat gadis itu tersenyum disaat banyak orang mengancam dirinya.

Menjadi keluarga sederhana yang bergaul ataupun bersahabat dengan keluarga konglomerat berhasil membuat gadis itu selalu dalam bahaya yang mengancam. Dan itulah yang membuat Mikoto selalu berusaha untuk melindungi Sakura.

Mereka –Naruto, Gaara, Itachi, dan Ino– bisa saja melakukan sesuatu yang bisa membuat penderitaan kedua remaja itu terhenti. Tapi lagi-lagi kekuasaan yang bertindak. Dan saat itu mereka yang belum bisa melawan hanya bisa mengikuti alur permainan sang dalang.

Itachi membenci masa-masa itu. Itachi membenci segala kelemahannya saat itu. Itachi benci ketika dia mengetahui bahwa dirinya tidak bisa menjaga adik kesayangan dan calon adik iparnya itu.

~OoOoO~

Pemuda itu mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Matanya memancarkan sorot kebencian yang besar pada siapapun yang membuat musiknya pergi dari sisinya. Dia mengutuk siapapun yang menghalangi jalannya.

Dengan tekat sekuat baja diapun melangkah pergi meninggalkan kotak pandora itu. Melangkah dengan pasti meninggalkan kegelapan yang pekat itu. Dia ingin musiknya kembali. Dia harus mendapatkan musiknya kembali.

Dia harus membawa musik itu kembali padanya! Apapun caranya!

~OoOoO~

.

.

.

TBC

.

.

.


Balasan Review:

Namefera rahayu : Ini udah lanjut koo, Gimana feel nya dapet ga? *Harap-harapcemas

Guest : Udah lanjut yaaa! :)

Jamurlumutan : Salam kenal, Jamur-san. *Boleh Gold panggil begitu kan?* #PuppyEyesNoJutsu

Ini udah Gold update koo. Sakura? Kemana perginya Sakura bakalan ke jawab di Chapter depan dan siapa sebenarnya orang 'itu' masih lama keungkapnya wkwkwk. Tapi makasih ya buat reviewnya! Tetap review teus yaaa Gold sayang kamuuu :)

Harika-chan ELF : Sampai berapa chap? Haha Gold belum tau nih, sekarang aja idenya lagi buntu bgt :( Huaaa cerita Gold dipujii wkwk, makasih yaaa *Girang sambil jingkrak-jingkrak* \=D/

TikaChanpm : Sedikit bocoran buat kamu, lelaki misterius dengan siapa yang ada dibalik hilangnya Sakura adalah orang yang berbeda ;))

SaSaSarada-chan : Udah yaaaa, anakku :p hihi

ayuniejung : Masa sih? Cie baper cieee, haha. Kalo gitu tetep ikutin ceritanya ya ;) jangan lupa review jugaaa *Ngarep –Hmm Gold Cuma mau bilang ke kamu, makasih udah review. Entah kenapa Gold jadi terharu pas baca review dari kamu hiks :')

Hinamori Hikari : Jadi kamu yang umpetin Saku? Balikin sinii, dia kan belom nyelesein kontrak sama Gold -_- Gold udah bayar dia mahal-mahal jugaa, malah kamu yang ngumpetin -_- hahaa udah update yaaa


Author's Area:

Yoosh! akhirnya update jugaaa *Fuuh #NyekaKeringetYangUdahLuberKemana-mana

Gimana dengan chapter yang ini Minna-san? Dapet ga fell-nya? Gomen ya karna Gold baru bisa update sekarang :( Gold baru selesai UTS minggu kemaren. Jadi peng-update-an ceritanya Gold pending dulu wkwkwk

Oh ya untuk Chapter depan sebenernya udah Gold selesaikan, tapi berhubung Chapter 9 belom Gold bikin karna Gold kehabisan ide. Jadilah fict ini 'mungkin' akan terbengkalai untuk sementara waktu :(

Tapi tenang. Gold pasti akan menyelesaikan fict ini koo. Gold hanya sedang butuh moodboster buat lanjut fict ini *Emangapahubungannya #Abaikan/PLAK/

Oke deh sekian bacotan dari Gold..! jangan lupa meninggalkan review yaaaa! karna reiew dari kalian kadang bisa jadi moodboster buat Gold :*