Memory 03:

Suasana kamar menjadi hening. Asuna terkejut apa itu Assassin dan Templar. Mengapa pacarnya juga ikut terlibat dalam soal perseturuan yang dimulai pada abad 11 sampai sekarang? Dan mengapa kakaknya, yang dia tidak sukai, mengatakan sebenarnya kepadanya, bukan Suguha? Pertanyaan inilah yang membuat Asuna bingung setengah mati.

"Dulu kita berdua adalah member Templar dan Grandmaster sejak 10 tahun yang lalu. Sebenarnya saat kalian berdua terperangkap di game SAO, Kayaba Akihiko adalah member terbaru Templar, dan menunjukkan loyalitasnya sebagai member. Meski kalian berdua, termasuk masyarakat membenci Kayaba karena menewaskan 4000 orang, tetapi dia sebenarnya tidak punya pilihan. Ada konspirasi dalam tubuh Templar itu sendiri, dan kita semua dituduh berkhianat oleh pihak Yozo Kagami."

"Aku ingat. Dia kan yang menjabat sebagai Menteri Hukum itu, bukan?" Tanya Asuna.

"Tentu. Selain itu, dia memiliki banyak pengikut, termasuk musuh kalian yang bernama Sudou Nobuyuki."

Asuna terkejut setengah mati, dan berusaha tenang meski hatinya dilanda gundah.

"Bagaimana mungkin? Nii-san! Tolong jelaskan apa maksud Satoru-san? Lantas, kenapa ada Templar dan Assasin di Jepang?" tuntut Asuna.

"Apa kau kenal tokoh yang bernama Hanzo Hattori?" Tanya Satoru.

Asuna mengangguk. Dia paham mengenai tokoh shinobi yang terkenal, termasuk Hanzo Hattori maupun Fuma Kotaro.

"Dia adalah Assassin sejak zaman sengoku. Mungkin kalian melihatnya sebagai shinobi legendaris. Tetapi, dia berusaha mengamankan ini," kata Satoru sambil memberikan sebuah koin emas kepada Asuna. Gambarnya naga yang menukik ke langit. Meski begitu, jika diputar balikkan, maka ada symbol Templar di mulut naga.

"Apa maksudnya?" Tanya Asuna.

"Itu adalah symbol device yang akan diperuntukkan Templar. Jika koin ini diambil oleh mereka, maka mereka akan menguasai dunia. Selain itu. Ada hal yang kau ketahui tentang Templar. Kazuto, gendong dia!" perintah Satoru.

"Ekh?!" tiba-tiba Kazuto bangun dan menggendong punggung Asuna hingga wajahnya terlihat malu.

"Maaf Asuna. Perintah Mentor," kata Kazuto senyum jahil.

Mereka pun meluncur dari jendela, dan tiba-tiba ada trampoline untuk mengamankan mereka dari bunuh diri. Koichirou memotong talinya, dan mereka berempat bergegas menuju ke suatu lokasi. Asuna masih tidak mengerti apa yang ada dipikiran ketiga cowok ini, tetapi dia lega karena Kazuto baik-baik saja, dan dia ingin tetap bersamanya. Sampai selamanya.

Tibalah mereka ke rumah dokter gigi yang bernama Shizui Gou. Asuna terkejut, dan bertanya-tanya.

"Ngapain mereka ke dokter gigi?" Tanya Asuna dalam hati.

"Gou-san. Aku butuh bantuanmu," kata Kazuto.

"Kirigaya-kun? Apa itu kau?" Tanya Gou.

"Iya. Sudah siapkan apa yang kita butuhkan?" Tanya Kazuto.

"Tentu saja, Master Kirito. Ayo silakan masuk…dan gadis ini siapa?" Tanya Gou.

"Dia adalah Assassin. Sama seperti dia. Hanya saja, dia…baru," kata Satoru.

"Begitu. Baiklah, ayo masuk." Kata Gou.

Awalnya tidak ada yang istimewa tempat ini. Tetapi, ada hal yang membuat Asuna terperanjat seakan tidak percaya dengan perkumpulan mitos. Dia telah melihat sebuah kubus kecil yang berisi pesan kuno di ruang prakteknya.

"Asuna. Templar adalah kebebasan dan perintah. Tetapi sebenarnya, mereka hanya menginginkan kekuatan. Dan aku harus menebus semua kesalahan yang telah aku buat." Ujar Satoru.

"Jadi, selama ini, Kirito-kun—"

"Iya. Jadi, kau mau ikuti dengan kami untuk menghentikan ambisi Templar atau kau menangisi kepergian Kirito sebelum mencoba?" Tawar Koichirou.

Asuna memang mencintai Kazuto dan dia bersedia mengejar mimpi yang sama. Meski begitu, dia bertekad untuk melindungi Kazuto. Sama seperti dia melakukan di game SAO.

"Baiklah. Tetapi dengan syarat, beritahu aku dulu kemana kita akan tuju? Dan aku ingin tahu seperti apa dunia yang kau buat," kata Asuna.

"Baguslah. Subject 23. Bersiaplah menggunakan subjek Arno Dorian. Aku menunggumu," kata Satoru tersenyum.

"Rupanya di Prancis, Satoru. Bakal jadi menarik bertemu dengan kaisar Prancis, Napoleon Bonaparte," ujar Koichirou sambil mengenakan animus server 2.0

Next