Tittle :

About our memories

Main Cast :

Lee (Cho) Sungmin

Cho Kyuhyun

Other Cast :

Kim Kibum, Kim Ryewook, Lee Hyuk Jae, Kim (Cho) Heechul, Choi Siwon, Lee Dong Hae, Kim Jongwoon(Yesung), Kim Jungmo, (Soe) Victoria Song, Seo Joo Hyun, Choi Minho, Kwon Ji Young(GD), Choi Seung Hyun(TOP), Kim Taemin, Kim Jaejoong, Kim Junsu

Rating :

T

Genre :

Romance/Hurt, Drama

Warning :

GS, Typo(S), Full Flas Back, Song Fic

Summary :

Apa yang harus dilakukan kyuhyun sekarang, jika semua orang memintanya untuk menyerah dan mulai merelakan sungmin pergi untuk selamanya dari sisi hidupnya. "Apa aku ini egois Ming ? aku hanya ingin mempertahankan mu." Mampukah kyuhyun berpegang teguh dalam keputusannya sedangkan ia terus merasakan kesakitan didalam hatinya.

Catatan : Tulisan yang bergaris miring dan mempunyai keterangan waktu, itu berarti isi dari diary Sungmin.

Song by :

Romance – Yoo Eun Hye & Yoo Sang Hyun

.

.

Happy Reading

.

.

Namja berwajah stoic tersebut terlihat begitu serius memperhatikan beberapa huruf hangul yang tertampang jelas dilayar monitor flat komputernya dan jemari-jemarinya yang panjang juga tak henti-hentinya bergerak lincah diatas keyboard. Mata onyx-nya yang terbungkus rapih oleh kaca mata berframe hitam pun selalu bergerak mengikuti pergerakan tulisan hangul yang berubah-ubah dilayar monitornya tersebut.

Namja tersebut begitu larut dalam pekerjaannya sampai ia tak menyadari suara pintu ruangan kerjanya yang tengah diketuk beberapa kali oleh seorang yoeja yang berstatus sekertarisnya itu. Karena tak mendapatkan respon dari direkturnya, akhirnya yoeja tersebut memutuskan memasuki ruangan tersebut tanpa menunggu persetujuan direktunya lagi. Andaipun direkturnya menegur atau mengumpat karena tindakan seenaknya saja itu, biarlah menjadi urusan akhir karena ia akan menyampaikan sesuatu hal yang penting dalam hidupnya terlebih dahulu kepada direktur yang sudah dianggap doesaengnya sendiri itu.

Namun namja tersebut masih saja larut memperhatikan layar monitornya dan tak menyadari yoeja tersebut kini sudah berdiri tepat dihadannya. "Ehmmm…." Yoeja tersebut mulai berdehem mencoba mengalihkan perhatian namja berstatus direkturnya itu dari layar monitor kesayangan namja tersebut.

Namja berwajah stoic tersebut sedikit kaget dan menoleh kerah yoeja berambut coklat tersebut kemudian tersenyum tipis, dan kembali memfokuskan padangannya kearah monitor lagi. "Ahhh…Kau rupanya, wae geure ?" Namja tersebut berujar sambil terus memfokuskan matanya pada layar monitor komputernya tanpa menoleh sedikit pun kerah yoeja tersebut, dan itu cukup membuat yoeja berbeda satu tahun dengannya tersebut merengut kesal.

"Aisshh….sudah ku katakan bukan kyunie~ahh ! Saat seseorang bicara, kau harus memperhatikan orang tersebut, bukannya memperhatikan benda mati seperti itu !" mata yoeja berambut coklat tersebut sekilas melirik layar monitor flat kyuhyun.

Kyuhyun sedikit terkekeh mendengar keluhan yoeja yang sudah dianggap sebagai noona-nya tersebut sudah beberapa kali mengeluhkan hal yang sama kepadanya. Yoeja tersebut masih saja merengut dan memanyunkan bibir plumnya karena walaupun kyuhyun sedikit terkekeh namun mata onyx kyuhyun tak pernah lepas dari layar monitor tersebut.

Beberapa saat keduanya saling bungkam dan larut dalam pikiranya masing-masing. Kyuhyun dengan layar monitor kesayangannya dan yoeja dihapannya masih saja mengerucutkan bibirnya karena terlalu kesal dengan atasannya tersebut. Kyuhyun mulai merasa ada sesuatu yang ganjal karena yoeja didepannya tersebut tidak lagi berbicara, dan didalam hatinya ia menebak pasti yoeja didepannya tersebut tengah merajuk karena sudah kesekian kalinya ia acuhkan karena pekerjaan.

Kyuhyun mendongakan kepalanya menghadap kearah Victoria dan kembali tersenyum tipis melihat yoeja tersebut tengah mengerucutkan bibirnya. "Aaahh..ara..ara..nae noona, mianata." Kyuhun bersikap seolah ia adalah seoarang murid yang teladan dihapan gurunya terlihat dari sikapanya yang tengah melipat kedua tangannya diatas meja kerjanya dan tersenyum lebar sampai seperempat matanya tertutup karena senyum buatannya tersebut.

Victoria bukanya luluh namun semakin merasa kesal karena sikap kyuhyun yang berpura-pura manis. "Ishhh…kau itu ! selalu saja bilang seperti itu !"

"Hahahah….kau itu lucu noona ! Tak ada pantas-pantasnya merajuk. Aishhh hentikanlah sikap merajuk mu itu !" Victoria sedikit merasa terpanah melihat wajah bahagia kyuhyun yang jarang ia lihat semenjak 4 tahun belakangan ini setelah kematian Cho Hangeng, ayah kandungnya beberapa tahun silam karena kecelakaan pesawat dan ditambah 1 tahun belakang ini kondisi sungmin yang terbaring koma terlihat tak menunjukan kemajuan apapun setelah kecelakaan naas itu. Semua kejadian beruntun tersebut semakin membuat kyuhyun bertambah tertekan dan itu cukup membuatnya jarang menunjukan wajah bahagianya.

Kyuhyun mulai menghentikan tawanya kala matanya tak sengaja melihat mata Victoria yang tengah memandangnya dengan senduh. "Heyy…aku tahu kalau aku ini tampan, tapi noona tak usah terpana seperti itu !" candanya, kyuhyun memang tengah mengalihkan perhatian yoeja tersebut dari tatapan memelasnya.

Victoria sedikit tersentak dan suara kyuhyun menyeretnya kembali dari angan-anganya beberapa saat lalu. Yoeja berambut coklat tersebut berdecih pelan, "Issshh….narsis sekali kau cho !"

"Hehehe…sudahlah noona akui saja, kalau aku ini memang lebih tampan dari nickhun"

"Isshhh…kau ini !"

"Hemm…wae geure ?" kyuhyun mengubah wajahnya menjadi sedikit serius kala ia merasa sudah cukup puas menggoda victoria. Ia merasakan ada sesuatu yang hendak yoeja bertubuh tinggi tersebut sampaikan kepadanya karenanya ia mulai mengubah posisi duduknya menjadi tegap.

Victoria sedikit menarik nafas sebelum akhirnya ia melangkah lebih maju lagi mendekat kearah meja kyuhyun dan meletakan sesuatu secara bersamaan. "Apa ini ?" kyuhyun sedikit heran dan sekaligus penasaran apa maksud dari Victoria memberinya sebuah amplop putih dan sebuah undangan dengan warna soft pink.

"Lihatlah !" bukannya Victoria tidak ingin menjawab, namun ia merasa kyuhyun memang harus melihatnya terlebih dahulu. Dan kyuhyun pun hanya menuruti saja perkataan Victoria dan mulai membuka sebuah undangan terlebih dahulu. Jari-jari panjangnya lihai membuka simpul pita diatas undangan tersebut, matanya pun mulai melihat satu persatu tulisan hangul didalam undangan tersebut. Sebuah senyuman tulus tersungging disudut bibirnya setelah selesai meneliti tulisan tersebut.

Victoria bernafas lega setelah melihat kyuhyun tersenyum kearahnya, "Chukkae noona !"

"Gomawo kyu, dan aku berharap jika kau tidak sibuk sempatkanlah datang." Victoria berbalik ternyum tulus kearah kyuhyun.

"Mana mungkin aku tidak datang ke acara pernikahan noona ku sendiri eohh ?" Victoria hanya mengangguk tak jelas, mungkin ia terlalu bahagia karena dosaeng kesayangannya akan hadir dihari paling bersejarahnya nanti. Kyuhyun kembali mengarahkan jemarinya merai amplop berwarna putih yang belum ia baca. Matanya pun kembali menelusuri tulisan-tulisan hangul tersebut.

Wajah kyuhyun mengernyit bingung dan mengarahkan pandangannya kearah Victoria. Victoria yang sedikit paham dengan wajah penuh tanya kyuhyun pun lebih memilih menjelaskan sesuatu lebih dahulu sebelum namja berwajah stoic tersebut menanyakannya. "Aku sudah memutuskan akan mengikuti nickhun pindah ke china nanti setelah kami menikah. Jadi aku ingin mengundurkan diri dari perusahan ini, mianhae" sesalnya.

Victoria sedikit menundukan wajahnya, ia memang sudah lama berkerja dengan kyuhyun selama beberapa tahun diperusahan kyuhyun dan selama itu pula ia sudah merasa nyaman hidup dilingkungan perusahan tersebut. Namun ia memang harus memilih antara karirnya atau cintanya. Berat memang jika harus memilih, namun ia juga tak mungkin hidup terpisah dengan calan suaminya kelak, mengingat ia sudah menjalin cerita cintanya beberapa tahun silam dengan susah payah.

Kyuhyun merasa sedikit bersalah melihat wajah senduh Victoria yang tengah tertunduk. Ia mungkin sedikit tak rela jika harus melepas Victoria pergi dari perusahaannya, namun ia juga tak ingin egonya menghancurkan wajah bahagia Victoria yang terlihat beberapa saat lalu. "Gwencana noona, aku tidak apa-apa jika memang seperti itu keputusan noona. Noona harus bahagia kelak, masalah noona ingin mengundurkan diri aku akan segera mengurusnya dan aku akan menyuruh seseorang untuk mencarikan sekertaris baru untuk ku, jadi noona tidak usah merasa bersalah seperti itu."

Victoria sedikit lega karena kyuhyun menerima keputusannya untuk resign dari perusahaan. "Gomawo kyu.." Victoria terlihat bahagia kembali dan menampakan senyumnya. "Ahhhh….ini sudah saatnya jam makan siang, ingat kyu kau harus makan sekarang ! Tinggalkan pekerjaan mu sebentar, arra ?"

Kyuhyun hanya bisa menghela nafasnya karena sikap bawel Victoria kembali muncul, "Arraso…arraso..arraso…kau cerewet sekali vic~ !"

"Aishhh kau ini, sekali-kali kau harus menurut pada ku ! dan Mwo ? panggil aku noona cho !"

"Hehehe…nde, kau banar-benar cerewet sekali noona !" kyuhyun kembali terkekeh dan mulai beranjak meraih mantelnya yang ia letakan disofa didalam ruangannya tersebut kemudian memakainya. Kyuhyun memang berencan mengunjungi suatu tempat siang ini, makanya ia tadi mencoba menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.

Victoria kembali merengut karena sikap kyuhyun yang memang jahil, dan ia memutuskan diam dari pada harus terus berdebat dengan kyuhyun yang takan ada habisnya itu. "Kau ingin ikut makan siang dengan ku tidak noona ?" kyuhyun mulai bertanya setelah mereka keluar dari ruangan kerja kyuhyun. Victoria hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

"Ani, nickhun akan menjemput nanti." Jelasnya, dan kyuhyun hanya mengangguk paham sebelum ia mulai beranjak meninggalkan Victoria sendiri. Victoria sedikit memandang senduh kearah punggung kyuhyun hingga tanpa sadar ia memanggil namja bermata onyx tersebut dari tempatnya.

"Kyunie~ahh kau juga harus bahagia . Arraso !"

Kyuhyun hanya tersebum simpul mendengar teriakan Victoria tanpa menghentikan langkahnya.

Kau juga harus bahagia kyu, kau pantas mendapatkannya. Semuanya pasti akan bahagiakan kyu ?kau harus yakin itu kyu, aku selalu berharap bisa melihat kyuhyun dosaeng ku yang dulu lagi. Bertahanlah !

.

.

~About our memories~

.

.

Klinggg….

Terdengar seperti lonceng ketika kyuhyun mendorong pintu kafe yang terlihat lenggang dijam-jamnya saat ini. Kafe yang didominasi oleh kaca tersebut terlihat sangat nyaman dengan penataan bangku dan benda-bendanya yang teratur rapih, seolah kafe tersebut mencerminkan sosok pemilik kafe tersebut.

Sebuah senyuman khas pelayan berpipi chubby penyambut kafe tersebut diterima oleh kyuhyun ketika ia baru berjalan seperempat dari pintu kafe tersebut. "Annyeong, selamat datang dikafe DB kafe kami tuan. Silahkan pilih temp…." belum sempat pelayan berpipi chubby tersebut melanjutkan penyambutannya terhadap kyuhyun, sebuah suara bariton mengintrupsi kegiatannya.

"Henry~ahh bawah kyun~ahh kemari !" Namja berbaju ala chef yang tak jauh dari tempat kyuhyun dan henry berdiri pun tengah memerintah henry layaknya atasan pada bawahannya. Henry yang mendengarnya pun hanya menggangguk tanpa suara.

"Mari tuan" Ajakanya, dan kyuhyun hanya mengekor dibelakang gadis mungil tersebut menuju mini bar yang terletak tak jauh lagi dari jangkauan mereka dan seorang namja bermata sipit yang tengah menikmati kopinya dengan santai. Setelah mengantar kyuhyun kehadapan chef dan sekaligus bossnya tersebut, henry lebih memilih undur diri.

Namja berpakaian ala chef tersebut kemudian beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju mesin pembuat coffe yang tak jauh dari tempatnya duduknya kemudian meletakan secangkir coffe dihadapan kyuhyun. Namja bermata sipit tersebut kemudian tersenyum menatap kyuhyun, "Bagaimana kabar mu kyu ?"

Kyuhyun hanya tersenyum hambar sambil terus memandangi coffe dihadapnnya dan jari telunjuknya pun ikut berputar-putar pada bibir cangkir tersebut. "Seperti yang kau lihat hyung." Kyuhyun kembali tersenyum getir kala selalu mendapatkan pertanyaan yang sama ketika ia berkunjung di caffe tersebut dan jawaban yang sama pula ia suguhkan. Ia hanya tak tahu bagaimana cara menjawab pertanyaan tersebut, atau ia merasa pertanyaan tersebut begitu terlihat ambigu didepannya. Entah baik atau tidak baik, ia tak begitu tahu akan keadaannya sendiri.

Yesung ikut tersenyum getir kala ia juga harus mendapatkan jawaban yang sama semenjak ia terus menanyakan pertanyaan yang sama kehadapan namja pencinta game tersebut. Yesung hanya bisa menghela nafasnya saja sebelum ia menyeruput coffenya dan kembali meletakan coffe tersebut diatas meja. "Sepertinya kau tidak akan pernah merasa lebih baik, sebelum dia sadar." Lirihnya pelan.

"Sepertinya hyung benar." Kyuhyun tak kalah berujar lirih dari yesung. Sejenak keduanya terlihat larut dalam dunianya masing-masing sampai sebuah suara cempreng khas yoeja menyeret keduanya kedalam kehidupan nyata kembali.

"Yeobo…sepertinya anak kita…" yoeja berambut ikal tersebut yang tengah memutari perut buncitnya dengan tangannya nampak keluar dari pintu yang terlihat seperti dapur caffe tersebut dengan wajah yang sempat berseri-seri namun seketika wajahnya berubah 180 derajat kala melihat seseorang yang duduk dihadapan suaminya tersebut. Yeoeja yang terkenal dengan pipi tirusnya dulu kini yang berubah sedikit chubby dan tubuhnya yang ikut berisi pula dikarenakan kehamilannya yang menginjak 7 bulan tersebut nampak diam seketika kala matanya benar-benar bertemu dengan onyx kyuhyun.

Kyuhyun hanya mengganggukan kepalanya sebagai tanda hormat terhadap yoeja dihadapannya tersebut dan kemudian tersenyum tipis. Yoeja tersebut hanya berdecih dan memalingkan sedikit pun ia mau membalas senyuman kyuhyun dan kemudian beranjak lebih mendekat kearah suaminya berada.

"Aishh…sudah kubilang kan yeobo, kau jangan lagi pergi kedapur ! Arra !" Yesung memang yang terkenal dengan over protective menjadi semakin over kala mendengar istri yang dinikahi semenjak 2 tahun silam tersebut tengah mengandung buah hatinya. Namun, ryewook tak pernah mengindahkan semua perintahnya dan ia semakin rajin saja memasak didapur restoran suaminya tersebut.

"Ishhh…andweyo ! nae aegya menginginkannya yeobo, kau tidak sayang ya pada aegya ?"Ryewook terlihat bersedih atau lebih tepatnya berpura-pura sedih demi mendapatkan izin sang suami memasuki dapurnya tersebut, yahh walau tanpa izin suaminya pun ia akan tetap masuk kedalam dapur tersebut dan memasak sesuatu.

"Aisshhh…bukan seperti itu chagi~ahh. Aku hanya takut kalau sesuatu terjadi pada mu dan aegya kita." Yesung kembali meyakinkan istri mungilnya tersebut, yahh walaupun pada akhirnya ryewook akan tetap memasuki dapurnya tersebut tanpa izinya sekalipun namun tetap saja ia merasa khawatir jikalau sesuatu terjadi pada istri dan anak didalam kandungan istrinya tersebut ketika berada didapur, mengingat didapur begitu banyak benda-benda tajam yang bisa saja melukainya sengaja ataupun tanpa sengaja sekalipun. Dan yesung tak ingin mengambil resiko tersebut.

"Tidak akan chagi, aku akan berhati-hati. Heheh..boleh ya ?" mau tak mau ryewook memang harus sedikit merajuk dihadapan suaminya tersebut. Yesung hanya bisa menghela nafas dan sedikit terkekeh melihat aksi merajuk istrinya tersebut yang tengah menarik-narik ujung bajunya layaknya anak kecil yang tengah meminta permen terhadap kedua orang tuanya.

Tanpa pasangan suami istri tersebut sadari, namja berwajah stoic tersebut tengah memandang senduh pasangan tersebut. Ia juga pernah merasakan bagaimana perasaan seperti yesung kala itu, dan bagaimana harcur hatinya kala sesuatu yang seharusnya sekarang tumbuh menjadi sosok anak kecil berusia beberapa tahun harus menghadap sang Pencipta-Nya kembali tanpa bisa melihat betapa indahnya dunia ini. Miris sekali kala mengingat semuanya, sesuatu lubang kembali terbuka direlung hatinya.

Yesung dan ryewook terus saling melemparkan senyuman dan pandangan saling mencintainya tanpa sengaja mereka melupakan sosok yang tengah memandang senduh kearah keluarga kecil bahagia tersebut dengan penuh arti. Yesung terus membelai perut buncit ryewook mulai menyadari sesuatu atau bahkan seseorang nampak ia acuhkan dan seketika matanya mengarah kehadapan kyuhyun yang tengah tersenyum senduh kearah yesung dan ryewook. Yesung langsung menghentikan pergerakan tangannya dan itu sedikit membuat mood ryewook yang tengah berbunga-bunga tiba-tiba saja berubah mendung. Ryewook langsung mengerucutkan bibirnya tanda protes akibat ulah yesung yang tiba-tiba saja menghentikan pergerakan tangannya diatas perutnya.

"Yeobo, bisahkah kau membuatkan ku dan kyuhyun sebuah ramyun ?" yesung mencoba bersikap manis terhadap ryewook ketika ia melihat gelagat ryewook yang tengah bad mood, dan mencoba mengalihkan perhatikan ryewook dengan embel-embel yang berujung dapur. Dalam hatinya yesung berdoa semoga saja mood ryewook berubah setelah ia memberi lampu hijau untuk ryewook memasuki dapur.

Dan perkiraan yesung tepat sekali, ryewook yang semula kesal dengannya pun langsung menampakan deretan gigi putihnya dan sebuah mata yang berbinar-binar setelah yesung menyuruhnya untuk memasakan sesuatu untuk suami tercintanya itu. "Nde.." ryewook langsung mengangguk imut dan langsung berlari-lari kecil menuju dapur.

Yesung sedikit khawatir sebenarnya namun ia juga tak ingin menjadi amukan ryewook dengan terpaksa ia harus mengalah kembali. "Aisshhh…jangan berlari yeobo !" yesung sedikit berteriak melihat kelakuan istrinya yang begitu menjadi labil saat masa-masa mengadungnya namun ia kembali tersenyum-senyum kala mengingatnya. Istrinya begitu bertambah imut dimatanya.

"Kau..sepertinya bahagia sekali hyung ?" yesung langsung menghentikan senyumannya setelah kyuhyun berhasil mengintrupsi kegiatannya.

"Ku rasa seperti itu. Kau juga pasti pernah merasakannya bukan kyu ?"

Kyuhyun kembali tersenyum getir mendengar pertanyaan yang tengah dilontarkan yesung. "Aku rasa aku sudah lupa bagaimana rasanya, menurut ku itu terlalu singkat. Bahkan aku dan sungmin belum sempat melihatnya."

Keduanya kembali terdiam dan ketara sekali masing-masing tengah memikirkan sesuatu didalam otak mereka. Suasana yang terasa diantara mereka begitu hening dan sedikit sekelabat awan hitam begitu nampak pada salah satu diantara namja tersebut akibat obrolan mereka yang sengaja membuka masa lalunya yang begitu menyakitkan.

"Menyerahlah !" yesung sedikit menghela nafas beratnya sebelum akhirnya kembali bersuara dan memecah keheningan diantara mereka. Kyuhyun langsung mengernyitkan dahinya mendengar kata yang terdengar ambigu ditelinganya. Kyuhyun langsung mendongakkan kepalanya menghadap yesung dan matanya memancarkan akan penuh tanya terhadap namja bermata sipit didepannya tersebut.

"Apa maksud mu hyung ?"

"Tsk. Kau tahu jelas apa arti dari perkataan ku kan kyu, tapi kau masih saja berpura-pura."

Sebernya kyuhyun memang sedikit menangkap apa arti dari perkataan yesung namun ia hanya ingin lebih memastikan perkataan tersebut dari mulut yesung sendiri.

"Dengarkan aku kyu, mungkin sungmin hanya menunggu kau merelakannya untu pergi. Dan mungkin saja ia hanya tertahan karena kau belum bisa merelakannya, jangan bersikap egois kyu ! Kau semakin membuatnya bertambah tersiksa karena sikap egoismmu itu !"

'Apa aku seburuk itu hyung ?' lirihnya dalam hati.

".." kyuhyun tak merespon ucapan yesung. Ia lebih memilih diam dan terus berperang pendapat dalam hatinya.

"Kau tahu betapa aku merasa sakit ketika mendengar dan melihat setiap malamnya ryewook mengis pilu dipelukan ku ketika ia mengingat sungmin ? aku bahkan merasa seperti pecundang karena aku tidak bisa berbuat apapun untuknya."

'Kau juga tidak tahu bagaimana rasa sakitnya menjadi aku hyung. Kau tidak tahu bagaimana rasanya ketika orang yang kau cintai tak bisa lagi menangis dihadapan mu, menagis karena mu dan kau tak bisa lagi memeluknya, menenangkannya. Aku bersumpah itu jauh lebih menyakitkan hyung.' Kyuhyun kembali menjawab dalam hatinya.

"Aku dan ryewook…kami memutuskan merelakan sungmin kyu." Sedikit keraguan kala bibir tipis yesung mengucapkan kalimat tersebut namun ia kembali teringat kata-kata kibum beberapa bulan yang lalu yang selalu mengingatkannya 'Mungkin lee sungmin hanya menunggu kau merelakannya kyu, ku mohon kau jangan mempersulit jalannya kyu' yesung dan ryewook benar-benar merasakan dilema, namun mereka juga tak ingin lagi melihat sungmin semakin tersiksa.

Entah harus marah atau sedih yang bisa kyuhyun lakukan sekarang mengingat satu persatu sahabat dan beberapa orang terdekatnya meminta dirinya agar menyerah terhadap lee sungmin. Kyuhyun kembali menghela nafasnya terasa berat, ia benar-benar merasakan sesak begitu dalam dihatinya soelah-olah ia tak bisa lagi menghirup oksigen disekitarnya. Rasanya benar-benar melelahkan jika setiap detiknya kau harus berperang dengan hati mu sendiri, begitu pula dengan kyuhyun. Ia memang tak ingin membuat lee sungmin jauh lebih meraskan penderitaannya didunia ini dengan cara menahannya, namun ia juga tak bis memungkiri bahwa sebagian hati terus berteriak-teriak agar terus bertahan. Lalu apa yang harus dilakukannya ? tak pernah ada jawaban pasti dalam hatinya. Ia hanya membutuhkan dukungan, ya hanya itu saja. Apakah itu terlalu sulit menjadi doanya ?.

Kyuhyun meraih mantelnya yang ia letakan disandaran kursi yang ia duduki sedari tadi dan ia pun mulai melangkahkan kaki jenjangnya beranjak dari tempat tersebut tanpa berniat menjawab setiap perkataan yesung terhadapnya. Namun beberapa langkah ia kemudian menghentikan langkahnya dan kemudian membalikan badannya menghadap yesung yang masih setia duduk didepan mini barnya tersebut.

"Ahhh…ada satu hal yang ingin ku tanyakan pada mu hyung."

"Mwo ?"

"Kau…bagaimana jika kau diberi pilihan. Kau akan mempertahankan istri mu atau anak mu hyung ?"

Yesung sedikit tersentak mendengar pertanyaan kyuhyun dan mengeram menahan emosinya mendengar pertanyaan tersebut. "Cho kyuhyun !" bentaknya.

"Kau bisa merasakannya ? seperti itu juga perasaan ku saat kau kau menyuruh ku untuk menyerah. Kau tidak akan pernah bisa membuat keputusan yang terlihat begitu mudah namun akan terasa sulit jika terjadi dalam hidup mu. Bagaimana bisa kau menyuruhku melepas seseorang yang sangat kucintai ? Kau tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan ? Itu sangat menyakitkan hyung. Kau tidak akan pernah bisa siap menghadapinya." Kyuhyun berujar begitu lirih dan bahkan sebuah liquid tertumpuk dipelupuk matanya kala mengatakan kata-katanya tersebut dihadapan yesung. Matanya benar-benar memanas dan tanpa mendengar jawaban yesung lagi kyuhyun mulai benar-benar beranjak meninggalkan restoran tersebut.

.

.

~About our memories~

.

.

Yewook Side

Ryewook merasa sedikit terlonjak kaget mendapati tingkah suaminya yang secara tiba-tiba saja memeluknya dari belakang ketika ia hendak memotong beberapa sayuran yang akan ia buat menjadi isi ramyunnya nanti.

"Yeobo…kau mengagetkan ku !"

Yesung tak begitu berniat merespon kata-kata ryewook bahkan ia semakin mengeratkan pelukannya dan semakin menenggelamkan kepalanya diantara perpotongan bahu dan leher ryewook. Yesung bertingkah seolah-olah ia tak ingin melepaskan gadis berambut ikal tersebut dari hidupnya, entah kenapa ia begitu takut jika suatu hari nanti ia tak bisa lagi melihat senyum dari yoeja yang selama ini memenuhi hatinya tersebut. Ryewook yang tak begitu mengerti akan sikap yesung secara tiba-tiba berubah, hanya diam dan menikmati saja hembusan nafas suaminya tersebut diantara bahunya.

"Yeobo…kau kenapa eohh ?" Ryewook yang merasa penasaran pun akhirnya menayakannya juga tentang perubahan sikap suaminya tersebut.

Yesung tak bergeming dari tempatnya bahkan semakin mengeratkan pelukannya yang terlihat posesif terhadap ryewook. "Kyuhyun benar, aku tidak akan pernah siap dan aku tidak akan pernah sanggup kehilangan mu dan aegya kita yeobo. Aku takut." Lirihnya, lebih percis seperti ia bergumam. Ryewook hanya bisa tertegun mendengar kata demi kata yang digumamkan suaminya tersebut. Ryewook juga merasa ia takan pernah bisa sanggup kehilangan yesung dan calon anaknya kelak.

Setetes air mata kembali jatuh diantara kelamnya mata ryewook, ia pun memutar tubuhnya sehingga menghadap yesung dan memeluk erat calon seorang ayah tersebut. "Hiks…aku juga takut yeobo. Aku takut sekali."

.

.

~About our memories~

.

.

"Ajusshi bisa pergi untuk sementara waktu. Nanti jika aku sudah merasa bosan, aku akan menghubungi ajusshi !" Seorang namja berwajah stoic tersebut sedikit memerintah pada namja yang memang lebih tua dari namja tersebut yang memang berstatus sebagai supir pribadi namja berwajah stoic tersebut.

Namja paru baya tersebut hanya mengangguk hormat sebelum benar-benar meninggalkan namja berstatus majikannya tersebut sendiri didalam mobil mewah majikannya tersebut. "Baik tuan"

Namja berwajah stoic tersebut sedikit menghela nafasnya memandang keluar kaca mobilnya yang menyuguhkan pemandangan sungai han yang begitu indah ketika sore menjelang. Mata onyxnya kemudian menatap senduh kearah yoeja berambut sebahu yang tengah duduk dengan anggun disebelah kursi penumpang yang sama dengannya.

Mata yoeja tersebut terus mengarah keluar jendela mobil tersebut tanpa menyadari namja yang tepat berada disampingnya terus memandang kearahnya. Sedikit demi sedikit kepala yoeja tersebut berputar menghadap kearah namja yang tengah memandang penuh arti kearahnya dan mempertemukan foxynya dengan onyx kelam sang namja. Entah kenapa atsmosfir diantara keduanya begitu senduh kala foxy dan onyx tersebut saling menyelami arti tatapan masing-masing. Yeoja bermata foxy tersebut kembali menyunggingkan senyuman yang terlihat senduh didepan namja berwajah stoic tersebut dan itu sedikit membuat desiran aneh didalam hati namja tersebut semakin bergejolak.

"Kau datang disaat yang tepat ming." Kyuhyun bergumam lirih dan yoeja disampingnya pun hanya tersenyum lembut tanpa berkata. Kyuhyun memandang keluar kaca jendelanya lagi sambil tersenyum miris. Kini sungmin atau lebih tepatnya hanya bayangan sungmin yang berganti memandang senduh kearah namja berambut ikal kecoklatan tersebut yang tengah memandang keluar kaca jendela mobil tersebut.

Srettt…

Dengan tiba-tiba kyuhyun yang semula tengah memandang kearah luar kini menjatuhkan kepalanya diatas pangkuan sungmin. Namja berkaki jenjang sedikit bersusah payah menyamankan posisi tidurnya diatas pangkuan sang istri mengingat ia harus sedikit menekuk kakinya diatasa jok mobil. Kyuhyun mulai memejamkan matanya dan berharap sosok sungmin tersebut memang benar-benar nyata ketika sosok tersebut membelai surai coklatnya dan bibir plump sungmin yang benar-benar menyentuh bibirnya. Yah, sosok sungmin tersebut memang sedikit menundukan kepalanya lebih mendekatkan wajahnya kehadapan kyuhyun yang tengah memejamkan matanya dan kemudian ia sedikit memberikan kecupan singkatnya diatas bibir tebal kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum walaupun matanya enggan membuka. Dan kembali keduanya saling memandang ketika mata onyx kyuhyun kembali terbuka. Keduanya saling tersenyum memandang satu sama lainnya. Dengan gerakan yang lumayan lambat, kyuhyun berusaha merai tengkuk sungmin dan membuat sungmin sedikit menunduk sedikit demi sedikit mendekat kearah wajahnya.

Chu~

Onyx dan foxy tersebut kembali terpejam kala keduanya kembali mempertemukan bibirnya masing-masing. Walaupun semuanya terlihat semu, namun bagi kyuhyun itu sudalah menjadi cukup. Melihat matanya, senyumannya, dan semua sentuhannya meski didalam mimpi saja sudah cukup menjadi tenaga baginya untuk menghadapi hari esok yang akan lebih terasa sulit lagi tanpa kehadiran yoeja bergigi kelinci tersebut disampingnya.

TBC….

Fiuhhhh…..akhirnya bisa nyelesain chap ini juga

Masih adakah yg berminat ? entahlah dan tak janji tak ada typos

Semoga chap ini gk terlalu mengecewakan

Sparkyumin : terimakasih atas koreksinya

18thOfMay : wahhh nama'y juga epil chingu ? heheh *d lirik kyupil*

Tika : aku juga rasa seperti itu..heheh :P ini udh lanjut

kim wike : gomawo

lalayas : hehehe :P ini rate T chingu oke sippp

amalia : dalam hati ikut bertanya ? kapan iia ? *ehhh ?*

tias : gwencana and gomawoyo

Aey Raa kms : gomawo mau menunggu

Leesooyoungelf : gomawooooo mau menunggu ff gaje kuh ini iiang d atas ada yewook kan ? aishh mina chingu kalo yewook moment gk begitu terlihat menarik coz aku gk terlalu mendalami ff yewook. Mianhae *bowwww*

DIANA : sama saeng ^^ aku juga kasian tuh ama epil tapi lihat aja lah

Kyukyu : sudah iia tetep ripyu yah

hyukjae lee : gwencana aku juga sering lelet apdet :P

reva kyuminelf : wahhh annyeong ^^ gomawo sudah mau membaca ff ku

terimakasih untuk kalian semua para readers

aku berharap respon yg positif dari kalian, yahhh itung2 buat aku semangat lagi buat nulis di sela2 kesibukan ku sebagai pelajar yg akan menghadapi UN

PLEASE REVIEW OR DEL ?