Chapter extra : "hitori"

Disc: om Masakishi,

Warn: mistype banget!!! Dan keanehan cerita jalan cerita yg aneh!

Shira present,

Terererererereret…

(happy bread)


"Ahahahahaha!!! Jugo, kau konyol banget!"

"Diam, Naruto! kau mau hancur oleh tangan-tanganku ini?!"

"Iya, kalau kau bisa menangkapku!"

"Jangan lari!!"

"Ahahahaha- (bruk!) aww!! Aduh.. kepalaku!!"


Hitori


"Dobe!! Jangan tabrak orang sembarangan!" seru seorang bocah laki-laki sambil memegangi pantatnya.

"Aduuuh… harusnya aku yang bilang gitu, kan?!" bentak yang seorang lagi tak mau kalah sambil menekan-nekan kepalanya.

"Kenapa di hari pertamaku malah bertemu orang berisik sepertimu?!"

Sasuke's pov

Sial! kenapa aku harus mengalami nasib sial seperti ini?! Bocah ini lagi, pirang cerah dan berisik sekali! Aku tidak suka!

"Apa katamu?! Dasar teme sial!!" dia bangkit dan menarik kerah bajuku. Matanya yang biru menatap lurus mataku.

"Dobe tuli!!"

"Narutooooo!!! Kok malah ngobrol sih? Kan lagi dikejar!" teriak seseorang dari arah sana. Badannya besar dan rambutnya seperti jeruk. Pasti berandalan!

"Jugo! Anak ini berani ngatain aku dobe tuli!" adunya sambil berjalan menjauh dariku.

"Siapa- kau?! Kau Uchiha Sasuke???" dia menunjukku dengan telunjuknya, dasar tidak sopan!

"Hn."

.....

"Bagus sekali, Uchiha!! Kau merebut teman-temanku!!!" dia membentakku dan menampakkan mata birunya lagi.

"Hh! Mereka yang mendekatiku! Kalau kau mau, ambil saja mereka! Aku tidak butuh orang-orang rendahan itu!" Ku dorong tubuhnya yang menghalangi jalan pulangku, dan terus berjalan meninggalkannya.

"Tunggu!!! Apa maksudmu rendahan, hah?!!" teriaknya, terpaksa aku harus berhenti karena kaget mendengar suaranya yang menggelegar.

"Kau juga sama rendahnya dengan mereka." Ucapku sambil menatapnya remeh.

"Jangan jelek-jelekkan mereka!!!"

Apa?

"Berani sekali kau merendahkan teman-temanku.. uhuhuhu…"

Hah? dia menangis?? Apa-apaan itu?? laki-laki menangis? Dasar bodoh!

"Kau boleh, uhuhu mengejekku.. tapi jangan mereka! Mereka itu orang-orang yang ku sayangi.." dia terisak hanya karena aku mengejek mereka? Dia ini cengeng atau…

Deg!

Tuhan… mata yang,, indah? Matanya bagai air laut yang sedang tertiup angin. Tergenang dalam biru yang mempesona.

"Saat ini, hanya mereka yang menemaniku di sekolah.. aku tidak mau mereka meninggalkanku… uhuhuhu.."

"… Aku akan menemanimu.."

"Eh?"

Hah? kenapa tiba-tiba aku bicara seperti itu? akalku atau hatiku yang memintanya?

"Kau mau jadi temanku?"

"Ya. Bahkan lebih baik dari mereka." Aku ini ngomong apa sih?

"Hiks,, kau baik juga, teme.. Temeee…!!" dia berlari menerjang dan memelukku. Akalku mungkin memerintahkan untuk mendorongnya, tapi hatiku amat menikmatinya.

.....

"Ini perbuatan mantan teman-temanmu lagi ya?" tanyaku.

"Eh, tidak kok! Aku tadi cuma kurang hati-hati berjalan.." dia kembali menampakkan senyum lebarnya padaku.

"Bangun! Ayo ke ruang kesehatan." Segera ku tarik lengannya.

"Eh, tapi.."

……..

"Dasar dobe, kenapa kau tidak membalas mereka?!" kutekan saja luka memarnya.

"Aww!! pelan-pelan, teme! Sudah kubilang, mereka itu hanya iseng!"

"Kau itu terlalu menganggap mereka baik, dobe!"

"Karena aku tahu, mereka itu baik.." ucapnya sambil tersenyum padaku. Rasanya aku ingin sekali memeluknya melihat dia seperti ini, lalu berkata 'kau masih punya aku yang benar-benar menyayangimu..'.

"Sampai berapa lama kau akan bertahan dengan keyakinanmu itu?" tanyaku datar.

"Sampai mereka berubah.." mata birunya menatap tegas nan lembut ke arahku.

"Mereka sudah membencimu, tidak mungkin mereka akan peduli lagi padamu." Ucapku tetap datar.

"Terima kasih, hanya kau yang peduli padaku saat ini. Tapi aku yakin mereka akan berubah."

"Apa manusia bisa berubah?"

"….."

"Apa mereka bisa berubah sekalipun kau menyembah memohon belas kasihan dari mereka?"

"Ya.. manusia itu tak bisa diduga."

.....

"Ohok! Ohok! hh.. hh.." sial, penyakitku sering kambuh. Dan lagi di saat yang tidak tepat.

"Sasuke!! kau kenapa?! batukmu berdarah! Ayo ke ruang kesehatan!!"

…..

"Aku tidak percaya kau menyembunyikan penyakitmu dariku.." suaranya bergetar, amat terdengar jelas di telingaku.

"… Tidak apa, ini hanya penyakit biasa." Aku berusaha untuk menenangkannya dan tidak terlalu khawatir.

"Sebenarnya, aku hanya takut kau akan jauh dariku."

"… Tidak akan,"

"Bagaimana jika kau melanggar ucapanmu sendiri?"

"… Aku tidak tahu."

"Aku tidak berani bertemu denganmu."

.....

" Hey! kata sensei, Uchiha Sasuke pindah kemarin."

Deg!

"Benarkah itu, Menma?!"

"Ya! Kenapa dia tidak berpamitan ya?? dasar Uchiha.."

"Kau melanggar janjimu.."

…..

"Maaf Sasuke, tapi kita akan tinggal di Konoha."

"Apa?! tapi kata aniki, kita kesini hanya untuk berobat?!"

"Ya, tapi itu akan memakan waktu lama. Aku sudah menelpon sekolahmu dan memberitahu soal kepindahanmu."

"Bodoh!! Dasar aniki bodoh!!!" aku berlari menuju kamar pribadiku di apartemen yang terletak di pusat kota Konoha itu. Aku tidak mempedulikan aniki yang terus memanggilku, aku sudah tidak bisa berpikir lagi sekarang.

"Aku melanggar janjiku.."

Tbc

Shiraland~

Inilah cerita shira yang dibuat atas nama ketidakrencanaan. Semalem doang bikin dan tanpa bekal cerita, asal aja mau ngetik apa kek! ceritanya jadi terkesan buru2 banget dan cepuet banget! yowes, udah malem, jaa~

Sampe jumpa di chapter 7..