Second Life (Reincarnation)

Disclaimer: Vocaloid © Yamaha, Fanfiction © I am XD

Rated: T

Warning: Gaje, Typo maybe (?), Ganyam, dsb. Len suka Miku, Tapi Miku kagaak. Apa Rin bisa mengubah persepsi Len, saudara saudara? #ditabok Rin

Genre: Romance & Spiritual

Summary: Rin membenci saudara kembarnya, Len. Ia sangat ingin mati dan pergi dari hadapan Len! Hingga suatu saat... keinginan itu terwujud. Ia mati ditabrak Truk. Namun.. 'seseorang' menghidupkannya kembali, karena iba pada Rin. Namun, ketika ia terjaga.. Len sama sekali tidak mengenalnya!/"Terpaksa kita harus sekamar..

.

.

.

.

Yeyeyeye Update XD

Tenang,, rated ini bakal tetep T kok^^

Kecuali kalo kebablasan XD #digilesroller

Biasa, karena author ini kismin, dan tidak punya waktu dan ruang/uang yang cukup, jadi tidak bisa membalas review, langsung saja dibalas dalam bentuk cerita okeee ^O^

Tapi, untuk Karen.. kamu ini cewek apa cowok? OO7 #dijejelinsampahsamakaren

Len POV

Oke.. mungkin ini agak berlebihan, namun dengan adanya gadis tsundere disampingku, mungkin tidurku takkan nyenyak. Kenapa? Satu, dia bukan keluargaku, dua, pakaiannya begitu… see –lupakan, tiga, aroma jeruknya yang sangat.. Empat, kasur ini King size,dan hanya ada satu. Astaga, kenapa aku jadi begini? Tidak, tidak, aku tidak MESUM! Ya, setidaknya belum. Ingatlah, Len! Kau masih memiliki Miku!

" Emh, begini Rin," kataku mencoba mengisi kekosongan ruangan sempit ini, aku menatap ke arahnya, yang kini hendak membuka bajunya. "Astaga Rin! Kau mau apa?!"

"Kau pikir mau apa? Ganti baju," katanya acuh, membatalkan niatnya, berkaca pinggang dan memandangku aneh.

"Bodoh, biarpun begitu, aku ini masih laki-laki normal!" kataku, kesal.

"Aku.. ah, lupa. Soalnya, kukira kau cermin. Kalau begitu, berbalik, jangan mengintip atau kau akan kubunuh." Katanya dengan pandangan deathglare. Sungguh, Miku jauh lebih lembut! Mentang-mentang mirip denganku, dia bias seenaknya saja, sial.

Beberapa menit kemudian.. dia menyuruhku berbalik dan kulihat, dia tampak berbeda. Memakai gaun tidur berwarna oranye, tipis dan membuatnya terkesan.. lembut. Mataku menulusuri setiap helai gain satin oranye itu. Pola pola oranye dan harum aroma tubuhnya benar-benar serasi. Lalu..

"HEI! Hentikanlah pandangan mesummu itu!"

Aku tersentak, "Si.. siapa yang mesum! Mana ada yang mau menyentuh gadis straight sepertimu!" Bodoh. Kata-kata itu tak seharusnya aku katakan!

"A –apa?!" katanya dengan nada marah, pastinya. BUAGH! Aku dipukulnya dengan sekuat tenaga.

"I..itai.." kataku, meluncurkan strategi senyum-paling-keren.

"Salahmu sendiri, bodoh." Katanya cuek.

Dia adalah, gadis paling menyebalkan, paling aneh, dan gadis yang takkan bisa kutaklukan! Biasanya gadis lain akan luluh hanya karena senyumku. Ok, aku tahu dia berbeda, tapi aku sama sekali tidak merasa asing padanya. Bukan karena 'kejadian-kejadian aneh' yang terjadi padaku dengannya, tapi seuatu yang membuat aku sangat mengenalnya..

"Len.." katanya mendadak dengan lembut. Dia sudah tidak marah, namun memasang raut sedih yang sungguh manis..

"I –iya?"

"Boleh aku bertanya? Tapi pertanyaan ini sedikit aneh."

"Tentu saja. Memangnya apa?" aku sedikit penasaran akan pertanyaannya.

"Apa kau percaya pada .. Reinkarnasi?"

Re.. reinkarnasi? Kau bercanda kan? Tapi.. tampangnya itu.. sama sekali tidak ada raut sedang bercanda.

"A –aku… tidak. Itu hal yang mustahil kan?"

Dia menunduk, dengan wajah yang pilu. Tak kusangka seorang gadis tsundere seperti dia dapat memperlihatkan wajah seperti itu.

"Tapi.. Kalau kau.. punya kembaran bagaimana?"

Aku terdiam, "Wah, aku akan senang sekali!" kataku, tersenyum sambil membayangkan, sebuah refleksi bergandengan tangan denganku, bernyanyi bersama dan..

"Tapi.. kembaranmu itu cewek, dan kau jatuh cinta padanya, bagaimana?" Tanyanya lagi.

"Itu.. pasti sangat menyakitkan. Kau kan tidak bisa mencintai kembaranmu sendiri, bukan begitu?" kataku, sedikit sedih.

"Apa kau akan mencoba melupakan kembaranmu itu dengan bermain bersama gadis lain?" katanya mendekatkan wajahnya padaku,sangat dekat, membuatku.. berdebar debar..

"A –aku.." aku mencoba menjauhinya, "Mu –mungkin.."

"Kalau kau diberi kesempatan bereinkarnasi, apa kau akan memilih untuk tidak jadi kembarannya? Kalau ya, kenapa?" pertanyaannya makin aneh. Namun, tutur katanya yang lembut, membuatku terus mengikuti alur pembicaraan.

"Mungkin, ya. Asalkan aku bisa bertemu dengannya, dan menjadi kekasihnya," kataku, asal. Habis, aku bingung menjawab pertanyaan yang bertubi- tubi seperti ini.

"Kalau dia sudah.. mempunyai tunangan?" katanya ragu, seakan-akan, dia membicarakan dirinya saja.

"Itu.. kurebut saja! Mudah kan!" kataku bercanda, dia pun ikut tertawa.

"Hmph, dasar! Maaf, jadi bicara aneh begini! Sebagai gantinya, ini." Katanya, sambil membuka backpacknya dan melempar sekantun besar pisang. WOW!

"Wah~ Arigato! Dari mana kau tahu aku suka pisang?"

"Hm.. Reinkarnasiku.." gumamnya. Aku tidak yakin ia mengatakan itu, namun kualihkan perhatian pada pisang yang ia berikan. Oh,

"Oyasumi, Len, aku duluan ya. Jangan lupa kunci pintu" Katanya, merebahkan diri lalu terlelap di kasur itu.

Aku dengan sigap menyelimuti dia, dan berkata pelan, "Oyasumi.. Rin"

Tanpa sadar.. sepasang mata terus mengintaiku..

Mungkin hanya perasaanku sajakah? Uaah.. lupakan! Hari ini panas sekali ya, meskipun malam. Dasar, musim panas sih.

Normal POV

Miku, gadis berambut aquablue twintails itu berjalan kearah cottage milik Len dan Rin. Ia datang pagi sekali, jam 5.00. Ia berniat mengajak Rin mandi bareng, selain itu… Ia penasaran, apa sih, yang dilakukan mereka berdua semalam? Astaga, Miku, jangan berpikir seperti itu dong.

"Len, Rin,! Bangun kalian kagamine pemalas!~" teriak Miku didepan cottage mereka dengan penuh semangat.

Namun, tidak satu pun dari mereka berdua membalas teriakan Miku. Karena memang pada dasarnya Miku tidak sabaran, lantas ia langsung mencoba menggedor pintu. Tak sengaja, pintu terbuka dengan mudahnya. Rupanya, Len lupa menguncinya.

"Dasar ceroboh, gimana kalau ada maling -_-" Batin Miku. Bukannya hal yang kamu lakukan hampir sama seperti maling? #dibompakenegi(?)

Ekspresi Miku berubah. Dia hampir-hampir tak percaya atas apa yang ia lihat dengan bola matanya. Lalu…

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA! Rin! Len! Apa yang kalian lakukan?!" teriakan Miku begitu kencang sampai Len terbangun.

"Apa yang.. Mi –Miku! Aku bisa jelaskan apa yang terjadi.. ini bukan.." Len gelagapan dengan kesalahpahaman Miku. Sesaat, gadis orange itu terbangun, mengucek-ucek mata sebentar,menatap mereka berdua, dan..

0% NOW LOADING.

10% NOW LOADING..

25% NOW LOADING…

50% NOW LOADING…

70% NOW LOADING…

100% L.O.A.D.I.N.G COMPLETE

"UGYAAAAAAAAAAAAAA! HENTAIIIII!"

Baik, mungkin kalian tidak tahu apa yang telah terjadi. Len, yang kemarin kepanasan, membuka kausnya. Karena di rumah ia biasa tidur tidak pakai baju, jadi, begitulah (?). Sedangkan Rin, seperti yang sudah Len jelaskan, ia memakai pakaian tidur yang cukup.. ehemseksiehem. Bukan hanya itu, apa yang membuat Miku kaget adalah… mereka tidur berpelukan dengan memakai baju yang seperti 'itu'.

Rin POV

Sehabis mandi, aku dan Miku janjian di suatu tempat. Tentunya untuk berlatih. Namun, si bodoh malah mengganggu kami berdua.

"Maafkan aku ya Rin.." Len memohon maaf dengan lahir dan batin (?) dan berharap aku dapat merestui (?) permintaan maafnya. Aku tahu.

"Sudahlah, bodoh, lupakan, tidak enak dilihat orang. Sana, pergi tinggalkan aku dan Miku, kami butuh privasi!" kataku dengan nada sewajar mungkin, yah, meski agak marah, tapi aku juga gak enak sama dia -_-

Dia dengan patuhnya meninggalkan kami, dan bermain bersama Mikuo, kakak kembar Miku. Ah, bukan bermain, tapi sibuk membolak-balik majalah.. YAOI.

"Nah, disini aman dan nyaman untuk bernyanyi, nah Rin, ini, aku sarankan agar kau menyanyikan lagu ini, lagu yang diharuskan peserta untuk menyanyikannya. Begini cara menyanyikannya." Miku mulai bernyanyi. Suaranya.. halus dan lembut.. aku memperhatikan dengan seksama sampai lagu itu selesai.

"Nah, giliranmu," katanya mempersilahkanku. Aku sedikit ragu, apa benar aku bisa menyanyi sebaik dirinya? Tapi, aku akan berusaha sebaik mungkin!

SKIP

"Uaaah Hebat! Ternyata kamu lebih hebat daripada Len!" kata Miku senang (?)

Masa sih? Padahal baru pertama kalinya aku menyanyi lho. Dasar Miku, pasti dia memuji agar aku mau mengikuti audisi itu.

"Baka! Sudah pastilah, sekarang kita makan siang yuk! Aku lapar," keluhku, memang, 2 jam terus terusam menyanyi membuatku lelah.

"Kau tahu? Malam ini ada jurit malam lho, sepertinya akan berpasangan." Katanya melenggang pergi. Tapi, tak disangka ia menabrak seseorang, sialnya lagi, orang yang menabrak Miku itu membawa es krim dan es krim itu jatuh mengenai wajah Miku. (sfx: petir cetar membahana menggelora badai -_-")

"Kau! Lihat pakai mata gak sih?" teriak Miku sambil memandang jijik ke arah Shion (Aku dengar dia itu namanya Kaito Shion). Oke, mungkin, kalian akan berpikir Shion akan meminta maaf sambil memasang wajah idiotnya, tapi kalian salah. Dia malah semakin menjejalkan es krim itu ke wajah Miku. Miku sempat protes tapi,

"Salahmu sendiri, cewek serampangan. Lihat, kau menghabiskan es krimku, tahu. Perlu waktu untuk menuruni tangga untuk sampai ke tukang es" kata Shion cuek. Lantas dia melengos pergi.

"Sial! Awas saja kau! Dasar cowok menyebalkan!" umpat Miku.

"Sudahlah Miku, ayo ke cottageku, aku punya beberapa snack rasa negi yang pasti kau suka." Kataku mengalihkan perhatiannya. Wajah Miku langsung berubah drastis..

"Benarkah?~ Ayo! Ayo!" kata Miku jingkrak-jingkrak kegirangan. Kulihat, Shion memperhatikan Miku sambil cekikikan sendiri. Dasar, Miku..

"Tapi ingat, jurit malam nanti kau harus berpasangan denganku, apapun yang terjadi!" kataku dengan perasaan sedikit tidak enak.

"Iya, iya, sekarang ayo,kita ke Negi-kun~"

Perasaanku tidak enak.

yEAH.. Apa kalian tahu lagu apa yang dinyanyikan Rin dan Miku pada saat latihan tadi?

Coba tebak!^^

Mind to review? =3=