Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin dengan formal ketika memasuki restaurant. Sang kepala restaurant sendiri yang menyapa mereka dan mengantarkan mereka berdua ke meja yang sudah disiapkan.

Kyuhyun tampak akrab dengan kepala restaurant itu, dan Sungmin melihat kepala restaurant, seorang lelaki Perancis dengan logat Perancis yang kental. Sesekali Kyuhyun berbicara dalam bahasa Perancis yang lancar dan tersenyum menanggapi perkataan kepala restaurant itu.

Dari informasi yang pernah didapat Sungmin, ayah Kyuhyun adalah orang Perancis dan ibunya keturunan Korea. Mungkin ini sebabnya Kyuhyun lancar berbahasa Perancis, meskipun itu bukan urusannya. Sungmin cepat-cepat mengalihkan pikirannya

dari Kyuhyun. Ketika kepala restaurant itu pergi, Kyuhyun menarikkan kursi untuk Sungmin dan duduk di depan Sungmin,

"Restaurant ini milik ibuku," Kyuhyun menatap kepergian kepala restaurant itu, "Francoise adalah asisten ibuku sejak lama, dia mencintai restaurant ini seperti mencintai hidupnya"

Sungmin terdiam menatap Kyuhyun. Orangtua Kyuhyun juga telah meninggal, itu yang dia tahu, tetapi entah kenapa, informasi tentang orang tua Kyuhyun itu tersimpan rapat, jauh sekali hingga tidak ada seorangpun yang bisa menggalinya. Seorang pelayan datang dan Kyuhyun memesan lagi dalam bahasa Perancis yang fasih. Ketika hidangan pembuka datang, Sungmin terpesona dengan tampilannya, Kyuhyun menjelaskan bahwa makanan itu adalah L'imperial de saumon marine yang ternyata adalah filet salmon asap.

Ditemani dengan Creme, potongan jeruk citrus, dan Roti Baggue. Penyajiannya begitu indah, seperti hamparan padang pasir di atas piring lengkap dengan suasana

eksotisnya.

Sungmin menyuap untuk pertama kalinya dan mendesah, merasakan crème itu meleleh di mulutnya dan menciptakan cita rasa yang bercampur baur antara rasa manis dan

kelembutan yang nikmat.

Tak disadarinya bahwa Kyuhyun menatap ekspresinya itu dengan tatapan kelaparan. Suasana hati Kyuhyun luar biasa buruknya, hasratnya yang tidak terlampiaskan membuatnya frustrasi luar biasa. Dia amat sangat ingin meledak… di

dalam tubuh Sungmin.

Kyuhyun memesan anggur Chardonnay sebagai teman makan mereka, sambil berharap malam ini Sungmin sedikit mabuk sehingga mengendorkan pertahanannya. Tetapi pikiran bercinta dengan Sungmin dalam kondisi perempuan itu mabuk sama sekali tidak menyenangkannya. Dia ingin perempuan itu sukarela, melingkarkan pahanya di tubuhnya, ketika tubuh mereka bersatu. Saat itu akan datang pada akhirnya, kalau Kyuhyun mau bersabar dan menundukkan perempuan keras ini pelan-pelan.

Hidangan utama datang, yakni Parmentier de canard et son bouquet de verdure, hidangan daging bebek yang dipanggang hingga cokelat muda dan berminyak bersama

dengan kentang lembut yang dihancurkan, dan disajikan bersama semangkuk salad. Rasanya luar biasa lezat dengan paduan bumbu-bumbu yang tidak biasa dan khas, membuat Sungmin terpesona akan citarasa masakan khas perancis ini. Pantas saja restaurant ini dianugerahi lima bintang.

"Kau menyukainya?," dalam cahaya lampu yang temaram, Kyuhyun tampak lebih lembut. Garis kejam di bibirnya tampak memudar dan itu membuatnya tampak lebih santai.

Sungmin ingin membantah, tetapi tidak ingin merusak suasana indah ini. Terkurung selama berminggu-minggu di dalam kamar terkutuk itu dan sekarang entah kenapa Kyuhyun berbaik hati membawanya keluar – meskipun dengan pengawalan ketat – Sungmin sempat melirik ke arah pengawal-pengawal Kyuhyun yang berdiri seperti biasa di akses pintu keluar.

Sungmin menganggukkan kepalanya. Dia memang sangat menikmati semua ini, bukan hanya makanan – meskipun makanan di rumah Kyuhyun tidak kalah nikmatnya – tetapi bisa makan dengan pemandangan bebas, bukan pintu kamar dan ruangan yang selalu terkunci sangat menyenangkannya.

"Bagus," Kyuhyun bergumam puas, lalu memanggil pelayan untuk menghidangkan hidangan penutup, dan kopi, "Aku ingin gencatan senjata"

Sungmin mengalihkan pandangan tertariknya pada hidangan penutup yang baru datang itu. Itu adalah crème brûlée, hidangan cantik dari krim yang dibakar di permukaan atasnya sehingga membentuk lapisan karamel renyah tapi lembut di bagian bawahnya.

"Gencatan senjata?," ketika menyadari arti dari kata-kata Kyuhyun, Sungmin waspada sepenuhnya.

"Aku akan memperlakukanmu dengan baik, bukan sebagai tawanan, tetapi sebagai kekasihku. Menurutku kita bisa menjalin hubungan kerja sama yang cukup baik"

Sungmin tergoda. Bukan, bukan tergoda menjadi kekasih Kyuhyun. Tetapi tergoda akan janji itu, bahwa Kyuhyun tidak akan memperlakukannya sebagai tawanan, yang berarti akan melonggarkan keamanan ketat yang selama ini menjaganya. Itu berarti kesempatannya untuk melarikan diri akan…

Kyuhyun sepertinya bisa membaca pikiran Sungmin dari raut wajahnya, bibirnya mengetat marah dan lelaki itu menggeram,

"Lupakan saja!," dengan marah Kyuhyun melempar serbetnya, lalu berdiri, "Changmin!"

Dengan cepat Changmin menyiapkan mobil Kyuhyun, dan Sungmin mendapati dirinya ditarik pergi meninggalkan rumah makan itu.

*** Sleep Wuth The Devil ***

Dalam kegelapan sosok itu mengawasi, kabel rem mobil itu sudah berhasil dipotongnya. Susah memang, mengingat pengawal-pengawal Kyuhyun selalu siaga. Tetapi jangan panggil dia Jackal , nama samarannya di dunia gelap yang cukup populer sebagai pembunuh bayaran paling ahli.

Potongannya sudah diatur dengan rapi, ketika diperiksasekarang pun tidak akan ada yang menyadarinya. Tetapi seiring dengan berjalannya mobil, dan kira-kira 10 kilometer dari sini, tepat ketika mereka memasuki area pinggiran kota dengan jalan berliku dan pohon besar di kiri kanannya menuju rumah Kyuhyun…. Kabel itu akan putus.

Jackal terus mengawasi sampai mobil itu berjalan dan menghilang di tikungan, lalu tersenyum jahat, sekarang saatnya menagih bayarannya kepada Jay yang menyedihkan.

*** Sleep Wuth The Devil ***

Ketika mereka dalam perjalanan pulang, suasana hati Kyuhyun tampaknya lebih buruk dari sebelumnya. Sungmin mengernyit menatapnya. Apakah Kyuhyun selalu melalui hari-harinya dengan marah-marah seperti ini? Lelaki itu pasti akan mati muda, pikirnya dengan puas.

Perjalanan itu berlangsung sedikit lama dan Sungmin mengantuk mungkin karena pengaruh anggur dan makanan tadi,Sungmin mulai memejamkan mata dan godaan untuk tidur terasa sangat nikmat.

"Sungmin!," teriakan itu mengejutkan Sungmin membuatnya terperanjat kaget, ketika sadar dia merasakan dirinya ada dalam dekapan Kyuhyun, didekap dengan begitu kuat hingga merasa sakit. Seluruh tubuh Kyuhyun melingkupinya seolah melindunginya.

Melindunginya dari apa…..?

Sekejap kemudian, mereka berguling dan benturan keras mengenai kepalanya, membuat semuanya gelap dan Sungmin tidak ingat apa-apa lagi.

*** Sleep With The Devil ***

"Bagaimana dia?," Kyuhyun menyeruak di antara kerumunan perawat itu. Para perawat di ruangan lain tampak mengejarnya karena luka di lengannya belum selesai dibalut, Dokter dan perawat yang menangani Sungmin menoleh serentak dan sedikit terpana ketika menyadari bahwa di pintu ruangan gawat darurat itu, berdiri sosok lelaki yang luar biasa tampan, mengenakan kemeja putih yang penuh darah, dan tampak begitu marah.

"Bagaimana dia?!," sekali lagi Kyuhyun bertanya, dengan nada sedikit berteriak.

Dokter Ahn, yang bertugas di sana, cukup mengetahui reputasi Kyuhyun yang begitu kejam dan cepat naik darah – lagipula, lelaki itu adalah pemilik rumah sakit ini. Dia menghampiri Kyuhyun dan mencoba menjelaskan,

"Dia baik-baik saja Tuan Kyuhyun, kami sudah menjahit luka di kepalanya. Tetapi dia kehilangan banyak darah, dan saat ini kami sedang mencari darah dari penyedia terdekat…."

"Cari darah itu…Changmin!," Kyuhyun berteriak memanggil Changmin, yang dari tadi sebenarnya sudah berdiri di belakangnya, "Dia akan membantu mencari darah untuk Sungmin, apa golongan darahnya?"

"A," dokter itu menjawab cepat, tiba-tiba merasa takut akan api yang menyala di mata berwarna cokelat muda itu.

Kyuhyun tertegun sejenak, "Ambil darahku, aku juga A"

"Tuan Kyuhyun, Anda juga habis terluka karena kecelakaan ini," Changmin menyela cemas.

"Kami tidak bisa mengambil darah Anda, kondisi Anda tidak memungkinkan," Dokter itu menyela tak kalah cepat hampir bersamaan dengan Changmin. Kyuhyun mengepalkan tangannya marah,

"Dengar, ini hanya luka lecet kecil, dan aku ingin semua perkataanku dituruti, ambil darahku dan selamatkan dia! Dan kalau…," Kyuhyun terengah, matanya melirik ke arah tubuh Sungmin yang terkulai lemas di sana, "Dan kalau sampai terjadi sesuatu kepadanya, aku akan membuat kalian menerima ganjarannya," gumamnya dengan nada mengancam yang menakutkan

*** Sleep With The Devil ***

Kyuhyun duduk di pinggir ranjang dan menatap Sungmin yang masih tertidur karena pengaruh obat. Transfusi darah sudah dilaksanakan dan kondisi Sungmin berangsur membaik. Kali ini barulah Kyuhyun merasakan sedikit pusing dan sakit di lengannya yang tersayat besi mobil yang terguling tiga kali sebelum terhempas ke turunan jalan tadi.

"Kondisinya sudah membaik," Changmin yang berdiri di sana berusaha memecah keheningan, "Kami sudah menyelidiki pelakunya"

"Jay," Kyuhyun menggeram, dia sudah tahu bahkan sebelum Changmin memberitahunya. Bajingan busuk itu beraniberaninya melakukan ini. Dia tidak tahu apa yang menantinya. Kyuhyun pasti akan mencincangnya sampai menjadi bubur. "Kau sudah menemukannya?"

Changmin bergerak sedikit gelisah, "Belum tuan, ketika dia sadar bahwa dia gagal membunuh Anda, dia langsung melarikan diri entah kemana"

"Cari dia, temukan lalu bawa dia ke depanku, hidup-hidup," suara Kyuhyun terdengar mengerikan dan Changmin tahu Kyuhyun sedang sangat marah. Saat ini seharusnya Jay berdoa supaya dia ditangkap dalam kondis sudah mati, karena kalau Kyuhyun sudah menemukannya dalam kondisi hidup… Changmin tidak berani membayangkan bagaimana jadinya.

"Ada satu lagi tuan," Changmin tiba-tiba teringat Kyuhyun hanya melirik tidak berminat,

"Apalagi?"

"Jay tidak melakukan semuanya sendiri, dia menyewa seorang pembunuh bayaran yang sangat terkenal di dunia gelap, Jackal."

Jackal. Kyuhyun pernah mendengar nama sebutan itu. Jackal adalah pembunuh jenius bermental psikopat yang sangat keji dan maniak. Dia membunuh korbannya dengan perhitungan yang sangat matang dan terkadang bisa sangat kejam.

Sampai saat ini, tidak ada yang tahu sosok asli pembunuh itu, mereka semua menyebutnya Jackal karena dia selalu berhasil membunuh korbannya… sampai sekarang.

"Jackal terkenal tidak pernah gagal. Dia akan terobsesi kepada korbannya kalau tidak bisa membunuhnya. Dan sekarang, dia pasti akan mengejar Anda. Anda harus berhati hati karena sampai saat ini kita tidak tahu siapa dirinya" Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Merasa siap karena marah.

Jay dan pembunuh psikopat yang entah siapa itu telah berani-beraninya melukai Sungmin, miliknya. Kalau mereka memutuskan berhadapan dengannya, berarti mereka telah memilih musuh yang salah.

*** Sleep With The Devil ***

Sungmin terbangun ketika merasakan lengannya disengat. Dia membuka mata dan bertatapan dengan wajah muda berkacamata yang sangat tampan dan ramah.

"Ups aku membangunkanmu," lelaki itu tersenyum ramah,

"Aku sedang menyuntikkan obat untuk lukamu. Aku sudah berusaha melakukannya selembut mungkin, tetapi sepertinya aku tak selembut yang kukira" Sungmin mengamati lelaki itu dari jas putih yang dikenakannya, dia adalah dokter. Lelaki itu mengikuti arah pandangan Sungmin dan tersenyum,

"Perkenalkan, aku Dokter Ahn Jaehyun, aku dokter yang merawatmu kemarin ketika kau dibawa ke sini, Kepalamu pasti sakit? Kau terbentur cukup keras, aku menjahit 12 jahitan di sana"

"Kecelakaan?," Sungmin berusaha mengingat semuanya-tetapi ingatan terakhirnya hanya sampai pada teriakan Kyuhyun dan pelukannya yang begitu erat, sebelum semuanya menjadi gelap.

"Ya kecelakaan, kata polisi mobil kalian di sabotase dan remnya blong. Mobil kalian terguling dan kepalamu membentur, untung kami dapat menyelamatkanmu"

"Bagaimana dengan Kyuhyun?," Sungmin bertanya cepat, sabotase itu pasti dilakukan oleh musuh Kyuhyun yang mendendam kepadanya. Apakah Kyuhyun terluka? Ataukah lelaki itu sudah mati? Dan kenapa bukannya senang tetapi Sungmin malahan merasa cemas?

"Maafkan aku mengecewakanmu," suara khas itu terdengar dari pintu, "Tetapi aku masih hidup"

Sungmin menoleh dan melihat Kyuhyun berjalan memasuki ruangannya, dengan kemeja hitam dan penampilan yang luar biasa sehat dan tak kelihatan kalau dia baru saja mengalami kecelakaan. Tanpa sadar Sungmin mengernyit, menyesal telah mencemaskan Kyuhyun. Lelaki itu mungkin iblis, jadi susah mati, gumam Sungmin menyumpah dalam hati.

"Bagaimana kondisinya dokter?," Kyuhyun mengalihkan tatapan matanya dan menatap Dokter Ahn yang masih berdiri di sana, memeriksa infus Sungmin.

Senyum di wajah Dokter Ahn tak pernah pudar hingga Sungmin menyadari dua lelaki di depannya ini begitu kontras, yang satu begitu dingin dengan nuansa muram gelap yang melingkupinya, dan yang satunya tampak begitu cerah, penuh senyum seolah-olah dia membawa Matahari di atas kepalanya.

"Kondisinya sudah membaik, tetapi dia masih harus istirahat dan berbaring beberapa hari di sini. Saya belum bisa merekomendasikan dia dibawa pulang seperti permintaan

anda tuan Kyuhyun," ekspresi Dokter Ahn berubah serius meskipun masih penuh senyum, "Itu akan berbahaya untuknya, kepalanya terbentur parah dan goncangan sekecil apapun akan membuatnya mual dan muntah dan kesakitan. Anda tentu tidak ingin hal itu terjadi kepadanya kan?"

"Berapa hari sampai dia bisa normal kembali?," Kyuhyun membicarakan Sungmin seolah-olah Sungmin tidak ada di ruangan itu. Dokter Ahn tampak menghitung,

"Maksimal tujuh hari, tetapi tidak menutup kemungkinan kalau kurang dari tujuh hari perkembangannya sudah membaik, kami akan merekomendasikannya untuk bisa dirawat di rumah"

Kyuhyun tercenung. Tujuh hari, dan Sungmin berada dalam area publik yang cukup berbahaya. Otaknya berputar memikirkan keamanan seperti apa yang harus diterapkannya untuk menjaga Sungmin. Jay masih dalam pengejaran dan Jackal berada entah dimana, masih mengincar mereka. Kyuhyun harus menjaga Sungmin dengan ekstra hati-hati. Dokter Ahn mengangkat bahunya, dan tersenyum pada Sungmin,

"Baiklah Sungmin, saya harus kembali bertugas. Saya yakin Anda akan segera sembuh", senyumnya yang secerah Matahari memancar lagi, membuat Sungmin terpesona, bahkan setelah Dokter Ahn pergi.

Kyuhyun menatap Sungmin dan mencibir, "Jangan bermimpi", desahnya kesal.

Sungmin menatap Kyuhyun dan mengernyit,

"Apa maksudmu?"

"Kau menatap dokter itu dengan tatapan bodoh dan terpesona seperti perawan yang melihat lelaki pertamanya...Oh maaf", senyum Kyuhyun benar-benar mengejek, "Aku lupa kalau kau sudah tidak perawan dan akulah lelaki pertamamu"

Sungmin benar-benar marah kepada Kyuhyun, lelaki itu benarbenar perpaduan dari semua yang dia benci, kurang ajar, tidak sopan, dan menjengkelkan. Mungkin karena itulah Tuhan menciptakannya dengan kesempurnaan fisik yang luar biasa, untuk mengimbangi sifat buruknya.

Kyuhyun duduk di kursi sebelah Sungmin dan menatap lurus, "Aku ulangi, jangan pernah kau terpesona pada dokter muda itu, dia pasti dari kalangan keluarga konvensional dan aku yakin, pendidikan moral dan keluarganya tidak akan menoleransi kau, perempuan yang sudah dinodai oleh Cho Kyuhyun"

"Hentikan!", Sungmin menggeram, tak tahan akan kata-kata Kyuhyun yang sepertinya sengaja digunakan untuk menyakitinya. Kepalanya terasa berdenyut-denyut, seperti ditusuk dengan tongkat besi. Dia meringis dan memegang kepalanya.

Ekspresi Kyuhyun langsung berubah, lelaki itu berdiri dari kursinya dan setengah duduk di ranjang, memeluk Sungmin,

"Sungmin? Kau kenapa? Sungmin...?"

"Tidak... Aku tidak apa-apa, maafkan aku, kepalaku hanya sedikit sakit"

"Berbaringlah", Kyuhyun membantu merapikan bantal-bantal di belakang Sungmin, lalu dengan pelan membaringkan Sungmin di ranjang.

Sungmin memejamkan matanya, merasakan denyutan itu mulai mereda, dan mendesah.

"Bagaimana?" Sungmin menarik napas panjang dan membuka mata, menemukan wajah luar biasa tampan itu menatapnya dengan cemas, benar-benar cemas, bukan sesuatu yang dibuat-buat.

Apakah Kyuhyun benar-benar cemas? Tapi bagaimana mungkin? Bukankah lelaki ini adalah lelaki kejam yang menghancurkan keluarga dan orangtuanya?

Tapi ingatan Sungmin kembali kepada malam kecelakaan itu, sekarang terpatri jelas dalam ingatannya kalau Kyuhyun benarbenar merengkuhnya malam itu, memeluknya erat-erat dan menahan guncangan-guncangan untuk melindunginya.

Mungkin kalau bukan karena dipeluk Kyuhyun, tubuh Sungmin sudah terlempar, dan bukan hanya kepalanya saja yang terluka. Malam itu, Kyuhyun jelas-jelas melindunginya. Tapi, kenapa? Pertanyaan-pertanyaan itu kembali membuat kepala Sungmin sakit, dia memejamkan matanya lagi. Hening sejenak, kemudian Kyuhyun menghela napas,

"Istirahatlah, kalau kau perlu apa-apa, kau tinggal menekan tombol di dekat ranjang."

Dan kemudian Kyuhyun pergi menutup pintu dengan pelan dari luar.

*** Sleep With The Devil ***

Kyuhyun menyandarkan tubuhnya di dinding dan memijit dahinya yang berdenyut, dadanya terasa sakit dan nyeri. Jadi, seperti ini rasanya... Melihat Sungmin kesakitan hampir membuatnya meledak dalam kecemasan, dan itu semua karena musuh-musuhnya yang hendak mencelakainya,

"Apakah semua baik-baik saja Tuan?", Changmin muncul, dia memang sedang bertugas berjaga di sana dan cemas melihat Kyuhyun hanya bersandar di pintu, Kyuhyun menoleh, menatap Changmin dan mengernyit, "Ah.. Ya, dia baik-baik saja, hanya tadi ada serangan di kepalanya, dia kesakitan"

Changmin menganggukkan kepalanya dan merenung. Kyuhyun juga tampak sibuk dengan pikirannya sendiri,

"Kenapa tidak Anda katakan saja kepadanya?", gumamnya akhirnya.

Kyuhyun menyentakkan kepalanya, "Apa?"

"Semuanya, seharusnya dia tahu semuanya. Itu akan membebaskannya dan juga membebaskan Anda"

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, "Itu akan menghancurkan hatinya". Dengan cepat Kyuhyun mengalihkan pembicaraan, "Dokter bilang dia harus seminggu lagi di sini, kau atur penjagaan di sini, jangan sampai ada yang lengah. Hanya dokter dan perawat khusus Sungmin yang boleh masuk ke ruangan itu, instruksikan pada semuanya"

Kyuhyun lalu melangkah pergi, dan Changmin tercenung menatap tuannya itu. Semua orang selalu takut pada Kyuhyun. Lelaki itu setampan malaikat, tetapi hatinya sehitam iblis, begitu kata orang orang. Semua orang memujanya sekaligus menjaga jarak karena ketakutan. Yang mereka tidak tahu, kadang-kadang, tuannya itu bisa seperti malaikat seutuhnya, baik tampilan fisiknya maupun hatinya.

*** Sleep With The Devil ***

"Selamat sore, sepertinya kau sudah lebih sehat". Dokter Ahn menyapa lagi di sore harinya setelah memeriksa Sungmin, "Dan kulihat makan malammu masih utuh, kenapa kau tak memakannya?"

Sungmin mengernyit meskipun mencoba tersenyum lemah kepada Dokter Ahn,

"Saya masih mual dan muntah-muntah dokter"

"Tapi kau harus tetap makan, aku akan memesankan menu lain untukmu, mungkin sup panas dan jus buah bisa menggugah seleramu?"

Mau tak mau Sungmin tersenyum melihat betapa bersemangatnya Dokter Ahn,

"Terima kasih dokter"

Dokter Ahn menganggukkan kepalanya,

"Aku hanya tidak menyangka perempuan seperti kau yang menjadi kekasih Tuan Kyuhyun"

Tertegun Sungmin mendengar perkataan Dokter Ahn itu,

"Apa?"

Wajah Dokter Ahn memerah karena malu, dia tampak menyesal telah mengucapkan kata-kata itu,

"Ah maafkan aku Sungmin, lupakan aku telah mengucapkannya."

Sungmin menggelengkan kepalanya, "Tidak apa-apa dokter, semua yang melihat pasti akan menyangka aku adalah kekasih Kyuhyun"

"Apalagi melihat tingkah Tuan Kyuhyun di ruang gawat darurat kemarin", Dokter Ahn terkekeh Sungmin mengernyitkan matanya lagi, memangnya apa yang dilakukan Kyuhyun di ruang gawat darurat kemarin? Dokter Ahn sepertinya tahu bahwa Sungmin bertanya-tanya, dia mengangkat bahunya,

"Jangan bilang padanya kalau aku membicarakan tentangnya di belakangnya ya, sampai sekarang aku masih merinding mengingat tatapan membunuhnya ketika mengancam akan menghabisi semua dokter dan perawat di sini kalau mereka tidak berhasil menyelamatkanmu", ditatapnya Sungmin dengan tatapan menyesal, "Sungguh, siapapun yang melihat kelakuannya kemarin pasti akan mengambil kesimpulan yang sama, bahwa Tuan Kyuhyun adalah kekasih yang amat sangat mencintai dan mencemaskanmu"

Sungmin memalingkan muka, tidak tahu harus berkata apa, masih tidak dipercayainya kata-kata Dokter Ahn kepadanya,

"Ah ya, dan sebenarnya dia turut andil dalam menyelamatkan nyawamu" Ketika Sungmin menatap Dokter Ahn dengan bingung, Dokter Ahn mendesah, "hmm. Dia tidak bilang padamu?, jangan bilang kalau kau tahu dari aku."

"Tahu tentang apa?"

"Malam itu kau kehabisan banyak darah, dan Tuan Kyuhyun yang kebetulan golongan darahnya sama denganmu, memaksa kami mengambil darahnya untukmu. Sebenarnya kami tidak boleh melakukannya, Tuan Kyuhyun juga baru selamat dari kecelakaan yang sama, tetapi dia memaksa, dan mengancam. Dan benar apa kata orang, tidak akan ada seorangpun yang berani melawan apa yang dikatakan oleh Kyuhyun Raveno. Lagipula dia adalah pemilik rumah sakit ini, perintahnya harus kami laksanakan"

Kejutan lagi. Sungmin tidak suka dia harus berhutang nyawa kepada lelaki iblis itu... Tetapi entah kenapa, perasaan bahwa darah lelaki itu mengalir di pembuluh nadinya membuat dadanya berdesir oleh suatu perasaan aneh, seolah-olah bagian diri Kyuhyun sekarang ada di dalam tubuhnya, di dalam dirinya.

Dokter Ahn menghela napas melihat Sungmin termenung, "Ah seharusnya aku tidak terlalu banyak bicara, kau harus segera beristirahat" Ketika Dokter Ahn sudah sampai di pintu, Sungmin memanggilnya,

"Dokter..."

Langkah Dokter Ahn berhenti seketika, dia menoleh dan menatap Sungmin bertanya-tanya, "Ada apa Sungmin? Ada yang bisa kubantu? Apakah kau kesakitan?"

Sungmin menggelengkan kepalanya, "Ah tidak apa-apa dokter, lupakan saja, terimakasih sudah merawat saya"

Dokter Ahn tersenyum, "Aku hanya melakukan tugasku, tapi sekaligus aku senang kalau pasienku makin membaik".

Ketika Dokter Ahn pergi, Sungmin tercenung. Cerita Dokter Ahn tadi membuatnya bingung. Benarkah itu semua? Bahwa Kyuhyun sangat mencemaskan keselamatannya?

Pikiran Sungmin teralihkan oleh kesadarannya bahwa dia saat ini tidak sedang dikurung di rumah Kyuhyun yang berpenjagaan ketat, dia ada di area publik. Sebuah rumah sakit, dan itu berarti kesempatannya untuk melarikan diri semakin besar.

Dia harus melepaskan diri dari cengkeraman Kyuhyun karena dia merasa takut. Ya... Sungmin takut semakin lama dia berada di bawah Kyuhyun, pada akhirya dia akan bertekuk lutut di bawah kaki Kyuhyun, jatuh ke dalam pesonanya.

Sungmin hanya perlu seseorang untuk menolongnya,,,,bisakah Dokter Ahn menolongnya? Jika Sungmin meminta tolong padanya, akankah Dokter Ahn mengerti? Dari perkataannya tadi, tampak jelas kalau Dokter Ahn menganggap Sungmin adalah kekasih Kyuhyun, Bagaimana jika dia menceritakan yang sebenarnya? Mungkinkah Dokter Ahn jatuh simpati dan menolongnya? Atau mungkin Dokter Ahn malah melaporkannya pada Kyuhyun, mengingat rumah sakit ini adalah milik Kyuhyun.

Malam itu Sungmin tertidur dengan mimpi buruk, di mana Kyuhyun terus menerus mengucapkan ancaman itu di telinganya, bahwa dia akan membunuh siapapun yang menolong Sungmin dan siapapun yang lengah hingga Sungmin bisa melarikan diri.

Kalimat itu terngiang jelas sepanjang malam "Kebebasanmu akan digantikan dengan nyawa seseorang, Sungmin..."

*** Sleep With The Devil ***

Changmin melapor pagi-pagi sekali kepada Kyuhyun, "Kami berhasil menangkap Jay" Kyuhyun yang sedang menyesap kopinya langsung membanting gelasnya ke meja,

"Hidup-hidup?", tanyanya sambil menyipitkan matanya. Changmin mengangguk,

"Hidup-hidup"

"Bagaimana kondisinya?"

"Kakinya sedikit luka, tetapi tidak parah. Dia berusaha melarikan diri dari kami, tetapi kami berhasil menggagalkannya"

"Bagus, bawa dia padaku"

*** Sleep With The Devil ***

Sosok yang selalu berada dalam bayangan gelap itu mengawasi semuanya dari mobil yang diparkir secara tidak kentara dekat dengan gerbang Kyuhyun. Bagus. Mereka sudah menangkap Jay, itu akan mengalihkan perhatian mereka untuk sementara. Dan dia bisa berbuat apapun yang dia mau untuk menyusun rencana menghabisi Kyuhyun... Dan pelacurnya. Jackal tidak pernah gagal membunuh targetnya.

Ketika targetnya terlepas, Jackal akan memburunya sampai mati, dan kali keduanya, dia tak akan pernah gagal.

.

.

.

To be continued. . . .