CHAPTER 7 (MEREKA JADIAN?)
"Good morning." sapa Kyuhyun pada Siwon yang masih sibuk di dapur menyiapkan beberapa menu sarapan termasuk secangkir kopi untuknya dan segelas susu vanilla untuk Kyuhyun.
"Morning." sahut Siwon seraya keluar dari dapur dengan nampan di tangannya, "Baru saja aku ingin membangunkanmu, Kyu."
"Benarkah? Entah sejak kapan aku menghilang, dan aku yakin sejak saat itu aku membuatmu repot. Begitu pula dengan pagi ini." kata Kyuhyun tersenyum canggung, "Maafkan aku, Hyung." Kyuhyun menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, namun raut wajahnya terlihat sangat menyesal.
"Tak apa. Ayo duduk!" Siwon membalasnya dengan senyuman. Siwon dan Kyuhyun duduk di depan meja bar yang membatasi ruang tengah dan dapur, "Minumlah susu itu! Itu akan memberimu sedikit energy." perintah Siwon.
Kyuhyun mengangguk. Tangannya meraih gelas berisi susu yang disiapkan Siwon kemudian meminumnya. Siwon memperhatikan Kyuhyun sambil menyesap kopi hangatnya. Siwon kembali meletakkan cangkir dengan pandangan yang seakan tak mau lepas dari kegiatan yang Kyuhyun lakukan.
"Kyu, kalau aku mengajakmu berlibur, bagaimana?" tanya Siwon tiba-tiba.
Kyuhyun yang terkejut seketika tersedak mendengar pernyataan dari Siwon. Susu yang Kyuhyun minum pun tumpah membasahi dagunya. Siwon segera mengambil serbet kecil berwarna putih dan membantu Kyuhyun menyekanya.
"Kau baik-baik saja? Maaf aku mengejutkanmu." kata Siwon merasa bersalah.
"Tak apa Hyung." jawab Kyuhyun. Ia meraih serbet kecil itu dari tangan Siwon kemudian menyeka sisa susu yang tumpah dengan tangannya sendiri. "Apa kau mengatakan ingin mengajakku berlibur?" tanya Kyuhyun setelah beberapa saat.
Siwon mengangguk, "Mungkin kita bisa mengambil cuti kuliah beberapa hari."
"Apa itu tidak merepotkanmu, Hyung?" tanya Kyuhyun agak ragu. Menurutnya akhir-akhir ini ia sudah terlalu banyak menyulitkan Siwon.
Siwon menggeleng cepat. Dalam hatinya ia sedang memikirkan ini adalah cara terbaik untuk menjadi semakin dekat dengan Kyuhyun. "Kau sudah terlalu banyak mengalami masa-masa sulit beberapa hari terakhir. Jadi, aku hanya ingin kau merasa sedikit terhibur."
"Tetapi, kau ingin mengajakku kemana?"
"Ke… Eumhh—sebenarnya aku belum sempat memikirkan hal ini. Tetapi, bagaimana kalau kita ke Pulau Jeju saja?" tawar Siwon, "Walaupun ini terdengar agak mainstream, tetapi aku benar-benar ingin kesana bersamamu."
Kyuhyun berpikir sejenak sambil menimang-nimang tawaran Siwon, "Baiklah, aku setuju." jawab Kyuhyun menyetujuinya.
(The Ghost of The Water)
Kyuhyun melepas earphone dan memindahkannya ke bagian lehernya. Matanya terbuka perlahan. Ia melirik Siwon yang duduk di sebelahnya, sepertinya ia tidur dengan lelap. Sebenarnya akhir-akhir ini Siwon kurang tidur akibat dari mencari keberadaan Kyuhyun saat menghilang. Kyuhyun melepas jaket yang dikenakannya. Jaket itu Kyuhyun gunakan sebagai selimut untuk Siwon. Kyuhyun tersenyum, tangannya mengusap lembut pipi Siwon.
Perhatian Kyuhyun beralih pada jendela. Sepertinya hari itu cuaca sedang tak baik. Beberapa menit lagi pesawat akan segera mendarat.
Tiba-tiba angin yang aneh berdesir di tengkuk Kyuhyun. Ia mengusapnya perlahan. Kyuhyun menoleh ke belakang. Hanya seorang pria parubaya yang sedang tertidur, jadi tak mungkin pria itu dengan sengaja meniup tengkuk Kyuhyun. Angin itu terasa seperti yang ia rasakan saat berada di Sungai Han. Kyuhyun menunduk. Tidak, sekarang dia akan berlibur. Tidak mungkin hantu itu mengikutinya hingga ke dalam pesawat. Kyuhyun berusaha menepis pemikiran anehnya jauh-jauh.
Kyuhyun mengangkat wajahnya. Siwon tak ada di sebelahnya. Ia kebingungan. Kyuhyun berdiri, tak ada siapapun di pesawat ini. Bahkan lampu di dalam pesawat hidup mati dengan sendirinya dan terdengar gemercik air dari arah toilet.
Kyuhyun sedikit menundukkan kepalanya dan menengok keluar jendela. Cuaca di luar makin memburuk. Kyuhyun berlari menuju ke ruang kemudi. Ia melambai-lambai ke arah CCTV yang berada disana, berusaha memberitahu pilot bahwa seluruh penumpang menghilang dan sesuatu sedang mengganggunya.
Kyuhyun menggertakkan giginya, sepertinya itu tak berguna. Kyuhyun berbalik. Keringat dingin membasahi tubuhnya bahkan sangat terlihat jelas saat menuruni pelipisnya. Kyuhyun makin menempelkan tubuhnya di pintu kabin. Mungkin jika Kyuhyun bisa, ia sangat ingin menembus pintu itu dan masuk ke ruang kemudi.
Mata Kyuhyun makin membulat saat sesosok pemuda terlihat sedang berdiri di tempat duduknya tadi sambil memperhatikannya dalam dengan mata kosongnya. Kyuhyun menekan kuku ibu jari dengan jari telunjuknya. Ludahnya tertelan kasar. Walaupun Kyuhyun sudah beberapa kali melihat pemuda itu, baru kali ini ia merasakan ketakutan yang sangat luar biasa.
"Siapa kau huh?" teriak Kyuhyun, "Apa yang kau inginkan? Kenapa kau selalu saja menggangguku?"
Kyuhyun merasakan sesuatu mengalir di bawah kakinya. Air. Namun, kali ini air ini berbau soju.
Sret! Bruk!
Kaki Kyuhyun tertarik hingga ia terjatuh. Tubuh Kyuhyun terseret beberapa meter hingga ia tepat berada di dekat tempatnya duduk. Kyuhyun mendongak. Pemuda berkulit pucat itu sedang menunduk sambil memperhatikan Kyuhyun. Titik-titik air berbau soju menetes tepat di wajah Kyuhyun. Tak hanya itu, garis merah yang Kyuhyun lihat beberapa hari lalu—yang tampak seperti memotong bagian lengan atas dan lengan bawah mengeluarkan darah.
Puk!
Tangan itu terjatuh dan menimpa wajah Kyuhyun. Ia menutup matanya ketakutan. Tenggorokkannya terasa tercekat hingga Kyuhyun tak dapat berteriak.
Kyuhyun menarik napasnya panjang. Matanya terbuka. Napasnya terengah-engah seperti orang yang baru saja selesai berlari dengan jarak yang sangat jauh. Keringat pun tampak jelas membasahi kening dan menetes di pelipisnya. Terasa seperti tertarik ke dimensi lain.
"Kyu, kau baik-baik saja?" tanya Siwon. Tangan Siwon meraih earphone yang masih terpasang di telinga Kyuhyun.
Kyuhyun menoleh ke arah jendela. Cuaca sangat cerah, sangat bertolak belakang dengan apa yang ia lihat tadi. Ia kemudian menoleh ke arah Siwon. Raut wajah Siwon tampak sangat cemas. Dua pramugari sedang berdiri di sebelah Siwon dengan raut cemas pula.
"Kyu, kau mendengarku?" tanya Siwon sekali lagi. "Sepertinya kau mimpi buruk." kata Siwon mengusap kepala Kyuhyun.
Kyuhyun mengkerutkan alisnya. Hanya mimpi? Benarkah? Tetapi, barusan terlihat sangat nyata.
Salah satu dari pramugari itu memberikan Siwon sebuah handuk kecil. Siwon menyeka keringat yang membasahi wajah Kyuhyun. Kyuhyun meraih handuk yang Siwon gunakan untuk menyeaka keringatnya. Siwon menghela napasnya.
"Sepertinya anda sudah terlihat membaik." kata salah satu pramugari itu, "Kalau anda memerlukan sesuatu, anda bisa memanggil kami kembali." sambungnya kemudian meninggalkan tempat duduk Siwon dan Kyuhyun.
Siwon menarik napasnya berat, "Sesuatu mengganggumu lagi?" tanya Siwon.
Kyuhyun mengangguk. Tangannya menggenggam erat handuk itu. Sekarang ia kembali merasa ketakutan. Masih terbayang jelas kejadian tadi di dalam benaknya. Walaupun itu hanya mimpi, namun terlihat sangat nyata. Siwon merangkul Kyuhyun kemudian ia memeluknya. Siwon beberapa kali menepuk punggung Kyuhyun dengan pelan bermaksud untuk memberikannya ketenangan.
"Dia kembali, Hyung." bisik Kyuhyun dengan suara bergetar.
"Dia? Siapa?" tanya Siwon. Dalam benaknya, ia berpikir kalau yang Kyuhyun maksud adalah hantu dari Kim Ryeowook.
"Pemuda itu… Sepertinya dia mati terbunuh, Hyung." bisik Kyuhyun lagi.
"Ter—terbunuh?"
"Tangannya—tangannya terpotong. Aku melihatnya, Hyung. Dia menakutiku. Tangannya—ya, itu jatuh tepat di wajahku."
"A—Apa?"
(The Ghost of The Water)
Klik!
Yesung memadamkan penerangan di kamarnya, kemudian ia menyalakan lampu tidur yang sangat redup. Yesung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia menarik selimut hingga menutupi tubuhnya sebatas leher. Yesung memejamkan matanya. Beberapa detik setelahnya ia kembali membuka matanya. Ia menatap langit-langit kamar tidurnya. Yesung menyadari kehadiran seseorang.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Yesung ketika melihat Ryeowook yang menempel di langit-langit kamarnya. "Wookie~ah, apa kau tak bisa memberitahuku apa yang terjadi padamu hum?"
Diam. Tak ada jawaban dari Ryeowook. Dia hanya memperhatikan Yesung yang sedang bertanya pada Ryeowook dengan mata kosongnya. Ryeowook jatuh dari langit-langit itu dan menyerang tubuh Yesung secara tiba-tiba.
(The Ghost of The Water)
Yesung memetik setangkai bunga lilac. Ia mendekatkan bunga berwarna putih itu ke hidungnya. Yesung tersenyum tipis. Yesung mengadah ke langit yang berwarna biru dengan awan putih. Cuaca sangat cerah. Angin musim semi pun berdesir hangat menerpa tubuhnya. Ia kembali teringat masa 10 tahun yang lalu. Masa paling mengesankan di dalam hidupnya yang mungkin tak akan pernah dirasakan oleh Yesung lagi.
Puk!
Yesung berbalik saat seseorang menepuk pundaknya.
"Annyeong, Hyung!" sapa seorang pemuda dengan wajah yang tampak ceria—sambil melambaikan tangannya.
"Kim—Kim Ryeowook." gumam Yesung tak percaya. Yesung segera berhamburan memeluknya. Rasanya ingin melepas seluruh rasa rindunya selama ini. "Kau kemana saja hum? Kau tahu? Aku sangat mengkhawatirkanmu."
"Eumhh—benarkah?" tanya Ryeowook, "Maafkan aku, Hyung, aku telah membuatmu begitu khawatir. Aku segera datang ke taman bunga ini begitu aku tahu kau ada di tempat ini."
Yesung tersenyum kemudian menangkup kedua pipi Ryeowook yang tirus dengan tangannya, "Karena kau ada di sini, ayo kita jalan-jalan! Angin berhembus hangat hari ini."
Ryeowook mengangguk dan membalasnya dengan senyuman. Tangannya meraih tangan Yesung dan menariknya tanpa sabar.
"Heiya. Rupanya kau sangat tak sabaran." gumam Yesung terheran.
Ryeowook menghentikan langkahnya dan menatap Yesung dengan kening yang berkerut. Bibirnya dikerucutkan lucu. Yesung menaikkan salah satu alisnya tak mengerti. Sesaat kemudian senyum kembali terukir di wajah pemuda itu. Yesung menghela napasnya lega. Ia sempat mengira kalau Ryeowook akan membatalkan rencananya untuk jalan-jalan.
"Tentu saja. Hari ini aku sangat bersemangat." katanya.
"Memangnya apa yang membuatmu seperti ini hum?" tanya Yesung terheran.
Ryeowook kembali tersenyum, "Karena aku bisa berada di sampingmu, Hyung." Beberapa derik kemudian senyum Ryeowook seketika memudar. Bahkan ia sepertinya ingin menangis. Tak lama air mata membasahi pipi tirus Ryeowook.
Yesung tampak panik. Ia segera menyeka air mata yang menjatuhi pipi Ryeowook menggunakan tangannya, "Kenapa kau menangis? Apa sesuatu mengganggumu?" tanya Yesung.
Jderr!
Suara petir yang diikuti gemuruh mengejutkan Yesung. Tiba-tiba angin berhembus kencang. Langit yang semula biru dengan awan yang putih kini berubah abu-abu dengan awan mendung yang tebal. Bunga-bunga yang berada di taman itupun seketika menjadi layu.
Yesung terkejut hingga jatuh tersungkur ke belakang ketika melihat perubahan drastis dari Ryeowook. Pemuda yang tampak ceria itu berubah menjadi sesosok yang menyeramkan dengan kulit pucat dan mata yang kosong.
"Mereka yang membuatku seperti ini, Hyung. Mereka yang membuatku terpisah darimu." kata Ryeowook dengan nada dingin, "Aku telah membunuh seorang di antara mereka dan aku akan membunuh sisanya."
"Mereka, siapa yang kau maksud, Wookie?"
"Kangin, Heechul dan Jungsoo."
(The Ghost of The Water)
Siwon meletakkan koper miliknya dan juga milik Kyuhyun di sebelah tempat tidur. Mereka menyewa sebuah kamar di sebuah hotel. Yup! Mereka memutuskan untuk menyewa hanya sebuah kamar—sebuah suite room.
"Kita akan tinggal disini selama 3 hari." kata Siwon, "Aku harap dengan liburan ini, kau bisa melupakan kejadian tadi ataupun yang sebelumnya."
Kyuhyun hanya mengangguk.
"Kau perlu sesuatu? Aku bisa pesankan untukmu."
"Tidak usah, Hyung. Kalau aku memerlukannya, aku akan memesannya sendiri."
Siwon mengangguk mengerti, "Baiklah." jawab Siwon, "Ah—apa kau sudah membuat daftar? Mungkin semacam daftar yang kau inginkan selama berlibur."
Kyuhyun berpikir sejenak. Belum, dia belum membuatnya. Bahkan, dia tidak punya rencana apa yang akan ia lakukan di Pulau Jeju. Mungkin ia dapat melihat sunrise atau sunset? Ah tidak, itu terlalu mainstream.
"Kau belum memikirkannya?" tanya Siwon.
Kyuhyun mengangguk canggung.
"Heiya… Kau tak perlu canggung begitu." Siwon terlihat agak frustasi, "Apa aku boleh tahu apa yang membuatmu canggung seperti ini hum?" tanya Siwon.
Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang terasa tak gatal, "Mungkin karena kita berada di kamar yang sama."
Siwon tersenyum, namun lebih tepatnya seperti menahan tawanya, "Kalau kau tak ingin tidur denganku, aku bisa tidur di sofa. Kau tak usah khawatirkan apapun, okay?"
Kyuhyun mengangguk.
Siwon meraih ponselnya, "Aza… Apa yang akan kita lakukan hari ini?" Siwon menggeser beberapa menu di ponselnya. Ia sedang mencari sebuah tempat yang bagus di Jeju, "Aha! Ini dia. Sepertinya kita perlu beberapa alat untuk mendaki."
Kyuhyun mengangkat wajahnya, "Mendaki? Kita akan mendaki?" tanya Kyuhyun.
"Ya, untuk kali ini aku yang akan memutuskan kita akan pergi kemana." kata Siwon seraya menarik tangan Kyuhyun untuk mempersiapkan alat yang mereka perlukan.
(The Ghost of The Water)
Kibum mendekatkan sedotan ke mulutnya kemudian menyedot bagian bola-bola hitam yang berada di dalam bubble tea-nya. Kibum sendirian karena ia tahu Kyuhyun sedang berlibur dengan Siwon. Awalnya Kibum ingin menguntit bersama Hyukjae dan Donghae, namun mereka membatalkannya. Donghae adalah orang yang mengusulkan itu, namun dibatalkan juga atas permintaan Donghae. Mungkin akan lebih seru jika saat mereka kembali dari berlibur, Kibum, Donghae dan Hyukjae mendapat informasi besar seperti mereka yang menjadi pasangan kekasih.
Mata Kibum menerawang, seperti ingin mengingat sesuatu. Ia membayangkan ia sedang berada di dalam apartement milik Kangin. Walaupun polisi sudah menutup kasusnya, namun Kibum masih sangat penasaran dengan penyebab kematian Kangin. Rekaman CCTV tak membuktikan apapun, mengingat ini ada hubungannya dengan hantu. Err—atau mungkin saja kan akan korban selanjutnya?
Kibum memejamkan matanya mencoba mengingat saat ia pertama masuk ke apartement itu. Sepatu. Ia mendapati sepasang sepatu di dekat pintu. Sudah dapat dipastikan itu pasti milik Kangin. Sekarang ia membayangkan dapur. Penglihatannya terfokus pada meja bar yang membatasi ruang tengah dan dapur. Lemari pendingin. Kibum membuka matanya. Sial, dia seharusnya memeriksa lemari pendingin saat itu.
Kibum kembali memejamkan matanya. Ia mengingat saat di ruang tengah. Meja yang berada di depan sofa.
"Botol soju." gumam Kibum, "Gelas soju…" Kibum menggantungkan kata-katanya. Kibum mencoba untuk mengingat berapa buah gelas yang ada di atas meja itu.
Ingatannya mencoba untuk semakin tajam, "Gelas soju…" katanya lagi. "Gelas soju… Dua buah gelas soju."
Kibum membuka matanya, "Ya, disana ada dua buah gelas soju! Berarti Kangin Hyung sempat minum soju bersama seseorang sebelumnya. Tetapi, siapa dia? Aneh sekali jika dia tidak terlihat atau terekam oleh CCTV. Atau jangan-jangan…" Mata Kibum membulat. Ia berlari untuk mencari keberadaan Hyukjae dan Donghae.
(The Ghost of The Water)
Kyuhyun berusaha mengangkat kakinya, mencoba terus untuk menaiki tangga yang akan membawanya ke atas sebuah bukit. Siwon sudah berada jauh di depannya. Mungkin sudah belasan anak tangga yang memisahkan mereka berdua.
"Kyu! Aku akan menunggumu di sini." teriak Siwon dari atas.
"Hyung! Kau jahat sekali tak mau membantuku!" sahut Kyuhyun yang terlihat letih. Wajahnya tampak cemberut. Menurutnya Siwon sangat tega terhadapnya. Mengajak ke tempat yang benar-benar menguras tenaga. Bagaimana kalau Kyuhyun kehilangan pipi chubby-nya karena ini?
"Kalau kau memang menyukaiku, kau akan sampai di anak tangga ini!"
"Hyung, aku akan sampai disana lebih dulu darimu huh!"
"Benarkah? Kalau kau tak bisa, kau harus menciumku!" sahut Siwon kemudian tertawa.
Dengan kesal Kyuhyun mempercepat langkahnya, mengejar Siwon yang jauh berada di depannya. "Jika kau berpindah dari anak tangga itu, kau akan mati, Hyung!" teriak Kyuhyun mengancam.
Beberapa saat Kyuhyun akhirnya sampai di anak tangga tempat Siwon berdiri. Napasnya terengah-engah. "Kau jahat sekali, Hyung!" katanya setengah membentak kemudian memukul pelan lengan Siwon.
"Apa akan tetap menganggapku seperti itu jika kau melihat sesuatu di belakangmu?" tanya Siwon, "Lihatlah!" perintahnya sambil mengacak pelan rambut Kyuhyun.
Kyuhyun berbalik. Matanya berbinar kagum. Ia sampai di atas bukit yang dimaksud. Kyuhyun berlari dengan semangat. Rasa lelahnya saat menaiki satu persatu anak tangga itu seketika hilang ketika pamandangan lembah yang hijau—dengan pohon cemara yang terlihat di kejauhan memanjakan matanya.
"Whoaa!" teriak Kyuhyun kencang.
"Kau suka?" tanya Siwon meminta pendapat Kyuhyun. Mungkin Kyuhyun akan memberikan 5 bintang pada Siwon untuk ratingnya.
"Suka! Aku sangat menyukainya, Hyung!" sahut Kyuhyun berteriak.
Siwon menatap Kyuhyun. Ia tampak sangat gembira melihat tempat seperti ini. "Baguslah." gumam Siwon pelan.
(The Ghost of The Water)
"Pum, pum, pum…" Kyuhyun bergumam saat ia melangkahkan kakinya di atas pasir pantai di malam hari.
"Karena aku mengenalmu disaat seperti itu, hari ini aku melihatmu seperti bukan dirimu, Kyu." kata Siwon.
"Benarkah? Sudah lama aku tak merasa sebahagia ini." sahut Kyuhyun, "Sejak orang tuaku tinggal di luar negeri dan aku memutuskan untuk tetap di Korea, aku sering merasa kesepian. Tetapi, sekarang aku sangat senang karena aku memiliki teman dan sunbae yang baik seperti kalian."
Siwon tersenyum, "Aku senang mendengar itu, Kyu."
"Ah~ apa kita tak terlalu jauh dari tempat piknik? Sebaiknya kita kembali." kata Kyuhyun.
"Kau benar." Siwon membenarkan, "Kalau begitu, ayo!"
Kyuhyun tersenyum menyeringai, "Yang sampai lebih dulu, akan mendapat jatah makanan paling banyak." Kyuhyun berteriak kemudian berlari.
Siwon menatap Kyuhyun heran. Beberapa detik kemudian ia tersadar, "Hey! Cho Kyuhyun! Ini tak adil!" Siwon berteriak mengejar Kyuhyun yang semakin menjauh dari pandangan matanya.
Kyuhyun terus berlari. Tempat mereka piknik sepertinya makin terlihat dekat. Kyuhyun sampai di tempat itu lebih dulu, "Yey! Aku menang, Hyung!" pekik Kyuhyun bersemangat.
"Kau curang, Kyu." kata Siwon yang sepertinya tidak terima akan kekalahannya.
"Aku ingin membalasmu karena kau meninggalkanku saat akan ke bukit itu." Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.
Kyuhyun merebahkan tubuhnya di atas kain yang mereka gelar sebelumnya. Siwon memindahkan keranjang piknik ke sisi lain dan merebahkan tubuhnya di sebelah Kyuhyun. Kyuhyun memandang langit. Hari ini sangat cerah, sama seperti suasana hatinya. Sedangkan Siwon, ia memperhatikan Kyuhyun yang tersenyum sambil mengadah. Mereka terlihat bahagia.
Kyuhyun menoleh Siwon. Ia terheran, "Kenapa kau melihatku seperti itu, Hyung? Apa aku terlihat aneh?" tanya Kyuhyun.
Tangan Siwon bergerak menuju pipi Kyuhyun. Ia mengusap pipi itu lembut. "Tidak. Kau hanya tampak lebih manis hari ini, Kyu."
Kyuhyun hanya membalasnya dengan senyuman. Siwon makin mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun. Siwon mencium Kyuhyun, bukan hanya kecupan, tetapi lumatan-lumatan lembut yang semakin lama terlihat semakin bergairah. Ciuman itu kali ini beralih ke leher Kyuhyun. Siwon memindahkan posisinya hingga ia tepat berada di atas Kyuhyun. Tangan Siwon tak tinggal diam. Salah satu tangannya menelusup ke balik kemeja yang dikenakan oleh Kyuhyun sedangkan yang lainnya ia gunakan untuk bertumpu.
"H—Hyung…" lirih Kyuhyun ketika ia mulai tak nyaman atas perlakuan Siwon.
Siwon menghentikannya, "Kenapa?" tanya Siwon.
"Kau akan melakukannya?" tanya Kyuhyun.
"Emhh—kalau kau tak nyaman, aku tidak akan melakukannya Kyu." Siwon tersenyum.
"Baiklah. Lakukan saja apa kau inginkan." sahut Kyuhyun agak gugup.
"Kau—kau yakin?" tanya Siwon.
Kyuhyun tak menjawab, malah dia mencium Siwon terlebih dulu. Tangannya menelusup ke balik kemeja yang dikenakan Siwon, meraba perut Siwon yang indah itu. Ciuman mereka makin dalam.
Siwon melepaskan tautannya, "Aku akan membuatmu senyaman mungkin, babe."
Siwon menggerakkan tangannya, melepas satu persatu kancing kemeja Kyuhyun. Ia menciumi leher Kyuhyun kembali. Desahan keluar dari mulut Kyuhyun dan membuat Siwon tersenyum—tanpa menghentikan kegiatannya. Tubuh Siwon merosot turun, ia menciumi jemari milik Kyuhyun sambil menghirup bau tubuh Kyuhyun. Siwon sangat menyukainya.
"Mungkin ini akan membuatmu sedikit sakit." katanya berbisik di telinga Kyuhyun.
Kyuhyun mencengkram erat kemeja yang masih menempel di tubuh Siwon. Posisi mereka berubah intim. Kyuhyun mengigit bibir bawahnya. Sesuatu melesak masuk ke dalam tubuhnya. Siwon mendesakkan dirinya lebih dalam, menimbulkan desahan manis yang keluar dari mulut Kyuhyun.
Keringat menuruni tubuh mereka ditambah dengan angin malam di pantai yang berhembus hangat seakan menambah suasana romantis.
Mereka mencapai puncaknya. Napas terengah dari keduanya jelas terdengar.
Tangan Siwon bergerak, menyibak rambut yang menutupi kening Kyuhyun, "Kau baik-baik saja?" tanya Siwon lembut.
Kyuhyun mengangguk—diikuti dengan senyuman, "Ya, Hyung."
Chu~
Siwon mengecup kening Kyuhyun kemudian turun menuju ke bibirnya. Hanya lumatan ringan. "Aku menandaimu sebagai milikku. Kau mengerti?"
Kyuhyun tertawa kecil, "Ya, tentu saja Hyung."
"Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun."
"Aku juga mencintaimu, Choi Siwon Hyung."
(The Ghost of The Water)
Yesung mengetuk-ngetuk meja kerjanya dengan bolpoin tinta biru yang berada di tangannya. Ia masih memikirkan saat bertemu dengan Ryeowook di dalam mimpinya semalam. Kangin, Heechul dan Jungsoo. Sepertinya mereka bertiga yang membunuh Ryeowook. Lalu, bagaimana bisa? Apa yang menyebabkan mereka membunuh kekasih Yesung itu?
Yesung mengambil sebuah selembar foto yang berada di atas meja kerjanya. Itu adalah foto Kangin. Yesung baru saja selesai menyelidiki tentang Kangin. Memang benar, pria yang bernama lengkap Kim Kangin itu telah tewas di apartemennya dengan mengenaskan dan juga misterius. Tentu saja Yesung yakin pelakunya adalah Ryeowook, namun ia pasti menggunakan tubuh Kyuhyun untuk memudahkan semuanya.
Lampu ruangan yang ditempati Yesung tiba-tiba meredup. Sesosok bayangan hitam muncul kembali. Dia berada tepat di depan meja kerja Yesung.
"Heechul dan Jungsoo, mereka korban selanjutnya kan, Wookie?" tanyanya sedikit menyeringai.
To Be Continue…
