PAIR : YUNJAE gs dll sebagai pendukung
WARNING : cerita ini dari drama yang sedang saya tonton … dan saya lg iseng …. Entah ada nya peruahan tidak nya tergantung Mood ….. toh saya tidak bias mengarang … jd sepertinya tidak ada perubahan ..
YANG TIDAK SUKA TAK USAH BACA OKE !11
Yunho mulai menyayat tubuh pasien. Tiba-tiba matanya berkunang-kunang demi melihat darah pasien yang keluar. Dia mundur selangkah ke belakang. Tangannya gemetar, sehingga dia menjatuhkan pisaunya. Dia balik badan. Matanya menghijau dan kukunya memanjang. Untung tidak ada orang yang tahu. Siwon tersenyum. Reaksi obat hijau palsu sudah terjadi. Dia menanyakan apa yang terjadi pada Yunho lewat mikropon ruang pantau. Yunho minta waktu lima menit meninggalkan ruang operasi.
Yunho kembali ke ruangannya untuk mengambil obatnya lagi. Tapi, begitu mau memakannya lagi, dia ingatYochun sebelumnya telah memberikan obat hijau lain yang diletakkan di jas. Dia memakan sebutir dan kembali ke ruang operasi.
Siwon heran melihat Yunho baik-baik saja sekembalinya ke dalam ruang operasi. Dia menanyakan apa Yunho tidak apa-apa? Yunho meminta maaf telah meninggalkan ruangan di tengah-tengah operasi. Lalu, dia mulai meneruskan operasi yang sempat tertunda. Saat itu pandangannya masih mengabur. Ingatannya akan darah masih terus mengganggu benaknya. Yunho berusaha memfokuskan pandangan dan menyelesaikan semuanya dengan baik. Setelah tumor diangkat, dia meminta tim untuk merampungkan sisanya dan pergi.
Di ruang pantau, Siwon melihat jam di pergelangan tangannya. Dia berkata pada Jaejoong, "Ini jelek. Kalau tidak terinterupsi tadi, mungkin ini menjadi rekor tercepat dalam hal mengoperasi pasien." Jaejoong berkomentar proses lebih penting dibandingkan hasil dan kecepatan. Siwon menggeleng. Dalam melakukan operasi hasil jauh lebih penting.
Siwon mencegat Yunho yang baru saja keluar dari ruang operasi. Dia memuji kinerja Yunho, meskipun terganjal oleh interupsi soal perut tadi. Dia juga meminta Yunho tidak sungkan meminta bantuannya. Apapun itu, jika bisa, pasti dibantu. Yunho dengan sinis menjawab tidak membutuhkan apapun dan siapapun, kecuali dirinya sendiri. Dia pergi, setelah membungkuk hormat.
Yunho menelponYochun di atap untuk memberitahu bahwa obat hijau tidak bekerja dengan menenangkan Yunho dan memintanya cepat kembali untuk dilakukan pengecekan.
Jaejoong mencegat langkah Yunho, mengkonfirmasi bahwa alasan Yunho sakit perut tadi tidak dapat dibenarkan. Dia tertawa dan menuding hal yang sesungguhnya terjadi pada Yunho adalah drop mental sebelum operasi. "Ya, walaupun aku belum tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi aku akan mengajukan peninjauan psikologis untuk Anda, Manajer Jung," ucap Jaejoong. Yunho menyuruh Jaejoong melakukan apapun yang disukainya. Lalu, dia menambahkan bahwa ada tiga hal yang tidak disukainya. Kesatu, mesin ATM yang rusak; kedua, telur goreng yang lengket pada wajan; ketiga, orang yang menghalangi pandangannya ke depan untuk alasan tidak perlu.
"Ini sekaligus peringatan dariku," tegas Yunho, "Jangan pernah menghalangi pandanganku lagi!" Jaejoong memberi jalan buat Yunho. Sebelum pergi, Yunho menambahkan satu hal lagi yang tidak disukainya, yaitu: parfum yang pasaran wanginya. Jaejoong kesal dengan ucapan Yunho yang terakhir.
Wakil direktur melaporkan dua hal pada Siwon. Kesatu, Jaejoong meminta dilakukan peninjauan psikologis terhadap Yunho dan kedua, Yunho minta akses untuk masuk ke database. Siwon bertanya apa akses sudah diberikan pada Yunho? Wakil direktur menjawab menurut peraturan permintaan akses ke database itu dilarang. Siwon tersenyum dan menyatakan bahwa aturan tidak seharusnya menghalangi seseorang untuk meningkatkan kapabilitasnya kan?
Malamnya, Presdir memanggil Jaejoong ke rumahnya. Presdir yang juga paman Jaejoong bertanya apa Jaejoong masih marah padanya gara-gara diminta untuk meninggalkan ruang operasi kemarin? Jaejoong menjawab manja bahwa dirinya pasti bisa menyelesaikan operasi itu jika tidak disuruh keluar. Paman menyatakan bahwa tujuannya bukanlah itu. Dia tak ingin Jaejoong terkena atau terlibat masalah.
Jaejoong bertanya balik apa pamannya tidak bisa melakukan sesuatu terhadap Yunho, si manajer menyebalkan yang kasar? Paman tersenyum. Dengan bijaksana, dia mengatakan bahwa kelak Jaejoong akan memimpin RS Kanker Taemin. Orang yang akan Jaejoong temui berasal dari beragam latar belakang. Tak bisa mengambil orang hanya dari suka atau tidak suka. Yang harus Jaejoong perhatikan juga adalah kemampuannya.
Yochun mengecek obat hijau yang dikatakan bermasalah oleh Yunho. Sementara itu Yunho tengah melamunkan kejadian perubahan dirinya di dalam bathub. Jiji datang mengganggu.
Yochun menjelaskan pada Yunho bahwa obat hijau yang bermasalah itu bukan buatannya. Itu lantaran obat hijau bermasalah itu hanya merangsang sisi adrenalin dari Yunho. Mereka menduga ada seseorang yang telah menukar obat hijau asli dengan aspal. Masalah siapa orang yang telah melakukannya?
Yochun bertanya apa ada orang yang Yunho curigai? Yunho menggeleng, meski merasakan ada hawa seseorang yang sama seperti minta Yunho berhati-hati terhadap orang di lingkungan RS Kanker Taemin dan minta obat hijau diletakkan di tempat lebih aman yang lebih dekat dari jangkauannya. Dia juga menyuruh Yunho mengecek CCTV besok.
Siwon mendatangi sebuah praktik medis bawah tanah. Dia melihat seorang kelinci percobaan berada di ranjang. Seorang dokter wanita mendekatinya. Siwon minta padanya supaya tempat praktik itu ditutup dulu untuk sementara. Dokter bertanya bagaimana dengan kelinci percobaan mereka? Jae Woo bertanya apa dokter telah mengobatinya? Dokter mengangguk.
Kelinci percobaan bangun dan mengamuk. Taring dan kukunya memanjang cepat. Beberapa orang petugas menenangkannya, termasuk si dokter wanita yang mendapat izin untuk menyuntik kelinci percobaan. Entah, suntikan pembunuh atau bukan.
Jaejoong minum bersama teman dokter dan, dalam kondisi setengah mabuk, dia menceritakan perilaku Yunho terus. Yunho mempermalukannyalah. Yunho bersikap congkaklah. Temannya Jaejoong sampai jengah mendengarnya. Dua pria datang, mengajak mereka minum bersama. Temannya Jaejoong menolak dengan halus. Jaejoong berkata, "Boleh saja, tapi syaratnya, kalian harus keluar dengan loncat-loncat kemudian menangkan perkelahian dengan a*jing-a*jing liar. Setelah itu, kalian boleh duduk satu meja dengan kami." Kata-kata kasar Jaejoong, membuat nyali dua pria itu ciut dan memilih untuk pergi saja. Hahaha.
Keesokan harinya, di rumah sakit, Yunho berada di ruang CCTV menemukan pada petugas. Dia menanyakan mengenai rekaman CCTV dan pengaman pintu ruangannya yang mudah dibobol. Petugas bilang kalau rekaman CCTV di sekitar ruangan Yunho rusak dan pengaman pintu ruangannya juga rusak karena itu mudah dimasuki. Dia bertanya apa ada sesuatu yang serius? Yunho menjawab tidak.
Dia keluar ruang CCTV dengan benak dipenuhi tanda tanya: siapa orang yang menukar obat hijaunya? Dia memperhatikan orang-orang yang berpapasan dengannya. Siapa tahu diantara mereka memiliki sesuatu yang mencurigakannya, tapi tetap tidak ada.
Sesampainya di dekat ruangan kerjanya, Yunho melihat seorang pria mencoba berbuat kreatif di pintu. Dia mendekat dan langsung menarik pria itu, menghempaskannya ke tembok. "Siapa kau?" tanya Yunho dengan tatapan penuh selidik. Pria itu menjawab bahwa manajernya memintanya untuk mengecek pengaman pintu. Yunho melepaskan cengkeraman tangannya dan mengingatkannya untuk tidak menyentuh apapun yang ada di ruangannya, termasuk pintu.
Jaejoong dan tiga orang dokter rekanannya mengobrol sambil minum teh. Dia memberitahu bahwa dirinya telah mengajukan permintaan tes psikologis terhadap Yunho, yang dianggapnya melanggar peraturan ruang operasi dengan alasan sakit perut. Padahal, walaupun dalam kondisi mencr*t sekalipun seharusnya Yunho tidak keluar ruang operasi. Manajer Cho menambahkan bahkan untuk pelanggaran itu, Yunho sama sekali tidak meminta maaf. Lalu, dia menyebutkan keanehan mata Yunho, yang dinilainya mirip mata psikopat. Semua orang setuju dengan pemikiran Manajer Cho.
Di tengah keseruan mereka menggunjing, Yunho datang. Tampaknya dia telah mendengar semuanya. Dia bertanya, "Bagaimana jika mencr*tnya keluar semua? Apa Jaejoong cs mau melaporkannya?" Jaejoong membela diri apa yang dikatakannya itu untuk menunjukkan sesuatu, sikap acuh tak acuh Yunho. Dibalas lagi oleh Yunho kalau minum teh di jam kerja itu merupakan sikap acuh tak acuh yang lain. Setelah itu, Yunho melengos pergi. Jaejoong cs kesal dengan sikap angkuh Yunho.
Wakil direktur bicara pada Presdir mengenai pemilihan 50 pasien yang akan mendapatkan perawatan gratis, yang berasal dari beberapa keluarga miskin dan yatim-piatu. Kelimapuluh pasien ini akan mulai ditempatkan di bangsal khusus mulai besok. Hanya saja, ada yang menjadi kekhawatiran wadir, yaitu tim peneliti obat barunya dibina langsung oleh pengetahuan. Dia mengaku tidak tahu apa-apa soal itu, padahal seharusnya Siwon memberinya beberapa pengetahuan. Presdir menjawab supaya wadir membiarkan Siwon menjalankan Departemen HR dengan kemauannya sendiri.
Mendadak Presdir memegangi dadanya. Wadir bertanya. Presdir beralasan ototnya sakit setelah balik dari naik gunung beberapa waktu sebelumnya. Dia lantas keluar dan pergi ke tangga darurat. Dengan tangan gemetar sangat, dia mengambil obat dari saku dalam jasnya dan memakannya satu. Setelahnya, dia duduk untuk menenangkan diri.
Dokter wanita dari praktik bawah tanah yang didatangi Siwon sebelumnya berkemas bersama beberapa orang stafnya. Saat dia keluar, empat pria berpakaian hitam (mirip dua pra bertudung) datang. Staf dokter wanita tampak kaget melihat empat pria yang senyam-senyum ke arah mereka.
Siwon memperkenalkan Kim Kibum sebagai leader dari departemen obat-obatan. Dia menambahkan ke depan tiap operasi, perawatan, dan hasil diagnosis akan diserahkan ke bagian departemen obat-obatan untuk dikembangkan menjadi obat baru. Manajer Jung protes apa mereka menjadi karyawannya departemen obat-obatan? Dia mengatakan daripada mengembangkan obat baru bukankah lebih baik melakukan penelitian obat patologis?
Yunho menambahkan, "Terus apa orang yang berkontributor untuk pengembangan obat baru akan mendapatkan namanya? Misalnya, aku ikut kontribusi: Yunho-lenol. Terus, Manajer Jung berkontribusi jadi Changmin-pirin. Atau kalau Jika Dokter Kim ikutan disebut Gas-Jaejoong?"
Tapi, dua suara protes itu kalah setelah Jaejoong dan Manajer Cho menyatakan mendukung. Manajer Jung memilih untuk meninggalkan ruangan, karena menilai apa yang disampaikan Siwon bukanlah diskusi, melainkan pengumuman.
TBCCCCCCCCC…..
