Title : Miss Independent [Songfic]

Author : Kim Sun Ri

Genre : Romance, Fluff

Rating : T

Length : Drabble

Disclaimer : This fict is mine, but the casts aren't

Warning : GenderSwitch, AU, OOC(?)

Pairing : Eunhae/Hyukhae [Genderswitch!Donghae]

.

Don't Like Don't Read!

A/N : Song titled 'Miss Independent', by Ne-Yo.

Genderswitch!Donghae inside! Yang artinya Donghae akan jadi yeoja disini. Bagi yang tidak bisa menerimanya, mohon tidak meneruskan membaca, and kindly leave. Flame selalu diterima, tapi protes pairing / bash tanpa alasan sama sekali tidak saya tolerir.

Enjoy!

.

.:Miss Independent:.

.

.

Yeah yeah, yeah yeah yeah

Ooh, it's something about

Just something about the way she move

I can't figure it out, it's something about her

.

Hyukjae's POV

*Drrkk…!*

*Bruk!*

Aku duduk dengan agak tergesa, bangku berderit saat kutarik dengan agak kasar dan duduk disana. Secangkir kopi di tangan kananku, meski aku bukan tipe orang yang menyukai kopi. Namun akan aneh jika aku terlihat hanya duduk diam tanpa melakukan apapun disini. Maka aku suka membeli kopi di café terdekat, paling tidak agar aku tidak terlalu terlihat sebagai seorang stalker. Saat aku telah duduk nyaman, aku mengangkat tangan kiriku sedikit, melihat kearah jam tangan yang melingkari pergelangannya.

Pukul 06:45 pagi. Pas sekali.

Seolah diberi aba-aba, seseorang memasuki ruang kantor depan dengan wajah ceria. Senyuman angelic terulas di wajah manisnya, membuatku tanpa sadar ikut tersenyum juga. Ah, jangan heran jika aku dapat melihatnya dengan jelas seperti ini. Gedung kantornya bertembokkan kaca, sehingga semua dapat melihat apa yang sedang terjadi di dalam melalui gelas transparan tersebut.

Aku tersenyum puas dan menyesap kopiku. Bahkan kopi yang lumayan pahit ini terasa manis jika aku meminum sambil melihatnya. Aku terkekeh sedikit atas pikiranku tersebut.

Astaga Lee Hyukjae, mengapa kau terdengar gombal sekali?

Sebenarnya, hal ini sudah berlangsung cukup lama. Aku akan selalu terduduk disini, memandangnya dari kejauhan tanpa melakukan apapun. Ini sudah menjadi rutinitasku, men-stalknya seperti ini. Namanya Donghae, Lee Donghae. Yeoja yang kini kucintai. Entah kapan ia mulai menarik perhatianku. Mungkin saat pertama kali aku melihatnya melewati pintu tersebut, dari tempat yang persis sama, tempat ini, dan di waktu yang persis sama setiap harinya. Dibatasi oleh dinding kaca itu. Sosoknya begitu mempesona untukku.

Mungkin rambut brunettenya yang panjang sepinggang, bibirnya yang tipis dan terlihat kissable, atau matanya yang memancarkan kepolosan yang manis. Tapi yang terpenting adalah pribadinya yang begitu menarik perhatianku. Ia begitu lain dari kebanyakan yeoja. Sosoknya yang terlihat anggun namun tegas disaat yang sama. Karismatik, mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkannya.

Untuk seorang yeoja, ia terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Tak sepertiku yang tak punya kerjaan ini. Yah, tapi aku cukup berterimakasih. Sebab, karena itulah aku bisa memperhatikannya dengan leluasa seperti ini.

.

Say, ooh it's something about

Kinda woman that want you but don't need you

Hey, I can't figure it out

It's something about her

.

Tiba-tiba seorang namja memasuki ruang tersebut. Ia menghampiri yeoja yang sedari tadi kuperhatikan dengan langkah sombong. Rasa cemburu meliputiku saat namja itu jelas-jelas mencoba merayu dan menggodanya. Tapi Donghae dengan lembut menolaknya, terlihat dari gelengan dan senyuman meminta maafnya.

Senyumanku terkembang melihatnya. Namun namja itu tak menyerah, malah semakin gencar merayunya, membuat kerutan di dahiku kembali terbentuk dan aku hampir menggeram pelan. Tapi aku tersenyum sekali lagi, bahkan lebih lebar dari yang pertama saat kali ini Donghae menolaknya dengan tegas, matanya yang biasanya terlihat polos memancarkan penolakan yang jelas. Keramahan dan kelembutan tadi tergantikan, sesuai dengan keadaan. Membuat sang namja akhirnya menyerah dan pergi dengan patuh, tak lupa meletakkan setumpuk berkas yang menjadi alasan awal ia menghampirinya.

Namja itu bukan orang pertama yang mencoba merayunya. Namun ia selalu menolaknya. Awalnya ia akan menolaknya dengan halus. Bila cara tersebut tidak berhasil, ia akan menegaskannya dengan tatapan yang jelas. Lain dengan para yeoja yang biasanya mau saja meladeni namja yang mendekati mereka, untuk membantu pekerjaan mereka.

.

'Cause she walk like a boss

Talk like a boss

Manicured nails to set the pedicure off

She's fly effortlessly

.

Ia selalu bekerja dengan senyuman di wajahnya. Menanggapi setiap rekan kerjanya dengan senyuman ramah yang membuatmu ingin ikut tersenyum. Semua gerakannya terlihat begitu ringan dan mudah, seolah tanpa usaha yang berarti. Tak peduli berapa tingginya tumpukan kertas yang diletakkan diatas mejanya, ia akan mengerjakannya dengan mudah dan ceria.

Ia memiliki aura yang menyenangkan disekitarnya, yang membawa orang-orang ikut merasa senang pula. Keberadaannya saja sudah cukup untuk mencerahkan suasana. Bahkan aku yang berada pada jarak cukup jauh pun dapat merasakan kebahagiaannya. Itu hanya semakin menarikku jatuh kedalam pesonanya. Pesona seorang Lee Donghae.

.

And she move like a boss

Do what a boss do

She got me thinking about getting involved

That's the kinda girl I need

.

Ia terlihat sangat menikmati pekerjaannya. Setiap kali melihatnya aku merasa ada perasaan bangga, entah mengapa. Dan sepertinya semua pekerjaan yang banyak itu selalu ia kerjakan dengan baik. Terbukti dari siapapun yang berlalu lalang, memuji hasil pekerjaannya. Aku suka bagaimana wajahnya berubah cerah, seulas senyuman angelic terkembang di wajahnya saat seseorang memujinya. Membuatku ingin mencoba menghampirinya, memujinya. Mungkinkah aku akan mendapat senyuman cerah yang sama? Karena sungguh, bila senyuman itu ditujukan padaku, aku tak bisa membayangkan betapa bahagianya perasaanku setelah itu.

Aku menyamankan posisi dudukku, kembali menyesap kopiku secara amat perlahan agar kopi itu tidak cepat habis. Tatapanku tak lepas dari sosoknya. Terkadang, ada perasaan tidak puas hanya memandangnya dari kejauhan seperti ini. Ada keinginan untuk mendengar apa yang ia bicarakan di balik dinding kaca ini. Terutama saat kulihat ia tertawa, aku tak bisa tidak membayangkan bagaimana suara tawanya itu. Mungkinkah nadanya tinggi, atau rendah? Yang kuyakin tawa itu akan terdengar seperti nyanyian malaikat di telingaku.

Tapi untuk saat ini, hanya inilah yang bisa kulakukan. Memperhatikannya dari jarak sejauh ini. Ada keinginan agar ia akan menyadari keberadaanku, menghampiriku. Tapi ada juga keinginan agar ia tidak mengetahui rahasia kecilku, yakni terus memperhatikannya dari kejauhan seperti ini. Karena sungguh, terkadang akupun agak seram pada diriku sendiri yang terkesan seperti stalker. Yah, tapi mau bagaimana lagi? Ia terlanjur menarik perhatianku.

.

She got her own thing, that's why I love her

Miss independent, won't you come and spend a little time

She got her own thing, that's why I love her

Miss independent, ooh the way you shine

Miss independent

.

Nona mandiri. Mungkin itulah yang tepat untuk menyebutnya. Lee Donghae, seorang yeoja yang mandiri dan lain dari siapapun. Dirinya yang tak pernah bergantung pada orang lain. Dirinya yang meski terlihat kekanakan, bisa menjadi amat mandiri jika dibutuhkan. Aku ingat saat melihatnya tersenyum riang akibat akuarium yang baru dipasang di kantor itu. Dan bagaimana ia terus menempel pada akuarium itu, terlihat amat terkagum dengan seekor ikan badut di dalamnya.

Tapi ia langsung menjadi profesional jika dibutuhkan. Meski begitu aku tak bisa menahan tawaku saat melihatnya sempat-sempatnya melirik kearah akuarium tersebut sesekali.

Ah, lihat! Ia melakukannya lagi, entah ia sadar atau tidak.

Aku tertawa pelan. Sungguh ia sangat berbeda. Untuk yeoja dewasa ia sungguh manis. Tingkah kekanakannya yang unik, tapi begitu menggemaskan. Yeoja berpakaian sexy dan terbuka? Terlalu mainstream. Ah, atau mungkin dia sajalah yang mengubah semua kriteriaku. Ia benar-benar unik dalam caranya sendiri. Kurasa itulah alasan utama aku jatuh cinta kepadanya.

Kulihat ia berhenti sejenak dari pekerjaannya, menghela napas panjang. Sepertinya cukup merasa lelah dengan begitu banyaknya pekerjaan. Tapi ia sama sekali tidak terlihat mengeluh, ataupun menyerah. Ia kembali mengangkat wajahnya, kemudian melirik kearah akuarium itu. Senyuman angelic langsung terkembang di bibirnya, begitu menyilaukan di mataku. Bercahaya. Kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaannya, tak lupa setelah ia mengepalkan tangannya ke udara, seolah menyemangati dirinya sendiri.

Kulihat bibirnya itu bergerak, dan aku dapat membaca kata-kata yang keluar lewat bibir tipis itu. 'Hwaiting!' melihat itu, aku jadi ingin ikut menyemangatinya. Tapi kutau, tanpa bantuan semangat darikupun pasti ia akan dapat melakukannya. Tak ada yang tak bisa ia lakukan. Karena seorang Lee Donghae bisa melakukan apa saja, yeoja mandiri yang sempurna. Aku benar-benar mengaguminya.

.

Ooh, her favorite thing to say is 'don't worry I got it!'

And everything she got best believe she bought it

She's gonna steal my heart ain't no doubt about it

Girl, you're everything I need

Said you're everything I need

.

Tak peduli ada berapapun pekerjaan diatas mejanya, ia selalu menerima bila seseorang menambahkan pekerjaannya. Kuyakin sebenarnya itu semua tidak harus ia kerjakan sendiri. Kuyakin beberapa dari itu seharusnya adalah milik temannya yang… tidak sepandai dirinya. Tapi aku pun tau ia adalah seseorang yang terlalu baik untuk menolak permintaan tolong mereka. Ia tidak akan punya hati untuk menolak mereka, dan selalu membalas mereka dengan angelic smile yang begitu tulus.

Terkadang aku khawatir padanya. Ingin rasanya aku kesana dan membantunya melakukan apapun itu pekerjaannya. Tapi aku tidak bisa tiba-tiba datang begitu saja bukan? Aku belum siap menghadapi tatapan aneh orang-orang, apalagi ketika mereka mengetahuiku sebagai stalker setianya. Aku tau bagaimana cepatnya berita bisa tersebar diantara pekerja kantoran, dan aku tidak ingin ia terlibat masalah karena diriku.

Aku hanya bisa berharap ia tidak terlalu kelelahan karena kebaikan hatinya itu. Walau kebaikan hatinya itu jugalah, salah satu alasan hatiku berhasil dicuri olehnya.

.

She got her own thing, that's why I love her

Miss independent, won't you come and spend a little time

She got her own thing, that's why I love her

Miss independent, ooh the way you shine

Miss independent

.

Yah, namun yeoja sesempurna dia pastinya tak pantas jika disandingkan dengan orang biasa. Mungkin yeoja sepertinya hanya bisa disandingkan dengan bos-bos besar, atau semacamnya. Aku tau ia pasti bukan tipe yang melihat seorang namja dari pekerjaannya, ataupun menilai dari hartanya, tetapi aku yakin seleranya pasti cukup tinggi. Maksudku, namja kantoran rekan kerjanya saja ia tolak semua. Bahkan seorang yang terkenal sangat tampan itu, yang memiliki lesung pipi saat ia tersenyum. Kudengar ia amat populer di kalangan para yeoja. Karena sifatnya yang juga gentleman.

Karena itu aku cukup bangga. Sebab entah bagaimana, kini dia adalah milikk-

Uh, oh.

Sepertinya aku ketahuan.

Kulihat ia menoleh kearahku. Saat itu juga aku tau aku tertangkap basah. Aku langsung berpaling, berpura-pura menyibukkan diriku sendiri dengan kopi yang tersisa di cangkirku.

.

.:Miss Independent:.

.

Author's POV

Donghae bangkit berdiri dari tempat duduknya, dengan ekspresi wajah yang datar. Kemudian ia beranjak menuju seorang namja yang ia sadari sudah memperhatikannya sejak tadi. Ia membuka pintu kaca yang menghubungkan ruangan tempat kerjanya dengan ruangan tempat namja itu terduduk. Ia berhenti tepat di depan meja namja itu, yang kini terlihat sok sibuk sendiri dengan cangkir kopinya.

"Apa kau tidak memiliki pekerjaan yang lebih berguna untuk kau kerjakan sebagai seorang CEO, Lee Hyukjae?" tanyanya sarkastik dengan ekspresi yang masih datar.

Hyukjae terlihat berusaha mempertahankan ekspresi yang sama, namun ia gagal mencegah seulas senyum kecil terkembang dibibirnya. "Aku tak mengerti maksud perkataanmu."

Keduanya terdiam sesaat, tapi kemudian tiba-tiba sebuah cemberutan yang terlihat begitu manis terbentuk di bibir Donghae. Pertahanan Hyukjae langsung runtuh karenanya, membuatnya melepaskan sebuah tawa pelan.

"Ah, jangan memasang wajah seperti itu. Kau tau aku tak akan bisa menghadapinya, Hae-yah," ujar Hyukjae terkekeh pelan.

"Masih ingin berbohong padaku?" tantang Donghae dengan renggutan yang masih terlihat.

Hyukjae meletakkan cangkir kopinya dan mengangkat kedua tangannya ke udara, seolah menyerah. "Arra, arra. Kau menang!"

Donghae tersenyum puas dan mengambil tempat duduk di seberang Hyukjae.

"Dan untuk menjawab pertanyaanmu tadi, tidak, aku tidak punya pekerjaan lain untuk kukerjakan. Menjadi seorang CEO sangat senggang, kau tau? Yah, lain jika jadwal rapatku sedang menumpuk dan saat aku harus terjun ke lapangan untuk mengecek beberapa hal penting yang baru," sambung Hyukjae. "Lagipula kau terlalu menarik untuk tidak kuperhatikan. Aku masih belum bisa menghentikan kebiasaan ini. Masa kau tak mau memaafkanmu? Padahal aku yang membeli dan meletakkan akuarium itu disana untukmu," tambahnya.

Donghae menggembungkan pipinya sesaat. "Terserahmulah. Tapi kau hanya akan menyiksa dirimu sendiri dengan memaksa minum kopi. Kenapa kau tidak membeli susu strawberry saja sih? Yang sangat kau sukai itu."

Hyukjae tertawa pelan. "Itu akan merusak imageku."

"Apa itu juga alasan kau tidak ingin hubungan kita diketahui yang lain?"

Mata Hyukjae langsung membulat, dan ia segera menggeleng pelan. "Ani, tentu bukan itu!"

"Lalu…?"

Hyukjae dapat melihat kilatan sedih di mata Donghae. Ia menghela napasnya.

"Ini untukmu, Hae… Aku tidak ingin mereka menjelek-jelekkanmu dan membuat rumor bodoh karena ketahuan berpacaran dengan CEO perusahaan mereka. Kau tau betapa gosip bisa berkembang pesat diantara mereka. Aku tidak ingin mereka beranggapan kau mendapat posisimu sebagai pekerja di perusahaan ini karena hubunganmu denganku. Padahal kita tau benar bahwa kau mendapatkannya atas kerja kerasmu sendiri, dan kita bahkan mulai berhubungan lama setelah kau mulai bekerja. Kalau bisa, aku malah ingin sekali membanggakanmu sebagai milikku ke seluruh dunia."

Atas penjelasan Hyukjae, keraguan hilang dari mata Donghae. Ia langsung tersenyum lembut kearah Hyukjae, lagi-lagi membuat detak jantung CEO muda itu tidak karuan.

"Pabbo. Kalau itu yang kau khawatirkan, sebaiknya kita berhenti menyembunyikannya. Aku tidak peduli kalaupun nanti orang akan berkata apa, Hyukkie. Akupun bangga memilikimu, dan ingin terus bersamamu dihadapan semua orang sekalipun. Biarlah mereka menilai, aku tidak akan peduli. Aku akan menunjukkan pada mereka bahwa aku berada disini karena aku memang mampu."

Keduanya saling tersenyum sambil bertukar tatapan lembut penuh cinta. Hyukjae kemudian mengelus lembut rambut brunette Donghae yang halus.

"Arrasseo. Jika itu maumu," ucapnya yakin.

"Hmmm…! Sekarang, ayo kita makan! Sudah jam makan siang, aku lapar!" seru Donghae riang.

Hyukjae tertawa saat melihat Donghae bangkit berdiri dengan antusias. Donghae memang begitu unik. Beruntung yeoja itu adalah miliknya sekarang. Yeoja yang begitu tegas dan mandiri, namun manis dan menggemaskan bila berhadapan dengannya. Hanya dirinya seorang. Dan Hyukjae merasa amat beruntung karenanya.

"Ppalli Hyukkie~!" Donghae kembali cemberut.

Kemudian ia menarik tangan Hyukjae, memaksanya bangkit berdiri dari tempat duduknya dan berjalan hendak keluar dari ruang pribadi miliknya. Hyukjae mengikuti yeoja itu. Mereka berjalan bersama, masih dengan tangan Hyukjae yang digandeng dan setengah ditarik oleh yeoja kekasihnya itu.

Hyukjae kembali tertawa pelan, sebelum bersenandung santai, menggumamkan lagu yang sedari tadi diputar di ruangan kantornya, menghiraukan tatapan penasaran orang-orang pada mereka. Tatapannya tertuju pada wajah penuh senyum Donghae yang merupakan segalanya untuknya.

"Miss independent, that's why I love her~"

.

.

.

-Fin-

.

I'm gonna rant for a while. I'm sorry if this might sound very harsh. If you don't want to read this rant, just skip the italic part okay? ^^

-rant starts-

Seriously, I'm tired for all those keep on pushing me to make HaeHyuk. I've told you and warned you guys, I don't. So please if you can't accept this, read without complaining as it really saddened me to think that some didn't appreciate my choices in my own story. [Ini tidak termasuk ke orang yang bilang 'Sebenernya aku lebih suka HaeHyuk…' karena sungguh, orang seperti ini malah amat saya hargai dan saya sangat berterimakasih. Meski cerita saya tidak sesuai dengan yang biasa mereka sukai, tapi mereka mau meluangkan waktu untuk membaca cerita saya ini. Jeongmal gomawo!]

Saya malah merasa amat tersanjung jika ada yang mengaku HaeHyuk shipper, tapi masih membaca cerita saya bahkan memberi komentar positif. Itu membuat saya merasa sebagai seorang author, saya amat dihargai dengan karya saya tak peduli pairingnya. Tetapi jujur saya merasa agak sakit hati jika ada yang terus mengkomentari 'HaeHyuk itu lebih bagus, karena *blablabla*'. Karena itu artinya pendapat saya tidak dihargai. Saya mohon hentikan. Kalau misalnya tidak suka dengan pairing yang saya buat, dan hanya ada untuk mencoba mengubahnya, lebih baik tidak usah baca saja. Saya tidak memaksa siapapun untuk suka pairing ini, saya hanya minta tolong hargai pendapat saya dan tidak ikut campur, karena sayapun memiliki alasan saya sendiri. Bukan berarti saya tidak menghargai readers, karena saya menghargai setiap reader yang ada. Hanya saja jika mereka tidak bisa menerima apa yang saya tulis, untuk apa memaksa mereka membacanya bukan?

-rant ends here-

*tarik napas* *hela napas*

Oke back to story! Ahaha. Maaf kalau jadi ngoceh sendiri, hanya ingin menyampaikan keluh kesah dan pikiran. Ini gara-gara EunHae sih! Pairing kok ga jelas tuker-tukeran! #plak #digamparEunHae #canda (I love you Hyukjae, Donghae!)

Jadi ide cerita ini dapet pas lagi di dalem mobilku… Di radio tiba-tiba muter lagu lama ini yang dulu sangat kusukai. Langsung deh *jedeer!* ide nyamber kayak geledek. Lagi-lagi di siang bolong dalam super teriknya Jakarta.

Pengen menciptakan situasi normal yang sering dialami begitu banyak orang di dunia. Yaitu mengagumi orang yang dicintainya dari jauh. Jadi kuharap perasaan itu nyampe. Walau endingnya agak sedikit gak ditebak sih ehehe.

Ngaku, siapa aja yang agak kaget sama endingnya? xD

Waktunya bales review~

Eunhae1207 : karena aku tidak tega membiarkan mereka sad ending ahaha. Gomawo~! Eumm sepertinya untuk sekarang belum ada lanjutannya untuk trilogy yang tadi…

arumfishy : rofl xD . hore happy end!

J. clou : tauk tuh Siwon ngeksis aja kkkkk~ gomawo~ ^^

AngeLeeteuk : hehe. Kan memang Siwon king of skinship kita. Gomawo ^^

Arum Junnie : tenang, Ma Siwon kita baik di cerita ini ehehe

anchofishy : aih momentnya kurang ya T.T Siwon emang sempet-sempetnya ngeksis kkk~

Arit291 : entahlah memang ia sabar sekali. Kok aku senang banget ya nyiksa bias sendiri? O.o

dekdes : kkk gomawo~ awas kebakar pohonnya! *pademin* *apasih* *jayus* *digampar*. Itu yang di bold sebenarnya serempetan judul-judulnya ehehe

nnaglow : horeee mana nih pajak balikannya yang CLBK #digamparEunHae. Uri mochi cuma numpang lewat kok ehehe

Anonymouss : aku gak setega itu kok tenang muahaha. Aigoo gomawo~! xD . pantang mundurrr(?)

Tsuioku Lee : lanjut sih tapi oneshot yang beda hehe. Fluff nih, tapi bukan NC kyaa. Aku tak bisa bikin NC *ngumpet*. Gomawo chingu~! ^^

Haelicious : yay! Ahaha. Ini fluff kok, semoga suka ya ^^

LeeHyukHaeSarang : cie yang ganti namaaa! #plak #apasih. Innocent Beastnya udah di lanjut ya chapter 12 nya :P

Lixiu Wei : uwaah *kasi tissue* . Gomawo udah suka ceritaku! ^^

Lee Chan88 : kkk memang hyuk gila. Authornya lebih gila lagi tapi #plak

KJR3497 : You're never too late honey! xD . Feelnya dapet? Yes! Wkwk. Emang kok gw tega banget ya sama bias sendiri. Maaf ya Hyukjae, I love you most kok. Kapan sih kau salah? *ceileh*. Asik ada juga yang mengkomentari scene itu. Gw bikinnya sambil bertapa tuh! #plak. Untuk LB nya… entahlah I can't promise anything but I'll try maybe. Kepikiran sesuatu sebenernya ehehe. Ah iya tapi karena gw males, yang sebelumnya gak gw koreksi ahahaha #gataudiri. Tapi seterusnya akan gw ganti. Gomawo! ^^ (p.s : gak usah berusaha menutupi kegilaan dan kebawelanmu. Muahahah)

Guest : uwah aku balesnya sekaligus deh ya! Gomawo sudah baca ff-ffku hehe. Dan tenang, mereka udah happy end sekarang!

.

Thanks for all the support and love! I love you all so much!

Mind to RnR? ^^