Title: Broken

Author: Bluedevil9293.

Part: 7 / ?

Main Cast:

Kim Kibum

Choi Siwon

Kim Heechul

Tan Hangeng

Other Cast:

TOPGD

KangTeuk

Rated: T.

Genre: Angst, M-Preg.

Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, Don't Like Don't Read.

Summary: No Summary, Happy Reading.!

Disclaimer: Broken By Dean Choi & Dylan Choi.

*** Chapter 7 ***

Author Pov…

BRRAAAKKK…

Suara pintu audy hitam itu di banting dengan cukup keras oleh namja tampan yang tampak sangat marah hingga menimbulkan suara tubrukan yang cukup keras, namja tampan tadi yang tak lain adalah Siwon segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah mewah milik sang isteri, Heechul, tak di hiraukannya namja cantik tadi yang mengejar di belakangnya. Rasa kesal dan marah setelah melihat apa yang Hangeng lakukan pada namja yang sampai detik ini masih di cintainya tadi begitu besar hingga membuat dadanya sesak dan amarahnya tak bisa di tahan lagi.

BRRAAKKK…

Lagi-lagi namja tampan tadi membanting pintu, kali ini pintu rumah yang di bantingnya membuat Heechul yang berjalan di belakangnya terlonjak kaget bahkan kedua namja cantik, ummanya dan juga mertuanya, yang ada di rungan tamu rumah tadi ikut kaget. Siwon tak menghiraukan tatapan heran kedua namja cantik tadi ia terus berjalan menuju lantai atas yang tak lain adalah kamarnya dan juga Heechul sekedar untuk menenagkan hatinya yang tengah di bakar bara api kekesalan dan juga amarah.

"Wonnie ada apa?" Tanya Ji Yong, umma Siwon, tapi anaknya tadi tak menghiraukannya dan terus berjalan meninggalkannya dengan tatapan bingung.

"Ada apa sebenarnya Chullie? Kalian habis dari mana?" Tanya Leeteuk pada sang anak yang tampangnya pun tak jauh berbeda dengan Siwon tadi, sama-sama tampak sedang kesal dan menahan amarah yang begitu besar.

"Kami baru saja dari rumah Hangeng umma, ada sesuatu yang terjadi di sana dan itu membuat Wonnie marah." Ucap Heechul menjelaskan.

"Kalian menemukan dimana Kibum berada? Lalu dimana dia sekarang?" Tanya Leeteuk yang tampak sedikit senang mendengar anak tirinya tadi sudah di temukan keberadaannya. Heechul mengelengkan kepalanya pelan sambil menekuk wajahnya lagi lalu berjalan meninggalkan dua namja cantik tadi yang merupakan mertua dan juga ummanya sendiri yang menatapnya binggung.

"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Ji Yong pada Leeteuk yang hanya mengelengkan kepalanya. Tak lama masuk dua namja yang tak lain adalah Kang In dan Juga Seung Hyun yang langsung mendekati kedua namja cantik tadi yang merupakan istri keduanya.

"Kita pulang sekarang." Ajak Seung Hyun pada sang isteri, Ji Yong, yang tampak ingin protes. "Jangan membantah untuk kali ini, kumohon." Ucap Seung Hyun lagi dengan nada lelahnya, Ji Young pun menganggukan kepalanya patuh. Setelah berpamitan pada Leeteuk dan Kang In keduanya pergi meninggalkan rumah besar besannya tadi.

"Sebenarnya apa yang sudah terjadi disana? Kalian baru saja menemui Hangeng bukan? Kenapa tak membawa Kibum pulang bersama?" Tanya Leeteuk sambil mendudukan tubuhnya di samping sang suami yang tengah mengusap wajahnya, tampak sekali wajah Kang In sangat lelah.

"Dia menikahi Kibum, secara hukum dia berhak atas Kibum jadi kita bisa membawanya pulang dan melakukan apa pun pada namja brengsek itu." Ucap Kang In membuat Leeteuk segera menutup mulutnya kaget.

"Bagaimana bisa?" Tanya Leeteuk tak percaya.

"Aku juga tak tahu Teukkie, aku pun tak suka dia menyentuh anakku dengan tangan kotornya itu. aku takut dia hanya mempermainkan Kibum saja untuk membalas dendamnya padaku." Jelas Kang In pada Leeteuk yang tak tahu harus bagaimana menghadapi keadaan yang terasa semakin rumit saja.

_o0o_

"ARRGGHHTT… BRENGSEK!" Teriak Siwon kesal sambil melemparkan sebuah vas bunga kearah kaca besar yang ada di dalam kamarnya itu hingga kaca tadi pecah menjadi sepihan-serpihan yang lebih kecil lagi. "Berengsek kau Han." Ucap Siwon lagi, otaknya kembali memutar kenangan beberapa menitnya lalu saat ia berada di rumah Hangeng, saat namja yang merupakan rivalnya itu tengah asik mencumbu tubuh Kibum yang terlihat begitu cantik di matanya dengan tangan yang terus berkeliaran di tubuh Kibum. Ingin rasanya Siwon membunuh Hangeng saat itu juga kalau saja ia tak segera di seret keluar oleh beberapa bodyguard Hangeng.

"Arght… Brengsek! Brengsek! Brengsek!." Ucap Siwon sambil memberantakan apa saja yang ada diatas ranjang dan menendang apa saja yang bisa ia tendang hingga ia lelah dan memutuskan duduk di pinggir ranjangnya sambil meremas rambutnya yang sedikit panjang dengan kesal. Bayangan Kibum yang pasrah saat Hangeng sedang mencumbunya terlintas lagi di dalam otaknya membuat rasa kesal dan amarnya semakin memuncak. "BRENGSEK!" Teriak Siwon kesal sambil melemparkan beberapa benda yang ada di atas meja nakas di samping tempat tidurnya ke lantai hingga benda tadi hancur dan rusak.

Cekrek…

Pintu kamar terbuka, masuklah sosok Heechul ke dalam kamar yang sudah hancur seperti kapal pecah yang terkena badai itu. Heechul tampak terkejut melihat kamarnya berantakan dan melihat Siwon yang terpuruk, ia mengelengkan kepalanya pelan lalu masuk ke dalam kamar tadi, memungut selimut yang ada di lantai dan beberapa benda lainya yang mungkin saja bisa melukai ia atau Siwon nantinya. Ia berusaha tak menghiraukan Siwon yang sedang marah itu, ia tahu rasanya berada di posisi Siwon saat ini bahkan ia pun tahu bagaimana sakitnya hati Siwon saat melihat Kibum tengah di cumbu Hangeng karena ia pun merasakan rasa sakit yang sama saat melihat namja tampan tadi mencumbu adiknya sendiri. Beginikah rasa sakitnya saat orang yang kau cintai di rengut oleh saudaramu sendiri dan beginikah rasa sakit yang Kibum rasakan akibat ulahku, pikir Heechul dalam hati.

"Semua ini gara-gara kau." Ucap Siwon pelan tapi masih dapat di dengar oleh Heechul, Heechul menghentikan pekerjaannya mengumpulkan beberapa pecahan kaca yang tersebar di lantai, di liriknya Siwon sesaat.

"Apa maksudmu?" Tanya Heechul sambil melirik kearah Siwon yang tengah menatap benci kearahnya.

"YA SEMUA INI GARA-GARA KAU. GARA-GARA KAU AKU KEHILANGAN KIBUMKU." Teriak Siwon penuh amarah di depan Heechul, urat-urat sarafnya tampak menyembul keluar pertanda kalau Siwon benar-benar sedang dalam keadaan marah besar bahkan wajahnya tampak memerah padam, di tatapnya Heechul penuh kebencian.

"Kenapa kau menyalahkan aku?" Tanya Heechul tak terima, ia pun segera berdiri dan membalas tatapan tajam Siwon. Bagaimana pun Heechul juga merasakan sakit yang sama dengan apa yang kini Siwon rasakan jadi tak sepantasnya kalau Siwon mempersalahkannya seperti saat ini.

"Semua ini gara-gara kamu tahu." Ucap Siwon sambil mencekik leher Heechul membuat namja cantik tadi sulit bernafas. Heechul mencengkram erat tangan Siwon yang mencengkram lehernya dengan penuh amarah, perlahan di pukulnya tangan Siwon agar namja tampan tadi melepaskannya tapi yang ada Siwon malah menyekiknya semakin kuat. Tak lama Siwon melepaskan cekikannya pada leher Heechul membuat tubuh namja cantik tadi merosot ke lantai dengan nafas yang terengah-engah, Heechul pun mencoba mengumpulkan oksigen sebanyak-banyaknya sambil mengelus lehernya yang terasa sakit akibat cekikan Siwon tadi.

"Aku juga merasakan sakit yang sama denganmu Siwon, tak sepantasnya kau menyalahkanku karena aku juga kehilangan tidak hanya kau saja, aku kehilangan sosok adikku dan juga kekasihku." Ucap Heechul sambil menitikan air matanya.

"ITU SEMUA KARENA KAU. Kalau sejak awal kau setuju untuk membatalkan perjodohan di antara kita pasti semua tak akan terjadi, pasti aku masih bisa bersama dengan Kibum sampai detik ini. Semua salahmu Heechul, SALAHMU." Bentak Siwon pada Heechul yang masih terus menitikan air mata. "Bukankah aku sudah mengatakan padamu kalau aku hanya mencintai Kibum, dan aku tak bisa meneruskan perjodohan di antara kita, andai saja saat itu kau menuruti semua saranku pasti tak akan begini jadinya Heechul." Ucap Siwon yang mulai melunak, dijatuhkan tubuhnya di atas ranjang yang sudah tak berbentuk rapi itu lagi.

"Shit, bukannya menuruti apa saranku kau malah menjebakku dengan malam konyol itu." Ucap Siwon kesal sambil meremas rambutnya lagi, Heechul masih terisak dan tetap pada posisinya duduk di lantai tak jauh dari Siwon berada.

"Aku tahu aku salah karena tak mendengarkanmu saat itu, aku menyesal kau tahu itu. Tapi jujur saja aku tak bisa berbuat apa-apa lagi saat itu, aku tak bisa membatalkan perjodohan kita, asal kau tahu saja aku sudah mencoba bicara pada appa kalau aku ingin membatalkan perjodohan di antara kita tapi apa yang aku dapatkan saat itu Wonnie, appa mengancamku. Dia tahu aku dekat dengan Kibum jadi dia mengunakan Kibum untuk mengancamku, appa mengatakan dia akan membuang Kibum dan menghancurkan Hangeng kalau aku tak segera mengakhiri hubunganku dengan Hannie dan menerima perjodohan kita. Aku tak tahu kalau Hangeng itu orang berada seperti itu, setahuku ia hanya anak pindahan dari China, miskin dan yatim piatu karena itu aku tak mau appa menyakitinya dan akhirnya aku menerima perjodohan kita." Jelas Heechul di tengah tangisannya yang semakin keras menyayat hati.

"TAPI KAU TAK PERLU MENGUNAKAN CARA LICIK UNTUK MENDAPATKANKU. KAU GILA HEECHUL." Marah Siwon sambil menunjuk Heechul geram. Dada Siwon turun naik dengan cepat pertandai ia sedang menahan emosinya yang tengah meluap-luap.

"Bukan aku yang menjebakmu malam itu, aku juga tak tahu bagaimana bisa aku berakhir dalam keadaan seperti pagi itu Wonnie. Aku juga bingung, demi Tuhan sedikit pun aku tak penah berniat mengodamu sama sekali. Asal kau tahu saja, sampai detik ini hatiku masih untuk Hangeng seorang." Ucap Heechul membela dirinya sendiri.

"LALU KENAPA KAU TAK GUGURKAN BAYIMU SAJA. ITU LEBIH BAIK BUKAN, SEMUA TAK AKAN JADI SEPERTI INI KALAU BAYI ITU MATI SAJA." Ucap Siwon penuh amarah.

PLAAAKKK…

Sebuah tamparan di terima Siwon tepat di pipi Kirinya. Tentu saja Heechullah yang sudah memberinya tamparan tadi hingga membuat pipi kirinya memerah akibat cetakan tangan Heechul disana.

"Mudah sekali kau mengatakan itu. Seandainya kau ada di dalam posisiku apa kau bisa mengatakan hal tadi dengan mudahnya? Biar bagaimana pun bayi ini masih darah dagingku Siwon walau pun aku sendiri sangat membencinya TAPI DIA TETAP ANAKKU DARAH DAGINGKU YANG KU KANDUNG DI DALAM RAHIMKU SENDIRI. Kau tak tahu bagaimana sakitnya aku Siwon yang kau tahu hanya bagaimana bisa menyalahkanku saja. Aku juga sakit Siwon tak hanya kau saja, kalau waktu bisa di putar ulang aku pasti ingin mengulang semuanya, mengindari rasa sakit ini dan mempertahankan cintaku." Ucap Heechul yang tak kalah emosi pada Siwon yang menatapnya tajam penuh kebencian. Air mata Heechul kembali mengalir dengan derasnya.

"BRENGSEK." Teriak Siwon kencang, menendang pingiran ranjang lalu segera meninggalkan Heechul yang kembali menjatuhkan tubuhnya di lantai dengan kedua kaki ditekuk dan wajahnya ia sembunyikan diantara tangan dan kakinya tadi. Tak ada baiknya bicara dalam keadaan sama-sama emosi karena itulah Siwon memutuskan untuk pergi mencari tempat yang bisa menenangkan dirinya dan mencoba mencari cara untuk merampas Kibum kembali ketangannya dari Hangeng.

_o0o_

Di sebuah ruangan serba putih yang tak lain adalah salah satu ruang rawat di Inha Hospital terdapat dua sosok namja yang satu berwajah cantik dan yang satu lagi berwajah tampan. Sang namja cantik terbaring di atas ranjang dengan tangan yang di pasangi selang infuse dan juga selang darah, namja cantik tadi memejamkan matanya pertandai ia sedang tertidur. Lalu namja satu lagi yang berwajah tampan duduk di samping ranjang namja cantik tadi tepat di sebelah kanannya sambil mengengam telapak tangan namja cantik tadi yang tak lain adalah Kibum.

"Mianhae ne, aku mengasarimu. Pasti rasanya sakit sekali, maafkan aku." Ucap namja tampan tadi yang tak lain adalah hangeng sambil mengecup pungung tangan Kibum dan juga dahi namja cantik tadi. Setelah kejadian itu Hangeng membawa Kibum ke rumah sakit dan baru dua jam yang lalu namja cantik ini di pindahkan ke ruang rawat setelah sebelumnya sempat merasakan ruang operasi selama lebih dari dua jam.

"Eugh…" Erang Kibum yang tampaknya mulai sadar dari pengaruh obat bius yang di berikan dokter pada saat operasi tadi. Hangeng yang melihat Kibum akan sadar pun tampak tersenyum senang, sedangkan Kibum sendiri tengah mengerjap-ngerjapkan matanya dengan perlahan mencoba membiasakan dengan cahaya yang memenuhi ruangan serba putih tadi. "Hannie…" Panggil Kibum lemah saat ia menemukan sosok Hangeng di sampingnya tengah tersenyum manis sambil mengusap-usap kepalanya pelan dan mengecup dahinya lagi.

"Nde Bummie aku di sini, akhirnya kau sadar juga. Kau membuatku khawatir tahu, maafkan aku nde." Ucap hangeng sambil mengecup pipi kanan Kibum.

"Aku dimana memangnya?" Tanya Kibum seraya memperhatikan ke sekelilingnya yang di dominasi warna putih itu tanpa menghiraukan Hangeng.

"Rumah sakit, sayang." Jawab Hangeng pelan sambil terus mengelus rambut Kibum. "Jangan di paksakan." Ucap Hangeng saat Kibum mencoba untuk duduk.

"Arght…" Erang Kibum pelan sambil memegangi perutnya yang berdenyut sakit. "Apa yang terjadi?" Tanya Kibum seraya bersandar pada bantal yang sudah di tinggikan oleh Hangeng sebelumnya.

"Kau tadi pendarahan. Maafkan aku, aku melukaimu tadi." Ucap Hangeng sambil mengecup punggung tangan Kibum mesra. "Gomawo Bummie, akhirnya kau memberikan apa yang aku inginkan." Ucap Hangeng lagi sebelum namja tampan tadi mengecup dahi Kibum untuk yang kesekian kalinya. Kibum mengernyitkan dahinya bingung dengan perkataan Hangeng tadi. Hangeng menyungingkan sebuah senyuman manis saat tahu apa yang sedang Kibum pikirkan saat ini. "Akhirnya di dalam sini anak buah hati kita Bummie." Ucap Hangeng memecahkan teta-teki di kepala Kibum, namja tampan tadi mengelus-elus perut rata Kibum yang masih berdenyut nyeri. Akhirnya Hangeng pun tahu apa yang menyebabkan Kibum sedikit berubah jadi manja akhir-akhir ini, ternyata namja cantik tadi tengah mengandung anaknya dan umur kehamilan Kibum baru memasuki usia lima minggu.

"A-aku hamil?" Tanya Kibum seraya menatap Hangeng tajam dengan tangan yang otomatis ia sentuhkan pada perutnya yang masih di elus lembut oleh Hangeng itu.

"Nde, Bummie, kau hamil. Usianya baru lima minggu." Ucap Hangeng seraya mengelus rambut pendek Kibum yang terasa lembut di jari-jari tangannya itu. Kibum pun tak tahu kenapa butiran-butiran krystal bening itu jatuh begitu saja saat Hangeng mengatakan ia tengah mengandung anak dari suaminya itu. "Waeyo, apa ada yang salah? Atau kau merasa sakit sayang? Kenapa menangis?" Tanya Hangeng heran seraya menghapus butiran air mata yang semakin membanjiri wajah putih Kibum itu. Kibum mengelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban atas pertanyaan Hangeng tadi, namja tampan itu tersenyum lembut lalu menarik tubuh kecil Kibum ke dalam pelukannya yang hangat. "Gomawo, gomawo Bummie kau sudah memberikan apa yang aku mau. Menangislah sepuasmu kalau itu bentuk dari rasa bahagaiamu." Ucap Hangeng seraya mengecup puncak kepala Kibum.

Kibum terus menangsi, tubuh kecilnya bergetar hebat di dalam dekapan Hangeng, ia tak tahu kenapa ia menagis seperti saat ini. Yang jelas semua karena kehamilannya. Ia senang? Tentu saja, akhirnya ia bisa membalas apa yang Hangeng berikan padanya, ia tengah mengandung anak dari namja yang setahunya begitu menyayanginya. Tapi di satu sisi di dalam tubuhnya menangis meraung-raung karena itu bukan anak dari namja yang benar-benar ia harapkan. Shit, Kibum masih benar-benar mencintai Siwon suami dari Hyung-nya sendiri. Kalau boleh berharap, Kibum ingin bisa bersama dengan namja yang benar-benar di inginkannya dari dalam lubuk hatinya bukan dari bibir tipisnya.

*** To Be Continue ***