#06

.

.

.

Perasaan macam apa ini?

.

DLDR and RnR!


.

Senin pagi begitu canggung bagi mereka berdua. Atsushi tetap menyeduhkan secangkir kopi, dan menyiapkan dua porsi sarapan seperti biasanya. Tersenyum dengan canggung begitu membawa dua piring roti panggang, dilengkapi bacon dan telur mata sapi.

Lalu setelah selesai dengan sarapan, Atsushi menaruh dua kotak yang dibungkus kain dengan rapi. "Ini bekal. Satu untukku, satu lagi untuk Dazai-san. Pastikan memakannya saat jam makan siang, jangan telat! Lalu jangan lupa dihabiskan." Itu pesan Atsushi bersamaan dengan memasukkan bungkusan miliknya ke dalam tas, lantas mencangklongkan tas itu di bahunya.

"Kau … bangun jam berapa?" Dazai bertanya dengan polos, mengerjap-ngerjapkan matanya karena bingung.

"Oh itu," Atsushi menggantung kalimatnya sebentar, "mungkin sekitar jam setengah empat sampai jam empat pagi tadi." Dia mengatakan itu dengan gamblang. Tersenyum sediki lantas berusaha melarikan diri dari hadapan Dazai. Sebenarnya, Atsushi sama sekali tak tertidur karena Dazai.

Pemuda itu mencengkram pergelangan tangan Atsushi, menarik Atsushi untuk mendekat. "Setidaknya, ucapkan sesuatu padaku kalau ingin pergi." Dia mendekatkan wajahnya dengan wajah Atsushi sehingga hidung mereka hampir bersentuhan, dan wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter.

"Ittekimasu …," Atsushi berkata dengan pelan. Wajahnya menunduk ke dalam, tak berani berhadapan dengan Dazai dalam jarak sedekat itu.

Dazai tersenyum, kemudian menaikkan kepalanya beberapa sentimeter. Chu! Memberi sebuah kecupan hangat pagi hari di dahi Atsushi—bibirnya bertemu dengan poni dan dahi Atsushi. "Itterashai," Dazai membalas, "aku janji akan menghabiskan bekal ini dan memakannya tepat waktu, hihi." Nyengir dengan bangganya.

Sedangkan Atsushi bergerak patah-patah bak robot. Memakai sepatunya dnegan cara yang aneh dan pergi meninggalkan apartemen dengan rasa gugup yang semakin memuncak.

-o-

"Nakajima, perhatikan ke depan."

"Baik Sensei."

.

"Daripada kau melamun, sebaiknya kaukerjakan soal di papan tulis, Nakajima."

"Apa?—maksudku, ya—eh—tidak. Maaf, saya belum mengerti."

.

"Nakajima, jangan melamun di jam pelajaranku!"

"Ha? Ya—eh, baik Sensei."

.

"Nakajima-kun, apa kau sakit? Perlu ke UKS? Di kelas ini ada anggota komite kesehatan? Tolong antar Nakajima-kun ke ruang kesehatan! Aku tidak mau ada yang pingsan di jam pelajaranku!"

"Aku tidak sakit sama sekali, Sensei."

.

.

.

Atsushi memegang tas-nya kuat-kuat. Dia tidak pernah ditegur sebanyak itu dalam satu hari. Ini merupakan hari terburuk selama yang dia ketahui. Tapi tidak terlalu buruk ketika dia membuka pintu, membisikkan aku pulang dengan pelan karena takut Dazai tak ada di rumah. Tapi Dazai duduk di atas sofa empuk itu dan tersenyum lebar.

"Okaerinasai." Pemuda itu tidak mengenakan pakaian santainya. Atsushi sibuk menebak-nebak apa Dazai baru pulang kerja atau dia baru ada urusan, atau … otak Atsushi terlalu sempit untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Atsushi melepas sepatunya. "Kau sudah pulang, Dazai-san." Dia berkata begitu, masih memegangi tali tasnya. "Biasanya kau belum pulang, apa pekerjaanmu selesai lebih cepat?" kemudian dia melontarkan sebuah pertanyaan.

Dazai mengangguk-angguk. "Cepat ganti pakaianmu," katanya, "aku mau mengajakmu pergi belanja dan bertemu dengan temanku yang waktu itu kuceritakan." Setelah berkata demikian, tak ada alasan bagi Atsushi untuk membantah. Sementara itu Dazai hanya duduk dengan menyilangkan kaki di atas sofa merah nan empuk itu.

Tak lama Atsushi kembali lengkap dalam balutan mantelnya. Lantas Dazai langsung menarik tangan Atsushi dengan senyuman lebar di wajahnya. "Pernah melihatku membawa mobil? Hari ini akan kuperlihatkan caraku mengendarai mobil."

"Dazai-san," Atsushi berhenti berjalan. Menahan tangan Dazai dengan menggenggamnya dengan erat. Dazai menoleh tak mengerti ke arah Atsushi. "Jangan lakukan percobaan bunuh diri untuk saat ini. Pokoknya jangan."

Dazai menarik tangannya, kemudian mengusak rambut Atsushi pelan. "Tidak akan, aku janji."

-o-

Sementara itu di sisi lain, seorang pemuda jangkung berulang kali melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, lalu berpindah pada buku catatannya. "Dazai telat 1 menit 20 detik." Setelah mengatakan hal yang begitu detail, dia mengangkat kepalanya dan melihat Dazai Osamu berjalan ke arahnya dengan tangan melambai-lambai.

"Maaf membuatmu menunggu, Kunikida-kun." Dazai mengambil duduk di depan pemuda yang dipanggilnya dengan nama Kunikida. "Jadi, aku telat berapa lama?" seperti biasa, dia melontarkan pertanyaan untuk menggoda Kunikida.

Kunikida Doppo melihat ke belakang Dazai, memperhatikan pemuda pendek yang kemudian duduk di samping Dazai. "Kau telat 1 menit 40 detik," jawab Kunikida. "Jadi," katanya kemudian, "dia yang ingin kau kenalkan padaku?"

"Ya," Dazai mengangguk, kemudian Dazai menepuk punggung pemuda yang bersamanya—Atsushi. "Perkenalkan dirimu, Atsushi-kun. Jangan lupa dengan alamat sekolahmu. Kunikida-kun ini temanku yang guru matematika itu, dia akan membantumu."

Satu detik … dua detik … tiga detik ….

Atsushi menggerakkan bola matanya abstrak, dia gugup karena belum pernah melihat wajah kaku Kunikida sebelumnya. Kepalanya menunduk dalam. "Namaku Nakajima Atsushi, ano … Kunikida-san. Aku tinggal dengan Dazai-san karena beberapa alasan, dan sekolahku …." Setelahnya Atsushi bercerita tentang sekolahnya.

Belum pernah Kunikida menemukan pemuda yang begitu canggung sebelumnya. Sebelah alisnya terangkat. Kemudian dia tersentak, namun tak lama tangan Kunikida mengangkat demi membetulkan kacamatanya. Dia belum pernah tahu perasaan jenis apa yang bergemuruh di dadanya begitu melihat wajah Atsushi yang tertutup poni.

.

.

.

Perasaan macam apa ini?

.

.

.

.

.

To be continued


Author's note:

Jadi, ceritanya kemaren aku cek review, cuma aja 32 kan. Terus aku cek pagi tadi eh nambah jadi 34. Akhirnya aku cek barusan dan ternyata :'v demi apa ada 42 :'v aku kaget banget lho. Seumur-umur, ini karya yang banyak mendapat review hehe xD aku seneng banget. Makasih banyak untuk kalian semua ya. Aku menghargai review, fav dan follow kalian. Sampe terhura gini :"

Tapi kalo boleh jujur, aku agak frustate gitu karena AKU KETINGGALAN EPISODE BSD S2 HUAAAAAA QAQ I CANT BELIEVE AKU GAK NGIKUTIN SESUAI WAKTUNYA. Salahin Haikyuu! /ditendang Kageyama/dihina Tsuki/ QAQ)/ aku bahkan ninggalin episode Natsume Yuujinchou, Watashi ga Motete Dousunda, dan Udon no Kuni no Kiniro Kemari juga QAQ bahkan aku gak nonton MAMA TTTTATTTT aku sedih banget karena ninggalin semua yang aku sayang duh ;-; ini semua salah remed! Kenapa harus ada remed? KENAPAA?

Ok. Mulai ganyambung. Intinya, sekarang aku pengen borong anime. Pengen puasin hasrat aku. MAU LIAT OTPQUUUUU

.

.

.

Now time to balesin review

.

Bakai Yamato: Mereka memang kissu ._. terima kasih idenya /.\ tapi bagian itu sudah kuselesaikan dengan baik hohoho '^')b

Nozuki0107: Konfliknya, aku masukin orang ketiga hohoho :v apakah Kunikida akan jadi pengganggu? Gatau deh ya. Aku aja masih bingung wkwk. Aku bersyukur akhirnya bisa munculin Kunikida setelah chapternya sebanyak ini :'v sampe review 2x, pasti gasabar ya? Tenang, aku gapernah php kok kalo soal FF

Shiratorizawa: Udah dong '3' bilangin sono, emangnya aku takut apa sama Ushiwaka. Aku kan punya Daichi wee

kyunazunami: Aku tak mengerti tapi terimakasih sudah review /nangis terhura

Kaizaki Hotaru: Sebenernya, aku baru jadiin Kunikida sebagai orang ketiga ._.v dan Odasaku … aku belom kepikiran mau munculin dia ._.v aku cuma kepikiran sama Akutagawa dan Chuuya ._.v

Kerak Telor: Aku laper -_- but, yea /siapin matras/ ati-ati jatohnya ya :)

sesama remed: Aku udah selesai dan fisikanya nyontek BAHAHAHAHAA xD

U-chaaaan: Aku lebih suka pake kun daripada san '-' tapi aku cewek kok. Hehe. Santai, aku buat ini tuh karena kekurangan asupan juga. FF DAZATSU LANGKA BANGET KAN YA YA YA YA? MAKANYA ITUUUU untuk mewujudkan momen Dazatsu seperti yang aku mau maka aku buat FF ini.

Quite: Polos banget ya? Maaf ya, aku gapernah kissu jadi ya gitu deh :'v karya itu kan cerminan dari penulisnya :'v

FujiAoiAomineSuki: Haloo '-')/ makasih untuk marathon review-nya yang berhasil bikin aku kaget. Iya, FF Dazatsu itu langka. Justru banyakan Dazai sama Chuuya yang momennya (menurutku) sedikit. Bahkan DaAku aja kalah ckckck. Tapi dari awal sih aku udah berlayar di kapal Dazatsu dan akan melestarikan pair ini '-')9 Oh ya, aku lebih suka dipanggil pake kun daripada san ._.v

.

.

.

enough for now
See ya next Dazatsu moment!

.

.

.

SPOILER
GAUSAH BACA KALO GAMAU

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Adegan terlarang akan muncul di chapter 8-9.

.

See ya!