Minnnaaaaaaa~
Kdramon's here with a new chapter of SAO v2!

Jadi, basically, to the point, sekolah saya diliburin dua minggu lagi. Banzaaaai! *kemudian hening*

..okeh, jadi intinya, updates akan kira-kira 2 more chapters pakai express train in August!

Ceritanya segitu bikin penasaran, kah? Saya rasa sih biasa aja #KarenaLuYangBikinBego *digebukin massa*
Di chapter ini, bakal ada conclusion flashback, also a new archenemy revealed!

Just read, then you will understand further.

As always, the most important thing: enjooy!

Chapter 7: Behind a Dark Past

-still flashback, still Shou POV-

Awal tahun ini aku mendapat NerveGear yang sekarang aku pakai ini.

Januari 2025, ayah ibuku memberi NerveGear kepadaku awalnya hanya untuk membuatku tidak kebosanan. Meskipun mereka tidak dapat mendengarku- berhubung otot mulutku pun mati- tetapi ayah, ibu, dan teman-teman yang sering berkunjung pun tahu bahwa aku kesepian.

Seakan-akan orang disekitarku adalah malaikat, dan aku adalah manusia sendirian.

Teman baikku Kazegaya Sorato, a.k.a Raven, membantu memasang mesin gaming yang berbentuk virtual reality helm itu.

Link Start pertamaku pun bukan aku yang ucapkan. Seluruh keluargaku, teman-teman disekolahku, semua berteriak, seakan kata-kata 'Link Start' itu dapat membawa aku ke tempat yang sederajat dengan mereka, para malaikat-malaikat di surga.

Aku memasuki dunia virtual pertamaku, yaitu Sword Art Online v2. Karena Raven memaksaku memainkan game itu, meski aku pernah dengar kejadian yang menimpa SAO dan penciptanya, aku pun memainkannya.

Seluruh hidupku tidak pernah merasa sebegitu berarti.
Seluruh gerak-gerik kecil yang aku duga tidak akan dapat aku lakukan lagi, dapat aku lakukan.

Sistem NerveGear adalah mengontrol saraf yang menghubungi seluruh tubuh dari otak. Sekujur tubuhku mati, tetapi otakku hidup- dan dari situlah NerveGear dapat menerima saraf-saraf seluruh tubuhku yang tidak mati, dan menggunakannya seakan aku mendapatkan penyembuhan total.

Aku sangat bahagia. Aku pun dapat melakukan segala sesuatu secara normal- berbicara, melompat, memancing, bertarung, kecuali login, dimana Sora selalu membantuku setiap saat.

Tiga bulan kemudian, aku masuk ke top 100 players bersama-sama Raven.

Mungkin kau bisa bilang progress-ku sebagai gamer terlalu cepat, tetapi karena SAO v2-lah satu-satunya yang aku dapat lakukan untuk mencegah kebosanan, maka aku memainkannya hampir nonstop.

Tanggal 14 April 2025.

Saat aku logout, aku merasakan sesuatu yang beda. Aku melambai-lambaikan tanganku didepan mukaku.

"Eh..?"

Aku bingung sesaat mengapa aku dapat berbicara DAN melambaikan tanganku.

Seketika aku sadar jawabannya.

Aku merasa sangat berbeda. Aku merasa tidak keluar dari dunia virtual. Karena entah bagaimana, seluruh fungsi saraf tubuhku pun normal kembali.

Hari itu juga aku dibawa pulang ke rumah dan kami berpesta, karena dokter tidak melihat adanya keanehan dalam saraf-ku. Aku sendiri pun sangat bingung, dan setelah menyelidiki lebih lanjut, aku menemukan beberapa informasi.

Rupanya saraf otakku sangatlah dilatih sewaktu aku bermain SAO v2, maka dari itu mungkin seluruh tubuhku kembali normal. Karena sudah sangat terbiasa bergerak didalam game, sarafku otomatis- dan entah bagaimana- mengenali dan menyambungkan gerakan game dan dunia asli ini.

Sword Art Online- adalah game yang menyelamatkan hidupku. Game yang memberiku harapan untuk hidup.

-flashback end, back to normal POV-

"Mungkin kau akan merasa aneh bahwa ada seseorang sepertiku yang diselamatkan oleh game ini," ujar Shouma kepada Tsuna, yang dari tadi berada disebelahnya.

"Aku tidak mengerti soal penyambungan saraf itu," kata Tsuna polos.

Dia benar-benar bermuka banyak, pikir Shouma. Satu saat tsundere, satu saat lagi kuudere...

"Yah, aku pun tak mengerti, Tsuna. Mungkin itu hanya sebuah keajaiban yang luput dari mata semua orang, termasuk para ahli biologi.."

"Tapi ada sesuatu yang aku sangat bingung, Shouma."

"Apa itu?"

"Jika longsor es itu tidak disebabkan oleh alam, lalu apa yang menyebabkannya?"

Uh-oh.
Dia pun baru terpikir soal itu.

"...Tsuna, apa menurutmu soal Tenriishi Mizuka?"

"Hah? Oh, cewek gamer bodoh yang kau sebut-sebut terus itu? Gak tau ah."

"A-ayolah, aku butuh pendapatmu!"

"Enggak mau."

"T-Tsuna... Jangan bilang kau cembu-"

Angin keras berhembus didepan kepala Shouma, dua pedang tajam sudah berada di keningnya untuk menikam kepalanya.

"JANGAN KAU BILANG KATA-KATA ITU. DAN TIDAK, BUAT APA AKU CEMBURU?" Tsuna menjawab dengan nada yang sangat kontroversional dengan penggambaran dirinya- manis dan imut- yaitu nada geram marah seperti iblis.

"B-baik. K-kau boleh turunkan itu, sebelum kau menjadi PKer.."

"Huh!"

Hari itu pun berakhir begitu saja. Shouma terbaring di tempat tidurnya, log out, dan menemukan dirinya juga terbaring.. di kasur rumahnya.

Hanya 5 menit lewat dari saat dia login.

Jam tujuh malam, dengan jemuran yang baru saja diangkat. Persis seperti terakhir kali dia login. Dia men-start PCPnya (PC Portable) yang berbentuk gelang kecil. Sebuah layar Macrosoft Winding XO pun muncul.

3 new messages.

Dia membuka messages folder dan menemukan dua dari Raven, satu berupa spam.

"Yo, bagaimana di SAO? Aku sedang menyelidiki beberapa kasus tentang PK oleh Beast Tamers! Ternyata, ada sebuah guild yang dikhususkan Beast Taming dengan scroll.. apakah itu ability baru? Nama guildnya Moonsong Hellfang, FYI. Hati-hati, ya!" -salam Raven kece cetar membahana-

Dia sangat alay, ternyata. Dan sangat telat memberi info.

Message satu lagi adalah sampah tentang tugas fisika sekolah, bagaimana mereka harus membuat gelombang elektrostatik yang dapat membuat lampu 5 watt dengan jarak yang jauh menyala. Shou tidak mempedulikannya, tentu saja.

Message yang berupa spam itu yang menarik perhatian Shouma.

Adapun mail yang dikirim itu berupa seperti ini:

"Selamat malam, Shouma of the Ice Blade.
Aku yakin anda telah mengenalku. Aku adalah pemimpin guild Moonsong Hellfang, Beast Tamers Player Killer. Namaku Crytik. Dibaca 'kraitik', ya. Haha. Tetapi aku bukan mengirim anda pesan ini untuk mengenalkan diri. Aku ingin memberi peringatan penting.
Tanggal 25 Desember, yaitu hari Natal, kami akan meluncurkan serangan massal dengan skala besar-besaran kepada floor 150.
Disitu adalah tempat dimana 'Seed Core' terletak, bukan? Kami tidak tahu tempat pastinya. Kami hanya tahu bahwa inti dari Aincrad tersebut berada di floor 150. Kami akan menghancurkannya.
Setelah itu hancur, maka Aincrad yang sekarang- yang berasal dari The Seed- akan musnah, dan game Sword Art Online version two akan lenyap dari muka bumi. Player pun tidak akan bisa login lagi.
Tak perlu tanya sebabnya aku ingin SAO musnah. Aku tidak mau menceritakan masalah pribadiku, kan?
Dengan itu, mail-ku selesai sampai disini saja. Waktu kalian hanya seminggu untuk membuat rencana. Selamat jalan."

-Crytik-

Shou mengepalkan tangannya dengan geram.
Pemimpin guild tersebut menyatakan dirinya kepada Shou. Dia mengenal bahwa Shouma adalah pengguna Ice Blade.

Terlebih lagi, dia mengatakan deadline Sword Art Online version Two hanya seminggu lagi.

Saat pikirannya sedang bercampur, tiba-tiba ibu Shou memanggilnya dari bawah.

"Shou, kau ada tamu!"

Tamu? Untuknya? Jam tujuh malam? Siapakah itu?

"Ya, tunggu sebentar." Shou berlari turun tangga rumahnya, dan saat dia melihat 'tamu'nya, dia hanya dapat menambah pikirannya yang sedang bercampur itu dengan campuran baru.

"Salam kenal, bu. Aku Tenriishi Mizuka. Aku adalah pacarnya Shou-kun."

Eh?

EEEEEEHHHH?!

Mengapa dia bisa disini? Bagaimana dia tahu alamatku? Mengapa dia mengakui dirinya pacarku?!

Shou terpaku, tidak dapat memahami sebutir pun kejadian-kejadian yang terus mengalir hari ini.
Dia tidak mengerti apapun.

Dan, saat Tsuna mengetahui soal 'pacar palsu' ini, Shou akan mendapat tiket gratis ke Afterlife.

-TO BE CONTINUED-

I juuuust love cliffhangers *trollgrin* #dihajar

So, please tell me anything about my story so far... Oiya, next chapter bakal ada revelations lagi! More and more revelations each chapter biar greget mwahhahahaha (?)

Mizuka: terus, kenapa aku yang disini sekarang?

Kdramon: Shouma sama Tsuna aku tahan sementara gara-gara mukulin aku.

Mizuka: Oh.

Kdramon: Jangan 'oh' juga, kali!

Raven: Mizuka gak bisa nutup ini, jadi.. Kdramon out!~