Sakura-tearz33 : haiit! Sakura hadir dengan chapter baru! Hihihihi

Thanks banged buat reviewny minna^^

N buat vii-san, idenya mantaap banget! Akan sakura pertimbangkan...heheheh... Soalnya ide buat lanjutannya sakura da ada, nanti takutnya malah bentrok.. Tapi kalau ada pas waktunya, akan sakura usahain.. Arigatou nee^^

Nah di chap ini bakal ada sedikit KyuuIta-nya loh! Kyaaaaa!

N buat informasi, Itachi disini super OOC... So buat fans Itachi yang tidak suka, Sakura minta maaf n peringati dulu coz gak mau readers sakit hati..T_T

Langsung az yah^^

P.S : semoga cerita ini disukai. N maaf kalau ceritanya jelek. Sakura sudah berusaha yang terbaik^^

WARNING:bahasa aneh,salah ketik, typos, character OOC, alur aneh,yaoi, author ingusan, pokokna sudah diperingati ma sakura loo..

Please R n R!^^

Disclaimer: I don't own naruto.. Kalo beneran punyaku, bakal kuutamakan sasunaru loo^^ wkwkwk..(Dilempar pisau)

.

Pagi hari cahaya matahari memasuki suatu ruangan kamar yang sangat luas melalui jendela. Tampaklah seorang pria berambut raven tengah berdiri di dekat meja belajarnya sambil memegang sebuah foto yang sudah dibingkai. Di dalam foto tersebut tampak seorang gadis berambut pink yang berada di posisi tengah antara dua anak laki-laki. Di belakang gadis itu tampak pula seorang lelaki berambut perak bermasker sedang memegang kedua kepala anak laki-laki di masing-masing sampingnya. Namun yang menjadi sorotan utama si raven itu adalah dua anak laki-laki yang saling melotot kesal, dimana yang satu raven dan yang satu lagi pirang. Yah, itu adalah foto Uchiha Sasuke bersama team sevennya ketika sebelum reinkarnasi. Sebenarnya foto itu merupakan foto buatan dimana ia menghabiskan 100juta untuk menyuruh seorang ahli komputer untuk mengedit foto itu hingga mirip sama seperti dengan foto 500tahun yang lalu. Dilakukannya karena ia ingin tetap mengenang kejadian yang lampau. Setelah itu pria yang dikenal Uchiha Sasuke itu meletakkan kembali bingkai foto itu kembali ke meja dengan meletakkannya terbalik agar tidak dilihat oleh orang lain. Terlihat sedikit senyuman kecil yang disunggingkan di bibirnya, dan kemudian ia menuju ke arah pintu dan keluar dari pintu tersebut.

Chapter 7

"Temeee! Hari ini kita ke rumah kamu yuk!"

"..."

"..."

"Hah?"

Sudah seminggu lewat semenjak kejadian heboh di KHS akibat jatuhnya idola KHS dari jendela. Saat ini Uchiha Sasuke sedang berada di apartemen Naruto. Ia yang sedang duduk-duduk di sofa ruang tamu tadi pun tergelonjak kaget ketika mendengar sesuatu yang tidak biasa ia dengar dari pria pirang yang duduk disampingnya. Yah orang itu adalah Namikaze Uzumaki Naruto. Selain kedua pemuda tersebut, terlihat juga sosok seorang pria berambut merah yang duduk diseberang si raven, sedang sibuk mengutak-atik laptopnya, Namikaze Kyuubi.

"Mou... Kamu daritadi tidak mendengarku bicara ya... Teme no baka!" Naruto pun ngambek sambil memajukan bibirnya sekaligus mengembungkan kedua pipinya. Nafas Uchiha langsung tercekat ketika melihat wajah Dobenya yang begitu imut dan manis. Kalau saja dia bukan Uchiha, mungkin dia sudah mimisan dan masuk rumah sakit karena kehilangan 2liter darah. Namun karena mengingat harga dirinya sebagai Uchiha, hal itu tak akan pernah terjadi. Tapi tetap saja ia tak bisa menahan godaan super luar biasa yang ada dihadapannya ini. Sasuke mulai menjilati ujung bibirnya, untuk bersiap-siap untuk menikmati bibir pink yang seksi itu. Namun, aksinya terhenti ketika ia merasakan hawa hitam menusuk sekujur badannya. Ternyata hawa itu berasal dari kakak Naruto yang kini melotot tajam dengan mata darah merahnya ke arah si raven tersebut.

'Berani kau sentuh dia dihadapanku, jangan harap kau bisa selamat.' Kira-kira seperti itulah maksud lototan itu bagi Sasuke. 'Cih...' Uchiha pun hanya bisa mendesis didalam hatinya. Yah Uchiha Sasuke ini bukannya takut dengan Namikaze Kyuubi itu. Tidak mungkin seorang Uchiha merasa takut kepada orang lain. Namun Ia mengakui bahwa untuk berhadapan dengan Kyuubi itu sedikit sulit. Hei bagaimanapun Kyuubi itu mantan siluman legendaris, bukan? Selain itu, pria merah itu adalah kakak dari orang yang dicintainya yang bakal menjadi kakak iparnya.

"Hn, buat apa, Dobe?"

Naruto yang mendengar balasan Sasuke pun menjadi ceria,"Buat sapa orang tuamu dong! Selama ini kan kamu yang datang ke rumahku, jadi sekarang giliran aku!"

"Orang tuaku sudah meninggal." Jawab Sasuke secara spontan. Suasana pun menjadi hening. Sasuke dapat merasakan hawa rasa bersalah dari ekspresi Naruto sekarang ini.

"Ma...maaf, Sasuke. Aku tid-"

"Kamu tidak salah. Memang orang tuaku sudah tidak ada karena ada orang yang dendam dengan keluarga kami." Jawab Sasuke datar dengan enteng. Wajahnya tetap stoic, karena ia sudah terbiasa membicarakan tentang kematian orang tuanya, apalagi ini sudah yang kedua kalinya ia melihat orang tuanya meninggal.

"Kalau begitu sekarang kamu tinggal sendirian ya..." Ucap Naruto dengan lirih.

"Siapa bilang?" Sasuke pun menaikkan sebelah alisnya.

"Eh?"

"Dia punya kakak." Ternyata sekarang Kyuubi-lah yang menjawab setelah diam begitu lama, "Memang semua keturunan Uchiha dibunuh, namun ada dua orang yang selamat..." Lanjutnya lagi sambil menunjuk ke arah si raven,"dan yang satu lagi, Uchiha Itachi, kakaknya."

Naruto pun ber-oh ria ."Ternyata kamu juga punya kakak sepertiku ya, Teme!" Pria pirang ini pun kembali ceria setelah mengetahui ternyata orang yang duduk disampingnya ini tidak sendirian.

"Ng... Tapi kok Kyuu bisa tahu?" Timbullah pertanyaan dari Naruto.

"Baka, semua orang juga pada tahu tentang hal Uchiha, kecuali kau sendiri yang lamban." Ejek Kyuubi.

Naruto pun hanya menggembungkan pipinya lagi, sedangkan Kyuubi hanya tahan geli karena melihat reaksi adiknya yang dianggapnya imut. Namun, ia merasakan tatapan mematikan dari arah Sasuke seperti mengatakan 'Ada yang ingin kubicarakan'. Dia sudah menebak-nebak apa yang ingin dibicarakan Sasuke.

"Nah, Teme! Kalau gitu kita pergi ke rumahmu ya! Aku ganti baju dulu! Tunggu aku ya! Dattebayo!"

Belum juga mendapat balasan persetujuan dari Uchiha bungsu itu, Namikaze bungsu ini sudah melesat masuk ke kamarnya dalam sekejap mata. Sekarang tinggalah si rambut merah dengan raven ini sendirian.

"Apa yang ingin kamu tanyakan?" Akhirnya Kyuubi yang membuka awal pembicaraan. Sasuke pun kembali melotot ke arahnya lagi.

"Kau yang membuat Itachi reinkarnasi? Termasuk orang tuaku?" Tanyanya dengan suara dingin yang menuntut perlunya jawaban yang memuaskan.

"Begitulah." Kyuubi pun kembali mengutak-atik laptopnya.

"Kenapa?"

Aktivitas Namikaze ini pun terhenti seketika. Dia hanya mengangkat kepalanya dan menatap lurus ke arah pemuda di depannya. Dia pun menyeringai, "Karena kupikir tidak adil jika hanya Naruto yang bisa bertemu dengan orang tuannya. Jadi, kupikir tidak ada salahnya kalau kamu juga bertemu lagi dengan orang tuamu di masa sekarang."

"Lalu Itachi?"

Kyuubi hanya mengeram karena ia tidak suka dengan nada bocah di depannya yang seperti sedang memerintahnya. Bukannya Sasuke tidak suka bertemu lagi dengan Anikinya, malahan ia sangat senang dapat melihat Itachi dan menjadi kakaknya yang disayanginya kembali seperti dulu. Ia hanya penasaran kenapa Itachi bisa ikut reinkarnasi. Ia pernah berpikir bahwa mungkin karena chakra Kyuubi terlalu kuat yang seperti dikatakan oleh pemiliknya, sehingga ada beberapa orang ikut bereinkarnasi. Tapi, tidak mungkin semuanya begitu kebetulan bukan?

"Kalau dia... Karena kulihat kau sangat menyayanginya, jadi sekalian saja kureinkarnasi dia." Kata Kyuubi kemudian melihat kembali ke laptopnya," ...dan suatu alasan lain juga." Bisiknya namun dapat masih ditangkap oleh Sasuke.

"Mak-"

"Sasuke-teme! Ayo kita pergi!" Sang pirang pun muncul kembali dari arah kamarnya.

"Kalau gitu, hati-hati." Kyuubi pun melambai-lambaikan tangan kanannya, namun pandangannya tetap masih di laptop merahnya.

" Ng? Apa sih yang kakak bilang?" Naruto pun menaruh kedua tangannya di pinggangnya. Sedangkan Kyuubi, lambaian tangannya berhenti seketika dan mematung.

"Kakak juga ikut menemui kak Ita-"

"TIDAK." Suara Kyuubi yang tiba-tiba menjadi berat.

"Harus! Kakak kok gi-"

"TIDAK."

Naruto pun hanya menggerutu melihat kakaknya ini. Sedangkan Sasuke, ia hanya merasa heran dengan tingkah laku aneh Sang pria merah itu.

"Kau sudah pernah bertemu dengannya?" Akhirnya Uchiha yang satu ini yang bertanya.

"Eh? Benar itu, Kyuu?"

Kyuubi hanya terdiam. Ia pun hanya memalingkan wajahnya dan terlihat menelan ludah. Tentu saja bagi raven dan pirang itu hal yang aneh. "Se-sedikit... mengenai perusahaan."

Bertambahlah kecurigaan kedua pria muda itu. Kyuubi gugup? Pria monster itu? Sasuke dan Naruto pun saling berpandangan. Muncullah seringai dimasing-masing wajah mereka. Si pirang pun berpikir mungkin harus mengeluarkan jurus andalannya.

"Kyuu~"

••••»»»S.N«««••••

"Kita sudah sampai."

Sore ini, terlihat tiga orang pemuda keluar dari mobil BMW hitam dan sedang berdiri didepan sebuah mansion yang sangat besar dan mewah. Yah mereka adalah Kyuubi, Naruto, dan pemilik mansion tersebut, Uchiha Sasuke.

Pemilik? Yap, mansion yang super duper besar ini sudah seperti milik Uchiha bungsu ini, karena kakaknya, Uchiha Itachi jarang pulang ke rumah karena pekerjaannya, sehingga Sasuke lebih kebanyakan sendirian tinggal disini. Selain itu, Itachi juga mempunyai rumahnya tersendiri di daerah lain.

"WUAAH! RUMAHMU BESAR SEKALI, TEME!" Teriak Naruto dengan suara cemplengnya. Ia baru sadar kalau Sasuke benar-benar anak yang sangat kaya.

"Kalau kau mau, rumahmu juga bisa sebesar ini, Dobe." Sasuke hanya membalasnya dengan datar. Apa yang dikatakan rambut pantat ayam ini memang benar, karena keluarga Namikaze juga termasuk golongan kaya.

"Ya, tapi gara-gara adikku yang tolol ini, terpaksa aku juga harus ikut tinggal di apartemen kecil itu." Gerutu Kyuubi. Sebenarnya sih Kyuubi masih kesal karena akhirnya ia dipaksa ikut ke rumah Uchiha ini. Apa dayanya, si brother complex ini tidak bisa mengabaikan jurus andalan puppy eyes Naruto yang sungguh mengiurkan dan tak tertahankan itu.

"Apaan sih! Kita tidak boleh membuang-buang uang, Kyuu!" Naruto memang berprinsip hidup irit.

"Kalau gitu, lebih baik jangan buang uang demi ramen sampahmu itu!"

"Nii-chan no baka! Ramen itu bergizi tahu! Weeeek!"

Mulailah pertengkaran dua bersaudara Namikaze itu. Namun Sasuke tidak menghiraukan mereka dan memilih untuk membuka pintu mansionnya. Baru saja pintu itu dibuka, terdengar suara seorang lelaki,"Otouto, kemana saja kamu dari pagi?"

Mendengar suara itu, Kyuubi tiba-tiba membatu, tidak melanjutkan pertengkaran dengan adiknya lagi. Naruto yang melihat kakaknya yang terdiam pun memutuskan untuk melihat pemilik suara itu. Mata Naruto terbelalak dan mulutnya terbuka lebar membentuk huruf O. Dilihatnya seorang pria yang mirip sekali dengan Sasuke tengah menuruni tangga. Bedanya, lelaki itu terlihat lebih tua dan tinggi, mempunyai dua garis kerut disisi kedua hidungnya, serta rambut ravennya lebih panjang dan diikat menjadi ponytail.

"Aniki, tumben kamu pulang?" Sahut Sasuke.

Pria berponytail itu pun sampai ke bawah, dan sekarang menuju kearah Sasuke. "Siapa yang ada dibelakangmu?"

"Teman. Ini Naruto." Naruto pun membungkuk memberi hormat dan kemudian memperlihatkan cengiran khasnya.

Itachi pun sedikit mengernyitkan dahinya, karena Ia merasa tidak asing dengan pria pirang itu, apalagi cengirannya. Namun Itachi merasa ada seorang lagi yang berada di belakang adiknya, ia pun melirik ke arah belakang Sasuke,"Terus itu si-..." Tiba-tiba Itachi terdiam dan mata onyxnya terbelalak lebar.

Tentu saja Uchiha bungsu ini heran dengan ekspresi kakaknya yang biasanya selalu stoic, tapi ia tak menghiraukan dan melanjutkan perkenalan tersebut.

"Dan pria berambut merah itu kakaknya, Namikaze K-"

"Kyuu..."

"Ya, Kyuubi-Hah?" Sasuke pun terlihat kaget, ternyata kakaknya sudah mengenal Kyuubi.

Namun Naruto dan Sasuke lebih kaget lagi ketika melihat muka Kyuubi pucat pasi dan berkeringat terus. Mereka pun memutuskan untuk diam saja melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.

"Kyuu..."

"..." Kyuubi tetap terdiam. Keringatnya mengalir makin deras.

"Kyuu..."

Sekarang Kyuubi hendak berbalik dan melarikan diri sebelum terlambat, namun sayangnya memang sudah terlambat.

"KYUU-KUN~! Kamu datang menemuiku ya! Ita-chan senang! KYAA~" Itachi pun langsung berlari dan memeluk punggung Kyuubi yang kokoh itu. Kyuubi langsung merinding dan melepaskan pelukan itu dan menjaga jarak,"Lepaskan aku! Sudah kubilang jangan pernah memelukku!"

"Kyuu~ jahat... Ita kan pengen peluk." Itachi pun berlari menuju kearah Kyuubi dan bersiap-siap untuk memeluknya lagi, namun Kyuubi sudah tahu dan mundur 100langkah."STOP! JANGAN KAU MAJU LAGI!"

"Kyuu-kun pemalu~... ITA MAKIN SUKA!"

"STOOOP!"

Itachi pun berlari terus mengejar pria merah itu, dan tentu saja Kyuubi pun kabur terus. Akhirnya mereka terus berkejar-kejaran di halaman keluarga Uchiha.

Sedangkan kedua adik mereka, hanya terbengong melihat apa yang terjadi dihadapan mereka. Naruto pun kemudian tertawa terbahak-bahak. Mengapa tidak? Siapa sangka kakaknya yang ditakuti diseluruh kota, termasuk luar kota, yang dikenal dengan julukan iblis terkuat yang tidak takut apapun, ternyata takut kepada seorang pria yang suka padanya, apalagi pria itu adalah Uchiha Itachi yang terkenal.

"Bwahahaha...! Te-teme... Kayaknya kakakmu yang paling kuat... Hahah-"

Kemudian Naruto pun terdiam. Kenapa? Karena sekarang ia melihat wajah Sasuke yang memperlihatkan ekspresi horor yang tidak pernah tampak. Mau gimana lagi, Sang adik baru pertama kali melihat kakaknya yang OOC itu. Siapa sangka kalau kakaknya menjadi uke di dunia ini. Ketika ia menyadari Dobenya terus menatapnya, wajahnya pun kembali stoic.

"Hn. Biarkan saja mereka. Kita ke kamarku saja." Sasuke pun berjalan masuk dan menaiki tangga ke tingkat dua. Dan tentu saja Naruto mengikutinya sambil melihat sekeliling mansion yang indah itu.

••••»»»S.N«««••••

"Waah! Temee! Kamarmu luas kali! Gile!"

Saat ini, kedua pria raven dan pirang itu baru saja memasuki kamar Uchiha Sasuke. Dalam ruangan itu tidak mempunyai banyak perabot, namun terasa sejuk.

"Kasur king-sizemu juga empuk. Enaknya!" Sasuke pun menutup pintu kamarnya dan Naruto merebahkan dirinya diatas kasur yang besar itu.

"Dasar, kan su-"

D E G !

tiba-tiba suara Sasuke tercekat di tenggorokannya. Alasannya? Karena saat ini ia melihat malaikatnya sedang tidur diatas kasurnya dengan posisi yang menggiurkan, ditambah lagi kaos orangenya terangkat sedikit sehingga memperlihatkan pusarnya. Terasa darahnya naik hingga ke wajahnya.

"Sasuke?" Panggil Naruto dengan imut sambil memperlihatkan muka innocentnya.

Mau tidak mau Uchiha ini makin terangsang karena mendengar suara Naruto yang terdengar seksi memanggil namanya. Dan tanpa sadar pun ia mulai menjilati ujung bibirnya. Pria berkulit tan ini langsung merinding ketika ia melihat lelaki pucat didepannya menuju kearahnya seperti serigala kelaparan.

"A-ano... Teme...", Naruto pun mundur beberapa cm sehingga sekarang ia berada di tengah-tengah tempat tidur yang King-size itu,"Ke-kenapa kau me-melihatku seper- KYAAAA!" Naruto pun berteriak sambil memenjamkan matanya ketika ia merasa sesuatu melompat dan menimpanya. Suasana menjadi hening untuk beberapa detik dan sang kitsune ini belum juga membuka matanya.

"... Naruto..."

Mendengar namanya dipanggil, Naruto pun perlahan-lahan membuka matanya, dan ketika terbuka sepenuhnya, ia melihat dua bola mata onyx dihadapannya. Saat ini Uchiha Sasuke tepat berada diatasnya dengan hidung mereka bersentuhan. Hal ini mengakibatkan Naruto teringat kembali kejadian di klinik yang lalu. Gara-gara waktu itu, si pirang ini tidak bisa tidur tiap malam karena terus terbayang akan wajah Sasuke. Ia merasa dirinya aneh. Sempat dipikirnya mungkin ia suka pada Teme brengsek itu, namun ia mengabaikannya karena ia merasa bukan gay. Jantungnya mulai berdetak kencang tak beraturan, wajahnya pun memerah seperti tomat kesukaan Sasuke, alhasil, Sasuke yang melihat hal tersebut pun menyeringai.

'Ukh... Sial... Tampan se- EKH! APA YANG BARUSAN KUPIKIRKAN! AKU SUDAH GILAA!' Teriak batin Naruto dengan frustasi. Ia pun mulai memukul-mukul kepalanya dengan kedua tangannya, namun kemudian ia merasa sebelah tangannya ditahan.

"Dobe, kenapa kau pukul kepalamu sendiri, hn?"

"Ekh! Eng... Ahahaha, ke-kepalaku lagi ga-ya! Gatal! Hehehehehe..."

'Teme sialan! Mau mempermainkan aku yah! Grr!'

Naruto pun terus tertawa paksa tanpa henti. Sasuke yang melihat reaksi Naruto yang lucu pun sudah tak tahan membendung nafsunya.

"Kepalamu yang gatal atau otakmu yang gatal?" Seringainya pun makin lebar. Otomatis perkataan itu membuat orang didepannya membatu dan suara tawa pun tak terdengar lagi. Perlahan-lahan Naruto merasa kedua bola mata onyx itu mendekat. Sasuke mulai memperpendek jarak antara bibir mereka.

.

3 cm

.

2 cm

.

1 cm

.

"I T A A A C H I I I I I ! BERHENTI MENGEJARKU BRENGSEK!"

"KYAAAAA! TERIAKAN KYUU SEKSI BANGET!"

"SIALAN! KUBILANG JANGAN ME-"

"KYUU-KUN~!"

"GYAAAAAA! HUS! HUS!"

Teriakan itu terus berlanjut. Yang pasti, Naruto bersyukur karena akibat teriakan itu, tindakan Sasuke terhenti. Kalau Sasuke? Tentu saja sekarang Sasuke sedang emosi tingkat tinggi karena situasi terindahnya menjadi kacau. Dia pun berlari ke arah pintu dan ketika membukanya, tampak dua orang pria yang lebih tua darinya tepat berdiri berhenti didepan pintunya dalam pose siap berlari-larian.

"BISA DIAM GAK KALIAN, BRENGSEK!"

Itachi dan Kyuubi pun hanya bengong sesaat. Namun beberapa detik kemudian mereka kembali ke aktivitas kejar-kejaran mereka, tidak menghiraukan Sasuke. Kalau saja ia pemakan daging manusia, sudah dilahapnya kedua pria itu hidup-hidup. Sasuke kembali menutup pintu kamarnya, dan terlihat Naruto yang menatapnya sedikit ketakutan.

'Tenang... Tenang...' Pikir si raven itu dalam hatinya.

"A-ano, Teme..."

Sasuke pun menatap datar ke arah Naruto.

"Jangan emosi lagi dong,Teme..." Ucap Naruto dengan malu-malu. Semburat merah menghiasi kedua pipinya yang tembem. Nafsu si Uchiha yang baru saja padam ini kembali bangkit berkobar-kobar. Tentu saja si pirang ini merasakan hawa yang tidak enak dari arah raven itu. Bulu kuduknya pun merinding. Ingin rasanya Sasuke kembali ke aktivitas tadi, berada diatas Naruto dan menghirup aroma citrus darinya.

"KYUU-KUN~!"

"GYAAAA!"

Tapi sepertinya nasib baik sedang tidak berpihak padanya. Sasuke sudah tidak tahan dan mulai dilakukannya beberapa kunci tangan. Ingin rasanya ia segera men-chidori kedua pantat pria itu, namun aktivitasnya terganggu ketika ia mendengar suara dari arah belakangnya.

"Tapi sepertinya Kyuu-nii suka sama kakakmu ya."

Mata Sasuke terbelalak. Apa ia salah dengar?

"Hah?"

"Kubilang Kyuu-nii suka sama Itachi-san! Mouu..."

Sasuke pun hanya tertawa kecil, tawa merendahkan ala Uchihanya,"Khukhu... Dobe, apa kamu segitunya tolol otakmu?" ,muncullah kerut segitiga di kening Naruto,"Sudah jelas-jelas Kyuubi lari menghindari aniki, tapi kau malah bilang ia suka."

"Grr! Apaan sih! Itu memang benar kok! Dan aku tidak bodoh! Selama ini aku hidup dengan kakakku, jadi tentu saja aku tahu! Weeeek!"

"Lalu kenapa kamu bisa bilang begitu?" Sasuke mencoba menanyai alasannya.

"Dari dulu kan banyak yang mengincar kakak, baik cewek atau cowok uke. Tapi semuanya tidak berani mengejarnya karena pernah ada uke mencoba merabanya, terus uke itu akhirnya masuk rumah sakit koma selama setengah tahun. Kyuu-nii tidak akan memberi ampun bagi siapa yang mencoba mendekatinya." Terang Naruto dengan nada meyakinkan, "Jadi menurutku Kakak pasti juga suka Itachi-san, makanya membiarkannya mengejarnya terus." Penjelasannya pun diakhiri dengan cengirian khasnya.

Sasuke pun hanya memegang dagunya sambil berpikir, mungkin apa yang dikatakan Naruto ada benarnya, dan mungkin juga... Hal itu berhubungan dengan apa yang dimaksud alasan lain oleh Kyuubi tadi pagi. Suasana pun menjadi hening, selain itu, juga tidak terdengar lagi teriakan dua pria yang sedang dibahas mereka.

"Aku pergi melihat mereka dulu."

Setelah Sasuke pergi, Naruto pun bangkit dari kasur dan menjelajah kamarnya.

" Ng? Apa ini? Kok fotonya dibali-"

Mata Naruto pun terbelalak lebar ketika melihat foto tersebut.

"Foto I-ini? Ka-kapan?"

••••»»»S.N«««••••

"Apa benar Kyuubi suka sama Itachi... Tapi bagaimana bisa..?"

Saat ini Sasuke tengah menuruni tangga karena ia tidak menemukan kakaknya di atas, dan ketika ia menuju ruang tamu, ia mendengar suara teriakan yang tidak asing baginya.

"ITACHI! KAMU BAIK-BAIK SAJA?"

Sasuke pun segera bergegas kesana. Dilihatnya seorang pria merah tengah menggendong pria berambut raven yang tergeletak di lantai. "Ada apa, Kyuubi?"

"Tidak tahu. Tiba-tiba dia pingsan."

Sasuke dapat mendengar nada cemas dari suara Kyuubi.

"Kyuu~..."

"Itachi! Kamu sudah sadar? Ada apa?"

"Ng... Tidak... Sepertinya aku cuma lelah karena kurang tidur."

"Dasar bodoh!" Kyuubi pun menjitak kepala si raven panjang itu, "Sudah kubilang berapa kali jangan kerja terlalu malam!"

"Asiiik! K-kyuu khawatir de-ngank..." Suara Itachi pun makin lama makin kecil, dan kemudian ia pun tertidur.

"Dasar... Merepotkan saja..."

Sasuke terbelalak karena ia melihat Kyuubi tersenyum tulus sambil mengusap kepala kakaknya. Kyuubi pun kemudian menggendong Itachi dengan ala bridal style untuk membawanya ke kamar si Uchiha sulung itu dan melewati Sasuke.

"Kau suka dengan Itachi?" Pertanyaan itu membuat langkah sang Namikaze itu berhenti, "Itukah maksud dari alasan lainmu kenapa ia ikut reinkarnasi?"

Kyuubi masih tetap membelakangi Sasuke. Suasana sunyi sejenak. Ketika Uchiha bungsu ini berniat melanjutkan kata-katanya, Kyuubi sudah duluan memotongnya, "Kalau iya, kenapa?"

Kyuubi pun melanjutkan langkahnya tidak menghiraukan Sasuke. Sebelum sosoknya menghilang, Sasuke pun berkata, "Tidak ada apa-apa. Cuma lain kali kamu harus memberi penjelasan yang lebih detail, karena ini menyangkut Aniki-ku." Kyuubi yang mendengar itu pun hanya tersenyum kecil dibalik sosoknya, kemudian menghilang seketika dan muncul di sebuah kamar yang tidak kalah luasnya dengan kamar Sasuke. Kyuubi pun membaringkan Itachi diatas tempat tidur dan tidak lupa menyelimutinya. Setelah itu, ia pun mengelus rambut raven tersebut.

"Entah sejak kapan aku tertarik denganmu..."

Suasana pun tetap hening.

"... Mungkin... Pengorbananmu yang besar dulu yang membuatku jadi tertarik... Tapi siapa sangka..." Lanjutnya sambil menggelengkan kepala,"kau jadi OOC begitu."

Kyuubi pun terus menatap si raven itu, dan tersenyum, "Tapi itu membuatku makin tertarik." Dan kemudian diakhirinya dengan sebuah ciuman di bibir pria tersebut.

Sementara itu, Sasuke memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk menemui Dobe tercintanya, dan kalau bisa, ia ingin melanjutkan EHEM-nya tadi. Mulailah bermunculan khayalan dimana Naruto terus memohon dan meneriaki namanya, ah... rasanya ia sudah tak tahan.

"Dobe, A-"

"Ngrok... Fiuh... Ngrook..."

Khayalan Sasuke pun membantu dan hancur berkeping-keping. Ternyata malaikatnya itu sudah tertidur di ranjangnya. Sasuke pun naik dan duduk disebelah Naruto yang sedang terbaring dan tersenyum kecil.

"Dasar Usuratonkachi," Ia pun mencium kening berkulit tan itu dan membisikkan ke telinganya," Oyasumi, Naruto." Kemudian ia pun memeluk pinggang pria disebelahnya dan tidur untuk menyusul Naruto ke alam mimpi.

Tanpa disadari oleh Uchiha, ternyata pria yang dipeluknya itu belum tertidur dan sekarang wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Jantung Naruto pun terus berdetak kencang. Tangan yang memeluk pinggangnya terasa hangat dan rasanya tidak ingin ia lepaskan.

'Te-teme... Di-dia menciumku...'

.

.

Sepertinya mau tidak mau Naruto harus mengakui kalau dia gay.

.

.

Dan gara-gara acara pura-pura tidurnya, terpaksa ia harus bermalam di tempat Uchiha Sasuke.

.

.

'Malam ini sepertinya aku bakal gak tidur... SIALLLLL!'

To be continued

Gimana? Cukup panjangkah chap ini?

Heheheh

Maaf kalau lama apdet... Gara-gara banyak tugas n ujian.. Sakura bener2 minta maaf! Hiks...TT

Repiuwww plizz! Coz repiuw minna-san pembangkit semangat sakura^^