Pairing : KanaFemZero

Rating : T (untuk saat ini)

Keterangan :

"FlashBack"

'Mind'


~Bab 7~

.

.

~TimeSkip~

8 tahun kemudian

Ciiiit

Suara mobil yang berhenti di depan gerbang Asosiasi pemburu. Penjaga gerbang pun menghampiri mobil yang baru saja berhenti, karena para penjaga tidak pernah melihat para pemburu yang keluar masuk Asosiasi Pemburu dengan mengendarai mobil itu.

Tok Tok

Para penjaga mengetuk kaca pintu mobil pengendara, berniat untuk menanyakan keperluan mereka.

"Apakah ada yang bisa kami bantu" Salah satu penjaga berkata.

Kaca pintu mobil pengendara pun di turunkan dan alangkah terkejutnya mereka begitu melihat siapa yang mengendarai mobil itu.

"Bisakah kalian membuka gerbang nya" Pemilik mobil berkata kepada para penjaga.

"Ah ya ya, tentu saja. Selamat datang kembali" Para penjaga berkata sambil membuka pintu gerbang.

"Terima Kasih" Pemilik mobil itu berkata sebelum menutup kembali kaca mobil nya dan mengendarai mobil nya untuk memasuki area Asosiasi Pemburu.

"Dia kembali" salah satu penjaga berkata melihat ke arah mobil yang menjauh. Dan penjaga yang lain hanya bisa menganggukkan kepalanya karena masih sedikit terkejut.

"Aku ingin ini cepat selesai" Pemilik mobil itu berkata sebelum keluar dari mobil nya dan memasuki gedung Asosiasi Pemburu untuk bertemu Presiden pemburu.

Suara langkah kaki bergema di koridor Asosiasi Pemburu, walaupun koridor itu saat ini sedang ramai namun para pemburu hanya berdiri diam dan memusatkan perhatian mereka kepada seseorang yang baru saja memasuki Asosaiasi Pemburu.

"Apakah kamu melihat itu"

"Tidak mungkin, dia sudah kembali"

"Oh Tuhan, dia benr-benar sudah kembali"

"Sudah 8 tahun dan dia masih secantik sebelum nya"

"Aku tidak percaya ini, tunggu saja sampai aku memberitahu orangtua ku"

"Zero Kiryu benar-benar kembali"

Yep, pemilik mobil yang baru saja memasuki gedung Asosiasi pemburu tidak lain adalah Zero Kiryu. Walaupun dia sudah 8 tahun tidak terlihat namu reputasi Zero masih mempengaruhi para pemburu terutama selama dia berada di Perancis dan menjadi perwakilan Asosiasi. Siapa yang tau menjadi perwakilan Asosiasi Pemburu di Perancis membuat reputasi Zero semakin naik, bukan hanya dia yang semakin di takuti karena reputasi pemburu nya namun Zero juga membuat nama keluarga Kiryu semakin kuat di jajaran Dewan Asosiasi.

Jadi jangan salahkan para pemburu muda yang lebih mengidolakan Zero dibandingkan orangtua mereka. Para pemburu senior pun menghormati Zero karena kekuasaan nya namun ada juga beberapa para pemburu senior yang cemburu dengan Zero, tapi mereka tidak berani menyuarakan dengan keras terutama tidak ada yang berani membuat Zero Kiryu marah.

Zero terus melangkah menuju ruang Presiden Pemburu dan mengabaikan bisik-bisik disekitarnya.

Tok Tok

Zero mengetuk pintu ruang presiden begitu dia tiba.

"Masuk" Suara perintah terdengar dari dalam ruangan. Zero pun membuka pintu dan memasuki ruang presiden.

"Ah Kiryu-san, lama tidak bertemu" Presiden berkata begitu melihat siapa yang memasuki ruangan nya.

"Memang. Apa kamu ingin laporan ku Pak" Zero berkata sambil melihat Presiden.

"Ya tentu. Walaupun aku tidak mengharapkan kamu kembali secepat ini mengingat kamu tidak memberitahu ku terlebih dahulu jika kamu akan kembali" Presiden berkata sambil tersenyum kepada Zero.

"Aku ingin memberi kejutan pak" Zero berkata sambil tersenyum dingin kepada presiden.

Baik presiden dan Zero tahu jika presiden tidak ingin Zero kembali mengingat kekuasaan Zero yang lebih besar dibandingkan presiden dan itu membuat presiden merasa terancam. Presiden sendiri pernah berusaha membunuh Zero sewaktu Zero berada di Perancis, dengan melibatkan Zero untuk misi-misi yang berbahaya yang melibatkan membunuh vampir darahmurni gila atau para vampir tingkat tinggi lain, namun yang tidak diperhitungkan presiden adalah jika Zero selalu bisa mengatasi setiap misi berbahaya yang diperintahkan dan itu membuat reputasi Zero semakin naik.

Alasan presiden ingin membunuh Zero karena jika Zero meninggal maka kekuasaan Kiryu akan jatuh ke tangan Ichiru yang belum cukup umur dan itu bisa di manfaatkan oleh presiden untuk menggunakannya dan memanipulasi Ichiru. walaupun presiden tahu jika ada Yagari Toga dan Kaien Cross yang akan melindungi Ichiru namun mereka tidak sebanding jika dengan kekuasaan nya dan mereka tidak bisa selama nya untuk melindungi Ichiru.

"Baiklah kalau begitu ini adalah laporan semua kegiatan ku selama aku menjadi perwakilan dari Asosiasi di Perancis" Zero berkata sambil menyerahkan beberapa map yang berisi laporan milik nya.

"Ah ya terima kasih Kiryu-san" Presiden berkata mengambil map tersebut.

"tentu saja pak" Zero berkata kepada presiden.

"Apakah ada yang lain" Zero menambahkan sambil melihat presiden.

"Apa kamu akan mengambil alih kursi Kiryu di dewan" Presiden bertanya kepada Zero.

"tentu saja pak. Yagari-sensei pasti sudah sibuk karena menjadi perwakilan keluarga Kiryu di dewan" Zero berkata kepada Presiden.

"Ah Ya. Tentu saja" Presiden berkata sambil tersenyum dingin kepada Zero.

"Jika tidak ada lagi pak. Aku permisi" Zero berkata kepada Presiden.

"Ah ya tentu saja. Sampai jumpa Kiryu-san. Saya akan mengirim info jika kami memiliki pertemuan dewan" Presiden berkata kepada Zero.

"Terima Kasih pak" Zero berkata sebelum berbalik meninggalkan ruangan.

Begitu pintu ruangan tertutup, presiden tidak bisa tidak menahan amarahnya.

'gadis itu kembali. Bagaimana berani gadis itu kembali tanpa perintah dari nya' Presiden berpikir marah. Dia begitu membenci Zero Kiryu, selain gadis itu kuat, gadis itu juga jeli serta tajam dan kembalinya gadis itu akan membuat rencana nya menjadi berantakan. Zero Kiryu bukanlah orang yang bisa dianggap remeh, belum lagi rumor yang beredar jika para dewan ingin membuat gadis itu sebagai presiden pemburu selanjut nya.

'nah aku harus memikirkan bagaimana untuk menyingkirkan gadis itu' presiden berpikir menambahkan sambil menyusun rencana untuk kejatuha Zero Kiryu.


Zero berjalan di koridor Asosiasi pemburu yang saat ini sepi, dia ingin langsung pergi ke Cross Akademi dimana Ichiru bersekolah dan tinggal sekarang.

"Zeroooo!" Zero terhenti begitu dia mendengar nama nya di panggil oleh seseorang. Zero pun berbalik hanya untuk melihat Kaito dan Yagari-sensei berjalan ke arah nya.

"Yagari-sensei, Kaito" Zero berkata menyapa mereka.

"Zero, kau brengsek, kenapa kamu tidak memberi kabar jika sudah kembali" Kaito berkata begitu dia dan yagari-sensei mendekat.

"Aku juga baru saja kembali. Bagaimana kabar kalian" Zero berkata kepada Kaito dan Yagari-sensei.

"Nah aku baik-baik saja" Kaito berkata kepada Zero.

"Ya kami sudah baik disini. Bagaimana kabarmu, kamu jarang sekali memberi kabar akhir-akhir ini" Yagari berkata bertanya kepada Zero.

"Ah ya aku baik-baik saja. Aku ingin memberi kejutan itulah kenapa aku jarang memberi kabar akhir-akhir ini" Zero berkata menjawab pertanyaan Yagari-sensei.

Yagari dan Kaito menganggukkan kepala mereka tanda mengerti begitu mendengar perkataan Zero.

"Jadi bagaimana Ichiru" Zero menambahkan bertanya kepada Yagari-sensei. Kaito yang mendengar itu hanya bisa mendengus kesal.

"Kenapa dengan nya" Zero bertanya melihat bingung Kaito.

"Tidak ada, dia hanya kesal Ichiru mengalahkan nya kemarin. Dan untuk pertanyaan mu, Ichiru baik-baik saja " Yagari berkata menjawab pertanyaan Zero sambil menyeringai sedikit kepada Kaito.

"Dia hanya mengalahkan ku sekali dan itu pasti keberuntungan" Kaito berkata dengan kesal.

"Ya ya tentu" Yagari berkata malas begitu mendengar apa yang Kaito katakan. Zero yang mendengar itu tidak bisa untuk tidak tersenyum.

"Ah ya Yagari-sensei. Aku ingin memberitahu mu jika aku akan mengambil kursi Kiryu di Dewan" Zero berkata kepada Yagari-sensei.

"Tentu saja. Ambilah aku tidak peduli. Aku lebih suka berurusan dengan vampir daripada mengurusi dewan" Yagari berkata kepada Zero sedikit senang karena dia tidak harus berurusan dengan dewan korupsi tu.

"Maaf membuat mu repot selama ini Yagari-sensei dan terima kasih sudah mewakilkan" Zero berkata berterima kasih kepada Yagari-sensei.

"Tidak masalah nak" Yagari berkata kepada Zero. Ya, dia memang mewakilkan Zero untuk dudukdi kursi Kiryu di setiap pertemuan Dewan mengingat Kaien yang tidak ingin berurusan kembali dengan dewan serta Ichiru yang masih belum bisa untuk mengambil kursi di dewan. Dia senang jika Zero sudah kembali karena tahun depan Ichiru sudah berumur 17 tahun dan jika Zero belum kembali maka Ichiru yang harus duduk di kursi Kiryu setiap pertemuan dewan dan mengetahui bagaimana Ichiru, Yagari yakin jika Ichiru tidak akan cocok dan akan mudah di manipulasi oleh para dewan.

"Jadi dimana kamu menuju sekarang" Kaito bertanya kepada Zero.

"Em. Aku akan ke Cross Akademi" Zero berkata menjawab pertanyaan Kaito.

"Dan kalian kemana kalian akan pergi" Zero menambahkan bertanya kepada mereka.

"Ah kami memiliki misi bersama" Kaito berkata menjawab pertanyaan Zero.

"Hm baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu. Bye Yagari-sensei aku akan memberi kabar nanti. Dan sampai jumpa Kaito" Zero berkata sebelum berbalik pergi menuju mobil nya.

"Bye Zero" Yagari dan Kaito berkata secara bersamaan.


"Ayo Ichiru kita akan terlambat" Yuuki berkata sambil berlari menuju kelas nya dan Ichiru.

"Memang salah siapa kita akan terlambat" Ichiru berkata mengejar Yuuki.

"Iya iya aku minta maaf" Yuuki berkata sambil terus berlari.

Sreeek

"maaf untuk atas keterlambatan sensei" Yuuki berkata menundukkan kepalanya setelah membuka pintu kelas nya, dan dia bisa merasakan Ichiru yang berdiri di belakang nya.

"Cross, Kiryu. Kalian selalu saja terlambat" Sensei berkata geram kepada Yuuki dan Ichiru.

"Ini karena Yuuki, sensei" Ichiru berkata kepada sensei nya.

"haaaah~ aku tidak tau apa yang harus dilakukan dengan kalian. Sekarang cepat duduk di kursi kalian" Sensei berkata memerintahkan Yuuki dan Ichiru.

"Terima kasih sensei" Yuuki dan Ichiru berkata bersamaan sebelum berjalan ke arah kursi mereka.

"Kalian terlambat lagi" Yori berkata begitu melihat Yuuki duduk di sebelah nya.

"Ini karena Yuuki, jika dia tidak susah di bangunkan, kami pasti tidak akan terlambat" Ichiru berkata kepada Yori sambil mengambil tempat duduk nya yang tepat berada di belakang Yuuki.

"Gzz, Ichiru aku kan sudah bilang maaf' Yuuki berkata dengan kesal kepada Ichiru. Ichiru yang mendengar itu hanya mendengus kecil.

"Dimana Nadeshiko" Ichiru bertanya kepada Yori karena tidak melihat teman sebangku nya yang biasanya selalu datang terlebih dahulu.

"Oh dia, tadi dia ijin mengambil buku yang tertinggal" Yori berkata menjawab pertanyaan Ichiru. Ichiru yang mendengar itu menganggukkan kepala nya mengerti.

Setelah itu mereka pun kembalu fokus memperhatikan sensei yang menjelaskan pelajaran di depan.


"Jadi ini Cross Akademi" Zero berkata setelah memarkirkan mobil nya di dekat gedung sekolah.

Zero pun memasuki gedung sekolah untuk bertemu Kaien Cross yang Zero dengar menjabat sebagai kepala sekolah disini.

'Sekolah ini beruntung masih berdiri dengan orang seperti Cross untuk memimpin' Zero berpikir sambil terus berjalan. Merasa diri nya tersesat Zero pun mencari seseorang untuk meminta petunjuk ke ruang kepala sekolah.

"Permisi" Zero berkata memanggil seorang gadis berseragam hitam yang tidak jauh di depan nya.

Gadis itu pun berbalik ke arah Zero karena merasa dirinya yang di panggil.

"Ah ya kamu memanggil ku" Gadis itu berkata sambil melihat Zero dengan bingung.

"Ya. Aku ingin menanyakan arah ke ruang kepala sekolah" Zero berkata bertanya kepada gadis itu.

Gadis itu pun akhir nya memberikan arah kepada Zero unuk menuju ruang kepala sekolah.

"Terima kasih erm..." Zero berkata kepada gadis itu setelah menerima arah yang benar, namun terhenti karena tidak tahu nama gadis itu.

"Na-nadeshiko" Gadis itu berkata memberitahukan namanya.

"Terima kasih Nadeshiko-san" Zero berkata sebelum pergi.

Nadeshiko hanya melihat Zero yang mulai menjauh dari nya.

"Ah! Aku lupa menanyakan nama nya. Dia mirip sekali dengan Kiryu, apa mungkin dia keluarga Kiryu" Nadeshiko berkata sambil berjalan menuju kelas nya.

Sreeek

"Maaf sensei" Nadeshiko berkata begitu dia membuka pintu kelas nya.

"Ah ya kamu langsung duduk di kursi mu" Sensei berkata sambil terus menjelaskan.

"Terima kasih sensei" Nadeshiko berkata sambil berjalan ke tempat duduk nya yang berada di sebelah Ichiru.

Begitu Nadeshiko duduk, dia pun melihat Ichiru dengan pandangan bingung.

"Psst...Kiryu-san" Nadeshiko berkata pelan memanggil teman sebangku nya.

"Huh ada apa" Ichiru berkata sambil melihat Nadeshiko.

"Apa kamu mempunyai kakak" Nadeshiko bertanya kepada Ichiru karena mengingat pertemuan nya tadi dengan seseorang yang mirip Ichiru.

"Kenapa memang" Ichiru berkata sambil melihat Nadeshiko dengan pandangan bertanya.

"Ah tadi pada saat aku menuju kelas, aku bertemu seorang gadis yang mirip dengan mu" Nadeshiko menjelaskan kepada Ichiru.

"Eh!, benarkah" Ichiru berkata dengan semangat melupakan jika diri nya sedang berada di kelas.

"ya, dia sedang menuju ke ruang kepala sekolah" Nadeshiko berkata kepada Ichiru.

'Apakah itu Zero-nee' Ichiru berkata dalam hati begitu mendengar apa yang Nadeshiko katakan.

"Sensei aku ijin keluar" Ichiru berkata berdiri dari tempat duduk nya.

"Tidak, kembali ke tempat duduk mu Kiryu-san" Sensei berkata menatap tajam Ichiru.

"Ta-tapi" Ichiru berkata lemah.

"Kembali ke tempat duduk mu Kiryu-san, kita akan mengadakan test" Sensei berkata sambil membagikan kertas test.

Ichiru yang mendengar itu pun mau tidak mau harus kembali ke tempat duduk nya.

"Hei Ichiru ada apa" Yuuki berkata bertanya kepada Ichiru.

"Sepertinya Zero-nee kembali dan saat ini berada di ruangan Ketua" Ichiru berkata berbisik kepada Yuuki.

"Eeeeeh! Benarkah" Yuuki berkata terkejut.

"Cross, Kiryu bisa kalian tenang dan mulai mengerjakan" Sensei berkata menatap tajam Yuuki dan Ichiru.

"maaf sensei" Yuuki dan Ichiru berkata dan mulai mengerjakan soal secepat mungkin.


Zero terus berjalan hingga dia berhenti de sebuah pintu yang memiliki tanda kepala sekolah di pintu nya. Zero pun mengetuk pintu ruang kepala sekolah.

Tok Tok

"Masuk" Zeroyang mendengar perintah untuk masuk pun membuka pintu nya.

"Halo Cross lama tidak bertemu" Zero berkata begitu dia memasuki ruangan dan menutup pintu, dia juga bisa melihat Cross yang sibuk dengan dokumen nya.

Kaien yang mendengar suara yang begitu di ingat nya pun akhir nya mendongak dan terkejut begitu melihat siapa yang baru saja memasuki ruangan nya.

"Zero-chan!" Kaien berkata menerjang Zero.

Zero yang melihat itu pun menggeser tubuh nya sedikit dan membuat Cross tersungkur di lantai dengan wajah yang terlebih dahulu.

"Mou~ Zero-chan~ kita sudah lama tidak bertemu. Kenapa kamu tidak memberikan pelukan pada Otou-san mu~" Kaien berkata setelah berdiri dan melihat Zero dengan wajah cemberut. Zero yang mendengar itu hanya memutar mata nya malas.

"Baiklah" Zero berkata menghampiri Cross dan memeluk nya sebentar.

"Jadi bagaimana kabar mu Zero-chan. Kenapa kamu tidak memberi kabar jika kamu sudah kembali" Kaien berkata sambil kembali ke tempat duduk nya.

"hanya ingin memberi kejutan" Zero berkata sambil mengambil salah satu tempat duduk yang tersedia.

"Ah~ Zero-chan kamu memang mengejutkan ku" Kaien berkata sambil melihat Zero. Dia senang Zeo sudah kembali dengan selamat dan sehat, karena dia sempat mendengar jika Presiden pemburu sedang merencanakan sesuatu untu Zero.

"bagaimana kabar kalian" Zero berkata sambil bertanya kepada Cross.

"Ah~ kami baik-baik saja hanya saja Ichiru sangat merindukan mu" Kaien berkata sambil tersenyum kepada Zero.

"Ah Ya aku juga merindukan Ichiru" Zero berkata sambil tersenyum kecil.

"hanya Ichiru?. apa kamu tidak merindukan kami juga~" Kaien berkata sambil melihat Zero dengan mata berkaca-kaca.

"Ya ya aku juga merindukan kalian" Zero berkata cepat ingin lepas dari kejenakaan Cross.

"Jadi, sekolah nya sukses dan apa vampir berprilaku" Zero menambahkan sambil melihat Cross. Cross memang sempat membahas soal sekolah sebelum dia pergi dan selama dia di Perancis, Cross juga sering mengirim dokumen-dokumen yang dia minta tolong Zero.

"Ah ya ini berkat kehadiran Kaname-kun itu lah kenapa para vampir beprilaku" Kaien berkata sambil tersenyum bangga.

"Kuran?." Zero berkata bingung.

"Ah ya Kaname-kun menghadiri sekolah dan menjadi presiden kelas malam" Kaien menjelaskan kepada Zero.

"Dan aku ingin Zero-chan juga menghadiri sekolah disini" Kaien menambahkan sambil melihat Zero penuh harap.

"Tidak" Zero berkata langsung tanpa berpikir begitu mendengar apa yang Cross katakan.

"Eeeeehhh! Kenapa" Kaien berkata sambil melihat Zero memohon.

"Aku sudah menyelesaikan pendidikan ku dan kenapa aku harus mengulang sekolah" Zero berkata kepada Cross dengan tidak peduli.

"Ta-tapi Kaname-kun menghadiri" Kaien berkata berusaha membujuk Zero.

"Terus, jika dia menghadiri sekolah maka aku juga harus gitu" Zero berkata dengan nada remeh.

"Tapi apa kamu tidak mau melakukan nya demi Ichiru" Kaien berkata lagi berusaha membujuk Zero.

"Ichiru baik-baik saja. Dia sudah terbiasa kan" Zero berkata melihat Cross.

"Dan juga aku pasti akan sibuk Cross, dan tidak punya waktu untuk mengulang sekolah" Zero menambahkan.

"Ta-tapi aku sudah menempatkan mu sebagai presiden kelas hari" Kaien berkata tanpa melihat Zero.

"Kamu Apaa!" Zero berkata menatap tajan Cross.

"maaf Zero-chan karena Kaname-kun sebagai presiden kelas malam jadi kenapa tidak aku menjadikan mu sebagai presiden kelas hari karena hanya kamu yang bisa ku percaya" Kaien berkata melihat Zero dengan pandangan memohon.

"Tunggu!. Jadi semua dokumen yang kamu kirim kan itu" Zero berkata sambil terus manatap tajam Corss.

"Ah ya hehe. Itu dokumen untuk presiden kelas hari" Kaien berkata tanpa melihat Zero.

"Cross" Zero berkata dengan nada dingin.

"Ayolah Zero-chan" Kaien berkata memohon kepada Zero.

"Kenapa tidak Ichiru" Zero berkata setelah menenagkan emosi nya.

"Ichiru sudah sibuk sebagai perfect dan jika dia menjabat sebagai presiden itu akan membuat sekolah nya terbengkalai" Kaien menjelaskan kepada Zero.

"Dan kenapa tidak kamu" Zero berkata kepada Cross.

"Zero-chan aku adalah kepala sekolah dan untuk presiden kelas hari di butuhkan seorang siswa karena sebagai perwakilan. Juga Yuuki dan Ichiru sudah sibuk dan kelelahan dengan tugas perfect mereka dan tidak ada yang bisa aku percaya selain kamu. Karena kamu sudah tau tentang vampir" Kaien berkata kepada Zero sambil menjelaskan situasi nya.

"kamu tau aku akan menjadi sibuk dengan urusan asosiasi kan" Zero berkata sambil melihat Cross.

"Err ya aku tau hehe" Kaien berkata tertawa canggung sambil melihat Zero.

"haah~ baiklah" Zero akhir nya berkata menyerah karena dia tau Cross tidak akan pernah meminta pemburu lain.

"Terima kasih Ze-chan" Kaien berkata menerjang untuk meberikan pelukan kepada Zero.

Zero yang melihat itu pun menatap tajam Cross. Kaien yang di tatap seperti itu oleh Zero kembali menyusut di kursi nya.


"Baiklah yang sudah boleh keluar" Sensei berkata sambil mengumpulkan kertas test murid-murid nya.

Yuuki dan Ichiru yang mendengar itu pun langsung melesat keluar.

"Eh" hanya itu yang bisa Yori katakan begitu melihat Ichiru dan Yuuki yang sudah menghilang.


Brak

Pintu ruang kepala sekolah di banting terbuka oleh Ichiru dan Yuuki.

"Mou~ Ichi-chan, Yuuki-chan kalian harus mengetuk pintu terlebih dahulu" Kaien berkata begitu melihat siapa yang membanting terbuka pintu ruangan nya.

"Zero-nee!?" Ichiru dan Yuuki berkata menerjang ke arah penghuni lain dan mengabaikan Ketua Cross.

"Ugh. Hei aku merindukan kalian" Zero berkata setelah menerima terjangan dari Ichiru dan Yuuki.

"Zero-nee kapan kembali dan kenapa tidak memberi kabar" Ichiru berkata dengan semangat setelah melepaskan pelukan nya pada Zero, namun dia tidak menjauh dari Zero.

"Nee-san beru saja sampai. Dan nee-san ingin memberi kejutan untuk kalian" Zero berkata sambil mengelus kepala Ichiru dan menepuk kecil kepala Yuuki.

"Dan nee-san lihat kalian banyak berubah" Zero menambahkan setelah melihat dengan baik penampilan Ichiru dan Yuuki.

"Zero-nee juga semakin cantik" Yuuki berkata sambil melihat Zero yang disetujui dengan Ichiru yang juga melihat Zero. Zero yang mendengar nya hanya bisa tertawa kecil.

"Mou~ kalian melupakan ku" Kaien berkata begitu melihat mereka yang sedang asyik sendiri.

Yuuki dan Ichiru yang mendengar apa yang ketua katakan mengusap belakang kepala mereka dengan malu.

"Maaf Ketua" Yuuki dan Ichiru berkata secara bersamaan.

"Otou-san~ panggil aku otou-san~" Kaien berkata sambil menangis. Zero yang melihat itu hanya memutar mata nya malas.

Setelah itu mereka pun asyik mengobrol hingga bel menjelang pergantian berbunyi dan mengharuskan Yuuki dan Ichiru untuk kembali ke kelas.

"Kembalilah ke kelas. Nee-san tidak akan pergi lagi" Zero berkata begitu melihat Ichiru yang sepertinya tidak ingin kembali ke kelas.

"Janji" Ichiru berkata sambil melihat Zero penuh harap.

"Janji" Zero berkata sambil tersenyum kepada Ichiru.

"Baiklah kalau begitu sampai jumpa Zero-nee" Yuuki berkata sambil menarik Ichiru kembali ke kelas.

Begitu pintu tertutup, Zero pun kembali melihat ke arah Cross.

"Ah~ aku sudah menyiapkan seragam milik mu Zero-chan~" Ketua berkata sambil mengeluarkan seragam kelas hari yang memang dia siapkan untuk Zero.


"Hm. Terima kasih atas info nya Seiren" Kaname berkata kepada Seiren yang baru saja memberi kabar yang mengejutkan. Seiren yang mendengar itu hanya menundukkan kepala nya kepada Kaname.

"Kamu boleh pergi sekarang" Kaname berkata kepada Seiren.

"Baik Kaname-sama" Seiren berkata sebelum menghilang.

"Zero Kiryu akhirnya memutuskan untuk kembali" Kaname berkata.

"Hm. Ini akan menjadi semakin menarik" Kaname menambahkan sambil melihat ke arah papan catur milik nya.


~Tbc~

.

A.N : Disini walaupun umur Zero dan Kaname sdh 25/26 thn namun penampilan mereka tetap seperti pada saat mereka 17 tahun karena umur vampir dan pemburu yang panjang serta penuaan mereka juga lambat. jadi jangan heran jika Kaname dan Zero masih cocok untuk bersekolah. zero mungkin penampilan tidak berubah namun aura Zero yang berubah jadi jangan bingung ya ^^V

Balasan Review:

yuuna : ini sudah lanjut kok, thanks for review :D

ryo : Untuk tau jika Kaname ada rasa atau g sama Zero, mungkin ngikutin cerita nya hehe. ini udah lanjut kok, makasih atas reviewnya ^^


.

Please Review