Mendengar suara guyuran air, Changmin terkekeh pelan. Menggeleng pelan lalu naik kembali ke tempat tidur namja jangkung itu masih saja tak berhenti tertawa.

Memastikan kamar itu masih terkunci dengan kunci yang kini ditangannya. Changmin membuang sprei yang sudah kotor berkubang cairan milik mereka. Menarik sebuah selimut tambahan menyelimuti dirinya sendiri.

"Saa … waktu masih panjang kok Little Dragon. Sepertinya morning sex juga tak kalah menyenangkan."

Tersenyum kecil pada Kris yang masih berada di kamar mandi, Changmin menutup matanya menuju alam mimpi tak memperdulikan kekasihnya yang kini berdoa khusuk agar dijauhkan dari setan mesum yang kini terbangun berwujud seorang food monster magnae DB5K. menyumpah berbagai sumpah serapah pada namja yang sudah terbang ke dunia mimpi terlebih melihat kondisi lubangnya yang memerah nyeri dengan banyak sperma di dalamnya.

"Dasar evil mesum brengsek!"

.

.

Our Story

Cast:

EvilDragon aka Shim Changmin & Wu Yi Fan Kris

Genre: Romance/Frienship

Rated: M for this chapter

Waning: AU, crack pair(?) gila-gilaan, typo, alur cepat,

.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ

.

Berniat meneruskan? silahkan…

.

.

Kalau tidak suka tolong beranjak dan menjauh, Mizu gak mau ngotori fict Mizu dengan flame bodoh di fandom ini, Ok^^

.

.

Anda sudah diperingatkan dear

.

.

"Agh … agh … sudah Hyung."

Kris menarik kuat sprei di bawahnya. Menggigit bibirnya saat Changmin terus saja menumbuk lubangnya kuat. Keluar masuk dengan kejantanannya yang terus menerus menyetuh prostatnya. Membuat friksi aneh terus mengalir di tubuhnya. Sakit tapi juga penuh kenikmatan.

Changmin hanya menyeringai sembari terus menerus menggerakkan tubuhnya dengan tempo cepat. Rasanya hangat dan penuh saat bersatu di dalam tubuh kekasihnya. Benar-benar memabukkkan saat kejantanannya di dalam lubang Kris di jepit erat oleh kekasihnya itu. Membuat beberapa kali Changmin mendesis keenakan.

"Changmiiiinnnn …"

Kris menyemprotkan cairannya keluar saat tubuhnya tak mampu lagi menahan setiap getaran yang diberikan Changmin. Cairan berwarnan putih itu kembali menyebar di sprei yang sudah lecek dan basah karena berkali-kali tersiram cairan yang sama.

Merasakan cairan hangat di lubangnya membuat Kris mendesah lega saat Changmin juga sudah keluar dan itu berarti setidaknya mereka bisa istirahat bukan. Sunbaenya itu sudah menyerangnya bahkan saat matahari belum menampakkan wujudnya.

"Keluarkan hyung. Atau aku akan memotong juniormu itu kalau masih sekali lagi bangun." Kris mendelik pada Changmin yang tertawa akan perkataannya. Tubuhnya benar-benar lelah. Belum puas istirahat semalam. Changmin sudah membuatnya olahraga pagi-pagi terlalu pagi malah.

Mengeluarkan kejantanannya yang sudah melemas perlahan, Changmin menarik tubuhnya untuk berbaring di samping Kris. Memeluk tubuh Kris ke dalam pelukannya. Membiarkan kedua milik mereka saling bersentuhan dan bergesekan.

"Jangan macam-macam hyung. Kalau sampai junior bangun lagi. Selesaikan saja sendiri sana."

Kris menarik selimut putih yang sudah tak berbentuk menutupi tubuhnya juga Changmin. Menutup matanya sejenak—lelah. Padahal besok ia sudah harus kembali bekerja. Hari free yang didapatkannya malah membuatnya lebih lelah dari pekerjaannya. Tentu saja kalau sepanjang hari diserang evil mesum ini.

"Ne … kita pulang nanti siang. Jaljayo Kris."

Mengecup bibir Kris singkat, Changmin ikut menyamankan tubuhnya, mengikuti Kris yang sudah terlelap dan terdengar dengkuran halus dari bibirnya.

Saat semua orang baru bangun dan memulai aktivitasnya di pagi hari. Keduanya malah beranjak untuk tidur. Tentu saja saat lelah karena bangun terlalu dini dan melakukan olahraga berat. Bahkan mentari pagi yang baru saja muncul tersenyum malu-malu melihat keintiman pasangan yang baru menjalin kasih bahkan belum ada hitungan hari. Membiarkan keduanya saling memeluk erat dalam tidur.

.

.

.

"Hyung … berhenti menyentuh tubuhku."

Memukul tangan Changmin yang menyentuh-nyentuh belakang tubuhnya. Kris membanting pintu mobil Changmin. Kesal selama perjalanan namja jangkung itu selalu mencari-cari kesempatan mengrepenya. Tak puaskah pagi tadi membobol lubangnya untuk kesekian kali sejak mereka terbangun subuh hari. Dan entah berapa ronde yang dimainkan Changmin di dalam lubangnya membuat tubuh yang semalam lemas bermain kembali kelelahan.

Tubuh Kris saja masih terasa sakit bahkan untuk berjalan saja ngilu di tulang belakangnya terus saja bertambah.

'Dasar sunbae mesum,' bathin Kris.

Changmin yang masih memarkirkan mobilnya dibasement dormnya terus saja mengulum senyum. Walau Kris sudah berjalan jauh meninggalkannya tapi tak akan mengubah apa pun kalau Little Dragon itu adalah miliknya sekarang bukan yang lain.

"Sini kubantu."

Memapah tubuh Kris, Changmin membantu hoobaenya untuk berjalan tegak karena sedari tadi Kris berjalan dengan tertatih-tatih.

"Apa sesakit itu,?" tanya Changmin pelan.

"Kau mau mencobanya hyung?" tanya Kris tersenyum manis walau sebenarnya aura gelap sudah bertengger di belakang namja tampan itu. Matanya yang kelihatan sayu karena kurang tidur menambahkan efek yang bagus.

"Tidak terima kasih. Aku lebih suka membobol lubangmu daripada kau yang memasukiku, Kris."

Dan sebuah pukulan sayang mampir ke kepala Changmin karena berujar sefrontal itu. Lama-lama berada di samping Changmin membuat Kris sedikit demi sedikit tahu pasti sifat Kris. Satu hal yang pasti tak jauh-jauh dari sifat leader DB5K itu—pervert.

"Berhenti meremas bokongku, Hyung. Atau kau mau bertemu sebangsamu di neraka sekarang juga?"

Tertawa kecil, Changmin menggeleng pelan. Menjauhkan tangannya dari benda kenyal yang beberapa kali diremasnya selama perjalanan mereka menuju dorm EXO. Sedikit tak rela sih. Mengecup singkat bibir Kris. Changmin kembali memfokuskan matanya ke depan sebelum tangannya kembali tak tahan untuk menyentuh nemja blonde ini.

"Kau yakin ingin ikut masuk, Hyung?" tanya Kris cemas saat keduanya sampai di depan dorm EXO. Hari ini memang hari libur mereka dan bisa dipastikan semua membernya ada di dalam. Dan neraka seperti apa yang menanti atas penculikan sang duizzhang oleh evil magnae DB5K.

"Sudahlah. Memang apa yang bisa mereka lakukan." Changmin menjawab tenang. Mengetuk sekali dorm itu lalu mendorongnya—tak terkunci.

Langkah keduanya terhenti saat menyadari kalau ruang tamu yang biasa sepi itu kini ramai orang. Menghitung dalam hati Changmin menemukan ada empat belas orang di dalam sana.

'Mati aku.' Changmin meneguk ludahnya susah payah saat menyadari satu diantara orang-orang yang duduk itu ada seorang namja cantik kesayanganya. Namja cantik yang selalu bisa membuatnya mati kutu.

"Kau tak apa-apa hyung?" bisik Kris pelan. Melihat gelagat Changmin, Kris merasakan ada yang aneh dengan sunbae yang merangkap kekasihnya itu. Namja itu terlihat sedikit cemas. Mendapati suara langkah seseorang yang mendekati mereka, Kris akhirnya mengerti.

"Kalian sudah pulang?"

Sungguh, bukan namja ini yang ingin ditemui Changmin saat menginjakkan kaki ke dorm. Bukan namja cantik berstatus kekasih leadernya yang tersenyum manis dihadapannya.

"Hai hyung."

Plak

Menggeplak kepala Changmin sadis, namja cantik itu mendeathglare Changmin yang kini mengaduh kesakitan akibat pukulannya. Tidak sakit sih hanya Changmin saja yang melebih-lebihkannya takut tindakan penganiayaan anak berlanjut.

"Hai apanya pabbo. Siapa yang mengajarimu untuk menculik anak orang?"

"Ya hyung siapa yang menculik. Aku hanya mengajak Kris jalan-jalan."

"Jalan-jalan apanya? Kau bahkan tak meminta izin dengan benar."

"Kenapa harus?"

"Tentu saja pabbo. Memang kau mau dilaporkan melarikan diri anak orang?"

"Ya hyung. Dari tadi kau menyebut anak orang terus. Kris itu kekasihku tahu, dan apa salahnya mengajak kekasihku keluar?"

"APAAA!" Changmin dan Kris menutup telinga mereka mendengar koor dari semua kepala yang ada di ruangan ini—member EXO, umma dan appanya, plus sahabat evilnya.

Semua orang yang sedari tadi diam saja melihat adu mulut pasanga yang dipanggil 'soulfighter' itu. Namun mendengar statement dari mulut Changmin membuat semua orang memijat kepalanyna pusing.

Kris yang menjadi objek adu mulut keduanya hanya mengangkat bahu acuh. Rasanya melihat pertengkaran ibu dan anak saja. Melepaskan tangan Changmin dibahunya. Kris mendekati membernya yang masih memasang wajah pabbo. Melewati tiga sunbaenya yang tak percaya pada evil kesayangan mereka.

"Baby …"

Kris mengayunkan tangannya di depan baby pandanya yang masih tak bergerak. Bahkan matanya terus berkedip-kedip membuat Kris mengulum senyum kecil.

"Tao … kalau kau masih diam begitu, gege pergi saja."

"Huwaaaa … tidak boleh." Sentak Tao menarik tubuh Kris dan memeluknya erat, "Gege tak boleh pergi dengan sunbae seram itu."

"Ya panda aku mendengarkan perkatanmu."

Tao semakin mengeratkan pelukannya mendengar bantahan Changmin yang ternyata mendengar lirihannya. Menjulurkan lidahnya pada Changmin yang masih diceramahi sang umma.

Mengelus surai blonde Tao. Kris terkekeh pelan. Ini benar-benar lucu. Seandainya saja ia menyebar wajah pabbo rekannya ke media sosial entah apa reaksi fansnya mereka.

"Jangan hanya tertawa Kris. Kau membuat semua orang khawatir."

"Maaf ge. Bukankah Changmin hyung sudah meminta izin pada kalian kemarin?"

"Yah duizzhang pabbo kenapa kau tertular evil Changmin sunbae. Yang kemarin itu penculikan bukan izin tahu."

Kris hanya tertawa keras saat kekasih EXO-K itu mendeathglarenya.

"Kris hyung apa kau benar-benar kekasih Chagmin sunbae?"

"Kau berbohong kan hyung?"

"Akhirnya kau mengaku juga hyung."

"Uwwaaa tunggu sebentar. Aku tak bisa menjawab pertanyaan kalian bersamaan." Kris terdesak saat semua rekannya mengerubungi hingga terduduk di sofa dengan Tao yang masih berada dipelukannya. Memandang mereka satu persatu, Kris menarik napas pelan. Mencoba untuk mengatakan sebuah pengakuan.

"Itu benar."

"Bohoong!" lagi-lagi koor milik EXO menggema dan sepertinya sebentar lagi EXO bisa menjadi group paduan suara juga.

"Berisik!"

Kesepuluh hoobae Changmin itu menjauh saat tiba-tiba sunbae mereka yang sedang kesal muncul. Menarik tangan Kris dengan melepas paksa Tao. Membuat namja panda itu memasang deatglarea yang karena sudah berani memisahkannya dengan gege kesayangannya.

"Ya, Changminine apa yang kau lakukan pada dongsaengmu?" Jaejoong yang tadi ditahan Yunho untuk menguliti anak kesayangannya mulai naik lagi melihat Changmin mendorong paksa Tao untuk saja seseorang menahan tubuh panda itu.

"Umma berisik. Memang apa salahnya kalau kami menjalin hubungan tak ada yang salah kan?" emosi Changmin akhirnya meledak juga saat sedari tadi Jaejoong menceramahinya.

"Sudahlah, Joongie. Biarkan Changmin melakukan apa saja yang diinginkannya. Toh tak ada ruginya."

"Tentu saja ada. Berarti orang mesum di dorm bertambah, Yunnie."

Dan semua kepala di sana sweatdrop berjamaah mendengar jawaban sang namja cantik.

"Otak evil itu pasti akan selalu begitu kalau bertemu dengan Kris. Apa kau tak lihat keadaan Kris sejak ia masuk kemari?"

Seluruh mata memandang pada Kris yang berada di pelukan Changmin. Menyembunyikan wajahnya di leher Changmin.

"Maksudmu?" dan dengan pabbonya Yunnie bear Kim Jaejoong itu bertanya.

Menarik paksa tubuh Kris dari Changmin, Jaejoong mengacuhkan kalau evil kesayangannya memasang wajah kesal. Membuka dua kancing kemeja Kris, Yunho akhirnya mengerti maksud kekasihnya.

"Kau benar-benar anak appa, Min."

"Ya siapa yang mau jadi anakmu beruang gendut."

Menarik kembali Kris ke dalam pelukannya Changmin dengan senang hati mendeathglare satu persatu manusia yang beraninya melihat tubuh Kris.

"Lihat kan, aku tak tahu berapa banyak yang tersembunyi di balik kemeja itu dan pasti lubang Kris sakit kau tak lihat caranya berjalan tadi. Dan itu karena ulah aegyamu, Yunni bear pabbo."

Sungguh kalau ada lubang di dekat sini Kris akan dengan senang hati masuk ke dalamnya. Tak sadarkah kalau namja cantik itu sudah mengatakan kalimat-kalimat yang bahkan tak pantas terucap di sini bahkan banyak anak di bawah umur yang kini ikut memerah seperti wajah Kris di pelukan Changmin.

Satu keuntungan dari hal ini, Kris akhirnya tahu dari mana kalimat frontal yang selalu keluar dari mulut kekasihnya siapa lagi yang mengajarinya kalau bukan Kim Jaejoong."

"Gege apa itu sakit?" Tao bertanya dari jauh matanya hampir menangis saat melihat merah-merah di leher Kris. Berpikir Changmin sudah melakukan tindakan kekerasan. Mendekati keduanya walau masih dari jarak aman karena takut Changmin benar-benar memakannya.

Kris hanya bisa tertawa kikuk. Berlindung di balik tubuh jangkung Changmin. Kris tahu pasti apa yang dipikiran dongsaeng polosnya itu.

"Apa?" bisik Changmin saat Kris menarik pakainnya.

"Masuk ke kamarku hyung. Kamar ketiga di sebelah kiri. Wajahku bisa berubah jadi kepiting rebus kalau terus-terusan berada di sini," jawab Kris tak kalah pelannya. Kepalanya hampir meledak karena malu terlebih bila harus berhadapan dengan satu persatu member EXO.

Menyeringai kecil, Changmin berbalik lalu berlari menggenggam tangan Kris. Masuk ke dalam salah satu kamar dan menguncinya cepat. Bahkan pelarian mereka tak sempat dilihat salakan kaki panjang mereka yang bisa menempuh jarak pendek dalam hitungan detik.

"Evil itu."

Yunho hanya menggeleng melihat namja cantiknya kesal karena ulah anak kesayangan mereka.

"Sudahlah sayang. Biarkan saja Changmin dengan semua keputusannya. Changmin bukan lagi anak kecil yang perlu kita jaga," bujuk Yunho lagi. Setidaknya Jaejoong harus mengiyakannya.

"Baiklah. Tapi awas kalau evil itu membuat kekacauan lagi aku tak mau melihat dorm kotor karena ulah keduanya. Dan bila itu terulang jangan salahkan Joongie ne Yunnie kalau Yunnie harus puasa lagi. Mengerti? Joongie akan bikin mereka berdua jadi pembantu dadakan juga. Ok"

"Ne … apapun sayang. Sekarang bisakah kita pergi aku lapar."

"Ayo tapi kita belanja dulu ne," ujar Jaejoong menggandeng manja lengan Yunho. Menggeret beruang besar miliknya untuk kembali menghabiskan uangnya di mall berburu barang-barang lucu.

"Eh, tunggu dulu, Yunnie." Berbalik Jaejoong tersenyum melihat Tao, walau namja panda itu masih belum mengatakan apa-apa termasuk semua hoobaenya yang tak tahu harus berkata apa saat melihat kemesraan pasangan YunJae yang benar-benar tak bisa mengenal tempat.

"Tao … ikut umma yuk."

"Tapi umma …" Tao melirik pada hyung dan gegenya meminta izin. Luhan yang melihat namja panda mereka kebingungan tersenyum dan mengangguk memberika izin.

"Tapi ge … Kris ge …"

"Nanti gege yang memberitahunya. Pergilah kapan lagi Tao bisa pergi dengan Jaejoong sunbaekan?"

"Ne … Tao pergi dulu." Berjalan mendekati Jaejoong, Tao tersenyum kecil saat Jaejoong menggenggam tangannya bahkan tak menyadari kalau beruang sang umma sudah memasang wajah kesal tak bisa berduaan dengan kekasihnya.

Bila dulu ada Changmin yang selalu mengekor mereka padahal Yunho bersyukur Changmin memiliki kekasih setidaknya Changmin tak akan merecokinya di tengah liburan mereka. Namun sekarang kekasihnya memilik 'anak' baru.

Namun melihat senyuman Jaejoong, Yunho tersenyum kecil. Mengambil tangan Jaejoong yang sebelahnya dan menyatukan jari mereka.

"Kau ikut pergi Kyu?" tanya Yunho saat baru menyadari kalau Kyuhyun tak bersuara sedari tadi bahkan Yunho baru ingat kalau Kyuhyun juga ada disana setelah diseret Jaejoong untuk datang kemari.

"Ne … hyung. Tapi tidak dengan kalian aku ada janji dengan Heechul hyung. Dia masih berhutang sesuatu denganku. Dan hutang dengan evil pabbo itu akan kutagih kapan-kapan saja toh masih banyak waktu."

Kyuhyun keluar mendahului pasangan YunJaeTao. Setelah tersenyum pada para hoobaenya yang tersenyum kecil pada mereka. Berpesan menjaga evil milik DB5K dengan baik dan menjauhkan kulkas milik mereka dari sang food monster membuat suasana yang sedikit dingin tadi berubah hangat.

"Bye … bye .. Gege hyung Tao pergi dulu. Ayo Umma." Ketiganya lalu pergi. Jaejoog tersenyum kecil pada mereka dan meminta maaf sudah membuat rusuh di dorm EXO tersebut. Mengatakan pesan yang tak lebih sama dengan Kyuhyun plus untuk menjauhkan Kris dari Changmin untuk sementara waktu yang tak sebenarnya tak berguna karena kini keduanya masih mengurung diri di kamar Kris.

"Akhirnya sepi juga."Lay menjatuhkan tubuhnya pada sofa di samping Suho. Menyandarkan kepalanya pada lengan Suho.

"Mereka masih di dalam kamar?" tanya Luhan. Saat ini member lengkap EXO itu tengah duduk mengelilingi satu meja minus Tao dan Kris.

"Aku benar-benar tak percaya kalau Kris pacaran dengan Changmin sunbae."

"Apa kalian keberatan?"tanya Suho tersenyum kecil. Sedikitnya malam itu ia tahu kalau Kris memiliki perasaan yang sama dengan sunbaenya. Setidaknya hingga Kris pada akhirnya mengakui perasaanya.

Kai, D.O, Sehun, Chanyeol, Xiumin, Chen, Baekhyun, menggeleng serentak.

"Setidaknya naga itu tak akan menampakkan wajah mengerikan seperti kemarin kau tahu hyung? Itu mengerikan." Xiumin yang berada paling dekat dengan Kai langsung memukul kepala visual EXO K itu menghentikan tawa Kai walau hanya sejenak saat semua membernya memberikan respon yang sama.

Asal Kris bahagia tak jadi masalah kemana hati namja jangkung sekaligus leader EXO-M itu berlabuh. Mereka adalah keluarga dan keluarga ada untuk mendukung sesamanya bukan. Selama Kris bisa tertawa dan tersenyum itu sudah cukup bagi mereka. Dan semua orang di sana mengangguk setuju di dalam hati.

"Yah tapi Changmin sunbae harus berhati-hati dengan Tao. Dan butuh sogokan besar untuk menjinakkan anak panda itu," ujar Lay terkikik membuat Suho yang berada disampingnya menggeleng, berharap kekasihnya akan melakukan apapun untuk mengerjai sunbae mereka melalui Tao.

"Aku harap kau menjaga Lay untuk menjauh dari Tao sementara waktu leader," ujar Luhan pada Lay yang menjulurkan lidah padanya karena berhasil mengetahui apa isi kepala kekasih Suho itu.

"Bagaimana kalau kita pergi bermain saja?" ujar Xiumin saat menyadari waktu libur mereka masih tersisa berapa jam lagi sebelum malam menjelang. Setidaknya bisa untuk bermain bersama.

"Aku ikut hyung."

Lay menarik Suho untuk berdiri berjalan keluar setidaknya mereka bisa sekalian berkencan daripada berada di dorm dengan dua orang yang masih berada dikamar saat ini. Bukanlah hal yang baik terlebih entah apa yang mereka lakukan.

"Kalian lebih baik ikut saja, daripada telinga kalian mendengar hal aneh dari kamar Kris nantinya." Xiumin menggandeng tangan Chen sembari berkata pada pasangan HunHan, KaiDo, dan ChanBaek. Membuatnya ketiga pasangan itu akhirnya mengikuti langkah XiuMin. Keluar dari dorm tanpa menyadari kalau ada dua pasang mata yang kini tersenyum mendengar semua perkataan mereka.

Kedua namja yang saling bertatapan dan tak lama tertawa karena akhirnya lega kalau semua orang setidaknya tak membenci hubungan mereka. Walau sedikit mengejutkan setidaknya keduanya bisa saling bertautan tangan di depan semuanya saat ini.

Mengakui sebuah perasaan itu benar-benar melegakan, bukan. Terserah apa pun jawabanya nanti.

"Kris."

"Hn?"

Keduanya masih berada di posisi yang sama berdempetan dengan Kris berada dikungkungan Changmin bersandar pada tembok.

"Kenapa?" tanya Kris lagi pada maniks Changmin yang terlihat ragu untuk mengatakannya.

"Itu … Saranghae."

Kris tertawa kecil mendengarnya. Jadi wajah cemas penuh kebingungan tadi karena hendak mengatakan satu kata itu. Sunbaenya ini ternyata punya sisi lucu juga. Padahal mereka sudah bergulat di atas ranjang entah berapa kali masihkan Changmin perlu mempertanyakan perasaaanya.

"Jangan tertawa Little Dragon. Jawab saja."

"Hahahaha … aku tahu hyung. Mian ne." Melingkarkan tangannya pada Changmin. Kris menyeringai kecil saat wajah tampan didepannya semakin dekat. Memiringkan kepalanya sembari memupus jarak itu perlahan.

"Nado, Saranghae Shim Changmin." Kris mempertemukan bibir mereka. Mengecup bibir Changmin lembut. Menarik tubuh didepanya untuk semakin mendekat hingga benar-benar menempel.

Changmin melingkarkan tangannya pada punggung Kris. Mengikuti setiap ciuman milik Kris membiarkan saja namja jangkung itu mengecup habis bibirnya. Tak akan lama saat Changmin yang balas melumat bibir Kris bermain diatas dan bawah bibir namja itu. Membuat beberapa desahan kecil keluar dari bibir Kris.

"Kamarmu atau di sini, Kris?"

Kris melebarkan matanya sekilas lalu tertawa pelan. Tertawa kecil pada Changmin yang kini tengah mengecup lehernya. Apa Changmin tak bisa tidak terangsang karena tubuhnya bahkan Kris merasakan ada sesuatu di bawah sana yang mulai terbangun.

"Terserah saja sunbae mesum. Kau benar-benar membuatku tak mendapatkan liburan sedikit pun."

"Kau keberatan?" tanya Changmin. Suara kecupan terdengar di ruangan yang kin tengah kosong. Dimana keduanya hanya tinggal berdua.

"Memangnya aku punya pilihan? Kau pasti akan menggunakan apapun untuk mendapatkan apa yang kau mau kan, hyung. " ujar Kris meremas rambut hitam Changmin saat namja itu tengah berada di dadanya—bermain disana.

"Kau pintar Kris. Cup."

Menaikkan kepalanya, Changmin mengecup singkat bibir kekasihnya mendapatkan Kris tersenyum kecil. Kejeniusannya kadang memang berguna walau tak selalu ditempatkan pada tempat yang benar.

Tapi pada akhirnya Changmin berhasil mendapatkan apa pun yang diinginkannya walau dalam jalan yang tak mulus. Terlebih menurunkan egonya untuk mengakui perasaanya sendiri.

"Gomawo, Kris."

Changmin memeluk tubuh Kris. Menghirup aroma tubuh Kris yang sangat disukai penciumannya. Wangi tenang yang begitu menghanyutkan.

"Ne. Tapi kau harus berbaikan dengan Tao. Kau membuat magnaeku menangis tadi."

Changmin melepaskan pelukannya. Dan bertanya heran pada Kris.

"Hah … baik … baik." Changmin menghela napas sejenak, sepertinya ia harus belajar sedikit pada umma kesayangannya untuk menjinakkan anak panda jika tak ingin sang panda akan menggantikan tugasnya sebagai cokblocking selama ini. Bila dulu ia menjadi cokblocking pasangan YunJae bisa-bisa kali ini anak panda galak itu yang menjadi cokblocking diantara dirinya dan Kris saat bertemu mengingat bagaimana sayangnya Kris pada Tao.

"Baik tapi sekarang aku menginginkanmu, Kris." Menarik Kris ke dalam kamar, Changmin mengacuhkan namja jangkung itu memprotes tangannya yang ditarik oleh Changmin. Berniat mengkebiri namja tampan berstatus magnae DBSK ini nantinya.

'Sepertiya aku harus mencarikan seseorang untuk anak panda itu,' bathin Changmin memikirkan cara manis untuk menjauhkan Tao sedikitnya dari Kris. Dan bibir itu menyunggingkan sebuah seringaian saat mendapatkan ide bagus yang tentunya akan berbuah manis,'Shim Changmin memang jenius,' tambahnya lagi.

Mendorong Kris ke atas ranjang dan menendang keras pintu kamar yang langsung dihadiahi tatapan tajam empunya. Tapi siapa yang peduli bila beberapa jam ke depan Changmin akan mendapatkan 'makanan' terbaik untuk dirinya. 'makanan' yang selalu membuatnya lapar bahkan saat hanya melihatnya.

"Ittadakimasu Little Dragon."

Dan permainan panjang mereka akan dimulai lagi hingga beberapa waktu beruntung semua orang sudah memprediksi apa yang akan terjadi. Membiarkan sang Little Dragon terus-terusan mendesah karena permainan sang evil yang tak akan pernah bosan untuk memulai setiap permainan baru.

Dan kali ini sebuah permainan yang harus mereka lakukan berdua dan selesaikan berdua juga.

"Saranghae, Wu Yi Fan, My Little Dragon."

"Nado, Choikang Changmin, My Magnae Evil."

.

The End

.

A/N:

Yeaaaahhhh akhirnya selesai. Semoga endingnya gak terlalu mengecewakan ne*bow. Sejak awal Mizu udah bilang kalau ini gak bakal ada konflik berat paling juga Cuma ego keduanya saja ne xDD.

Special thanks for:

Miszshanty05| Ekasudaryadi|Kim Eun Sob| BunnyPoro| askasufa| MimiJJWDragonsomnia| Loli93| Sholania| Juli Constantine| Augesteca| Minniechangkyu56| Meyla Rahma| Meyminimin| rdhanar31| Brightmiracle| Damelo| Fujoshi Panda Ravvz| Zheyra Sky| juga semua yang udah fav dan follow ff Mizu ini.

Jeongmal gomawo ne^^

Sampai jumpa lagi di FF Mizu selanjutnya

Pai … Pai …

Mizuno

P.S:
FF ini bakal ada sekuel oneshoot tapi gak waktu dekat ne. dan kelihatannya malah udah ketahuan ama saeng Mizu sekuelnya gimana gegera posternya nongol duluan xDD