-tempat lain-
Seorang gadis tengah asyik mengepel lantai dapur itu. Memastikan ia membersihkan setiap sudutnya. Setelah puas iapun meletakkan semua perlengkapan bersih-bersihnya digudang.
PIIP PIIP
Mendengar suara peringatan pertanda ada yang mendekati rumah, gadis itu segera bersembunyi. Berusaha menenangkan dirinya.
"Hey.. Sayang.. Aku pulang.." ucap pria itu memasuki rumahya.
"A.. Dante-kun.." ucap gadis itu berlari kepelukan pria yang jauh lebih tua darinya itu.
"Amm.. Pe.. Permisi.."
"Sa.. Sayang siapa dia?" ucap gadis itu panik.
"Tenanglah.. Inilah kejutan yang aku bilang tadi.. Ini Akari-chan.. Mulai sekarang dia akan tinggal bersama kita."
"A.. Akari?"
"Yup... Dan Akari.. Ini Azure.. Aku harap kalian akur."
"Ta.. Tapi..."
"Azure.. Orang tua Akari mengirimnya kesini agar dia aman dan selamat. Aku sudah berbicara dengan ayahnya."
"Tidak.. Kau bohong.. Kedua orang tuaku sedang berada diluar negeri." Ucap Akari menolak pengakuan Dante.
"Aku berbicara dengannya melalui telfone.. Azure.. Ini sudah siang.. Segera siapkan makan siang." Ucap Dante yang terdengar lebih seperti perintah.
"Ba.. Baik." Jawab Azure segera melakukan apa yang diperintahkan padanya.
"Dan Akari.. Ini adalah alat yang akan menjagamu tetap aman." Ucap Dante memasangkan sebuah alat yang sama dengan yang berada dipergelangan kaki Azure.
"Da.. Dante-kun.." Azure mefrasa sedikit khawatir saat melihat Dante memasangkan alat itu.
"Ah.. Azure aku akan membawa keatas." Ucap Dante merangkul pundak Akari membawa gadis itu.
"Tu.. Tunggu dulu.. Biar aku saja yang membawanya berkeliling." Ucap Azure cepat.
"Apa maksudmu? Kau seharusnya membuat makan siang." Ucap Dante tidak suka.
"Aku akan segera menyelesaikannya. Jadi biar aku saja yang membawanya berkeliling." Ucap Azure memaksa. Melihat itu Akaripun panik dan mencoba kabur menuju pintu depan.
"Kyaa!" langkahnya terhenti saat merasa sengatan dikakinya.
"Akari-chan tenanglah.. I.. Itu hanya pertanda kalau kau terlalu dekat dengan pintu atau jendela. Dante-kun.. Biar aku saja yang membawanya berkeliling rumah." Ucap Azure berusaha menenangkan.
"Aku sudah muak dengan ini! Kembali memasak!" bentak Dante kesal.
"Da.. Dante-kun.. Akari-chan hanya kaget saja jadi aku.." Azure tidak dapat berbuat banyak saat Akari dengan cepat bersembunyi dibelakangnya.
"Kau ini benar-benar banyak omong ya!" Dante yang kehabisan kesabaran segera menarik lengan tangan Azure dengan kesar. Mendorongnya masuk ke gudang.
"Baiklah.. Kita mendapatkan berita tentang penculikan gadis bernama Tatsushiro Akari. Dia dibawa seorang pria bersenjata. Menurut laporan dari tetangganya dia baru saja pulang. Konohamaru.. Secondary." Ucap Yamato memberikan gambaran singkat saat mereka sudah berada didekat rumah tersangka.
"Got it." Jawab semuanya kompak.
"Tetap waspada. Mengerti?" ucap Yamato mengingatkan saat 5 anggotanya akan turun dari kendaraan sedangkan dirinya dan Konohamaru segera menuju truck mereka agar dapat lebih leluasa memantau.
PIIIP PIIIP
"Sial!" Dante yang sadar akan kedatangan tim Yamato dari sensor yang ia pasang disekeliling rumahnya mulai kehabisan kesabaran.
DRRRTTT DRRRTTT
Tidak lama setelahnya terdengar suara telfone rumah Dante berdering.
"Ayolah angkat..." ucap Yamato berharap Dante segera mengangkat telfone dan dapat melakukan negosiasi. Tidak lama akhirnya telfone itu diangkat.
"..."
"Hallo.. Hallo Dante.. Aku Yamato dari SRU.. Aku mendapat kabar bahwa kau sekarang bersama Akari-chan."
"Diamlah! Aku tidak butuh basa basimu! Cepat singkirkan anak buamu dari pekarangan rumahku sebelum aku membolongi kepala mereka." Ancam Dante kemudian segera menutup telfone itu.
"Sial!" Maki Yamato kesal.
"Sergeant?" Konohamaru tidak pernah melihat atasannya lepas kendali begitu.
"Team.. Dengar.. Keberadaan kalian sudah diketahu Dante. Berhati-hatilah."
"Azure.. Keluar. Kau tau harus apa. Mereka ada disini." Ucap Dante membuka kunci pintu gudang dan menyerahkan sebuah senapan kepada Azure.
"Ba.. Baik.." Melihat itu Azure segera menerima senapan itu dan menarik tangan Akari naik kelantai atas menuju kamarnya.
"Dengarkan aku. Tutup pintunya dan buat baricade. Aku akan segera kembali." Ucap Dante saat mereka berada dilantai 2.
"Tidak.. Tidak.. Jangan tinggalkan aku." Ucap Azure panik.
"Tenanglah.. Aku akan segera kembali." Ucap Dante memberi kecupan singkat di kening Azure dan melangkah pergi.
"A.. Ayo bantu aku." Ucap Azure bersiap membalikkan mejanya untuk dijadikan baricade serta menari kasurnya.
"Bersiaplah." Ucap Shikamaru menghampiri mobil tetangga Dante yang dibiarkan diluar dengan speaker menyela. Shikamaru segera menaikkan volume speaker itu akar dapat menyamarkan suara yang akan mereka timbulkan dan memberi tanda pada Kiba. Melihat itu Kiba segera membuka paksa garasi Dante.
"Kami sudah didalam." Ucap Kiba memberikan info kepada Yamato.
"Tetap berhati-hati." Nasehat Yamato tidak ingin anak buahnya terluka.
"Sergeant.. Makan siang untuk 3 orang." Ucap Naruto melihat dapur.
"Clear." Ucap Sakura yang berpencar untuk memeriksa ruangan dilantai 1 itu.
"Clear." Ucap Sasuke tetap waspada.
BRUK
"Lantai atas." Ucap Shikamaru saat mendengar suara dentuman keras dari atas.
"Kenapa berhenti Sasuke?" tanya Shiamaru yang berada dibelakang Sasuke.
"Aku melihat seseorang tadi." Ucap Sasuke segera berbalik turun.
"Aku akan bersamanya. Kalian teruslah keatas." Ucap Shikamaru segera mengikuti Sasuke turun.
"Naruto.." melihat pintu geser yang bagian tengahnya sedikit terbuka, Naruto segera mengeluarkan kamera pengintai.
"Apa ini?" ucap Kiba melihat berbagai lembaran kertas berserakan dan sebuah buku tergeletak tidak jauh dari sana.
"Ini.. Ini terjemahan dari buku itu.. Paradise Lost.. Got it... We got eyes." Ucap Naruto menatap monitornya.
"Bagus.. Pastikan ada berapa orang didalam." Ucap Yamato.
"Hanya 2 bos.." ucap Naruto yang berhasil menangkap wajah Azure dan Akari.
"Konohamaru. Cari info tentang gadis yang bersama Akari itu." Perintah Yamato.
"Naruto!" Sakura menyadari Azure memegang sebuah senjata segera menyadarkan Naruto yang sempat kehilangan fokusna karena terlalu asyik mencari keberadaan Dante.
"Kalian baik-baik saja?"
"Yup.. Gadis itu jelas memiliki senjata." Ucap Naruto menarik keluar kamera pengintainya yang hancur dan hanya meninggalkan kabel.
"Bukan senjata kecil. Itu senapa. Satu tembakan perutmu akan bolong." Ucap Kiba menatao horor pintu yang ikut bolong akibat tembakan tadi.
"Sasuke, Shikamaru status?" ucap Yamato memastikan keberadaan 2 anak buahnya itu.
"Kami berada di basement." Ucap Shikamaru saat mereka mengelilingi ruangan itu mencari keberadaan Dante.
"Sekali lagi berhati-hatilah karena Naruto dan yang lain tidak menemukan Dante diatas." Yamato memberikan sedikit info.
"Bos.. Kami menemukan terowongan." Ucap Sasuke saat mengeser sebuah meja.
"Wait." Ucap Shikamaru mengeluarkan helm yang terpasang night vision dan memberikannya kepada Sasuke.
"Got it bos.. Gadis itu Fang Azure.. Dia diculik ditaman belakang rumahnya 8 tahun lalu. Sekarang umurnya sudah 17 tahun." Ucap Konohamaru yang berhasil mendapatkan identitas gadis yang bersama Akari.
"Okay... Sakura.. Hei.. Kau dengar aku.."
"Ya.. Ada apa bos?" tanya Sakura lagi.
"Aku benci mengatakan ini tapi.. Hanya kau yang bisa membuka hati mereka."
"Tunggu dulu apa maksudmu? Bukankah aku sudah melakukannya kemarin? Terlebih gadis ini sudah dikurung dirumah ini selama 8 tahun tanpa tau kondisi luar, aku yakin dia memiliki stuckhome syndrome yang sangat serius. Dia pasti sudah tidak dapat mempercayai orang lain lagi." ucap Sakura tidak setuju.
"Aku tau.. Dia dalam kondisi dimana dia takut pada polisi dan hal itu yang memicunya untuk menembaki kalian. Dia sudah dikurung disana selama 8 tahun oleh pria itu, yang dia butuhkan sekarang adalah suara perempuan.. Dan.. Ini jalan satu-satunya." Yamato mencoba meyakinkan Sakura bahwa dia akan baik-baik saja.
"Tapi.. Aku... Aku tidak yakin."
"Baiklah.. Aku akan kesana." Ucap Yamato bersiap turun dari kendaraan.
"Urg.. Tunggu... Tunggu... Bisakah kau bantu aku dari sana bos?" tanya Sakura lagi.
"Tentu.. Aku akan selalu ada disini jika kau butuh bantuan. Hal pertama yang harus kau ingat... Tidak ada hal simple yang dapat menggambarkan perasaannya saat ini. Ikuti saja peraturan yang sama. Connect, Respect..."
"Protec.." ucap Sakura.
"Baiklah.. Dia percaya tidak ada yang dapat ia percaya didunia ini. Dia bertahan hingga saat ini dengan pemahaman itu. Dan aku tidak ingin kau menghancurkan pemahaman itu, tapi tugasmu adalah mengeluarkan keduanya dengan selamat."
"Copy.."
"Kiba.. Lindungi Naruto.. Naruto lindungi Sakura. Konohamaru.. Segera hubungi orang tua Azure secepatnya. Aku butuh berbicara dengan mereka. Sasuke, Shikamaru bagaimana status kalian?"
"Kami menemukan terowongan dan mengarah kebarat. Konohamaru bisa kau cari tau dimana posisi kami sekarang?" tanya Shikamaru.
"Dia ada didepan. Go go go!" ucap Sasuke saat melihat Dante berlari.
"H.. Hey girls.. Namaku Sakura.."
"Pelan-pelan Sakura..."
"Nama kalian Azure dan Akari, benar? Aku bersama polisi dan aku disini untuk menolong kalian berdua.. Kalian tau.. Aku ingin membuka kedua pintu ini supaya kita bisa berbicara dengan mudah. Is that ok?"
"..." tidak ada jawaban apapun dari dalam. Melihat itu Sakura meminta Naruto dan Kiba membuka pintu tersebut dengan perlahan.
"Okay... Aku akan membuka pintu ini tapi aku berjanji pada kalian aku akan berada dibelakang sini ok? Azure.. Gadis kecil yang bersamamu bernama Tatsushiro Akari dan aku berharap kita bisa mengembalikannya dengan selamat ke ayah dan ibunya. Apakah itu bisa dilakukan?"
"MENJAUH DARINYA!"
DOR
PRANG
TBC
