Insane

Author: Tan Xin Qian

Pairing: KookV, MinV, YoonMin, HopenMin, NamJin, YoonHopeNamMin

Rate: M

Warning: Boyslove, rape, foursome, etc

Disclaimer: Cast belongs to God and their family

.

.

.

.

.

Jimin diam membisu, dia takut pada pria - pria dihadapannya, apalagi mereka semua menyeringai, dan pria pucat itu yang tadi berkata padanya tengah merangkul Taehyung. Dia merutuki Taehyung dalam hati, kenapa pula Taehyung mengenal pria itu. Dia menarik ujung baju Taehyung dan menariknya agar menjauh dari para pria itu. Dia juga balas mempelototi pria bergigi kelinci yang sedari tadi memandangnya galak.

"Tae, ayo kita pulang."ajak Jimin berbisik.

"Tapi aku dan Yoongi hyung mau makan Chim, ayo ikut Chim. Aku tidak mau sendirian."ucap Taehyung sambil memandang Jimin dengan tatapan memelas.

Jimin yang tidak tega akhirnya hanya bisa mengangguk pasrah dan kembali ditarik Taehyung mendekati pria - pria itu. Mereka berjalan ke restaurant yang disebutkan Taehyung yang kebetulan dekat dengan toko buku itu. Sesampainya disana, Taehyung langsung memeluk pria cantik berbahu lebar.

"Seokjinie-hyung~"ucap Taehyung manja.

"Taehyung, kenapa kau kemari hm?"ucap pria yang dipanggil Seokjin tadi.

"Lihat aku bawa siapa hyung, aku bawa Yoongi hyung!"ucap Taehyung riang.

"Oh halo Yoongi, lama tidak bertemu, apa kabarmu?"kata Seokjin berbasa - basi.

"Baik, jadi kau sekarang membuka restaurant?"tanya Yoongi balik.

"Ya, untuk menyalurkan hobiku, lagipula perusahaan sudah diambil alih oleh Mingyu."jawab Seokjin.

"Duduklah, akan kubuatkan menu spesial untuk kalian semua."lanjut Seokjin.

Mereka semua akhirnya duduk, Taehyung duduk disebelah Jimin dan berhadapan dengan Jungkook yang tidak berhenti memandanginya. Sebenarnya Taehyung agak takut dengan pria yang bernama Jungkook itu. Dia berpikir apa dia pernah melakukan kesalahan pada pria itu?

Sedangkan Jimin duduk dengan gelisah, dia berhadapan dengan pria yang bernama Hoseok yang sedari tadi tidak berhenti tersenyum kepadanya. Sedangkan Namjoon tidak berhenti memandangi pintu dimana Seokjin tadi menghilang untuk memasak. Yoongi? Dia duduk disebelah Taehyung yang lain dan tengah menanggapi semua perkataan Taehyung.

Akhirnya hari itu mereka makan dengan canggung kecuali Yoongi dan Taehyung tentunya dan juga Jimin yang sebenarnya ketakutan terutama ketika pria yang bernama Hoseok itu meminta nomor ponselnya. Apa Jimin memberikan nomor ponselnya? Tentu saja iya, karena dia terpaksa memberikannya atas dorongan Taehyung, mana sanggup Jimin menolak permintaan Taehyung?

Taehyung dan Jimin pulang ke apartement mereka diantar oleh Yoongi dan Jungkook. Bahkan Yoongi dan Jungkook juga mampir ke apartement mereka. Tadinya Jimin ingin meninggalkan Taehyung sendirian tapi itu tidak mungkin bagaimana jika Taehyung kembali dilecehkan oleh pria itu? Poor Jimin, dia bahkan tidak tahu bahwa Taehyung sudah dilecehkan lagi oleh Jungkook.

Ketika mereka tengah mengobrol seru, sebenarnya antara Yoongi dan Taehyung saja karena Jimin hanya menanggapi seadanya jika diajak bicara, dan Jungkook sibuk memandangi Taehyung.

"Jadi, kau bekerja part time untuk membeli seekor anjing?"tanya Yoongi.

"Iya hyung, aku ingin sekali membelinya. Sebenarnya Jimin mau membelikan anjing untukku sebagai hadiah kelulusan tapi aku tidak mau hyung."jawab Taehyung.

Jungkook yang mendengar bahwa Jimin mau membelikan seekor anjing pada Taehyung langsung saja memelototi Jimin, yang dibalas dengan pelototan juga oleh Jimin.

"Aku punya seekor anjing diapartementku, kau mau berkunjung?"ucap Jungkook tanpa dia sadari.

Yoongi tertegun, Jungkook sangat bodoh, apa dia bilang? Seekor anjing diapartementnya? Dasar pria gila! Dia saja maniak kebersihan. Selama bersahabat lama dengan Jungkook, Yoongi tidak pernah mendengar bahwa Jungkook memelihara seekor binatang. Dasar bodoh, Jeon Jungkook kau menggali kuburanmu sendiri. Pikir Yoongi dalam hati seraya menggelengkan kepalanya.

Taehyung menengok antusias ke arah Jungkook dan mengangguk - anggukan kepalanya.

"Mauu, mauu, aku mauu, anjing jenis apa yang kau punya hyung? Boleh aku berkunjung sekarang?"tanya Taehyung bertubi - tubi.

Jungkook menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia bingung mau menjawab apa.

"Aku lupa jenis apa. Berkunjunglah besok atau lusa, memang kau tidak ada jadwal?"tanya Jungkook mencari alasan.

"Oh iya aku ada jadwal part time malam ini dan besok, kalau begitu lusa ya hyung? Boleh aku minta nomor ponselmu?"tanya Taehyung.

Tentu saja Jungkook langsung memberitahu Taehyung nomor ponselnya dan juga alamat apartementnya padahal Taehyung belum bertanya mengenai alamatnya. Kemudian mereka kembali berbincang mengenai anjing akibat perkataan Jungkook tadi yang tentu saja dibahas Taehyung dengan antusias.

Diam - diam ketika Taehyung tengah menjelaskan tentang jenis anjing kesukaannya, Jungkook mengetikkan sesuatu diponselnya.

Bangtan Grup

JK : Hyung, tolong carikan aku anak anjing yang tidak berbulu dan tidak manja.

Rap Monster : Semua anjing pasti berbulu bodoh dan yang namanya anak anjing pasti manja. Kenapa kau mencari anak anjing? Kau mau memeliharanya?

Suga : Si maknae bodoh itu mengaku pada Taehyung bahwa dia memelihara anjing diapartementnya.

J-hope : Kebetulan sekali anjing noonaku melahirkan 4 ekor anak anjing sekitar 3 bulan yang lalu, kau mau?

JK : Bawakan aku satu anak anjing itu yang menurutmu paling menggemaskan ke apartementku hyung. Aku tidak menerima penolakan.

Sementara itu ditempat lain Hoseok tengah memaki Jungkook karena menyuruh dirinya membawa anak anjing noonanya besok, sedangkan rumah noonanya itu jauh dari Seoul, dia menyesal menawarkan anak anjing itu pada Jungkook.

.

.

.

Jungkook dan Yoongi telah pulang dari apartement MinV. Kini hanya tersisa mereka berdua. Jimin ragu apakah harus bertanya pada Taehyung apa tidak.

"Tae, apa Yoongi benar - benar tetanggamu sejak kecil? Apa akhir - akhir ini kau pernah bertemu dengannya?"tanya Jimin penasaran.

"Tentu saja chim, aku baru bertemu dengannya beberapa hari lalu di..."ucapan Taehyung terhenti, dia tidak mungkin mengatakan pada Jimin bahwa dia telah diperkosa lagi kan?

"Dimana Tae?"Jimin memandang Taehyung menelisik.

"Um..didekat toko buku tadi chim...ada apa?"tanya Taehyung balik berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Tidak, Tae. Hanya saja bukankah kita seperti pernah bertemu dengan pria - pria itu?"tanya Jimin lirih.

"Oh iya? Mana mungkin sepertinya aku tidak pernah bertemu mereka."jawab Taehyung polos.

Dasar tidak peka! Maki Jimin dalam hati. Taehyung itu polos atau bodoh sih? Batin Jimin sambil mengelus dadanya sendiri, maunya sih mengelus dada Taehyung tapi nanti Taehyung jerit-jeritan macam anak perawan. Pikir Jimin rancu.

.

.

.

Keesokan harinya Jeon Jungkook dikejutkan oleh kehadiran sesosok anjing mungil diapartementnya.

Anjing itu berlarian kesana kemari didalam apartement Jungkook dan baru berhenti ketika Jungkook memandangnya tajam.

"Jangan memandanginya seperti itu bung, kau sendiri yang meminta aku bawakan seekor anak anjing."ujar Hoseok seraya menggendong anak anjing itu dan memberikannya pada Jungkook.

"Jika bukan demi Taehyung, aku tidak akan pernah memelihara seekor anjing."kata Jungkook menerima anak anjing itu dan menggendongnya dengan tampang jijik.

"Kau sudah memikirkan nama yang cocok untuknya?"tanya Hoseok.

"Belum, akan kupikirkan nanti."jawab Jungkook seadanya.

"Baiklah, semua kebutuhannya sudah aku siapkan. Aku pamit. Oh iya, mulailah pendekatan dengan anjing itu agar Taehyung tidak curiga."ucap Hoseok menunjuk sebuah kardus kemudian berlalu dari apartement Jungkook.

"Thanks hyung."ucap Jungkook sebelum Hoseok keluar dari apartementnya.

Kini hanya tinggal anak anjing tanpa nama itu dan Jungkook yang tersisa. Anak anjing itu sudah dilepaskan kembali oleh Jungkook namun ia tidak berani berlarian ke sana kemari lagi karena Jungkook masih memandangnya tajam.

Setelah dirasa anak anjing itu tidak akan berbuat onar lagi, Jungkook membuka kardus itu. Isinya cukup lengkap semua kebutuhan anjing ada disana. Jungkook mengeluarkan semua isinya dari kardus dan meletakannya dilantai. Tanpa ia sadari dia juga mengangkat makanan anjing dan menaruhnya didekat anak anjing itu.

Anak anjing itu mengendus - ngendus bungkus makanan anjing itu, dia melihat pemiliknya Jungkook sedang sibuk dengan isi kardus yang lain. Anak anjing itu mencoba mengigit bungkus makanan anjing itu hingga terjadi sebuah robekan yang cukup besar dan makanan anjing itu langsung tumpah sebagian ke lantai dan tentu saja anak anjing itu langsung memakan makanannya yang jatuh dilantai tanpa Jungkook sadari.

Jungkook sedang sibuk membaca panduan memelihara anak anjing yang terdapat dikardus yang dibawakan Hoseok tadi. Dia terlalu terhanyut dalam bacaannya tanpa menyadari bahwa anak anjing itu sudah membuat kekacauan yang pertama didalam rumahnya. Sekitar 15 menit Jungkook membaca buku itu, dia merenggangkan tangannya dan menaruh buku itu disebelahnya. Alangkah terkejutnya ketika dia ingin menaruh buku itu. Bungkus makanan anjing itu robek, sebagian makanannya berjatuhan dilantai dan tengah dimakan oleh anak anjing itu.

Jungkook memijat keningnya pusing, memang salahnya yang menaruh makanan anak anjing itu asal tadi. Anak anjing itu menyadari adanya pergerakan dari Jungkook, kemudian dia berhenti memakan makanannya dan mengibas - ngibaskan ekornya. Jungkook yang melihatnya hanya bisa tertawa hambar, anak anjing itu lucu dan imut, namun kekacauan yang dibuatnya sama sekali tidak lucu.

Mengapa rasanya sulit sekali untuk mendapatkan Taehyung secara normal? Apakah dia harus kembali memerkosa Taehyung saja dan kemudian menghamilinya? Pikir Jungkook frustasi.

.

.

.

Sementara itu Taehyung tengah bersantai. Hari ini kebetulan sekali dia mendapatkan shift pagi dan keadaan cafe tidak terlalu ramai. Taehyung mencoba mengirim Jimin pesan namun tidak dibalas, sepertinya Jimin sedang sibuk. Ya, Jimin memang sedang sibuk mengikuti eskul basket dikampusnya nanti. Eskul basket itu mulai lebih awal dibandingkan perkuliahan biasa karena ada jadwal pertandingan yang diadakan kampus lain sewaktu masuk nanti.

Taehyung bosan. Kemudian dia teringat dengan janjinya dengan Jungkook esok hari. Dengan rasa iseng dan nekat dia mencoba mengirimi Jungkook pesan.

To : Jungkook Hyung

From : Kim Taehyung

Hyung? Besok aku jadi diperbolehkan mengunjungi apartementmu kan?

Jungkook tengah beristirahat akibat membersihkan kekacauan itu dan juga mengatur letak barang - barang diapartementnya untuk kebutuhan anak anjing itu. Dia sedang memandang anak anjingnya yang tidur dengan pulas karena kekenyangan ketika smartphonenya berbunyi. Jungkook ingin memaki pada Hoseok jika dia pengirim pesan tersebut. Namun alangkah bahagianya dia ketika dia mendapatkan pesan dari seseorang yang bertuliskan My TaeTae dikontaknya. Jungkook bahkan sempat berteriak heboh yang tentu saja membangunkan anak anjing itu yang memandangnya sebentar kemudian tertidur kembali. Jungkook segera membalas pesan itu.

To : My TaeTae

From : Your Future

Tentu saja, sayang, apapun untukmu, jangankan hanya berkunjung, membeli seluruh gedung apartement ini pun akan kukabulkan -deleted-

Tentu saja, Taehyung. Kau sudah tahu kan dimana lokasinya? Apa perlu aku menjemputmu?

Semenit kemudian Taehyung langsung membalas pesannya.

Aku sudah bertanya pada Yoongi hyung mengenai lokasi apartementmu hyung. Tidak perlu hyung, aku akan datang pukul 10 ke apartementmu ^^ oh iya, siapa nama anak anjingmu hyung?

Melihat balasan Taehyung, Jungkook langsung tertegun dia bahkan belum memberikan anak anjing itu nama, karena tidak ingin membuat calon masa depannya menunggu lama akhirnya Jungkook hanya membalas seadanya.

Baiklah, kutunggu kehadiranmu diapartementku. Namanya? Rahasia. Datanglah dulu baru kuberi tahu namanya.

Taehyung mengerucutkan bibirnya ketika melihat pesan balasan dari Jungkook. Dan pesan tersebut terabaikan olehnya karena panggilan dari bosnya.

.

.

.

Ditempat lain, Jimin tengah mendribble bola basket. Nampak lapangan masih sangat sepi, dan anggota lainnya belum berdatangan padahal ini sudah lewat 10 menit dari waktu yang dijadwalkan. Tubuh Jimin menegang ketika seseorang melingkarkan tangannya ketubuhnya dari belakang.

"Park Jimin. Senang bertemu lagi denganmu eh."bisik orang itu sambil terkekeh kemudian mencium telinga Jimin.

Jimin refleks mejatuhkan bola yang dia pegang ketika dia mendengar suara itu. Dia meronta - ronta agar orang itu melepaskan tubuhnya, namun orang itu tetap diam. Akhirnya Jimin membalikan badannya dan langsung berhadapan dengan wajah orang itu.

"Merindukanku hm sayang? Apa kau tak tahu latihan hari ini dibatalkan? Atau kau sengaja ingin bertemu denganku?"ujar orang itu seraya menaikkan sebelah alisnya.

"Dasar orang gila. Kenapa kau bisa berada disini hah?"ucap Jimin galak.

"Tentu saja karena aku pelatih ditim basket kampus ini. Jangan bilang kau tak tahu soal hal itu?"orang itu berkata sambil tersenyum geli.

"A-apa?! Kalau begitu aku keluar dari tim basket ini!"teriak Jimin kaget.

"Oh tidak bisa sayang, kau baru saja masuk dan ingin keluar hm? Itu tidak enak sayang, lebih enak jika aku keluar masuk didalam lubang sempitmu itu dan menghajar sweetspotmu."kata orang itu.

Muka Jimin memerah menahan amarah. Dia langsung menginjak kaki orang itu dan berlari kabur mengambil tasnya dan keluar dari lapangan itu meninggalkan seorang pria berkulit pucat yang tertawa keras dilapangan itu.

.

.

.

Hari ini Taehyung sudah siap untuk bertemu anak anjing milik Jungkook dia bahkan sekarang sudah berada didepan apartement Jungkook. Sebelum dia mengetuk pintu, pintu itu sudah dibuka oleh sang empunya apartement itu.

"Eum...hai hyung? Apa aku menganggu?"ujar Taehyung sambil tersenyum manis.

"Tentu, tidak ayo silahkan masuk."kata Jungkook.

Jungkook berjalan didepan dan menunjuk sebuah bola berbulu berwarna putih yang bergerak - gerak diatas sofa. Taehyung langsung berlari dan memeluk bola berbulu itu meninggalkan Jungkook yang tersenyum sedih karena kalah oleh seekor anak anjing.

"Hyung, siapa nama si manis ini?"tanya Taehyung sembari tertawa geli karena wajahnya sedang dijilati.

"Aku belum memberinya nama."jawab Jungkook jujur.

"Kenapa hyung?"tanya Taehyung lagi.

Karena aku ingin kau yang memberikan nama untuknya, sayang. Jawab Jungkook dalam hati.

"Bagaimana jika kita beri nama Soonshim, hyung? Aku ingin sekali memberi nama itu untuk anjingku nanti."ucap Taehyung sembari menatap Jungkook dengan pandangan yang menggemaskan tak kalah dari tatapan anak anjing dalam pelukannya.

"Baiklah, ayo kita beri nama Soonshim."ujar Jungkook sambil tersenyum dan menampilkan gigi kelincinya.

Jantung Taehyung berdetak kencang seperti genderang mau perang ketika melihat senyuman Jungkook. Dia langsung membenamkan wajahnya pada tubuh montok Soonshim, si anak anjing.

Eomma, sepertinya aku jatuh cinta. Pekik Taehyung dalam hati.

.

.

.

To be continue

.

.

.

Qian balik lagi nih xD Nanti dichap depan udah mulai ada NCnya lagi. Oh iya nanti jangan lupa mampir ke story Qian yang lain ya. Masih on progress sih, belum Qian publish. Doain aja cepet beres ya xD

Qian minta maaf karena Qian lupa hapus kata - kata GS diprologue sehingga para pembaca bingung. Oh iya, ff ini jg ada diwattpad. Mungkin kalo diwattpad ceritanya lebih cepat diupdate dibanding diffn karena ffn diblokir sm provider Qian jadi Qian harus cari wifi biar bs update diffn. Dan diwattpad lebih rapi karena ucapan mereka yang didalam hati Qian buat Italic jadi dibacanya lebih gampang. Untuk yang mau baca ff ini diwattpad cari aja tanxinqian ya. Btw chapter kali ini udh lebih panjang kah?

Sampai juga dichapter berikutnya! Terima kasih buat yang udah sudah follow dan fav serta review Isane dari awal! See you!

P.S : Suaranya JK dan Jimin di We Don't Talk Anymore menggoda iman sekali :')