"Jadi kau tahu keberadaan Sakura saat ini.'' tanya Kakashi. Karin menggeleng membuat Kakashi dan juga lainnya bingung.
"Kita akan tahu dimana tuan Putri berada karena…'' Karin berhenti sejenak menatap Naruto yang saat itu menatap dirinya dengan bingung.
"Karena Naruto-Ji yang akan melacak dimana Putri Sakura berada."
"Maksudmu apa? Aku? Jangan bercanda aku hanya…" dengan cepat Karin memotong perkataan Naruto.
"Naru-Ji kamu adalah… Rikudou Sennin si manusia iblis.
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
Genre: Adventure, family, Romance
Pairing: Naruto U. & Sakura H.
Warning: AU, OOC, kata-kata tidak baku, gaje, abal
Don't like don't read~!
.
.
.
~Happy Reading~!
.
.
Summary:
.
.
Sepasang suami istri yang telah lama menginginkan seseorang anak tapi tidak bisa karena sang istri mandul. Lalu datanglah DIA yang menawarkan kalau dia bisa memberikan anak untuk mereka. Tapi apa jadinya kalau bayi itu adalah bayi berdarah hitam yang banyak di incar. Bahkan sewaktu kehamilan itu dia tidak mengandung selama Sembilan bulan tapi Sembilan tahun.
Kini sang bayi itu akan membawa dampak bagi kehidupan di Bumi,dialah sang terpilih. Yang mereka lakukan adalah mamastikan bahwa anak itu jangan sampai jatuh ditangan musuh.
Mampukah mereka…
.
.
.
Chapter 7
.
.
Semua yang berada diruang tengah itu terdiam mendengar perkataan Karin. Begitu pun juga dengan halnya Naruto.
"Ketahuilah , Ji-san… kau adalah Rikudou Sennin. Kau terlahir dari kesaktian Dewa dan juga Iblis. dua kekuatan yang tabu untuk dipersatukan. Kekuatan yang saling bertolak belakang.''
Naruto berkerut dahi menatap Karin dengan tajam dan sekaligus bingung. Dia tidak mengerti apa maksud ucapan Karin. Karin menghembuskan nafas perlahan. Ada keraguan dalam hatinya untuk menjelaskan kebenaran kepada pamannya itu.
"Karin.'' Panggil Kakashi sambil menepuk pundaknya pelan.
Karin menatap Kakashi yang menggelengkan kepalanya pelan untuk tidak menjelaskan siapa diri Naruto sebenarnya. Karin yang mengerti langsung menganggukkan kepala. Belum juga Karin berbicara tiba-tiba saja Naruto menyelanya.
"Jelaskan!'' ucap Naruto yang saat itu menundukan kepalanya. Tampak kedua tangannya saling mengepal erat.
"Ji-san…''
"Jelaskan! Apa maksudmu menyebutku adalah Rikudou Sennin si manusia iblis Karin. JELASKAN!'' Tiba-tiba saja nada bicaranya Naruto meninggi yang membuat Karin berjenggit kaget dan juga tegang. Ia merasakan hawa panas yang menyengat kulit wajahnya dan tangannya.
"Ji…ji-san.'' Panggil Karin takut. Buru-buru ia mundur setelah disadari hawa panas itu berasal dari tubuh Naruto. Sedangkan Naruto yang masih tertunduk itu segera mendongakkan kepalanya dan menatap tajam Karin. Karin terbelalak kaget setelah disadari tatapan Naruto kini telah berubah. Mata Naruto yang biru berubah menjadi biru kekuning-kuningan dan juga sepasang taring tajam di giginya. Kakashi yang menyadari hal itu segera mengeluarkan petir dari telapak tangannya untuk berjaga-jaga. Naruto dengan perlahan tapi pasti, dia menghampiri Karin yang memilih menjauh darinya.
.
.
.
Di atas perbukitan tanpa tanaman yang menjulang tinggi, tampak bewarna hitam kelam. Disitu ada sebuah goa yang tertutup bongkahan batu separuh bagian. Di bagian depan goa terdapat tempat yang datar, sepertinya sengaja dibangun seukuran lapangan basket. Tak ada tanaman apapun yang tertanam disekitarnya, kecuali tonjolan batu-batu granit berbagai macam ukuran dan bentuk.
Di dalam goa itulah dimana Sakura disembunyikan oleh anggota Akatsuki. Saat itu, kondisi Sakura bisa dibilang keadaanya cukup memprihatinkan lantaran gadis itu pingsan dengan pakaian yang robek disana-sini. Hingga memperlihatkan sedikit tubuh putih mulusnya. Belum lagi dirinya dalam keadaan terpatri rapat dengan dinding batu goa tersebut. Tubuhnnya yang mulus terbenam sebagian kedalam batu dan sulit untuk dikeluarkan.
Melihat kondisi Sakura yang tak berdaya seperti itu membuat pemuda tampan berambut kuning hanya bisa tersenyum kecut. Dia tidak bisa apa-apa untuk menyelamatkan orang yang disanyanginya itu. dia hanya bisa tersenyum pahit.
"Maafkan aku Saku-Chan.''ucapnya sedih sambil berlalu dari tempat itu. sedangkan Sakura yang tak sadarkan diri sempat memangil-mangil nama Naruto dengan suara pelan.
"Naruto.'' setetes air mata jatuh di wajah putih mulusnya.
.
.
.
Deg
.
Naruto yang tadi ingin menghampiri Karin Tiba-tiba saja berhenti. dia memegang dadanya yang berdetak dengan cepat hingga membuat dadanya sedikit sakit. Naruto tiba-tiba saja berlutut sambil memegang dadanya yang makin berdebar menyakitkan.
"Ukh! Sakura…'' desah Naruto pelan. Kedua mata yang berubah menjadi biru kekuning-kuningan itu berubah seperti sedia kala. Hingga akhirnya kedua mata biru itu tertutup seiring kesadarannya yang mulai menghilang.
Naruto jatuh tak sadarkan diri…
"Ji-san!''
"Naruto!"
"Naruto!" mereka semua berteriak kaget melihat Naruto yang tak sadarkan diri itu. segera saja mereka menghampiri dan menolong Naruto.
0o0o0o0o
Cherly
Khusina hanya bisa memandang sendu pada putra semata wayangnya yang kini masih tak sadarkan diri. Sepanjang dalam pingsannya Naruto selalu saja menyebutkan nama Sakura. kadang kedua matanya yang tertutup itu mengalir setetes air mata.
Khusina yang melihat itu hanya bisa menyeka air mata putranya lembut. Entah kenapa dia merasa sangat bersalah sekali kepada putranya itu. Ia masih ingat dulu ketika semua anak-anak mengoloknya, membilangi dirinya adalah anak haram tanpa ayah. Bahkan Khusina masih ingat bagaimana sakitnya Naruto ketika di malam purnama.
Setiap malam purnama memang Naruto akan berteriak kesakitan lantaran karena dia akan berubah menjadi sesosok siapa dirinya sebenarnya. Ia akan berubah menjadi sesosok iblis yang kejam, mengincar darah manusia untuk diminumnya dan memuaskan hasrat lelakinya.
Sebenarnya yang membuat Naruto seperti itu karena kesalahannya di masa lalu dulu. Dimana dirinya dulu adalah pemimpin dari bangsa iblis yang sangat kuat. Bangsa iblis yang menentang dan membenci para Dewa-Dewi di Khayangan. Tidak jarang mereka saling menyerang satu sama lainnya.
Hingga akhirnya dia mulai jatuh hati kepada salah satu Dewa tampan yang mirip dengan putranya. Pertemuan pertama mereka itu terjadi di bumi. Ketika Khusina yang mulai jenuh dengan pekerjaannya sebagai pemimpin iblis. Ia memutuskan untuk sedikit hiburan dengan turun kebumi dan sedikit menganggu kehidupan manusia.
Rupanya niat jahat Khusina saat itu diketahui oleh salah satu Dewa yang tidak sengaja melihatnya di air suci. Disitu dia melihat Khusina membuat para manusia saling berkelahi akibat bisikan-bisikan setannya. Khusina tertawa senang melihat hasil kerjanya yang terbilang sukses.
Hingga akhirnya Dewa berambut kuning cerah itu turun ke bumi untuk menemui Khusina. Pertemuan pertama mereka tidak bisa dibilang baik mulanya mereka saling bermusuhan, berperang satu sama lain. berbulan-bulan lamanya mereka saling bermusuhan hingga akhirnya entah siapa yang memulai mereka menjadi teman. Tentu saja dengan diam-diam kalau sampai para bangsa Iblis dan para Dewa lainnya mengetahui hubungan mereka, mereka berdua pasti sudah dihukum saat itu juga.
Berbulan-bulan lamanya mereka berteman hingga akhirnya timbul benih-benih cinta di antara mereka. Untuk pertama kalinya Khusina dan Dewa itu melanggar peraturan para Dewa dan juga Iblis. dimana peraturan itu tidak membolehkan para bangsa Iblis dan juga para Dewa-Dewi berhubungan, apalagi sampai jatuh cinta. Hal itu sangat tabu.
Tapi tidak untuk mereka berdua. Justru mereka bercinta secara diam-diam. hingga akhirnya dari hasil hubungan gelap itu ia mengandung. Para Dewa murka, dan tak mau menerima kehadiran bayi dalam kandungannya. Dan begitu pula dengan bangsa Iblis. Maka Khusina dikutuk oleh para Dewa tertinggi menjadi manusia biasa.
Rupanya murka para Dewa saat itu mengakibatkan hujan badai tanpa kilat di bumi. Saat itulah Khusina yang berubah menjadi manusia biasa dibuang ke bumi. Dengan wujudnya yang sebagai manusia biasa dan tidak mempunyai siapa-siapa dibumi harus membuatnya banting tulang untuk meghidupi dirinya dan juga bayi dalam kandungannya.
Kadang sempat terbesit di dalam hatinya untuk menggugurkan bayi dalam kandungannya tapi ia urungkan niatnya mengingat bayi itu adalah hasil cintanya dengan orang yang dia sayangi. Ia masih ingat perkataan kekasihnya untuk menjaga buah hati mereka.
Khusina tersadar dari lamunan masa lalunya tak kala seseorang memanggil namanya dengan pelan. Karin menatap dirinya dengan takut saat itu.
"Obaa-san!'' panggil Karin pelan di belakangnya. Khusina tidak langsung membalas panggilan Karin. Justru saat itu wajahnya tiba-tiba berubah mengeras seperti menahan emosi yang sewaktu-waktu bisa meledak.
"Untuk apa kau kemari Karin?!'' Tanya Khusina dingin. Karin yang berada dibelakangnya hanya bisa menunduk takut.
"Maaf Obaa-san. Aku kesini hanya untuk bertemu Putri Sakura. Ini permintaan langsung dari si DIA Obaa-san.'' Jawab Karin.
Brakk
Khusina bangkit dari kursinya dengan kasar hingga membuat kursi kayu yang ditempatinya duduk jatuh ke belakang. Dia menatap Karin tajam dan juga penuh amarah.
"Kenapa kau harus memberitahu Naruto tentang siapa dirinya sebenarnya.'' Teriak Khusina marah. Sedangkan Karin hanya bisa gemetar dan takut, tak berani menatap Obaa-sannya itu. dengan gemetar dia menjelaskan alasan mengapa dia harus memberitahu Naruto siapa dirinya sebenarnya.
.
.
.
Khusina hanya bisa terpaku ditempatnya mendengar penjelasan Karin. Ia syok tentunya.
"Jadi itu alasannya DIA menghidupkan kembali Sakura. Tsunade-sama dan DIA sudah merencanakan hal ini dari dulu. Dengan menyatukan diri Sakura dan juga Naruto akan menciptakan janin yang baru yang akan lebih kuat lagi.''
Karin menganggukkan kepalanya. "Hmm, itu benar Obaa-San. Dengan kekuatan Putri Sakura sebagai anak berdarah hitam dan juga kekuatan Ji-San sebagai Rikudou Sennin mereka akan menghasil anak yang memiliki kekuatan jauh lebih besar dari kedua orang tuanya.''
"Apa anak yang akan dilahirkan Sakura nanti akan menjadi Rikudou Sennin juga?!'' Karin mengangguk lagi.
"Hm. Tapi anak itu bukan hanya sekedar Rikudou Sennin biasa. Kalau Naruto-Ji adalah Rikudou Sennin si manusia iblis maka anak itu adalah Rikudou Sennin yang memiliki 10 manusia Iblis sekaligus dalam dirinya. Ini semua untuk melawan Dewa kegelapan dan juga para Akatsuki. Dan para Dewa tertinggi juga sudah sepakat untuk melaksanakan rencana itu. Anak yang kelak akan lahir hasil dari hubungan Naru-Ji dan juga Putri Sakura akan menjadi Senopati Perang dari pihak Kahyangan. Para Dewa mengandalkan kesaktian anak itu, sebagai anak Rikudou Sennin yang masih suci dan juga terlahir sebagai anak tunggal.''
"Karena rencana itu kau menjemput Sakura, agar Sakura aman?''
"Ya. Tapi ternyata aku terlambat. Ketika aku sedang melacak keberadaan Putri Sakura tiba-tiba saja aku bertemu dua anggota Akatsuki yang saat itu membawa seseorang gadis yang ku ketahui itu pasti Putri Sakura yang dalam keadaan pingsan. Aku melawan salah satu dari anggota itu sedangkan yang satunya membawa Putri Sakura lari. Aku berniat mengejar orang yang membawa Putri tapi justru yanga ada aku malah dihajar temannya yang lain hingga aku babak belur. Tapi untung ada Kakasih yang menyelamatkanku saat itu.''
Karin menarik nafas sejenak. Masih menatap neneknya ia melanjutkan kembali perkataannya. "Yang ku takutkan adalah jangan sampai ketua mereka menaruh benih dalam diri Putri. Bahaya Jika itu benar-benar terjadi. Anak itu akan menghancurkan bumi dan juga Khayangan. Dia akan menjadikan anak itu sebagai senjata terkuatnya. Setelah itu baru dia akan melawan Dewa Kegelapan musuh terkuatnya.''
Khusina terdiam mendengarnya. Tiba-tiba saja dia merasa tenggorokannya tercekat.
"Menurutmu siapa ketua dari kelompok Akatsuki itu?'' tanya Khusina. Karin meneguk liurnya dengan susah payah hingga akhirnya dia berkata.
"Orichimaru.''
0o0o0o0o
"Kau yakin ini arahnya Kakashi?'' teriak Karin kepada Kakashi.
"Ya, aku merasakan di arah sana.'' Tunjuk Kakashi. Rin mengangguk mengerti segera saja ia melesak ke arah yang ditunjukan Kakashi tadi.
Saat itu mereka sedang melakukan penangkalan terhadap awan jingga. Kakashi dan juga Rin melesat ke atas, mendekati gumpalan awan jingga yang sejuk yang diyakini oleh Kakashi sebagai pusat racun yang paling berbahaya.
"Kakashi, aku nggak bisa bergerak!'' ucap Rin tiba-tiba yang pada saat itu telah terkepung oleh pusaran angin kencang yang membuat rin hanya bisa berputar-putar. Ia terkurung dalam hawa panas yang disertai angin padat berbagai arah itu.
Kakashi yang melihatnya segera ikut masuk dalam pusaran angin itu. dia menarik salah satu tangan Rin agar berpegangan padanya.
"Sebaiknya kau berpegangan! Aku akan menghatam pusaran angin ini!'' teriak Kakashi. Rin hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Rin memeluk pinggang Kakashi dengan kedua tangannya erat sedangkan Kakashi segera menyatukan telapak tangannya rapat kedepan dadanya. Kedua tangan yang merapat itu mengeluarkan kilatan cahaya perak keungu-unguan.
"Kita akan kebawah, berpeganganlah dengan erat.'' Ucap Kakashi. Setelah mengucapakan hal itu Kakashi segera melesak kebawah dimana pusat angin itu berada. Tangan kanannya yang mengeluarkan kilatan cahaya perak keungu-unguan segera menghantam titik pusat angin itu berada.
Claaap…! Blleeeeggaaaarrr…!
Dentuman keras pun terjadi. Kakashi segera memeluk erat Rin. Mereka berdua terlempar jauh keluar dari pusaran angin yang hancur akibat serangan Kakashi.
"Kau tidak apa-apa?'' tanya Kakashi khawatir. Rin menggeleng kepala dan tersenyum kepada Kakashi lembut.
"Aku tidak apa-apa,'' ucapa karin tulus.
"Hm. Kita harus secepatnya melakukan penangkalan,'' ucap Kakashi sambil melesak kearah tempat pusat awan beracun. Rin segera mengikuti dari belakang.
Kakashi berhenti begitu pun dengan Rin. Saat ini mereka sudah berada di depan gumpalan awan hitam yang mereka perkirakan adalah sumber masalah. Kakashi menyuruh Rin untuk mengurung awan jingga itu sedangkan Kakashi yang akan menghancurkannya dengan kekuataanya yang bernama chidori.
Zlaaaappp…! Zuuuubb… zuuuubb…!
Rin melesak zig-zag mengelilingi pusat awan jingga itu untuk dia kurung dengan cahaya hijau yang menguar dari telapak tangannya. Setelah berhasil mengurung awan jingga itu, Kakashi segera membuka penutup matanya untuk mengaktifkan mangekyo sharingannya agar memudahkannnya untuk mengetahui dimana titik pusat awan jingga itu berada.
"Menjauh rin!'' perintah Kakashi yang pada saat itu telapak tangannya mengeluarkan kilatan petir.
Wuuutt…! Rin segera melesat menjahui Kakashi. Ia berubah menjadi cahaya merah keabu-abuan seperti bintang kecil. Pada saat itu juga Kakashi menghantam keras pada pusat gumpalan awan sejuk.
Woooooossssszzzz…! Chiiidoooriiii…! Deeeepp…
Blegaaaaaaaarrrrr…!
Luar biasa besarnya dentuman dahsyat yang terjadi saat itu. Awan jingga segera berubah menjadi abu-abu, makin lama semakin gelap. Langit bergetar bagaikan mau runtuh saat itu juga.
Mereka yang ada dibumi melihat perubahan awan jingga menjadi hitam sebagai tontonan yang mengagumkan. Mereka tidak tahu bahwa mereka saat itu baru saja diselamatkan dari ancaman kepunahan. Mereka bertepuk tangan dan tertawa-tawa menyaksikan perubahan cuaca yang cukup drastis itu. awan yang menjadi hitam, lambat laun berubah menjadi putih dan langit menjadi terang kembali.
Kakashi dan Rin berhasil memusnakan awan jingga itu. Mereka melesak kembali ke bumi dimana orang-orang yang berada di rumah Sakura telah menunggu mereka berdua. Kini masalah awan jingga telah terselesaikan. Dan kini tinggal satu masalah lagi yang harus mereka urus yaitu menyelamatkan Putri Sakura dari kelompok hitam Akatsuki.
.
.
.
.
"Ck, kurang ajar si Hatake sialan itu.'' geram seorang pemuda berambut hitam yang saat itu sedang menatap perubahan langit. Tampaknya dia sangat geram kepada Kakashi yang berhasil melumpuhkan awan jingga yang dia buat.
"Rupanya kau kalah lagi Tobi atau bisa juga dipanggil Obito.'' Ejek temannya yang kebetulan berada disampingnya.
"Tch.'' Orang yang dipanggil Tobi atau juga Obito mendecih sebal kepada rekannya itu.
"Jangan pernah memanggil namaku seperti itu. bagiku Obito sudah lama mati.''
"Hahahaha.'' Madara tertawa sejenak. Hingga wajahnya berubah menjadi serius. "jadi, apa yang akan kau lakukan selanjutnya. Kau tahu kan malam ini tuan Orchimaru akan melaksanakan rencananya. Jadi kita semua harus bersiap-siap.''
"Hm.''
Madara pergi menjauhi Tobi. Membiarkan rekannya itu sendiri dengan pikirannya. Dia tahu rekannya itu sangat membanci Kakashi Hatake lantaran gadis yang dia sukai itu lebih memilih Kakashi dari pada dirinya. Padahal bisa dibilang dulu mereka adalah sahabat sejak kecil.
Entah karena seorang gadis atau masalah lain, Obito atau Tobi memutuskan hubungan persahabatan mereka dan bergabung dengan kelompok Akatsuki. Obito tidak tahu padahal hingga sampai saat ini, Kakashi maupun Rin berharap Obito kembali ke jalan yang benar dan kembali bersama-sama lagi seperti dulu.
0o0o0o0o
Malam ini Kakashi, Rin, Karin, Shikmaru, dan tentunya juga dengan Naruto mereka akan menyelamatkan sakura. Karin sudah memperhitungkan bahwa malam Ini mereka harus secepatnya menyelamatkan Sakura sebelum Orichimaru melaksanakan rencana jahatnya itu.
Saat itu mereka semua sudah berada di daerah kekuasaan Akatsuki. Mereka menembus lapisan dimensi yang dibuat Akatsuki setelah menghancurkannya terlebih dahulu.
Naruto saat itu telah berubah menjadi Rikudou Sennin atas permintaan Karin. Pertama kali yang melihat perubahan Naruto sebagai Rikudou Sennin adalah ibunya dan juga Karin. Mereka berdua terkesima dengan perubahan besar yang terjadi pada diri Naruto. Karin bahkan sempat bilang bahwa DIA dan Naruto hampir terlihat sama. Khusina memang tidak bisa membohongi bahwa DIA yang dibicarakan adalah Minato ayah biologis Naruto. Dua pemuda yang sangat berarti bagi Khusina.
"Berhenti,'' ucap Karin tiba-tiba dan membuat semua orang disitu pun berhenti. Mereka menatap Karin bingung begitupun juga Naruto. Naruto yang sedari tadi menahan emosinya hanya bisa megernyit tidak suka.
"Kenapa kita berhenti disini Karin?'' tanya Naruto geram.
"Jangan gegebah Ji-San. Ingat pesanku dari awal, kita tidak bisa sembarangan untuk bertindak.''
Naruto memejamkan matanya mencoba menenangkan gemuruh hatinya yang tak sabar ingin menyelesaikan masalah itu. Rin yang mengerti mencoba mengelus punggung Naruto lembut. Setelah merasa lebih tenang, Naruto pun berbicara dengan suara pelan.
"Ya aku ingat pesanmu. jadi kita harus bagaimana.''
"Sebelum itu, aku ingin kita menjadi dua kelompok. Rin dan Kakashi-San kalian berjaga diluar goa sedangkan aku, Ji-San dan Shikamaru akan masuk kedalam mencoba menyelamatkan Tuan Putri Sakura. kita tidak tahu bahaya apa yang kita hadapi. Tapi yang jelas jika setelah salah satu diantara kami menemukan Putri Sakura, kita harus secepatnya membawa pergi dari tempat ini,'' jelas Karin panjang lebar. Semua mengangguk mengerti.
Dan tanpa membuang waktu lagi Karin, Naruto, Shikamaru segera masuk kedalm goa itu sedangkan Kakashi dan Rin berjaga-jaga diluar.
"Berhati-hatilah,'' ucap Rin khawatir. Karin mengangguk mengerti.
Sedangkan Sakura yang dicari saat itu sudah dipindahkan di dalam sebuah kamar yang berukuran sedang dengan penerangan cahaya minim. Sakura terbaring di sebuah ranjang yang cukup besar. Sakura saat itu masih tidak sadarkan diri atau lebih tepatnya dia di bius.
Sakura berbaring diatas tumpukan bunga-bunga Sakura yang entah siapa melakukannya itu disebar di atas ranjang dengan tubuhnya yang hanya dililitkan kain putih bersih panjang. Orichimaru memandang nafsu ke arah Sakura yang lemah tak berdaya seperti itu. Dengan perlahan tapi pasti dia membuka pakaiannya satu-persatu. Menyisakan hanya celana panjangnya.
Dia merangkak ke atas tubuh Sakura tanpa menghimpitnya. Dia memandang sejenak anak berdarah hitam itu. dia memandang mulai dari wajah hingga kebawah hatinya sedikit memuji betapa cantiknya gadis yang berada di bawahnya itu. Sebuah obyek yang sangat menarik untuk diperhatikan.
Pertamanya Orichimaru mengelus lembut lengan Sakura memekai tangan kanannya sedangkan tangan kiri di jadikan sebagai penopang tubuhnya. Sambil mengelus lengan itu ia memperhatikan wajah cantik itu sekali lagi. Mata hitam itu memandang wajah bersih bak pualam hingga tatapan itu berhenti di bibir mungil sang gadis. Bibir mungil yang ranum dan merekah basah membuat hati lawan jenisnya berdebar ketika memandangnya.
Tercium oleh hidung Orichimaru aroma wangi khas bunga Sakura yang menyebar kemana-mana. Aroma wangi itu keluar dari tiap-tiap pori tubuh gadis musim semi yang membuat dia tidak bosan akan wangi itu.
"Kau akan menjadi milikku Tuan Putri,'' Ucapnya pelan. Orichimaru menyeringai jahat sambil mengangkat sedikit dagu Sakura untuk diciumnya.
"…"
"…"
"…"
Tbc
.
.
.
A/N:
Huaaaa apa-apaan itu #nunjuk-nunjuk atas khukhukhukhu
Maafkan saya membuat cerita ini lebih aneh lagi. habis otak ini tidak mau bekerja sih #ditabokpakaiduit
Wkwkwkwkwk. Yup maafkan saya karena tidak ada lemon untuk chapter ini lantaran aku pisah. jadi chapter depannya baru ada lemon. Tenang saja orichi gak bakal nodain sakura kok. Kan sakura hanya punya naruto. jadi punyaku juga gak papa #dishanarosakura. :p
Yoshhh saatnya balas review :
Ikhwan Namikaze: senpai maafkan diriku tidak ada lemon di chap ini lantaran aku misahin untuk chap depan.#bungkuk-bungkuk
Ini dah update baca and review laginya senpai ^^
Namikaze Uzumaki Hendrix Ngawi: arigatou dah baca dan suka sama cerita gaje ku ini ^^
Ini dah update review laginya ^^
Terminator : ini dah lanjut. Review laginya ^^
Kagawa : ah maaf senpai belum ada lemon, untuk chap depan dipastikan ada lemonnya.
Untuk lemonnya tenang ja tidak akan vulgar kok ^^ review laginya
Cicikana : belum ngertinya? Saya sendiri ja gak ngerti bwahahahah #plakkk
Ini dah lanjut ^^ review laginya
Azzaqiyy : semoga pertanyaanmu terjawabnya di chap ini ^^ azzaqiyy-san.
Ini dah lanjut review laginya ^^
Uye :
Ini dah update review laginya ^^
Lily Tsuki to Hoshi : ini dah update senpai ^^ review laginya ^^
Dan terimakasih juga untuk masukkkannya. Iya aku akan lebih teliti lagi. arigatou senpai ^^
Adityaisyours : ah makasih dah baca cerita gajeku ini. kamu suka wah aku jadi senang :D
Ini dah update ^^ riview laginya ^^
.
.
Oke gak banyak cingcong. Silahkan keluarin saran, kritik, untuk review di chap ini.
See you next chap ^^
Keep or delete?
