Terima kasih atas banyaknya view dan review yang diberikan untuk fic ini. Saya tidak menyangka jika kembalinya saya dari setahun hiatus fanfic sudah membawa saya sejauh ini. Sekali lagi, terima kasih atas dukungannyabpada saya di minor fandom ini. Kalian semua memang terbaik!
.
BoBoiBoy, the characters, and every settings involved belongs to Monsta Studio.
Genre: Humor/Sci-Fi
Rate: T
Starring: BoBoiBoy and Fang!
Warning!
This fic may cause you to nosebleed because I am sure the fujoshis of Fang and BoBoiBoy who read this are too damn high. But no, I would never give you yaoi or shounen-ai just because of their affairs. Enjoy reading.
.
SoniCanvas presents...
.
Grown-ups Chaos!
Too Stressful to Sleep, Too Lazy to Work
Mari kita lihat rumah Fang dimana dirinya sudah mengenakan piyama untuk segera tidur. Namun saat lelaki bersurai ungu itu mulai melepaskan kacamatanya, terdenhar suara bel pintu yang berbunyi.
TING TONG!
"Nggh...apa lagi maunya si topi oranye itu? Aku mau istirahat..." gumam Fang kesal hingga akhirnya berpasrah untuk berjalab ke pintu rumahnya.
"BoBoiBoy, harus berapa kali kukatan aku tak mau melihat wajahmu-"
Tak disangka, pintu yang dibukanya menampakkan sosok lelaki bertopi oranye dan robot bola kuning mungilnya.
"Ah, ada Ochobot juga. Kalian mau apa? Aku mau istirahat!" ucap Fang sinis.
"Kami terpaksa harus singgah di tempatmu untuk sementara." jawab Ochobot. "Sesuatu yang aneh menimpa seluruh Pulau Rintis dan hanya kau di kota ini yang tidak terpengaruh."
"Apa maksudmu tidak terpengaruh? Kau lihat aku dan BoBoiBoy. Apa kami masih anak kecil?"
"Bukan itu maksudku. Aku jelaskan nanti di dalam. BoBoiBoy juga harus segera istirahat sebelum dia membakar rumahmu."
Fang terdiam sejenak. Sebenarnya Ia tak ingin BoBoiBoy kembali mengacau setelah apa yang terjadi di rumahnya, namun Ochobot punya sesuatu yang sangat penting untuk diceritakan dan pasti juga akan membahayakan dirinya dan BoBoiBoy.
"Baiklah. Silakan masuk, Ochobot." kata Fang membuka pintunya lebar. "BoBoiBoy, kau tidur di luar!"
"Apa?!" kata BoBoiBoy kaget.
"Aku tak mau melihat wajahmu. Jadi pergilah. Tidur dimana saja."
"Itu tak adil!"
"Bisakah kalian berhenti bertengkar dan masuk ke dalam?!" ucap Ochobot kesal. "Kalian berdua dalam bahaya, jadi hentikan pertengkaran kalian yang kekanakan dan saatnya menggunakan pikiran orang dewasa kalian untuk selamatkan seluruh kota!"
"Tch...jika aku harus berdampingan dengan BoBoiBoy, aku tak mau ikut!" Fang melipat tangannya.
"Jangan bohong. Kau diam-diam malah senang jika BoBoiBoy ada di dekatmu." Ochobot terbang ke arah Fang.
"Itu hanya saat aku panik! Orang berbuat apa saja jika panik!"
"Dan saat BoBoiBoy menemuimu kau panik?"
.
Grook~
Suara dengkuran keras memecah perdebatan Ochobot dan Fang.
"Sudahlah, sebaiknya kita beristirahat. Kita pikirkan lagi besok." robot kuning tersebut mendorong Fang menuju kamarnya sebelum Fang selesai dengan hujatannya pada BoBoiBoy.
.
Keesokan harinya...
Sinar mentari pagi yang cerah menyinari Pulau Rintis dengan indahnya. Bahkan seluruh penduduk bisa merasakan kehangatannya yang memanjakan.
Namun semua berubah sejak BoBoiBoy Api menyerang.
"GAAAAAAAAAAAAAAAAAAH! WAJAH TAMPANKUUUUUU!"
Sebuah teriakan kesal memecahkan suasana pagi yang cerah itu. Tampak seorang lelaki bersurai ungu menatap rambut yang tumbuh di bawah hidung dan dagunya, juga benjolan yang mulai muncul di pipinya.
Teriakan itu mengagetkan robot berbentuk bola kuning yang sedang tertidur lelap. Membuatnya terbang ke arah pemuda tersebut di kamarnya. Namun si robot kuning juga kaget melihat perawakan sosok tersebut.
"Fang, kenapa ayahmu bisa ada di kamarmu?! Bagaimana dia masuk?" dengan panik si robot kuning mengambil panci penggorengan.
"Ochobot, tenang dulu! Aku Fang!" jawab sosok brewokan yang kita ketahui sebagai Fang berusaha menenangkan robot kuning bernama Ochobot.
"Menyingkir!" Ochobot sudah ancang-ancang dengan panci di tangannya.
"Aku Fang. Kau masih ingat dengan pemindaianmu tentang efek pistol-"
BUAK!
Belum selesai Fang bicara, Ia sudah terkapar dipukul panci penggorengan. Ochobot kebingungan dan mulai memindai tubuh yang terkapar di hadapannya untuk memastikan tak terjadi apa-apa.
"Astaga, Fang. Maafkan aku!" Ochobot berusaha menggoyang tubuh Fang, namun tak juga terbangun. Ia pun teringat pada BoBoiBoy yang masih tertidur di sofa karena terlalu perdebatannya dengan Fang. Ia segera terbang turun menuju ruang tamu tempat BoBoiBoy tertidur.
"BoBoiBoy, bangun! Tolong aku bangunka-oh, tidak."
Belum sempat Ochobot menghampiri BoBoiBoy, sudah terlihat sosok BoBoiBoy yang mengenakan jaket biru tertidur pulas di atas bola genangan air.
"Jika ini tentang Fang dan ocehannya, aku tak mau ikut." balas BoBoiBoy melanjutkan tidurnya, yangsepertinya berubah menjadi BoBoiBoy Air.
"Ini akan sulit..." gumam Ochobot. "BoBoiBoy, bagaimana kalau nanti kutraktir minum es susu cokelat spesial di kedai Tok Aba?"
"Kakek tak mengingatku lagi. BoBoiBot juga pasti ada disana. Aku ataupun kau takkan diterima disana."
"Pijat gratis?"
"Papa Zola juga takkan ingat padaku. Kami tak punya pekerjaan lagi."
"Tapi Papa Zola bukan dari Pulau Rintis. Mungkin saja dia masih ingat."
"Aku ragu dengan keputusanmu, Ochobot. Aku tak mau melakukan apapun hari ini..."
Tanpa sadar, ruang tamu tersebut terasa lebih dingin dari biasanya.
"Ayolah. Kau harus bertindak atau kau akan jadi debu besok. Jika kau jadi debu, semua orang lupa padamu dan kau tak bisa dapat susu cokelat gratis setelah ingatan mereka pulih."
BoBoiBoy Air dengan malas turun dari bola airnya dan menghampiri Ochobot, lalu berkata dengan malasnya, "Baiklah, aku akan bangunkan Fang."
Ochobot semakin kaget ketika melihat BoBoiBoy memiliki brewokan yang lebih lebat dari Fang. Namun tanpa perasaan risih, BoBoiBoy Air mengumpulkan seluruh air yang tersedia di kamar tersebut di tangannya dan menyiramkannya pada wajah Fang.
"Gaah!" Fang mendadak terbangun dari pingsannya, namun Ia semakin kaget ketika BoBoiBoy memiliki janggut yang sangat panjang."Demi Dewa Kemakmuran Guan Yu, sejak kapan kau punya janggut sepanjang itu?!"
"Aku sendiri tidak tahu. Kau sendiri juga sejak kapan punya kumis tebal?" tanya BoBoiBoy.
"Kalau aku tahu aku takkan bertanya padamu!"
"Cukup! Aku sudah muak pada kalian!" Ochobot bersusah payah melerai BoBoiBoy dan Fang. "Aku sudah melakukan pemindaian dan kunyatakan aktivitas hormonal kalian sudah semakin meningkat. Jika kita tidak secepatnya mendapatkan penawar, kalian akan mengalami penuaan mulai besok pagi. Terutama untuk BoBoiBoy."
"Aku?" BoBoiBoy menunjuk dirinya."Aku tak masalah jika harus mati besok atau besoknya lagi. Selama aku bisa bersantai itu sudah cukup."
"Aku serius, BoBoiBoy. Kekuatan elemen airmu sudah mempercepat prosesnya. Jika kita tidak bergegas, kalian mungkin akan mati dan terlupakan."
"T-terlupakan?" Fang terdiam. Dalam masa hidupnya Ia ingin sekali menjadi terkenal, hingga BoBoiBoy mengambil alih ketenarannya. Sekarang, siapapun takkan pernah ingat dirinya pernah dilahirkan bahkan jika dirinya telah mati.
"Kalau begitu, kalian saja yang cari Adu Du. Aku sedang tak ingin bertarung dengannya." BoBoiBoy kembali melanjutkan tidurnya. Seketika, kamar Fang menjadi lebih dingin dari sebelumnya.
"Um, Ochobot...apa ini perasaanku saja atau ruangan ini semakin dingin?" tanya Fang pada Ochobot.
Ochobot kembali memindai ruangan tersebut. Sesuatu yang aneh pun terjadi.
"Kekuatan BoBoiBoy Air mengalami peningkatan. Sebaiknya kita melakukan sesuatu sebelum hal buruk terjadi."
"Kita sembunyi saja dulu. Mungkin saja kekuatan barunya tidak berbahaya seperti Api, tapi..."Fang menggigil kedinginan."Jika tebakanku benar, dia akan berubah menjadi BoBoiBoy Es."
"Sebaiknya kita bersembunyi dahulu."
Ochobot dan Fang bersembunyi di bawah ranjang, berharap sesuatu yang baik akan terjadi.
Detik demi detik berlalu, seluruh ruangan perlahan membeku, jendela mengembun, dan suhu ruangan semakin dingin. Mereka perlahan keluar dari kolong ranjang, melihat sosok lelaki dengan hoodie abu-abu panjang beraksen biru langit dan celana biru gelap tertidur pulas di lantai yang ditutupi es. Dan dari kejauhan sangat tampak janggutnya yang semakin panjang.
"Wow, aku seharusnya memanggilnya BoBoiBoy Eskimo. Wajahnya sangat mengerikan." kata Fang melihat wajah BoBoiBoy tertuyupi rambut yang sangat panjang.
"Cukup basa-basinya. Waktunya kalian bercukur!" Tanpa rasa bersalah, Ochobot menyeret Fang dan BoBoiBoy menuju kamar mandi.
To be Continued...
