OH Haee minna, di episode kali ini Kei buat Invasinya terjadi hanya oleh Oto dan tidak ada sangkut pautnya dengan Suna karena yang menjadi kage masihlah Ayahnya Gaara (Lupa namanya :v)

Dan tentang Typo diChap kemaren Kei minta maaf :v seharusnya itu jutsu Fuuton, kenapa Kei ga Repost ? karena bila di repost bakal ada yang ngeFlame(Coeg, selama ini belom ada yang ngeFlame KHD coyy)

Dan satu lagi, soal Update buat KHD kayaknya kei ga bisa nentuin kapan Update deh, sekolah Fullday cukup merepotkan buat kami para Author, belum jam pulangnya, belum juga Tugas tugasnya T-T so untuk kalian para Readers mohon bersabar untuk menunggu Updatenya Kawatta Hito Dato^^

Kawatta Hito Dato

Main Cast : Naruto U., Yuuki

Pair : Naruto x Yuuki

Warning : Strong!Naru, Smart!Naru OC, OOC, Gaje, Kenjutsu!Naru, Newbie author, alur kecepetan, ETC

Alwais on Naruto side's

Summary : Naruto ninja konoha yang dikucilkan oleh keluarganya sendiri karena ramalan dari petapa katak yang mengatakan bahwa suatu saat ada yang akan menjadi hambatan untuk berkembangnya Menma, pada saat itu Naruto mulai berubah ?

Dont like Dont Read

.

.

.

Pagi yang indah untuk memulai aktivitas, langit yang cerah serta kicauan merdu dari burung burung gereja yang berterbangan bersama teman temannya di langit dengan bebasnya

Yuuki, memulai paginya dengan memasakkan sarapan untuk Naruto, sejak kemarin ia sudah mulai bisa memasak berkat Naruto, jadi saat ini ia tidak perlu kawathir tentang makanan karena ia akan memasakkan sarapan, makan siang dan makan malam, seminggu sudah berlalu dan saatnya untuk Naruto kembali ke medan pertempuran untuk menjadi Chunin namun bukannya semangat orang yang sedang dibicarakan ini malah dengan santainya menatap Yuuki yang sedang memasak sarapan untuk mereka

Setelah selesai dengan acara memasaknya Yuuki langsung membawa makanan satu persatu keatas meja makan, Naruto memperhatikan Yuuki lekat lekat dan tentu saja hal itu membuat Yuuki sedikit merasa risih dengan kelakuan Naruto yang 'mendadak' ini "Etto, Naru-Kun ? ada masalah ?"

"Hm ? Tidak ada kok, hanya saja entah kenapa kau terlihat berbeda pagi ini hmmmm..." ucap Naruto sambil kembali menatap Yuuki lekat lekat mencoba mencari sesuatu yang berbeda dengan Tunangannya yang satu ini 'Ah sudahlah' batinnya menyerah lalu mulai melahap sarapannya dengan tenang. Walau baru pandai memasak namun rasa yang Yuuki hasilkan tidaklah buruk bagi seorang pemula 'Ternyata aku berbakat menjadi guru'

Kini jam dinding sudah menunjukkan jam 7.23 dan beberapa menit lagi pertandingan semi final akan dimulai

Skip Time (Sama kayak Cannon)

BOOM!

Ledakan besar terjadi ditengah tengah desa dan itu sukses membuat perhatian semua orang pecah, mulai dari Jinchuriki Ichibi yang sepertinya akan lepas kendali lalu sekarang ada penyerangan ? semua Jounin yang tidak bertugas langsung melesat untuk mencari penyebab dari ledakan itu sedangkan beberapa pasukan Anbu langsung turun untuk mengefakuasi warga untuk mencegah adanya korban jiwa

"Hokage-Dono ?"

"Hm, sepertinya ada yang menyerang" Ucap Minato sambil berdiri dari duduknya, kelima kage itu langsung dikelilingi oleh pengawalnya masing masing sebagai tindakan pencegahan, walau sebenarnya para kage lebih kuat dibanding para pengawal.

Sedangkan Naruto kini sudah tidak ada dibangku penonton tanpa sepengetahuan seorangpun, ia langsung melesat kembali keapartemennya untuk melihat keadaan Yuuki yang sedang berada disana, Naruto takut bila sesuatu yang buruk akan menimpa Yuuki, penyerangan ini terjadi begitu saja, beberapa menit yang lalu semuanya masih berjalan dengan normal sampai akhirnya ledakan besar itu terjadi

"KYAAAA~" Naruto mengalihkan pandangannya kekanan dan melihat seorang wanita yang sedang menggendong anaknya yang akan tertimpa reruntuhan bangunan

BZZT!

Hap~

BZZT!

Dengan cepat Naruto berpindah tempat untuk melindungi wanita itu dan berpindah lagi ketempat yang lebih aman untuk berlindung "Kau tidak apa apa Obaa-San ?"

"Hm, A-Arigatou, Naruto-San"

"Hn, Douittashimasta, Obaa-San jangan meninggalkan tempat ini oke ? dan aku mohon untuk tidak membuat suara yang keras"

Wanita itu hanya mengangguk sebagai jawabannya, Naruto tersenyum tipis lalu mengusap puncak kepala gadis kecil yang berada dipelukan wanita itu sebelum akhirnya pergi meninggalkan kedua orang itu dan kembali mencari keberadaan Yuuki yang sedang ia kawathirkan saat ini

BRAAK!

Setelah sampai diapartemennya Naruto langsung mendobrak pintu depan dengan keras dan langsung masuk tanpa mengucapkan salam, dari dapur hingga pekarangan belakang rumah Naruto mencari ia sama sekali tidak mendapati keberadaan Yuuki, Nihil...

Tinggal satu tempat yang Naruto belum periksa saat ini, "Rumah sakit" sekali lagi Naruto melesat dengan cepat menuju ke rumah sakit untuk mencari Yuuki, namun ada lagi yang menjadi penghambat, tiga ninja berHitai ate bunyi menghadangnya untuk bergerak lebih jauh lagi 'Ck! Sialan!' makinya dalam hati, dengan cepat ia mencabut ketiga pedangnya dan langsung melesat kearah tiga ninja Otogakure dan ketiga ninja Otogakure itu juga langsung melesat kearah Naruto dengan Kunai dimasing masing tangan kirinya

Trankk!

Trankk!

Naruto menangkis dua serangan dari arah kiri dan kanannya dengan kedua tangannya, sedangkan Ninja Oto yang masih bebas langsung melompat dan menyerang Naruto dari atas namun dapat dihindari olehnya dengan cara melompat kebelakang sambil menghempaskan kedua ninja yang menyerangnya dari arah yang berlawanan tadi

Katon : Endan

Katon : Gokakyou No Jutsu

Fuuton : Reppushou

Boom!

Ketiga ninja oto itu langsung menyerang Naruto dengan tiga jutsu yang berbeda, dimulai dari serangan api dan ditambah oleh angin yang membuatnya semakin membesar dan langsung meledak kala serangan itu mengenai Naruto telak, mengira Naruto sudah tidak bisa melawan lagi, ketiga ninja Oto itu langsung berbalik arah

"Heh, kukira Ninja Konoha itu Kuat tapi-"

Yaki

Ucapan ninja oto itu langsung berhenti saat ia mendengar suara, mereka bertiga langsung membalikkan badannya dan membelalakkan matanya saat Naruto masih berdiri tegak didalam api

Oni Giri

Wushh~

Sreet~

Blaar~~

"Aaaarggghhh"

Naruto Ryuunosuke langsung keluar dari kobaran api dan menyerang ketiga ninja oto itu saat sedang lengah, tak memperdulikan mereka yang sebentar lagi akan gosong ditelan kobaran api dari tebasan liar Naruto, ia langsung melesat untuk ke Rumah sakit, tempat terkhir yang ia pikirkan dimana Yuuki akan berada. Naruto sempat melihat Minato serta Hiruzen atau Sandaime-Hokage sedang bertarung dengan Orochimaru, dan Hasirama dan Tobirama dengan kata lain, mereka berdua kini sedang melawan tiga ninja yang hebat sekaligus, namun bukannya Hokage pertama dan kedua sudah lama meninggal ? dan kenapa pula mereka memihak Orochimaru ?

Namun Naruto yakin, walau yang mereka lawan adalah para pendiri konoha namun bukan berarti Kiroi Senko dan The Professor tidak bisa melawannya, kekuatan dari generasi lama memang kuat, namun generasi sekarang juga tidaklah main main. Menghiraukan pertarungan yang terjadi, Naruto malah memfokuskan dirinya untuk mencari keberadaan Yuuki [A/N : semua kejadian dibelakang Naruto terjadi layaknya di Cannon]

Bzzztt!~

Naruto tidak tahu pasti kenapa ia sempat lupa menggunakan jutsu 'Keren'nya ini namun yang pasti ia sangat merutuki dirinya tentang kebodohannya yang kadang kumat disaat saat yang tidak tepat seperti ini, harus berlarian dari stadion ke apartemen dan berlari lagi hingga ketemu musuh yang merepotkan tapi mempunyai jutsu teleportasi yang lebih instan ? Bi*ch Please

Bzzzt!~

"YUUUUUKIIII!~"

Naruto berlarian sambil memanggil nama Yuuki disepanjang koridor mencoba membuat Yuuki berteriak juga agar kekawathirannya sedikit melega namun bukannya ada yang menjawab Naruto merasa ada yang memegang bahunya "Kururu-San ?" Kururu Shiyama adalah perawat dirumah sakit yang sedikit dekat dengan Naruto karena suatu hal

"Yuuki-Chan sedang mengobati pasien di Ruang Gawat Darurat" jelasnya membuat Naruto bernafas lega

Nyuut

"Ittai, kamu kenapa sih Kururu-san ?"

"Jangan berteriak di rumah sakit baka, dan juga sudah kukatakan untuk memanggilku dengan Suffix-Chan" gerutunya, Naruto hanya mampu tersenyum kaku, setelah berpamitan dengan Kururu dan menitip pesan ke Yuuki, Naruto kembali terjun kemedan pertempuran untuk mencari warga yang terjebak, disandra dan lain lainnya, ia tidak tahu pasti yang mana yang terburuk namun yang akan lebih baik bila tidak ada dari satu kemungkinan itu terjadi

Naruto melesat kesana kemari mencoba untuk menemukan warga yang dalam masalah namun hasilnya nihil, syukurlah semua warga sudah dievakuasi oleh para Anbu "Are ?, Kabuto-San ?" ucapnya bingung saat melihat Kabuto sedang mengawasi pertarungan antara Minato dan Orochimaru sambil menyeringai.

!

"Sialan"

Naruto Pov

"Sialan" umpatku saat baru sadar tentang siapa sebenarnya si Kabuto ini, pantas saja ia terlihat sedikit aneh, ternyata dia adalah mata mata Orochimaru, Ck! Kenapa tidak ada yang menyadari hal ini.

Bzzzt

Aku langsung muncul tepat didepannya dengan ketiga katana yang sudah siap untuk menebas leher keparat yang satu ini. Kulihat dari ekspresi wajahnya, ia sedikit terkejut dengan kedatanganku namun refleksnya sangat tajam hingga tebasanku hanya mengenai angin lalu, ia melompat kebelakang

Kembali aku langsung mengejarnya yang sudah berdiri di lapangan dengan senyum Psyco yang tertampang dengan jelas diwajah anehnya, "Kau, Sialan kau mata matanya Orochimarukan ?" ucapku geram, sedangkan dia hanya tertawa tertahankan, apa apaan reaksinya itu. Baiklah akan kubuat dia merasakan bagaimana sakitnya bila ditebas oleh ketiga katana berkilapku ini

Wush ~

Trankk!

Aku menangkis serangannya dengan kedua katanaku yang kusilangkan didepan, dia kembali menyeringai saat pandangan kami bertemu, cih sialan. "Hoo, tak kusangka kau begitu kuat eh ? Naruto-Kun" ucapnya mengejekku

"Hn, dan kau juga lumayan untuk sebagai pembantu" ucapku balik mengejek,setelah pedang ku dengan kunainya mulai meregang sedikit aku langsung menghempaskan kunainya guna memisahkan tubuh kami. kami berdua sama sama melompat kebelakang dan memasang kuda kuda bertahan

Fuuton : Dai Kamaitachi No jutsu

Normal Pov

Fuuton : Dai Kamaitachi No jutsu

Kabuto menghembuskan angin puyuh raksasa kearah Naruto dari mulutnya, sedangkan Naruto hanya tersenyum tipis saat melihat serangan yang dikeluarkan kabuto untuk melukainya, dengan perlahan Naruto memasukkan kedua katana yang ia pegang lalu mengambil Wado Ichimonji dari mulutnya

Itoryuu : Yakkodori

Serangan Kabuto langsung terbelah dua saat serangan yang Naruto keluarkan bertebrakan dengan jurusnya, namun tidak sampai disitu saja, serangan yang tercipta dari tebasan Vertical Wado ichimonji Naruto masih mengincar tubuh Kabuto hingga membuat sang lawan membulatkan matanya

Jraaassshh!

Tak mampu menghindar, Kabuto harus merelakan dirinya terkena serangan yang diluncurkan oleh Naruto, "Hoo. aku masih ingin melawanmu, Sangat ingin malahan namun sepertinya Orochimaru-Sama sudah melaksanakan misinya dengan baik, jadi... Selamat tinggal Naruto-Kun"

"He-"

Boft~

Naruto tidak sanggup melanjutkan kata katanya kala Kabuto menghilang ditelan asap yang entah darimana adanya. Terkadang disaat saat seperti inilah Naruto merasa kesal, musuh yang seharusnya ia tangkap atau bunuh melarikan diri dengan sangat mudah layaknya menghindar dari kejaran bayi kecil berumur tujuh bulan. Naruto tahu Kabuto bukanlah ninja yang dapat dianggap remeh, selama ini hanya dialah yang mampu melarikan diri dari teknik Santoryuu milik Naruto dengan sangat mudah.

Bahkan Jounin atau Missing Nin yang ia hadapi tak mampu berkutik bila sudah mendengar nama Santoryuu lagi. Naruto yakin, bila Kabuto saja sudah bisa membuatnya kesal apalagi Orochimaru yang notabenya pemimpin Kabuto pasti memiliki kekuatan yang sangat-sangat merepotkan, menghelak nafas sejenak Naruto kembali menghilang dari tempatnya berdiri

Mungkin benar bahwa Naruto memiliki dua guru yang sangat hebat, namun bukan berarti Naruto akan menjadi sangat kuat, usianya masih sangat muda untuk mampu mengalahkan ninja sekelas sannin seperti Orochimaru, tidak ada yang mustahil, suatu saat nanti pasti akan ada orang yang mampu menandingi –bahkan mampu melampauhi kekuatan para kage, dan Naruto akan menjadi pertama dan terakhir yang mampu melakukannya

...

Invasi sudah berakhir, tidak ada korban jiwa dari warga sipil. Namun Naruto harus menelan bulat bulat kepahitan yang menimpanya, Gekkou Hayate sang jounin pendapingnya harus mengangkat kaki dari dunianya dan menempati dunia baru serta Hiruzen Sarutobi yang harus tewas ditangan muridnya sendiri, Orochimaru. Naruto sangat sangat dilanda kesedihan saat ini, hujan yang turun dari langit bagaikan turut sedih dengan pemakaman Gekkou Hayate yang masih berlanjut, kini giliran Kakashi yang akan menyampaikan beberapa kata dari hatinya yang memberontak ingin diucapkan

'Aku tidak dapat mengatakan hal yang mampu membuat hatiku kembali cerah seperti saat Hayate-Sensei masih bernafas seperti kita semua, Dia adalah pria yang Luar biasa, seorang pendekar kenjutsu yang menjadi Jounin pendampingku ini sangat sabar menghadapi ujian ujian yang diberikan Kami-Sama padanya. Karena itu aku menjadikannya sebagai sosok idola yang akan kuikuti jalan hidupnya

Mungkin tidak banyak dari kalian yang mengetahui bahwa Hayate-Sensei mempunyai kekasih yang ditinggal pergi, namun tidak bagiku. Kami bertiga selalu makan malam bersama bila habis menjalankan misi, beliau tampak sangat senang akan hal itu. Senyum cerahnya bagaikan obat penawar kelelahan pribadiku.

(Naruto memandang keatas)

Hayate-Sensei, terima kasih untuk semua waktu dan kebahagiaan yang kau sempatkan untukku, dan gomenasai aku tidak ada didekatmu di saat saat terakhir, tenang saja sebagai gantinya aku akan memastikan kebahagiaan'nya' untukmu'

Naruto meninggalkan tempatnya setelah semua 'Omong kosong'nya ia ungkapkan didalam hatinya, tanpa banyak kata lagi Naruto meninggalkan upacara pemakaman dengan kepala menunduk menandakan bahwa saat ini ia sedang sedih, namun berbeda dengan aura yang menguap dari dalam dirinya yang berwana ungu pekat seakan mengancap siapapun yang mendekat kepadanya. Semua orang bergidik ngeri saat Naruto melewatinya bahkan saat dirinya melewati keluarga Namikaze ia sama sekali tidak membalikkan wajahnya dan itu malah membuat ketiga orang itu semakin takut karena baru kali ini Naruto mengumbar Aura yang sangat mengerikan

Saat ini Naruto sedang makan malam bersama dengan Yuuki, sebagian besar masakan dikerjakan olehnya dan sisanya adalah buatan Yuuki, bukannya tidak suka dengan masakan kekasihnya namun Naruto memang gesit dalam hal memasak, dan Yuuki memang masih pemula dalam hal ini, jadi yah hasilnya Naruto menang banyak daripada Yuuki

Setelah selesai makan Naruto berencana naik kekamarnya untuk beristirahat namun niatnya terhenti saat pintunya diketok oleh seseorang

TOK! TOK! TOK!

Naruto sampai bersamaan dengan Yuuki didepan pintu, sepertinya Yuuki juga berniat untuk membuakakan pintu untuk tamu itu

"Sasuke ?"

"Boleh kita bicara ?"

Naruto langsung mempersilahkan Sasuke untuk masuk kedalam, sedangkan Yuuki pergi untuk membuatkan Teh, Sasuke tidak membuka topik karena Naruto menyuruhnya menunggu Yuuki membuat teh dahulu, setelah sepuluh menit menunggu akhirnya Yuuki datang sambil membawa tiga gelas Teh diatas nampan

"Jadi... Apa yang ingin kau bicarakan ?" tanya Naruto, Yuuki yang duduk didekat Naruto juga menampakkan wajah bingung, dari gerak geriknya sepertinya Sasuke ragu untuk mengucapkannya

"Sebenarnya, anak buah Orochimaru datang untuk mengajakku bergabung dengannya"

Jelasnya hingga membuat Naruto sedikit terperanjat dari tempat duduknya, namun ia segera menstabilkan kembali emosinya dan berucap "Lalu ?"

"Aku berencana untuk mengikuti Orochimaru untuk berlatih, jadi apa pendapatmu ?"

"Jika kau bertanya padaku maka aku akan bertanya 'Kenapa?' hm ?"

"Aku merasa kekuatanku masih belum maksimal maka dari itu aku berencana untuk berlatih selama beberapa tahun, kau tahu ? pelatihan yang diberikan Orochimaru tergolong ekstrim jadi itu dapat membantuku mendapatkan kekuatan secara instan"

Tidak ada yang mengucapkan sepatah kata lagi setelah itu, Naruto masih diam memikirkan suatu hal sedangkan Sasuke menunggu respon yang akan Naruto berikan "Tiga tahun" Sasuke dan Yuuki mengerutkan keningnya saat ucapan 'Tidak nyambung' Naruto tadi

"Tiga tahun dari sekarang, aku akan menjemputmu langsung dari sana. Bila kau menghianat aku takan segan segan untuk membunuhmu"

Ucap Naruto tajam, dan yang anehnya setelah itu mereka berdua malah tertawa kecil, setelah menghabiskan tehnya Sasuke langsung berpamitan kepada Naruto serta Yuuki untuk menemui anak buah Orochimaru yang sedang menunggu didepan gerbang konoha. Naruto serta Yuuki masih belum meninggalkan tempatnya semenjak kepergian Sasuke.

"Yuu-Chan, bisa kau rajutkan satu Syal untukku? . Syal ini sudah mulai mengecil" ucap Naruto menatap Syal merah yang berada ditangannya, namun bukan itu yang Yuuki perhatikan melainkan sesuatu yang berada di leher Naruto. Samar samar Yuuki dapat melihat bekas sisik naga yang sepertinya akan tumbuh dibagian leher Naruto

...

Pagi harinya konoha digemparkan oleh hilangnya sang Uchiha terakhir, berita itu menyebar dari mulut kemulut hingga akhirnya berita itu sampai ditelinga Naruto saat ia tidak sengaja melewati ibu ibu yang sedang ber-gosip-ria, namun seperti yang direncanakan belum ada tim pengejar yang Hokage turunkan. Sepertinya Minato menunggu dirinya untuk masuk kedalam tim pengejar, dengan santai Naruto berjalan menuju ke kantor Hokage, baju abu abu dengan lengan yang panjang serta dilengkapi dengan Syal merah yang terlilit dilehernya membuat penampilannya semakin mirip Ikkemen di novel novel Romance yang pernah Yuuki baca

Seberannya Naruto tidak ingin turut serta mengejar Sasuke yang sudah meninggalkan konoha, namun untuk menghindari ceramah Yuuki ia harus rela untuk memenuhi permintaan sang Hokage, untuk apa juga ia mengejar Sasuke bila ia sudah tahu bahwa Sasuke takkan menghianati konoha dan berpihak pada Orochimaru ? semua itu hanya akan menyianyiakan waktu berharganya, tapi sebagai ninja konoha ia juga diwajibkan untuk menuruti perintah dari Hokage, walau itu hal yang mustahil sekalipun

Cklek!

Hal pertama yang Naruto lihat adalah para rockie yang sudah berkumpul untuk mengejar Sasuke, namun sepertinya Naruto tidak melihat Shino ? entahlah mungkin ia sedang menjalani misi atau semacamnya

"Jadi semua sudah berkumpul ?" Minato membuka topik "Biar kutanya, apa ada yang sudah mengetahui Sasuke meninggalkan konoha ?" tanyanya, semua orang terdiam, sepertinya tidak ada yang sempat bertemu dengan Sasuke

"Kalau kau bertanya padaku, maka aku akan mengatakan 'Aku melihatnya', dia meninggalkan konoha tepat jam dua belas malam dan ia bertemu dengan anak buah Orochimaru"

Semua orang terbelalak kaget saat mendengar penuturan Naruto, "Lalu, kenapa kau tidak menghalanginya ?" tanya Menma

"Untuk apa ? itu bukan urusanku" jawab Naruto cuek

"Tapi... Diakan temanmu ?"

"Entahlah, justru karena ia adalah temanku maka aku menghargai keputusannya kan ? bila memang ia bahagia dengan keputusannya, sebagai teman maka aku harus menghargai keputusannya. Bahkan bila aku mati ditangan sahabatku sendiri... Aku rela"

"NARUTO! ITU BUKAN ALASAN YANG BENAR BRENGSEK!" habis sudah kesabaran Menma sampai sampai ia rela membentak adiknya tepat didepan wajah adiknya sambil menarik syal yang melilit leher Naruto. Namun bukannya takut dengan itu Naruto malah tertawa cengengesan sambil mendorong bahu kakaknya itu

"Lalu, apa yang akan kau lakukan ? menghalanginya menuju kebahagiaan atau malah membiarkannya mengejar mimpi serta kebahagiaannya? semua itu ada ditangan kalian. Bila kalian memang merasa sebagai 'Teman' Sasuke, maka jangan menghalangi jalannya menuju kebahagiaannya namun jika tidak..."

Naruto menatap semua Shinobi dan Kunoichi yang berada didalam kantor Hokage itu

"... Mungkin kalian bisa membuatnya merasa sedikit nyaman berada dikonoha, tapi untukku TIDAK! Sasuke adalah Sasuke dan pilihannya tidak akan kuganggu gugat karena itulah arti teman yang sebenarnya"

"Semuanya ada ditangan kalian" semuanya terdiam saat mendengar penuturan singkat dari sang Yondaime Hokage, Minato.

BUGH!

"Aku akan mengejar Sasuke, mari Teman teman" ucap Menma usai meninju rahang Naruto dengan kerasnya lalu ia meninggalkan kantor Hokage dan diikuti satu persatu oleh para Rockie kecuali Kunoichi yang masih setia berdiri dikantor Hokage.

"Kenapa kau tidak menghindari pukulan Menma ? Naruto-Kun ?" ucap Ino kawathir

"Kenapa ? entahlah, kurasa aku memang layak mendapatkannya lagipula ucapanku itu hanya sebatas Provokasi buat mereka untuk mengalahkan para pengawal Sasuke, Ino-Chan, Sakura-Chan, Hinata-Chan, Tenten-Chan." Lirih Naruto. Naruto tersenyum sejenak kepada kunoichi kunoichi disana lalu perlahan mulai berdiri dari duduknya. Naruto masih sedikit merasakan pipinya bengkak ditinju oleh Menma namun ia tak memperdulikannya

Ia memberikan sepucuk suran untuk Minato dibacanya, sejenak Naruto menunggu Minato selesai membaca suratnya, setelah selesai membaca surat itu Minato langsung menatap Naruto lekat lekat seolah olah berkata 'Kau Serius ?' dan Naruto tentu saja langsung menangkap apa yang Minato berusaha katakan dan dengan anggukan singkat Naruto menjawab pertanyaan Minato

Menghelak nafas sejenak Minato hanya bisa pasrah tentang hal ini, dan tentu saja membuat Naruto langsung senang dibuatnya, senyum sumrigah terpancar cerah diwajah tampan Naruto. Dengan hati yang berbunga bunga Naruto menghilang dari tempatnya dan kembali muncul di rumahsakit tepatnya didepan pintu ruangan milik Tsunade Senju, tempat dimana Yuuki sedang berada, sama halnya dengan Naruto Yuuki juga sedang meminta izin kepada Tsunade

TOK! TOK! TOK!

Setelah mengetuk pintu tiga kali Naruto langsung membuka pintu secara perlahan dan dapat ia lihat, kini Tsunade, Yuuki dan Shizune kini sedang berada di satu ruangan yang sama, sepertinya Tsunade masih menimbang nimbang permintaan Yuuki, namun ia juga tidak memiliki hak untuk melarang Yuuki tentang yang satu ini. "Kau yakin" tanyanya sekali lagi dan sekali lagi, Yuuki menganggukkan kepalanya dengan cepat hingga membuat sang Sannin itu menghelak nafas dan memberi izin

Sama halnya dengan Minato, Tsunade juga tidak rela memberi izin kepada mereka berdua untuk meninggalkan konoha, namun apa daya ? keputusan mereka berdua sudah bulat hingga akhirnya mereka berdua diberi izin oleh Hokage dan Shisounya "Jadi, kapan kalian berdua pulang dari kerajaan yokai ?" tanya Shizune

"Tiga tahun lagi Shizune-Nee, setelah itu kami berdua akan kembali lagi ke konoha" ucap Yuuki "Kau tahu ? Naru-Kun sudah tidak tahan untuk tidak menyentuhku. Jadi kami memutuskan untuk melakukannya dikerajaan Yokai sebagai yang pertama" bisik Yuuki tepat disamping telinga Tsunade dan Shizune sambil tertawa cekikikan berbanding jauh dengan Tsunade dan Shizune yang sudah memerah

"Yuu-Chan, Kau tahu kalau aku sedang lapar pendengaran dan penciumanku jadi tajam bukan ?" Naruto langsung menghentikan bualan yang disebarkan Yuuki dengan mengatakan bahwa dia mendengar apa yang Yuuki katakan "Dan kau bahkan tidak membiarkanku makan lebih dari dua piring pagi tadi jadi berhenti menyebarkan aib palsu tentang diriku" ucap Naruto dengan sabar masih dengan wajah tenangnya sedangkan Yuuki hanya tertawa pelan dengan wajah innocentnya

Naruto dan Yuuki membungkukkan badannya sebelum akhirnya meninggalkan tempat dengan jurus teleportasi milik Naruto, dan kini tujuan mereka adalah kembali ke kerajaan Yokai dan berlatih selama beberapa tahun untuk mengalahkan sang Sannin Orochimaru

TBC