DISCLAIMER

Naruto dan semua karakter selain Ooc, bukanlah kepunyaan saya.

.

WARNING

Overpower naru! Gaje! Ooc Naru! Dan sebagainya...

.

PAIR

RAHASIA!

.

Chap. 7 ~bangkitnya para dewa purba~

.

Just enjoyyy

.

Sumeria...,...,merupakan sebuah peradaban kuno di Mesopotamia selatan yang pada masa ini terletak di selatan Irak, selama masa Chalcolithic dan Abad Perunggu Awal. Meskipun spesimen-spesimen terawal di daerah ini tidak lebih jauh dari sekitaran tahun 2500 SM, sejarahwan-sejarahwan modern berpendapat bahwa Sumeria ditinggali secara permanen dari sekitaran tahun 5500 hingga 4000 SM oleh orang orang non Semit yang berkomunikasi menggunakan Bahasa Sumeria (yang menggunakan nama kota-kota, sungai-sungai, pekerjaan, dsb.

Selain itu, menurut beberapa buku sejarah yang ada, telah menuliskan bahwa adanya sebuah budaya kuno tersembunyi yang mendahului peradaban Sumeria ribuan tahun sebelumnya. Sekitar 500.000 tahun yang lalu, sekelompok 'makhluk langit' turun ke planet bumi untuk meningkatkan populasi dan budaya sehingga membentuk masyarakat yang lebih damai untuk memajukan peradaban

Menurut para ahli Taurat Sumeria, banjir disebabkan oleh makhluk ilahi yang disebut Annunaki atau Annanage. Sarjanawan alternatif meyakini mereka berasal dari luar Bumi. Mitologi ini pertama kali terlihat dipuncak gunung, sebuah tempat yang disebut Kharsag. Dimana mereka membantu peradaban manusia dan mengajarkan manusia cara bertani dan berbagai seni. Kemudian mereka menghancurkan umat manusia dengan mendatangkan banjir karena dianggap telah lalai.

Pada umumnya tidak disebutkan nama, tapi diidentifikasi bahwa mereka adalah para pemimpin Annunaki yang dipuja sebagai dewa dalam banyak budaya awal di Timur Tengah dan tahun-tahun berikutnya. Banyak orang mengklaim mereka sebagai nenek moyang suku Sumeria, terkadang disebut pahlawan kelompok dewa. Kemudian muncul dalam tradisi agama Mesir dan disinggung melalui tata letak simbolis sebuah kompleks rahasia bawah tanah berdekatan dengan piramida di Giza.

Setelah semua pembahasan tersebut, lalu munculah sebuah pertanyaan. untuk apa kita membahas hal ini?

Yahhh.. Tentu saja hal tersebut berhubungan dengan sang tokoh utama kita dalam fanfic ini,,,,,siapa lagi kalau bukan si rambut kuning tai...'Naruto'.

Seperti yang ada pada pembahasan di atas, saat ini Naruto sedang berada di sebuah hutan belantara yang terletak di ujung selatan Irak. sebuah hutan yang merupakan salah satu dari hutan paling angker di dunia selain hutan Aokigahara yang ada di Jepang. (Fiksi)

Menurut beberapa penduduk setempat, hutan ini kerap di jadikan sebagai tempat pemujaan yang melibatkan pengrobanan nyawa bagi para penganutnya. Tidak ada yang tau seperti apa jenis pengorbanan yang telah dilakukan di tempat ini. Namun berdasarkan penemuan yang telah di temukan oleh para arkeolog yaitu sebuah artefak altar yang terbuat dari perunggu dengan dipenuhi oleh berbagai macam lukisan penyiksaan, telah membuktikan bahwa hutan ini benar-benar salah satu tempat pemujaan paling mengerikan yang perna dilakukan oleh bangsa nenek moyang Sumeria sejak hampir stengah juta tahun yang lalu.

Lalu, untuk apa pemeran utama kita berada di dalam hutan semengerikan ini?!

Tentu saja jawabannya ada pada mitologi itu sendiri!

Saat ini dia sedang berjalan santai menyusuri hutan rindang yang hanya di penuhi oleh berbagai macam jenis Flora dan Fauna dengan ditemani oleh salah satu pengikut paling setianya..,...,.. sang bintang timur Kokabiel.

Mungkin banyak dari kalian yang mempertanyakan,.. 'siapakah Kokabiel ini?'

Jika ada yang menjawab bahwa dia adalah sang Lucifer asli, maka saya akan berikan dua jempol untuk anda.

Jadi bagaimana bisa Kokabiel itu adalah sang Lucifer yang notabenenya adalah seorang Raja Iblis yang dulu perna bertarung melawan Naruto saat dia masih menjadi malaikat?

Tentu saja hal itu tidak akan kujawab! kalau mau tau, selahkan ikuti terus kelanjutan dari fic ini..

Oke, kembali ke cerita...

Dengan pakaian absurd miliknya yang terlihat jelas sangatlah tidak cocok dengan lingkungan saat ini, Naruto berjalan santai menyusuri hutan tanpa memperdulikan lingkungan ekstrim yang ada disekitarnya.

Mau tidak absurd bagaimana coba... bukannya memakai pakaian yang cocok untuk menjelajahi hutan, dia malah memakai Yukata hitam dengan aksen naga merah di beberapa sisinya.

Sepertinya otaknya itu benar-benar sudah kelewat miring.. -_-!

"Apakah tidak masalah Naruto-sama memakai pakaian seperti itu di lingkungan seperti ini?" Tanya Kokabiel.

Berbeda dengan Naruto, saat ini Kokabiel memakai pakaian yang sedikit lebih pantas di mana seluruh tubuhnya dibalut oleh jubah abu-abu seperti yang dipakai oleh tim Naruto saat mencari Sasuke di naruto shipuden.

"Hahhh...,..." menghelah nafas pelan, Narutopun melanjutkan. "...,... haruskah kau juga ikut mengomentari cara berpakaianku? Lagi pula, apa yang salah dengan pakaian ini samapai-sampai banyak skali orang yang mau mempertanyakannya!"

Kokabiel tidak menjawab, atau lebih tepatnya dia tidak berani menjawab pertanyaan dari tuannya itu.

Namun satu hal yang harus kalian tau,...,. Setelah kembalinya ingatannya, Kokabiel sama skali tidak menyangka bahwa sifat dan cara bicara dari tuannya itu telah berubah jauh dari terakhir kali dia bertemu.

Menurut Kokabiel, dibandingkan dengan yang dulu, Naruto yang sekarang telah jauh lebih baik dan tampak lebih hidup.

Dia sedikit merasa bershukur akan hal itu. Jika saja kalian tau bagaimanakah sifat Naruto pada masa lalu, di jamin hanya keheninganlah yang akan melanda kalian jika sedang berjalan berdua dengan si pirang itu. Bahkan satu katanya saja, akan dia keluarkan jika itu benar-benar menyangkut hal yang terpenting dari tujuan mereka.

"Kita sudah sampai!"

Mereka berhenti berjalan. Dilihat dari sisi manapun juga, tidak ada pemandangan lain selain banyaknya pohon dan tumbuhan di sana.

CETAK!

Namun semua itu sirna saat Naruto menjentikan jarinya...

SHUUUUHHHSSS

Secara perlahan, sebuah pintu raksasa tiba-tiba saja munculdi hadapan mereka. Tidak... ,, lebih tepatnya, kekai yang melingkupi dan melindungi pintu tersebutlah yang mulai menghilang.

Pintu setinggi 20 meter dengan lebar sekitar 10 meter, telah berdiri kokoh di hadapan mereka. Seluruh bagian pintunya terbuat dari perunggu yang di samping kiri kanannya, terdapat sebuah pahatan berbentuk Manusia yang sedang memegang sebuah obor dengan pakaian sebatas celana pendek. Kedua pahatan itu terlihat saling berhadapan dan menghimpit belahan pintu masuk yang besarnya hanya seperempat dari seluruh pintu tersebut.

"Sudah lama aku tidak datang kemari" ucap Naruto dengan wajah datar nan dinginnya. "Baiklah, ayo kita masuk!"

KRETTTTT

Tanpa adanya perintah atau sentuhan, pintu tersebut secara otomatis terbuka dengan sendirinya.

Sebuah pusaran dimensi berwarna biru telah nampak dihadapan Naruto dan Kokabiel. Itu adalah jalan menuju dimensi lain tempat tujuan Naruto sebenarnya.

Mereka berduapun kembali berjalan dan masuk ke dalam pusaran dimensi tersebut.

ZHUUUU

Setelah berhasil masuk, pintu itupun kembali menutup dan menghilang saat kekai yang yang sedari tadi melingkupinya kembali terpasang.

.

.

.

ZHUUUUUUU

TAP! TAP!

Mendarat dengan sempurna, Naruto dan Kokabiel akhirnya telah sampai di tempat tujuan mereka.

Gunung Kharsag, adalah sebuah gunung yang menjadi tempat tinggal para Dewa purba yang menjadi nenek moyang bangsa Sumeria. Dan sekarang, mereka berdua telah berada di puncak gunung tersebut yang hanya dipenuhi oleh tumpukan salju dan adanya sebuah bangunan mirip istana dengan diameter yang cukup luas terpapar jelas di hadapan mereka berdua.

bagi para ahli dan ilmuan sejarah, mereka semua beranggapan bahwa gunung ini hanyalah sebuah cerita belaka untuk menggambarkan atau mendukung keberadaan Dewa Dewi bagi nenek moyang bangsa Sumeria. Bahkan untuk makhluk Supranatural, mereka hanya meyakini bahwa tempat ini dulunya perna ada namun telah hilang akibat hilangnya kepercayaan terhadap mitologi tersebut secara menyeluruh.

Tapi tidak ada yang tau bahwa tempat ini benar-benar ada dan masih berdiri hingga sekarang. Namun karena letaknya yang sangat jauh dari dimensi tempat mereka berada, akhirnya gunung ini hanya dianggap sebagai mitos yang telah punah.

"Terakhir kali aku mengunjungi tempat ini, pemandangannya masilah sangat indah dengan berbagai macam bunga dan tumbuhan yang menghiasinya! Tapi apa yang aku lihat sekarang?...,..." berjongkok pelan, Naruto menggenggam timbunan salju yang berada di bawahnya. "...,... hanya timbunan salju yang bisa aku lihat!"

Kembali berdiri, fokus matanya tertuju kearah satu-satunya bangunan yang masih bertahan di tempat seekstrim ini.

Bangunan raksasa dengan adanya dua buah patung singa berkepala elang yang menjadi penjaga gerbang masuknya.

Tidak berlangsung lama, Naruto dan Kokabielpun berjalan pelan menuju bangunan itu.

Jika dilihat dari dekat, maka tampaklah struktur bangunnan yang terbilang aneh dan menawan. Seni ukirnya sungguh susah untuk dipaparkan, namun kesan keindahannya sangatlah terasa bahkan dapat melebihi corak batik sekalipun. Berdasarkan warna bangunan tersebut, sudah jelas semua sisi bangunan dibuat menggunakan Logam perunggu murni dan di ukir sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah istana megah dengan nilai arsitektur yang sangat tinggi.

Setelah cukup lama melangkah akibat tebalnya salju yang menutupi daratannya, akhirnya Naruto dan Kokabiel telah sampai ke dalam bangunan tersebut.

Gelap!

Hanya kegelapanlah yang nampak dari penglihatan mereka. Namun meski begitu, mereka masih bisa melihat seluruh penjuru ruangan dengan mata abnormal yang mereka miliki.

Melirik Kokabiel, Naruto lalu berbicara. "Kau tau apa yang harus dilakukan!"

Mengangguk paham, Kokabiel memajukan tangan kanannya kedepan.

SLASHHH

Kobaran api biru seketika muncul di telapak tangan Kokabiel dan langsung melesat menuju kearah seluruh penjuru dinding.

Seperti sebuah karya seni tingkat tinggi, sebuah pola rumit yang menghiasi setiap sisi dinding terbakar oleh api biru milik Kokabiel sehingga menjadikannya semakin indah dengan aksen pencahayaan berwarna biru.

Setelah semua itu, maka terlihatlah bentuk seluruh ruangan tersebut.

Kosong!

Benar... di dalam ruangan yang memiliki diameter hampir seratus meter ini, hampir tidak ada perabotan ataupun aksesoris yang menghiasinya. Hanya terdapat beberapa tiang penyangga dan adanya sebuah singgahsana raksasa dengan sandaran setinggi 10 meter, dan jangan lupa pula dengan ukiran-ukiran aneh yang menghiasi setiap sisinya.

Lebih dari itu, mata mereka lebih terfokus kearah seonggak tubuh yang sedang duduk lemas bersandar di singgahsana tersebut dengan mata tertutup.

"Sudah sangat lama aku tidak mngunjungi tempat ini, dan lihatlah sekarang...,.. Dewa yang bahkan mampu menghabisi ribuan batelion musuh sendirian, sekarang tidak lebih dari seoanggak kakek tua yang sudah kehabisan waktu!"

Mata rapuh itu terbuka secara perlahan saat mendengar suara yang sangat dia kenali. Dan tidak lama kemudian, kedua matanya membulat sempurna saat melihat tepat di hadapannya berdiri sesosok makhluk yang begitu dia hormati.

"U-ughh"

Mengerang pelan, dia mencoba untuk menggerakan tubuhnya yang terasa begitu kaku. Namun sayang, tubuhnya tidak mengikuti apa yang dia perintahkan.

Brukk

Tubuhnya kembali terduduk dengan kasar karena kakinya tidak sanggup lagi menopang berat badan yang terlihat kurus itu.

Jika menanyakan soal penampilan sosok itu, mungkin saya hanya bisa mengatakan bahwa dia hanyalah seorang kakek tua yang terlihat sudah sangat berumur. Keriput memenuhi seluruh wajahnya, janggut putih panjang hingga menyentuh lantai, kepala botak tanpa sehelai benangpun, dan tubuh yang terlihat sangat rapun. Hanya pakaiannya lah yang masih terlihat sangat menawan dengan kain terbuat dari sutra, membentuk sebuah baju langsung dengan beberapa aksesoris indah menghiasinya. (Gaya berpakaiannya susah di jelaskan. Tapi kalian bisa membayangkan gaya berpakaian yang mirip dengan salah satu dewa pengetahuan yang ada di anime Noragami)

Naruto tidak bergeming melihat hal itu. Tapi tidak lama kemudian, diapun berjalan pelan mendekati kakek itu dan di ikuti oleh Kokabiel...

Berhenti setelah jaraknya cukup dekat, Naruto mengarahkan tangan kanannya kedepan tepat ke arah kakek tersebut.

"Berbahagialah wahai Dewa yang terlupakan...,.. karena sekarang kau telah terbebas dari yang namanya keterpurukan dunia!...,... " Matanya menajam dan diapun melanjutkan. "...,... Enlil...Dewa penguasa yang menjadi Tuhan bagi bangsa nenek moyang Sumeria... dengan ini aku sebagai Dimiourgía Pyrína Naruto, akan membebaskanmu dari belenggu penantian!"

SHINGGGGGG

Cahaya biru menyilaukan terpancar luas keseluruh ruangn tersebut. Dan tidak lama kemudian, terlihatlah kakek yang tadi terlihat begitu tua dan rapuh, sekarang telah berubah menjadi seorang pria tampan dengan umur kisaran 20-23 tahun dan juga Rambut merah jabrik agak panjang menghiasi kepalanya. Pakaiannyapun kini telah berubah menjadi lebih modis dengan balutan armor emas memenuhi seluruh tubuhnya kecuali bagian kepala. (Penampilannya sama seperti Gilgamesh yang ada di anime Fate/Zero, hanya saja rambutnya berwarna merah dan wajahnya sama dengan Minato )

Mata biru itu terbuka secara perlahan. Setelah mengetahui dirinya telah pulih seperti sedia kala, dengan cepat dia berdiri dan berlutut ala seorang kesatria di hadapan Naruto.

"Maafkan atas kelancangn hamba yang tidak me-"

"Bla, bla, bla, bla...,,... hentikan keformalan yang tidak berguna itu, dan segara berdirilah!"

Pria itu cukup tersentak dengan gaya bicara yang di keluarkan oleh tuannya itu. Namun dirinya tidak berani berkomentar dan lebih memilih untuk berdiri sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Naruto.

Melihat hal itu, Naruto hanya tersenyum kecil dan berjalan pelan menuju singgahsana milik pria tersebut.

Setelah sampai, tanpa aba-aba dia langsung menduduki singgahsana tersebut dengan kaki kiri yang diletakan diatas kaki kanan, serta tangan kanan yang ditekuk kesamping sebagai tempat penopang pipi kanannya.

Mereka yang melihat itu hanya diam tanpa berkomentar apa-apa. Karena mereka tau jika Naruto sudah bersikap seperti itu, maka selanjutnya yang terjadi adalah...,...

"Tempat ini perlu perbaikan!"

SLASHHH

Pendar energi berwarna biru mudah menjalar keseluruh ruangan, dan yang menjadi pusatnya adalah singgahsana yang sedang di duduki oleh Naruto itu.

Pendar energi itu tidak hanya menjalar dikawasan ruangan tersebut, akan tetapi juga menjalar keseluruh wilayah yang ada di puncak gunung tersebut.

Setelah beberapa saat energi tersebut itu hilang, maka terlihatlah sebuah keajaiban yang akan membuat semua mata terbelalak tidak percaya.

Gunung yang sedari tadi hanya diselimuti oleh salju tebal dengan badai salju yang sangat ekstrim, dalam sekejap mencair dan menghilang tanpa bekas. Tidak hanya itu, rumput dan segala jenis tumbuhan indah secara perlahan mulai tumbuh di seluruh wilayah puncak gunung tersebut.

Namun dari semua hal itu, yang paling membuat terkejut adalah munculnya sebuah air mancur indah yang seluruh materialnya terbuat dari perunggu berada tepat 20 meter dari istana yang menjadi tempat Naruto tadi.

Air mancur tersebut memiliki diameter 20 meter dengan adanya tiga patung putri duyung yang berada tepat di tengah air mancur tersebut yang terlihat sedang memegang guci perunggu dengan posisi hendak menuang sesuatu kedalam kolam air mancur tersebut, dan dari sanalah air sebening kaca keluar dengan cukup derasnya.

Sungguh keindahan yang dapat memanjakan mata siapa saja yang dapat melihatnya.

"Selesai!" Tersenyum kecil, Naruto lalu berdiri dan berjalan pelan menuju pintu keluar dan di ikuti oleh kedua bawahannya tadi.

Setelah sampai di luar, Naruto mengarahkan pandangannya keseluruh area puncak gunung.

"Hmmm... begini lebih baik!" ucap Naruto sambil mengarahkan pandangannya ke langit. "Selagi menunggu suasana mereda, untuk sementara kita akan menetap di sini..."

Tersenyu kecil, Naruto lalu melanjutkan. "...,... lagipula 'dia' pasti sedang marah besar saat ini".

.

.

.

.

Cetakkk

Perempatan urat seketika muncul di dahi si loly naga tanpa batas yang saat ini sedang asik memakan cemilan sambil menatap kosong singgahsana tempat biasanya Naruto duduk.

"Melawan si baka kurcaci sendirian, dan sekarang dia malah pergi entah kemana!"

Ophis tidak habis pikir, bisa-bisanya pria yang dia panggil dengan sebutan ayah itu berani melawan Meliodas yang pada saat ini tingkat kekuatannya masilah belum pulih. Dan sekarang, dia malah pergi meninggalkan goa tempat persembunyiannya dengan keadaan seperti itu.

"Hahhhh..." Ophis menghela nafash pelan dan menatap datar patung ular raksasa yang menjadi maskot dalam ruangan tersebut. "...,... ya sudalah... lagi pula, dia tidak akan mau mendengarkan ocehan dari orang lain!" Setelah mengatakan itu, diapun menghilang.

.

.

.

.

.

.

.

.

~~©©© Pandora Box ©©©~~

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

[One week ago]

.

"Oi...oi...oi... sampai kapan kita harus menunggu seperti ini?"

"Bisakah kau diam! Ini adalah perintah dari tuan Melioadas, jadi simpan keluhanmu itu dan bersabarlah!"

Terlihat di sebuah gedung pencakar langit kota Kyoto [dimensi tempat para Yokai tinggal], terdapat dua sosok Pria yang sedang duduk diam sambil mengamati kota Kyoto dari sana.

Yang satu adalah pria yang memiliki rambut berwarna ungu gelap dengan kumis kecil pada wajahnya, dan yang satunya lagi memiliki rupa seperti monster bertanduk dengan seluruh tubuhnya berwarna merah.

Yap, mereka adalah Monspeet dan Galand, merupakan anggota dari 10 perintah Tuhan [Ten Commandments] yang dipimpin oleh Melioadas.

Saat ini mereka sedang melaksanakan tugas dari Meliodas untuk mengawasi sebuah kelompok yang baru-baru ini sudah melakukan kegiatan yang mencurigakan di wilayah para Yokai tersebut.

Bukan tanpa alasan Meliodas sampai harus menyuruh dua bawahannya untuk mengamati ke dua kelompok tersebut di wilayah tempat para kaum Yokai tinggal. Semua itu dia lakukan hanya demi mendapatkan artefak yang dapat membantunya untuk mencapai tujuan mereka.

"Hey, lihat itu!" Galand berbicara sambil menunjuk kearah pusat Kota yang berada jauh di bawahnya.

Mengikuti arah pandangan Galand, Monspeet menyipitkan matanya saat melihat adanya kelompok Gremory yang sedang berjalan santai menuju istana tempat para petinggi Yokai berada.

"Iblis? Bahkan pemimpin dari malaikat kotorpun juga ada!?..." Galand menyeringai senang saat melihat hal itu. "...,... sepertinya misi ini tidak semembosankan dari apa yang aku pikirkan!"

Melihat tingkah dari rekannya itu, Mospeet hanya bisa memukul wajahnya pelan sambil menghela nafas panjang.

"Hahhhh...,... bisakah kau fokus saja terhadap misi yang diberikan oleh Meliodas?!"

"Kheee... bukankah misi kita itu untuk memastikan bahwa rencana dari kelompok itu berhasil tanpa adanya halangan?!...,..."

"Cihh... terserah kau saja"

Galand semakin memperlebar seringainya saat mendengar hal itu.

"Khakhakhakha... malam penuh darah,...,, aku datang!"

.

.

.

.

TRANG. TRANG

BLARRRR

Bunyi dentingan logam dan ledakan menghiasi malam Kota Kyoto,..., atau bisa dibilang, ini adalah dimensi buatan yang dibuat menyerupai Kota Kyoto itu sendiri.

Terlihat saat ini di tengah lapangan istana sedang terjadi bentrokan antara dua kubuh yang mana kelompok Cao-cao melawan kelompok iblis Gremory.

Semua perselisihan ini berawal dari golongan pahlawan yang dipimpin oleh Cao-cao menculik putri Yasaka selaku pemimpin tertinggi dari bangsa Yokai, yang tentu saja kalian semua pasti sudah mengetahui akan hal tersebut.

Singkat cerita,... setelah semua usaha yang dilakukan oleh kelompok Pahlawan untuk menarik dan menangkap Gred Red gagal, akhirnya Cao-cao lebih memilih mundur agar mereka tidak harus berurusan dengan bala bantuan dari pihak ke tiga fraksi akhirat.

Namun semua itu kembali gagal saat bala bantuan fraksi yang ternyata sang Victorious Fighting Buddha Sun Wukong generasi pertama telah lebih dulu datang dan membuat kelompok Cao cao kembali harus menerima kesialan.

Dan disinila mereka sekarang, sedang tersudutkan akibat datangnya si monyet tua generasi pertama Sun Wukong dan si Naga mesum Hyudou Issei yang berhasil mendapatkan kekuatan baru dan berhasil pula membuat Cao-Cao mendapat luka yang cukup serius.

"...Mataku...Sekiryuutei..."

Mengangkat tombaknya, Cao Cao mulai melafalkan kata kata mantra yang kuat.

"tombak! Tombak suci sejati yang bahkan menembus Tuhan! Seraplah ambisi tirani yang tertidur di dalamku, berkah dan kehancuran akan—"

"Yare...yare... bukankah terlalu cepat untuk menunjukan kekuatan sejati dari tombak pembunuh tuhan?!"

"...!"

Semua mata langsung tertujuh ke atas sebuah gedung cukup tinggi yang ada di sekitar istana. Bahkan Cao cao juga ikut menghentikan ucapannya dan melihat kearah hal yang sama.

SLASHHHH

Hampir semua mata membulat saat sosok tersebut secara tiba-tiba muncul di samping kanan kelompok Cao cao.

"Jujur saja, aku sudah sangat bosan menunggu keberhasilan ritual ini, namun pada akhirnya gagal juga...,..." menyeringai kecil, mata tajam bagaikan seokor pemangsa langsung terarah kearah kelompok Gremory. "...,... dan sepertinya kalian bisa sedikit mengobati rasa kebosanan ini!"

Sun Wukong menyipitkan matanya saat menyadari ada yang tidak beres dengan makhluk yang ada di hadapannya itu.

'Perasaan ini?!''

WHUSHHHH

"Aku tidak tau siapa kau..,, tapi jika kau ada dipihak si brengsek itu, aku juga tidak akan memaafkanmu!"

Issei meluncur cepat kearah makhluk tersebut dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari yang sebelumnya. Dan tentu saja hal itu menimbulkan keterkejutan kepada hampir semua makhluk yang ada di situ.

'Bahkan dengan kondisi seperti itu, dia masih bisa bergerak secepat itu?!' Pikir mereka yang terkejut.

Namun...

"Jangan, makhluk itu buka~"

CRASHHHHH

"Coughhh!"

Terlambat...,... sebuah sabit telah lebih dulu menebas tubuh Issei hingga membuat armor yang katanya lebih keras dari sebuah baja, robek hingga mebuat dada Issei jug ikut tertebas karenanya.

"Ckkk!"

SYUUUUU

Mendecih kesal, sun wukong memanjangkan tongkatnya dan mengubah bentuknya menjadi fleksibel seperti sebuah tali yang mengikat Issei dan menariknya terhindar dari kematian.

"ISSEI,-kun!"

Kelompok Gremory langsung berlari mendekati Issei yang sedang dalam kondisi sekarat. Tanpa basa basi, Asia langsung menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan luka yang terbilang cukup parah di dada Issei.

"H-ha...hahh...hahh.. si-sial!" Ucap Issei terbata-bata

"Khakhakhakh... " Galand tertawa keras layaknya seorang Iblis sambil memainkan sabit panjangnya. "...,... apa cupa seperti itu kekuatan dari Longnius yang 'katanya' dapat membunuh tuhan?! Cihhh...,... Sekarang aku yakin bahwa hal itu hanyalah omong kosong belaka!"

Cao cao menyipitkan matanya saat merasakan pancaran energi yang di keluarkan oleh makhluk mengerikan ini. Jujur saja, aura dan energinya sangatlah mirip dengan Iblis. Namun entah kenapa, Cao cao juga dapat merasakan bahwa tingkat kegelapannya jauh lebih pekat dari Iblis pada umumnya.

"Hohohoho... sepertinya nak Cao cao mendapat bantuan yang menarik!" Memutar tongkatnya pelan, si kakek cebol sun wukong tersenyum tipis menanggapi datangnya bala bantuan di pihak Cao cao.

Dan kemudian...

ZLASHHHHH

Tongkat miliknya berubah menjadi sangat besar dan siap menghantam Galand dari atas.

BLARRRRRR

Guncangan hebat terjadi saat tongkat tersebut berhasil mengenai telak targetnya.

Tidak hanya bisa berubah bentuk, namun kekuatan dari tongkat tersebut juga sangatlah besar. Tidak heran serangan semacam ini sudah menimbulkan kekaguman bagi para kelompok Gremory.

Bagaimana tidak, kawah berdiameter sekitar 100 meter, langsung tercipta hanya dari hantaman tongkatnya. Untung saja anggota Cao cao telah lebih dulu menghindar agar tidak terkena dampaknya.

Berbeda dari mereka yang terkejut, Sun wukong malah menyipitkan matanya saat merasakan adanya getaran dari tongkatnya.

TRANGGGG

Dan benar saja, ujung tongkat sebesar tiang istana terlempar keatas bersamaan dengan Galand yang juga ikut melompat tinggi dan menerjang Sun Wukong dengan sabit panjangnya.

Melihat hal itu, Sun Wukong langsung kembali mengecilkan tombaknya dan ikut melompat kearah Galand.

TRANGGGG

BLARRRRR

guncangan hebat terjadi saat tombak sakti milik Sun Wukong berbenturan dengan sabit milik Galand.

Galand menampilkan ekspresi maniak bertarung sedangkan Sun Wukong hanya menampilkan ekspresi santai tanpa terpengaruh dengan tekanan energi milik lawannya itu.

Wushhhhh

SYATTTT

secara tiba-tiba Galand menghilang dan muncul di samping kanan si kakek kera dan siap menebas lawannya dengan sabit tersebut.

SHYATTTTTT SHYATTTT SLASHHHHG

Sayang, Sun Wukong terlebih dahulu membungkuk sehingga sabit Galand hanya mengenai udara kosong. Namun energi tipis dari hasil sabitan Galand, memotong beberapa bangunan yang ada dalam jangkauan serangan tersebut.

Melihat adanya celah, Sun wukong memutar tubuhnya dan dengan cepat menendang perut Galand.

DHUAKKKK

Namun tidak semudah itu, Galand berhasil menahan tendangan tersebut dengan gagang sabit yang melindungi perutnya.

WUSHHHHH

Namun walau begitu, dia harus rela terlempar jauh hingga menembus beberapa gedung lainnya dan berhenti pada sebuah gedung pencakar langit.

"Khakhakhakha...,..,. " bukannya merasa sakit, dia malah tertawa keras hingga terdengar keseluruh penjuru kota.

Para kelompok Chao Chao dan Gremory yang melihat pertarungan tingkat Dewa itu, hanya bisa terpaku tanpa bisa melakukan apa-apa.

"Su-sugoi!" Gumam Issei takjub.

"Hanya dengan satu tebasan, dia dapat memotong beberapa gedung tinggi sekaligus!" Ucap Xenovia juga terkagum.

"Levelnya sunggu berada jauh diatas kita!"

GROARRRR

Semua kekaguman mereka terhenti saat mendengar raungan Kyubi yang sedang dililit oleh seekor Naga bernama Yu-long, yang merupakan salah satu dari lima Raja Naga yang ada.

"Diamlah..,.. dasar rubah!" Ucap kesal Yu-long.

Karena kuatnya lilitan naga tersebut, akhirnya Kyubi dapat dijinakan untuk sementara.

Blarrrrr... ,

Sebuah ledakan mengagetkan semua orang dan membuat sebuah gedung pencakar langit hancur berkeping-keping..

Wuhshhhh

Blarrrr

Dengan kecepatan tinggi, Galand terbang dan mendarat dengan keras hingga menghasilkan kawah kecil yang tidak karuan.

"Khakhakhakha..,..sang Victorious Fighting Buddha Sun Wukong memang hebat sesuai rumornya..." setelah mengucapkan itu, energi hitam pekat secara perlahan kembali mengeluar dari tubuh Galand.

"..,..,. Maafkan aku yang telah lancang karena meremehkanmu. Tapi kali ini aku pastikan hal itu tidak akan terulang lagi!"

Shurrrrr

Energi tersebut menyebar keseluruh kota hingga nuansa horror yang begitu kental dengan niat membunuh dapat dirasakan oleh semua makhluk yang ada dalam dimensi buatan tersebut.

Bahkan bagi Cao-cao sekalipun, tubuhnya juga sedikit gemetar saat merasakan pancaran energi yang dikeluarkan oleh Galand.

'Energi negative yang begitu pekat.,.. bahkan cahaya suci milik tombak ini tidak dapat menahan kegelapan ini!..,... ' Cao cao melirik anak buahnya yang hanya bisa terdiam dengan ekspresi shok. '...,..,.. Energi ini pasti menyerang mental mereka!..,. Dan sialnya, tubuhku juga tidak bisa digerakan!' Pikir kesal Cao cao karena tubuhnya tidak mau mengikuti perintah dari otaknya.

Untuk kelompok Gremory, jangan ditanya lagi. Mereka seunggu shok dengan perasaan yang mengguncang batin tersebut. Mental mereka serasa terkurung dalam jeruji besi yang begitu sempit hingga membuat nafas dan tubuh terasa terikat kuat. Sedangkan Kunou, dia sudah lebih dulu pingsan yang saat berada dalam pangkuan Asia yang juga sedang dalam keadaan shok..

[Sepertinya ini akan menjadi buruk!] Ucap khawatir Ddraig yang ada dalam tubuh Issei saat merasakan dan melihat sang partner yang hanya bisa diam dengan tubuh bergetar.

[Untuk makhluk sekelas mereka, hal ini bukan lagi masalah yang dapat diselesaikan! Satu-satunya harapan hanyalah si monyet tua itu] . Ucapnya lagi.

Tidak hanya mereka semua yang merasakan hal tersebut. Bahkan untuk Naga sekelas Yu-long sekalipun, juga tidak bisa membendung aura negative ini dan hanya bisa diam tanpa bisa berbuat apa-apa. Begitu pula dengan Kyubi. Mata tertutup, Pergerakan dan nafasnya, terasa seperti makhluk yang sedang tidur. Mungkin energi negative ini menjadi penawar untuk sihir yang mengendalikan si Kyubi ini.

Untuk kali ini, ekspresi tenang Sun Wukong benar-benar berubah menjadi ekspresi super serius.

"Sepertinya hal ini bukan lagi sebuah lelucon!" Ucapnya sambil menatap tajam Galand yang masih dibendung oleh energi negative yang begitu pekat.

'Energi ini?! ada yang tidak beres dengan makhluk ini!' Pikirnya.

Slashhhhhh

Energi hitam masih terus mengeluar dari dalam tubuh Galand hingga membentuk bulatan seperti kepompong yang membungkus seluruh tubuh Galand.

Sesaat keheningan terjadi, namun tidak menyurutkan pancara energi yang masih membuat ke dua kelompok terdiam.

Krakkk krakk krakk.

Setelah beberapa saat, retakan retakan mulai muncul di permukaan kepompong tersebut.

Prangggg

Dan bagai sebuah kaca, kepompong itu pecah berhamburan dan menampilkan sosok Galand yang sudah berubah jauh menjadi begitu mengerikan dari yang tadi.

Semua mata membulat termasuk Sun Wukong saat melihat perubahan yang terjadi pada tubuh dan energi Galand.

Kedua tanduk yang memanjang membentuk sepasang tanduk domba, warna tubuh yang berubah warna menjadi merah dan hitam, aksen corak yang terlihat begitu sangar sekaligus mengerikan, deretan gigi tajam tanpa adanya bibir, mata merah semerah darah berbentuk salib, kulit tubuh yang menyerupai sisik ular, munculnya sepasang sayap tanpa bulu, dan sentuhan terakhir adanya sebuah sabit panjang dengan desain yang begitu sangar dan kuat. Semua hal itu disertai dengan energi agung bak seorang Raja Iblis sejati, sudah lebih dari cukup membuat mereka semua takjub akan kebesaran Galand.

Keringat dingin mulai turun dari kedua pelipis Sun Wukong. Sungguh, semua ini diluar pemahamannya yang telah hidup lebih dari ribuan tahun.

Brukkkk...

Semua Iblis muda termasuk kelompok Cao cao, terduduk dengan kedua lutut saat merasakan tekanan yang belum perna mereka rasakan sebelumnya.

'Ti-tidak mungkin...,,,.. Te-tekanan kekuatan ini..,.. bahkan hampir menyamai sang [Heavenly Emperor] Sakra!' Pikir Cao cao tidak percaya.

.

Sedangkan cukup jauh diatas gedung sebuah bangunan, Monspeet memukul wajahnya pelan saat melihat apa yang telah dilakukan oleh rekannya itu.

"Hahhhh..,.. dia malah mengamuk!..,.. " matanya menatap kesal ke arah Galand yang sudah berubah ke bentuk aslinya. "...,,.. sampai harus berubah ke wujut itu,..,.. apa sih yang dipikirkan oleh si bodoh itu?!" Lanjutnya.

"mereka semua pasti akan tamat! Walau bagaimanapun juga, dia adalah tangan kanan dari tuan Meliodas-sama yang mendapat anugra sebagai [King Of Destroyer] sekaligus menjadikannya sebagai makhluk terkuat dari kami semua yang menjadi bawahan setia Meliodas-sama!" Ucapnya.

.

Grrrrrr...

Menggeram pelan, asap putih mengepul keluar dari balik deretan gigi tajam yang dua miliki. Tatapan mata yang begitu mengerikan terarah hanya pada satu sosok, yaitu si generasi pertama Sun Wukong.

Groarrrrr...

Dan secara tiba-tiba dia merung keras hingga membuat seluruh dimensi berguncang hebat. Bahkan hampir semua gedung yang ada dalam dimensi tersebut, juga ikut hancur karen gelombang kejut yang di hasilkan oleh raungan Galand.

"Argggggg..,.. telingaku!" Kedua anggota kelompok menutup telinga seerat mungkin saat suara raungan yang dapat merusak gendang telinga terdengar.

"Gawat!" Melihat hal tersebut, dengan cepat Sun Wukong mencabut dua bulunya dan melemparkannya ke arah kelompok Cao cao dan Gremory.

Sginggggg...

Kedua bulu itu bersinar terang dan berubah menjadi pelindung yang kemudian mentransfer ke dua kelompok itu keluar dari dimensi buatan tersebut menuju tempat asal mereka masing-masing.

Yang tersisa dalam dimensi itu hanya Sun Wukong, Galand, dan Monspeet. Yu-long dan Kyubipun juga telah ditransfer keluar agar tidak terkena dampak dari pertarungan maha dahsyat ini.

Karena keluarnya George sebagai penunjang dimensi, akhirnya Sun Wukong harus memperkuat dimensi tersebut agar tidak hancur dan menimbulkan kekacauan diseluruh dunia.

Sun Wukong menatao tajam Galand yang juga balas menatapnya.

"Sudah kuduga...,.. tapi tetap saja, aku sama tidak menyangka bahwa makhluk terdalam Neraka yang terkurung selama miliaran tahun dan bahkan tidak dapat digapai oleh sang Dewa kematian Hades, sekarang malah muncul tepat di depanku!" Ucapnya.

'sepertinya ini adalah hari tersialku! Orang tua sepertiku seharusnya pensiun dan menikmati hidup dengan segelas teh hangat...,.' Sun Wukong tersenyum miris meratapi nasib buruknya. '...,.. dengan keadaanku yang sekarang, sangat mustahil bagiku untuk mengalahkannya!' Lanjutnya sambil menutup mata.

'Tapi...,...!' Membuka matanya, energi keemasan langsung meledak keluar dari dalam tubuhnya dengan jumblah yang begitu besar.

Tubuhnya mulai membesar hingga kembali ke keadaan manusia dewasa normal.

Syuttttt syutttt slashhh slashhhh...

Seakan tidak mau kalah, dia Memutar dan memainkan tombaknya dengan cepat hingga mengakibatkan badai dan guncangan memenuhi seluruh ruang dimensi tersebut.

"..,...,. Sebagai yang pertama .., ,"

Blarrrrrrr...

Guncangan kembali terjadi saat dia menghentakan ujung tongkatnya ke tanah sehingga menimbulkan kawah yang cukup besar di sana.

Slashhhhh

Tidak lama kemudian, ratusan hingga ribuan tangan emas tiba-tiba saja muncul di bekakang punggungnya yang membentuk sebuah kelopak bunga teratai.

"...,..,. Aku bersumpah akan memusnahkanmu di sini!" Ucapnya dengan nada tajam sekaligus aura wibawa khas seorang Budha.

Kedua mkahluk abnormal tersebut saling berhadapan dengan ego masing masing. tidak lama lagi sebuah pertarungan maha dahsyat dari kedua makhluk superior tersebut akan terjadi. Siapakah yang mampu bertahan?

Sang Victorious Fighting Buddha Sun Wukong..,..., atau sang King Of Destroyer Galand?!. Nantiakan dalam episod selanjutnya.

.

.

.

.

.

.

And cut

.

.

.

Halooo mina-san... lama yahh nunggunya?! Hahahha... maaf, maaf. Seperti yang saya katakan, saya sedikit kekurangan referensi dalam membuat fic ini. Jadi untuk selanjutnya, jangan berharap cepat yah update nya.

Oke... dalam chapter ini, saya memperlihatkan sedikit tujuan Naruto dan Melioadas. Dan juga, beberapa karakter dalam fic ini akan saya buat sedikit berbeda dalam segi kekuatannya dari yang ada di kanon. maka jangan heran jika kekuatan Sun Wukong tidak sesuai dengan yang ada di kanon.

Untuk para review, mungkin beberapa saran akan saya pertimbangkan dan pertanyaan akan terjawab seiring berjalannya waktu .

Saya kira itu saja.. ohh, dan jangan lupa baca juga fic The Big Zero yahhh...

Byyyy...