ada viewer dari luar negeri, waao...
Terima kasih atas review, follow dan favorite, terima kasih juga untuk para Visitor dan Viewer yang mau meluangkan waktu untuk membaca ff ini. Jangan sungkan untuk mengkritik atau memberi masukkan dari review.
hh... libur kuliah ku bentar lagi selesai ( ="=)a
NOTICE :
Sekali lagi mohon maaf kalau ada typo di Chapter lalu, sekarang dan Chapter mendatang.
Declaimer : Yuri! on ice bukan milik saya.
-o0o-
Chapter 06
-o0o-
Dari sini, setting cerita sedikit di mundurkan beberapa jam sebelum Viktor, Otabek dan Yurio sampai di Historiya.
Tengah malam di sebuah hutan dekat pelabuhan di Jepang, terdengar suara senandung riang dari seorang kurcaci –Khulaz yang memetik beberapa buah hutan yang menurutnya bisa di makan dan tidak beracun, setelah di kiranya cukup, ia berlari menuju arah gua yang menjurus ke bawah tanah, jalannya masuk kedalam gua, di terangi oleh jamur-jamur yang bersinar warna-warni di pinggir dan tembok gua.
"Yuuri-kun! silahkan! Walau bukan daging, tapi Yuuri-kun bisa memakannya kan?" sang Khulaz setelah mencapai dasar gua, disana terdapat 4 sosok dengan ras yang berbeda, kaki kecilnya melangkah ke sosok paling besar di dalam ruang bawah tanah –yang di terangi dengan sebuah Kristal berwarna kemerahan yang juga memancarkan panas di ruangan tersebut, kedua tangan mungilnya menyodorkan tumpukan buah hutan, pada seekor serigala –ralat, Warewolf, yang besarnya hampir menyamai kuda pony.
Sang Warewolf yang di panggil Yuuri oleh sang Khulaz, mengangkat kepalanya dari lipatan kedua kaki depannya "terima kasih, Minami-kun" Yuuri membuka mulutnya dan membiarkan Minami menaruh tumpukan beberapa buah yang ada di tangannya kedalam rahang Yuuri yang kuat dengan hati-hati –tidak mau mengenai taring tajam yang mencuat di dalam rahang Yuuri, setelah dirasa cukup, Yuuri menutup rahangnya dan mengunyah buah di dalam mulutnya, kemudian menelannya dengan sekali tegukan "sekarang tidurlah, kita perlu menaiki kapal sebelum matahari terbit"
Yuuri mendorong tubuh kecil Minami dengan ekornya, membiarkan Minami –yang sama sekali tidak menunjukkan perlawanan, menyandarkan diri di tubuhnya, ekor Yuuri menjadi seperti sebuah selimut yang menutupi setengah dari tubuh kurcaci -Khulaz yang mengantuk "fuaahmn" dengan sekali nguapan lebar, Minami tertidur dengan pulas.
"uugh… aku merasa dunia masih berputar…" seekor Waremice membaringkan kepalanya di atas paha satu unit Gnome yang berekspresi datar "…Seung Gil, timer jam 4"
"yes sir" Seung Gil menutup matanya sebentar dan membukanya lagi "kalian masih punya 3 jam untuk tidur, kapal akan berlayar jam 4 lewat 45 menit"
"tuan muda tidak tidur?" Tanya seekor Cockatrice yang memeluk kedua lututnya di pojok ruangan.
Yuuri menggeleng pelan "aku punya stamina lebih dari pada yang kalian bayangkan" Yuuri tidak berbohong, karena dia benar-benar tidak mengantuk, pikirannya penuh dengan beberapa hal yang membuatnya tidak bisa tidur.
"kalau begitu, saya permisi tidur…" Guang-Hong menutup matanya –mencoba untuk tidur dan menghilangkan rasa capeknyan karena sudah terbang terus menerus sepanjang malam.
Setelah beberapa saat, hanya terdengar suara dengkuran pelan dari dalam gua dan suara burung hantu dari luar gua, kedua mata Yuuri memperhatikan jamur yang menyala redup di dalam ruangan, tapi matanya tidak focus, kedua matanya menerawang jauh, membayangkan dan mengingat kembali kenangan masa lalunya 'sebentar lagi… aku hanya perlu sabar, sebentar lagi aku bisa bertemu dengan Viktor'
-o0o-
"hei…"
"waah, besar sekali…"
"aku tidak pernah melihat yang sebesar itu"
"mungkin akan mendapatkan untung banyak kalau kita bisa menjualnya"
Bisikkan demi bisikkan terbang kesana kemari di sekitar mereka 'belum sampai 10 menit kita menginjakkan kaki dari pelabuhan Historiya, sudah banyak yang mengincar Yuuri…' Phichit memperhatikan sekitar dengan waspada, matanya melirik sekilas kearah belakang –memastikan kalau serigala hitam yang di kenalnya masih ada di belakang, setelah memastikan kalau yang di carinya masih ada, Phichit mengeluarkan hela nafas lega "aku rasa, aku mulai tidak percaya dengan tuhan dan dewa…"
Ini bukan pertama kalinya Guang-Hong mendengar perkataan random yang keluar dari mulut Phichit "he? Kenapa tiba-tiba kamu mengatakan hal itu?" Guang-Hong tetap di buat bingung dengan semua yang di katakana Phichit.
"hhh… aku berdoa pada tuhan dan dewa, entah siapa saja yang mendengar doa-ku, aku ingin sekali untuk keluar dari kota ini tanpa membunuh seseorang!" semua kecuali Seung Gil berekspresi suram dengan perkataan Phichit, bahkan Yuuri sampai harus mundur beberapa langkah dari sahabatnya.
"apa karena naik kapal, isi kepalanya jadi aneh?" seorang kurcaci –Khulaz berbisik kearah Guang-Hong, yang menggeleng pelan.
"dari awal, Phichit-kun memang sudah aneh, jadi aku pikir bukan itu…"
"sepertinya saya mulai mengerti dengan apa yang di maksud dengan tuan Phichit" dari gang yang mereka lalu, perlahan tapi pasti, beberapa orang dan ras yang bertampang seram mulai mendekati mereka, semuanya menunjukkan ekspresi sinis dan menyeringai lebar.
"Yuuri berdiri di antara kami" Yuuri yang mengerti dengan situasi di sekitarnya, memposisikan dirinya di tengah para sahabatnya.
"Oi! Oi! Kelihatannya kalian pendatang baru disini" salah satu orang yang mengikuti mereka, memutari Yuuri dan sahabatnya sambil mengacungkan sebuah pistol, kemudian berhenti di depan Phichit.
"wao! Om sepertinya tau banyak tentang kota ini, bisa tolong beri tau kami?" dengan berani dan senyum cerah, Phichit maju –hampir mengenai ujung pistol yang di acungkan padanya.
"hahahahaha!" sang –penjahat? Menarik kembali pistolnya dan maju kearah Phichit "aku senang kalau ada yang bisa mengerti dengan maksudku menyapa kalian" wajah dan nafasnya yang bau mendekat di depan wajah Phichit "kalau begitu, aku langsung ke point-nya saja, kita bisa menyelesaikannya dengan cara yang halus, aku ingin kalian menyerahkan semua harta dan serigala yang ada di belakangmu"
Senyum Phichit masih melekat di wajahnya "kalau aku menyerahkan dia, apa yang akan Om lakukan?"
Sang penjahat menyeringai lebar "aku akan membuatnya menjadi sesuat yang lebih berguna dari sekedar tundangan yang tidak –UHK!" sang penjahat memuntahkan darah dari mulutnya, sepertinya benda asing yang menembus perutnya adalah sebab dari kenapa dia muntah darah.
Senyum Phichit masih tidak meninggalkan wajahnya, matanya terlihat dingin dan menusuk "Minami naik ke atas Yuuri!" Minami melompat ke punggung Yuuri –disusul oleh Phichit, para penjahat yang mengikuti mereka, mulai mengepung dan menutup jalan keluar.
"ma –maafkan kami!" Guang-Hong terbang kelangit, meninggalkan beberapa helai sayap sayapnya di tanah "Mana Jamming!" dengan sekali kepakkan, sayapnya bersinar dan mengeluarkan gelombang mana yang membuat mana di sekitarnya bergoyang dan tidak teratur.
DAARR!
Bersamaan dengan pengalihan yang di lakukan oleh Guang-Hong, Seung Gil membuat sebuah kedakan dari kedua tangannya, walau api dan kuat dari ledakannya kecil, asap yang di hasilkan benar-benar banyak "sekarang kesempatan kita untuk lari dari sini" Yuuri mengangguk, Yuuri –bersama dengan Phichit dan Minami yang naik di punggungnya, melompat keatas atap dan menghilang di jalan gelap antara bangunan yang sempit.
-o0o-
"jadi? Apa Yurio bisa menjelaskan kenapa tiba-tiba terbang kemari?" walau Viktor tersenyum dan nada suaranya terdengar friendly tapi sorot mata yang dingin dan aura kelam yang keluar dari tubuhnya, membuatnya terlihat sangat menakutkan bagi sang Fairy yang berdiri tegak di atas telapak tangan Otabek –yang juga takut dengan sang Elf "boleh aku minta sebab dan penjelasan yang masuk akal?"
Yurio melipat tangannya dan menolehkan kepalanya kesamping, tidak berani melihat tatapan dingin yang di arahkan padanya "karena ada aliran mana yang familiar…" emosi Viktor langsung turun dan kali ini tatapan ingin tau di arahkan ke Yurio "…tapi, karena ledakan tadi dan asap… em… aku tidak bisa menemukan siapa pemilik mana tersebut…"
Viktor menatap Otabek "aku juga tidak mengerti, tapi sekilas, ada reaksi kalau jamming telah di pakai, mungkin itu yang menghalangi Yuri untuk menemukan pemilik mana yang dia cari"
Viktor mengangguk mengerti, dan kali ini tersenyum puas "kalau begitu, mau langsung pergi ke colosium?" Otabek dan Yurio saling tukar pandang, kemudian mengagguk "ok, ayo kita kabulkan keinginan Otabek yang menginginkan Pixie Dust, untuk hobi mesumnya!" jantung Otabek berhenti sesaat mendengar kalimat terakhir Viktor.
Matanya melirik kearah sang Fairy –di dalam diri Otabek sudah muncul tekat untuk berbagai teriakan dari Yurio "mesum…? Apa itu…?" sekali lagi jantungnya berhenti sesaat "memang apa hubungannya dengan Otabek yang menginginkan Pixie Dust dan si… mesum? Yang Viktor bicarakan…?"
Otabek berdoa dalam hati, berterima kasih pada tuhan dan dewa yang mendengar doanya "tidak usah di pikirkan, bukan masalah yang besar" dia sangat yakin kalau perasaan hormat dan kesetiaannya akan hancur, karena 'untuk pertama kalinya, aku bersumpah untuk membunuh Elf yang selalu my pace, egois dan berotak kapas , Viktor Nikiforov!'
Viktor tertawa seolah dirinya tidak bersalah dengan apa yang baru saja di katakannya "makan siangnya bisa di beli nanti sambil jalan" Viktor melangkahkan kakinya, menjauh dan menghindari tatapan dingin Otabek "ayo kalian berdua, aku tinggal kalau tidak cepat" Otabek mendengus dan memilih untuk menyerah.
Yuri terbang rendah mengitari Otabek, kemudian duduk di atas kepalannya, benaknya masih terbayang dengan rasa penasaran dengan apa yang di katakana Viktor 'memang mesum itu apa…?'
-o0o-
Di sisi lain kota Historiya, tepatnya di gang gelap dan sempit, Yuuri menghentikan larinya secara tiba-tiba hidungnya mencium aroma yang –mungkin, dia kenal dari arah pusat kota "Yuuri-kun? ada apa?"
"aku ingin pergi kearah sana" Yuuri terus menatap ke arah bangunan besar yang berada di pusat kota, hidungnya masih dapat mencium aroma familiar, dan ada sebuah harapan kecil yang terbentuk di dalam benaknya.
Phichit, Seung Gil dan Minami saling pandang, kemudian Phichit mengangguk, meraih microphone-nya "Guang-Hong? Berapa lama lagi Jamming-mu bisa terus aktif?"
"40 menit paling lama, tapi setelah itu aku tidak bisa terbang untuk beberapa jam kedepan-nya"
"ok, Seung Gil akan menggendongmu untuk masalah itu, pastikan kamu mendarat di atas kami kalau kamu sudah tidak kuat terbang lagi"
"eh?! Tunggu! Phichit-kun?!" sambungan microphone antara Phichit dan Guang-Hong terputus.
"Kenjirou…" sebelum Phichit menyelesaikan perkataannya, Minami sudah turun dari punggung Yuuri dan mengacungkan jempolnya pada Phichit, Seung Gil dan Yuuri –yang masih menatap bangunan besar yang masih tidak lepas dari pandangannya.
"penginapan kan? Ok!" Minami tersenyum bangga, meninggalkan teman-temannya dan menghilang dari pandangan mereka.
"Yuuri" Phichit mengelus bulu di punggung Yuuri, tanpa menunggu isyarat lebih, Yuuri melompat lagi keatas atap untuk memilih jalan pintasnya, di sebelah Yuuri, Seung Gil berlari dan melompati atap, mengikuti kemana Yuuri pergi.
Aroma yang dari tadi di ikuti Yuuri semakin dekat dan kuat "…Viktor" itulah bisikkan nama yang dari tadi Phichit dengar dari Yuuri, Phichit tidak tau siapa si Viktor –atau apalah namanya, tapi yang jelas, Phichit tau kalau orang itu, adalah orang yang berharga untuk Yuuri.
-o0o-
Berpindah lagi di daerah luar colosium, Viktor dan Otabek baru saja berjalan keluar dari colosium dengan membawa sebuah kantong kecil yang berisikan Pixie Dust "hm… pertarungan yang sangat menarik, aku tidak sangka banyak sekali peminat dari siapa yang menginginkan Pixie Dust"
Otabek memasukkan kantong kecil di tangannya ke kantong dalam jas-nya, memutuskan untuk memakainya nanti saja, kalau sudah keluar dari Historiya "wajar saja, satu butir bubuk ini, bisa bernilai dengan kisaran harga 1 emas kalau di pasaran"
Viktor tertawa lemas "aku tau kamu sangat menginginkan bubuk itu, tapi setidaknya lebih sedikit menahan diri saat kau berada di arena" memori Viktor memutar balik peristiwa 15 menit yang lalu, walau pertandingan untuk merebutkan Pixie Dust-nya sangat mudah –siapa saja yang bertahan dan berdiri terakhir di dalam arena, dia yang mendapatkan Pixie Dust, dengan catatan, tidak boleh memakai segala jenis sihir dan skill dalam bentuk apapun, peserta hanya di perbokehkan untuk memakai senjata yang telah di sediakan atau hanya dengan tangan kosong, peserta juga di perbolehkan menyerah atau mengundurkan diri "sekarang aku mulai meragukan propesimu sebagai Paladin… maksudku, setinggi apa pun propesi dan statusmu, mana mungkin kamu bisa keluar dari arena tanpa luka sedikitpun!"
Melihat Viktor yang terlihat sangat tidak terima karena dia mengakui kekalahannya dalam bela diri dan fisik, Yurio tersenyum meremehkan "hehe! Asal kau tau saja, sebelum Otabek merubah propesinya menjadi Healer, dia adalah seorang Fighter" dia berdiri dengan bangga di atas kepala Otabek, matanya memandang sangat rendah ke arah Viktor.
Viktor mendecakkan lidahnya kesal "jadi…?"
Yurio memiringkan kepalanya bingung "jadi apanya?"
"kapan kamu akan memakai bubuk itu dan melakukan –mph?!" mulut Viktor di bungkam oleh Otabek, kedua iris onix dan shappire saling pandang, Viktor mengangguk mengerti dan Otabek melepaskan bungkaman tangannya "aku mengerti Otabek…" wajah Viktor berubah menjadi sangat serius "tapi jangan lupa untuk memberiku laporan, bagaimana rasanya bercinta dengan seekor Fairy, ok?!" kemudian tawa riang keluar dari Viktor saat wajah Otabek menjadi merah sepenuhnya.
Baru Otabek mau meluncurkan sebuah tinju di wajah Viktor, dia berlarih untuk menarik Viktor ke belakangnya dan merentangkan telapak tangangn kirinya ke udara.
Jleb!
"khh!" sebuah panah menusuk dan ujungnya yang tajam menembus telapak tangan Otabek 'panah racun…? Sial… racun paraliz…' Otabek terjatuh dengan lutut dan tangan kanannya yang menopang tubuhnya agar tidak terjatuh sempurna, Yurio yang ada di atas kepalanya melompat dan terbang di sekitar tubuh Otabek yang gemetar –berusha untuk menggerakan sitiap sendi dan otat yang sekarang lumpuh.
"cepat ambil pixie dust dari mereka!" terdengar teriakan itu dari kejauhan, dan beberapa teriak lagi dari kejauhan.
Viktor yang geram mengangkat tangannya dan mulai memfokuskan mananya untuk merapalkan sebuah sihir "jangan Viktor! Kalau kau melakukan itu, kita akan berperang melawan Historiya!" suara Otabek membuat Viktor menurunkan tangannya.
"tapi –!"
Fsssssssh!
Asap putih tiba-tiba mengitari sekitar mereka "cepat naik!" teriak seseorang
"he? Waaa!" tubuh Viktor dan Otabek di angkat –di lempar kesesuatu? Yang bergerak dan berbulu hitam, memaksanya untuk menunggangi sesuatu yang didudukinya ini, sementara Otabek terkulai lemas di belakangnya, pandangan sekitarnya kurang jelas karena asap putih yang tebal, sesuatu yang di tungganginya sekarang berlari menembus asap putih di sekitarnya, pandangan Viktor sekarang menangkap seekor Purmice dan sebuah Gnome, yang berlari cepat di depan tunggangannya 'anjing? Bukan… se –serigala…?!' Purmice dan Gnome di depannya memukul beberapa orangan yang mengacungkan senjata dan berusaha untuk menghalangi jalan mereka.
"Phichit-kun! 5 menit lagi!"
"tidak akan sempat!" sang Purmice menggerutu di sambil tendangan dan tinjunya.
"kalau begini terus, kita akan tertangkap, battery saya hanya tahan 15 menit, kalau tidak cepat cool down, saya akan overheat" nada datar keluar dari mulut sang Gnome yang melancarkan sebuah drop kick, pada musuh di depannya.
Tunggangan Viktor berhenti dari larinya "kalian berdua, minggir!" Viktor kaget dengan suara yang lembut dan lantang yang keluar dari tunggangannya.
'Wa –Warewolf?!'
Sang Purmice dan Gnome saling pandang, kemudian mengangguk, mendekat di samping sang Warewolf, Viktor merasakan kalau Warewolf yang di tungganginya mengambil nafas panjang dan –
WAAAAAAAAAAAAAAAUUUUUUU!
Lolongan yang nyaring keluar dari sang Warewolf, membuat telinga Viktor sedikit berdenging mendengarnya, sesaat kemudian, orang-orang di sekitarnya terkulai lemas dengan memegangi kepala mereka, ringkihan kesakitan dan bahkan ada yang pingsan, tanpa membuang waktu, Purmice dan Gnome berlari duluan menuju arah hutan pinggir kota, di ikuti oleh sang Warewolf yang di tunggangi Viktor dan Otabek –yang masih terkulai lemas.
Setelah mereka kira cukup jauh dari arah kota, sang Purmice dan Gnome langsung terduduk –saling bersenderan "kalau sudah sampai sini, aku yakin mereka tidak mengejar… Guang-Hong! Cepat turun! Sebelem kau jatuh di atas kami"
Sesaat kemudian, seekor Cockatrice turun dari langit dan mendarat sempurna, dia juga terengah dan bersandar di sebuah pohon "huff… sudah lama aku tidak terbang selama ini.. tanganku pegal…"
Sang Warewolf merendahkan diri, memudahkan Viktor untuk turun dari punggungnya, baru Viktor mau menanyakan sesuatu, dia teringat dengan sesuatu yang lebih penting "Otabek?! Kamu tidak apa?" Viktor membantu Otabek turun dan menyenderkannya di pohon terdekat.
Otabek mengangguk, tapi dengan keringat dingin terus keluar dari jidatnya, tentu menunjukkan kalau dia sedang dalam keadaan kurang sehat "…mh…" pelan, tangan kanannya meraih anak panah yang masih menancap di telapak kirinya, dengan gerakan cepat, dia mencabut anak panah tersebut dan aliran darah keluar dari lukanya dalam jumlah banyak, Otabek membuang anak panah tadi di sembarang tempat dan meletakkan tangannya di atas dada "…Cure" setelah dirasakan kalau racun di dalam tubuhnya sudah ternetralisir dengan sempurna, sekarang tangan kanannya berpindah di tepak kirinya "Heal"
"BEEEKAAAA!" seekor Fairy terbang melesak dan memeluk wajah manusia yang tentu saja 10 kali lebih besar dari wajahnya sendiri, sehingga dia terlihat seperti sedang menempel di pipi sang manusia, matanya menagkap sosok yang tidak di kenal di sekitarnya "KALIAN! KALIAN KAN?! YANG TELAH MENCULIK OTABEK DAN VIKTOR?!" teriakan dan omongan kasar terus keuar dari mulut sang Fairy "…DAN LAGI, KALI… an…" teriakannya meredam saat menangkap sosok Warewolf yang duduk tidak jauh dari Viktor "…bohong…" baru ia mau terbang mendekati sang Warewolf "tu –tunggu!" sang Warewolf lari kedalam hutan dan menghilang di gelapnya rimbun pepohonan.
"Yurio? Kamu mengenal Warewolf tadi?" kali ini tatapan marah Yurio mengarak ke Viktor.
"DASAR BODOH! CEPAT KEJAR DIA!" Yurio menarik telinga Elf Viktor.
"eh?! Tu-tunggu! Kenapa –"
"DIA ITU SI BABI YANG KAU LEPASKAN 10 TAHUN YANG LALU!"
Mendengar perkataan tersebut, Viktor langsung berdiri dan mengejar sang Warewolf –meninggalkan 2 ekor, sebuah dan seorang yang saling pandang, tidak mengerti dengan situasi dan kejadian apa yang baru saja terjadi, kecuali seekor Fairy yang memperhatikan punggung sang Elf –menghilang di dalam hutan.
Di dalam pikiran Viktor hanya di penuhi oleh sebuah nama, sosok Warewolf yang di rindukannya selama ini, Warewolf yang di mimpikannya pagi ini, mulutnya terus membisikkan nama sang Warewolf, nama yang tidak pernah absen dari dalam pikirannya
"…Yuuri…"
A / N :
ada yang menyakan aku di luar review, ratingnya mau aku naikkan sampai mana? Memang apa lagi kalau bukan M? tapi itu nanti, dan masih jaaaaaaauh sekali dari alur cerita yang aku rencanakan.
Sampai ketemu minggu depan (0w0)/
