EXAM
WHY U
SO DIFFICULT!?
TELL ME WHY!
Hah~ Ujian oh ujian mematikan! Terutama matematika... Pokoknya Luciano-san ada memberi usul saya membuat fic baru saja untuk HnKnT.
Omong-omong The Queen of Hearts: Nirmala telah selesai dilukis dan telah berada di deviantArt saya, tinggal periksa profile saya. Beritahu comment anda direview saja! Ini cerita makin lama makin menjadi blak-blakan dan aneh dan juga mengejutkan plus membuat deg-degan deh!
Hetalia © Himaruya Hidekaz
Kalimantan Siblings © StarBening-luvInd
Saya tak banyak basa-basi disini! UTS menggeruguti saya hidup-hidup! (?) Saya ingatkan lagi, ada kejadian yang memang tidak terjadi, so tidak semuanya betul. Ah iya, ini timeline cerita lurus dan flashback saja tapin secara dunia betul, acak-acakan. (saya memilih kejadian yang asyik saja, minus teroris)
PS: Di deviantArt saya ada update tentang UTS, MTK mematikan! XP
periksa di profile~ Dan beberapa gambar ilustrasi tentang beberapa kejadian. Dan informasi tambahan
Hari itu bermulai dengan baik, pramuka juga bermulai sampailah…
" Hmm? HP ku mana?" Nirmala bertanya-tanya bingung saat melihat tas-nya. Dia tertinggal yang lainnya saat mereka meninggalkannya di masjid. Yang lainnya sedang membuat tandu di taman. Sementara itu Nirmala menginspeksi tas semua orang bersama dengan Rika yang kehilangan duit seratus!? Ini anak sudah gila bawa-bawa duit seratus ke pramuka… Akhirnya mereka putus asa dan memilih untuk mengikuti yang lainnya. Hati Nirmala dan Rika masih melakukan pertengkaran batin antara mengadu ke kakak pramuka dan tetap diam saja. Arisin melihat ketidak enakan muridnya dan mendekat kearah mereka dan diikuti oleh Nesia yang barusan minggu lalu di terima.
Quick Flashback
" Nama saya Lestari Kusuma Melati. Saya dengar dari Arisin-kun bahwa kelas ini suka rusuh~ Jadi saya ikutan deh~! Oh ya! Saya adalah kakak tertua Arisin yang kedua, kakak tertua kami ada di Jakarta." Melati memperkenalkan diri terlalu energetik, membuat mereka semua tahu bahwa guru ini dapat dibawa bermain walau tidak sampai tingkat ekstrem seperti trampoline taplak meja terakhir.
" Baiklah itu saja! Kak Melati akan mengajar Bahasa Indonesia dan IPS, bersamaku. PKN bapak sendiri sedangkan Mulok menjadi materi bapak pulak karena Bapak Fahmi sudah tidak tahan lagi dengan kalian katanya." Arisin menghelakan napas, setidaknya beberapa materi yang diajarnya didampingi oleh kakak tersayangnya.
" Bentar~" tiba-tiba terasa aura dingin dan keunguan, lebih parah daripada milik Russia, lebih parah daripada milik Hafizh dan Nirmala, ya lebih parah!
" K-Kak?" Arisin menjauh ketakutan, bahkan para murid langsung menjauh kebelakang kelas.
" Sejak kapan kamu begitu~ Maksudku enak-enaknya memanggil diri sendiri dengan 'aku'…" Nesia lah sumber dari aura itu. Laily, Fani, dan Rika yang merupakan indigo langsung gemetar dan Nirmala yang memiliki firasat dan insting kuat langsung merinding merasa tidak enak. Arisin hanya gemetar dengan hasil teman-teman yang baru dibuat oleh kakaknya.
" KYAAAAA!" seluruh kelas berteriak histeris setelah melihat Arisin diserang bertubi-tubi dengan buku-buku yang terbang sampai turun dari kelas dan dikejar-kejar oleh Nesia. Nasib hari itu ada les tambahan jadi mereka satu-satunya yang ada di sekolah.
End~
Semuanya kembali ke kelas atas perintah Agung sang guru pramuka(gak ngeliat ini terjadi 'kan~? Ya Indo belum mau pulang.). Mereka semua memeriksa tas sendiri-sendiri dan mencatat apa yang hilang dan memberikannya kepada Agung.
" HP SAMSUNG!? DUIT SERATUS!? TAS!?" Agung berteriak melihat catatan benda hilang. Yah, dia lupa sekolah ini rata-rata dari keluarga yang sangat mampu dan memiliki kekayaan.
" Pak, gak usah panik gitu." Fitri sweat drop dengan reaksi Agung. Mana ada orang yang gak tenang dan justru panik setelah melihat apa yang hilng adalah benda-benda berharga dan mahal-mahal sekali…
" PAK!" Arya datang berlari dari belakang sekolah dan menunjukkan HP Samsung yang merupakan milik Nirmala dan juga seorang adik kelas. Nirmala langsung bawa menari HP-nya yang masih mati dan belum dimasukkan baterinya. Menurutnya, ayahnya itu menakutkan tetapi mudah dikalahkan, sama seperti ayah Rika.
" Kal-Sel-kun~ kau tak beri tahu aku~" Melati berbisik ke telinga Arisin dengan lembut sekali agar tidak terdengar yang lain. Arisin merinding, dia belum beri tahu bahwa kebanyakan anak di sekolah itu sangatlah kaya.
" Coba periksa lagi di belakang sekolah! Nirmala saya minta kamu DUBRAK pintu!" para laki-laki VI B dan Nirmala langsung 'siap pak!' dan berlari ke lokasi.
DUR DUR DUR DUK DUK DAK!
Pintu yang terkunci berhasil didubrak oleh Nirmala sementara para laki-laki dibelakang tidak kunjung kembali, sebelum sempat mereka memeriksa, tiba-tiba terdengar teriakan.
" ITU DIA! TEMBAK!"
" Kak! Evakuasi anak-anak!" Arisin langsung memegang beberapa muridnya.
" Bawa mereka ke kelas! Aku akan menelpon Araya untuk segera datang!" Agung memencet nomor Araya dengan kecepatan kilat dan menelponnya. (Para Kalimantan Siblings belum pulang)
Arisin langsung membawa murid-muridnya, murid VI A dan para adik kelas V ke dalam kelas VI B. Meminta Melati untuk menjaga mereka sebelum lari kembali ke bawah dan terdengar suara ngebut motor dan orang naik ke atas dengan kecepatan tinggi.
" Kak Melati!" Araya masuk dengan tombak dan Mandau yang tersembunyi di dalam tasnya yang besar.
" Araya cepat masuk dan kunci!" Melati memerintah Araya dan Araya menurutinya. Tak lama Tara juga ikut, walau para penghuni kelas VI B ingin membantah, mereka tak dapat setelah melihat pistol-pistol dan AK-47 yang tersimpan di dalam tas anak yang lebih kecil dari mereka itu walau mereka tidak tahu bahwa anak itu sebenarnya lebih tua dari mereka.
Seseorang mencoba untuk masuk, dan itu adalah teroris tadi. Nirmala dan May yang sempat belajar karate, tanpa segan-segan menendangnya sampai pingsan. Melati hanya berdecak kagum melihat dengan matanya sendiri betapa hebatnya murid Arisin. Sampai dia mendengar…
" KAK! MANDAUKU HILANG!" Arisin masuk tiba-tiba dan hampir ditinju oleh Nirmala yang terlalu waspada, nasib May menghentikannya.
" Maksud bapak ini?" Nirmala menunjuk tangan sebelahnya yang memegang Mandau yang mengkilat dan terlihat sedikit bekas darah.
" Nir, dimana elu dapat!?" Rika berteriak.
" Tu di tas Pak Arisin…" Nirmala menunjuk ke tas Arisin yang tertinggal di dalam kelas.
" N-N-NIRMALA!?" Arisin dan Melati berteriak, Nirmala tanpa sadar ternyata melukai kakinya, walau tidak parah tetapi tetap menakutkan. May saja pingsan. Pantas saja ada bekas darah di Mandau itu..
" PAK KENAPA MEMBERITAHU!? SAKIIIIITTTTTT! BAPAK JAHAT!" Nirmala berteriak sambil menangis saat Melati membalut kakinya yang luka.
" M-MAAF!" Arisin pun ikutan berteriak.
" ARISIN DIAM DAN TOLONG KAK AGUNG! TARA JAGA TEMPAT INI!" Araya berteriak dan menarik Arisin keluar.
' Gak mungkin! Nyawa kami ada di tangan anak ini!?" semuanya berpikir sementara Tara memandang mereka dengan raut wajah datar dan siap membunuh dan berkata seraya menyiapkan pistol-pistolnya yang merupakan keluaran terbaru America/Alfred, " Problem?". Semuanya hanya bisa sweat drop dibuat oleh Tara 'kecil'. (Ini bakalan di ilustrasikan! XD)
Tara mengambil kedudukan dan mengeluarkan 'mulut' AK-47 ke salah satu lubang dinding yang sudah lama itu. Tak lama kemudia dia mulai menembak-nembak, sementara itu di belakang…
" A-A-Apa-apaannya!? Bunyi tembakan itu!" Tanya Rangga yang sedang berpeluhan. Gimana tidak? Ternyata mereka lambat kembali karena di tahan oleh musuh bebuyutan sepak bola mereka.
" RANG!" Arya berteriak memperingati Rangga dan Rangga langsung meninju orang yang mecoba untuk menyerangnya dari belakang dengan kayu.
" WOI! KEMBALI! INI TERITORI KAMI!" Fani ikut berteriak, tetapi kakak-kakak SMA dari sekolah lawan mereka ini terlalu banyak.
" HIYAA!" serang mereka secara bersamaan, sementara Arya, Rangga, Fani dan yang lainnya tidak ada jalan keluar lagi. Tapi…
BRUK… Satu badan ambruk dan terlihat seseorang…
" PAK ARISIN!" geng VI B berteriak girang.
" Aku bukan Arisin! Aku Arinda! Ingat itu!" yah, Arisin dan Arinda 'kan kembar, tentunya dapat tertukar dan semakinnya kalau ternyata Arinda memakai baju militer, lengkap dengan senjata yang dibawanya. Di belakangnya ada seorang perempuan panjang dan mata lembut tetapi mematikan yang mereka tidak kenal. Dia mengendarai truk yang berisi berbagai senjata militer. Membuat para penyerang muda sekolah mereka lari ketakutan. Tentunya meninggalkan barang-barang yang dicuri yang berada di dalam karung. Fani mengambil karung itu dan melemparnya ke Rizky.
" Kak Tiana! Ayo!" ajak Arinda sementara menarik tangan Arya(Arya memang sedikit pendek daripada kelas VI biasanya) dan Rangga sambil berlari ke dalam, dan diikuti oleh Tiana dan semua warga laki-laki kelas VI B. (Seperti yang dikatakan, kelas VI A sama sekali tidak dapat bertengkar)
Sedang terjadi baku tembak, tetapi kelas VI B dengan gembiranya ternyata tidak ditembak karena para teroris focus pada personifikasi laki-laki Indonesia saja. Araya melakukan penyerangan jarak jauh sedangkan Arisin menyerang dengan jarak dekat. Indo tentunya penyerangan jarak jauh dan jarak dekat. Arinda memasukkan para laki-laki kelas VI B ke dalam kelas mereka dan mengunci kembali kelas itu. Tiana sudah muncul sikap yandare-nya.
Setelah itu masuklah lagi satu personifikasi penting, tidak personifikasi state-tan Indonesia yang PALING PENTING. Jakarta…
" KOPASSUS! TANGKAP MEREKA!" perintah Jakarta, motor yang tadi dikendarainya diletakkan begitu saja. Tadi dia ngebut seperti daredevil kerasukan!
Mendengar kerusuhan di luar, para kelas VI B hanya bisa dan sweat drop ria karena mereka tak pernah tahu bahwa anggota keluarga Arisin liar orangnya, itu baru beberapa, gimana dengan adik-adiknya dan beberapa kakaknya? Waduh makinnya deh! Satu, jadi target teroris, satu anak kecil dengan AK-47, dua orang yandare dan daredevil tambah orang yang dapat memerintah KOPASSUS, satu perempuan yang kuat bukan main, Arisin sendiri pakai bawa-bawa Mandau kemana saja dia pergi… Ini keluarga gila, kalau saja mereka tahu bahwa mereka adalah personifikasi.
Tapi, mata dua orang terpintar kelas sudah mulai curiga, bagi Hafizh, mana ada kondisi keluarga begini kecuali keluarga yang saaaangatlaaaah penting, sedangkan itu bagi Nirmala semuanya tampak 'mary-sue/gary-stu' karena Nirmala seorang maniak novel.
~ Tara in Heart Country (HnKnT) ~ [A/N: Tara sekitar 17 tahun di dalam imajinasi saya yang satu ini…]
Ne, apakah kamu tahu… bahwa semua permainan memiliki peraturan?
Peraturan yang ada untuk dilanggar…
Bahkan ada peraturan untuk orang yang tidak bermain…
Aku menunggu partisipasimu, kau tidak bisa menolaknya! [A/N: Ini bahasa Inggris! Masih ingat 'kan?]
" AKU AKAN MATI! MATI! MATI!" teriak Tara histeris sementara dia jatuh dari lubang yang cukup besar.
" Aku tidak akan membiarkanmu mati!" tawa orang di sebelahnya.
" KYAAAA! TENTUNYA AKU AKAN MATI! AKU SEDANG JATUH! JATUH!" Tara menjerit ketakutan setelah dia ditarik oleh semacam manusia yang memiliki telinga kelinci yang berwarna putih walau warna rambutnya berwarna pirang, dan semacam ulat bulu ada di tempat dimana seharusnya alisnya.
" Tentunya kamu jatuh! 'Kan ini lubang, sayangku!" orang itu hanya tertawa-tawa melihat Tara yang ketakutan bukan main.
" Tolong! Aku diculik! Kak Chun-Yan! Tolong! Aku diculik! Diculik oleh seorang laki-laki mesum!" teriak Tara, memanggil kakak perempuannya, sang personifikasi perempuan China. (Nyo!China, ARU! *dilempar dari Tembok Besar Cina*)
" Hahaha! Aku tidaklah mesum!" masih juga lelaki itu tertawa walau tawaanya kurang keras daripada tadi.
" Kenapa disini ada lubang!? Bagaimana adanya!? Mana kakakku!?" Tanya Tara bertubi-tubi.
" Hahahahahaha! Tidak usah bertanya dengan 'kenapa' dan 'bagaimana' yang merupakan pertanyaan yang tidak nyambung!" tawa laki-laki itu mulai membahana lagi.
" Pertanyaan itu berhubungan!"
Tiba-tiba saja mereka berada di semacam ada gedung tetapi tertutup dengan atap di atasnya walau tidak sepenuhnya tertutupi. Tara melihat-lihat sekelilingnya. Sementara itu, 'kelinci' itu menawarkan tangannya dan disambut oleh Tara untuk berdiri kembali.
" Namaku Arthur Kirkland!" lelaki itu memperkenalkan dirinya dengan gentlemanly . Aksen Inggris yang kental dapat terdengar dari setiap perkataannya.
Tara hanya menatap diam laki-laki dengan telinga kelinci di depannya. Rambutnya berwarna pirang, ada ulat bulu yang tampaknya merupakan alisnya, kulitnya putih, berbeda dari kulitnya yang berwarna sawo matang tetapi masih dapat dibilang putih. Dia memakai baju yang bercorak seperti taplak meja kotak-kotak berwarna merah, memakai dasi dengan lukisan kartu di ujung bawahnya, dari bahu kanannya ada rantai jam yang menuju ke kiri dan berakhir di pinggang bagian kirinya. [A/N: Lihat Peter=White]
Arthur mengeluarkan sebuah botol kecil dan memasukkan cairan di dalam botol kecil itu, tak sampai di situ saja. Dia mendekatkan mulutnya dan memasukkan dan membuat Tara meneguk cairan itu. Tara kontan terkejut dan menjauh, menyiapkan tinjunya…
" Arthur Kirkland!" Tara menatap Arthur langsung di matanya, dan Arthur hanya tersenyum kekanak-kanakan.
"Iya?"
" Arthur Kirkland, I'LL KILL YOU!" Teriak Tara dan melayangkan tinjuannya dan mengenai Arthur tepat di pipinya, melayanglah seorang Arthur Kirkland di udara.
~To Be Continued~
Setelah itu semua, seminggu telah lewat begitu juga UTS yang mematikan dengan matematikanya. Indo sudah pulang bersama sisa Kalimantan Bersaudara, kalau Jakarta dibawa pulang oleh Indo sambil dijewer telinganya karena telah lalai dan membiarkan teroris begitu saja dan hampir meregut banyak nyawa murid bahkan warga yang sedang dekat.
Nirmala sudah mulai siasat, karena kalau dia berjalan, hampir tidak ada suara yang dapat terdengar. Sementara itu Hafizh akan memecahkan beberapa keanehan dan beberapa kode, tambah memikirkan berbagai kemungkinan.
Bagaimana kalau kedua orang ini yang kerja samanya paling bagus di kelas mengetahui rahasia Indo, Nesia, dan bahkan Arisin? Waduh gawat tu!
~Chat Room/Preview~
Yey kita akan menjadi bintang utama besok!
Chapter berikutnya kali…
Oh iya betul!
Terus?
Fizh, sungguh deh! Gerbang sekolah itu pembatas personality disordermu, ya?
Diamlah.
Boring~!
~Preview~
" Fizh, apa itu personifikasi?"
" Personifikasi? Aku juga gak tahu. Tapi nanti kucari di kamus!"
~?~?~?~?~?~
" Arisin…Arinda… Araya… Tiana… Tara…"
" Arisin… Banjarmasin?"
" Mari kita coret-coret!"
" Arinda… Samarinda?" "Araya, Palangkaraya… Tiana, Pontianak dan Tara itu Tarakan?"
" Hmm, kalau begitu begini…"
~!~!~!~!~!~!~
" Banjarmasin, Samarinda, Palangkaraya, Pontianak, dan Tarakan? Itukan!"
" A-APA!?"
" Fizh, ini mengerikan!"
" Mari kita cari tahu lebih dekat agar mengetahui lebih lanjut!"
" Oke!"
~!~!~!~!~!~!~!~!~!~
WHAT WILL HAPPEN!?
