Arc I: MPLS


Chapter 7: SACRIFICE


~Opening Song: Blue Bird by Ikimono Gakari~

Seluruh murid berbaris rapi di arena Colosseum. Para murid baru berada di sebelah kiri dari mimbar sedangkan budak kelas 2 dan 3 berada di sebelah kanan. Mereka semua terdiam menunggu kedatangan para The Ten Grace of God. Seorang wanita cantik terlihat muncul di tempat khusus komentator dan dikawal oleh beberapa penjaga sekolah.

Wanita itu bernama Shizune. Ia memeriksa microphone di depannya dengan mengetuk kepala microphone beberapa kali untuk mengetahui alat pengeras suara itu aktif atau tidak.

Shizune mulai berbicara, "Pertama-tama perkenalkan namaku Shizune, Wakil Kepala Sekolah Donquixote Academy. Saya di sini mewakili sekolah mengucapkan selamat kepada kalian yang sudah menyelesaikan masa MPLS selama 1 minggu."

Para murid diam mendengarkan.

"Sebelum saya memperkenalkan para The Ten Grace of God yang akan menampung kalian ke dalam guild mereka, saya akan mengumumkan 10 siswa yang mendapatkan gelar MVP selama mengikuti MPLS."

Para murid mulai bergemuruh, saling bergumam membicarakan siapa saja yang termasuk ke dalam MVP.

"Kalau begitu saya akan mengumumkan mulai dari peringkat pertama;

1. Ootsutsuki Kaguya dari kelas 1-A

2. Namikaze Naruto dari kelas 1-B

3. Nara Shikamaru dari kelas 1-B

4. Sairaorg Bael dari kelas 1-D

5. Uchiha Sasuke dari kelas 1-A

6. Sona Sitri dari kelas 1-A

7. Rias Gremory dari kelas 1-A

8. Senju Itama dari kelas 1-C

9. Hyuuga Neji dari kelas 1-C

10. Sabaku no Gaara dari kelas 1-E

Itulah ke-10 murid yang mendapatkan gelar MVP dan berhak mendapatkan pin penghargaan."

Seluruh murid sekali lagi bergemuruh pelan. Beberapa ada yang tersenyum sombong, ada juga yang kesal, dan tidak sedikit yang acuh.

"Hah … aku tak masuk ke jajaran MVP deh!"

"Kau mana mungkin jadi murid MVP! Hahaha!"

"Hoamzzz, mendokusei."

"Cih, hanya urutan ke-5 kah?" seorang pemuda berambut hitam spike terlihat mengeraskan wajahnya dengan tangan terkepal erat.

Sama kesalnya seperti pemuda spike tadi, wanita cantik bersurai merah panjang menggigit bibir bawahnya hingga memutih. 'Aku tak percaya dikalahkan oleh si Namikaze Naruto itu! Awas saja nanti!'

Sementara yang jadi urutan pertama sepuluh siswa MVP terlihat tidak peduli dan malah melirik ke sana sini seperti sedang mencari keberadaan seseorang. 'Namikaze-kun … di mana kau?'

"Aku ucapkan selamat kepada 10 murid yang menjadi MVP." Shizune menyudahi pidato pertamanya lalu menyerahkan selembar kertas yang tadi ia pegang kepada salah satu penjaga dan kemudian mengambil kertas lagi dari penjaga lain.

"Sekarang saatnya untuk membuka acara terakhir dari serangkaian kegiatan MPLS, perekrutan guild."

"Yoshsaaa!"

"Inilah yang aku tunggu-tunggu!"

"Kami-sama mohon berikan hamba yang terbaik."

Beberapa kalimat yang mewakili perasaan para murid Shizune dengar. Ia berdehem pelan untuk menarik seluruh perhatian murid agar suasana kembali kondusif. Setelah memandang ke bawah cukup lama barulah Shizune melanjutkan pidatonya.

"Seperti yang kalian sudah ketahui, sistem guild di sekolah ini adalah mutlak dan wajib hukumnya. Jika ada dari kalian yang tidak bergabung ke dalam guild manapun maka orang itu akan berstatus sebagai … budak."

Glek!

"Tanpa menunggu lebih lama lagi, saya akan memperkenalkan para The Ten Grace of God dimulai dari kursi pertama … orang yang menyandang julukan anugerah 'Mighty' dan pemilik bounty 860.000.000 … ketua dari guild [Kings] … Sirzechs Gremory dari kelas 3-A."

Sirzechs muncul dari dalam koridor menyambut para murid dengan senyum menawannya. Seluruh murid baru bergemuruh hebat menyaksikan wajah orang pemilik kursi pertama yang selalu diidamkan oleh banyak orang.

"Jadi dia ya …."

"Kyaaaa Sirzechs-sama sangat tampan~"

"Sirzechs-sama~"

"Sirzechs-sama~"

Orang yang disoraki tersenyum canggung lalu pergi ke kursinya yang berada di paling kanan. Ia lalu duduk dengan pose bangsawan yang semakin membuat wanita menyoraki namanya dengan keras.

"Ekhem!" Shizune mau tidak mau berdehem lagi untuk meredakan massa yang kian tak terkendali. Setelah mendapatkan perhatiannya lagi ia lalu melanjutkan.

"Kursi kedua ditempati oleh orang yang menyandang julukan anugerah 'Beauty' dan pemilik bounty 720.000.000 … ketua dari guild [PRIDE] … Gabriel dari kelas 2-B!"

Gabriel, wanita cantik bak model terkenal itu berjalan pelan menyambut siswa baru yang sudah hampir tepar karena senyuman menawannya.

"Malaikat! Dia seorang malaikat!"

"Ughh cantiknya … aku jatuh cinta pada pandangan pertama."

"Kyaaa Gabriel-oneesama!"

"Onee-sama!"

Gabriel tidak lama-lama melambaikan tangannya, ia segera pergi menuju kursi ke-2 dan duduk diam di sana. Sebenarnya ia malas mengikuti acara seperti ini dan ingin segera pergi ke perpustakaan, surga baginya.

"Kita lanjutkan. Kursi ketiga dimiliki oleh orang yang menyandang julukan anugerah 'Loyalty' dan pemilik bounty 615.000.000 … ketua dari guild [Akatsuki] … Uzumaki Nagato dari kelas 3-C!"

Remaja berambut merah gaya emo itu muncul dan menatap kumpulan manusia di bawahnya yang sedang bergemuruh. Ia tersenyum singkat lalu pergi menuju kursinya. Sanjungan-sanjungan ia dengar cukup jelas.

"Selanjutnya, kursi keempat dimiliki oleh siswi yang menyandang julukan anugerah 'Honesty' serta pemilik bounty 555.000.000 … ketua dari guild [ENVY] … Serafall Sitri dari kelas 3-A!"

Kemunculan Serafall berbeda dengan yang lainnya yang memasang gaya cool. Ia malah melompat-lompat kegirangan lalu melambaikan tangan dengan semangat yang berlebihan. Membuat satu orang di barisan memalingkan wajah yang memerah menahan malu.

"Serafall-sama kawai desu~"

"Loliiiii~"

Sementara kelas 2 dan 3 hanya diam saja.

Serafall, orang yang paling lama menyalami murid baru dibandingkan Sirzechs, Gabriel, maupun Nagato. Ia baru duduk di kursinya setelah hampir 5 menit melambaikan tangan tanpa henti membuat Shizune memasang wajah agak kesal.

"Tanpa membuang waktu lagi, aku akan lanjutkan. Ekhem, kursi kelima diduduki oleh siswa yang menyandang julukan anugerah 'Genius' serta memiliki harga kepala sebesar 440.000.000 … ketua dari guild [Royal Knight] … Cao Cao dari kelas 3-E."

Cao Cao berjalan tegap sambil menenteng senjata utamanya yaitu tombak suci yang termasuk ke dalam salah satu senjata terkuat di kekaisaran Jepang, bahkan dunia. Semua menatap kagum kepada Cao Cao saat merasakan betapa besarnya aura yang dipancarkan orang jenius itu.

"Aku mendengar kabar kalau Cao Cao-senpai bukanlah dari keluarga bangsawan,"

"Benarkah? Itu berarti dia orang dari kalangan biasa saja?"

"Benar. Tapi kemampuannya setara dengan para bangsawan yang menempati ke-10 kursi."

"Sugoi! Aku ingin masuk ke guild Cao Cao-senpai!"

Cao Cao duduk di kursinya sambil tetap menggenggam senjata tombak itu.

"Kursi keenam diisi oleh orang yang memegang julukan anugerah 'Miracle' dan pemilik bounty sebesar 400.000.000 … ketua dari guild [Heaven Sword] … Vali Lucifer dari kelas 2-A."

Vali menyeringai tipis sambil memandang rendah orang-orang yang ada di bawahnya. Ia tidak melambaikan tangan tapi justru langsung menuju kursinya dan duduk. Meski kelakuan Vali bisa dibilang dingin tapi sorak-sorak memuji masih terdengar.

"Mohon untuk tenang … baiklah, selanjutnya kursi kedelapan dimiliki oleh siswa yang mendapatkan julukan anugerah 'Firmness' dan pemilik bounty 315.000.000 … ketua dari guild [FATE] … Senju Tobirama dari kelas 2-C!"

Tobirama melangkah dengan badan tegap sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Tidak ada senyum tipis yang terpancar. Tobirama, seperti biasa masuk ke mode seriusnya. Bahkan seluruh murid pun terdiam seakan sedang diperintah Tobirama untuk bungkam.

"Hn. Mohon bantuannya, anak baru."

Tobirama yang pertama mengucapkan sesuatu saat upacara pengenalan The Ten Grace of God. Ia kemudian duduk di kursinya dan tidak lama setelah itu gemuruh murid mulai terdengar.

"Kursi kesembilan dimiliki oleh orang yang mendapatkan julukan anugerah 'Quiet' serta pemilik dari bounty seharga 309.000.000 … ketua guild [Red Rose] … Shalba Beelzebub dari kelas 2-B."

Remaja yang memiliki rambut panjang bergelombang itu tersenyum manis melihat para siswi yang sepertinya terpana oleh ketampanannya. Ia kemudian menyalami murid baru sebelum duduk di kursinya.

"Kyaaa tampannya~"

"Ah … aku sepertinya akan pingsan."

"Ekhem, baiklah kita lanjutkan lagi. Kursi kesepuluh dimiliki oleh siswi yang menyandang julukan anugerah 'Elegance' serta pemilik bounty 300.000.000 … ketua dari guild [Valkyrie] … Katerea Leviathan dari kelas 2-B!"

Katerea berjalan dengan anggun sambil membenarkan kacamata yang menggantung di hidungnya, membuat para siswa hidung belang yang melihat itu langsung terpana. Katerea disambut teriakan meriah dari para laki-laki kelas satu. Ia memasang senyum elegan dan hal itu menambah keributan di arena.

Melihat delikan tajam dari Shizune, Katerea menyudahi acara sambutan 'panas'-nya dan duduk di kursinya yang kebetulan dekat dengan dirinya.

Keributan di tempat murid baru mulai mereda setelah beberapa saat. Satu per satu dari mereka mulai menyadari saat dilihatnya kursi yang berangka romawi [VII] kosong. Mereka juga sadar bahwa Shizune melewatkan pengumuman siapa pemegang kursi ke-7. Bisik-bisik mulai terdengar.

"Ne Ne, apa kau tahu siapa pemilik kursi ke-7? Shizune-san sepertinya tidak mengumumkan."

"Aku tidak tahu. Aku juga bingung kenapa kursi ke-7 kosong. Mungkin orangnya sedang berhalangan."

"Tidak mungkinlah, mana ada orang penting yang melewatkan acara ini!"

"Yang kau katakan ada benarnya juga. Lalu sebenarnya siapa pemilik kursi ke-7?"

"Hoamzzz, mendokusei. Kuharap acara ini segera cepat selesai dan aku bisa tidur seharian."

"…."

"Sepertinya kalian sudah menyadari sesuatu yang ganjil," perkataan Shizune membuat seluruh perhatian tertuju padanya. Ia melihat satu per satu raut wajah bingung dan penasaran yang ditunjukkan anak kelas satu. Tanpa disadari siapapun Shizune tersenyum singkat.

"Aku akan mengumumkannya jadi pasang telinga kalian baik-baik,"

Gluk!

Entah kenapa tapi sepertinya mereka mulai tidak nyaman dengan perkataan Shizune.

Wakil kepala sekolah itu menarik napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya. "Kursi ketujuh … dikuasai oleh siswa yang menyandang julukan anugerah 'Wealth' karena kemampuan langkanya serta pemilik harga kepala sebesar 321.000.000 … ketua dari guild yang baru berdiri yaitu [SACRIFICE] … dia adalah–"

Shizune menyeringai melihat raut wajah para murid yang sangat penasaran. Suasana di arena saat ini hening tanpa suara terdengar. Perlahan tapi pasti suara langkah kaki menggema di atas mimbar. Naruto berjalan pelan menuju mimbar untuk menyalami murid baru–kurang tepat, tapi memperkenalkan siapa dirinya.

Cahaya mentari menyoroti wajah tampannya dan langkah itu terhenti di depan kerumunan orang yang sedang menatapnya dengan pandangan berbeda-beda. Naruto diam memperhatikan sambil menyembunyikan pergelangan tangannya di saku celana.

"–dia adalah Namikaze Naruto dari kelas 1-B!"

Tuntas Shizune menggema di seluruh pelosok Colosseum yang mana seluruh murid akan mendengar ucapannya dengan sangat jelas. Coriana tersenyum manis melihat kemunculan Naruto yang membuat semua orang di arena bungkam dalam keterkejutan.

Setelah beberapa saat barulah suara gemuruh yang paling besar tercipta!

"WHAT THE FUCK!"

"Dia … NARUTOOOOOOO!"

"HUEEEEEEE! NARUTO SALAH SATU DARI THE TEN GRACE OF GOD!"

Dua teriakan kaget itu berasal dari Le Fay dan Kuisha. Mereka tidak bisa menutup rahangnya saat melihat Naruto berada di atas mimbar.

"N-Namikaze-kun! Naa .. NAMIKAZE-KUN KURSI KE-7?" ini asalnya dari Kaguya yang benar-benar tidak menyangka jika laki-laki yang menarik perhatiannya adalah salah satu dari The Ten Grace of God. Matanya membulat sempurna dengan rahang yang sedikit terbuka.

"Bukannya dia Namikaze-san yang itu?"

"Iya … yang waktu itu memulai keributan di aula."

"Aku tahu dia, dia orang yang sudah berani melawan bangsawan!"

"Dan dia orang yang menjadi lawan tanding Ootsutsuki Kaguya-sama."

"Ya. Aku melihat pertarungannya. Dia hebat karena sanggup melukai Kaguya-sama."

"Tapi apakah murid kelas satu bisa menjadi The Ten Grace of God?"

"Entahlah, aku tak tahu. Yang jelas ini sangat mengejutkan!"

"Hoamzz … orang merepotkan mendapatkan jabatan merepotkan pula."

Sementara itu remaja berambut hitam spike menatap benci ke arah Naruto dengan mata hitam legamnya. 'Chikuso! Kenapa orang jelata seperti dia berada di atasku!' kepalan tangan remaja itu semakin menguat membuat kulitnya memutih.

Bukan hanya dia seorang yang menatap tidak suka pada Naruto. Wanita berambut merah bernama Rias Gremory yang memiliki sedikit masalah dengan Naruto saat berada di aula mengeraskan wajahnya. Menggertakan giginya kuat hingga terdengar suara gesekkan.

'Orang kampungan itu ….' Batin Rias menggeram.

Naruto mengangkat tangan kanannya membuat bisikan-bisikan yang beredar mulai mereda. Seluruh atensi tertuju pada Naruto sekarang.

"Siapa saja yang nanti bergabung ke dalam guild-ku … mohon kerja samanya."

Setelah ucapannya ia berjalan dan duduk di kursi empuk bertuliskan angka romawi [VII]. Naruto menyilangkan tangannya di depan dada lalu bersandar, ia menutup mata dan menghela napas. Tobirama yang duduk di sampingnya melirik Naruto melalui ekor mata, sementara Vali menyeringai ke arah Naruto.

"Selamat, kemunculanmu membuat suasana paling gaduh dari yang lain." Ujar Vali.

"Hn. Terima kasih, Senpai. Maa~ meski begitu aku juga kurang enak dengan ini."

Vali terkekeh pelan, laki-laki itu tidak membalas perkataan Naruto dan hanya memalingkan wajah. Shizune melanjutkan pidatonya lagi.

"Semua The Ten Grace of God telah hadir. Kita akan memulai sesi perekrutan guild dimulai dari murid kelas 1-A, barisan paling pertama murid kelas 1-A harap menuju ke depan dan menghadap mimbar." Titah Shizune.

Satu orang laki-laki berambut coklat maju ke tengah, menghadap langsung para The Ten Grace of God dengan pandangan agak kaku. Ia diam berdiri tanpa menyuarakan apa pun cukup lama sampai akhirnya mulutnya mulai membuka. Memperkenalkan nama dan kelas lalu membungkuk hormat sebelum kembali memandang 10 orang itu.

Sesi perekrutan guild sudah dimulai. Beberapa The Ten Grace of God mengangkat tangan kanannya tanda ia merekrut remaja tersebut yang terlihat sangat senang dengan mata berbinar. Karena ada lebih dari satu guild yang menginginkannya maka ia pun diharuskan untuk memilih … dan laki-laki tersebut menunjuk Shalba lalu mengucapkan nama guild-nya.

"Dengan begitu, Izuki Akihito-kun telah resmi bergabung dengan guild [Red Rose] dan dimohon untuk berdiri di depan Shalba Beelzebub." Kata Shizune. Remaja bernama Akihito itu segera melaksanakan apa yang dikatakan wakil kepala sekolah.

Sesi perekrutan terus berlanjut. Siswa demi siswa maju ke depan, Naruto memperhatikan semua rekan anggota pemilik kursi apakah mereka nanti tidak ada yang mengangkat tangan maka Naruto yang akan mengangkat tangannya.

Tanpa terasa 10 murid telah direkrut oleh guild, Naruto masih belum memilih anggota. Ia menunggu … menunggu seseorang yang tidak terpilih oleh guild lain. Hingga akhirnya giliran Kuisha Abaddon dari kelas 1-A yang berdiri di tengah menghadap mereka. Naruto sebenarnya tidak berharap banyak pada Kuisha karena pastinya ia akan bergabung dengan guild kakaknya. Namun, keinginan untuk mengangkat tangan sangat besar.

'Coba saja dulu, meski aku tahu Kuisha tidak akan memilih guild-ku.' Batin Naruto.

Pertama-tama tiga orang mengangkat tangannya, lalu Naruto yang terakhir. Kuisha memandang satu per satu orang yang hendak merekrutnya ke dalam guild. Ia menarik napas lalu menunjuk orang yang duduk di kursi bernomorkan [VII], Naruto.

Remaja yang ditunjuk diam seketika. 'Serius? Kuisha memilih guild-ku?'

"Namaku Kuisha Abaddon dan aku akan bergabung dengan guild [SACRIFICE] yang diketuai oleh kuris ke-7, Namikaze Naruto!" kata Kuisha dengan lantang.

Naruto diam dengan wajah terkejut. Kuisha menghiraukan itu lalu berbaris di tempat seharusnya sebagai orang pertama yang bergabung ke dalam [SACRIFICE]. Acara kembali dilanjutkan 5 orang berlalu … 10 orang beralu … sampai pada siswi pemegang gelar MPV nomor 1 menghadap ke depan sebagai murid terakhir dari kelas 1-A, Ootsutuski Kaguya.

Bisa ditebak siapa yang menginginkan Kaguya masuk ke guild-nya. Yep, SEMUANYA! Semua mengacungkan tangan kecuali Naruto yang menunduk. Tangan kanannya bergetar ingin sekali terangkat sementara batinnya bertolak belakang. Keinginan sebenarnya adalah mengangkat tangan karena Naruto sangat membutuhkan kekuatan Kaguya tapi apakah ia pantas? Orang seperti Kaguya mana mau bergabung dengan guild baru. Namun akhirnya tangan itu terangkat juga.

Kini semua The Ten Grace of God menginginkan Ootsutsuki Kaguya.

Ootsutuski Kaguya menatap datar semua tangan yang terangkat kecuali satu … satu tangan berwarna tan yang mempesona. Ia kemudian menunjuk Namikaze Naruto. "Namaku Ootsutsuki Kaguya dan aku akan bergabung dengan guild [SACRIFICE] yang diketuai oleh kuris ke-7, Namikaze Naruto … -kun!"

"APA!"

Bukan, suara itu bukan berasal dari mulut Naruto maupun pemilik kursi lainnya, melainkan dari hampir seluruh murid yang tak menyangka bahwa putri kekaisaran Jepang malah bergabung dengan guild baru, mengabaikan tangan pemilik kursi pertama yang terangkat! Ya, ini kedua kalinya Sirzechs mengangkat tangan setelah memilih Rias yang notabennya adalah adiknya.

Sama seperti kebanyakan murid, Naruto juga tak percaya dengan keputusan Kaguya dan beranggapan bahwa ini hanyalah mimpi! Tapi hal ini benar-benar terasa nyata dan tentu bukan mimpi.

Kaguya berjalan lalu berbaris di belakang Kuisha yang memasang wajah bengong. Dia … dia akan bersama dengan orang yang dikaguminya? Ah betapa senangnya~

Seluruh murid kelas 1-A sudah selesai dan tidak ada yang menjadi budak. Awalan yang bagus. Sekarang giliran kelas 1-B yang menghadap ke depan diawali dengan seorang siswi berambut panjang cantik.

Kita percepat sesi ini karena tidak terlalu penting … sampailah pada giliran Shikamaru yang menghadap ke depan. Seperti biasa dengan gaya malasnya ia menunjuk tangan Naruto yang terangkat. Yap, Shikamaru memilih bergabung bersama Naruto mengabaikan dua tangan dari Tobirama dan Cao Cao yang terkenal dengan kecerdasan dan kejeniusan.

Shikamaru dengan malas berjalan dan berdiri di belakang Kaguya sebagai anggota ketiga.

"Hoamzz, aku ingin cepat-cepat tidur."

Waktu berjalan cepat tanpa terasa. Semua kelas 1 sudah menyelesaikan tahap akhir seleksi yaitu perekrutan guild. Tidak jarang Naruto mengangkat tangan saat semua rekannya tak ada yang berminat dengan kemampuan seseorang, membuatnya menjadi pahlawan di mata orang yang sudah terselamatkan dari status budak yang sempat menghantuinya.

Dari situ terciptalah beberapa orang yang tak bergabung dengan guild dan terpaksa harus menjadi budak. Naruto tak dapat menyelamatkan semua orang, ia juga memikirkan hal lain.

Kini saatnya kelas 2 dan 3 yang menghadap ke depan. Nampaknya cukup banyak guild yang menampung mereka, tapi ada kalanya saat seseorang tidak diinginkan oleh siapa pun, saat itu pula Naruto mengangkat tangannya.

Murid terakhir dari kelas 3-E berjalan ke depan dengan gugup. Wanita itu adalah orang pertama yang Naruto kenal di sekolah ini, siapa lagi kalau bukan Coriana. Ia menjadi murid terakhir yang menghadap ke depan. Naruto melirik ke samping kanan dan kiri kemudian menunduk. Sangat disayangkan, tidak ada yang tertarik dengan Coriana. Namun itu juga menjadi keuntungan Naruto karena dengan begini ia dapat mengabulkan niatnya yang akan merekrut Coriana apa pun yang terjadi.

Naruto mengangkat tangan dengan senyuman menawannya membuat Coriana tersenyum senang dengan rona merah di wajah. Coriana Andrealphus menjadi anggota terakhir guild [SACRIFICE]


"Tak terasa kita sudah sampai tahap akhir dari sesi perekrutan guild. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih karena acara berjalan lancar tanpa hambatan. Untuk murid-murid yang tidak memiliki guild diharapkan lebih dulu pergi menuju asrama." Kata Shizune.

Dengan wajah lesu kumpulan murid-murid itu pergi keluar Colosseum.

"Sebelum kita menuju tahap akhir yaitu memperkenalkan markas guild, dimohon ke-10 orang yang mendapatkan gelar MVP berbaris di depan untuk ucapara menyerahan pin."

Sesuai yang dikatakan Shizune, satu per satu orang yang merasa dirinya masuk jajaran MVP berbaris. Naruto yang juga termasuk ke dalamnya langsung mlompat dari mimbar dan mendarat dengan mulus di samping Kaguya yang kaget karena kedatangan Naruto secara tiba-tiba. Ia memalingkan wajah.

"Yo, Ootsutsuki-san,"

"Hai, Namikaze-kun."

Sepuluh orang telah berbaris. Azazel selaku kepala sekolah menghampiri mereka dengan dua guru di belakang yang membawa 10 pin berbentuk bintang berlapis emas. Satu per satu Azazel memakaikan pin itu tidak lupa mengucapkan kata-kata penyemangat. Setelah selesai ke-10 murid tersebut kembali ke barisan masing-masing dan Naruto naik ke mimbar.

"Terima kasih kepada Azazel-sama yang menyerahkan pin penghargaan para murid MVP. Kita akan melanjutkan ke tahap akhir sekaligus penutupan. Kepada semua The Ten Grace of God diharapkan turun ke arena dan berdiri di depan barisan anggota masing-masing untuk selanjutnya menuntun murid baru ke markas guild.

"Sampai di sini saya membimbing acara. Terima kasih atas perhatiannya. Saya, wakil kepala sekolah Shizune mohon pamit undur diri."

Bersamaan dengan Shizune yang meninggalkan tempatnya, ke-10 pemegang kursi pun meninggalkan mimbar menuju arena. Mereka saat ini tengah menyusuri koridor yang erat dengan nuansa abad pertengahan.

Vali merangkul Naruto. "Ho ho, kau adalah orang yang paling beruntung di antara kami karena mendapatkan berlian di tumpukan jerami."

"Huh?"

Vali mendecik. "Aku berbicara tentang Ootsutsuki Kaguya."

"Ah Ootsutsuki-san kah … aku juga awalnya tidak menyangka."

"Hn. Kau tidak asyik buat diajak bicara."

"Terserah."

Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di arena dan menuju barisan masing-masing. Beberapa ada yang mengawali dengan kata penyambutan, ada juga yang langsung mengajak anggota baru menuju markas guild termasuk Naruto. Alasannya karena ia tidak tahu harus berkata apa dan mungkin kata penyambutan lebih baik di lakukan di markas.


Markas [SACRIFICE] berada di sebelah barat sekolah dekat dengan lapangan rumput luas yang terlihat jarang dipakai. Bangunan markas yang memiliki 5 tingkat ini berdiri kokoh di samping gudang sekolah tempat menyimpan senjata untuk latihan. Bangunan ini berwarna merah dengan bendera besar berlambang guild [SACRIFICE] berada di atas pintu utama.

Kemarin Naruto telah dipandu oleh Shizune untuk memperlihatkan bagaimana kondisi markasnya. Lantai pertama mirip seperti ruang tamu luas nan megah dengan sofa empuk. Lantai ke dua lebih condong ke ruang keluarga dengan mini bar sebagai tambahannya–tentu saja tanpa alkohol.

Lantai ketiga lebih mirip dengan gudang tempat menyimpan segala kebutuhan untuk guild seperti senjata, bahan makanan, dan lain-lain. Lantai ke empat terdapat beberapa ruangan yang ditujukan sebagai tempat kerja murid yang memegang jabatan Captain dan Knight.

Terakhir, lantai kelima adalah ruang kerja untuk Leader dan Co-leader serta beberapa ruangan yang bertujuan sebagai tempat hiburan bagi sang pemimpin guild.

Dan sekarang Naruto telah berkumpul bersama anggota barunya di lantai dua–ruang keluarga sekaligus ruang meeting anggota. Mereka duduk di sofa kecuali Naruto yang berdiri di depan. Remaja itu berdehem pelan lalu melihat ke-15 anggotanya.

"Aku ucapkan terima kasih kepada kalian yang telah memilih guild [SACRIFICE] sebagai tempat bernaung. Mulai saat ini kita adalah teman dan teman harus saling membantu. Karena ini adalah guild baru maka sekarang aku akan mengumumkan jabatan yang wajib diisi."

Naruto mengambil secarik kertas di sakunya. Ia lalu membaca. "Jabatan Co-Leader aku serahkan kepada Coriana Andrealphus-senpai dari kelas 3-E karena aku berpikir dialah yang lebih tahu tentang sekolah ini beserta sistemnya. Apa ada yang keberatan?"

Naruto melirik dan tidak mendapati protes dari mereka maka secara resmi Coriana akan menjadi wakil Naruto. Berikut adalah anggota Naruto beserta jabatannya:

1. Coriana Andrealphus dari kelas 3-E sebagai Co-Leader merangkap jadi sekertaris.

2. Kaguya Ootsutsuki dari kelas 1-A sebagai Captain merangkap jadi bendahara.

3. Nara Shikamaru dari kelas 1-B sebagai Captain.

4. Kuisha Abaddon dari kelas 1-A sebagai Knight.

5. Rock Lee dari kelas 2-E sebagai Knight.

6. Liban Crocell dari kelas 1-B sebagai Member.

7. Asia Argento dari kelas 1-C sebagai Member.

8. Mira dari kelas 1-E sebagai Member.

9. Kira dari kelas 1-E sebagai Member.

10. Meru dari kelas 1-D sebagai Member.

11. Xuelan dari kelas 2-D sebagai Member.

12. Carlamain dari kelas 2-E sebagai Member.

13. Isabella dari kelas 2-E sebagai Member.

14. Siris dari kelas 2-D sebagai Member.

15. Uzumaki Karin dari kelas 1-D sebagai Member.

Naruto juga mengawasi beberapa siswa seangkatannya yang berpotensi menjadi rivalnya di masa depan. Ia telah mengingat mereka beserta guild yang mereka pilih. 'Mereka' yang dimaksud Naruto di antaranya adalah:

Sairaorg Bael dari [Red Rose].

Uchiha Sasuke dari [Akatsuki].

Sona Sitri dari [ENVY].

Rias Gremory dari [Kings].

Senju Itama dari [FATE].

Hyuuga Neji dari [Heaven Sword].

Dan remaja psikopat berambut merah, Sabaku no Gaara dari [Royal Knight].

"Kuharap kalian menyetujui keputusan yang kubuat dan sekarang kalian bebas ke mana saja, langsung pulang ke asrama atau bantu beres-beres di sini juga boleh."

Mereka semua saling pandang lalu mengangguk bersamaan seperti telah menyetujui satu kesimpulan. Kaguya bangkit berdiri mewakili semua member [SACRIFICE]. "Tentu saja kami akan membantu Namikaze-kun membersihkan markas. Lagi pula ini merupakan tempat kami bernaung."

Perkataan Kaguya diberi anggukan oleh semuanya. Naruto tersenyum dan ikut mengangguk. "Terima kasih."


Langit biru tercampur warna orange tak terasa telah menghiasai langit kota Kuoh, menandakan bahwa waktu sudah memasuki sore hari. Naruto berjalan pelan menuju asrama khusus The Ten Grace of God yang fasilitasnya setara hotel bintang 5. Setelah tadi selesai menata markas para member pulang ke asrama masing-masing untuk isitrahat, begitu pun dengan dirinya.

Dalam perjalanan Naruto terus diam seperti sedang memikirkan sesuatu. Ini tentang bagaimana dia menggerakkan guild dengan benar. Masalah inilah yang terus membebani Naruto selama beberapa hari, mungkin sejak ia diberi tahu bagaimana tanggung jawab ketua guild.

Yang pasti Naruto sudah menetapkan dalam hatinya adalah untuk melindungi semua anggota guild dari segala macam bahaya dan ancaman. Ya, ini adalah tujuan barunya. Namun, apakah dia bisa? Dengan kekuatannya yang sekarang? Sulit.

Kata sulit memang paling cocok mengingat kondisinya yang sekarang. Terutama traumanya yang terus ia coba lawan dalam sebuah pertarungan. Mungkin saja jika terbiasa bertarung maka trauma yang ada pada dirinya berangsur menghilang.

Atau mungkin tidak sama sekali. Tak ada yang tahu.

Langkah itu terhenti di depan pintu besar yang terbuat dari kayu jati berhiaskan emas di beberapa bagian. Kata mewah paling cocok mendeskripsikan pintu tersebut. Naruto membukanya pelan dan pemandangan yang tersaji di matanya adalah semua The Ten Grace of God–kecuali Gabriel–sedang berkumpul di ruang tengah. Bercengkrama pelan. Membicarakan masalah ini dan itu.

"Ah, kau sudah datang ya, Naruto."

Naruto mengangguk pelan menyahut ucapan dari Katerea. Ia lalu masuk dan mendekati rekan sesama pemilik kursi. Katerea menepuk sofa empuk di sampingnya yang kosong. Menyuruh Naruto duduk di situ dengan bahasa fisik. Remaja pirang itu lalu duduk di tempat yang Katerea maksud.

"Bagaimana dengan guild-mu? Cukup melelahkan bukan mengelola guild baru tanpa pengalaman sama sekali?" tanya Nagato.

"Ya, seperti itulah. Untungnya mereka nurut jika diatur. Jadi aku bisa menjalankannya tanpa ada hambatan."

"Baguslah."

Sirzechs memandang remaja pirang itu. "Besok adalah hari pertamamu belajar di sekolah. Kuucapkan selamat dan aku minta setelah pulang sekolah kau mampir dulu ke ruang OSIS di gedung akademi lantai 3 sebelum pergi menuju markas guild-mu."

Naruto menatap Sirzechs dengan sebelah alis terangkat. "Memang ada apa?"

"Kau akan tahu besok."

Naruto mendesah. "Baiklah, Senpai."

Besok akan menjadi hari yang merepotkan.

Bersambung

(End of Arc I)

~Ending Song: HYDRA by MITH & ROID~


AN: Yo Yo Yo Eins kembali! Ini adalah chapter terakhir dari arc I: MPLS. Chapter depan sudah masuk ke arc II: Pandora's Box tapi tentu saja saya akan memperlihatkan kehidupan Naruto di sekolahnya berserta para anggota guild [SACRIFICE].

Banyak yang akan berubah pada diri Naruto selama arc II, saya buat arc itu khusus untuk mengembangkan kepribadian Naruto dengan bimbingan seseorang yang juga khusus menemaninya saat arc II berjalan. Tidak hanya kepribadiannya, ia juga akan berlatih sihir baru dan kekuatan baru muehehehe.

Ah, tentang perintah Sirzechs yang menyuruh Naruto ke ruang OSIS, ia akan mendapatkan hal tak terduga dan merepotkan, hehe.

Ini adalah update-an terakhir di tahun 2018, sampai ketemu bulan Januari 2019 mendatang!

Jangan lupa review karena review dari kalian adalah penyemangat untuk author!

SEKALI LAGI UCAPKAN #FFN2019BANGKIT! UNTUK TERKAHIR KALINYA DI TAHUN 2018!

[29/12/2018]