Disclaimer

Vocaloid (c) Yamaha Corp

This Story (c) Mine

Please Enjoy..

"Miku.." panggil Len kepada Miku di belakang taman, sehari setelah kepergian Rin ke Kyoto.

"Ya?" tanya Miku sambil melihat ke arah Len.

"Aku ingin kita seperti dulu, berpacaran kembali." Ucap Len lirih.

"Aku juga ingin!" Miku lalu mendekati Len dan memeluknya, seringai licik menghiasi bibirnya yang indah.

Akhirnya aku menang, Rin! Itulah yang difikiran Miku saat ini.

.

.

Aku mengagumi Len, dia sangat gagah dan tampan. Walau tak seperti Mikuo atau Meito, dia tetap terlihat keren. Aku selalu ingin tertawa ketika ingat kalau dia-lah yang paling pendek tetapi jadi kapten tim basket.

Aku menyukainya mulai hari itu, saat pertama kali aku menjadi manajer Tim basket Putra. Saat pertama kali melihatnya, dia tak sedingin ini. Dia penuh tawa, penuh senyum. Aku menyukai senyumnya, aku ingin melindungi senyumannya.

Tapi yang membuat dia dingin padaku adalah aku sendiri, aku yang mendiamkan dia terlebih dahulu. Ketika itu aku membaca e-mail percakapan Len dan Miku-nee, ternyata mereka adalah sepasang kekasih. Hatiku teriris, aku sedih.

Aku lalu sadar, bahwa aku lebih sering berada di samping Len daripada Miku-nee sendiri. Aku lalu memutuskan untuk menjauhi Len, aku mendiamkannya. Karna aku tak ingin menjadi pengganggu hubungan orang lain. Aku menjauhi Len, agar hati Miku-nee tidak terluka.

Miku-nee dulu waktu SMP adalah senpaiku di OSIS, jadi aku kenal dekat dengannya. Tetapi sejak aku dekat dengan Len, Miku-nee bersikap seolah-olah dia tak mengenalku. Jahat ya?

Sampai kecemburuannya memuncak, dia menyiksaku. Aku tak bisa apa-apa, yang aku bisa hanya bertahan dari serangannya, walau aku masih saja terluka. Aku tak ingin Miku-nee terluka, aku paham kalau hatinya sudah berkali-kali terluka.

.

.

"Ini rumah mamamu, kau bisa menunggunya di dalam rumah." Ucap Bibi Meiko kepadaku di depan sebuah rumah.

"Ha'i.." ucapku, lalu aku masuk ke rumah.

"Aku akan kembali ke Tokyo, jaa~nee.." ucap bibi Meiko sambil melambaikan tangan.

Aku lalu masuk ke dalam rumah, jarang ada apa-apa. Hanya kursi dan perabotan. Rumahnya sangat rapi, aku sampai bingung mau apa disini.

"Lebih baik aku tidur saja.." gumamku sambil melihat ke dalam kamar. Aku lalu masuk ke kamar dan tidur.

.

.

"Aku harus kembali ke Kyoto?" tanya seorang anak laki-laki berrambut honeyblonde kepada ayahnya lewat telfon.

"Ya, secepatnya. Kalau bisa minggu ini." Ucap ayah anak itu sambil .

"Ah kalau begitu baiklah.." ucap anak itu, lalu dia bersiap-siap untuk pergi ke Kyoto.

.

.

"Aku bukan anakmu?" tanya Rin kepada ibunya di ruang tamu.

"Iya, kau bukan anakku. Maafkan aku, Rin. Karna aku sering melukaimu." Ucap mama Rin.

"Lalu aku anak siapa?" tanya Rin kepada ibunya.

"Kau anak dari Kagamine Lenka, bangsawan Kyoto. Majikanku, jadi kau juga nona muda-ku." Ucap Ibu Rin—Kagami Neru.

"Be—benarkah? Lalu kenapa kau yang mengurusiku? Kenapa kau yang merawatku?" tanya Rin.

"Aku diperintahkan untuk mengurusimu, karna bangsawan tidak boleh mengurusi anak kembar sekaligus. Menjagamu dari cinta-cinta palsu, dan menjauhi Len." Ucap Neru.

"Cinta-cinta palsu? Anak kembar? Len? Apa maksudmu?"

"Kau sebenarnya sudah di jodohkan oleh anak bangsawan juga, maka dari itu kau tidak diperbolehkan mencintai orang lain. Ibumu bilang aku boleh melakukan apa saja agar kau tidak bisa mencintai orang lain kecuali orang yang akan menjadi jodohmu besok."

"Jadi yang menelfonku ketika festival makanan itu kau?"

"Bukan, dia orang suruhanku."

"Lalu saudara kembar dan Len?"

"Kau sebenarnya mempunyai saudara kembar, namanya Kagamine Len. Kau pasti sudah kenal, dia teman satu sekolah denganmu. Len adalah saudara kembar, maka dari itu kau tidak boleh dekat-dekat dengannya karna ibumu tidak menginginkan kau menyukai Len. Aku bahkan diperintah untuk melakukan apapun sehingga kau berhenti mencintai Len." Ucap Neru.

"Jadi kau yang membuat Miku begini padaku?"

"Miku? Siapa dia?" Neru kebingungan dengan apa yang dikatakan Rin.

"Kau.. tidak tahu?"

"Tidak.."

"Berarti Miku melakukan ini atas kehendaknya sendiri.."

"Miku melakukan apa?"

"Dia menyiksaku, membuat tubuhku penuh luka.. Tapi tidak apa-apa, sekarang aku sudah sembuh.."

"... Kalau begitu kau sekarang pindah ke rumah aslimu, maafkan aku karna selama ini sudah kasar padamu, nona muda.." ucap Neru.

"Tidak apa-apa, ayo antarkan aku ke rumah okaa-sama.." ucap Rin. Rin lalu pergi ke rumah ibu aslinya bersama dengan 'ibu'nya.

.

.

"Aku punya saudara kembar?" tanya Len kepada ayahnya ketika Len sudah sampai di Kyoto.

"Iya, namanya Kagamine Rin. Dia baru berganti marga hari ini. Karna hari ini juga dia pindah ke Kyoto." Ucap Ayah Len.

"Rin?"

"Iya, dia juga satu sekolah denganmu saat ini kan? Maafkan otou-sama karna aku tidak memberitahukanmu lebih awal." Ucap ayah Len.

"..."

"Ah ya, nanti kau akan bertemu dengannya. Sekarang kau bersiap-siap.." ucap Ayah Len.

"Baik, ayah.." ucap Len dan langsung bersiap-siap untuk menemui Rin.

TBC