gaes.. d ffn gk bisa nge upload foto?

ok, happy reading :)

くコ:彡くコ:彡くコ:彡

"Jaehyun, kau kenapa?" yang ditanya pun tidak menjawab, Taeyong semakin bingung. Sejak kejadian angkat telepon tadi saat di halte, Jaehyun diam dan tidak berekspresi sama sekali.

Beberapa detik kemudian, Jaehyun berhenti berjalan yang membuat Taeyong berhenti juga. Firasat Taeyong benar-benar buruk, sekarang mereka tepat berdiri didepan gang kecil yang saat itu, Jaehyun melakukan hal tak senonoh padanya tuk pertama kali.

"Jae?" Taeyong semakin mengeratkan pelukannya pada boneka paus putihnya, tangannya mulai berkeringat dingin.

Tidak ada jawaban.

"Jaehyun! Kumohon jangan begitu, kau kenapa?" Taeyong hampir saja menangis ketakutan.

Tiba-tiba saja, barang bawaan yang Jaehyun pegang ia lepas dan dengan cepat Jaehyun berbalik arah lalu menarik tengkuk Taeyong dengan tangan kanannya.

Cup!

Selamat, bibir sucih Taeyong ternodai!

Taeyong membelalakan matanya kaget, matanya memanas dan air matanya pun jatuh mengalir ke pipinya.

"Hmmpphh!!!" Taeyong meronta. Tapi Jaehyun bukannya memberhentikan, kecupan biasa yang hanya menempelkan bibir malah ia buat lebih dengan melumat pelan bibir Taeyong.

Taeyong semakin meronta dengan brutal. Perasaannya campur aduk.

Kecewa.

Takut.

Marah.

Harga dirinya terluka.

Dan merasa dikhianati, padahal Jaehyun sudah berjanji untuk tidak macam-macam padanya hari ini, tapi sekarang apa.

Taeyong memukul kepala Jaehyun dengan keras dari samping. Meskipun Taeyong tahu kalau pukulannya tak sesakit itu, tapi itu berhasil membuatnya terlepas. Ia mengusap bibirnya kasar, napasnya menderu, air matanya mengalir semakin deras.

"Brengsek kau Jaehyun!!"

Jleb!!

Jaehyun merasakan perasaannya yang teramat sangat sakit. Ia hanya bisa menunduk didepan Taeyong yang frustasi akan tingkahnya. Mau bagaimana lagi, ia harus melakukan ini.

Taeyong ingin mengumpat lagi untuk Jaehyun, tapi umpatan itu tertahan karena serangan seseorang.

"Kurang ajar!!"

Bugh!!

Jaehyun tersungkur dan meringis. Perutnya terasa sangat nyeri karena serangan lutut seseorang, ia tak tahu siapa yang menyerangnya.

"Yongie!! Neo gwenchana!! Kau terluka? Apa yang kau lakukan disini?!"

"Hiks-hiks, no-noona.." orang itu yang Taeyong panggil dengan noona, ia Lee Taedae, noona Taeyong yang tersayang.

"Sudahlah! Ayo kita pulang!!" Taeyong mengangguk, lalu Taedae memeluk lengan kiri adiknya possesive. Sebelum ia dan noonanya benar-benar pergi.

Taeyong melempar boneka paus putihnya ke Jaehyun.

"Lupakan saja apa yang kita lalui hari ini." Taeyong berkata sinis dengan nada penuh kecewa.

Jaehyun hanya bisa diam dan terduduk memegangi perutnya, dan tepat diatas perutnya terdapat boneka paus putih itu.

'Ia merusak hubungannya dengan Taeyong yang sudah berjalan baik, dan ia juga membuat Taeyong kecewa berat.' Ini adalah luka pertamanya yang harus ia jalani dan terima.

"Kan sudah kubilang untuk hati-hati!" Ten marah, tapi ia juga tak bisa sepenuhnya menyalahkan Taeyong. Winwin menggigit jempol tangan kanannya, alisnya berkerut, ia ingin sekali mencincang Jaehyun.

"Sudahlah Chittapon! Ceritakan padaku dulu apa yang terjadi disini!" Taedae kesal, barusan saja ia pulang untuk liburan, tapi malah disuguhkan dengan kejadian yang sangat kurang ajar.

Padahal ia hanya berniat untuk beli snack di mini market depan perumahan, tapi ia malah melihat adiknya dilecehkan seperti itu.

Setelah beberapa orang kepercayaan sudah berkumpul di ruang keluarga. Akhirnya mereka menceritakan semuanya dari awal ke Taedae.

Sementara itu disisi lain di kota Seoul. Jaehyun merebahkan tubuhnya disofa, ia menempelkan kompres gel yang dingin ke perutnya.

Lambat laun, Jaehyun menitihkan air matanya. Ia menangis dalam diam, dengan boneka paus putih yang menemaninya disamping kiri. Akhirnya ia memainkan ponsel hanya untuk sekadar mengalihkan pikiran, tapi hal yang ia temukan di Instagram, malah membuat hatinya teriris semakin dalam.

Instagram.

Likes : 145.902

Comments : 34.812

ty_track Rela antri setengah jam buat satu cup aja /katanya aku lebih manis dari pada es krim ini/

#icecream #sweet #hangout #sunday #happy #fun #withyou

See all the comments..

chitta10 Hmmm.. Gak bagi-bagi..

sicheng.aka.ww Kau jahat Yongie, tak mau bagi-bagi

malika.kmg.gntng Si cantik kok gk jalan2 sama abang?

jeon_wonu Putus yuk? malika.kmg.gntng

malika.kmg.gntng Eitsss beb! Canda beb.. Hati ak sepenuhny buat amuh jeon_wonu

dikey.kuda_yiha Pacaran jgn dsini mpret, bnyk jones auk! jeon_wonu malika.kmg.gntng

hochipit CIAAAA JONES CIAAAA dikey.kuda_yiha

thehun_tamvan Dek, mau hangout sama kakak? ty_track

learning.easy.bhsjawa Susah paham bahasa Jawa? Tenang gan.. Sis.. Kini ada solusinya, cukup ke lapak kami dan pesan buku dongeng bhs Jepang kami yang bisa langsung sampai rumah!

sicheng.aka.ww Dibuat mandarin bisa kan ya? learning.easy.bhsjawa

p_chanyeolie Kok km mlh ngajak Taeyong? Luhan? thehun_tamvan

baekhyuneeee Biarin atuh yank p_chanyeolie si thehun kn d tinggal selingkuh sama lu_hanhan

thehun_tamvan b* baekhyuneeee p_chanyeolie

haechanie.desu Komenan hyung pd absurd kyk orgny

chitta10 Diem lu jones haechanie.desu

haechanie.desu Maap ne hyung.. Oe udh ad yg pny, y kn beb? minhyung_mark

minhyung_mark I'm sorry, who are you? Whether we know each other? haechanie.desu

hochipit AHAHAHAAA!!! MAMPUS GK D KENAL GEBETAN!! haechanie.desu

Likes : 159.210

Comments : 41.032

ty_track Pertama kali lihat aja udah suukaaaaaakk banget makasih /katanya lebih imut aku dari pada boneka nya/

#doll #hangout #white #thankyou #cute #like #me

See all the comments..

ty.lovers Iih oppa!!! Oppa memang paling imut sejagat raya

ty_track Terima kasih ty.lovers

chitta10 Gembul

ugly.trash_ty Cih! Muka plastik aja bangga

sicheng.aka.ww Bacot lu eek dugong kecirit! ugly.trash_ty

ty_track Lulus sensor dari kpi.. sicheng.aka.ww

Taeyong langsung memfoto dan posting di Instagram, semuanya memang terlihat kalau Taeyong senang dan menikmati jalan-jalannya. Tapi apa yang Jaehyun lakukan setelah itu?

Melihat postingan seperti itu berhasil membuat Jaehyun semakin terisak, baru saja ia membuat Taeyong senang. Tapi ia terpaksa melakukan ini, Jaehyun kesal, marah, sedih, menyesal. Tapi mau bagaimana lagi.

'Jelas sekali bahwa Taeyong menikmati harinya bersamanya, secara tersirat juga Taeyong menginisialkan Jaehyun, ucapan terima kasih secara tak langsung. Tapi Jaehyun malah membuat Taeyong kecewa.' Ini adalah luka keduanya yang harus ia jalani dan terima.

くコ:彡くコ:彡くコ:彡

"Apa yang kau lakukan bodoh!" Yuta benar-benar tak menduga kalau Jaehyun bertindak sejauh itu. Yuta marah. Tapi Jaehyun hanya memasang wajah datarnya.

"Kau tak perlu ikut campur Yuta." Jaehyun berkata santai, tapi jelas sekali dirinya ada apa-apanya.

"Kali ini ada masalah apa yang kau jalani? Ceritakan padaku." hati Jaehyun terasa menghangat, tapi itu tetap menyakitkan.

'Maafkan aku Yuta.' sebenarnya Jaehyun ingin sekali menangis.

"Hah!! Sudahlah kau diam saja!!" Yuta sedikit terperanjat kaget.

"Ja-jae.. Apa-apaan kau ini!" amarah Yuta mulai tak terkendali dengan sikap Jaehyun.

"Lupakan saja Yuta! Aku tak butuh kau."

"Kenapa kau tidak mempercayaiku?! Aku kira kau bisa mempercayaiku, kenapa kau tak menganggapku? Aku bisa membantumu!"

"Lalu apa?! Kau mau bantu apa?? Orang sepertimu tak ada apa-apanya Yuta! Sudahlah!"

"Kau sudah keterlaluan Jae!! Jelaskan padaku!!"

Greb!!

Jaehyun menarik kerah seragam Yuta dengan kasar.

"Diamlah kau Bakamoto!! Kehadiranmu malah mempersulitku!!" Jaehyun menatap Yuta intens, wajahnya datar.

"Hhh, terserah kau saja Jung!" Yuta menepis tangan Jaehyun kasar dan meninggalkan taman belakang sekolah, menyisakan Jaehyun yang berdiri termenung sendirian.

'Terima kasih Yuta. Dengan begini kau akan aman.' mata Jaehyun memanas.

'Yuta sudah bersedia menanggung masalahnya bersama. Tapi ia tak mau, membuat Yuta menjadi tak dipercayai, dan menyesal sudah berbaik hati padanya.' Ini adalah luka ketiganya yang harus ia jalani dan terima.

Jaehyun berjalan ke suatu tempat untuk menemui seseorang, satu-satunya orang yang bisa membantu Jaehyun dan yang paling dekat dengan Jaehyun. Sesampainya ditempat itu, Jaehyun langsung menghampiri sesosok yang mengenakan jaket dan masker berwarna hitam.

"Hi bro, bagaimana kabarmu?" tanya sosok itu pada Jaehyun.

"Hi too, uhm.. As you known if i have many problems."

"Don't worry, imma here now. Aku akan selalu melindungimu, bagaimana pun juga kita kan saudara."

"Thanks Johnny, kau benar-benar orang yang kusayang selain eommaku."

Sosok yang bernama Johnny itu tersenyum.

"Langsung intinya saja, ikutlah bersamaku. Kau tidak bisa terlalu lama lagi disini." Jaehyun mematung.

"Ikut kau ke Chicago?" Johnny mengangguk.

Jaehyun semakin bingung, ia memang harus berlindung. Tapi, meninggalkan Yuta dan Taeyong disini rasanya menyakitkan. Tapi buat apa.. Mereka sudah tidak peduli lagi padanya.

"Well.. Okay, i will go with you."

'Jaehyun pergi, tapi ia malah meninggalkan kenangan buruk bagi Taeyong dan Yuta. Harusnya perpisahan ini diakhiri dengan kenangan manis.' Ini adalah luka keempatnya yang harus ia jalani dan terima.

くコ:彡くコ:彡くコ:彡

Jaehyun berjalan dengan lemas menuju rumahnya. Terlalu banyak beban yang ia pikirkan dan yang ia alami, ia harus mengemasi barangnya lalu bersiap untuk pindah ke Chicago bersama Johnny.

Tetapi, saat ia ingin berbelok ke kiri. Ada yang memukul kepalanya dengan tongkat kayu.

Jaehyun terpental dan memegangi kepalanya yang berdarah. 'Sialan!' Jaehyun tidak mengira bahwa dia sudah diteror secepat ini. Tidak ada waktu untuk melawan, Jaehyun segera bangkit dan berlari meninggalkan lokasi. Masa bodoh dengan persiapan untuk ke Chicago, nyawanya harus aman terlebih dahulu.

Tapi karena kondisi Jaehyun saat ini sangat tidak mendukung, kecepatan larinya berkurang. Kepalanya semakin pusing, darah yang bercucuran dari dahinya terlalu mengalir deras. Tapi ia tak boleh pingsan sekarang jika ia masih ingin hidup.

Bugh!!

Jaehyun ambruk, kesadarannya semakin tipis. Ia kekurangan banyak darah. Dan pukulan seseorang semakin membuatnya sekarat.

"Kau tahu, aku tidak suka jika langsung membunuh seseorang. Akan lebih seru jika menyiksanya terlebih dahulu." sosok yang menyerang Jaehyun itu pun berbicara.

"Apalagi jika menyiksanya dalam jangka panjang."

'Dasar Psychopath sialan!!' meskipun Jaehyun sedang sekarat saat ini, ia masih bisa mengumpat.

Samar-samar, Jaehyun bisa melihat sosok yang menyerangnya tadi. Sosok itu mengenakan pakaian serba hitam, ditambah masker, topi, dan kacamata yang tentu berwarna hitam. Oh Jaehyun sampai berpikir bagaimana caranya sosok itu bernapas. Ah dan satu lagi, ia juga memakai sarung tangan hitam.

'Menyembunyikan jejak huh?!' begitulah pikir Jaehyun.

Pandangan Jaehyun semakin samar, kepalanya semakin terasa sakit. Dan perlahan, Jaehyun menutup matanya, pingsan.

'Teman-temannya membencinya. Ia sekarang diteror, tak ada yang mau menolongnya. Seakan-akan, Jaehyun seperti tak memiliki harapan hidup.' Ini adalah luka kelimanya yang harus ia jalani dan terima.

Jaehyun membuka matanya, yang pertama kali ia lihat adalah langit kamar yang berwarna putih dan aroma ruangan yang khas.

'Aku pasti di rumah sakit.' Jaehyun yakin akan hal itu.

"Jae, are you alright? Better than before? I'm sorry dude, i'm late to save you. First time i found you when i wanna go to your home. But, i found you were dying on the side of the road. Please forgive me." Johhny menunduk, ia sangat menyesal. Saudaranya itu bisa saja mati jika ia tak cepat-cepat menolongnya.

"It wasn't your fault bro.. It's okay. Hey, imma alright now, just forget it cause that was just past." Jaehyun menoleh kearah Johnny, Jaehyun sudah sering dihajar, jadi bukan masalah besar jika ia bisa sekarat.

Ah, Johnny lupa meskipun Jaehyun sangat bodoh, tetapi makhluk itu sangat fasih dalam berbahasa Inggris.

"Istirahatlah, buat kau lebih baik dari ini agar kita bisa ke Chicago secepatnya. Untuk lukamu yang lain, kita bisa urus disana nanti." Jaehyun mengangguk lemah dan mulai memejamkan matanya kembali.

くコ:彡くコ:彡くコ:彡

Saat ini Jaehyun sedang membaca buku tebal penuh teori. Disekitarnya terdapat banyak buku paket dan catatan yang berserakan dikasur. Sudah dua hari Jaehyun di Chicago, dan dengan instant, Jaehyun bisa serajin ini. Dirinya berpikir bahwa sudah kewajibannya untuk belajar, setidaknya dengan belajar, Jaehyun tidak seperti patung yang hanya diam dalam situasi dan kondisi apapun.

"Jeff, bersiaplah, setelah ini kita akan bertemu dengan bawahanku." Jaehyun masih fokus pada buku yang ia baca.

"Tapi aku tidak mau lama-lama."

"Hahaha, tapi aku yakin nanti kau akan betah mendengar infonya." Johnny menutup pintu kamar Jaehyun, ia turun kelantai bawah. Sedangkan Jaehyun saat ini berpikir tentang informasi yang akan diberi tahu oleh bawahannya Johnny.

Selang beberapa menit, Jaehyun memunculkan batang hidungnya. Ia bisa melihat bahwa Johnny dan seseorang —yang diketahui pasti bawahan Johnny— sudah menunggunya.

"Baiklah, kau bisa beri tahu kami." bawahan Johnny itu pun mengangguk.

"Pertama, orang yang menyerang tuan Jaehyun kemarin itu adalah tangan kanan dari nyonya besar. Setelah diselidiki, ia ternyata tak punya keluarga, untuk hal rinci tentangnya masih sangat sulit diselidiki—"

"Yang kedua, nyonya besar tidak jadi menargetkan teman-teman tuan Jaehyun karena nyonya besar berpikir kalau tuan Jaehyun tidak memiliki teman."

Jaehyun menghela napasnya berat. Johnny menepuk pundaknya pelan, "Kau sudah melakukan hal yang benar." bisik Johnny.

Ya, dia tidak menyesal membuat Taeyong dan Yuta untuk menjauh darinya. Jika tidak, pasti mereka berdua akan mengalami hal yang sama seperti dirinya—disakiti dan diincar oleh psychopath—.

"Dan yang terakhir-" bawahannya Johnny menghela napas berat sebelum mengatakannya.

"Ini menyangkut teman tuan Jaehyun, Lee Taeyong."

Brakk!!

"Jeffrey!!! Tenanglah!!!"

"Uaaaaarghhh!! Bagaimana aku bisa tenang???!!" Jaehyun memberantakan barang-barang disekitarnya setalah membanting pintu kamarnya keras.

"Ini bukan salahmu!! Kau tak perlu merasa bersalah!!" Johnny menatap sendu saudaranya itu, ia tahu kalau Jaehyun sangat kacau saat ini.

"INI SALAHKU!!!!" Jaehyun berteriak sembari mengacak-acakkan rambutnya.

-flashback-

"Ini menyangkut teman tuan Jaehyun, Lee Taeyong." Jaehyun melebarkan matanya.

"Ada apa dengan Taeyong?"

"Akhir-akhir ini setelah kami awasi kediaman dari Taeyong-ssi. Taeyong-ssi mengalami perubahan drastis." napas Jaehyun tercekat.

"Taeyong-ssi mengalami ketakutan mendalam, ia jadi takut gelap, takut dengan boneka dan membenci es krim. Selama pengawasan kami, Taeyong-ssi lebih mirip dengan pasien sakit jiwa, karena ia sering menangis tanpa sebab, mengacaukan dirinya, berteriak ketakutan jika menyangkut boneka, es krim, dan kegelapan. Fisiknya terlihat memprihatinkan karena Taeyong-ssi sekarang sangat kurus dan berantakan." napas Jaehyun menderu.

"Mentalnya down sangat drastis. Tapi keluarganya tidak melaporkan ke pihak berwajib. Karena orang tua dari Taeyong-ssi sedang sibuk diluar negeri. Dan juga, keluarga Taeyong-ssi cukup terkenal, ini membuat mereka untuk menyembunyikannya dari publik."

"Dari catatan yang kami temukan tentang Taeyong-ssi, trauma sebelumnya belum sembuh total tapi ia mengalami kejadian yang justru memperparah keadaan. Itulah sebabnya Taeyong-ssi menjadi sangat kacau sekarang."

-end-

Prang!!

"JUNG JAEHYUN! BERHENTI!!!!" Johnny berteriak setelah Jaehyun membanting gelas kaca yang sempat ia pakai tadi.

"KAU TIDAK MENGERTI HYUNG! PERASAANMU JIKA KAU SUDAH BERTINDAK KRIMINAL!!!" Jaehyun menangis dan perlahan duduk dilantai sambil terus-menerus histeris.

Johnny mendekat dan memeluk Jaehyun erat.

"Please calm down my bro.. Every mess that you have made this will not change everything. So calm down~" Johnny mengelus punggung Jaehyun, ia tahu perasaan Jaehyun saat ini. Banyak masalah yang ia hadapi, jika Jaehyun tidak tegar, maka ia akan tak jauh menjadi orang gila.

'Apa yang telah Jaehyun perbuat dan masalah yang ia alami membuat dirinya frustasi. Ia benar-benar tak memiliki pandangan untuk masa depannya.' Ini adalah luka keenamnya yang harus ia jalani dan terima.

くコ:彡くコ:彡くコ:彡

Johnny membawa nampan yang terdapat semangkuk sup krim jamur dan segelas teh, lalu ia meletakkannya diatas nakas.

"Makanlah Jeff, aku tak mau kau sakit." Jaehyun tidak bergeming.

"Jeffrey?" Johnny membalikkan badan Jaehyun.

"Astaga Jeffrey.. Kau demam." Johnny yang hanya memegang lengan dan bahu Jaehyun saja sudah bisa merasakan panas tubuhnya.

"Aku tidak apa-apa John.. Aku hanya butuh tidur." Jaehyun berkata dengan lemas.

"Tidak-tidak! Bangunlah, kusandarkan kau di headboard, kusuapi. Kau harus makan." Johnny membantu Jaehyun bangun dari posisi tidurnya ke bersandar ke headboard kasur.

"Padahal aku tak berharap kau sakit, kenapa malah seperti ini." Johnny berbicara sembari menyuapi Jaehyun.

"I'm sorry.. Aku terlalu merepotkanmu."

"Untuk apa aku harus merasa repot pada saudaraku sendiri? Bagaimana pun juga, meski kita beda ibu, kita tetap bersaudara." Jaehyun menampilkan senyuman diwajahnya yang lesu.

"By the way.. I wanna ask you something."

"What was that? Just ask it and i will answer as i can." Johnny berpikir sejenak.

"I wanna ask something about.. Taeyong, is it okay?" Jaehyun terdiam sejenak, lalu ia mengangguk.

"Aku penasaran, kenapa kau bisa sefrustasi dan sangat merasa bersalah atas perlakuanmu pada Taeyong. Yah aku tahu kalau seseorang yang tak sengaja berbuat kriminal pasti akan merasa sangat bersalah tapi, kau merasa sangat sangat sangat bersalah dan terpukul atas perlakuanmu. Padahal yang kutahu, kau tidak peduli dengan orang yang kau apa-apakan." Jaehyun masih setia mendengar.

"Kau ingatkan dulu, kau bahkan tidak merasa bersalah ketika anak yang bernama Rosé itu melukai dirinya sendiri setelah kau beri harapan kepadanya dan kau jatuhkan begitu saja. Aku tahu persis kelakuanmu, tapi ini berbeda. Kenapa?" Johnny meletakkan mangkuk supnya kembali keatas nakas, dan memandang Jaehyun penasaran.

Jaehyun tersenyum, ia sudah tahu kalau Johnny pasti akan bertanya perihal ini.

"Taeyong hyung bagiku sama saja seperti namja dan yeoja lainnya, sesosok polos yang jatuh akan pesonaku dan termasuk korban yang pernah aku lecehkan." Johnny mengangguk paham.

"Tapi seiring dengan waktu, sosok itu menjadi sosok yang spesial bagiku. Perasaan yang belum pernah kurasakan muncul seketika."

Johnny terdiam, ia menganga lebar tidak percaya bahwa adiknya sudah mengalami masa ini.

"Kau menyukainya?" tanya Johnny heboh sembari memegang bahu Jaehyun, ia tidak menyangka bahwa Jaehyun sudah bisa merasakan perasaan semacam itu.

Hening.. Johnny masih menunggu jawaban dari pertanyaannya.

"Jeff? Apa kau menyukainya?" tanya Johnny sekali lagi.

Jaehyun menatap Johnny dan tersenyum.

"Tidak, aku tidak menyukainya."

Johnny kesal lalu kembali keposisi semula dengan wajah bersungut-sungut.

"Hah.. Aku terlalu berharap tinggi padamu Jeff." Jaehyun tertawa kecil.

"Aku memang tidak menyukainya dude, but.."

"But???" Johnny benar-benar penasaran.

Jaehyun tersenyum manis berdimple.

"I don't like him-

-but i love him."

Jaehyun tersenyim miris. Ia tak pantas untuk mencintai Taeyong, ingat-ingat dengan apa yang pernah Jaehyun lakukan pada Taeyong dan permasalahan pribadi Jaehyun.

'Kesimpulannya, Devil seperti Jaehyun memang tak pantas untuk mencintai Angel seperti Taeyong.' Ini adalah luka ketujuhnya yang harus ia jalani dan terima.

くコ:彡くコ:彡くコ:彡

maaf ye gaes.. hrsny yg d instagram ad foto ny tp oe gk ngerti atau emg gk bisa d upload foto :((?