Wehehehe.. chap 7. Lanjut, mang! Oke, kali ini ganti musim. Yang dari chap 1-6 itu musim semi, sekarang musim panas! Uwah, pasti panas banget, ya? Apalagi sekarang global warning lagi seru-serunya diomongin. Nggak musim kemarau aja panas! *kipasan pake daun pisang*
Sasuke : "Yuhu! Naruto nge–piiiip- gue!"
Naruto : "Berisik! Gue disuruh Auhtor!" *ngelempar Sasu pake ember*
Author : "Oi, oi! Di rumah orang, oi!"
Sasunaru : "Emang loe orang? Loe 'kan sering diledek 'gorila',"
Author : "Heh, sembarangan!" *nenteng bazooka*
Sasuke : "He, bercanda doang. Gue 'kan orangnya humoris,"
Author : "Loe ketularan virusnya Sule?"
Sasuke : "Udahlah, buruan mulai,"
Author : "Yowis!"
Kantong muntah, kantong muntah! Beli dulu sebelum baca fic abal-abal ini!
Disclaimer : Siapa yang nggak tau Masashi Kishimoto? Beliau adalah pembantu saia *plak plak plak* Eh, maksudnya yang punya Naruto.
Genre : Romane/Friendship, oi!
Rating : T! Jangan dibaca dua kali!
Pairing : Sasunaru! Dari awal ampe akhir Sasunaru!
Warning : Gyaaa! Gawat, Yaoi! Uggh, Shounen Ai! Noo~, Boys Love! Plaak plak plak!
Don't Like, Don't Read
Enjoy ^^
xXx Hit 7 : Aku Bilang 'Suka' Padamu! xXx
-kelas IX-A PM 2.36-
"Oi, seminggu lagi liburan musim panas. Naru-chan, liburan nanti mau kemana?" tanya Sasuke sambil meluk Naruto dari belakang.
"Gue di rumah, nggak kemana-mana. Lepasin! Berat, tau!" jawab Naruto sambil bangkit dari duduknya.
"Gimana kalo ke laut? Liburan musim panas 'kan identik sama laut," usul Gaara. Sasuke mikir bentar. "Boleh juga! Gue setuju!" serunya sambil ngacungin jari telunjuk ke depan.
"Gue nggak," jawab Naruto singkat. "Udah, ah. Gue mau pulang," Naruto jalan ke pintu kelas.
Sasuke ngejar Naruto, "Yah, Naru-chan, kok, gitu? Bisa jadi ini liburan yang paling romantis buat kita berdua," Sasuke ngerayu Naruto.
"Buat loe aja! Gue nggak tertarik!" balas Naruto, lalu jalan ninggalin Sasuke cs yang masih di dalem kelas IX-A yang udah sepi. Sasuke langsung nyamber tas-nya n lari, ngejar Naruto.
"Pulang?" tanya Neji ke Gaara.
"Siapa yang mau ngehabisin waktu liburan di sekolah?" Gaara ngambil tas-nya n jalan keluar kelas.
"Biasanya, loe 'kan belajar," balas Neji sambil nyusul Gaara.
-Rumah Naru PM 3.59-
"Gue udah bilang nggak mau, Teme sialan!" bentak Naruto sekenceng-kencengnya di telepon. Yang nelpon langsung sobek telinga-nya.
"Ayolah, Naru-chan. Emang ortu loe nggak ngijinin?" tanya Sasuke di seberang sana.
"Bukannya nggak ngijinin, gue yang nggak mau! Udah, ah! Gue tutup, nih!" Naruto ngejawab, masih ngebentak.
"Naru-chan, tung-,"
Naruto nutup sambungan telepon sekalian kabelnya biar Sasuke nggak nelpon-nelpon dia lagi. Habis itu, Naruto ngebanting telponnya.. terus diinjek-injek.. terus dibakar. (Sumpeh loe?) Bercanda, kok. Cuma nutup telepon doang.
Kushina cuma ngeliatin Naruto yang langsung lari ke kamarnya pas telepon rumah berdering lagi. Ngeliat Kushina yang mau ngangkat telepon, Naruto langsung teriak, "Kalo itu Sasuke, bilang kalo Naru udah mati!"
Di kamarnya, Naruto duduk di lantai sambil meluk lututnya. Nggak lupa doi manyunin bibir bawahnya sampe 2 senti. Dalem hati, Naruto komat-kamit, 'Mati aja loe, Sasuke! Lebih baik loe di neraka!' .
Pas lagi asik-asiknya komat-kamit gaje, pintu kamarnya diketuk-ketuk sama burung pelatuk. Eh, salah. Diketuk-ketuk Kushina maksudnya.
"Naru, Sasuke nelpon lagi, tuh," katnya sambil ngetuk-ngetuk (baca : nggedor-gedor) pintu kamar Naruto.
"Naru 'kan udah bilang, kalo yang nelpon itu Sasuke, bilang kalo Naru udah mati dan membusuk di kebun pisang!" balas Naruto sambil teriak.
"Naru, Kaa-san nggak pernah bo'ong sejak lahir!" Kushina masih nggedor-gedor pintu kamar Naruto.
Naruto masang muka kesel. "Kaa-san pernah bo'ong, kok!" balas Naruto, masih tetep teriak.
"Heh, udah! Sasuke udah nungguin! Keluar!" Kushina nggedor-gedor lebih keras lagi kayak mukul bedug masjid.
Naruto akhirnya ngalah. Dengan nggak niat, Naruto turun ke bawah n ngejawab panggilan Sasuke. "Apaan? Minta gue ngirim loe ke kamar mayat?"
"Ikut apa nggak?" tanya Sasuke lagi. Entah udah yang keberapa kali.
Muncul kedutan gede banget di dahi Naruto. "UDAH GUE BILANG, GUE NGGAK MAU! BUDEG ATAU TULI, SIH, LOE?" Naruto teriak dengan super toa yang-entah-didapat-darimana.
"Ayolah, Naru-chan. Sekali-kali, ikutan, dong," pinta Sasuke.
Naruto diem aja. Setelah 5 menit mikir, "Gue jawab nanti," ujar Naruto n langsung nutup sambungan telepon sebelum Sasuke sempet ngejawab.
-Kelas IX-A PM 8.7-
Naruto nutup kedua telinganya karena suasana kelas yang berisik. Sekarang lagi pelajaran Kakashi-sensei, tapi karena Kakashi-sensei berhalangan dateng, suasana kelas pun ribut bagai pasar malem.
"Naru-chan, jawabannya mana?" tagih Sasuke sambil duduk di sebelah Naruto. Gaara lagi duduk bareng Neji sambil ngebahas pelajaran berdua.
Naruto ngelirik Sasuke, masih nutupin kupingnya. "Gue nggak bilang ngejawabnya sekarang," jawab Naruto cepat.
"Kalo sekarang?" tanya Sasuke lagi n bikin Naruto mendelik ke arah Sasuke. "Ayolah, Gaara sama Hyuuga udah setuju," ujar Sasuke.
"Nggak mau! Gue bilang, gue ngejawabnya nggak sekarang!" balas Naruto.
"Kalo gitu, besok, ya?" Sasuke ninggalin Naruto n sempet nyium pipi Naruto sekilas. Naruto nggak sempet ngelawan karena Kakashi-sensei udah keburu masuk.
Pas pelajaran Asuma-sensei, keributan kembali terjadi.
"Eh, nanti yang setuju ikut ke laut, kumpul di stasiun xxx jam setengah 8, ya?" kata Neji sambil berdiri di depan bangku Gaara n di sampingnya ada Sasuke yang lagi ngisi buku pelajaran sambil berdiri. (Nama stasiun disensor, oceh?)
"…di pintu sebelah selatan?"
Sasuke berhenti nulis di buku pelajarannya n noleh ke Naruto. "Loe ikutan, Naru-chan?"
".. iya," jawab Naruto singkat.
"Howaa! Naru-chan, akhirnya loe ikutan!" Sasuke langsung meluk Naruto seerat-eratnya.
"Huwa! Lepasin, Teme! Berat!" Naruto berontak sambil berusaha ngelepassin pelukan Sasuke.
"Oke, nanti ketemuan di stasiun, ya?" kata Gaara.
"Oke!"
-Nih, di pantai pas hari libur AM 9.3-
"Luas," komentar Neji.
"Pemandangan yang bagus," Gaara ikutan komentar.
"Ramai," kata Sasuke.
"Panas," kali ini Naruto yang ngomong.
"Naru-chan, mau berenang?" tanya Sasuke sambil duduk di sebelah Naruto.
"Nggak. Gue mau ke penginapan aja," Naruto bangun dari duduknya n jalan ke penginapan.
"Naru-chan, mainlah sebentar sampe sore dengan Seme-mu ini!" Sasuke ngejar Naruto dengan lebay-nya. Naruto nggak meduliin Sasuke n terus jalan.
"Naru-chan, ayo main! Main!" Sasuke ngerengek kayak anak kecil nggak dibeliin alkohol.
Naruto akhirnya ngalah aja. Doi males ngedenger suara cempreng Sasuke. Naruto milih duduk aja sambil ngeliatin laut yang lumayan rame. Sasuke duduk di sebelahnya n nawarin Naruto minuman.
"Eh, cowok itu cakep, ya?"
"Yang mana?"
"Yang rambutnya kayak pantat ayam,"
"Iya. Tapi, kok, sama cowok?"
"Yaoi-an kali. Gue foto, ah,"
"Mereka serasi banget kalo Yaoi-an,"
"Kyaa~,"
Naruto berusaha nahan amarahnya n berusaha nggak ngedegerin celotehan dari para cewek-cewek (yang kayaknya Fujoshi) yang nggak jauh darinya n Sasuke. Naruto nggak tahan dibilang cocoklah, serasilah, apalah sama Sasuke. Serasa ingin nonjok satu-persatu muka cewek-cewek nyebelin itu.
"Naru-chan, gue beli makanan dulu. Naru-chan mau makan apa?" tanya Sasuke sambil bangkit dari duduknya.
"Apa aja, yang penting bisa dimakan," jawab Naruto sambil niru kata-kata yang seing Author ucapin kalo disuruh milih makanan.
Sasuke mendengus n jalan ninggalin Naruto. Pas Naruto ngeliat ke arah cewek-cewek yang tadi ngomongin dia sama Sasuke. Keliatan banget kalo cewek-cewek tersebut mau ngikutin Sasuke, ngajak kenalan n ngegodain Sasuke. Entah karena apa, Naruto langsung men-death glare cewek-cewek tersebut. Cewek-cewek yang ngeliat death glare dari Naruto, langsung lari. Naruto kembali meerhatiin laut setelah mendengus.
10 menit nunggu, waktu yang lama buat Naruto. Naruto celingak-celinguk, nyari sosok berambut pantat ayam tersebut. Pencarian Naruto terhenti pas ngeliat sosok yang dicarinya lagi ngobrol sama seorang cowok yang giginya taring semua n bermata violet.
'Kok, gue jadi kesel, ya?' batin Naruto sambil ngalihin pandangannya ke arah lain. Pas doi ngelirik ke Sasuke n cowok itu lagi, keliatan kalo cowok bermata violet itu ngasih secarik kertas ke Sasuke. Dari pandangan Naruto, gerak mulut Sasuke keliatan kayak ngomong 'makasih' n lari ke arah penginapan. Naruto diem aja sambil terus ngeliat Sasuke yang makin jauh.
"Sasuke 'panas', ya? Jambak rambutnya, sana," Gaara nepuk pundak Naruto. Sontak, Naruto langsung noleh ke belakang n bikin dahinya sama dahi Gaara tabrakan dengan penuh penderitaan.
"Auw.. ," Gaara ngelus-elus jidatnya, lalu nanya, "Loe ngapain?"
Naruto juga ngelus-elus jidatnya, terus ngomong, "Nggak ngapa-ngapain, kok,"
Gaara berhenti ngelus-elus jidatnya, "Bo'ong! Gue liat, loe merhatiin Sasuke terus," Gaara senyum ngejek. Naruto langsung cemberut n ngomong, "Salah kalo ngeliatin Sasuke?"
"Nggak salah, kok," Gaara duduk di samping Naruto. "Heh, gue mau nanya, loe suka sama Sasuke?" tanya Gaara n bikin Naruto ketiban kapal bajak laut tepat di atas kepalanya.
"Heh, yang bener aja! Gue nggak suka sama Sasuke!" Naruto ngalihin pandangannya.
"Denger, Naruto," Gaara nyentil kening Naruto, pelan. "Gue liat, sejak Sasuke nyium loe, loe jadi jarang mukulin dia," jelas Gaara.
"Jadi maksud loe, gue suka sama Teme? Nggak, tuh, gue aja nggak ngerasa!" bantah Naruto.
"Rasa suka itu muncul kapan aja. Baik disadarin maupun nggak disadarin," Gaara bangun dari duduknya, lalu ngeliat laut yang luas. "Liat aja. Kalo Sasuke berduaan sama cewek or cowok, loe pasti kesel," lanjutnya lagi. Naruto cuma diem aja.
"Terserah loe,"
-Penginapan PM 7.5-
Jam makan malam. Naruto cuma mainin isi piring makannya pake sendok. Nggak ada niat buaat makan sama sekali. Sasuke yang duduk di sebelah Naruto nanyain Naruto, "Kenapa nggak dimakan?"
"Nggak makan sekarang juga nggak bakalan mati, 'kan?" jawab Naruto sambil bangkit dari duduknya n jalan ke kamarnya.
"Naruto kenapa?" tanya Neji ke Sasuke.
"Nggak tau," jawab Sasuke sambil ngelanjutin makan.
"Loe seharian sama dia, 'kan? Kok, nggak tau?" kali ini Gaara yang nanya.
"Biarin dia marah, ntar bakal gue bikin dia senyum," ujar Sasuke, lalu bangkit dari duduknya. "Gue mau tidur dulu,"
Pas di kamarnya (Sasu sama Naru sekamar), Sasuke ngeliat gumpalan selimut di atas kasur Naruto yang penuh dengan aura-aura pundung. Sasuke udah bisa nebak, isi-nya pasti Naruto.
"Naru-chan kenapa?" tanya Sasuke lagi sambil berusaha ngebuka selimut yang nutupin Naruto dari ujung kepala sampe ujung kaki.
"Nggak apa-apa. Pergi sana! Gue cuma kedinginan," jawab Nauto asal sambil ngerapetin selimut yang nutupin dirinya.
"Kalo kedinginan, kenapa nggak meluk gue aja?" tanya Sasuke setelah berhasil ngebuka selimut yang nutupin Naruto.
Naruto kesel karenaa Sasuke ngeliat wajahnya yang lagi kesel kuadrat. "Tubuh loe, tuh, dingin! Nanti gue bakal membeku,"
"Kalo di dalem selimut nggak bakal dingin, kok," Sasuke masuk ke dalem selimut Naruto. Naruto berusaha ngedorong Sasuke biar keluar dari slimutnya. Kalo perlu, jatuh dari kasurnya sekalian.
"Naru-chan, liat kembang api, yuk," ajak Sasuke samba ngelus pipi Naruto. Wajah Naruto langsung memanas. "Ng-nggak mau! Kayak anak kecil aja!"
"Ayo aja, deh," Sasuke narik tangan Naruto, lalu ngegendong Naruto ala Bridal style n melesat keluar penginapan.
"Gwaaa! Sasuke, turunin gue!" Naruto mukul-mukul dada Sasuke, tapi Sasuke nggak peduli. Doi terus lari aja ke laut.
"Oke, sampai!" Sasuke nurunin Naruto di tepi laut.
"Bego! Gue udah bilang, turunin daritadi!" Naruto mukul kepala Sasuke sampe berdarah.
DUAR!
Naruto berhenti mukulin Sasuke pas denger suara tersebut. Naruto ngeliat ke atas n keliatan terpesona banget. Sasuke senyum n bisikin sesuatu di telinga Naruto.
"Loe masih marah sama gue karena gue bawa ke sini?" bisik Sasuke sambil ngebelai rambut pirang Naruto.
Naruto langsung sadar n duduk, natep ke langit yang dihiasi kembang api musim panas. "Lumayan, deh. Loe gue maafin,"
Sasuke duduk di sebelah Naruto n ikut ngeliat kembang api. Naruto ngeliat mata onyx Sasuke yang berwarna hitam gelap n bersinar merah karena kena sinar dari kembang api.
"Sa..suke," Naruto manggil Sasuke n bikin Sasuke nengok ke arahnya. "Ada apa?"
"Loe.. suka sama gue, 'kan?" tanya Naruto, tersendat-sendat.
Sasuke ngeraih pipi Naruto, "Tentu aja. Gue sering bilang ke elo, 'kan, kalo gue suka sama loe?" balas Sasuke, nyium kening Naruto n kembali ngeliat kembang api.
Naruto diem aja. "Gue juga.. kayaknya suka sama loe," kata Naruto lagi sambil nundukin wajahnya.
1 detik… Naruto deg-degan, nunggu jawaban Sasuke.
5 detik.. Naruto ngelirik Sasuke.
10 detik… Naruto udah nggak deg-degan.
20 detik… Sweatdropp
'Ngomong, Sasuke! Kenapa diem aja? Gue nungguin!' batin Naruto.
"Ah, udah selesai,"
"Eh?" Naruto noleh ke Sasuke yang udah berdiri. "Ayo ke penginapan. Mau gue gendong lagi?" tanya Sasuke sambil jongkok di depan Naruto.
"Loe nggak denger gue ngomong apa?" Naruto balik nanya.
"Emang loe ngomong apa?" Sasuke bales nanya.
Naruto manyunin bibir bawahnya, "Nggak ngomong apa-apa, kok," Naruto bangkit n jalan ke penginapan. Jelas aja Sasuke nggak tau. Naruto ngomongnya pas kembang api gede meledak di udara dengan indahnya. Karena gede, suaranya juga kenceng. Sasuke cuma angkat bahu n jalan ngikutin Naruto.
-Penginapan, kamar Sasunaru PM 7.56-
Naruto langsung loncat ke kasur n narik selimut sampe nutupin dirinya lagi. Padahal musim panas, tapi udara malem lumayan dingin juga. Sasuke ngehampirin Naruto n narik selimut yang nutupin Naruto sampe sepasang mata safir Naruto keliatan.
"Naru-chan, tadi ngomong apa, sih?" tanya Sasuke lagi.
"Bukan apa-apa," jawab Naruto sambil narik kembali selimutnya.
"Jangan bikin penasaran, Naru-chan," kata Sasuke sambil narik lagi selimut Naruto n bikin kepala Naruto keliatan. Naruto mendengus n bilang, "Nggak ada pengulangan! Salah sendiri nggak denger!"
"Huh, yaudah," Sasuke masuk ke dalem selimut Naruto lagi n bikin Naruto kaget tentunya.
"Ma-mau apa loe?" bentak Naruto.
"Tidur bareng elo, lah!" Sasuke meluk Naruto, kenceng banget.
Naruto langsung ngejitak kepala Sasuke. "Lepas!" perintahnya. Sasuke ngelepasin pelukannya n natap mata safir Naruto. "Izinin gue tidur di samping loe," katanya.
"Tapi, jangan meluk gue," ujar Naruto sambil munggungin Sasuke.
"Oke, deh!" Sasuke nyium pipi Naruto, lali tiduran di sampingnya.
'Loe suka sama gue, 'kan, Sasuke?' tanya Naruto dalem hati. Bayangan cowok yang ngobrol sama Sasuke di pantai, terus diinget otaknya. 'Kok, gue jadi kesal, ya?'
"Akh, Naru-chan! Gue lupa!" Sasuke langsung bangun dari tidurnya, ngambil secarik kertas n narik Naruto keluar kamar.
"Heh, mau kemana? Gue udah ngantuk!" Naruto berusaha ngelepasin pegangan Sasuke, tapi pegangan Sasuke kuat banget. Sasuke ngelirik Naruto, "Ada sesuatu yang mau gue tunjukin," katanya sambil senyum. Naruto akhirnya nurut-nurut aja.
'Kertas apa, sih, itu?' batin Naruto sambil ngeliat kertas yang digenggam Sasuke.
-Rada-rada jauh dari penginapan PM 9.46-
"Nga-ngapain loe bawa gue ke sini?" tanya Naruto sewot sambil berusaha ngatur nafasnya. Sasuke tadi lari, sih. Sasuke ngelepasin genggamannya, "Liat ke langit,"
Naruto langsung liat ke langit malem. Untuk kedua kalinya Sasuke sukses bikin Naruto terpesona. Langit malem itu bagus banget. Banyak bintang yang bertebaran, laut yang luas dan suara ombak. Malem yang pas buat begadang.. –ditonjok-
"Bagus?" tanya Sasuke.
"… banget," jawab Naruto tanpa ngalihin pandangannya. Naruto belum pernah ngeliat pemandangan malem kayak gini. Naruto males keluar rumah kalo malem hari. "Loe tau darimana tempat kayak gini?" tanya Naruto sambil natap mata onyx Sasuke.
"Dari anak sini tadi siang. Dikasih petanya juga," jawab Sasuke sambil ngeluarin kertas yang tadi dibawanya.
'Jadi, peta buat ke sini, ya? Kirain.. tuker alamat e-mail or nomer telepon..,' batin Naruto. 'Ah, udahlah,'
"Cuma itu?" tanya Naruto lagi. Sasuke ngedeketin mulutnya ke telinga Naruto, "Cemburu, hn?"
"Ng-nggak! Siapa juga yang cemburu? Kurang kerjaan, tau!" Naruto nabok mulut Sasuke sampe ninggalin cap tangan di situ, lalu ngeliat langit malem lagi.
Angin malem yang dingin bikin Naruto sedikit kedinginan. Naruto nggak sempat ngambil jaket karena langsung diseret ngelirik Sasuke yang lagi ngeliat langit malem di sampingnya.
"Dingin?" tanya Sasuke. Naruto geleng-geleng doang. Sasuke nyodorin jaketnya, "Pake, nih,"
Naruto ngeliat mata onyx Sasuke. Nggak pake ba-bi-bu lagi, Naruto narik tangan Sasuke, terus meluk Sasuke n bikin Sasuke kaget tentunya. Ya, nggak?
"Na-Naru.. chan..?" Sasuke kaget sama perlakuan Naruto. Naruto diem aja sambil terus meluk Sasuke. Ngeliat Naruto yang nggak ngerespon, Sasuke nanya lagi, "Na-Naru-chan kenapa?"
"Dingin," jawab Naruto singkat, masih meluk Sasuke. Naruto bisa denger irama jantung Sasuke yang berdetak cepat.
"Loe gue surh pake jaket gue, nggak mau. Jaket gue jatuh, tuh," Sasuke berusaha ngejauhin Naruto sedikit.
".. Loe yang bilang, kalo gue kedinginan, peluk aja elo. Yaudah, gue peluk elo," jawab Naruto enteng. 2 menit sepi, Naruto ngelanjutin omongannya. "Loe juga kedinginan, 'kan? Kenapa nggak meluk gue aja?" tanyanya, masih aja meluk Sasuke.
Sasuke nelen ludah gugup. Padahal, doi sering meluk Naruto, tapi entah kenapa kali ini Sasuke gugup begini. Pelan-pelan, Sasuke meluk pinggang Naruto n mejemin matanya perlahan-lahan.
7 menit Sasuke sama Naruto pelukan. Naruto bisa ngedenger detak jantung Sasuke yang makin cepat, sama kayak dia. Angin dingin malem itu nggak dirasain sama sekali.
Inner Sasuke : 'Kok, Naru-chan tiba-tiba meluk gue, sih? Apa dia udah mulai suka sama gue? Ah, nggak mungkin! Naru-chan kan benci gue! Nggak mungkin segampang itu suka sama gue! Huaa… gue jadi deg-degan gini…!'
Inner Naruto : 'Kenapa detak jantung Sasuke sama kayak gue? Apa dia deg-degan juga? Ah, dia kan sering meluk gue, ngapain deg-degan segala? Tapi, gue ngerasa aneh.. gue ngerasa.. pengen lebih dari ini..?'
Naruto ngejauhin Sasuke sedikit. Naruto nundukin wajahnya, bikin Sasuke heran.
"Sasuke..," panggil Naruto pelan.
"Apa?" tanya Sasuke lembut n ngelus kepala Naruto, lembut.
Cahaya bintang makin terang. Suara ombak terdengar semakin keras. Angin malem yang dingin kembali berhembus. Sasuke natap Naruto yang masih nundukin wajahnya. Naruto nggenggam pergelangan tangan Sasuke n ngangkat wajahnya..
".. cium gue,"
Huaa, TBC! TBC!
Nah, nah, nah… makin gak beres, nih, cerita. Kenapa daku hanya bisa membuat fic gagal! –ngejambak rambut sampe rontok-
Uhuhhuhuhuhuhu… -nangis gara2 rambutn ya rontok-
Naruto : "…,"
Sasuke : "…,"
Author : ".. napa loe berdua?"
Sasunaru : "Nggak,"
Author : "Heh, ngapain malu-malu gitu? Ciuman aja sana,"
Naruto : "Seenaknya aja nyuruh orang ciuman!" –nabok2 muka Author-
Author : "Emang kenapa? Nggak ada yang berubah kalo ciuman, 'kan?"
Sasuke : "Udah, ah! Pembicaraan nggak penting,"
Naruto : "Nee.. chap berikutnya masih musim panas?"
Author : "Masih,"
Sasuke : "Oh,"
Naruto : "Musim gugurnya kapan?"
Aurhor : "Nggak tau,"
Sasunaru : -buang Author ke lembah-
*Minta review*
Author : "Makin hari, makin dikit. Daku mau nyerah ngetik fic ini,"
Itachi : "Jangan menyerah… jangan menyerah… jangan menyerah… o..oo.. oooo…," –ngamen –
Author : "Nggak ada receh,"
Itachi : "Puluhan juga boleh,"
Author : "Berisik! Lagi terpuruk, nih!"
Itachi : "Halah, review dikit doang. Yang nggak di-review fic-nya aja, masih ngelanjutin,"
Author : "Bantuin, gih, minta review,"
Itachi : "Yowislah. Hey, Boys and Girls, Ladies and Gentleman.. mari berikan sumbangan review untuk membeli obat penyembuh penyakit 'sakit kanker gara-gara dapet review dikit'! Bagi yang udah nge-review, akan saya cium!"
Author : "Nggak ada yang mau dicium sama loe. Gue aja ogah (banget),"
Itachi : -Pundung sambil nusuk2 boneka jerami-
Para senpai, Readers, hadirin, hadirot dan tahu gejrot (?), maaf kalo banyak kekurangan & mohon berikan saia review walau hanya satu kata. Kalo nggak, saia mau terjun dari lantai 13 (angka sial), lalu mendarat di lantai 4 (angka kematian) dan fic ini saia nyatakan telah TAMAT! (Senpai n Readers : "Silakan! Masih banyak fic yang lebih bagus daripada fic loe!" –dorong2 Author biar cepet jatuh-)
SEE YOU NEXT CHAP!
