Bleach © Tite Kubo
Bleach Fanfic Story – Dragon Ice and Wolf of Black Snow
-I do not own Bleach-
Don't Like, Don't Read
Warning : TYPO, OOC, OC, AU, Etc
- Chapter 6 -
Di pagi hari, Toshiro segera terbangun. Matanya terbuka dan melihat Hyorinmaru disamping tempat tidurnya. Semua yang terjadi kemarin bagai sebuah mimpi untuknya. Tapi itu bukanlah mimpi karena dia ada disana. Toshiro segera bangkit dan mandi sambil membawa Hyorinmaru kembali lalu keluar kamar. Akatsuki sudah berdiri didepan pintu kamarnya sejak beberapa menit yang lalu, dia tahu kalau tuannya sudah terbangun dan menunggu dengan sabar diluar.
"selamat pagi, My Lord." Sapanya seperti biasa.
Toshiro tersenyum, dia tidak pernah menyembunyikan emosinya pada Akatsuki. "pagi..." jawabnya dan segera berjalan "ayo, sebelum Kudou-sensei masuk ke kelasnya."
"Yes, My Lord."
.
Mereka segera berjalan ke kantornya dan mengetuk pintu. Mereka tahu kalau mereka bisa terlambat pada kelas pertama tapi itu sepadan. Toshiro tidak sabar untuk memberitahu berita itu pada gurunya. Pertama, tidak ada jawaban. Apa dia sudah pergi ke kelas? Toshiro sedikit kecewa.
"tunggu, My Lord. Dia ada didalam" Akatsuki mengetuk sekali lagi sedikit keras.
Toshiro kembali ke posisinya dan dalam beberapa detik pintu itu terbuka. "Hitsugaya? Nokage?" kata Kudou-sensei sambil membuka pintunya. Wajahnya terlihat sangat kusut dan rambutnya berantakan.
"maaf mengganggu anda, Kudou-sensei" Kata Toshiro.
Saat itu sepertinya Kudou-sensei menyadari tampilannya. Dia tersenyum malu dan merapikan sedikit rambutnya "kalian tidak menggangguku. Aku bekerja hingga malam dan pasti tertidur. Mungkin aku akan terlambat jika kalian tidak membangunkanku, jadi apa yang kalian perlukan?" dia mengisyaratkan keduanya untuk masuk ke kantornya.
Kedua anak didepannya tersenyum, mereka melepaskan Zanpakutou dari punggung. Dengan puas memperlihatkannya pada guru didepannya. Mata orang itu melebar dan tidak terlihat mengantuk kembali. Dia melihat kedua pedang itu lebih dekat dan bersiul.
"mereka sangat cantik," kata guru itu "bagaimana kalian bisa?"
Mereka duduk pada sebuah meja kecil, Toshiro mulai menceritakan apa yang sebenarnya membuat mereka datang ke tempat itu. Toshiro menyamakan ceritanya untuk Akatsuki, hanya beberapa hal yang normal tanpa mengatakan dia bisa berubah. Dia juga mengatakan bagaimana dia mempelajari nama Hyorinmaru kemarin malam.
"hebat sekali..." katanya "aku tidak pernah mendengar ada Zanpakutou yang sangat ingin bertemu dengan Shinigami mereka sebelumnya. Ini sangat bagus untuk kalian berdua. Tapi ini juga berarti kalau kalian akan bertanggung jawab untuk berkomunikasi dan menguasai Zanpakutou kalian di usia yang sangat muda. Tidak banyak orang yang bisa melakukan komunikasi langsung."
"tidak masalah, kupikir..." kata Akatsuki melalui telepati.
Toshiro menyembunyikan senyuman dibalik sikap seriusnya. "apakah itu buruk?" tanyanya.
"tidak juga..." jawab Kudou-sensei "kau hanya harus yakin kalau kau siap secara fisik dan emosi selama prosesnya. Zanpakutou-mu adalah bagian darimu dan kau adalah bagian dari mereka. Menerima secara penuh ikatan itu adalah ujian pertama."
"begitukah? Apa kami harus membawanya sepanjang hari?"
"ya, kalian harus terbiasa berbicara dengan pikiran pada mereka dan saling mengerti. Kami membiarkan kalian para murid membawa Asauchi untuk alasan itu, jadi kami tidak meninggalkan Zanpakutou kalian. Bagaimana pun ada aturan yang sangat keras diantara pemegang Zanpakutou ketika di kelas. Tetap bawa denganmu kapan pun tapi pastikan tetap pada sarungnya. Jangan biarkan seseorang memegangnya. Jika ada gangguan dengan Reiatsu-mu atau Zanpakutou, segera beritahukan pada guru. Kami pernah mendapatkan beberapa kecelakaan antara murid tingkat akhir dan itu sangatlah kacau."
Toshiro dan Akatsuki bernafas lega dengan peraturan itu. Setidaknya mereka tidak harus meninggalkan Zanpakutou di kamar. Keduanya mengangguk mengerti, Kudou-sensei kembali bertanya "apa kalian sudah berlatih menggunakannya?"
"kami belum sempat, kemarin malam kami kembali ke kamar dan kesini segera."
"aku sudah di kamarku beberapa menit. Kupikir aku sudah terbiasa." Kata Akatsuki, dia tahu tidak mungkin kalau dia berbohong jika nanti mereka berlatih. Guru mereka mengangguk, menyilangkan kedua tangan didadanya. "kita bisa berlatih beberapa gerakan dasar nanti di kelas sore. Semua yang kalian perlukan adalah untuk membiasakan dengan panjang dan beratnya saja, setelah itu semua akan baik-baik saja."
"Kami mengerti, terima kasih banyak Sensei. Sampai nanti sore." Guru itu tersenyum dan melambaikan tangan ketika keduanya pergi.
.
Mereka sudah melewatkan sebagian lebih waktu kelas pagi dan menunggu sabar diluar sambil saling bertelepati. Mereka menunggu Suzuki, jadi bisa melihat catatannya. Suzuki melihat keduanya dan hampir membuat leher mereka terkilir pada saat yang sama ketika memutar mereka untuk melihat pedang dibelakang keduanya.
"Hitsugaya, Akatsuki, kalian sudah mendapatkan Zanpakutou?" dia berbicara dengan nada riang dan senang. Toshiro sedikit mendesis bersamaan mereka mendorongnya pada sebuah sudut tertutup. "jangan keras-keras!" katanya.
"kenapa? Semua akan mengetahui cepat atau lambat. Apa kalian tidak senang?" kata Suzuki.
"tentu saja aku senang" jawab Toshiro "ya, kami sangat senang." sambung Akatsuki. Suzuki tampak tidak terlalu yakin dengan reaksi keduanya tapi melupakan itu segera. "saat aku tidak kalian berdua di kelas, aku sangat khawatir. Aku membuat catatannya lebih jelas untuk bisa kalian pinjam" dia memberikan bukunya.
"terima kasih, akan segera kami kembalikan."
"hei!" Suzuki segera menghentikan keduanya sebelum pergi "bagaimana kalau kita berkumpul saat makan malam? Kita rayakan keberhasilanmu!"
"kenapa dia tampak senang?" tanya Toshiro dalam telepati.
Akatsuki membalas, "tidak semua orang bisa memanggil Zanpakutou mereka, My Lord. Bahkan ada siswa tingkat akhir yang masih belum mendapatkan milik mereka. Terlebih kita baru beberapa bulan disini yang berarti ini adalah sesuatu yang luar biasa."
Toshiro mengerti, "baiklah, kami akan bertemu dengan kalian saat makan malam."
"bagus, sampai jumpa kalau begitu!" Suzuki segera pergi.
.
Mereka menunggu hingga semua orang keluar dari kelas dan berjalan ke kelas selanjutnya. Tidak perlu insting untuk mengetahui kemana orang melihat. Sudah pasti semua mata mengawasi mereka sepanjang jalan. Toshiro menyipitkan matanya, 'terlalu banyak perhatian...'
'hanya perhatian tidak akan menyakitimu.'
Perkataan itu muncul dari pikiran Toshiro dan membutuhkan beberapa detik sebelum dia sadar kalau itu adalah Hyorinmaru. 'tidak, kurasa.' Pikirnya balik. Toshiro kembali melihat lurus seolah tidak ada yang terjadi walau telinganya masih bisa mendengar.
"apa Hitsugaya dan Nokage membawa Zanpakutou?"
"tidak mungkin mereka sudah mendapatkannya... mungkin mencuri punya orang lain."
"mereka baru kelas pertama, tidak mungkin sudah mendapatkannya."
"lihat mereka; pedangnya lebih besar dari keduanya!"
Perkataan terakhir disusul dengan tawa dan komentar pedas. Toshiro pura-pura tidak peduli tapi tampaknya Akatsuki sedikit tersulut. Bagaimana pun yang mereka tawakan adalah tuannya. "apa boleh saya bunuh mereka, My Lord?" dia sedikit mengertakan gigi.
Toshiro Sweetdrop, "tidak perlu, kita bisa membalas mereka dengan cara yang lain."
"dan apa itu, My Lord?"
Hitsugaya tersenyum, hawa dingin mulai keluar dari tubuhnya. "kita tunjukan pada mereka, bagaimana kemampuan kita nanti." Akatsuki mengikutinya, "Yes, My Lord..."
.
Pada kelas selanjutnya terlihat guru tidak terlalu mempercayai mereka. Dia berpikir kalau keduanya telah mencuri Zanpakutou orang lain. Sebuah pemikiran bodoh, Zanpakutou adalah sesuatu yang personal dan sensitif, terikat erat oleh shinigami mereka. Bagaimana bisa mereka mencurinya?
Mereka berdua berpendapat kalau sebaiknya tidak datang ke ruang makan secara rutin. Karena itulah Toshiro dan Akatsuki belajar untuk menyimpan makanan di kamar untuk mencegah mereka pergi ke kantin. Toshiro tidak terlalu suka dengan keramaian dan Akatsuki tidak yakin untuk pergi tanpa tuannya. Jadi mereka berdua berjalan kembali ke asrama untuk mengambil makanan dan beristirahat di tempat lain.
Mereka memilih hutan di balik akademi sehingga tidak ada yang melihat apa yang dilakukan. Selesai makan, Toshiro mulai belajar untuk menggunakan Hyorinmaru. Akatsuki membantunya dengan sangat baik dan sabar.
Dia memberikan beberapa petunjuk dasar. Mereka saling menyerang dan bertahan secara bergantian. "ayunan anda terlalu lebar, My Lord. Jangan terlalu berpaku dengan panjangnya" Kata Akatsuki.
"ah" jawabnya datar dan kembali berkonsentrasi.
Memang sulit menggunakan Hyorinmaru, mau tidak mau Toshiro harus mengakui kalau dia terlalu pendek. Tapi pedang Akatsuki jauh lebih panjang dan berat dibandingkan dirinya, dia mampu menggunakannya yang berarti itu bukanlah hal yang tidak mungkin. Ketika herakan terakhir Akatsuki berhenti, "My Lord, mungkin sudah saatnya saya memberitahukan sesuatu pada anda."
Toshiro diam, "apa itu?"
"tubuh anda telah menahan terlalu banyak Reiatsu sejak dulu. Secara tidak langsung hal itu memberikan efek samping pada pertumbuhan anda. Jika saya simpulkan, mungkin tubuh yang anda saat ini bukanlah tubuh asli."
"dan bagaimana itu bisa terjadi?" suara berat terdengar dari balik hutan.
Kedua anak itu terkejut, Soutaichou dan Ukitake-taichou datang mendekat. "selamat siang, Soutaichou-sama, Ukitake-taichou" Keduanya segera memberi salam. Soutaichou menahan tangannya dan kembali berbicara "apa yang kau maksudkan sebelumnya?"
Akatsuki mengangguk, dia mulai menceritakan beberapa hal. Manusia serigala memiliki tiga wujud, yang paling tinggi adalah kesatria serigala, mode itu hanya bisa digunakan saat dalam bankai. Kedua, adalah serigala seperti yang kemarin dilihat mereka lalu terakhir adalah manusia.
Secara alami manusia serigala akan berubah menjadi dua pilihan, sama dengan tuan atau umur aslinya. Yang digunakan Akatsuki adalah tubuh aslinya. Seharusnya dia bisa menyamakan umurnya dengan Toshiro tapi sesuatu didalam Toshiro menekan pertumbuhannya menjadi lebih lambat dari seharusnya.
Seperti sebuah segel tua.
"jadi menurutmu didalam tubuhku terdapat sebuah segel?" Toshiro menatap, tidak percaya.
Akatsuki mengangguk, "saya menyadarinya sejak pertama. Bagaimana pun segel secara tidak sengaja karena anda masih belum dapat mengendalikan reiatsu dengan baik dan bertemu dengan Hyorinmaru-sama. Tapi karena anda sudah melakukan keduanya ada kemungkinan kalau segel itu aka—"
Perkataan Akatsuki terpotong ketika Toshiro tiba-tiba merasakan dingin luar biasa dan tubuhnya diselimuti oleh es. Ukitake sedikit panik tapi Soutaichou menghentikan dirinya untuk menolong. Akatsuki mengeluarkan Kuroyuki lalu menyelimuti Toshiro dan Hyorinmaru yang ditutupi es itu.
Anak itu mengerang karena seluruh tubuhnya seolah berubah memanjang. Hal itu sungguh menyakitkan sebelum Akatsuki menggunakan Kidou untuk menekan rasa sakitnya. Sekitar sepuluh menit kemudian es itu menghilang.
Hitsugaya Toshiro yang pendek berubah menjadi seorang anak laki-laki tampan dengan rambut putih yang sama tapi bukan anak kecil berusia sepuluh tahun lagi. Tubuhnya menjadi lebih tinggi, tegap, gagah dan lebih dewasa. Bisa dilihat dia tampak berusia lima atau enam belas tahun. Rambut masih pada model yang sama tapi menjadi lebih panjang sekarang. Hanya saja bajunya tidak berubah.
"urgh..." dia menggeram memegang kepalanya.
"Hitsugaya-kun?" tanya Ukitake memastikan.
"aku baik-baik saja" Suaranya berubah menjadi sedikit berat dan dewasa juga "apa barusan itu?" dia bertanya pada dirinya sendiri.
"itu adalah tanda kalau segelnya sudah terlepas, My Lord."
Akatsuki tersenyum bersamaan sekarang dirinya yang dilapisi es hitam. Dibandingkan Toshiro, Akatsuki tidak merintih dan tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukan bagaimana dirinya yang sebenarnya. Akatsuki juga menjadi sama sepertinya, lima atau enam belas tahun, rambut lebih panjang dan wajahnya terlihat sangat cantik bahkan dengan dua bekas luka wajahnya.
"bagaimana?" Akatsuki berputar dan memperlihatkan seluruh tubuhnya. Toshiro harus mengakui kalau seluruh tubuh gadis itu juga berubah dan lebih berbentuk.
"kau terlihat cantik" Puji Toshiro.
"terima kasih, My Lord."
"kalian berdua memang mengejutkanku..." kata Soutaichou "datang kesini berpikir untuk melihat bagaimana Zanpakutou milik Hitsugaya tapi tidak pernah terpikirkan olehku kalau aku akan melihat yang lainnya."
Toshiro melihat tubuhnya sendiri dan menggunakan Reiatsu untuk berkaca. Tubuhnya benar-benar berubah sekarang. Bajunya sekarang terasa sangat sempit, dia melihat pada Akatsuki "kenapa bajumu tidak mengecil sepertiku?" Akatsuki tertawa, "biar saya yang urus, My Lord." Perlahan dia mengalirkan Reiatsu-nya baju Toshiro, mengejutkan melihat bajunya mulai membesar dan pas dengan tubuhnya.
"bagaimana, My Lord?"
"lebih baik..."
"Hi-Hitsugaya-kun, bagaimana dengan Zanpakutou milikmu?" Ukitake memulai, dia harus membiasakan diri dengan semua kejutan yang diberikan oleh kedua anak itu. Toshiro tersenyum, dia menunjukan Hyorinmaru yang juga berubah dan membiarkan Ukitake memegangnya. Soutaichou dan Ukitake melihat pedang itu baik-baik.
"sangat indah..." kata Ukitake.
"ada yang bilang kalau kalau panjang sebuah Zanpakutou adalah cerminan dari kekuatan penggunanya" Soutaichou berbicara dengan bijak, Ukitake mengembalikan Hyorinmaru. Akatsuki mengangguk, Toshiro melihat padanya "apa ini berarti kau lebih kuat dariku?" Memang Hyorinmaru sangat panjang tapi Kuroyuki memiliki ukuran lebih panjang dan besar darinya.
"tergantung dari kekuatan apa itu, My Lord."
Akatsuki menunjukan Kuroyuki "walau pun saya lebih panjang dari anda bukan berarti saya lebih kuat. Zanpakutou terbalik seperti ini memiliki arti kalau saya bukanlah orang yang membunuh orang untuk diri sendiri. Lebih ditujukan untuk melindungi, menjaga dan mematuhi dalam satu tujuan. Beratnya adalah cerminan dari tugas saya melayani anda. Loyalitas, kepercayaan adalah yang membuat Kuroyuki."
'kesetiaan tunggal... Loyalitas Baja... Hati emas... Kau harus menjaga dia dengan baik, Master. Kepercayaannya sama sekali tak bisa digantikan oleh orang lain.'
'ya, aku tahu...' jawab Toshiro balik.
"oh ya, Hitsugaya-kun, Nokage-chan, aku ingin memberitahu kalian sesuatu. Setiap tahun akademi memilih sepuluh orang dari tingkat lima dan enam untuk menemani satu divisi dalam misi berburu hollow rutin. Divisi-ku akan berpartisipasti tahun ini. Bagaimana kalau kalian berdua ikut?"
Kedua anak itu terdiam, Soutaichou ikut berbicara "ini adalah langkah bagus untuk kalian. Dengan ini mungkin kau bisa mengetahui bagaimana berhadapan dengan musuh" Matanya melihat pada Akatsuki "aku yakin kalau dia juga bisa menjaga dan memberikan beberapa pelajaran untukmu" Gadis itu mengangguk.
"menurutmu?" tanya Toshiro ke Akatsuki.
Akatsuki hanya tersenyum, "itu keputusanmu, My Lord."
Toshiro mengangguk kecil "sebuah kehormatan untuk kami, Ukitake-taichou." Dia akhirnya berkata. "aku akan mengaturnya dengan Akademi kalau begitu. Kau tidak perlu khawatir, kehadiranmu tidak akan mengeluarkan orang lain. kalian akan datang sebagai tamuku."
"dan bisa kami tahu kapan itu?" tanya Akatsuki.
"tiga bulan lagi, saat cuacanya lebih baik dan bersahabat. Salah satu bawahanku akan datang untuk memberikan informasi tentang acara itu. Sementara itu kalian berlatihlah. Kerja keras kalian akan terbayarkan."
"terima kasih..." keduanya memberi hormat. Toshiro melihat kearah akademi, "tunggu sebentar, jika ini sekarang adalah tubuhku yang asli. Bagaimana bisa aku kembali ke akademi?" dia kebingungan sekarang "mereka tidak akan mengenali kita."
"Ukitake-taichou, kau bantu mereka. Gunakan keduanya alasan yang sama ke kepala sekolah dan guru di Akademi. Aku yakin kau bisa mengatasinya." Pria tua itu kembali pada kedua anak itu sebentar dan mengusap satu-satu kepala mereka. "belajarlah dengan giat," Soutaichou berbalik "mungkin saja nanti kekuatan kalian diperlukan."
.
Ukitake tidak mengikuti Soutaichou dan pergi bersama mereka. Dia menjelaskan alasan mengapa Toshiro dan Akatsuki berubah. Dia memastikan alasan itu cukup terdengar logis. Dia hanya membuat alasan kalau selama ini keduanya tertahan oleh reiatsu mereka sendiri. Sama seperti yang dikatakan oleh Akatsuki, kekuatan tersegel dan lepas. Ukitake bahkan mengatakan kalau dia sengaja membantu mereka ke akademi untuk mengembalikan tubuh mereka.
Tidak ada yang berani menanyakan lebih detail kepada salah satu kapten dari Gotei 13. Kalau Ukitake sendiri yang menjelaskan berarti itu adalah sebuah hal yang spesial. Seperti yang diharapkan Kudou-sensei dengan bangga mengumumkan keberhasilan keduanya dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh mereka.
Semua orang memberi mereka selamat, tidak seperti yang diduga sebelumnya. Berbagai pertanyaan menghujani keduanya, Akatsuki bisa menjawab sebagian besar miliknya dan juga membantu Toshiro menjawab punyanya. Toshiro tidak tahu bagaimana menjelaskannya karena dia melakukannya berdasarkan insting dan firasat.
Beberapa ada yang menanyakan tubuh mereka. Murid laki-laki hanya memperhatikan dari jauh Akatsuki. Tubuhnya yang lebih berbentuk membuat mereka yakin kalau gadis itu akan sangat cantik beberapa tahun lagi. Murid perempuan yang lebih polos dibandingkan laki-laki mulai mendekati Toshiro. Dia tidak terlalu nyaman karenanya, Toshiro bukan tipe orang yang bisa nyaman disekitar lawan jenis yang tidak dikenalnya.
Kelas dibubarkan sedikit lebih awal jadi Kudou-sensei bisa membantu keduanya berlatih. Tidak seperti sebelumnya, Toshiro bisa memegang Hyorinmaru dengan sangat baik. Pedang itu memang menjadi lebih besar tapi genggaman anak itu juga semakin kuat.
Matsumoto yang sering berkunjung diantara waktu kerjanya juga datang. Dia datang dengan ceria berpikir untuk memberi selamat pada dua anak yang ditemui beberapa bulan lalu sebelum akhirnya hampir pingsan karena tersipu dan mengeluarkan darah dari hidungnya karena melihat sepasang anak sepuluh tahun itu berubah menjadi sepasang anak remaja yang cantik dan tampan.
Akatsuki menyelamatkan Matsumoto sebelum dia tidak sadarkan diri. Toshiro ikut membantunya sebelum dalam beberapa detik mereka sudah hampir kehabisan nafas dipeluk oleh shinigami itu.
.
Selesai! Terima kasih! Akan saya jelaskan sedikit nih. Sebelum Toshiro dan Akatsuki masuk ke Akademi, tubuh mereka seperti anak berusia sepuluh atau sebelas tahun. Tapi semenjak perubahan dari segel alami ditubuh Toshiro, sekarang mereka sama ketika para Bourne menyerang. Rambutnya belum berubah ya... masih sama ketika dia menjadi kapten.
Aha! pertumbuhannya tertunda gara-gara Hyorinmaru. baby face + anti aging *plak!*
jika ada pertanyaan atau saran. silakan kalian masukan dalam pesan atau Review ya!
terima kasih!
thank you!
arigatou gozaimasu!
