You are my Sunshine

Chapter 7

By: Yuuna hihara

Disclaimer: Bleach punya Yuuna! *Ditendang Tite Kubo + Fc* Yuu ngaku deh Bleach punya Tite Kubo kalau punya Yuuna jadinya Full IchiRuki *IchiRuki forever *

XXX Holic Clamp

Rate: T

Genre: Hurt/Comfort/Romance

Warning: sedikit AU dan typo, mohon harap maklum, bagi Fansnya Senna jangan baca deh takutnya anda sakit hati :p

Sumary: Siapakah nenek Kira? Banyak yang penasaran kan? Oke deh langsung baca saja. Don't like Don't read! :D

You are my Sunshine

byYuuna Hihara

Bleach Tite kubo

XXX Holic Clamp

.

,

.

Enjoy =)

"Kalian? Mau apa?" Ucap nenek Kira datar.

"Waah begitukah sambutanmu pada kami? Ucap teman orang itu.

"Dasar, ayo masuk." dan nenek Kira masuk dengan 2 tamu misteriusnya.

"Kau tak berubah ya nenek Kira." ucap Urahara dengan gaya Khasnya menggunakan topi dan kipas tentunya.

"Nenek kau bilang? Hei aku memang lebih tua 3000 *?* tahun darimu tapi tak perlu kau memanggilku nenek kan?" protes nenek Kira "Lagipula kau yang memberikanku gigai seperti nenek-nenek."

"Hohohoho maafkan aku Akira-san"ucap Urahara. "Tapi kau sendiri memang sudah punya cucu kan?"

"Memang tapi kan dia cucu angkat ku bukan cucu asli , Ah sudahlah " Ucap nenek Kira, "kalau begitu kau harus memberikanku diskon!" sambung nenek Kira

"Jangan marah-marah terus donk Akira-san, katanya minta gigai yang membuatmu sangat berbeda dari aslinya" tambah Yourichi.

"Huh, dasar kalian berdua ini kalau yang ini sih terlalu berlebihan sepertinya aku kan tak setua kakek Yama. Kompak sekali kalian menyerangku dari dulu tak berubah" ucap nenek Kira sambil membuat teh untuk kedua teman lamanya.

"Hahahaha,jangan-jangan akibat gigai mu sifat mu ikut berubah menjadi nenek-nenek" sindir Yourichi.

"Enak saja kau bilang" ucap nenek Kira sambil menelan pil (A/n: yang kayak Rukia punya, tapi yuu lupa namanya) dan kembali ke sosok aslinya seorang wanita berambut panjang hitam legam yang menggunakan kimono bewarna hitam bermotif kupu-kupu bewarna Oranye dan ungu.

"Lho kenapa kembali Kira-san?", goda Urahara.

"Capek tahu!," balas Nenek Kira yang sudah kembali ke wujud aslinya, wanita muda berambut panjang yang jutek.

"Hohohoho sifat mu kembali ya jika keluar dari gigai" ledek Urahara, yang disambut dengan suara GLETAKK rupanya getta* nenek Kira mengenai kepala Urahara dengan tepat

"Uhk" rintih Urahara.

"Hei sifatmu kembali" ucap Yourichi

"Hahah sudahlah, lagipula apa urusanmu kemari?" ucap Nenek Kira

"Ehm kami ingin tahu, apakah ramalanmu 100 tahun yang lalu akurat?" tanya Urahara yang sudah sadar dari lemparan maut nenek Kira *?*.

"Oh itu.. ucap nenek kira santai sambil memejamkan mata dan mulai bercerita:

Flashback

Adivino Society, 150 tahun yang lalu...

Adivino Society adalah sebuat tempat dimana beberapa roh yang terpilih menjadi seorang peramal dan Shinigami sekaligus namun kekuatan Shinigami digunakan hanya untuk pertahanan diri semata. Masyarakat Advino sangatlah tertutup mereka terkadang berkunjung ke Soul society dan hanya menemui Shinigami yang dipercaya saja, Oleh karena itu banyak Shinigami yang tak tahu tentang masyarakat Adivino. Tentu hanya Kapten yang dipercaya tentang Advino society.

Advino Society sekarang dipimpin oleh Akira, seorang peramal tingkat tinggi. Kemampuannya yang selalu tepat untuk meramal dan mempunyai banyak keahlian khusus seperti menyebrang dimensi* membuatnya terpilih menjadi pemimpin masyarakat Advino.

"Dia yang terpilih kali ini adalah Kuchiki Rukia dan Kurosaki Ichigo seorang Shinigami dan manusia " ucap seorang peramal yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kira kirihara pemimpin Adivino society.

"Kira-sama, apakah tidak susah menyatukan mereka berdua?" ucap salah seorang peramal berambut merah yang bernama Shana.

"Tentu tidak" ucap Kira dengan bangga.

"Cih kau yakin sekali Kira" ucap Senna.

"Tentu saja karena aku yang akan menang"

"Cih, kebetulan saja jika kau menang" sindir Senna

"Didunia ini tidak ada yang namanya kebetulan, yang ada hanyalah sesuatu yang tak terelakan* " balas nenek kira "Dan kekalahanmu dan bersatunya Ichigo dengan Rukia adalah sesuatu yang tak terelakan lagi Senna."

"lihatlah kira suatu saat kau akan menangis,kau lupa aku akan menghalangi mereka sampai dua kali" ucap Senna.

"Kenapa kau yakin sekali Senna?" Balas Kira tenang,toh usaha mu yang pertama gagal dan kau akan mati".

"Diam kau, dasar penyihir busuk" Bentak Senna.

"Hei, Senna jangan melawan Kepada Kira-san "ucap Yuki.

"Huh, kalian semua lemah! Lihat saja Ichigo Kurosaki akan jatuh ke tanganku. Dasar gak cucu gak nenek sama-sama nyebeliin".

"Senna jangan Kurang ajar!" bentak Yuki.

"Cih, kenapa kalian hanya menurut padanya sih" ucap Senna.

"Jangan menghina Kira-sama Senna, Kau baru saja masuk dalam dunia ini sebelum ini kau bukanlah siapa-siapa ingat itu!" tambah Yumi salah satu peramal.

"Bagaimana kalau kita bertaruh?" ucap Senna menantang Kira.

"Bertaruh?" jawab Kira santai.

"Kau akan tunduk padaku jika aku dapat merebut Kurosaki Ichigo dari tangan Rukia Kuchiki" ucap Senna meremehkan. Kira hanya tersenyum melihat kelakuan orang yang telah diselamatkannya dulu, "ternyata ini balasannya" guman Kira dalam hati. "Aku terima" ucapnya singkat sambil meninggalkan ruangan rapatnya. "Tapi dengarlah Senna jangan meremahkan kami, dan jangan menyesal akan keputusanmu melawanku di kemudian hari. Karena lau akan menangis dan aku akan tertawa" ucap Kira singkat sambil tersenyum mengejek.

"Sialan kau Kira, kita lihat saja suatu saat kau akan menangis di hadapanku. Kau lupa? Aku dulu juga Shinigami*" ucap Senna sinis sambil meninggalkan ruangan rapat para peramal dan menghilang.

"Bagaimana ini?" ucap Yuki panik.

"Tenanglah Yuki, semuanya akan baik-baik saja" Ucap Yumi

"Hm... Dasar si Senna tak tahu diri" ucap Shana singkat.

End Of Flashback

"Oh, begitu.." ucap Yourichi sambil meneguk tehnya. "Tapi apakah ramalanmu akan akurat?"

"Entahlah biarkan roda nasib yang berputar."

"Tapi kalau kau kalah, kau akan memberikan kekuasaanmu pada Senna?". Tambah Urahara

"Yaa begitulah" ucap nenek Kira singkat.

"Kenapa kau baru mengumumkan ramalanmu kepada para Taichou 50 tahun kemudian?" sanggah Yourichi

"hahahahaha, sengaja" ucap Kira sambil menjulurkan lidah (a/n: kayak gini =p)

"Kau dan Adivino Society memang penuh misteri Kira" balas Urahara

"Inilah kami" ucap Kira dengan kedipan mata.

"Dasar" guman Yourichi.

Tak lama Yourichi dan Urahara pun pulang ke toko Urahara.

"Yo, nenek kira kalau ada perlu datanglah ke toko ku akan kubantu kau " ucap Urahra.

"Baiklah, aku akan berkunjung dalam waktu dekat ini" ucap nenek Kira yang sudah kembali ke gigainya yang berwujud nenek tua.

"Baiklah, sampai jumpa" ucap Urahara dan Yourichi yang langsung bershunpo.

Nenek kira kembali terduduk sambil memandangi kupu-kupu yang berterbangan di belakang halaman rumahnya.

"Hm..Senna ya?" ucapnya perlahan "Kau tidak akan menang, tidak akan pernah" sambungnya sambil menatap langit biru.

At School~ Lunch time~

"Hosh,hosh,hosh, ahkirnya bisa lolos juga" ucap Ichigo sambil menggandeng Rukia ke atap sekolah.

"Hei, Ichi sakit tahu" ucap Rukia sambil memegang pergelangan tangannya yang memerah.

"Ah, gomen Rukia" ucap Ichigo sambil memandangi tangan Rukia yang memerah karena Ia genggam terlalu kuat. "Lagi pula ngapaiin kamu lari segala siih" ucap Rukia

"Senna" ucap Ichigo singkat sambil melemparkan sebuah jus strawberry pada Rukia.

"Apa ini?" tanya Rukia bingung, namun membuat Ichigo tersenyum kecil 'sama seperti dulu' batinnya dalam hati.

"Itu jus, Rukia" balas Ichigo dengan senyuman yang jarang diperlihatkannya pada semua orang.

"Jus? Hm..bagaimana cara meminumnya?" ucap Rukia bingung yang membuat Ichigo tertawa .

"Hahahahahaha,Rupanya dengan hilangnya ingatanmu kebiasaanmu juga tidak berubah ya? Dasar midget" ejek Ichigo yang membuat munculnya 4 siku di dahi Rukia.

BLETAK!~ Sfx: kepala Ichi yang kena getok Ruki.

"Aww" sakit tahu!." Teriak Ichigo.

"Itu akibat dari kau mengejekku" balas Rukia, tiba-tiba saja ide jahil terlintas di kepala Ichigo. Perlahan tapi pasti Ichigo mendekatkan wajahnya ke wajah Rukia. Membuat muka Rukia memerah "Hei Ichi.." namun, tetap saja Ichigo mendekatkan wajahnya ke wajah Rukia, hembusan nafas Ichigo dapat dirasakan oleh Rukia membuat kakinya lemas. Rukia yang bertahan dengan melangkah mundur kini terdesak oleh tembok di belakangnya.

"Jangan pergi" ucap Ichigo yang semakin lama semakin mendekat. Jus kotak yang dibawanya pun ia jatuhkan.(a/n: Habis ini Ichi yuu tagih Jus strawberry mahal tahu! :D)

"Ichigo apa yang...emp.." ucap Rukia terpotong karena saat ini bibir Ichigo telah mengunci perkataannya. Rukia pun menutup kedua matanya, Ciuman yang diberikan Ichigo terasa lembut dan menghangatkan. Jantung Rukia berdebat kencang namun tangan Rukia yang tadinya menahan badan Ichigo di dada bidangnya kini memeluk leher Ichigo, begitu juga Ichigo yang langsung memeluk pinggang mungil Rukia. Mungkin saja jika Byakuya melihat ini ia akan dicincang seketika, tapi untuk sekarang Ichigo tak mau memikirkannya toh kini ia tahu 1 hal " Ia mencintai Kuchiki Rukia". Setelah masalah Oksigen menghampiri kedua insan itu.

"Hosh..hosh..hosh dasar mesum" ucap Rukia dengan muka memerah, sambil sedikit mendorong tubuh Ichigo agar memberinya 'ruang' untuk bergerak.

Ichigo yang melihat ekspresi Rukia pun tersenyum, tak ada lagi kerutan permanen yang biasanya menghiasai wajahnyam seperti buan Ichigo saja. Ia juga tak menyangka idenya untuk membalas Rukia berahkir dengan ciuman yang singkat dan indah (Bagi Ichigo sihh? Gimana dengan Rukia? Kita tanya ahkir acara nanti *Plakkk*)

Rukia mengamati jus kotak yang dijatuhkan Ichigo segera ia mengambil jus kotak itu. "Ah, baka kau menjatuhkannya" ucap Rukia.

Ichigo mengaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sudahlah Rukia itu hanya jus kan? Nanti aku belikan lagi" ucap Ichigo santai.

"Kau ini, mengajarkan cara meminumnya saja belum. Sudah menjatuhkannya sembarangan" gerutu Rukia sambil memungut jus naas tersebut sambil membuangnya menuju tempat sampah.

"Jangan menggerutu terus donk, Nih ambil saja punyaku" balas Ichigo sambil memberikan jus strawberry yang sudah di tusukan sedotan pada Rukia.

Rukia tersenyum melihat jus yang diberikan Ichigo, sontak segera disambarnya jus itu dan diminumnya. " Ah, Ichigo ini enak sekali" ucap Rukia senang " Terima kasih" ucap Rukia sambil tersenyum tulus yang membuat Ichigo Blush.

Ichigo menggandeng Rukia untuk duduk di bawah pagar besi di atap sekolah. Atap sekolah memang tempat yang terbaik, angin yang sejuk dan suasana yang tenang didapatkan jika menghabiskan waktu makan siang diatap sekolah, karena jarang bagi siswa/siswi Karakura menyantap bekal mereka di atap sekolah.

"Oh ya Ichigo" ucap Rukia memecahkan keheningan.

"Hm..?" ucap Ichigo yang sepertinya terserang hawa ngantuk akibat AC (baca: Angin Cepoi-Cepoi) yang berhembus.

"Jangan tertidur baka" sentak Rukia.

"Hoam.. aku ngantuk sekali niih" ucap Ichigo sambil menguap lebar.

"Hei..hei.." Ucap Rukia sambil mengoyangkan bahu Ichigo, namun usahanya sia-sia Ichigo telah tertidur di pangkuannya, kerutan permanen yang biasa menghiasi wajahnya hilang. Ichigo tidur sangat pulas dan nyaman di pangkuan Rukia dengan wajah yang tersenyum. Angin yang berhembus perlahan membuat Rukia merasa mengantuk juga, perlahan kedua matanya tertutup dan Rukia memasuki alam mimpinya. Saat Rukia tertidur Ichigo membuka matanya dan mencium pipi Rukia, disenderkannya kepala Rukia di bahunya, Ia pun melanjutkan tidurnya. Sepertinya untuk beberapa jam kedepan Ochi-sensei akan kehilangan 2 muridnya yang tertidur pulas di atap sekolah.

"Bagaimana keadaan mereka?" tanya nenek Kira di telepon.

"Bagus nek, ada perkembangan" ucap yuki yang berdiri di udara, kini yuki berada pada sosok aslinya yaitu seorang gadis berambut panjang bewarna biru tosca dengan jubah hitam menutupi sebagian wajahnya.

"Permainan akan semakin menarik sekarang" Ucap Senna yang mengintip Yuki dari suatu tempat.

"Lihatlah Rukia Kuchiki,mulai besok kehidupanmu tidak akan tenang, Kita lihat nanti Ichigo akan berada dalam genggamanku".

"Kita lihat Senna, roda takdir diputar sekarang" ucap Yuki dan kembali masuk pada gigainya menjadi gadis berambut hitam dan berbola mata hitam yang sedang berlari menuju kelasnya.

"Proteja" ucap Yuki perlahan dan munculah sebuah perisai kasat mata yang melindungi Ichigo dan Rukia. Setelah memberi perisai Yuki meninggalkan pasangan tersebut kembali ke kelasnya.

Nenek Kira kembali meminum teh yang dibuatnya. Pembicaraannya dengan Urahara dan Yourichi mengingatkannya pada sebuah peristiwa yang membuatnya menyesal sampai sekarang.

TBC

Author Note:

Getta= Sandal tradisional dari Jepang

Kekuatan Menyebrang Dimensi sama seperti Yuko Ichihara di XXX Holic

"Didunia ini tidak ada yang namanya kebetulan, yang ada hanyalah sesuatu yang tak terelakan" juga Yuu ambil dalam Chapter XXX Holic, mangkanya Disclaimernya ada 2 ^^ hehehe...

Pojok Review :)

Yuuna: Nah lo?

Ichigo: Makin abal niih

Yuuna: Maksud loe?

Ichigo: Maksud gue..

Rukia: huftt 2 orang tolol mulai lagi =w=

Yuuna+ Ichigo: Apa kau bilang MIDGET!

Rukia: Aku bukan MIDGET!AKU hanya Kurang tinggi!

Nenek Kira: Hei Kalian =3=

Yuuna: Ada apa nek?

Nenek Kira: *nimpuk kepala Yuuna,IchiRuki pake Kertas* Balas Review, udah gitu updatenya lamaa bangeet lagi

Readers: Setuju sama nenek Kira ^o^/

Yuuna: *Pudung* maap-maap Yuu kan pelajar yang baik dan budiman,mangkanya agak konsen ke sekolah dulu ^^"

IchiRuki: Alesan lu!

Yuki: Haduuh berantem mulu baca Review sana

Yumi: Iya niih payah, padahal sudah ditolong dalam cerita.

Shana: malah berantem disini...

Senna: Kok gak ada yang nolong aku?

All: OGAH!

Rukia: Oke deh yang pertama dari Aizawa Ayumu Oz Vessalius *Blushh* itu.. Harapan Ai-chan? Hahah makasih sudah dukung saya dan Ichigo. Soal Senna? Tanyakan pada Yuuna! Nah jangan lupa review lagi *Bungkuk hormat*

Yuuna: Ai-chan arigatou for review :3 Yuu bahagia sekali *Nari gaje sama paman Issin* kick Senna? AYO! XD *Ditendang Senna Fc* Soal kekuatan nenek Kira memang belum begitu jelas ye? Next Chapter masih tentang nenek Kira kok ^^ baca dan ikuti teruuss yaa :3

Ichigo: Jyaahh dianya promosi ==" udah abal masih di promosiin

Yuuna: *Nendang Ichigo*

Ichigo:*Kepental* NOOO!

Urahara: waah tendangan Yuuna-chan makin hebat berkat sepatu dari toko saya

Yuuna: Gak usah promosi!

Urahara: kan sekalian :p nah selanjutnya dari SoraHinase iya ini tentang nenek Kira, tapi masih berlanjut di chapter 8. Akira memang tidak jelas kok asal-usulnya. Nah Nona manis mau belanja di toko ku? Khusus anda Diskon 30% hohohoho. Kalau chapter depan review lagi saya tambah 20% lagi deeh

Nenek Kira+ Yourichi: Jangan godaiin pelanggan dan promosi *Nendang Urahara*

Urahara: *Mental kayak Ichigo* NOOO! OnO

Ichigo: *Udah balik dari mentalnya*?* Uh sakit.. Next dari Sader VectizenIchi emang dia tuh batu sandungan hubunganku dengan Rukia, untuk masalah tulisan itu urusan si Yuuna! Nah, chapter depan jangan lupa review yaa ;) *Kedip mata ke Sader*

Yuuna: Hiks Sader.. emang Yuuna kadang lupa meriksa :'( makasih atas sarannya tulisan kali ini semoga banyak yang gak salah next dari mio 'ichirugiran' kyo yeayy senpai Yuu juga benci ama Senna :D hwahahhaha *Toss* IchiRuki emang Yuu beri tugas untuk melindungi pendukungnya :3 waduuh Tanggung jawab Leher Yuu tinggal setengah niihh *Disensor adegan berbahaya bagi anak diatas 100 tahun*?* Makasih buat reviewnya :3 Chapter depan lagii yaa *Dilempar sandal*

Yourichi: Thia2rh hahah anda benar, Hadiahnya minta sama Urahara saja :D, Gampang ketebak ya? Hohoh next Chapter review lagii yaa :D

Yuki: next dari Kurochi Agitohana kami bukan guardian angle, kami adalah *Dibekap Yuuna* Pokoknya kami akan selalu mendukung IchiRuki selamanya Karena itu adalah takdir bagi mereka untuk bersatu, IchiRuki forever. Senna? Bye-bye ajah yaaa ;D btw terima kasih sudah penasaran sama saya dan nenek

Nenek Kira: Lanjut dari Fuchsia Puff hahaha terima Kasih oleh karena itu lanjut terus membacanya yaa :D

Yumi: selanjutnya dari bl3achtou4ro Ichi memang harus gak nangepiin Senna *Evil Laugh* hahaha Identitas Nenek Kira dan Yuki hampir terbongkar atau sudah? Mau tahu lebih lanjut tentang mereka baca di chapter 8 dan jangan lupa tinggalkan review lagi buat chapter ini. Arigatou

Shana: Toushiro sachi Terima Kasih sudah review Untuk urusan update kilat? Yuuna hohoho jangan lupa chapter depan review lagi

Yuuna: Salam kenal Sachi-chan, sekali lagi terima kasih buat para readers yang baca *Yuu sangat terharu* naah sebagai penutup Jangan lupa review yaa

Readers: Jangan hanya minta review lu belajar update kilat donk!

Yuuna: Hehehe Iya deeh, tapi untuk sementara Yuu akan Hiatus karena mau Ulum :3

Readers: Elu hiatus apa kagak gak ada bedanya

Yuuna: T^T sekali lagi gomen, dan terima kasih atas reviewnya :3 Setelah Ulum Yuu akan berusaha update lagi.

IchiRuki+Yuuna: Terima kasih atas review fic ini (-/\-)...

You are my Sunshine © Yuuna Hihara

Bleach © Tite Kubo

XXX HOLIC © Clamp

See u next Chapter