Ohparkkimbyun,
present;
That Good Kisser Is My Daddy.
Rate:
T-M and genderswitch
Main casted by:
Park Chanyeol
Park (Byun) Baekhyun
Supports casted by:
Oh Sehun
Kim Jongin
Do Kyungsoo,
And other maybe.
Summary;
Untuk putriku apapun kulakukan, satu-satunya wanita yang kucintai di sisa hidupku. Permintaannya akan selalu kukabulkan, termasuk-
-memuaskannya..
come to me, Baekhyun-ah.
7. Night Activity.
Hari begitu cepat berlalu semenjak Chanyeol bertingkah melecehkan putrinya, Baekhyun. Terkadang disela waktu luangnya Chanyeol merenung memikirkan kesalahan fatal yang telah ia lakukan kepada Baekhyun. Pada awalnya, semua pemikirannya terlihat logis saat ia menyadari kebodohannya tetapi semua itu musnah ketika ia mengakhiri renungannya dengan kejantanan yang menegang.
Bukannya merasa bersalah, Chanyeol justru malah mengurutkan hal-hal yang belum ia lakukan kepada Baekhyun. Cerminan kewanitaan Baekhyun pada imajinasinya berhasil membuat penisnya tegang dengan mudah.
Pikirannya selalu melayang jauh diikuti tubuhnya yang mulai meremang. Dengan mata yang terpejam semakin membuat fantasi liarnya terasa sangat nyata.
"Sshshh baekhyunhh.." satu desahan lolos dari bibir Chanyeol kala sebelah tangannya mengelus penis tegangnya.
Tangannya bergerak berirama seiring pikirannya yang semakin liar. Bersandar pada kursi balkon kamarnya, diterangi cahaya remang dari rembulan, dan ditemani semilir angin malam yang menambah kesan tegang pada diri Chanyeol.
Kepalanya terkulai lemas pada sandaran sofa kala gerakan tangannya yang semakin tidak karuan. Tidak cukup puas, Chanyeol menelusupkan tangannya melewati celana pendek juga dalamannya. Membuat telapak tangannya bersentuhan langsung dengan penisnya yang terasa panas.
"Baekhyunhhh," Chanyeol memijat lembut batang penisnya, menggodanya untuk semakin tegang.
Geraman Chanyeol semakin terdengar jelas bersamaan dengan kocokannya yang juga semakin cepat. Chanyeol sama sekali tidak menahan desahannya. Ini tengah malam, sudah pasti tidak akan ada yang terganggu dengan desahannya. Baekhyun juga sudah tertidur pulas sejak tiga jam yang lalu.
Tangan Chanyeol dengan lihai membelai setiap bagian penisnya tanpa terlewatkan. Memijatnya, meremasnya, mengocoknya, dan menggoda ujung penisnya yang terlihat basah.
"Astaga, ssshh.."
"Ayah.. hiks hiks, buka pintunya hiks--"
Chanyeol memutar kepala menghadap pintu kamar yang berjarak beberapa meter di belakangnya. Menatap bayang-bayang Baekhyun yang terlihat dari celah bawah pintu. Baekhyun pasti mimpi buruk pikir Chanyeol. Dengan menahan nyeri pada penisnya, Chanyeol membenahi dirinya dan menyambut Baekhyun yang terlihat berkaca-kaca.
Baekhyun berlari dan memeluk erat kaki Chanyeol. Menangis tersedu sembari sesenggukan. Chanyeol melepaskan lingkaran tangan Baekhyun pada kakinya dan berjongkok menyamakan tingginya dengan Baekhyun.
"Ada apa, Sayang?" Chanyeol menangkup pipi Baekhyun yang terasa hangat dan lembab. Wajahnya terlihat merona karena tangisan yang masih belum mereda.
Chanyeol membelai pipi Baekhyun dan membawanya ke dalam pelukan hangatnya, "ssstt jangan menangis, Sayangku."
"Hiks ayah.. baekkie ingin tidur dengan Ayah hiks-- Baekkie takut.."
Chanyeol mendaratkan jemarinya untuk membelai surai Baekhyun dengan sayang. Chanyeol membawa Baekhyun untuk melingkarkan kaki putrinya tersebut pada pinggangnya kemudian bangkit dan mengelus sepanjang punggung hingga pinggang Baekhyun.
"Ayah.. hiks--"
"Sstt jangan menangis lagi, Ayah akan menemanimu. Cup cup.."
Chanyeol meredakan tangisan Baekhyun dalam pelukannya, sambil menggoyang-goyangkan tubuh Baekhyun ke kanan dan ke kiri, Chanyeol tersenyum kala ia tidak lagi mendengar erangan Baekhyun.
Chanyeol menaiki ranjangnya dan merunduk hendak meletakkan tubuh Baekhyun pada bagian pojok ranjangnya. Menghindarinya dari kemungkinan Baekhyun akan terjatuh. Ketika Chanyeol berusaha untuk melepaskan pelukan Baekhyun pada lehernya, Baekhyun tetap pada posisinya tanpa mau melepaskan sosok ayahnya.
"Sayang, lepas dulu, Ayah mau ke toilet sebentar."
Dengan rasa khawatirnya yang besar pada Baekhyun, Chanyeol tetap tidak dengan mudah melupakan ereksinya yang tertahan. Ditambah sejak pelukan tadi penisnya terus bersinggungan dengan bagian depan tubuh Baekhyun, membuatnya semakin tegang.
"Baekkie ikut," Chanyeol tersentak saat pendengarannya menangkap sinyal lain yang salah ia artikan.
Ini final. Pikir Chanyeol, erangan dan napas panas Baekhyun yang tepat berada di samping telinganya membuatnya semakin terbakar gairah.
"Baekkie ingin ikut. Jangan tinggalkan Baekkie.."
Dengan tenang Chanyeol kembali mengeratkan pelukannya pada Baekhyun. Kedua tangannya ia bawa untuk menangkup bongkahan pantat putrinya. Disertai remasan pelan, adrenalin Chanyeol semakin meningkat hingga memaksanya untuk setengah berlari menuju toilet yang juga berada dalam kamarnya.
Tanpa memperdulikan pintu toilet yang tertutup paksa dengan kaki panjangnya, Chanyeol segera meletakkan tubuh Baekhyun di atas wastafel. Sedikit menjauhkan wajahnya guna menatap raut wajah Baekhyun.
Tanpa basa-basi, Chanyeol menyambar bibir ranum di hadapannya. Melumatnya seolah ia akan kehilangan benda tersebut. Tanpa memikirkan rasa terkejut Baekhyun, Chanyeol menahan tengkuk Baekhyun dan memperdalam ciumannya. Memaksakan Baekhyun untuk membalas permainan lidahnya. Sebelah tangannya mulai bergerilya menyusuri tubuh Baekhyun yang dibalut baju tidur berpotongan pendek.
"Ayahhh," Baekhyun hendak protes disela-sela pagutannya.
Desahannya tertahan kala Chanyeol sama sekali tidak memberinya ruang untuk bernapas. Lambat laun gelora dalam diri Baekhyun mulai muncul ketika Chanyeol menyusupkan tangannya untuk meraih puting Baekhyun, mengelusnya dan memilinnya sedikit tergesa.
"Mmmhhh.."
Chanyeol menjadi yang lebih dulu melepaskan pagutan ketika ia sadar napas Baekhyun terasa sesak pada pipinya. Chanyeol menatap Baekhyun tepat pada maniknya. Melepaskan baju serta celana tidur Baekhyun tanpa halauan. Dengan santainya Baekhyun bersandar pada dinding toilet dan berpegangan pada bahu tegap ayahnya.
Baekhyun terpejam ketika merasakan sesuatu yang hangat menyentuh kewanitaannya. Ia menunduk dan melihat jemari Chanyeol yang tengah menggodanya. Menekan klitorisnya hingga desahan kenikmatan hadir pada pendengaran Chanyeol.
"Aaahh ayahh ituhh-- mmmhh.." Chanyeol menatap puas pada sosok di depannya. Tanpa menghentikan gesekan jarinya pada klitoris Baekhyun, Chanyeol mengecup puting kemerahan milik Baekhyun. Menjilatinya sensual sambil sesekali mengisapnya kuat.
"Ayah.. ssshhh--" gerakan jari Chanyeol semakin cepat kala merasakan lubang Baekhyun mulai mengeluarkan lelehan hangat tanda kepuasan. Jarinya menggoda lubang tersebut, perlahan menanamkan jemari nakalnya.
"Ayahh pelan-pelanhh aahh.."
Satu jarinya mulai masuk walau hanya setengahnya, dengan lelehan hasrat Baekhyun, memudahkan Chanyeol untuk bergerak melecehkan lubang putrinya. Merasakan tubuh bergetar Baekhyun, Chanyeol menghentikan jemarinya dan berjongkok tepat di depan kewanitaan Baekhyun.
Chanyeol meraih kedua paha Baekhyun, menahannya agar tidak merapat ketika Chanyeol mengendus kewanitaan tersebut. Chanyeol mendekat dan menjilat kewanitaan di depannya. Merasakan cairan khas yang terus mengalir dari diri Baekhyun.
Jemari Baekhyun meremas surai Chanyeol, "ayah-- sudahh sshh.."
"Ayahh, lepash! Baekkie mauhh--" Tanpa menghiraukan kalimat terpotong Baekhyun, Chanyeol justru semakin gencar menjilati klitoris juga lubang Baekhyun. Menjilat, mengecup, dan melumatnya dengan liar hingga puncak hasrat Baekhyun pun mengalir, membasahi lidah juga mulut Chanyeol yang tengah melecehkannya. Tanpa ragu Chanyeol lagi-lagi menjilat dan menghisap cairan tersebut hingga membuat Baekhyun menggelinjang tak karuan.
Baekhyun dibuat lemas setelahnya. Chanyeol menjaga jarak walau bibirnya masih tetap bersinggungan dengan kewanitaan Baekhyun. Chanyeol mendongak menatap Baekhyun yang terengah dan berkeringat. Sebelah tangan Chanyeol dengan jahil kembali mengelus klitoris Baekhyun, membuatnya kembali bergetar.
"Ayah, sudah hah.. hah.. Baekkie lemas." Chanyeol bangkit dan menegakkan tubuh Baekhyun.
Meraih sebelah tangan Baekhyun dan dibawanya menuju penis tegangnya yang semakin terasa nyeri. "Tapi Ayah masih belum lemas, Sayang."
Chanyeol menuntun tangan Baekhyun untuk meremas miliknya. Sesekali memaksanya untuk memberikan pijatan lembut. Baekhyun hanya menurut dibuatnya. Dengan sisa tenaga yang Baekhyun miliki, ia bergerak untuk memijat penis ayahnya dari luar balutan celana pendek tidur yang Chanyeol kenakan.
Chanyeol melepas genggamannya pada tangan Baekhyun, membiarkan putrinya sendiri yang memijatnya sesuka hati.
"Sshhh--" Baekhyun mendongak menatap wajah putus asa Chanyeol, mempercepat pijatan tangan sesuai nalurinya yang berefek pada Chanyeol yang menjauh dan melepaskan balutan celana pada dirinya. Membebaskan penisnya hingga terpampang jelas di hadapan Baekhyun.
Chanyeol memeluk pinggang Baekhyun dan menurunkan sosok tersebut. Membuatnya berada tepat di depan penisnya. Baekhyun terpaku pada penis tegang merona di depannya. Sedangkan Chanyeol hanya terkekeh melihat raut wajah putrinya.
Sebelah tangan Chanyeol meremas surai belakang Baekhyun, sedikit mendorongnya agar bibir Baekhyun mau menyentuh penisnya.
"Buka mulutmu, Sayang." Ucap Chanyeol sedikit memaksa.
Baekhyun masih belum mau membuka mulutnya. Kepalanya terasa berat dalam dorongan Chanyeol. Chanyeol tahu, Baekhyun tidak mau melakukannya.
Terlepas dari tangan yang meremas surai Baekhyun, sebelah tangan Chanyeol menggenggam penisnya sendiri, mengarahkan ujungnya tepat di depan bibir mengkilat milik Baekhyun.
"Ayo Sayang, kau sudah sering melakukannya bukan? Cepatlah," ucap Chanyeol sambil menggesek ujung penisnya dengan bibir Baekhyun. Baekhyun masih urung mengikuti arahan Chanyeol, ia malah mendongak menatap sosok ayahnya yang berkabut gairah.
"Baekkie ngantuk, Ayah. Ayo tidur." Satu kalimat Baekhyun membawa amarah pada diri Chanyeol. Penisnya sudah terasa sangat nyeri sejak tadi dan dengan kurang ajarnya Baekhyun menolak perintahnya.
"Buka mulutmu," Chanyeol meraih kedua pipi Baekhyun disalahsatu tangannya. Menekannya hingga mulut Baekhyun sedikit terbuka. Kemudian menarik dagu Baekhyun dan segera melesakkan penisnya ke dalam ruang hangat tersebut.
"Aahhhh, ayo mulai, Sayang." Dengan bantuan dorongan tangan Chanyeol pada bagian kepala belakang Baekhyun, membantu Baekhyun untuk memudahkan menjangkau penis ayahnya.
Sesekali pinggul Chanyeol ikut maju menabrakkan penisnya pada pangkal tenggorokan Baekhyun. Seringkali Baekhyun tersedak dibuatnya.
Kuluman Baekhyun semakin cepat ketika Chanyeol ikut bergerak berlawanan arah. Chanyeol menggeram kala merasakan lidah Baekhyun yang menggoda ujung penisnya, juga gigi Baekhyun yang bergulir pada urat-urat tegang di sepanjang penisnya.
"Ssshh.. kau bisa sayanghh," Chanyeol merasa miliknya semakin membesar, petunjuk bahwa puncak hasratnya sebentar lagi akan tiba.
Tanpa tahu diri, gerakan pinggul Chanyeol semakin cepat menyesuaikan paksaan tangannya pada wajah Baekhyun. Terus menabrakkan ujung penisnya dengan pangkal tenggorokan Baekhyun menambah kesan pelepasan yang semakin cepat datang.
"Baekhyunh, Ayah sampai.." tanpa bisa menahannya, Chanyeol melesakkan penisnya dalam seiring pelepasannya yang terasa menakjubkan. Chanyeol mencengkram keras pipi Baekhyun, menahannya agar tidak membuka mulutnya apalagi memuntahkan spermanya.
"Telan, Baekhyun." Baekhyun mengangguk dan menelan paksa sperma Chanyeol diselingi tetesan air mata yang meluncur karena terlalu sering tersedak.
Perlahan, Chanyeol mengeluarkan penisnya yang sudah terkulai lemas. Menggendong dan memeluk pinggang Baekhyun kemudian kembali membawanya dalam ciuman hangat. Kali ini tanpa gairah, ini hanya sebagai penutup kegiatannya.
Chanyeol menjauh dan mengusap pipi hingga bibir Baekhyun, "terima kasih, Sayangku.."
Chanyeol melangkah keluar dan membaringkan tubuh keduanya pada ranjang. Chanyeol berbaring dan menyingkirkan Baekhyun dari atas tubuhnya. Memindahkannya menjadi tepat di sampingnya. Chanyeol berbalik menghadap Baekhyun. Menarik tubuh ringan putrinya agar menempel pada tubuhnya.
Chanyeol menarik kepala Baekhyun agar berbantal pada lengannya. Sebelah tangannya bergerak untuk mengelus punggung hingga paha Baekhyun.
"Mmhh Baekkie ngantuk Ayah.."
Tanpa menghentikan elusannya, Chanyeol bersuara. "Tidurlah, Sayangku." Kemudian mendongakkan wajah Baekhyun agar sejajar dengan wajahnya.
Chanyeol mendaratkan bibirnya, memberikan kecupan pada bibir Baekhyun. Chanyeol mendorong tengkuk Baekhyun agar bibirnya merapat dan benar-benar menempel sempurna.
Tanpa melepaskan ciumannya, Chanyeol pun ikut memejamkan mata. Menyusuri mimpi liarnya yang terencana bersama Baekhyun. Sudah pasti, besok ia akan melakukannya lagi bersama Baekhyun.
Tidak ada yang lebih baik dibanding mendapatkan kasih sayang dari orang yang juga kita sayangi.
~•~
Tidak ada yang lebih baik dibanding mendapatkan kasih sayang dari orang yang juga kita sayangi.
Terima kasih.
