Summary : kau adalah udara bagiku yang akan kuhirup hingga nafas terakhirku, namun kini dia ada didekatku menjadi tumpuhanku saat udara tentangmu mulai menipis, dan kau tahu ada dia yang menjadi hatiku kini yang memberiku kehidupan walau tampa udara dan tumpuan itu.
Disclaimer : FF ini punya saya loh *gak nanya* sungmin punya appa eomma adiknya dan fansnya , kalau kyuhyun baru suami sahnya author *diintai sparkyu* , author disini hanya minjam nama dari member super junior, selebihnya maaf kalau ada salah salah ya, happy reading chingudeul ^^
Warning! : Ganderswith, typo bertebaran, tidak sesuai dengan EYD, beberapa ada bahasa korea yang mian banget kalo salah arti , author newbie ^^
Cast : Lee sungmin, Cho kyuhyun, Lee donghae, Kibum, Ryeowook, Kangin.
.
.
.
Keudaereul saranghanikka nareul bwayo
Keudaeman saranghanikka naegae wayo
Hangeoreum man omyeon keu chariyaeseona kidarilkaeyo
Keudae bakkaeneun mullaseo mianhaeyo
Keudaega animyeon naneun andwenikka
[I love you, please look at me
I love only you, please come to me
If you come one step closer, I will wait for you right there
I'm sorry because I only know you
Because I can't live without you] [you don't know – Msignal.
.
.
.
"Bruk" beberapa buku Sungmin terjatuh saat menuruni anak tangga, dia sedikit terburu-buru karena dilihatnya jam merah muda yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan pukul 8.40, 20 menit lagi pembukaan festival akan di mulai dan dia belum berada di kampus, pagi ini Sungmin terlambat bangun, mungkin karena semalaman ini rasa sakit di hati sungmin lebih sering terasa, darah pun lebih sering mengalir dari hidung Sungmin, badan Sungmin pun sepertinya masih demam, namun dia memaksakan untuk hadir dalam acara festival ini.
"Chagi , gwencanayo?"
Appa sungmin menghampiri Sungmin yang masih sibuk merapihkan buku-buku yang terjatuh ke lantai.
"Appa, gwencana" Sungmin menatap appanya sebentar tiba-tiba terlintas lagi bayangan ketika dia melihat appanya bersama seorang wanita sedang tertawa bahagia di sebuah restaurant yang dia lihat kemarin.
"Chagi kau sakit?"
"Ani appa" Sungmin hanya tersenyum sendu kearah appanya.
*Sungmin Pov*
Aku menatap wajahmu appa, aku mengingat lagi pemandangan yang kulihat kemarin saat kau sedang tertawa bahagia bersama seorang wanita, aku ingin bertanya padamu, siapakah wanita itu tapi rasanyanya suaraku tertahan di tenggorokanku, sulit sekali . aku hanya takut kalau akan ada yang menggantikan posisi eomma di rumah ini.
"Kau ingin appa mengantarmu ke kampus"
"Andwe, appa pasti sangat sibuk aku akan pergi ke kampus naik bus saja"
"Tak apa Minne-ah , appa tidak terlalu sibuk hari ini. Appa akan mengantarmu ne"
"Arraseo" aku kembali tersenyum, kini aku berjalan di sebelah appa menuju mobil , appa membukakan pintu untukku, dan mempersilahkan aku duduk di jok depan.
"kenapa tidak ada supir appa?" aku menatap appa ketika dia telah duduk di jok pengemudi. Appa tak menjawab dia hanya tersenyum kearahku.
"Wae appa? Tidak seperti biasanya" tanyaku bingung, appa mulai mengendarai mobil menuju kampusku.
"Appa hanya ingin sedikit suasana yang berbeda, minnieah apa sepulang kuliah kau ada acara?"
"Ani appa , aku tidak ada acara hanya saja mungkin aku pulang agak sedikit telat karena aku harus menyiapkan beberapa lukisan yang akan di pamerkan besok"
"emhh ne, appa akan menjemputmu. Ada seseorang yang ingin appa kenalkan"
DEG… jantungku seperti ingin melompat dari tempatnya, seseorang? Siapa? apakah wanita itu. Wanita yang kemarin ku lihat bersama appa. Appa apakah benar cinta appa pada eomma telah hilang. Aku terdiam cukup lama , hingga appa kembali membuka suara.
"Chagi, gwencana mengapa kau lebih banyak diam? Kau sakit? Wajahmu terlihat pucat , apa perlu kita kerumah sakit sekarang?"
"Ani appa. Aku baik-baik saja" entahlah mungkin appa meliahat perubahan sikap ku yang tiba-tiba menjadi diam, tak berapa lama mobil appa berhenti di depan gerbang kampusku. Aku melepaskan seatbeltku.
"Appa akan menjemputmu nanti ne"
"Ne appa," jawabku sambil tersenyum. Ketika aku hendak membuka pintu mobil aku membalikkan tubuhku lagi, aku peluk appa erat. Aku dapat melihat ekspresi terkejut di wajah appa saat aku memeluknya.
"Appa saranghae , jangan pernah mengecewakan aku ne"
"Nado Minnieah, mengecewakan? Maksudmu chagi?" appa tampak bingung dengan perkataanku tadi, aku melepas pelukan ku dari appa , aku membuka pintu mobil dan bergegas keluar tampa menjawab pertanyaan appa.
"Mianhae appa" batinku
*Sungmin Pov End*
*Author Pov*
Suasana di halaman kampus tempat festival di adakan tampak ramai, banyak sekali orang-orang yang berkunjung ke festival ini. Kali ini semua pengunjung memfokuskan diri ke panggung utama yang terletak di depan semua stand di festival ini, kursi-kursi di depan panggung utama itu pun sudah hampir terisi semua, dalam pembukaan festival kali ini akan di tampilkan berbagai macam kesenian baik dari kesenian vocal , tari , ataupun teater. Tak sedikit pula wartawan yang meliput pembukaan pameran kesenian di kampus Sungmin , wajar saja kampus Sungmin memang salah satu kampus terbaik di kota seoul dan pameran keseniannya selalu di tunggu tiap tahunnya.
"Minnieah" Wokkie melambaikan tanganya kearah sungmin yang tengah berdiri di depan pintu masuk stand lukisan
"Wokkie-ah, kau kemana saja?"
"Aku hanya melihat-lihat ke belakang panggung sana" Ucap Ryeowook sambil menunjuk ke arah panggung.
"Minnie-ah kau tahu, Kyuhyun sangat tampan sekali hari ini" Sambung Ryeowokk.
"Ya! Lalu apa hubungannya denganku, aku tidak peduli. Di mataku dia tetap seorang evil babo yang tak punya sopan santun" Jawab Sungmin Ketus.
Ryeowook membulatkan matanya menatap Sungmin intens.
"Minnieah , wajahmu memerah ne?" Ryeowook mendekatkan wajahya kea rah Sungmin, tersenyum seperti menggoda Sungmin lalu melangkah pergi dengan cepat karena Sungmin sudah siap mencubitnya.
"Aishh, Kim Ryeowook kau ini tunggu jangan lari" ucap Sungmin sambil hendak berlari mengejar Ryeowook, namun langkahnya terhenti ketika seseorang menarik tangannya, Sungmin membalikan badannya untuk melihat siapa orang yang memegang tangannya.
"Oppa" Sungmin tersenyum kearah namja yang memegang tangannya itu.
"Kau mau kemana?"
"Ani, aku hanya ingin mengejar Ryeowook"
"Ah ne, Kajja kita duduk disana acara pembukaan festival akan segera dimulai"
Sungmin hanya tersenyum sambil mengikuti langkah Kibum menuju kursi yang terletak di deretan ketiga dari depan panggung. Tak lama berselang MC acara itu pun muncul dari belakang panggung, dengan sedikit kata sambutan dan memperkenalkan diri lalu dia memanggil pengisi acara pertama yaitu Kyuhyun, tidak terhitung berapa banyak yeoja yang mengeluh-eluhkan namanya ketika sosok jangkung dengan rambut caramel itu muncul dari belakang panggung. Kyuhyun terlihat sangat tampan dengan kemeja putih yang di tutupi blezzer hitam dengan celana dan sepatu dengan warna senada, tak lupa dia sematkan senyum evil andalannya ketika membungkuk memberi salam kepada para pengunjung festival itu. Kyuhyun berjalan menuju sebuah piano yang letaknya tak terlalu jauh dari tempatnya berdiri, dia duduk di kursi yang ada di hadapan piano itu jarinya kini sudah siap menari diatas tuts piano dan menghipnotis siapa saja yang mendengarnya.
Suara nada dari tuts-tuts yang di tekan Kyuhyun mengalun merdu, baru di intro awal saja sudah banyak yeoja yang berteriak mengeluh-eluhkan namanya lagi. Terkecuali Sungmin kini matanya terfokus pada namja jangkung yang kini telah bersiap mengangkat suaranya dan mengeluarkan suara emasnya, tidak di pungkiri suara Kyuhyun memang indah.
na oerowododoe neol saenggakhalddaen
misoga naui eolgule beonjyeo
na himdeuleododoe niga haengbokhalddaen
sarangi nae mam gadeukhi chaewo
[Tidak masalah jika aku kesepian. Setiap kali aku teringat padamu
Senyum menyebar di wajahku
Tidak masalah jika aku lelah. Setiap kali Kau senang
Hatiku penuh dengan cinta]
*Sungmin Pov*
Aku terdiam , ya namja babo berpredikat Casanova itu lagi-lagi mampu membuatku terdiam dengan suara indahnya, aku melirik ke arah Kibum oppa kutatap dia sebentar . ya senyum itu, bayangan senyum itu yang tadinya hanya bisa ku lihat dalam setiap mimipiku kini aku bisa melihatnya langsung di hadapan ku. aku ingin bisa melihatnya selalu di setiap hembusan nafasku, senyum yang ku harap bisa kulihat di setiap pagi ketika aku membuka kedua mataku, ya senyum itu hanya senyum milik namja bernama Kibum.
neul naui gyeoteseo geurimjacheoreom
joyonghi neoneun naegero waseo
na apahaneunji maeil oerounji
geuriumeuro neoneun naege danyeoga
[Seperti bayangan di sisiku Kau selalu
Diam-diam datang kepada ku
Untuk melihat apakah aku sakit? untuk melihat apakah aku kesepian setiap hari
Dengan perasaan kerinduan, Kau datang kepada ku]
Kini dia menatapku dia mengenggam lembut tangan ku, aku dapat merasakan sinar kasih sayang yang terpancar dari kedua manik itu, aku tersenyum. Terlalu sulit untuk berkata-kata saat ini, ribuan kembang api seperti sedang bertaburan di hatiku setelah sekian lama aku mengharapkan saat-saat seperti ini akhirnya ini terjadi lagi, terimakasih Tuhan walau aku tahu ini tidak akan berlangsung lama.
ireohge sangcheo soke seulpeumdeuleul samkinchae eonjena neowa hamgge irugopeun kkum ango
miso jitneun nae moseubeul neoege boyeo julge
ijeneun apeuji ana
galsu eobdeon jeopyeoneseo neoreul bulreobolgge
nae maeum dahae saranghaneun neoreul
[Jadi Aku menelan sakit dan kesedihan ku akan selalu berpegang pada mimpi ku ingin memenuhi dengan Mu
Aku hanya akan menunjukkan kepada Mu Senyuman Indah
SAMPAI AKU MATI KAU SELALU ADA DI HATIKU
Aku akan mencoba untuk memanggil Nama Mu di tempat Aku tak dapat lagi mencapainya
AKU MENCINTAI MU SEPENUH HATI KU]
Aku memalingkan wajahku saat pandanganmu kembali focus kearah panggung, aku rasakan sesuatu mengalir dari hidungku ya cairan bewarna merah itu lagi-lagi keluar dari hidungku. Tuhan aku sungguh takut , aku takut jika harus berpisah dengannya izinkan aku untuk sebentar saja lebih lama bersamanya menikmati saat-saat yang sangat aku rindukan bersamanya berlarian di tepi pantai dengan bahagia .
Kuseka phyltrum ku yang tertutupi darah dengan sapu tangan yang ada di saku rok ku, ku harap dia tidak melihat. Suara tepuk tangan riuh memecahkan monolog dalam pikiranku, si evil babo itu ternyata sudah menyelesaikan lagunya. Aku mengalihkan pandanganku kearah panggung hingga pandangan ku dan namja bertitle Casanova itu saling bertemu, dia tersenyum kearah ku.
'ya! Apa yang dia lakukan menyunggingkan senyum evilnya kearahku, berusaha memikatku kah? aishh itu tindakan bodoh , aku tidak akan terpikat hanya dengan seulas senyum tak berarti itu' batinku
Aku mengerenyitkan dahiku lalu ku buang pandangku dari namja bernama Kyuhyun itu.
"Suaranya sangat indah, bagaimana menurutmu Minnie?"
"Ah, ne suaranya sangat indah" aku tersenyum seadanya kearah Kibum oppa.
MC acara itu pun kembali muncul keatas panggung untuk memanggil pengisi acara selanjutnya, ternyata pengisi acara selanjutnya diisi dari divisi tari. Setengah jam berlangsung acara pembukaan tetap berjalan lancar, aku meminta izin kepada kibum oppa untuk kembali ke stand lukisan karena pasti sudah banyak para pengunjung festival yang akan mendatangi stand itu.
"Oppa, aku kembali ke stand ne jika kau butuh sesuatu hubungi saja aku" aku beranjak dari tempat dudukku dan berniat untuk berjalan pergi, namun langkahku terhenti ketika kurasakan tangan Kibum oppa menarik tanganku.
"Minnie aku akan berbicara pada mu nanti ne, akan kutunggu sampai stand mu tutup."
"Arraseo oppa" aku tersenyum lalu berjalan meninggalkan Kibum oppa yang masih duduk menyaksikan pertunjukan pembukaan itu.
*Sungmin Pov End*
*Author Pov*
Hari ini pengunjung stand lukisan lumayan ramai, Sungmin sempat kewalahan ketika banyaknya pengunjung yang meminta di jelaskan tentang satu persatu lukisan yang ada di stand ini. Sebenarnya kondisi tubuh Sungmin saat ini sedang tidak baik, beberapa kali dia harus ke toilet untuk membersihkan darah yang mengalir dari hidungnya agar tidak ada orang yang melihat. Sungmin juga merasakan sakit di hati serta rasa mual, mungkin jika seseorang memperhatikan dengan seksama wajah Sungmin pasti mereka akan berpikir kenapa teman-teman gadis ini memaksakan dia untuk menjaga stand padahal wajahnya sudah sangat pucat. Untuk yang kesekian kalinya Sungmin merasakan mual lagi, sungguh sepertinya Sungmin sudah sangat tidak tahan lagi sakit yang dia rasakan sudah mencapai klimaks. Sungmin menutup mulutnya dengan salah satu tangannya dan tangan yang satunya dia gunakan sebagai tumpuan tubuhnya ke meja yang ada di dekatnya.
Ryeowook yang melihat sikap Sungmin yang aneh pun menghampiri Sungmin yang kini masih bersandar di meja menggunakan lengannya.
"Minnieah gwencana" Ryeowook memegang bahu Sungmin , dia dapat merakan panasnya suhu tubuh Sungmin saat itu.
"Ya! Minnie tubuhmu panas sekali? Kau sakit? Kenapa tetap memaksakan menjaga stand, kau kan bisa izin Lee Sungmin. Ishh babo kau kajja aku antar kau ke ruang kesehatan"
"Aniyo Wookie gwencana"
"Ya! Lee Sungmin apa aku harus menunggumu jatuh pingsan terlebih dahulu baru aku membawamu ke ruang kesehehatan? Kau kira kami tega membiarkan teman kami yang sakit menjaga stand?"
"Aku sungguh baik-baik saja Wokkieah, tenanglah" Sungmin berusaha meyakinkan Wookie sambil tersenyum"
"Ah kau memang keras kepala Lee Sungmin, di saat seperti ini yang ku butuhkan adalah Donghae oppa. Dia satu-satunya orang yang bisa membujukmu" Ryeowook melepaskan pegangan tangannya dari bahu Sungmin.
Sungmin terdiam, dia teringat akan Donghae. Bukankan seharusnya sekarang dia memberi jawaban ke Donghae tentang pertanyaannya semalam. 'ya Tuhan apa Donghae benar-benar menungguku di pantai?' batin sungmin.
Dia melihat jam bewarana pink yang melingkar di tangannya sudah menunjukan pukul 5 sore. Saat ini Sungmin benar-benar dalam keadaan bingung, apa yang harus Sungmin katakana pada Donghae? Entahlah Sungmin sungguh tidak bisa menemukan jawaban di dalam hatinya.
"Minnie gwencana? Kenapa diam? Kau berubah pikiran, apa kau ingin aku mengantarmu ke ruang kesehatan?" ucap Ryeowook yang memecahkan lamunan sungmin.
"Ani Wookieah sepertinya aku akan pulang saja ke rumah, tidak apa-apakan?"
"Gwencana Ming, beristirahatlah agar keadaan mu membaik. Apa kau mau aku antar pulang"
Sungmin mengelengkan kepalanya sambil tersenyum, dia meraih tasnya yang ada di atas meja yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Aku pulang dulu ne" Sungmin melam baikan tangankan kea rah Wookie sambil beranjak keluar dari stand lukisan itu.
"Hati-hati di jalan ming" ucap Wokkie setengah berteriak.
Tak berapa lama setelah Sungmin pergi dari stand lukisan Kibum datang mencari Sungmin di stand itu, namun dia tidak menemukan sosok yang di carinya saat tiba disana.
"Anyeong, apakah kau melihat Lee sungmin" Ucap kibum sambil berjalan mendekat kearah Ryeowook yang sedang membetulkan posisi lukisan yang terpampang di dinding.
"Ah, annyeong. Sungmin baru saja keluar beberapa menit yang lalu, apakah ada hal penting yang ingin kau sampaikan?"
"Ani aku hanya ingin bertemu dengannya, apa kah dia akan kembali kesini lagi?"
"Sepertinya tidak, dia baru saja meminta izin untuk pulang lebih cepat. Sepertinya kondisi tubuh Sungmin tidak terlalu baik"
"Apakah dia sakit?"
"Tubuhnya demam , sebenarnya tadi aku menawarinya untuk keruang kesehatan tapi dia menolak dan lebih memilih untuk pulang kerumah" jelas Wookie.
"Ah begitu ya baiklah kamsahamnida aku akan menemuinya nanti di rumah"
"Ne cheonmanayo"
Kibum pun lalu keluar dari stand lukisan itu, pikirnya jika baru hanya beberapa menit yang lalu Sungmin meninggalkan tempat itu dia masih bisa menemukannya di kampus, Kibum pun bergegas mencari Sungmin di Sekitar jalan keluar dari kampus itu.
~di tampat sungmin berjalan~
*Sungmin Pov*
Aku terus melangkahkan kakiku dengan cepat, walau sebenarnya tubuh ini sudah tidak sanggup lagi kuajak berjalan. Sapu tangan pun sedari tadi tidak pernah lepas dari hidungku, aku terus menutupi hidungku dengan sapu tangan karena aku masih bisa merasakan sedikit demi sedikit darah yang mengalir dari hidungku.
Pikiranku kini kembali terfokus pada Donghae,entahlah kenapa hatiku memerintahku untuk datang ke pantai padahal sepertinya dia tidak mengisyaratkan akan menerima cinta Donghae. Tapi baiklah aku akan tetap menemui Donghae di pantai setidaknya untuk mengatakan semua nya dengan baik-baik. Aku tidak akan membiarkannya menunggu ku, walau bagaimanapun Donghae adalah salah satu orang yang paling berarti dalam hidupku.
Langkahku terhenti ketika kurasakan seseorang menarik lenganku dan membawaku kedalam pelukannya.
"Minnieah gwencana, tadi aku mencarimu ke stand lukisan tapi salah seorang temanmu mengatakan kau meminta izin pulang terlebih dahulu karena sakit? Aish Minnie tubuhmu panas sekali, aku antarkan kau pulang ne?"
"Ani oppa gwencana, aku baik-baik saja . aku hanya butuh sedikit istirahat besok pasti aku akan baik-baik saja" ucapku sambil masih menutupi hidung dan phytrumku dengan sapu tangan. Aku memberi jarak dari pelukan Kibum oppa.
"Jinjja? Kau baik-baik saja?"
"Ne oppa gwencana" aku tersenyum kearahnya
"Lalu kenapa kau terus menutupi hidungmu Minnie?" ucap kibum oppa sambil tangannya berusaha meraih tanganku yang sedang menutupi hidungku, namun dengan cepat aku menghindar dengan membalikkan tubuh ku dengan posisi membelakanginya.
"Gwencana , aku sepertinya flu jadi aku berusaha menutupi hidungku agar ketika aku bersin nanti tidak akan ada yang terkena virus flu ini"
'aish Lee Sungmin babo alasan macam apa itu yang kau katakan tadi' aku merutuki diriku sendiri karena memberikan suatu alasan yang aku anggap sangat bodoh, entahlah apa kibum oppa akan percaya.
"aaa begitukah, emh kau harus banyak istirahat ming aku tidak ingin kau sakit"
Dia tersenyum kearahku sambil mengusap pucuk kepalaku, aku tersenyum lagi kearahnya.
"Karena kau sakit aku tidak jadi mengatakan hal yang ingin aku katakan yang aku bilang kepadamu semalam, besok aku akan menjemputmu ne."
"Kita akan kemana oppa?"
"Kau akan tau besok, istirahat lah Minnie demam dan flu mu harus sembuh besok. Arraseo?" Dia membungkukkan badannya dan mendekatkan wajahnya ke wajahku, lalu mencubit pelan pipiku.
"Ne oppa"
"Baiklah Ming aku pergi dulu ne" Kibum oppa lalu baerjalan menjauh pergi meninggalkanku yang masih mematung di tempat kami berdiri tadi.
aku rasakan darah yang mengalir lagi dari hidungku. Aku terbatuk pelan dan ketika kubuka saputangan yang menutupi hidungku ternyata sapu tangan itu telah penuh dengan darah. Aku mengusap bibirku dengan tangku dan kudapati drah yang keluar ketika aku terbatuk tadi, kini aku merakan mual yang sangat menyiksa itu lagi. Aku ingin berlari dari tempat ku berdiri ini aku tidak ingin ada yang melihatku dalam keadaan seperti ini, tapi rasanya tubuhku seperti kehilangan tulang-tulang yang berfungsi menopang tubuhku. Kakiku lemas dan penglihatanku mulai membuyar.
*Sungmin Pov End*
*Author Pov*
~beberapa menit yang lalu di stand lukisan~
Selang beberapa menit setelah Kibum pergi meninggalkan stand lukisan, Kyuhyun datang ke stand lukisan dan mencari seseorang yang sama dengan yang Kibum cari. Kyuhyun melangkahkan kakinya masuk ke dalam tenda putih yang berukuran lumayan besar, dia menghampiri seseorang yang pasti tau keberadaan sosok yang di carinya.
"Ryeowookssi" Kyuhyun menepuk pundak Ryeowook, tentu saja itu membuat Ryewook terkejut.
"Aigoo, kau ingin membuat jantungku copot ne?"
"Ah mianhae Ryeowookssi, aku mencari Lee sungmin apa kau melihatnya"
"Dia baru saja pergi"
"Jinjja? Aku kira dia akan pulang lebih sore"
Ryeowook menatap Kyuhyun intens. Kyuhyun yang sadar di tatap seperti itu oleh Ryeowook pun mulai terganggu.
"Ya! Kim Ryeowook apa yang kau lakukan?"
"Ada apa sebenarnya ini? Beberapa menit yang lalu Kibumssi yang mencari Sungmin, Lalu tak lama kau datang dan mencari Sungmin juga. Apakah kalian bertiga sedang teribat suatu masalah? Atau jangan-jangan kau dan Kibumssi sedang bersaing mendapatkan Sungmin?"
Kyuhyun mengerenyitka dahinya.
"Ya! Kau ini bicara apa? Sudahlah aku harus segera menemui Sungmin" Kyuhyun pun berjalan keluar dari stand lukisan itu, meninggalkan Ryeowook yang masih terdiam dengan wajah innocentnya (?).
Kyuhyun terus berjalan mencari Sungmin , Hingga dia akhirnya menemukan sosok yang dia cari. Dia dapat memastikan bahwa itu Sungmin walaupun posisi seseorang itu membelakanginya, tapi tunggu dulu kenapa sosok itu seperti hendak terjatuh dari dirinya? benar saja dalam hitungan detik sesorang itu kini tubuhnya telah tergeletak di tanah.
"Lee Sungmin" Kyuhyun berlari menghampiri Sungmin yang kini sudah tak sadarkan diri , dengan phyltrum yang sempurna tertutup darah.
Lagi-lagi kyuhyun menemukan Sungmin dalam kondisi seperti ini, entah kenapa Kyuhyun sangat takut ketika melihat tubuh Sungmin lemah tak berdaya seperti ini.
"Ya! Sungmin kau bisa mendengarku? Sadarlah Lee sungmin"
Kyuhyun tidak mendapati respon apa-apa dari Sungmin, Kyuhyun lalu mengendong tubuh Sungmin menuju mobilnya walau dia yakin pasti hal ini akan menjadi topic hangat lagi bagi para wartawan , mengingat pasti banyak orang yang ada di area parkir, tapi masa bodoh lah yang terpenting sekarang dia harus membawa Sungmin ke rumah sakit, pikirnya.
.
.
.
~Pantai Haneundae~
*Donghae Pov*
Aku masih terduduk disini menantikan kehadiran sosok yang telah kutunggu sejak beberapa jam yang lalu, aku masih di temani suara debur ombak dan semilir angin yang sesekali menyelinap melewati anak rambutku. Aku menatap lurus kedepan , bayangan itu terlihat sangat jelas . bayangan pertama kali ketika diriku bertemu dengan Sungmin, 4 tahun yang lalu sungguh tidak terasa waktu seakan melesat cepat seperti busur panah yang di lepas bebas.
Sungmin yang pertama ku temui jelas berbeda dengan Sungmin yang sekarang, Sungmin 4 tahun yang lalu adalah Sungmin si gadis kecil yang penyendiri enggan berbicara dengan orang yang baru dia kenal bahkan aku butuh waktu beberapa bulan untuk bisa dekat dengannya, Sungmin yang dulu memang Sungmin yang selalu merasakan kesedihan karena dia harus kehilangan ibunya, namun dia masih bisa tetap tersenyum dan berlari bahagia ketika aku mengajaknya bermain di pantai ini.
Namun setahun terakhir ini sepertinya itu semua berubah ,semua karena penyakit itu. aku memang sering melihatnya tersenyum namun dari pancaran sinar matanya terdapat cahaya kesedihan yang sangat dapat terlihat jelas, dia enggan berlarian lagi di pantai. Dia lebih sering menghabiskan waktunya dengan kanvas dan kuasnya menumpahkan apa yang dia rasakan melalui goresan-goresan kuas deangan berbagai warna di atas kanvas, kadang aku rindu dengan Sungmin si gadis kecil yang selalu senang di ajak berlarian di pantai, mengahabiskan waktu dengan bermain pasir dan menunggu matahari terbenam di sore hari.
Kini aku duduk di hamparan pasir putih ini seorang diri berharap sosok yang ku tunggu akan segera datang, dan itu berarti perasaanku selama ini akan mendapat jawaban. Aku kembali melirik jam hitam yang melingkar di tanganku sudah menunjukan pukul 5.30 , pantas saja langit sudah sempurna bewarna orange. Udara pun mulai terasa dingin mungkin karena ini hampir di penghujung musim gugur.
"Ming apakah kau tidak akan datang" ucapku lirih
Apakah aku salah mencintaimu, apakah aku sungguh tidak dapat menggantikan posisi namja bernama Kibum itu di hatimu. Tak bisakah kau memberiku satu kesempatan Minnieah, satu kesempatan kecil agar kau bisa tau bahwa cintaku tulus untukumu. [bisa muter lagunya m signal yg don't know pasti pas feelnya]
~Di mobil Kyuhyun~
Mobil audy hitam itu melaju cepat di jalanan kota seoul menuju rumah sakit, focus menyetir Kyuhyun terpecah karena dia hampir selalu menoleh kearah Sungmin untuk memastikan Sungmin baik-baik saja.
Jangan bertanya apakah tadi ketika di parkiran banyak orang yang melihat ketika Kyuhyun menggendong Sungmin kedalam mobil?, tentu saja bahkan beberapa wartawan yang sudah selesai meliput acara pembukaaan festival pun ikut mengerumuni Kyuhyun. Tapi untung saja Kyuhyun bisa menerobos kerumunan orang-orang itu dan membawa Sungmin kedalam mobil. Dia juga sempat bertemu ryeowook tadi, bagaimana bisa? Tentu saja bisa. Ketika para wartawan yang ada di festival itu menghampiri Kyuhyun yang sedang menggendong Sungmin, hampir seluruh orang yang ada di festival itu ingin menyaksikan kejadian itu tak terkecuali Ryeowook.
Monolog dalam pikiran Kyuhyun terhenti ketika dia melihat tangan Sungmin bergerak, sepertinya Sungmin sudah sadarka diri.
"Emh, Donghae?" panggil sungmin lirih hampir tak terdengar.
"Sungmin kau baik-baik saja?"
"Kyu? Bagaimana bisa aku bersamamu?"
"Ah sudahlah nanti aku ceritakan, yang terpenting sekarang kau harus ku bawa kerumah sakit"
"Andwe, aku tidak ingin ke rumah sakit. Kau bisa antarkan aku kepantai?"
Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya.
"Ya! Lee sungmin apakah kau gila ini hampir malam dan kau meminta ku mengantarmu ke pantai dengan kondisimu yang seperti ini?"
"Kyu ku mohon"
Hanya dengan kata itu, seakan menghipnotis Kyuhyun untuk tidak menolak permintaan Sungmin.
"Aish Lee Sungmin kau ini"
Sungmin hanya terdiam, dia menyandarkan kepalanya di kaca. Di dalam pikirannya kini hanya ada Donghae, berbagai macam perasaan kini tengah bercampur di dalam hati Sungmin.
'walaupun aku tidak menerima cintamu tapi izinkan aku untuk bertemu dengan mu Hae, jangan pergi sebelum aku datang. Kumohon' batin Sungmin.
~Di pantai~
Truth truth Iphone hitam itu bergetar, Donghae mengeluarkannya dari saku celananya.
"Yeobseo?"
"Oppa, Minneah"
Suara Ryeowook terdengar sangat panic.
"Ada apa dengan Sungmin"
"Sungmin, dia di lariakan kerumah sakit oppa"
"Mwo, bagaimana bisa? Siapa yang membawanya kerumah sakit?"
"Entahlah , tadi memang tubuh Minnie demam lalu dia meminta izin pulang lebih awal dan menolak ajakanku untuk ku antar ke ruang kesehatan. Namun tak berapa lama seluruh pengunjung festival di kejutkan dengan kedatangan Kyu yang menggendong Sungmin yang tak sadarkan diri kedalam mobilnya, Kyuhyun memintaku untuk menghubungimu"
"Arraseo aku akan kerumah sakit"
Bip, Donghae mematikan sambungan telefonnya dia bergegas menuju mobilnya dan mengendarainya menuju rumah sakit.
Sepertinya rencana langit tidak mengizinkan Sungmin dan Donghae bertemu saat itu, baru saja mobil donghae meninggalkan pantai itu mobil kyuhyun tiba di pantai berpasir putih itu. Sungmin dengan cepat melepas seatbeltnya lalu berlari keluar dengan cepat mencari sosok namja berwajah teduh itu dia bahkan tak menghiruakan udara dingin yang menembus sweater putih yang dia kenakan.
"Apa aku terlambat" tubuh sungmin terjatuh diatas hamparan pasir, dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, air matanya sempurna meleleh membuat parit di pipinya.
"Seharusnya kau menunggu lebih lama sedikit Hae, kau tau kan aku tidak mungkin akan membiarkanmu menunggu" ucap Sungmin sambil tersedu.
Kyuhyun berjalan menghampiri Sungmin yang masih dalam posisi duduk, ia memakaikan jaket miliknya ketubuh sungmin dan memeluk sungmin berharap bisa mengurangi rasa sedih yang tengah sungmin rasakan.
"Uljima"
Sungmin tak menjawab dia masih larut dalam tangisannya, entahlah mungkin dia menyesal karena terlambat datang menemui donghae.
"Kau ingin bercerita padaku? Aku akan mendengarkan"
Sungmin mengangkat kepalanya yang tadi dia benamkan di dada Kyuhyun.
"Aku hanya tidak ingin membuat dia merasa kecewa"
"Dia?"
"Namja yang akan kutemui, tapi sepertinya dia telah pergi mungkin dia lelah menungguku. Tak apalah mungkin dengan begini dia bisa mengerti dan melupakan perasaannya padaku"
"Aku tak mengerti ming"
Sungmin tak menjawab dia hanya tersenyum kearah Kyuhyun.
"Gomawo Kyu sudah mengantarku kemari, aku ingin bersandar sebentar di pundakmu apakah boleh?"
"Tentu saja boleh"
Sungmin pun menyandarkan kepalanya di pundak Kyuhyun, Sungmin merasakan lagi-lagi cairan bewarna merah itu keluar dari hidungnya namun dia berusaha tetap tenang. Dia memejamkan matanya berharap bisa mengurangi rasa sakit yang dia rasakan sekarang.
"Ming, semua ini tidak gratis"
"emh"
"Kau harus membayarnya, segeralah pulih."
Sungmin tidak menjawab dia hanya diam.
"Besok kau harus menemaniku menghadiri suatu acara sebagai yeojachingu ku arraseo?"
Lagi-lagi sungmin tidak menjawab dia hanya diam.
"Ming apakah kau tidur?"
Kyuhyun menundukan kepalanya dan melihat kearah wajah Sungmin, betapa kaget nya dia ketika lagi-lagi dia mendapati darah segar keluar dari hidung Sungmin.
"YA! Lee Sungmin bangun, Sungmin"
Kyuhyun mengendong sungmin menuju mobilnya dia dapat merasakan tubuh sungmin kini dingin tidak panas seperti tadi.
"Lee Sungmin kau membuatku khawatir"
Kyuhun mendudukkan sungmin di jok depan, setelah dia masuk kedalam mobil dia mengandarai mobil itu dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
"Bila terjadi sesuatu padamu, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri Ming."
.
.
.
TBC
Horee chapter 7 sudah update rada kilat hhee, di chapter ini author belum bisa mewujudkan harapan reader yang menantikan BumMin moment, nanti deh di cahap selanjutnya bakal author kasih BumMint moment ^^… oke sekarang author mau bales-balesin review kalian, cekidot :p
#yolyol : terimakasih reviewnya, alasan Kibum pergi ninggalin sungmin belum bisa author bocorin ya hhhee, di tunggu aja kelanjutannya. Tetep baca dan don't forget reviewnya. ^^
#babykyutemin : iya sungmin emang kasian dan memprihatinkan, hhee kibum pergi ke amerika tuh. Hhhee oke tetep baca ya dan jangan lupa review ^^
#lumostotalus : cie author dari negeri antah berantah datang kemari, gomawo reviewnya. Buat partnya yesung nanti deh di munculin tapi ga janji hhhee, makasih reviewnya ^^
# .5 : ToT iya, makasih reviewnya ^^
#Hyeri : mianhae donghaenya di bikin menderita hhee :p
#1412 : wahwah spekulasinya hamper menjurus ke pemikiran saya tuh hhheee, nih udah update mudah-mudahan bisa memperjelas spekulasinya hhhee, gomawo reviewnya.
#anaknyadonghae : masa lalu ming emang sedih ToT, tuh kibumnya udah keluar hhee
#Han-RJ : hhee selalu mengingatkan typo terimakasih, kibumnya sudah keluar tada…. Author jangan di demo ToT
#sha : tuh kibum nya udah datang tadi di suruh naik getek jadi cepet sampenya hheee.
#minoru : *kasih tysu* jangan nangis hhee, author bikin semuanya ngerasain kesaedihan biar adil hhe, nah tuh kibum udah datang, jan nangis lagi ya ^^, buat happy ending author gak bisa janjiin _
#vina8402 : okesip
#heetee : hallo salam kenal ^^, sip sama-sama saling membantu ya. Hhe sama dong aku juga kyumin shipper. Makasih reviewnya ttep lanjut baca ya ..
#pikpia : aw kyu gak brengsek kok hhee, Cuma rada bandel. Gimana ya? Sodaraan aja deh biar gak bisa nikah hheee, kan kyu mau nikah ama author *Author di cincang reader*.
#yolyol : uwa kependekan ya hhheee, maaf deh di chap selanjutnya di usahain bakal panjang, sepanjang sungai han :P, bumming momentnya masih author simpen… nnti ya di keluarinnya hhhooo
#blue minra : iya kibum emg belum tau, reaksi kibum ttg penyakit ming? Emhh tunggu ya kelanjutannya ^^
#blue-evilsaegyo137 : ini udah lanjut hhhee, kasian sungmin dong kalau kibumnya gak muncul-muncul. Hhhee author juga gatau kenapa milih kibum yg jadi castnya, author lagi kangen aja ama namja ganteng ini jadi author jadiin cast deh hhhee. Author usahain update secepetnya hhee
#hyeri : iya nih umin beruntung bgt di rebutin 3 cwo ganteng hhhee, hhee donghae emg author sengaja jadiin cast yg melankolis :p
#han-RJ : wah pukpuk kasian hheee, sabar kaka ^^ iya nih typo mulai tumbuh subur lagi hhhuuu, entahlah saya lagi demen pake tanda koma jdi banyak tanda koma yang bertebaran hheee, saingan kyu donghae ama kibum, sungmin udah punya pilihan deh kayaknya hhheee. Oke bkal di cek typonya hheee
#honeyfah elfsone : hhhee lewat dari 3 hari hhhuuu
#ming0101 : makasih ^^ terus baca ya hhhee
#avni-avni : lah udah lanjut lo say udah ampe chap 7 malah hhheees
Selesai sekali lahi makasih yang udah reviuw, yang belum ayo review repeiew hhhee :p,
Oke sampe kertemu dg author di chap selanjutnya hhee….
V
V
V
Review Please ^^
