dangerouSHIRO present :

"Lonely Prince"

All chara own by SMent

This fanfic using MALExMALE story

So, if you DON'T LIKE that thing…

Make it simple!

DON'T READ my fanfic!

Dedicate for my sister RUN MAHARANI

I DON'T NEED FLAMER OR BASHING!

( ¯ _ ¯!)

And if you don't like all pairing in this story,

Just GO AWAY!

XOXOX

Leeteuk terduduk lemas di lantai kamar rawat Kyuhyun. Wajahnya terlihat begitu pucat, seakan tak ada darah sama sekali yang mengalir di tubuh sang anak sulung dari keluarga Choi tersebut. Kini Leeteuk benar-benar melepaskan topeng keangkuhannya, melepaskan topeng kesombongannya, melepaskan semua topeng yang sudah terpasang di wajahnya sejak kematian ayah dan ibunya. Saat ini, yang dapat terlihat dari diri Leeteuk hanyalah sebuah sisi lemah, sisi yang kesepian, juga sisi yang begitu rapuh.

Dengan perlahan, Leeteuk menundukkan kepalanya. Mencoba untuk menyembunyikan semua sisi lemahnya yang sudah terpatri dengan jelas di wajahnya. Saat ini, Leeteuk tak mampu mendeskripsikan apa yang tengah ia rasakan dalam hatinya. Tiba-tiba bertemu dengan sosok yang selama ini sangat tidak ingin kau temui lagi, pastinya bukan hal yang menyenangkan bukan? Tidak jauh berbeda dengan Leeteuk. Namja cantik bersurai cokelat itu hanya mampu merutuki nasibnya, kenapa ia harus bertemu kembali dengan Kyuhyun. Kenapa ia harus bertemu kembali dengan adik yang sudah ia hapus keberadaannya. Kenapa harus seperti ini? Pikir Leeteuk.

Kalau saja Leeteuk boleh jujur, ia sangat ingin lari. Ia ingin lari dan kabur dari semua kenyataan, seperti yang pernah ia lakukan dahulu. Dulu ia lari dari kenyataan kalau ayah dan ibunya sudah meninggal, ia kabur dari kenyataan kalau ia belum siap untuk menjalani hidup sendirian tanpa adanya orang tua. Leeteuk terlalu takut untuk menghadapi hal-hal tersebut, hingga akhirnya ia tak bisa menerima kepergian orang tuanya dalam sebuah kecelakaan pesawat, dan hanya menyisakan sosok mungil seorang bayi, yang tak lain adalah adiknya sendiri. Adik yang akhirnya ia campakkan, dengan sebuah alasan yang tak masuk akal.

"Nnng…hyung…"

Leeteuk langsung tersentak kaget begitu ia mendengar suara Kyuhyun yang sudah terbangun dari pingsannya. "Changmin-hyung…?" gendang telinga Leeteuk dapat menangkap dengan jelas suara parau Kyuhyun, yang memanggil nama Changmin—anak dari pelayannya dahulu—.

Tubuh Leeteuk terasa kaku, ia tak mampu bergerak. Ia sebenarnya ingin segera bangkit dan pergi dari ruang rawat Kyuhyun, namun entah kenapa ia tak mampu melakukan hal tersebut. Sementara di atas ranjang, Kyuhyun tengah menatap sosok Leeteuk yang terduduk lemas di atas lantai dengan iris cokelat gelapnya yang berbinar polos.

Merasa asing dengan sosok Leeteuk, Kyuhyun pun menautkan kedua alisnya tanda bahwa ia bingung dengan sosok Leeteuk yang tiba-tiba ada di dalam kamarnya. "Kamu bukan Changmin-hyung kan?" tanya Kyuhyun pelan, terdengar berhati-hati.

Tubuh Leeteuk semakin menegang saat Kyuhyun mengajukan pertanyaan kepadanya, lidahnya pun juga terasa kelu, hingga ia tak mampu mengucapkan apa-apa. Sungguh, Leeteuk ingin sekali mengutuki keadaan dirinya yang tampak begitu lemah di hadapan sosok yang paling di bencinya. 'Kenapa aku harus terdiam seperti ini hanya karena berhadapan dengan anak ini?' rutuknya dalam hati.

Iris cokelat gelap milik Kyuhyun masih menatap intens ke arah sosok Leeteuk, yang tak kunjung menjawab pertanyaannya. Merasa jengah karena di pandangi dengan tatapan seperti itu oleh Kyuhyun, Leeteuk pun membalas tatapan mata Kyuhyun hingga akhirnya replika warna obsidian yang ada di dalam bola matanya, bertemu pandang dengan iris cokelat gelap polos milik Kyuhyun.

"Kyu tanya sekali lagi─" Kyuhyun menggantung kalimatnya. Matanya semakin waspada terhadap Leeteuk, "─Kamu ini siapa? Kenapa ada di kamar Kyu?"

"…"

XOXOX

"Kyu?"

Kyuhyun menolehkan kepalanya begitu ia mendengar suara pintu yang terbuka, juga suara dari seseorang yang sudah sangat di hafal oleh pemuda manis berambut ikal itu. Sebuah senyum langsung tersungging di bibir sewarna cherry milik Kyuhyun, begitu sosok yang baru saja datang itu mendekat ke arahnya.

"Apa kau baik-baik saja? Ada yang terluka? Kenapa kau bisa seceroboh itu? Kau membuat hyu─"

Changmin segera menghentikan ocehannya begitu ia melihat sebuah senyum polos yang terhias di wajah Kyuhyun. "Changmin-hyung….Kyu lapar." dan kata-kata polos yang di lontarkan Kyuhyun, membuat Changmin tak tega untuk memarahi namja manis itu lebih lanjut.

Dan mau tak mau, Changmin pun akhirnya ikut tersenyum juga saat melihat senyum polos milik Kyuhyun. Dengan satu helaan nafas, Changmin mengacak-acak surai ikal kecokelatan milik Kyuhyun dengan gemas. "Baiklah anak nakal. Karena kau tidak mendapatkan luka yang serius, dan dokter sudah memberitahuku kalau kau boleh pulang, jadi…ayo kita pulang dan makan bulgogi." kata Changmin.

"Bulgogi! Bulgogi! Kyu suka bulgogi!" pekik Kyuhyun senang, layaknya seorang anak kecil yang baru saja diberitahukan oleh sang ibu bahwa ia mendapatkan menu makanan favorit.

Changmin pun tertawa kecil melihat tingkah Kyuhyun yang begitu gembira hanya karena bulgogi. Sungguh, selama ini Changmin tak pernah melihat sosok yang begitu murni dan polos seperti Kyuhyun. Changmin selalu melihat bagaimana palsunya dunia, bagaimana kejam dan bengisnya manusia di luar sana. Namun saat melihat Kyuhyun, terutama saat ia melihat senyuman polos dari namja manis itu, Changmin selalu saja kehilangan kata-kata karena terpesona. Ia begitu terpesona dengan semua kepolosan yang ada di diri Kyuhyun.

Sosok Kyuhyun selalu bisa membuatnya tertawa, membuatnya menjadi jahil, membuatnya merasa kembali hidup. Sungguh sebuah pesona yang luar biasa, hingga Changmin terkadang takut sendiri dengan pesona itu.

"Hyung, ayo cepat! Kyu mau bulgogi!"

Changmin tersentak. Ia kaget ketika ia merasakan sebelah tangannya sudah berada dalam genggaman Kyuhyun yang terasa hangat dan menenangkan. Changmin tersenyum lebih lebar ketika ia merasakan kehangatan dari telapak tangan Kyuhyun yang tengah menggenggam tangannya.

"Ayo, kita pulang…"

XOXOX

Kyuhyun kembali menyodorkan mangkuknya yang telah kosong ke arah Changmin, diiringi oleh sebuah cengiran. Changmin hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah namja manis itu. "Makanmu banyak sekali hari ini," komentar Changmin sembari mengisi kembali mangkuk kosong Kyuhyun dengan nasi hingga penuh dan mengembalikannya pada Kyuhyun. "Nanti kamu jadi gendut loh Kyu." Lanjut Changmin.

Kyuhyun yang memang sama sekali tak perduli—atau tidak mengerti— hanya bisa serius dengan mangkuk nasi dan bulgoginya. Namja manis itu memakan apa yang ada dihadapannya dengan lahap, hingga ada sedikit nasi yang menempel di pipinya yang tembam kemerahan.

Changmin tertawa ketika melihat butir-butir nasi yang menempel di pipi Kyuhyun. "Kyu," panggil Changmin, berusaha menarik perhatian Kyuhyun yang masih setia dengan mangkuk nasinya.

"Kyu!"

Kyuhyun akhirnya mengalihkan perhatiannya dari mangkuk nasi kepada Changmin. "Ung? Apa?" tanya Kyuhyun.

Changmin memberi isyarat dengan tangan pada Kyuhyun, untuk mendekat ke arahnya. Kyuhyun yang mengerti, langsung mendekatkan tubuh serta wajahnya ke arah Changmin. Dan dengan tiba-tiba, Changmin segera mencium pipi Kyuhyun—dimana ada butir-butir nasi yang menempel disana—.

Changmin mengecup pipi tembam kemerahan Kyuhyun dengan lembut dan perlahan, seakan pipi tersebut terbuat dari porselen yang mudah retak. Changmin begitu menikmati saat bibirnya menyentuh pipi Kyuhyun yang terasa sangat halus dan kenyal. Sungguh, tiba-tiba saja Changmin merasa pesona Kyuhyun semakin mengikat dirinya dan menenggelamkannya.

Perlahan Changmin mengambil butir-butir nasi yang ada di pipi Kyuhyun dengan lidahnya, lalu memasukkan butir-butir nasi tersebut ke dalam mulutnya. "Hyung…sudah? Kyu mau makan lagi." tanya Kyuhyun dengan nada yang begitu polos.

Changmin segera menjauhkan bibirnya dari pipi Kyuhyun dengan gugup. Kini namja tampan bertubuh kelewat tinggi itu bisa merasakan sesuatu yang panas menjalar di pipinya. 'Memalukan!' rutuk Changmin.

Setelah insiden 'pembersihan butir- butir nasi di pipi Kyuhyun' yang berakhir dengan sentuhan—sedikit—intim dari Changmin, akhirnya Kyuhyun kembali memakan makanannya dalam diam. Changmin tak berani bicara, karena kini dirinya tengah sibuk menenangkan detak jantungnya.

'Kyu…ada apa sebenarnya denganku? Kenapa setiap aku menyentuhmu, aku selalu merasakan hal ini? Ada apa sebenarnya Kyu?'

XOXOX

Suasana pagi disebuah kamar apartement sederhana yang terletak di pinggiran kota seoul, tampaknya terdengar lebih gaduh dari hari-hari biasa. Wajar saja karena saat ini, Changmin—sang pemilik apartement— tengah mengatur dan memberi 'ceramah' dadakan pada seorang namja berwajah aegyo yang lebih di kenal dengan nama Sungmin.

"Kalau dia menyusahkan, pukul saja bokongnya hyung! Kalau dia menginginkan buku bergambar, berikan saja, Nanti aku bayar. Tapi kalau dia minta cokelat─" Sungmin mengangkat tangannya, berusaha untuk menghentikan ocehan Changmin yang durasinya mengalahkan ceramah dari ahjumma pemilik apartement jika sedang memarahi Kyuhyun.

Sungmin tersenyum tipis pada Changmin yang tampak begitu sebal karena kata-katanya di potong begitu saja. "Sudahlah Changmin, hyung tahu kok apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk Kyuhyunnie. Aku ini juga hyungnya, sama seperti dirimu. Jadi, aku pun sudah tahu semua hal tersebut." kata Sungmin sembari menepuk-nepuk punggung Kyuhyun dengan sayang. "Iya kan Kyuhyunnie?" tanya Sungmin, namun tak mendapatkan respon dari yang ditanya.

Changmin menatap Kyuhyun yang saat itu tengah asyik bermain dengan seekor kucing liar di pintu depan apartement. Wajah namja tampan bertubuh kelewat tinggi itu tampak menyiratkan keraguan, 'Apakah tidak apa-apa kalau aku membiarkan Kyuhyun pergi bersama Sungmin-hyung ke taman hiburan? Perasaanku kok tidak enak ya?'

T B C

Saya Cuma mau kasih author note yang ga penting!

Tolong ya, buat siapapun yang mau adain perang shipper, jangan pernah adain di FFN!

Kalian semua bikin malu tau ga!

Apa kalian pikir dengan menjelek-jelekkan 1 atau pairing lain itu hebat?

Nonsense tau ga!

Bisa ga sih penghuni screenplays hidup tenang?

Kalo kalian ga suka dengan 1 pairing, ga usah baca!

Simple kan?

Dari pada kalian menghina atau masukin SAMPAH ga mutu di review!

Semua orang punya hak untuk jadi shipper dari pairing manapun!

Dan TOLONG, jangan bersikap layaknya kalian ga berpendidikan!

Perhatikan kata-kata kalian anak muda!

FFN ini, bukan Cuma kalian yang hidup disini!

Bukan Cuma pairing yang kalian shipperkan yang eksis disini!

Saya udah cukup males dengan perkembangan FFN!

Kalo masih ada satu, dua atau lebih akun tak berlogin/login

Yang ANNOYING dan TUKANG RUSUH…

Saya ga jamin akan stay di FFN!