previously:

"maaf Soo, aku hanya tak bisa." Kata Chanyeol sambil memeluk kekasihnya. Ia sendiri tak mengerti, ia meminta maaf karena merusak acara libur mereka atau… ia hanya ingin pulang. Entah apa alasannya, tapi hatinya ingin bertemu seseorang.

Bertemu Baekhyun.

FORGOTTEN LOVE

Main Cast: Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo

Pairing: Chanbaek / T aoris / Chansoo dan Lainnya

Rated: T bisa naik sewaktu waktu

GS, DLDR.

enjoy

.

.

Chapter 7

Sebuah ketukan terdengar di Pintu kamar itu, lelaki tinggi yang sedang gelisah beberapa hari ini segera menghampiri pintu itu dan membukanya, orang yang ia harapkan sudah tiba.

"apa yang terjadi tuan Park?" kata Jongdae sambil masuk. Chanyeol saat itu sedang berada di sebuah kamar hotel. Baru saja mendarat di Korea, ia diam diam menghubungi Jongdae untuk pulang dari Jepang dan segera menemuinya. Tentu Jongdae menurut, daripada si gila ini nekat terbang ke jepang dan membom bardir rumahnya.

Setelah kepulangannya, Chanyeol menetap di Hotel, ia belum pulang ke mansionnya. Awalnya ia ingin bertemu Baekhyun, namun… banyak sekali yang mengganggu pikirannya. Chanyeol mengurungkan niat nya dan memutuskan untuk menyendiri beberapa saat. Tapi ia membutuhkan sahabatnya ini sekarang.

Jongdae duduk disebuah sofa disana, beberapa botol alcohol kosong tergeletak disitu. Jongdae mendengus. "apa kau baru saja pesta dengan Kai?"

"tidak" jawab Chanyeol tajam. Ia duduk di dikasurnya, berhadapan dengan Jongdae. Chanyeol menundukan kepalanya, ia pusing sekali. Bukan karena efek alcohol tapi perasaan aneh dan sekelebat memori buram yang membingungkan yang mencoba masuk. Dan semua itu ada hubungannya dengan Baekhyun.

"kau harus membantuku." Kata Chanyeol pelan.

"ada apa? Bukan kah akus elalu memambantumu." Sahut Jongdae santai, Chanyeol melemparkan pandangan 'aku sedang tak ingin bercanda' padanya

"ya ya ya, baiklah, apa yang terjadi?" lanjut nya kemudian, takut tuan Park akan menimpuknya dengan botol.

"aku mengacaukan liburanku dengan Soo di Sydney. Ada suatu hal tentang kota itu. Dan aku merasakan hal itu ada hubungannya dengan Baekhyun."

"Baekhyun?" tanya Jongdae sambil menautkan alisnya "apa kau mengacaukan liburan dengan kekasihmu karena memikirkan wanita lain?"

"bukan seperti itu, tapi.. entahlah. Aku tak mengerti dengan ini Jongdae, aku tak paham dengan Baekhyun. Ada sesuatu hal tentang nya. Seperti ada yang mencoba masuk kepikiranku. Tapi aku tak tau apa itu, seperti ada kepingan yang hilang"

"lalu apa yang akan kau lakukan? Mencari tau lebih lanjut, begitu?"

"kalau aku tau aku pasti tak akan menyuruhmu kesini!" semprot Chanyeol kesal. Jongdae saat ini benar benar tak membantu.

"begini, aku juga tak mengerti apa hubungan ini semua dengan Baekhyun. Aku baru berteman dengannya beberapa bulan ini. Namun berbeda dengan Kyungsoo. Aku tau dia bertahun tahun. Chanyeol, kau tak bisa memikirkan gadis lain entah untuk apa alasannya. Persetan dengan memori. Kau memiliki kekasih! Astaga kalian bahkan berpacaran selama hampir 3 tahun!"

Chanyeol terdiam. Ia ingin sekali melakukan itu, tapi ada sesuatu seperti magnet dalam diri Baekhyun yang menarik Chanyeol. Memori yang mencoba melesak masuk pun hanya berupa kepingan kepingan aneh yang membingungkan. Ia ingin tahu apa itu.

"coba acuhkan saja dia Chanyeol. Kyungsoo lah kekasihmu. Dia lah yang harusnya kau khawatirkan.."

"kau berbicara seolah aku sedang menyukai Baekhyun saja." Kata Chanyeol lebih terdengar sedang meyakinkan dirinya sendiri. Sementara Jongdae memberikan tatapan penuh selidik.

"aku tidak memiliki perasaan apa apa padanya jongdae! Aku hanya bingung!"

"begitukah? Tapi kuperhatikan kau aneh sekali setiap dia dekat dengan Sehun. Kau bahkan memukul pria itu." sindir Jongdae, Chanyeol membulatkan matanya, mencari alasan yang tepat.

"itu karena aku khawatir pada Baekhyun. Dia tak pulang semalaman. Kau tau kan dia jauh dari keluarganya. Jika sesuatu terjadi padanya, eomma dan appaku lah yang bertanggung jawab."

"lalu bagaimana dengan sikap mu beberapa bulan akhir ini? Kau bersikap aneh padanya Yeol. Kau sering sekali menginterupsi kegiatan Baekhyun dengan sip ria bule itu, Memaksa ikut mereka saat mengerjakan tugas, menguping pembicaraan mereka, Kau bertingkah aga posesif, kau tau?"

Chanyeol terdiam. Tak menemukan alasan.

"dengar ya Chanyeol. Apakah menurutmu, keanehan kau itu tidak dirasakan oleh Kyungsoo? Apakah sikap manja kyungsoo yang tiba tiba ini tak ada alasannya? Ia bahkan melalaikan tugasnya untuk bisa terus dekat denganmu. Karena dia takut! Dia ingin menjagamu Chanyeol, dia tak mau kehilanganmu. Tapi kau cukup bodoh untuk tak menyadari hal itu. apapun memori itu nantinya, entah Baek adalah pacarmu, mantanmu atau apapun, tapi Kyungsoo adalah pacarmu saat ini. " Jelas Jongdae, memang akhir akhir ini, Chanyeol sering menghabiskan waktunya dirumah Kyungsoo. Kekasihnya itu merajuk jika keinginannya tidak dipenuhi. Kyungsoo menjadi sangat manja entah karena apa.

Chanyeol memberi pandangan putus asa pada Jongdae, ia tak tau harus berbuat apa

"jangan tanya aku, kau harus bagaimana. Kau sudah tau harus apa kan. Ingat, dulu kau pernah mogok makan hanya karna Kyungsoo menolakmu. Sekarang saat kau mendapatkan cintanya , kau mau menyia nyiakannya?". Nah, hal itu luput dari ingatan Chanyeol. Keduanya sibuk dengan pikiran masing masing sekarang.

"omong omong soal makanan, kau punya makanan? Yang terlihat hanya alcohol! Aku lapar." Kata Jongdae sambil mencari makanan didekat situ. Menceramahi Chanyeol membuatnya lapar.

Karena tak menemukan apa yang dia mau, Jongdae memutuskan untuk memesan makanan saja. Tiba tiba ia teringat sesuatu.

"apakah kau sudah memberitahu Kai soal ini?"

"soal apa?"

"masalah Baeksoo mu ini."

"belum."

"bagus. Jangan beritahu dia."

"kenapa?"

"jangan saja." Titahnya, lalu Jongdae kembali sibuk melihat daftar menu makanan untuk ia pesan. Sementara Chanyeol terdiam, memandang punggung Jongdae. Dia merasakan ada yang disembunyikan sahabatnya itu.

ooo

Semenjak mendapatkan hadiah super canggih dari Sehun, Baekhyun jarang sekali menggunakan ponselnya untuk berkomunikasi dengan pria bule itu. Seperti sekarang, tanpa sepengetahuan Sehun, Baekhyun pergi ke sebuah café dan memencet tombol yang ada di jamnya.

Dan benar sekali, 10 menit kemudian pria itu sudah ada di depan café dengan langkah terburu buru. "Woaaa! Hebat!" kata Baekhyun sambil bertepuk tangan kegirangan saat melihat Sehun di depan pintu, mengedarkan pandangan mencari gadis yang memberikan notifikasi gawat darurat ke ponselnya.

Mendengar suara tertawa yang ia kenal, Sehun menoleh dan menemukan Baekhyun sedang cekikikan. Sehun kesal sekali, rasanya ia ingin mencekik wanita itu, tapi melihat tawa nya yang lucu Sehun malah mendengus geli.

"sepertinya ada yang menyalah gunakan kado dariku." kata Sehun sambil duduk di kursi di depan Baekhyun. "maaf.. tapi aku benar benar menyukai kadomu ini. Kupikir hanya akan berhasil jika kita berdekatan." Kata Baekhyun disela sela tawanya. Melihat muka Sehun panik seperti tadi, lucu sekali.

"jadi kau benar benar hanya mengerjaiku?" kata Sehun dingin. "ah.. tidak. Aku punya masalah yang sangat serius." Kata Baekhyun setelah tawanya reda. Sehun menaikan alisnya sebelah, menunggu kata kata Baekhyun selanjutnya.

"dadaku sering sesak akhir akhir ini. Aku ingin pergi keluar supaya merasa lebih baik." Kata Baekhyun sambil melemparkan pandangannya keluar jendela. Mencoba mengusir bayangan Chanyeol di benaknya.

"dan… kenapa dadamu sesak?"

"entahlah…" kata Baekhyun menunduk. "mungkin karena Chanyeol." Batinnya.

"baiklah kalau begitu, ayo kita pergi." Baekhyun mengerjap ngerjapkan matanya bingung. "kemana?"

"menghilangkan sesakmu." Sehun pun bangkit sambil menaruh beberapa lembar uang, membayar pesanan Baekhyun. Lalu berjalan keluar café. Baekhyun yang masih kebingungan buru buru mengekorinya.

"naik apa kau kesini?" "diantar supir keluarga park." Lalu Sehun kembali diam dan meneruskan berjalan. Keduanya terhenti di depan sebuah motor sport keren yang terparkir tak jauh dari café tadi. "woah" gumam Baekhyun. Ia tak pernah punya motor seperti ini. Kedua kakanya hanya memiliki beberapa mobil, dan sebuah helicopter untuk transportasi jarak dekat. Tapi tidak dengan motor seperti ini.

"maaf, aku bawa motor karena buru buru. Kupikir kau dalam situasi gawat. Pakai ini." Kata Sehun sambil memberikan helmnya. Baekhyun mengangguk angguk tanpa melepaskan pandangannya dari motor itu. "kau belum pernah melihat Motor?" tanya Sehun sambil mendengus geli.

"aku tak pernah punya yang seperti ini." Kata Baekhyun polos. Sehun naik ke motornya sementara Baekhyun masih memandang Motor itu seolah benda itu adalah benda langka. "naiklah"

Dengan canggung Baekhyun naik ke motor itu."kau harus memelukku agar tak jatuh." Kata Sehun dari balik helmnya. Baekhyun mengerjap ngerjapkan matanya.

"memangnya aku akan jatuh?"

"tidak."

"lalu?"

"kau tak tau kan secepat apa motor ini. Dan dengan badanmu yang sekecil itu, aku yakin kau akan terbang jika tak berpegangan."

"ah, ti-tidak. Aku pasti baik baik saja" K\

"yasudah yang pasti aku sudah memberi taumu." Lalu Sehun menggas motornya dan melesat secepat kilat, Baekhyun hampir terjengkang dari tempat duduknya, buru buru ia melingkarkan tangannya ke pinggang sehun, memeluk pria itu erat sekali. Sementara Sehun tersenyum kecil di balik helm nya.

.

.

Awalnya Baekhyun takut dengan laju motor yang terlalu cepat ini, namun lama kelamaan ia menikmatinya, rasa sesak yang dia rasakan perlahan menghilang. Terlebih wangi parfum Sehun membuat dirinya tenang. Seakan lupa dengan seseorang yang telah merebut hatinya lebih dulu.

Mereka berhenti di sebuah taman,keduanya berjalan berdampingan. Pemandangan yang cantik dengan lampu temaram membuat suasana terasa romantis. Beberapa pejalan kaki bahkan terlihat berpasang pasangan dengan kekasih mereka. Melihat mereka semua, sesuatu terbersit di pikirannya.

"Sehun-ah.. apa kau pernah menyukai seseorang?" tanya Baekhyun sambil menatap jalan di depannya. Sehun menoleh, memandang Baekhyun sepintas, lalu kembali menatap lurus kedepan. Sebenarnya ia agak kaget dengan pertanyaan Baekhyun barusan.

"pernah."

"lalu? Berapa lama kau bersama dengannya? Ataukah kau masih bersama dengannya sampai sekarang?"

"aku tidak sempat berpacaran dengannya." Kata Sehun singkat. Ia terdiam, kenangan lama kembali menghampirinya.

"mengapa begitu?" "aku sudah lupa sebabnya, hal itu sudah lama sekali"

"jadi, semenjak saat itu apakah kau pernah dekat dengan seorang wanita lagi?"

"hanya sebatas untuk kebutuhan. Jika aku sedang ingin, aku akan pergi ke club dan.. yeah. Kau tau kan."

"kenapa Baek? Kita sudah dewasa, kupikir itu hal yang wajar" lanjut Sehun saat mendapati gadis disampingnya terdiam, seperti sibuk dengan pikirannya.

"ti-tidak apa apa. Aku hanya berfikir.. apakah semua lelaki menyukai wanita seperti itu. Apakah itu tolak ukur seorang wanita?" Tao wanita yang cantik dan sexy, wajar kaka nya jatuh hati sampai berniat menikahinya. Kai jangan ditanya, ia selalu dengan yeoja malam yang menggairahkan. Kyungsoo, meskipun terlihat polos, namun sepertinya ia mengerti cara melakukan itu. Hanya Jongdae dan kakanya yang ia tak tau menyukai wanita seperti apa. Karna menurut Baekhyun, Xiumin lebih tertarik dengan berkas kerjaan dan Jongdae cinta mati dengan makanan.

"tidak semuanya. Tapi laki laki memang brengsek Baek, jika tidak, bukan laki laki namanya. Hanya saja kadar brengsek setiap orang berbeda beda. Memangnya kenapa?"

Apakah Baekhyun terlalu polos? Apakah Chanyeol tak memperhatikannya karena dia terlalu polos dan membosankan? Apakah Chanyeol menyukai kyungsoo karena… hal itu?

"tidak apa apa." Jawab Baekhyun berbohong. Keduanya terdiam lagi. "bagaimana denganmu?"

"a-aku?" Baekhyun menujuk hidungnya, mencoba memastikan pertanyaan itu ditujukan padanya.

Sehun mengangguk. Memangnya ia sedang berbicara dengan siapa lagi sekarang.

"aku tidak tau rasanya jatuh hati. Apakah… merasakan sesak di dadamu saat melihat orang itu dengan orang lain bisa dikatakan jatuh hati?"

"cemburu? Ya.. cemburu erat kaitannya dengan jatuh hati."

"jika begitu, aku memang sedang jatuh hati." Batin Baekhyun. Selama ini ia hanya berfikir perasaannya pada Chanyeol hanya perasaan rindu seorang sahabat lama, namun kenyataan bahwa ia sebenarnya telah jatuh hati pada tuan muda Park ini, malah membuat dadanya serasa makin sakit.

Karena Chanyeol sudah dimiliki orang lain.

.

.

Baekhyun tidak menyangka bahwa ia akan menyesal telah menyalah gunakan kado Sehun, sampai saat dia benar benar membutuhkannya seperti saat ini.

Saat itu sudah cukup larut malam di Seoul, Baekhyun sedang berkendara untuk mencari makanan. Tiba tiba ia ingin sekali makan kue rasa strawberry. setelah memarkirkan mobilnya, Baekhyun berjalan mengunjungi satu persatu toko yang ada di blok itu. Namun, karena sudah malam, beberapa toko sudah mau tutup. Ia masih terus berjalan mencari toko yang masih buka sampai ia tiba disebuah blok yang sepi.

Beberapa detik ia menyesali keputusannya untuk berjalan kaki. Harusnya ia kembali ke mobil dan mencari kue besok saja. Baru saja ia berbalik badan, ia menemukan beberapa pria sedang berdiri di depannya. Dan dalam hitungan detik mereka menyeret Baekhyun ke balik gedung masuk ke gang kecil yang gelap lalu berdiri mengelilingi Baekhyun

"hai cantik. Sedang apa kau malam malam disini?"

"wah kelihatannya kau punya banyak uang ya?"

"kau manis sekali, aku jadi penasaran seperti apa dirimu dibalik tumpukan baju yang kau pakai"

Semakin lama mereka semakin mendekat, Baekhyun menjerit meminta tolong tapi tak ada yang mendengarkan. Pria pria brengsek di depannya ini malah tertawa remeh. Ia lalu teringat dengan jam tangan di pergelangan nya. Buru buru Baekhyun memencet tombol itu berharap Sehun akan datang.

Tiba tiba 2 di antara mereka menghampiri Baekhyun, memegangi tangannya. "bagaimana kalau kita bersenang senang dulu?" kata si Pria, Baekhyun bersumpah ia bisa mencium bau alcohol dari mulut pria itu. Seorang pria berjalan mendekat, ia melepas syal Baekhyun, minciumi lehernya sambil mencoba membuka mantel yang Baekhyun pakai. Ia mencoba menendang selangkangan pria itu tapi tak berhasil. Pria yang hampir diserang itu memandang Baekhyun penuh amarah dan menamparnya lalu melanjutkan aksi keji itu.

Gadis itu meronta ronta, merasakan bibir menjijikan menyentuh lehernya membuat Baekhyun menangis, badannya gemetar. Beberapa pria lain bahkan mancoba menjamahnya sambil tertawa.

"Chanyeol.." Batinnya. Entah kenapa, malah nama Chanyeol yang terbersit dipikirannya.

Sampai tiba tiba, seseorang menarik pria yang ada di depan Baekhyun dan menghajarnya, pandangan Baekhyun kabur karena air mata yang masih mengambang di kelopak matanya. Dua pria yang memeganginya maju dan mencoba menyelamatkan temannya, sementara Baekhyun hanya jatuh terduduk sambil terisak.

Dalam hitungan detik semuanya pergi, Baekhyun bisa mendengar langkah mereka yang berlari, "Kau taka pa apa?" kata suara dingin yang ia kenal, Baekhyun mendongak dan mendapati Sehun berdiri di depannya. Reflek ia langsung bangkit dan memeluk Sehun. Ia terisak di dada pria itu. Ia benar benar ketakutan.

Sehun yang masih kaget dipeluk tiba tiba seperti ini, akhirnya membalas pelukan Baekhyun setelah terdiam beberapa detik. Ia mengusap kepala gadis itu dengan lembut.

"sst.. Baek, tak papa. Ada aku disini" kata Sehun . Baekhyun melepas pelukannya tanpa melepas tangan yang masih melingkar di pinggang Sehun. Ia sudah berhenti menangis tapi suara isakan masih terdengar. Sehun mengusap air mata Baekhyun. Menyentuh dagu Baekhyun dengan jari telunjuknya, dan mengangkatnya sedikit. Meminta Baekhyun untuk menatapnya.

"maafkan aku datang terlambat Baek." Kata sehun lembut. "aku pikir ini hanya lelucon seperti biasanya" Baekhyun mengangguk mengerti. Entah karena dorongan apa, Sehun mengecup kening Baekhyun lamaaa sekali. Sampai isakan gadis itu berhenti. Lalu menarik Baekhyun kembali ke pelukannya, dan mengelus punggung Baekhyun, memastikan dia tak ketakutan lagi.

Setelah Baekhyun sudah tenang, Sehun mengambil barang barang Baekhyun yang berceceran.

"sedang apa kau malam malam disini? Kau tak tau, kalau itu berbahaya?" kata Sehun kembali datar sambil memberikan barang Baekhyun yang tadi terjatuh. Baekhyun pun menceritakan alasan kenapa dia keluar larut malam. Pria bule itu menatap Baekhyun tak percaya. "hanya… karna sebuah kue?!" Baekhyun mengangguk takut takut. Sehun itu menghela nafasnya, benar benar tak mengerti cara pikir gadis ini.

"baiklah, ayo kuantar ke mobilmu" kata Sehun sambil mengajak Baekhyun ke mobilnya yang terparkir tak jauh dari gang itu.

.

.

"Terima kasih banyak Sehun-ah. Aku berhutang padamu." Sehun hanya mengangguk singkat dan menyuruh gadis itu pergi. Tanpa sepengetahuan Baekhyun, Sehun mengikutinya sampai rumah, memastikan Nona keluarga Wu itu selamat sampai tujuannya.

Setelah melihat Baekhyun memasuki Mansion, Sehun memutar arah dan langsung kembali pulang. Ia terdiam sepanjang perjalanan. "apa yang terjadi dengan mu Oh Sehun." Batinnya. Ia merutukki dirinya sendiri. Ia tak boleh, mempunyai perasaan apapun. Terlebih pada targetnya.

Sementara Baekhyun buru buru masuk ke kamarnya, menanggalkan segala pakaiannya dan segera mandi, ingatan tentang kejadian hari ini perlahan pudar, digantikan dengan memori saat Sehun memeluknya bahkan mencium keningnya. Ia bahkan masih bisa merasakan pelukan Sehun sampai sekarang.

Baekhyun terdiam lama sekali. Untuk pertama kalinya ia merasa tenang selama berada di Korea. Seseorang berhasil membuatnya lupa untuk beberapa saat tentang Chanyeol dan Kyungsoo. Berhasil membuatnya merasa nyaman.

Baekhyun merasa Sehun lah teman baiknya sekarang, menggeser posisi Chanyeol yang telah melupakan dirinya. Tapi… "apa aku bisa mempercayaimu Sehun?" gumam Baekhyun. Ia takut sekali Sehun juga akan melakukan hal sama yang Chanyeol lakukan padanya.

Atau mungkin lebih buruk.

ooo

Baekhyun sedang menonton TV saat itu, sampai ia mendengar derap langkah beberapa orang yang menghampirinya, ia menoleh dan menemukan Chanyeol serta beberapa maid yang sedang membawa barang tuan mudanya.

"hai Chanyeol. Kau sudah pulang?" Tanya Baekhyun sambil berdiri, ia merasa rindu pada pria ini. Sementara Chanyeol hanya memandangnya datar. "ya" sahutnya.

"bagaimana dengan liburanmu?" Tanya Baekhyun lagi. "menyenangkan" jawab Chanyeol masih dingin tanpa melihat Baekhyun, ia melanjutkan langkahnya, menaiki tangga dan masuk ke kamar. Sementara Baekhyun memandang Chanyeol bingung, ada apa dengan pria itu?

Chanyeol hanya mencoba menjaga jarak dengan Baekhyun. Sebelum gadis itu membuatnya jadi gila.

.

.

Dan liburan mereka pun berakhir. Hari ini adalah jadwal kelas Profesor Kang. Chanyeol dan Baekhyun mengambil kelas yang sama. Pria itu berdiri di depan pintu kamar Baekhyun, berkutat dengan pikirannya. Apa kah ia harus berangkat bersama Baekhyun seperti biasanya? Atau biarkan supir mengantar gadis itu? ia menghitung kancing kemejanya. Ketuk, tidak, ketuk,tidak, ketuk. Oh, kancing terakhirnya mengatakan ia harus mengetuk pintu itu.

Baru saja mau mengetuk, kepala maidnya, Kyuhyun, tiba tiba menyapanya. "selamat pagi Tuan Muda, apakah anda menunggu Nona Wu?" Tanya Kyuhyun dari belakang, Chanyeol terlonjak kaget. Ia membalikan badan dan menghadap butler nya itu, mencoba menyembunyikan ekpresi kaget nya yang tampak memalukan. "ya, kemana dia?"

"Nona Wu sudah berangkat Tuan."

"dengan supir?"

"tidak tuan."

"Dengan pria bule?!" tanya Chanyeol, ia sendiri tidak menyangka bahwa suaranya akan meninggi seperti itu. apapun tentang Sehun (Terlebih menyangkut Baekhyun) akan membuat emosinya naik.

"tidak, nona wu berangkat sendiri naik mobilnya"

"mobilnya? Baekhyun punya mobil sendiri?" Wow, Chanyeol tak pernah tau, ia harus sering sering mengecek garasinya sekarang.

"iya tuan." Chanyeol mengangguk angguk mengerti, jadi.. dia tidak akan berangkat bersama Baekhyun lagi? Entah dia harus merasa senang atau sedih.

ooo

Chanyeol baru saja sampai di kelasnya, sedangkan Baekhyun sudah berada dikelas dan sedang sibuk dengan ponselnya. Ia tak menyadari kedatangan Chanyeol, Pria itu ingin sekali duduk disamping Baekhyun dan melihat Baekhyun tu sibuk belajar dengan mata sipitnya yang memperhatikan kelas dengan serius. Tapi, ia malah mengambil bangku yang agak jauh dari Baekhyun.

Saat kelas berakhir, ia bahkan masih tak menyadari Chanyeol, Baekhyun malah segera melesat dan pergi ke kantin,

.

.

"ada apa?" kata Baekhyun sambil duduk di depan Sehun.

Baekhyun mendapatkan pesan LINE dari Sehun bahwa pria bule itu menunggunya di kantin fakultas. Katanya ada yang penting. Mengingat Sehun selalu serius dengan yang dikatakannya, jadi Baekhyun menurut saja.

Sehun menaruh sebuah paper bag dan memberikannya pada Baekhyun.

"apa ini?" "buka saja." Senyum Baekhyun merekah begitu melihat isi kotak itu. Berbagai jenis kue dengan rasa strawberry! Ia nyaris berteriak, namun ia sadar sedang berada di tempat umum sekarang.

"itu untukmu. Agar kau tak keluyuran lagi malam malam dan menganggu tidurku." Kata Sehun sebelum gadis ini makin kegirangan. "terima kasih Sehun-ah! Kau terbaik!" kata Baekhyun sambil tersenyum lebar sekali.

Ia tak sadar seseorang memandanginya sangat intens dari kejauhan.

.

.

Setelah makan siang, Baekhyun dan Sehun memutuskan kembali ke kelas. Hari ini mereka mempunyai jadwal kelas yang sama. Sedang asik asiknya mengobrol tiba tiba seseorang memanggil Baekhyun. Keduanya menoleh dan mendapati Jongdae sedang berlari kearah mereka.

Apa yang dilakukan si muka kotak di gedung fakultas ini?

"hey Baek." Kata Jongdae sambil terengah. "dan.. hai Sehun" kata Jongdae sok akrab, menolehkan pandangannya ke Sehun.

"apa yang kau lakukan disini Jongdae?"

"ah, aku mau memberikan ini." Jongdae mengeluarkan sebuah undangan dari tasnya, lalu memberikannya pada Baekhyun.

"undangan?" tanya Baekhyun heran. Apa Jongdae mau menikah? Perempuan sial mana yang akan dia nikahi?

"ya. Undangan Ulang tahunku 2 hari lagi. Datanglah. Kau harus membawa undangannya karna acaranya private." Kata Jongdae serius sekali.

"kau juga boleh mengajak pacarmu ini" lanjutnya sambil mengedikkan kepalanya pada Sehun.

"a-apa?" apa yang baru saja si muka kotak itu bilang?

"sudah ya, aku pergi dulu. " lalu Jongdae pun melanjutkan larinya dan menghilang. Baekhyun menoleh ke Sehun. Merasa tak enak atas kesalah pahaman Jongdae barusan.

"maaf Sehun-ah. Jongdae memang seperti itu." kata Baekhyun kikuk.

"lalu?" Sehun menaikan sebelah alisnya.

"lalu apa?"

"apa kau akan mengajaku?" tanya Sehun santai.

"ah. Ten-tentu saja. Aku akan mengajakmu!" oke. Baekhyun merasa ia terdengar seperti seorang pria yang mengajak wanitanya kencan sekarang.

ooo

Malam itu adalah malam acara ulang tahun Jongdae. Chanyeol sedang berdiri di ruang Tv, ia sedang merapihkan kembali jas yang ia pakai. Sebenarnya ia tak percaya sahabat itu akan menyelenggarakan sebuah pesta ulang tahun yang formal. Mengingat seumur hidupnya pria itu selalu bertingkah konyol.

Chanyeol sedang menunggu maidnya mengantarkan salah satu mobil terbaiknya ke depan pintu, ia aga malas untuk pergi ke garasi. Tiba tiba bunyi ketukan sepatu heels mengalihkan perhatiannya.

Ia melihat Baekhyun turun dari tangga dengan gaun berwarna peach. Gadis itu cantik sekali. Ia bahkan mewarnai rambutnya menjadi brunette. Entah memang Baekhyun turun dengan perlahan atau mata Chanyeol menangkap adegan itu seperti slow motion? Tapi Baekhyun luar biasa cantik, Chanyeol bahkan tak sadar ia lupa berkedip.

"how do I look?" tanya Baekhyun sambil tersenyum manis. Tiba tiba saja gadis itu sudah berada di depan Chanyeol sekarang. Pria itu tersadar dari lamunannya. Chanyeol berdehem sebentar, mencoba menguasai dirinya lagi.

"lumayan" kata Chanyeol datar. Ya, aktingmu bagus sekali tuan Park.

Baekhyun belum sempat merespon saat salah seorang maid menghampiri mereka dan mengatakan mobil Chanyeol sudah siap.

"aku pergi dulu. Sampai jumpa" kata Chanyeol singkat lalu pergi. Baekhyun hanya memandangi kepergian Chanyeol dalam diam. Entah apa yang terjadi dengan Chanyeol, Baekhyun jelas sekali merasakan pria itu menjauhinya.

Apakah… Chanyeol mengetahui perasaanku? Batin Baekhyun.

Tak lama, suara bel terdengar. dan beberapa menit kemudian, seorang maid menghampirinya. "maaf Nona Wu, ada yang mencari anda, ia bilang namanya Oh Sehun." Lapor Maid itu. Baekhyun pun mengucapkan terima kasih dan segera keluar.

Ia menemukan Sehun yang sangat tampan sedang bersender ke mobil mewahnya. Sehun memandang Baekhyun lekat lekat. Sesuatu hal aneh terjadi lagi di dada dan juniornya.

"woah. You look good" kata Baekhyun memuji. Ia benar benar memuji pria itu. "kau mewarnai rambutmu?" tanya Sehun. Jika dilihat lihat, warna Rambut Baekhyun sedikit terlihat mirip dengan miliknya sekarang.

"ne. bagaimana menurut mu?"

"better" Sahut Sehun singkat. Ia lalu membuka kan pintu untuk Baekhyun, lalu segera kembali ke kursi kemudi.

.

.

Acara ulang tahun jongdae lebih mirip pesta pertunangan sebenarnya. Acara semi outdoor yang diadakan di sebuah hotel bintang 5 itu sangat mewah dan kental dengan nuansa formal. Untuk pertama kalinya, Baekhyun bisa melihat Jongdae bersikap normal. Mungkin karena ayah dan ibunya ada disana.

"selamat ulang tahun Jongdae, ini kado dari kami, maaf tak sebagus yang kau harapkan." Kata Baekhyun menyapa Jongdae sambil memberikan kado yang mereka cari berdua. Ya, untuk menghemat waktu, Sehun dan Baekhyun mencari kado bersama.

"BAEKHYUUUN! Terima kasih banyak. Kau datang dengan kekasihmu juga akhirnya. Kulihat kau mengecat rambutmu? aigooo kalian sungguh serasi! Aku jadi iri" kata Jongdae tampak bahagia sekali. Mungkin ia senang dikelilingi banyak makanan.

Mereka tak sadar bahwa Chanyeol yang berdiri tepat di belakang Baekhyun dan Sehun, mendengar hal itu dengan jelas.

"hai Jongdae. Selamat ulang tahun. Terimalah hadiah dariku dan Chanyeol" kata Kyungsoo melangkah maju sambil memberikan sebuah kotak. Baekhyun dan Sehun menoleh, mendapati Chanyeol berdiri dengan Kyungsoo di dekatnya. Gadis itu memakai gaun modis dengan kesan edgy. Tampak sangat pas sekali.

"terima kasih Soo!" dan pandangan Kyungsoo beralih ke gadis di sampingnya.

"ah, hai Baek, jadi kalian sudah resmi pacaran?" Tanya Kyungsoo dengan ekspresi sulit di artikan. sebelum Baekhyun sempat menjawab Kai datang menggandeng 2 yeoja di kanan kirinya,

"Selamat ulang tahun jongdae!" lalu secara bersamaan kedua yeoja itu masing masing memberikan sebuah kotak.

"kau memberikanku 2 hadiah? Kau memang sahabat terbaik!" "huh, materialistis sekali kau" ledek Chanyeol.

.

.

Mereka pun larut dengan jalannya acara. Kai dengan kedua gadisnya, Jongdae dengan tamu tamunya, Baekhyun dan Sehun yang menjadi sorotan (karna keduanya luar biasa serasi) serta Chanyeol dan Kyungsoo yang menghilang.

"aku akan mengambil minuman untukmu." Kata Sehun. "baiklah, aku ingin ke kamar mandi dulu kalau begitu" lalu keduanya berpisah.

Baru saja Baekhyun ingin masuk ke dalam gedung, mencari kamar mandi, dari kejauhan ia melihat Chanyeol dan Kyungsoo yang sedang memagut bibir. Kyungsoo tampak sangat bergairah, mungkin dia mabuk, sementara Chanyeol tampak diam saja. Merasa ada yang memperhatikan, Chanyeol mendongak dan mendapati Baekhyun tengah memandangnya, reflek pria itu mendorong kyungsoo, melepaskan pagutan mereka. sang gadis pun mengikuti kemana arah pandang Chanyeol.

Merasa situasi berubah Canggung, Baekhyun langsung pergi dari sana, tanpa menyadari orang lain yang juga menyaksikan kejadian itu.

Baekhyun duduk di sebuah bangku, ia menatap kosong pemandangan di depannya. Ia tak sadar Seseorang mendekat, lalu duduk disampingnya, Baekhyun menoleh dan menemukan Kai yang juga sedang duduk dengan pandangan tertuju kedepan sambil memegang gelas wine.

"ku pikir kau sudah melupakannya." Kata pria berkulit tan itu.

"maksudmu?" Baekhyun menautkan alisnya bingung. Kai tampak serius sekali sekarang dan Baekhyun tak paham apa yang pria ini sedang bicarakan.

"Chanyeol. Ku pikir kau sudah melupakannya dan bersama dengan si bule itu." Baekhyun membelalakan matanya, apakah… maksud Kai adalah…

"aku tau Baek, dari caramu memandang Chanyeol. Aku tau kau menyukainya" Baekhyun tersentak. Tak pernah terpikirkan seseorang akan mengetahui perasaannya pada Chanyeol. Ia terdiam, tiba tiba pemandangan tadi terpintas di benaknya.

"kau tau, kupikir pria bule itu tak buruk juga. Kau butuh sesuatu untuk mengalihkan rasa sakitmu" Kata Kai sambil bangkit bersiap pergi."kyungsoo." Suara Baekhyun sukses membuat pria itu menghentikan langkahnya "kau menyukai kyungsoo kan? Aku tau dari saat kau memalingkan wajahmu di acara Festival waktu itu. Dan kau selalu memalingkan wajahmu jika Kyungsoo dan Chanyeol bersama. Itukah alasannya kau selalu bersama yeoja malam? Mencoba untuk melupakan Kyungsoo?" Kai membalikan badannya dan menatap gadis itu lekat lekat

"kau tak mengerti rasanya menyimpan perasaan pada seseorang dan juga harus bersikap layaknya sahabat yang baik. Melihat keduanya bersama tapi kau tak bisa berbuat apa apa. Percayalah, kau tak mengerti posisi ku." Kata Kai penuh penekanan, Dan ia pun pergi.

Aku mengerti Kai, sangat mengerti. Batin Baekhyun.

.

.

Sehun menghampiri gadis itu dengan gelas minuman di tangannya "aku mencarimu kemana-mana. Minumlah" kata Sehun sambil memberikan gelas itu dan duduk disamping Baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum kecil, namun matanya tak bisa berbohong.

"kau baik baik saja?"

"entahlah. Dadaku sesak lagi."

"kau ingin pulang?"

"tidak…" dia tidak tau apakah pulang kerumah dan bertemu dengan Chanyeol adalah pilihan yang baik untuk saat ini

"aku tak tau harus apa." Lanjutnya terdengar sedikit lelah.

Lalu tanpa mereka sadari,puluhan lampion beterbangan, menandakan acara puncak dari Ulang Tahun Jongdae. Lampion yang melambangkan harapan Jongdae, diterbangkan dengan asumsi bahwa harapan tersebut akan terkabul. Cheesy memang, tapi untuk beberapa detik, Baekhyun berfikir mungkin ia harus menerbangkan lampion juga agar harapan untuk Chanyeol mengingatnya terkabul.

Baekhyun mendongakan kepalanya, memandang lampion di malam hari yang sangat cantik, saat ia kembali memandang pria di depannya, Baekhyun mendapati ehun sedang menatapnya lekat lekat.

Dan tanpa ia sadari, pria itu sudah bergerak maju dan memagut bibirnya lembut sekali. Baekhyun hanya terdiam. Sekali pagutan, dua kali pagutan, tiga kali pagutan sampai akhirnya Baekhyun menarik wajahnya, membuat pagutan itu terlepas.

"a-apa yang kau lakukan?" tanya Baekhyun kelabakan. Ia masih kaget dengan gerakan tiba tiba Sehun "membuat hatimu tak sesak lagi." Kata Sehun datar. Sementara Chanyeol yang melihat keduanya dari kejauhan, mengepalkan tangannya, menahan emosi yang memuncak. Kyungsoo mengikuti arah pandang Chanyeol dengan tatapan dingin, ia sedikit mengerti apa yang terjadi.

"ayo kita pulang" kata Chanyeol sambil menarik tangan Kyungsoo, buru buru pergi dari acara itu tanpa pamit lebih dulu.

.

.

Sepanjang jalan keduanya terdiam. Chanyeol dengan bayangan kejadian barusan dan Kyungsoo dengan pikirannya.

Bahkan saat mereka sampai di depan rumah Kyungsoo, keduanya masih terdiam. Mungkin mereka akan tetap berada dimobil sampai pagi jika Kyungsoo tidak membuka suara lebih dulu saat itu.

"aku tau apa yang membuatmu akhir akhir ini berubah" kata Kyungsoo. Chanyeol masih menundukkan kepalanya. Seolah tau kemana arah perbincangan ini.

"kau berbeda sekali. Kau bahkan jarang menyentuhku. Jika aku mendekatimu duluan, entah kenapa aku merasa kau menolakku. Kau berbeda sekali. Apa itu ada hubungannya dengan Baekhyun?" Chanyeol menoleh begitu mendengar nama Baekhyun. Kyungsoo memandangnya tajam, matanya terlihat berkaca kaca.

"ini bukan salahmu sepenuhnya, kau tinggal dengan wanita itu, pasti ada sesuatu hal yang terjadi." Lanjut Kyungsoo sambil tertawa remeh. Menertawakan dirinya yang terlihat bodoh. Chanyeol masih diam, ia sendiri tak tau harus bagaimana.

"Soo.. aku-"

"sudahlah Yeol. Kurasa kita butuh waktu. Aku tak bisa begini terus selama berbulan bulan.

"Sebaiknya kita sudahi saja hubungan ini." Mata Chanyeol terbelalak. Luar biasa kaget dengan kata kata Kyungsoo barusan. Gadis itu menitikkan air mata sekarang. Jelas sekali bahwa ia tak sedang bercanda.

"kau… memutuskan ku?" tanya Chanyeol nyaris berbisik.

"Ne. Mungkin… sampai disini saja hubungan kita Yeol" Kata Kyungsoo dengan suara gemetar.

.

.

TBC

A/N

Holla. Maap, aku baru sadar chapter kemarin banyak typo. Dan sekarang sepertinya juga masih banyak huhuhu.

Ceritanya makin boring nih, maapkan daku.

Tapi btw Aku lagi ngebut update karena mau nyelesaiin ini. Jadi bentar lagi masuk ke inti cerita dan penjelasan siapa Kai, Jongdae, Paman Lee dan Sehun.

So far belum ada yang bener nih nebaknya hehehhe. Ayo tebak lagi!

Sekali lagi mohon reviewnya ya Chingudeul.

Gomawo.

Chanbaek is real!

-moza:*