Mine ( Yunjae )
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka milik Tuhan dan Changminie milik Cho
Pairing : Yunjae
Yaoi, typos , membosankan, alur lambat
Rating T
.
.
.
.
~ Chapter 7 ~
.
.
.
.
Selesai makan malam Jaejoong memutuskan menonton televisi sembari menunggu Yunho. Namun pukul sebelas malam dia sudah tertidur disofa itu sambil memeluk boneka bambi.
Ceklek
Pintu itu terbuka, Yunho masuk dan berjalan pelan menuju ruang tamu yang terlihat menyala lampunya. Dia berjalan kearah sofa dan menemukan Jaejoong tertidur.
" Aigo.. Kau menungguku? Bahkan bambiku kalah manis sekarang"
Yunho mengangkat Jaejoong menuju kamarnya, sebelum beranjak dia mengecup kening Jaejoong kemudian beranjak menuju kamarnya.
Yunho terbangun saat mendengar alarm ponselnya berbunyi. Pukul setengah enam. Dia segera menuju kamar mandi dikamarnya kemudian memakai seragam dan menuju ruang tamunya. Disana dia melihat Jaejoong sedang berada didapur, Yunho duduk dimeja makan sambil mengamati Jaejoong.
" Eh? Kau sudah bangun?" Tanya Jaejoong saat membalikkan tubuhnya dan mendapati Yunho duduk dimeja makan
"Ne..."
" Jja... Kita sarapan" Ucap Jaejoong kemudian meletakkan omellete didepan Yunho. Yunho tersenyum kemudian mulai memakannya " Kau mulai sekolah lagi Yun?"
" Ne... Sudah banyak pelajaran yang tertinggal sepertinya"
" Hum!"Jaejoong mengangguk
Setelah sarapan mereka bersiap kemudian keluar apartemen bersama. Yunho menangkap jemari Jaejoong namun...
SRET
Jaejoong kaget kemudian menepisnya. Yunho memandangnya tajam.
.
.
.
" Eh? Ng... Kajja berangkat, kita sudah telat" Ucap Jaejoong kemudian berjalan didepan Yunho, sedangkan Yunho menatap punggung Jaejoong dengan sendu
Dalam perjalanan tidak ada pembicaraan diantara keduanya. Padahal Jaejoong merasa sangat bersalah karena menepis tangan Yunho. Padahal Yunho hanya ingin menggandengnya.
Jaejoong masih sedikit mengingat bagaimana tangan itu memanjakannya sehingga dia malu harus bersentuhan dengan Yunho. Yunho memarkirkan mobil mewahnya. Jaejoong membuka sitbeltnya kemudian melirik Yunho namun matanya melihat Heechul berjalan kearah sekolahnya.
" Yun! Aku duluan... Sampai ketemu jam istirahat" Ucapnya kemudian meninggalkannya
Aura Yunho makin menghitam ketika dilihatnya Jaejoong bercanda bersama Kim Hyun Joong. Yunho segera turun dari mobil dan berjalan sambil menjaga jarak dengan Jaejoong.
" Kyaaaa...! Yunho oppa!"
" Omo! Oppa kau sudah masuk lagi?!"
" Oppa yaaaa...!"
" Annyeong Yunho Oppa"
Seseorang berdiri didepan Yunho dan Yunho hanya menatapnya
" Oh ya Oppa! Keluargaku mengundang keluarga Oppa makan malam hari ini. Apa Oppa sudah tahu? Kau akan datang kan Oppa?"
" Lihat saja nanti"
Yunho meninggalkan Ahra begitu saja dan langsung menuju kelasnya. Disana Yoochun menunggunya. Mereka berbicara sedikit sebelum bel berbunyi kemudian berpisah.
Jam istirahat Yunho bertemu dengan Jaejoong di kantin. Jaejoong menyerahkan kotak makan berwarna hijau pada Yunho. Yunho membukanya, isinya adalah makanan kesukaannya. Disebelah Jaejoong duduk pula sang kakak kelas. Hyun Joong. Membuat aura Yunho yang tadinya abu - abu berubah kembali menjadi hitam.
Lihat saja bagaimana cara Jaejoong berbicara dan tersenyum pada Hyun Joong. Juga jangan lupakan skinship yang Hyun Joong lakukan pada Jaejoong membuat Yunho sungguh muak. Dia amat sangat tidak suka miliknya dipegang seperti itu. Yunho menyelesaikan makannya dengan cepat kemudian berdiri.
" Yun? Kau mau kemana eoh?" Tanya Heechul. Jaejoong menoleh
" Perpustakaan. Permisi"
" Aku ikut Yun" Ucap Yoochun
Setelah dua namja itu pergi Jaejoong menghela nafasnya. Kemudian memangku dagunya dengan tangannya.
" Apa kau tidak keterlaluan seperti itu Joongie?" Tanya Heechul
" Lalu aku harus bagaimana? Jantung bodoh ini selalu berdebar jika didekatnya dan mengingatkanku pada malam itu dan aku sungguh malu!"
" Tapi, aku tak mau juga salah sangka padaku Joongie ah..." Ucap Hyun Joong
" Ne, mianhae..." Ucap Jaejoong menunduk
" Eh, kau tahukan nanti malam keluarga Yunho diundang ke acara makan malam keluarga Ahra?"
" Hum... Aku tahu"
" Apa kau mau Yunie mu itu jadi milik yeoja ular itu?" Tanya Kyuhyun
" Mwo?! Andwe! Yunie milik Joongie...!"
" Makanya jangan seperti itu atau Yunho akan pergi darimu"
Jaejoong merenungkan perbuatannya, bukan dia ingin menghindari namja yang sudah memasuki hatinya, tapi saat berdekatan dengan Yunho jantunya menggila, apalagi bersentuhan dengan Yunho! Tubuhnya bergetar dan wajahnya memerah mengingat malam panas yang dia habiskan bersama Yunho.
Jaejoong juga sudah diberitahu apa yang dilakukan Yunho saat dirinya terkurung digudang belakang sekolah. Dia memang mendambakan seorang puteri cantik untuk mendampinginya kelak. Namun, saat bersama Yunho ntah mengapa malah dirinya yang terlihat seperti yeoja dan diperlakukan seperti tuan puteri oleh Yunho.
Pulang sekolah tanpa kata - kata Yunho dan Jaejoong pulang ke apartemen dan Yunho langsung menarik Jaejoong menuju ruang tamu.
" Kau menghindariku?" Tanya Yunho dengan mata tajamnya membuat Jaejoong memalingkan pandangannya
" Ak-aku tidak menghindarimu Yun"
" Apa kau bahagia bersamaku?"
" Apa maksudmu?"
" Kau lelah bersamaku?"
" Yun..."
" Kau bahkan lebih memilih bertukar pesan dengan sunbaemu itu daripada menemaniku, kau lebih banyak tersenyum dan bercanda dengannya daripada denganku. Apa kau memang tidak pernah memiliki perasaan padaku sama sekali?"
" Yun..."
" Kau bahkan senang melakukan skinskip didepanku! Kau tahu rasanya aku ingin memotong tangan sunbaemu itu karena menyentuhmu! Tapi kau, malah terlihat senang!"
" ..."
" Apa artinya aku untukmu?!"
" Y-Yunn... Dengarkan ak-aku!"
Omongan Jaejoong terhenti saat Yunho mendorong Jaejoong sampai ke dinding kemudian mekumat bibir Jaejoong. Jaejoong sangat takut pada Yunho yang seperti ini. Dia terus berontak namun Yunho tidak menggubrisnya.
PLAKK
Jaejoong menampar Yunho. Yunho melepaskan ciumannya dan tersenyum miris. Matanya menyiratkan luka.
" Aku pergi" Ucapnya datar
" ..."
Yunho meninggalkan Jaejoong menuju kamarnya, Jaejoong membeku memandangi tangannya. Dia tidak bermaksud menampar Yunho. Dia hanya refleks karena takut dengan Yunho yang seperti tadi.
Dia mendudukkan tubuhnya di sofa. Mencari cara untuk minta maaf pada Yunho. Dia merasa begitu bodoh karena menampar Yunho. Pasti Yunho merasa sakit hati sekarang. Jaejoong memejamkan matanya. Merenungkan tindakan bodohnya.
Ceklek
Jaejoong tersentak kemudian bangkit dari duduknya lalu mengerutkan keningnya. Yunho sangat rapi menggunakan jas berwarna hitam serta kemeja putih didalamnya jangan lupakan ribbon tie yang terikat rapi walau dibawah kancing kedua kemejanya yang membuatnya terlihat gentle. Jaejoong menghampiri Yunho.
" Ka-kau mau kemana?"
Yunho melirik Jaejoong kemudian melewatinya begitu saja kemudian keluar dari apartemen itu.
Gubrak
Jaejoong jatuh terduduk. Dia menangis, menyesali perbuatan bodohnya. Sekarang Yunho pasti sangat marah padanya dan pergi makan malam bersama keluarga Go, pikir Jaejoong.
Jaejoong tertidur disofa setelah menangis semalaman menunggu Yunho yang tidak pulang sampai dia tertidur.
Sedangkan Yunho pergi makan malam bersama keluarga di salah satu restoran milik keluarga Go. Ahra tampil sangat cantik walau berlebihan. Dia sungguh ingin tampil menawan didepan Yunho.
" Terima kasih atas kedatangan kalian. Kami sangat senang" Ucap Mr. Go setelah makan malam selesai
" Ne, kami sangat berterima kasih sudah mengundang kami untuk makan disini" Ucap Siwon
" Ahra ya... Jangan melihat Yunho seperti itu... Kau ini" Goda Mrs. Go yang melihat anaknya terkagum - kagum melihat Yunho
" Kau tau, bagaimana kalau kita mempererat kerjasama perusahaan kita?" Tanya Mr. Go
Jihye dan Kibum yang mendengarnya mulai tahu arah pembicaraan. Dan Jihye melirik kearah sang kakak. Aura kakaknya hari ini sangat hitam entah apa yang terjadi padanya.
" Kau lihat sendiri bukan Siwon sshi... Anak kami Ahra sangat menyukai Yunho. Otte?" Tanya Mr. Go kembali
" Kalau yang dimaksudkan menjodohkan Yunho, kami hanya ingin yang terbaik untuk Yunho. Kami tidak bisa memaksakan kehendak kami. Semua kami serahkan pada Yunho" Ucap Siwon mencoba bijaksana
" Bagaimana Yun? Apa kau mau menerima anak kami?" Tanya Mrs. Go, Ahra tersenyum manis didepan Yunho
" Mianhae, saya hanya datang untuk undangan makan malam. Dan anda pasti tahu apa jawaban saya. Terima kasih atas makan malamnya. Eomma Appa, aku pamit" Ucapnya kemudian berjalan meninggalkan keluarganya
" Yun!" Panggil Kibum, tidak sopan meninggalkan tamu seperti ini bukan?
" Oppa! Apa oppa lebih memilih dia? Jelas - jelas aku lebih unggul!" Teriak Ahra bangkit dari duduknya, Yunho menoleh
" Kau bahkan tidak ada apa - apanya jika dibandingkan dengannya" Ucap Yunho kemudian pergi meninggalkan restoran itu
" Apa maksudnya itu? Apa... Apa Yunho memiliki kekasih?" Tanya Kibum
" Ahjumma belum tahu?" Tanyanya dan Kibum menggeleng. Ahra tersenyum licik " Aniya ahjumma, hanya saja Yunho oppa sedang dekat dengan seseorang dan orang itu sangat matre dan penjilat ahjumma. Aku sangat takut dia melakukan apa - apa pada Yunho oppa"
" Omona... Kasihan Yunho" Ucap Mrs. Go
Kibum terdiam, anaknya tidak akan asal memilih teman apa lagi yang matrealistis. Malah Ahra yang lebih terlihaf matre. Sepertinya dia harus menyelidiki anaknya itu!
Yunho tidak langsung pulang ke apartemennya, dia berjalan disungai Han. Tempat yang paling ingin didatanginya bersama Jaejoong. Dia memikirkan cara agar Jaejoong tetap bersamanya apapun yang terjadi.
Setelah pukul 12 malam Yunho memutuskan pulang dan mendapati Jaejoong tengah tidur di sofa. Ingin rasanya Yunho membopong Jaejoong, namun penolakan Jaejoong tadi siang sungguh membuatnya sakit hati dan akhirnya membiarkan Jaejoong tidur disofa sambil memeluk boneka bambi miliknya.
.
" Ngghhh..."
Jaejoong menyamankan tubuhnya, kemudian bangkit dari tidurnya Dia melihat ke arah jam dinding.
" OMO! Jam tujuh!"
Jaejoong segera berlari kekamarnya untuk mandi kemudian memakai seragamnya Dia langsung membuat bekal dan sadar belum membangunkan Yunho. Dia mengetuk pintu kamar Yunho.
" Yun... Yun..."
Merasa tidak ada jawaban Jaejoong menyentuh knop pintu itu dan membukanya. Kosong. Itulah yang didapati Jaejoong. Jaejoong menghela nafas. Merapikan bekalnya lalu berjalan menuju pintu keluar.
Ting Tong
Jaejoong bergegas membuka pintu kemudian tersenyum.
" Junki ahjusshi!"
" Pagi Tuan... Mari saya akan mengantar tuan ke sekolah"
" Yunho?"
" Tuan Yunho sudah sampai ke sekolah"
" Oh..."
Jaejoong menunduk dan akhirnya mengikuti Junki yang mengantarnya ke sekolah tanpa semangat.
.
~ Jaejoong POV ~
.
Apa Yunie benar - benar marah sampai meninggalkanku seperti ini? Haaaahhhhhhh... Yunie... Bogoshippo... Aku keluar dari mobil dan Junki ahjusshi langsung meninggalkanku. Aku berjalan pelan menuju kelasku.
" Waeyo Joongie?" Dikelas sudah ada Heechul, Junsu dan Kyuhyun
Aku akhirnya menceritakan kejadian kemarin dan teman - teman menyuruhku untuk meminta maaf secepatnya. Karena tadi Junsu melihat Ahra mengikuti Yunho kemanapun.
Istirahat aku tidak melihat Yunho dikantin. Akhirnya aku mencoba mencarinya diperpustakaan. Dan aku melihat pemandangan yang menyakitkan. Dipojok perpustakaan Yunho sedang mengajari Ahra.
Aku menahan nafas. Dengan sengaja Ahra menyentuh punggung tangan Yunho dan Yunho tidak menolaknya. Aku berbalik dan menghilang dari perpustakaan.
" Hiks... Yunie pabbo! Pabbo!" Teriakku
Pulang sekolah Junki ahjusshi menjemputku karena Yunho sudah pergi keperusahaan ayahnya. Aku menghela nafas kembali. Dia benar - benar mengacuhkanku.
Sudah beberapa hari ini Yunie menghindariku, bahkan enggan melihatku. Yunho baru akan pulang saat jam menunjukkan pukul satu dini hari. Bahkan di sekolah dia lebih dekat dengan Ahra sekarang. Apa benar kesalahanku benar - benar fatal? Hiks... Saranghae Yunie Pabbo!
Aku menyandarkan tubuhku pada dinding. Saat ini aku bolos jam pelajaran terakhir, sebentar lagi bel berbunyi.
" Kau sedang apa?" Aku membuka mata.
" Ah... Sunbae"
" Waeyo? Kau belum berhasil meminta maaf?"
" Ne..." Sunbae duduk disampingku
" Cepatlah... Sebelum terlambat"
" Ne... Aku tahu sunbae"
" Kau tahu? Keluargaku bilang keluarga Go akan melamar Yunho untuk Ahra minggu nanti"
" MWO?!" Teriakku
" Kau tidak mau itu terjadikan?"
Aku menggeleng
" Kau ingin dia hanya milikmu?"
Aku mengangguk
" Kau mencintainya?"
Aku mengangguk lagi
" Cepatlah... Ntah dia dimana sekarang... Sebelum dia direbut orang lain katakan kau mencintainya dan buatlah dia hanya milikmu"
Aku mengangguk kemudian berdiri karena mendengar bel berbunyi.
" Gomawo sunbae"
Aku segera berlari menuju kelas, mengambil tas dan berpamitan pada temanku kemudian berlari menuju parkiran. Tempat dimana Junki ahjusshi menungguku dan Bingo! Dia disana.
" Ahjusshi ahjusshi!"
" Ne tuan? Kenapa semangat sekali?"
" Antar aku menemui Yunie! Ne ne ne?!" Ucapku semangat
" Tapi, tuan Yunho sedang rapat di Busan dan nanti malam baru pulang"
Aku menghela nafas, Busan? Hahh...
" Antarkan aku pulang saja kalau begitu"
" Ne..."
Aku memasuki apartemen dengan lemas. Akh sungguh merindukannya. Aku menyukai caranya menggenggam tanganku, mencium keningku dan caranya memelukku. Aku buka kamar Yunho. Rapi sekali? Aku begitu merindukannya sampai membuka kemejaku dan memakai kemeja serta jas yang dia pakai. Kemudian aku berbaring dan memeluk boneka bambi Yunho.
" Aku merindukannya bambi ya... Jongmal bogoshippo... Yunie... Hiks... Pabbo..."
.
~ Jaejoong POV End ~
.
Ceklek
Pintu apartemen itu terbuka saat jam menunjukkan pukul dua belas malam. Yunho, namja yang membuka pintu itu masuk dan menghela nafasnya. Rapat kali ini benar - benar membuatnya pusing.
Dia berjalan menuju dapur dan meminum air putih. Pandangannya tertuju pada sofa namun tidak menemukan seseorang yang dia rindukan.
Yunho marah padanya bukan berarti tidak mencintai namja cantik itu. Dia tidak pernah berfikir untuk melepaskannya sekalipun harus mengurungnya. Asal bisa berada disampingnya, Yunho sanggup menyingkirkan apapun. Namun kali ini, Yunho ingin sedikit menghukum namja cantiknya.
Sang sekretaris, Junki selalu bercerita apapun tentang Jaejoong padanya dan hal itu membuat Yunho ingin mengerjai kekasihnya itu.
Yunho membuka pintu kamarnya dan kaget melihat sebuah gundukan diatas tempat tidurnya. Yunho mendekat dan menahan hasrat untuk memeluk bidadari itu. Pandangan rindu itu berubah kembali menjadi datar. Dia menggoyangkan lengan Jaejoong.
" Nghhh..."
" Tidurlah dikamarmu" Ucap Yunho sembari membelakanginya dan melonggarkan dasinya
Sret
" YUNIE! Pekik Jaejoong kaget
" Kembalilah kekamarmu"
.
.
.
.
~ TBC ~
.
.
Chap 7 up!
Annyeong!
Lho kok dikit kayak drabble? Emank... Chap yang ini mank pendek kok. Mohon jangan kecewa ya... ^^
Chap depan panjang kok...
Mpreg? Liad nanti yaaaa .
Tenang aja Yunpa na ga bakal salah paham, kan udah di bilang ini ff dibikin fluff aja... ringan aja... Kasian konfik mulu ToT
Trus, thanks lagi buat babyblue137 eonnie yang selalu rajin merhatiin typos aq, ya ampuuunn... trus perhatiin sampe ga ada typos lagi ya . Cho bakal brantas dan membumihanguskan para typos!
Thanks yang udah luangin waktunya buat baca, tulis ripiu, follow dan juga fav
leeChunnie, diahmiftachulningtyas, qonitah, danactebh, babyblue137, yuu, Ega EXOkpopers, Guest, luciferkyu, bearjung, Dee chan - tik, Endeh N, kim jeje, manize83, Clein cassie, YunHolic, ita, Yjae.
Tanpa kalian Cho bukan apa - apa... ( Halah lebay...)
Sampai jumpa next chapter yaa ^^
