One more chance

Chapter 7

Disclaimer: naruto bukan milikku

TYPO...TYPO...TYPO

Seorang pria berpakaian rapi terlihat sedang duduk disebuah sertoran cepat saji, dia sesekali melihat jam tangan yang dia kenakan mungkin dia sedang menunggu seseorang, sepertinya itu benar matanya tertuju pada seorang wanita yang baru saja masuk kedalam restoran itu.

Wanita itu melihat kanan dan kiri sedang mencari seseorang dan mata tertuju pada seorang pria yang sedang menatapnya dari kursi disudut restoran itu, dia berjalan menuju pria yang tengah menunggunya dengan memperlihatkan senyuman manis pada sipria.

Terlihat wanita itu senyum menyesal karna keterlambatannya yang membuat sipria menatapnya dengan kesal.

"sasuke maaf aku terlambat tadi jalanan macet jadi aku tidak bisa sampai tepat waktu, jangan marah ya sasuke" kata wanita tadi yang sedang minta maaf pada pria yang sejak tadi menunggunya yang diketahui bernama sasuke

"tidak perlu minta maaf sakura aku mengerti, aku juga belum lama menunggumu" kata sasuke yang menunjukan senyuman pada wanita yang diketahui bernama sakura, sebenarnya mereka bisa saja bertemu dirumah tapi mereka sangat jarang makan siang bersama karna tempat kerja mereka yang berbeda jadi mereka sangat jarang menghabiskan waktu makan siang bersama.

Setelah pernikahan mereka dua tahun lalu mereka jadi sering menyempatkan diri untuk bertemu saat makan siang walaupun tempat kerja mereka berjauhan, sebenarnya sasuke selalu mengatakan pada sakura agar tidak perlu bekerja dan tidak perlu bersusah payah seperti ini.

Tapi sakura bukan tipe wanita yang hanya dirumah dan menunggu suaminya pulang, dia ingin membuktikan bahwa dia juga berguna bagi sasuke dan dia tidak ingin menjadi beban bagi sasuke karna itu dia berusaha untuk tidak merepotkan sasuke.

Sebenarnya sasuke menawarkan pekerjaan dikantornya tapi sakura tidak mau karna dia tidak mau memanfaatkan nama suaminya untuk masuk diperusahaan suaminya, sasuke adalah seorang direktur sebuah perusahaan besar dikonoha yang diwariskan orang tuanya jadi memasukan sakura dalam perushaannya bukanlah hal yang sulit tapi sakura adalah tipe wanita keras kepala jadi sasuke tidak bisa melakukan apa-apa.

Walaupun jarang bertemu bukan berarti rumah tangga mereka tidak harmonis, mereka justru terlihat sangat mesra saat bersama.

"hari ini benar-benar melelahkan" sasuke yang sejak tadi mendengar keluhan dari istri tercinta hanya bisa tersenyum melihat tingkah istrinya yang sedang makan burger dengan lahapnya terlihat ada sisa saus yang menempel dipipi halus sakura.

"kau ini seperti anak kecil saja sakura" kata sasuke yang sedang mengelap saus yang menempel pada pipi sakura

Sedangkan sakura hanya menanggapinya dengan senyum manis diwajahnya yang membuat dia semakin cantik dimata sasuke

"oh iya sasuke kita dapat undangan reuni sekolah, aku ingin sekali datang aku merindukan teman-temanku waktu sma dulu,waktunya sabtu ini menurutmu bagaimana? Apa kita akan datang ?" sakura bertanya pada suaminya yang terihat berpikir sejenak

"kalau kau sangat ingin datang tidak masalah, tidak ada salahnya mengenang kembali masa sekolah kita" kata sasuke yang kembali menyeruput kopinya

"yeahhh suamiku kau baik sekali, aku mencintaimu" kata sakura sambil memeluk sasuke dan mencium pipinya, sasuke hanya bisa senyum melihat tingkah istrinya yang merutnya lucu sedangkan pengunjung retoran cepat saji yang sejak tadi melihat mereka hanya bisa iri degan kemesraan pasangan sasuke dan sakura

Hari sabtu

Terlihat sasuke dan sakura sedang masuk kedalam mobil bersiap menuju tempat reuni sekolah mereka, senyum tak pernah lepas dari wajah sakura karna dia sangat besemangat mengingat seperti apa teman-temannya sekarang setelah begitu lama tidak bertemu.

Memang setelah mereka lulus dari sekolah, mereka semua terpencar mengapai impian masing-masing hinga tidak ada aktu untuk saling menghubungi satu sama lain.

Karna jarak rumah mereka yang cukup jauh dari sekolah mereka dulu jadi dibutuhkan waktu sekitar sejam untuk sampai ketempat tujuan.

Dari kejauhan terlihat pintu gerbang sekolah yang dulu selalau mereka lewati pertanda bahwa mereka suah sampai ketujuan.

"akhirnya sampai juga, rasanya sudah lama aku tidak melihat tempat ini,sama sekali tidak ada yang berubah, aku jadi ingat masa-masa sekolah dulu" kata sakura bersemangat sementara sasuke melihat kanan kiri untuk mencari tempat parkir.

Setelah sasuke memarkir mobil, mereka langsung menuju aula sekolah tempat diadakannya reuni dinginnya malam tak menghalangi semangat sakura untuk bertemu teman-teman lama.

Setelah beberapa menit berjalan mereka sampai juga diaula sekolah terlihat benyak orang-orang yang sedang mengobrol dengan asiknya

"sakura, kau sakura kan?" kata seorang gadis pirang panjang yang memanggil nama sakura, yang merasa dipanggilpun menoleh kearah suara itu.

"ahh, ino apa ini benar kau, kau semakin cantik saja" kata sakura kepada teman lamanya yang bernama yamanaka ino.

"tentu saja aku sejak lahir memang sudah cantik jadi tidak perlu dipertanyakan lagi" kata ino sambil menyombongkan diri

"kau ini baru dipuji sekali saja sudah ngelunjak, aku jadi menyesal memujimu" kata sakura pura-pura gambek

"hahaha kau ini tidak berubah ya sakura, dan sasuke juga tidak banyak berubah tetap saja dingin tapi dia semakin tampan, kenapa sasuke tidak menikah denganku saja sih" kata ino sambil melerik sakura yang menatap tajam padanya "aku cuma bercanda sakura jangan terlalu serius begitu" sambung ino lagi "eh ayo kita ambil minum disana" kata ino lagi yang dengan seenaknya menarik sakura mininggalkan sasuke yang hanya matung ditempat tadi.

"sasuke lama tidak bertemu ya" sapa seorang pria berrambut panjang dari arah belakang sasuke

"kita baru bertemu minggu lalu neji" jawab sasuke dingin, sementara pria yang bernama hyuga neji ini hanya senyum menanggapi jawaban sasuke.

"kenapa kau terlihat kecewa begitu melihatku, aku pikir kau tidak akan pergi keacara tidak penting seperti ini" kata neji pada sasuke, sebenarnya mereka adalah rekan bisnis jadi mereka cukup sering bertemu.

"bukan urusanmu" jawab sauke sambil meninggalkan neji menjauh dari keramaian

Sasuke berjalan menuju kekelasnya dulu yang ternyata tidak dikunci, sasuke lalu duduk ditempat dulu dia duduk dia teringat saat dia masih sekolah banyak sekali yang terjadi tapi yang paling dia tidak bisa lupakan adalah naruto.

Laki-laki pirang yang pernah menjadi bagian hidupnya sepuluh tahun yang lalu, bagaimanapun sasuke berusaha melupakan naruto dia tetap ada dihati sasuke tempat yang paling dalam dihatinya.

Sejak kepergian naruto semuanya berbeda bagi sasuke, hidup jadi sesuatu yang mudah untuk dijalani semua yang diinginkan sasuke menjadi kenyataan, dari warisan yang sudah sah menjadi milik sasuke sepenuhnya, sakura yang begitu setia kepadanya, semua yang sasuke inginkan dengan mudah bisa didapat.

Tapi sebahagia apapun hidup sasuke dia tetap merasa ada sesuatu yang kurang, senyuman itu, tawa itu, wajah itu,karna bagi sasuke naruto tidak pernah pergi dari hatinya

Sasuke hanya menatap datar papantulis yang ada didepannya, tidak ada yang perlu disesali semunya sudah bejalan seperti yang semestinya

Tiba-tiba terdengar seseorang membuka pintu kelas, sasuke mengarahkan pandangannya kepintu kelas yang tiba-tiba terbuka, terlihat seseoarang pria yang mengenakan pakaian rapi berdiri didepan pintu kelas.

Sasuke menatap orang yang masaih berdiri disana, perasaan sasuke bercampur aduk karana melihat pria itu, rasa cinta, rindu, dan penyesalan, sasuke tidak tau apa yang harus dia lakukan sasuke bingung harus berkata apa, haruskah sasuke belari kesana dan memeluknya atau sasuke harus pergi dan meninggalkannya sasuke tidak bisa memikirkan apapun, tapi sosok itu mengatakan suatu.

"sasuke" kata pria itu

"naruto" hanya kata itu saja yang mampu dikatakan sasuke, sebuah nama yang sudah sangat lama tidak di ucapkan.

Ditempat acara reuni

"ino kemana sih, kenapa dia malah meninggalkanku, sasuke juga kenapa malah menghilang" kata sakura bingung dengan keberadaan temannya dan suaminya, saat sakura berbalik tiba-tiba.

BRUKKK

Sakura menabrak seseorang yang ada dibelakngnya, seorang pria tampan berrambut merah yang pakaiannya ternoda karna minuman yang sakura bawa tumpah di pakaian pria itu, saskura pun panik dan berusaha membersihkan pakiaian pria itu.

"ma-maafkan saya, saya tidak sengaja, saya akan membersihkannya" kata sakura sambil terus berusaha membersihkan pakaian pria itu

"sudah tidak apa-apa saya tau anda tidak sengaja" kata pria itu sambil tersenyum pada sakura

"tapi pakaian anda jadi kotor" kata sakura menyesal

"tidak apa-apa nona emm" kata sasori

"sakura, nama saya uchiha sakura panggil saja sakura dan anda?" kata sakura lagi

"Saya sasori, akasuna sasori anda boleh memanggilku sasori" kata sasori memperkenalkan diri pada sakura

"sekali lagi maafkan aku ya sasori" kata sakura yang lagi-lagi memita maaf pada sasori

"sudahlah tidak usah dipikirkan, ngomong-ngomong kenpa kau tiba-tiba berbalik?" tanya sasori

"itu aku sedang mencari suamiku, sepertinya dia tadi disini tapi sekarang sudah tidak ada" jawab sakura

"oh kebetulan sekali aku juga sedang mencari seseorang, kalau begitu bagaimana kalau kita cari mereka bersama?" kata sasori memberikan ide

"itu ide yang bagus, tapi sebaiknya kita cari mereka kemana ya?" kata sakura bingung

"sepertinya mereka tidak ada di ruangan in sebaiknya kita cari mereka diluar" usul sasori

"kalau begitu baiklah, ayo kita cari" ajak sakura

Ditempat sasuke dan naruto

"sasuke"

"naruto"

Mereka saling menatap satu sama lain, lalu naruto berjalan kearah sasuke dan duduk di sampingnya, lama mereka salaing berdiam tapi akhirnya sasuke yang mertama mebuka suara.

"bagaimana kabarmu naruto?" tanya sasuke

"baik" jawab naruto singkat

"oh" kata sasuke lebih singkat lagi

Lagi-lagi mereka diam, suasana canggung yang terjadi diantara merka berdua. Sasuke tidak tau harus berkata apa, hanya satu yang terpikir oleh sasuke.

"maaf" kata sasuke dengan suara berat

"tidak perlu"

"aku tetap ingin minta maaf"

"terserah"

Hening lagi sasuke merasa ada dinding yang tidak terlihat diantara dia dan naruto, naruto tetap terasa jauh.

"kenapa kau pergi?" tanya sasuke

"karna aku ingin" jawab naruto

"maaf" kata sasuke

"terserah"

"aku masih mencintaimu, adakah kesempatan kedua untukku?" tanya sasuke

"yang namnya kesempatan kedua itu tudak pernah ada, aku akan kembali ketempat acara" jawab naruto sambil bejalan keluar kelas diikuti sasuke yang mengekor di belakangnya

Dipepan tempat acara, sasuke melihat sakura bersama seorang pria berjalan kearahnya, sepertinya sakura agak terkejut melihat naruto yang berjalan disamping sasuke. Kenapa naruto ada disini?, kenapa naruto bisa bersama sasuke?, apa terjadi sesuatu antara mereka berdua?, petanyaan itu masuk ke pikiran sakura dia merasa hawatir jika sasuke bepaling darinya seprti sepuluh tahun yang lalu.

Tapi sakura menyingkirkan semua pikiran negatifnya dan memilih percaya pada sasuke.

"sasuke kau dari mana saja dan kenapa kau bersama naruto?" tanya sakura pada suaminya

"kami kebetulan bertemu, kau tenang saja kami tidak melakukan apapun" jawab naruto yang seenaknya membalas perkataan sakura, sedangkan sasuke hanya diam dengan wajah datar

"naruto kenapa kau menghilang begitu saja, aku sangat menghawatirkanmau" kata sasori dengan nada hawatir sambil memeluk naruto

"kalian saling kenal?" tanya sakaura pada sasori

"dia adalah orang yang aku bicarakan tadi, dia istriku eh maksudku dia suamiku" kata sasori

Perkataan sasori membuat sasuke dan sakura terkejut ternyata naruto sudah menikah, sasuke hanya tersenyum sedih mendengarnya.

"ayo kita pulang, aku tidak ingin lagi ada disini" kata naruto sambil menarik sasori

"bailah kalau itu maumu, sakura sasuke kami duluan ya" kata sasori sambil berlalu bersama naruto

'ternya memang sudah tidak adalagi kesempatan bagiku' pikir sasuke miris

Karna yang namanya kesempatan kedua itu tidak pernah ada...

End

Review/review/review

orionMIRAKURUN