kuroko no basuke by fujimaki tadatoshi
(no profit gained from this ff)
warning: ooc, typo(s), etc.
ENJOY!
.x.
"Sei-kun... A-Aku t-takut," kata Kuroko membuka pembicaraan.
"Jangan takut, Tetsuya. Jika kau takut, bukan kenikmatan yang akan diterima tapi kesakitan yang akan terasa." Akashi membelai kepala Kuroko. Ingin menenangkan tapi wajah mesum yang dipasang meminta untuk ditampar, begitu pikir Kuroko.
Kedua tangan terikat di atas kepala—digerakkan. Niatnya ingin meloloskan diri dari jeratan, tapi setan merah malah berpikir sedang digoda. Badan sudah telanjang tanpa sehelai benang. Dinginnya AC dengan sangat mudah menerpa.
Akashi sendiri masih berpakaian lengkap. Katanya takut Kuroko mendadak serangan jantung jika roti sobek ditunjukkan. Kuroko mendengus tak suka. Punya pacar sombong memang sangat menyiksa. Belum lagi ditambah kadar kemesuman yang setara iblis dari neraka. Kuroko berdoa semoga saja dirinya masih bisa selamat.
Akashi melakukan pergerakan di dalam lubang milik Kuroko tentu saja. Kuroko yang masih takut malah bergerak tak tentu arah. Menggigit pun juga jadi serangan. Tanpa pikir panjang, Kuroko langsung saja menggigit jemari Akashi yang kebetulan ada di dalam mulutnya. Akashi jadi kewalahan.
"Tetsuya, jangan digigit!" Akashi mengingatkan.
"Tidak mau! Aku tidak mau! Aku mengurungkan niat! Aku tidak mau, Sei- kun! Lepaskan! Kalau tidak dilepaskan, akan kugigit jari Sei-kun sampai lepas dari telapak tangan!" Hati-hati, malaikat juga bisa berubah menjadi iblis. Akashi agaknya takut juga mendengar perkataan sang pujaan hati.
"Mau tak mau," pikir Akashi, "daripada jemariku lenyap," pikir Akashi lagi.
Akashi pun segera mencari sesuatu di dalam kotak—kotak neraka bagi Kuroko. Entah segala macam benda apa yang ada di sana. Akashi memang unik.
"Maaf ya, Tetsuya..." Akashi meminta maaf sebelum bertindak. Terlihat benda tak asing di jangkauan mata. Kuroko mendelik segera. Badan digerakkan lagi membuat perlawanan.
Tapi Akashi memang kuat luar biasa. Dengan mudah Akashi dapat menahan kepala Kuroko dengan satu tangan. Tangan yang satu lagi segera memasang ball gag di mulut Kuroko, misi berhasil dilakukan. Akashi kemudian tersenyum setan.
Omong-omong, sebenarnya jemari Akashi sudah dilepas sedari tadi oleh Kuroko sebelum Kuroko mengamuk meminta permainan dihentikan. Memang dasar Akashi saja yang dendam kesumat. Dendam ingin memberikan nikmat. Dasar setan laknat!
"Urmhhh!" Seharusnya Kuroko diam saja. Lihat! Akashi sudah memasang seringai mesum bersiap-siap melanjutkan permainan yang tertunda. Semoga saja Kuroko selamat.
Chapter 7 FIN
