Please, Stay Here

Chapter 6

Main cast :

Kim Samuel

Kim (Lee) Daehwi

.

.

.

"So where are we going?" tanya Samuel tanpa memandang Daehwi karena ia harus fokus menyetir.

"Pertama kita pergi ke pameran music, kedua ke Lotte World, ketiga ke Hanggang Park, dan terakhir kita wisata kuliner" ujar Daehwi kelewat semangat saat membayangkan tempat tempat yang ingin ia kunjungi.

"Arraseo Nyonya Kim" ledek Samuel

"Yakk"

.

.

.

SKIP

.

.

.

Mobil hitam itu berhenti di salah satu tempat parkir yang kosong. Daehwi segera turun dari mobil lalu mengamati suasana ramai di pameran musik yang diselenggarakan sambil tersenyum lebar.

"Ayo Sam cepat!"

Samuel hanya tersenyum tipis dan segera menghampiri istrinya yang sudah sangat tidak sabar.

Ia memperhatikan Daehwi yang memakai sweater pink muda dan jeans putih panjang yang membalut kaki rampingnya serta sepatu sneakers. Sementara ia sendiri menggunakan hoodie putih dan ripped jeans serta sepatu timberland.

Mengingat baju, ada sedikit masalah tadi

.

.

FLASBACK

.

.

"Sudah selesai.. ayo Sam kita pergi"

Daehwi keluar dari kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Samuel memperhatikan apa yang dikenakan Daehwi.

Daehwi menggunakan sweater pink dan celana jeans yang hanya menutupi setengah pahanya.

"Ganti celana mu baby itu terlalu pendek.. hari ini sedikit dingin, nanti kau sakit"

"Tak apa Sam.. aku tak akan jatuh sakit semudah itu ko. Lagi pula aku sudah menggunakan lengan panjang kalo perlu nanti aku pake jaket" bela Daehwi.

Samuel menggelengkan kepala tanda tak setuju.

"Ayolah Sam" rayu Daehwi.

Samuel berjalan mendekat kearah Daehwi dan berhenti pada jarak yang hanya 10 cm antara wajahnya dengan wajah Daehwi. Daehwi menelan ludah karena wajah Samuel berubah menjadi dingin.

"Ganti baby.. aku tak suka kau memperlihatkan pahamu pada orang lain karena kau hanya boleh memperlihatkannya padaku" ucap Samuel dengan nada rendah.

Setelah Samuel mengucapkan itu ia langsung melumat bibir Daehwi ganas dan menahan tengkuk Daehwi, Daehwi yang terkejut karena ciuman Samuel yang mendadak hanya bisa menutup mata dan berusaha mengimbangi lumatan yang Samuel berikan.

Mereka berciuman panas hingga Daehwi memukul pelan dada Samuel karena ia kehabisan nafass dan untuk menghentikan tangan Samuel yang sudah berkeliaran di tubuh Daehwi yang jika tak dihentikan maka mereka tidak jadi keluar hari ini.

Samuel melepas tautan itu tak rela, Ia memandang Daehwi yang masih sibuk mengatur nafasnya dan jangan lupakan bibir Daehwi yang menjadi merah mengkilap.

"Itu hukuman untukmu sayang"

.

.

FLASBACK END

.

.

"Kajja kita masuk"

Daehwi berniat berlari masuk sebelum ada yang mencekal tangannya. Daehwi menoleh dan menemukan Samuel memasang wajah tenangnya jangan lupakan tangan Samuel yang menggenggam lembut tangan Daehwi.

"Tidak usah lari lari sayang.. nanti kau hilang bagaimana! Kau itu kecil nanti aku akan sulit menemukan mu diantara kerumunan orang"

Daehwi merengut lucu mendengar perkataan Samuel.

"Bilang saja kalau aku pendek"

"Aku tidak bilang kau pendek, aku kan bilangnya kau kecil"

"Sama saja"

"Sudah ayo masuk dan kita harus berfoto didalam"

"AYO!"

Seketika Daehwi melupakan masalah tadi dan memasang wajah nya yang seperti anak kecil yang akan dibelikan es krim berukuran jumbo.

Mereka berdua sibuk melihat lihat apa yang ada di dalam pameran sesekali menyempatkan diri berfoto bersama, bahkan Daehwi sedari tadi tidak berhenti mengoceh tentang ini itu.

Lalu saat di tengah perjalanan tiba tiba Daehwi menghentikan langkah kakinya dan memandang sesuatu dengan intens yang berjarak kira kira 10 langkah darinya.

Samuel yang merasa Daehwi menghentikan langkahnya dan tak lagi berbicara memandang Daehwi.

Lalu Samuel mengikuti arah pandang Daehwi.

"AKHIRNYA AKU MENEMUKAN NYA !"

Para pengujung menolehkan kepala mereka setelah mendengar teriakan Daehwi. Samuel pun membungkukan badan nya merasa tak enak karena kelakuan istrinya.

Samuel mengikuti langkah Daehwi yang berhenti di sebuah patung yang hanya kepalanya saja (ngertikan maksut author) di atas penyangga putih.

Disamping patung terdapat sebuah nama.

.

.

"Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791)"

Musisi Legendaris Dunia

.

.

"Samuel fotokan aku"

Daehwi sudah bersiap dengan posenya dan Samuel yang sedang menfoto Daehwi dengan handphonenya.

"Sudah?" tanya Samuel karena sudah ada sekitar sembilan foto yang ia ambil di patung itu

"Ini yang terakhir"

Daehwi memposekan diri mencium sang patung. Samuel membolakan matanya melihat Daehwi yang hanya sedikit lagi menyentuh sang patung dengan bibirnya.

"Tidak tidak tidak… tidak boleh cium patungnya sayang" Samuel segera menarik Daehwi agar tidak terlalu dekat dengan patung itu.

"Gak nempel kok Sam.. ayolah aku janji ini yang terakhir" Daehwi mengeluarkan jurus aegyonya yang paling ampuh.

"If I say no then no!" Samuel mengacuhkan aegyo Daehwi.

"Wae?"

"Kasihan nanti istri patungnya cemburu trus nanti pasti kamu di samperin malem malem gimana.. Mendingan cium aku saja"

"-_-!"

.

.

SKIP

.

.

Sekarang mereka berdua sedang berada di pintu masuk Lotte World.

"Ayo Sam kita masuk" Daehwi menarik tangan Samuel.

"Iya sayang tapi kita harus beli tiket dulu"

"Oh iya aku lupa… cepat Sam beli tiketnya" perintah Daehwi.

"Untung cinta"

.

.

Setelah mereka membeli tiket dan melewati penjaga pintu masuk,

Daehwi agak sebal pada yeoja penjaga gerbang Lotte World yeoja itu memandang Samuel tanpa berkedip serta mengeluarkan senyum lebar yang menurut Daehwi mengerikan, beruntung Samuel tak menanggapinya jadi ia tak jadi cemburu.

Daehwi mengambil sebuah peta wahana yang tersedia kemudian ia melihat lihat wahana apa saja yang ingin ia coba. Namun masalahnya hampir semua wahana ingin ia coba.

"Sam aku ingin mencoba banyak wahana, tapi apa waktunya cukup setelah dari sini kita masih harus pergi ke Hanggang Park dan wisata kuliner" adu Daehwi.

"Kalau begitu pilih yang paling kau ingin kan"

"Oke"

"Sebelum itu ayo makan dulu.. kau tau aku belum makan dari pagi"

"Sungguh.. baiklah kita makan dulu agar kau tidak terlihat seperti tulang yang berjalan"

Samuel hanya bisa mengelus dada sabar (*mau dibantuin kagak bang :v)

.

.

.

"Baiklah kau ingin mencoba apa lagi?"

Mereka sudah mencoba beberapa wahana yang paling di ingin kan Daehwi.

"Sebenarnya masih banyak tapi ini sudah sore" jawab Daehwi dengan terus menyuapkan es krim ke mulutnya dan sesekali membaginya dengan Samuel.

"Kau tak ingin naik itu" Samuel menunjuk wahana Bianglala yang sering orang bilang tempatnya orang pacaran.

Daehwi mengikuti telunjuk Samuel dan kemudian menggeleng mantap.

"Aku ingin naik menaiki wahana ini bersama dengan kau dan anak mu" ujar Daehwi sambil tersenyum manis karena membayangkan saat hari itu tiba.

"Ralat anak kita sayang"

"Ya ya ya… anak kita kau puas"

"Sangat… baiklah kita mencoba itu saja" kali ini telunjuk Samuel mengarah ke sisi kiri Daehwi.

Daehwi kembali melihat apa yang Samuel tunjuk dan seketika wajahnya menjadi sangat datar setelah mengetahui apa yang ingin Samuel coba.

Coba tebak apa itu!..

.

Ya rumah hantu hal yang kedua setelah kemarahan ayahnya yang Daehwi paling takuti.

"No no and never… sudah ayo kita keluar saja"

Samuel tertawa keras karena penolakan Daehwi, karena sebenarnya ia tahu kalau istrinya paling anti dengan yang namanya hantu tapi karena dasarnya ia jahil jadi ia mencoba mengajak Daehwi.

Daehwi berjalan mendahului Samuel, membuat Samuel harus mengerjar Daehwi

.

.

.

.

.

.

TBC

Double update!