Anyeooongggg chingu..
Baru 2 hari.. Jangmi udah comeback dengan chap baru.. xixixi.. *mumpung weekend dan lagi ada mood
Bagi yang udah review, follow maupun fav.. Jangmi ucapkan banyak-banyak terima kasih, Mian belum sempet dibales..
Kamsahamnidaaaa... *deep bow
Happy Reading! ^^
CHAPTER 7
NORMAL POV
Jaejoong mempoutkan bibirnya sambil menatap kesal pada punggung namja dan yeoja di depannya. Tangan kanannya memegang sebuah es krim cone yang diberi oleh yeoja di depannya itu. Ia menghentak-hentakkan kakinya dengan keras agar namja di depannya menyadari keberadaannya dan memperhatikannya. Perilaku Jaejoong saat ini sudah sangat mirip dengan anak balita yang mencari perhatian kedua orang tuanya.
"Haissssshhhh... pabbo.. pabbo bear pabbo" gerutunya kesal sambil tetap menghentak-hentakkan kakinya.
Jaejoong sadar ini adalah akibat ulahnya tadi pagi mengizinkan Ahra bermain bersama mereka. Alhasil, sejak tadi Ahra memonopoli Yunnie nya tanpa sempat Jaejoong cegah dari pagi sampai makan siang tadi. Meninggalkan Jaejoong sendiri bermain di Dreamland Park ini. Jaejoong tidak habis pikir, ternyata ada yeoja yang se-agresif Ahra. Yeoja itu bahkan terang-terangan menggandeng tangan Yunnie-nya. Melihat itu, Junsu juga malah menyalahkan Jaejoong. Membuat otak dan hati Jaejoong mendidih. Untung saja hari ini bukan hari libur, jadi taman bermain ini cukup sepi sehingga tidak ada yang merecoki mereka. Hei, kau ingat bukan bahwa Ahra dan Yunho adalah aktor? Apalagi ditambah dengan Kibum dan Siwon, mereka pasti bakal jadi incaran semua orang.
Sebenarnya Yunho sejak tadi sudah menyadari kekesalan Jaejoong pada Ahra, tetapi Yunho ingin memberi Jaejoong sedikit pelajaran atas keputusannya membiarkan Ahra ikut. Lagipula dia juga tidak dapat berbuat apa-apa jika Jaejoong sudah memutuskan seperti ini. Ia hanya tersenyum kecil melihat Jaejoong dari sudut matanya. Ia malah berfikir jika Jaejoong sangat imut dan cantik saat sedang kesal seperti itu.
"U-Know.. ayo kita naik permainan itu.." ucap Ahra manja pada Yunho sambil bergelayut di tangan Yunho, membuat Jaejoong mendelikkan matanya.
"Hm.." jawab Yunho.
"Kalau begitu kalian saja.. aku dan Junsu ingin istirahat sebentar disini.." ucap Yoochun yang diikuti anggukan Junsu.
"Eh? Aku dan Siwon ingin naik permainan yang disana.. bagaimana kalau kita bertemu lagi disini?" tanya Kibum.
"Ya sudah kalau begitu, ayo Jae.." ajak Yunho, mengulurkan tangannya pada Jaejoong.
"Ani, aku juga lelah, aku disini saja bersama Yoochun oppa dan Sue-i" ujar Jaejoong.
"Baiklah.. Siwon hyung, kalian pergilah, kami menunggu disini.." ujar Yunho lagi.
"Arra.. kajja Bumie.." Siwon pergi sambil menggandeng lengan Kibum.
"Tapi.. aku benar-benar mau naik permainan ituu.. ayolah U-Knooww.." rengek Ahra sambil menarik-narik lengan Yunho, Junsu langsung menatap padanya kesal.
"Ya! Kau tak tahu kalau kami lelah?" cecar Junsu kemudian.
"Loh? aku kan tidak mengajak kalian? Aku hanya mengajak U-Know untuk menemaniku, kalian bisa beristirahat disini.." ujar Ahra
"Ya! Kauu.."
"Sudahlah Sue-ie.. Oppa, temanilah Ahra eonnie.." Jaejoong memotong kalimat Junsu dan berkata pada Yunho. Yunho langsung menatap tajam padanya.
"Jae.." lirih Yunho letih sambil menatap Jaejoong memohon.
"Sudahlah oppa, kasian kan Ahra eonnie?" ujar Jaejoong lagi.
"Apa kau yakin? Apa kau tidak apa-apa?" tanya Yunho.
Jaejoong tidak menjawab, ia malah memalingkan wajahnya dari Yunho.
"Nah, Kajjaaa U-Know, kau tak usah khawatir, adikmu itu sudah besar, lagipula dia akan dijaga oleh Yoochun ssi dan Junsu ssi, benar kan Junsu ssi?" tanya Ahra seraya menarik tangan Yunho.
"Eh? N.. ne.." Junsu menjawab ragu.
"Ta.. tapi.." Yunho berusaha mengelak dari ajakan Ahra. Ia mencoba menatap mata Jaejoong, tapi Jaejoong masih setia memalingkan wajahnya. Jaejoong malah beranjak duduk di bangku taman di dekat mereka.
"Nah, tunggu disini yaaa.." ujar Ahra seraya menyeret Yunho.
Junsu menatap cemas ke arah Ahra dan Yunho kemudian berbalik menatap Jaejoong yang kini menundukkan kepalanya. Yoochun hanya geleng-geleng kepala dan kemudian pamit kepada Junsu untuk membeli minuman untuk mereka. Junsu bergegas menghampiri Jaejoong yang duduk di bangku taman yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
PLETAK
"Ya! apa-apaan kau ini Joongie?" teriak Junsu seraya menjitak kepala Jaejoong. Ia kemudian duduk di sisi Jaejoong. Tapi ternyata yang dijitak hanya diam saja dan tetap menundukkan kepalanya. Junsu terdiam sebentar dan merundukkan kepalanya, berusaha melihat wajah sahabatnya itu.
"Jongie?" ujarnya lagi, kali ini lebih pelan.
"Hiks.." isakan pelan terdengar dari sahabatnya itu, membuat Junsu semakin khawatir. Ia memegang kedua sisi kepala Jaejoong dan memaksa Jaejoong untuk menghadap ke arahnya. Junsu kemudian melihat ternyata wajah sahabatnya itu sudah memerah dan basah disebabkan aliran air mata yang sejak tadi dikeluarkannya.
"Omoooo... Jonggiieeeeee..." Junsu terkejut, ia langsung memeluk sahabatnya itu dan menepuk-nepuk punggungnya, berusaha menenangkan.
"Hiksss.. Sue-ieee.. hikss.. akuu..huweeee.." tangis Jaejoong malah bertambah keras mendapat perlakuan Junsu.
"Ssstt... uljima Jongiee..." akhirnya Jaejoong melepaskan semua kegundahan dan kekesalan hatinya yang ia tahan sepanjang hari ini di pelukan Junsu. Junsu hanya menunggu Jaejoong selesai menangis seraya mengusap-usap punggung dan kepala Jaejoong. Junsu tahu bahwa Jaejoong pasti merasa sangat sakit hati melihat namjachingunya bersama Ahra yang jelas-jelas menyukai namjachingunya. Junsu sedikit merasa bersalah telah membentak dan menjitak kepala Jaejoong tadi.
"Gwenchana?" Tanya Junsu setelah Jaejoong selesai menangis. Jaejoong hanya mengangguk sambil mengusap air matanya.
"Minumlah.." ujar Yoochun yang ternyata sudah ada di samping mereka tanpa mereka sadari. Jaejoong mengambil minuman dari tangan Yoochun dan meminumnya perlahan.
"Eh? Jaejoongie? Kau menangis?" Tanya Kibum, ia bersama Siwon datang menghampiri YooSuJae yang duduk di bangku taman. Mereka baru saja selesai menaiki wahana. Kibum duduk di sisi Jaejoong yang satunya, sedangkan Siwon berdiri di samping Yoochun.
"Ani.. gwenchana eonni.." jawab Jaejoong pelan.
"Mana Yunho?" Tanya Kibum lagi.
"Ia bersama Ahra.." jawab Junsu.
"Mwo?" sekarang Kibum paham alasan kenapa Jaejoong menangis.
"Aiiisshhhhhh… yeoja itu.. biar nanti aku beri dia pelajaran!" lanjut Kibum sewot.
"Jangan eonni.. itu salahku juga.." ujar Jaejoong pelan.
"Mwo?" Kibum terkejut dan menatap Jaejoong meminta penjelasan, karena Jaejoong diam saja, kini ia melemparkan pandangan bertanya pada Junsu. Akhirnya Junsu yang menjelaskan semuanya.
"Aiisshhh.. Jongiee.. kau ini.. ck!" Kibum mengerti mengapa Jaejoong bersikap seperti itu, jadi ia akhirnya diam tidak berkomentar apa-apa lagi. Kibum pun ikut mengusap-usap punggung Jaejoong, memberinya ketenangan. Yoochun dan Siwon akhirnya duduk bersama mereka setelah Jaejoong tenang.
Beberapa saat kemudian Yunho dan Ahra datang dengan wajah Ahra yang berseri-seri. Ahra sangat senang akhirnya harapannya naik bianglala berdua dengan U-Know terkabul, yah, walaupun U-Know hanya diam saja selama permainan berlangsung. Hanya Ahra yang berceloteh sepanjang permainan.
"Haaiiii.. ternyata kalian sudah berkumpul semua.." ujar Ahra ceria ketika ia dan Yunho sampai.
"Ne.." Siwon menjawab sambil tersenyum seadanya karena tak ada satu orangpun yang menjawab sapaan Ahra. Kibum dan Junsu menatap sebal pada Ahra, sedangkan Yoochun menatap Yunho, sambil mengedikkan kepalanya ke arah Jaejoong, memberi isyarat bahwa Jaejoong sedang tidak baik.
Sebenarnya walaupun Yoochun tidak memberi isyarat pun Yunho tahu bahwa Boojae-nya habis menangis, dan ia sangat tahu alasan kenapa BooJaenya menangis. Yunho menghela napas panjang, ia tahu akan begini jadinya.
"Eh? Kenapa suasananya begini? Kalian lelah ya? Atau lapar? Hahaha.." Tanya Ahra lagi, masih dengan nada ceria yang hanya dibalas Siwon dengan senyuman terpaksa.
Yunho menghampiri Jaejoong yang berada di antara Junsu dan Kibum dan berlutut di hadapannya, kemudian menggenggam kedua tangan Jaejoong. Ahra sedikit tersentak ketika Yunho menggenggam tangan Jaejoong dan menatap Jaejoong dengan penuh kekhawatiran dan penuh cin... Ah! Ahra tidak mau berpikiran seperti itu! Ia segera menepis pemikirannya. Mana mungkin Yunho mencintai adiknya sendiri?
"Boo.." ucapnya pelan. Jaejoong yang sejak tadi melamun segera tersadar, menatap Yunho yang berada di hadapannya, dan hendak menarik kedua tangannya dari genggaman Yunho. Akan tetapi, Yunho menahannya.
"Gwenchana?" ucap Yunho lagi, menatap mata Jaejoong.
"Gw.. gwenchana.." ucap Jaejoong terbata yang dibalas tatapan sendu Yunho.
"Apa yang terjadi U-Know? Jaejoong kenapa?" Ahra bertanya seraya mendekat, ia mengeluarkan jurus 'pura-pura khawatir pada adik U-Know untuk menarik simpati'.
"Ahra ssi.." Yunho memanggil Ahra sambil menunduk. Ia masih berlutut di depan Jaejoong dan menggenggam tangan Jaejoong.
"Ne?" jawab Ahra.
"Mianhae.." lanjut Yunho lagi, kini menatap wajah Ahra.
"Eh? Kenapa kau meminta maaf padaku?" ucap Ahra bingung.
"Jaejoong adalah yeojachinguku" ucap Yunho tegas. Jaejoong tersentak.
"Oppaa!" ujar Jaejoong cemas sambil menatap Yunho protes, tapi Yunho masih menatap ke arah Ahra yang masih terdiam karena shock. Kibum, Junsu, Yoochun dan Siwon hanya tersenyum lega mendengar penuturan Yunho.
"Mw.. mwo?" ucap Ahra terbata. Yunho menghela napas dan berkata sekali lagi.
"Jaejoong adalah yeojachinguku, Ahra ssi. Dia bukan adikku. Maaf telah membohongimu. Kami memang tidak ingin hubungan kami dipublikasikan berhubung Jaejoong masih kuliah. Kuharap kau mau mengerti dan dapat merahasiakannya juga" ujar Yunho.
Ahra menatap tidak percaya pada Yunho. Ia melihat sekelilingnya ke arah Siwon, Yoochun dll yang sedang menatapnya sambil tersenyum bermaksud menenangkannya. Tapi Ahra mengartikan senyuman-senyuman itu sebagai ejekan. 'Andwee.. Andweee..' batinnya sambil memegang kedua sisi kepalanya. Ia merasa dibodohi, dibohongi dan dipermalukan oleh mereka semua. Ia kemudian berbalik meninggalkan mereka semua tanpa sepatah kata.
Tidak ada yang mengejar Ahra. Mereka berfikir bahwa Ahra pasti juga tidak ingin diganggu saat ini.
"Yunnieee.. ottohke?" ujar Jaejoong cemas sambil menatap kepergian Ahra.
"Biarkan saja Boo.." ucap Yunho seraya memeluk Boojaenya.
Akhirnya Jaejoong menyerah dan membalas pelukan Yunho yang sudah ingin dipeluknya sedari tadi. Yunho mengusap-usap punggung Jaejoong.
"Naaahhhh.. karena pengganggu sudah pergi.. mari kita naik bianglala bersama-sama! Setelah itu mari kita makan malam!" teriak Junsu ceria dibalas anggukan yang lainnya. Memang naik bianglala saat menjelang malam seperti ini adalah waktu yang tepat untuk menaikkan mood. Akhirnya mereka bisa bebas bersenang-senang.
###
Jaejoong dan Junsu sedang asik membaca diperpustakaan. Karena tinggal menunggu sidang, mereka hanya mempersiapkan bahan untuk sidang mereka. Mereka sudah tidak mempunyai jadwal kuliah di kelas. Jaejoong menyodorkan sebuah kertas pada Junsu yang kemudian diterima dan dibaca oleh Junsu.
HERO.. Ah.. aku ingin segera merasakanmu.. bermain dengan nipplemu.. menghisap klitorismu.. Mencicipi klimaksmu.. –ur mate
"Mwo? Apa-apaan ini? Keterlaluan sekali?" teriak Junsu setengah berbisik pada Jaejoong. Wajahnya merah padam membaca kata-kata tersebut.
"Ssstttt… jangan keras-keras Sue-ie.." bisik Jaejoong.
"Ya! Ini sudah benar-benar keterlaluan!" bisik Junsu. Jaejoong mengangkat kedua bahunya.
"Entahlah, tapi orang itu belum juga menunjukkan batang hidungnya.." keluh Jaejoong.
"Hmmmmmm.. apa kau tidak punya orang yang kau curigai Jae?" Tanya Junsu pelan.
"Hm? Siapa yaa?" Jaejoong terlihat berfikir.
"Ya! Kutu buku! Menyingkir!" tiba-tiba terdengar suara yang sudah sangat familiar di telinga Jaejoong dan Junsu. Walaupun ini perpustakaan, tidak ada satu orang pun yang berani melarang orang yang baru saja berteriak tersebut. Penjaga perpustakaan saja tidak berani, apalagi para mahasiswa. Mereka tidak ingin berakhir babak belur hari ini.
Jaejoong dan Junsu saling menatap satu sama lain. Seakan punya telepati, keduanya berfikir 'Mungkinkah Jungmo?'.
Jaejoong menoleh dan mendapati Jungmo yang sedang mengusir Kris, teman seangkatan Jaejoong dan Junsu yang sedang sama-sama menanti sidang. Kris memang duduk tidak jauh dari Jaejoong. Kris adalah orang yang paling pintar di angkatan Jaejoong, walaupun tidak sepintar Yunho. Kris termasuk orang yang pendiam. Oleh karena itu, Jaejoong jadi kesal melihat Kris yang diam saja dibentak oleh Jungmo dan malah merapikan bukunya untuk menyingkir. Junsu sudah siap-siap memaki Jungmo sebelum keduluan oleh Jaejoong.
"Jungmo ssi! Apakah kau tidak bisa meminta dengan baik?" ujar Jaejoong kesal pada Jungmo.
"Aigoooo.. kau tetap cantik walau marah seperti itu Joongie.." ujar Jungmo seraya duduk di samping Jaejoong. Kris akhirnya merapikan bukunya sambil berdiri karena Jungmo memaksanya menyingkir. Jaejoong jadi merasa tidak enak pada Kris. Bagaimanapun Kris adalah salah satu teman yang sering membantunya jika ada kesulitan dalam pelajaran setelah Yunho lulus.
"Mianhae Kris.." ujar Jaejoong seraya melayangkan tatapan maafnya pada Kris.
"Gwenchana Jae.. lagipula aku memang sudah selesai.."jawab Kris sambil tersenyum dan segera pergi setelah selesai membereskan buku-bukunya diiringi tatapan bersalah Jaejoong.
"Sudahlah Jae.. jangan kau urusi terus si kutu buku itu.. nanti dia besar kepala karna kau perhatikan" ujar Jungmo lagi, dibalas tatapan malas oleh Jaejoong.
CUP
Jungmo mencuri ciuman dari bibir Jaejoong. Membuat Jaejoong membelalakkan matanya.
"Ya! Jungmo! Apa yang kau lakukan?" teriak Junsu, membuat semua penghuni perpustakaan menoleh kea rah mereka. Junsu yang sadar telah berteriak segera menutup mulutnya.
"Ya bebek! Sana kau juga pergi!" Jungmo berkata pada Junsu.
"Enak saja! Aku lebih dulu berada disini!" ujar Junsu setengah berbisik. Apapun yang terjadi Junsu tidak akan pernah lagi meninggalkan sahabat kesayangannya ini berdua dengan Jungmo karena sepertinya Jungmo sudah mulai melewati batas. Jungmo hanya menyeringai menatap Junsu. Sedangkan Jaejoong kembali membaca dan mencatat bahan-bahan penting untung sidangnya nanti.
"Bagaimana Joongie? Kau mau jadi yeojachinguku?" ujar Jungmo langsung yang membuat Junsu melotot padanya.
"Aku sudah punya namjachingu" ujar Jaejoong malas tanpa melepaskan pandangan pada buku yang sedang ia salin.
"Kalau begitu putuskan saja" ujar Jungmo yang tidak dijawab Jaejoong. Jaejoong sudah malas menanggapi omongan Jungmo. Ia meneruskan pekerjaannya.
Junsu tersenyum penuh kemenangan yang dibalas seringaian Jungmo. Jungmo yang merasa diacuhkan kini mulai memain-mainkan rambut Jaejoong.
"Singkirkan tanganmu Jungmo ssi" ujar Jaejoong tajam tanpa menatap Jungmo.
"Ups..sorry.." ujar Jungmo tanpa rasa bersalah.
Jaejoong mengacuhkannya lagi. Kali ini Jungmo mencolek pipi Jaejoong, membuat Jaejoong menatapnya marah. Sedangkan Jungmo, ia menyeringai senang karena akhirnya dapat mengalihkan perhatian Jaejoong dari buku di hadapannya.
"Ya!" bentak Jaejoong marah.
"Wooowww.. ada yang marah" Jungmo terkekeh.
"Pergi kau!" bentak Jaejoong akhirnya. Ia sudah tidak sabar dengan ulah namja di sebelahnya ini.
"Hahahaaa.. arrasso.. aku takkan mengganggumu.. oke.. sampai nanti Joongie.." kekeh Jungmo sambil berdiri hendak meninggalkan Jaejoong yang menatapnya kesal.
Jungmo melangkah pergi dan Jaejoong kembali menghadap bukunya. Tak sampai tiga langkah, Jungmo berbalik menghampiri Jaejoong, menarik dagu Jaejoong, melumat bibir Jaejoong sekali menggunakan bibirnya, kemudian kembali melangkah pergi meninggalkan Jaejoong yang masih shock dan Junsu yang menatap tak percaya.
"Ya!" teriak Junsu.
"Ssu..Sue-ie.. pelankan suaramu.." Jaejoong mengingatkan Junsu setelah ia sadar dari keterkejutannya.
"Aisssshhh.. keterlaluan sekali orang itu.. sekarang kau percaya padaku kan Jae?" Junsu menggerutu, kali ini lebih pelan. Jaejoong hanya mengangguk. Mereka kemudian melanjutkan pekerjaan mereka sebelum diganggu oleh Jungmo. Tanpa sadar mereka sudah lama sekali berada di perpustakaan dan hari sudah mulai gelap. Kini perpustakaan hanya diisi mereka berdua serta penjaga perpustakaan.
"Joongie.. Yoochun sudah menjemputku, kau mau pulang bersama kami?" tanya Junsu.
"Kau duluan saja Sue.. nanti Yunho oppa akan menjemputku.." jawab Jaejoong.
"Arrasseo.. aku duluan ya.. bilang ke Yunho oppa agar segera menjemputmu, jangan malam-malam Joongie.."
"Nee.. arraseo.." senyum Jaejoong mengantar kepergian Junsu. Setelah Junsu tak terlihat, Jaejoong segera mengirimkan pesan pada Yunho.
To : Yunnie Bear
Yunniiieee.. kenapa lama sekali? Junsu sudah dijemput Yoochun oppa.. L
Tak lama kemudian, handphone Jaejoong berdering, tanda pesan masuk
From : Yunnie Bear
Arra Boo.. aku sudah hampir sampai. 5 menit lagi Pangeran tampanmu akan segera menjemputdengan kereta kencana.. JKau tunggu di tempat biasa ne?
Jaejoong terkikik sendiri membaca pesan dari Yunho. Ada-ada saja Yunnie bear-nya itu. Jaejoong segera membereskan buku-bukunya sambil bersenandung riang. Biasanya Yunho menunggunya di depan gerbang kampusnya.
"Sudah mau pulang Joongie?" Jaejoong tersentak kaget mendengar suara yang sangat familiar di belakangnya, Ia menoleh.
"Eh? Kau belum pulang Jungmo ssi?" sahut Jaejoong pelan. Ia menoleh ke sekitar mencari orang selain dirinya dan Jungmo. Dia mulai sedikit panik ketika menyadari bahwa hanya ada dirinya dan Jungmo.
"Mencari siapa? Penjaga perpus? Dia sudah kusuruh pulang tadi.." ujar Jungmo ketika melihat Jaejoong seperti mencari sesuatu. Ia menyeringai.
"Ohh.. ne.. ka.. kalau begitu aku pulang dulu, Jungmo ssi.." ujar Jaejoong sedikit gugup karena panik dan takut. Dia mulai memikirkan kemungkinan bahwa Jungmo adalah orang yang mengirimkan surat kaleng kepadanya selama beberapa bulan ini.
"Eh? Kenapa buru-buru? Kau belum menjawab pertanyaanku yang tadi siang.." ujar Jungmo seraya menghalangi Jaejoong untuk pergi.
"Aku sudah menjawabmu Jungmo ssi.. sekarang biarkan aku pergi!" Kali ini Jaejoong sedikit membentak Jungmo. Ia berjalan melewati Jungmo yang menghalangi jalannya. Tiba-tiba Jaejoong merasa tangannya ditarik dari belakang.
Jungmo menarik tangan Jaejoong, menghempaskan tubuh Jaejoong di meja dekat mereka, dan menindihnya di atas meja. Jaejoong terkejut dan mulai meronta-ronta minta dilepaskan. Jungmo memegangi kedua pergelangan tangan Jaejoong dan menahannya agar tidak bergerak-gerak kemudian mulai melumat bibir Jaejoong. Jaejoong terkejut, panik dan takut. Ia sudah berusaha melepaskan diri dari cengkraman Jungmo, tapi tidak berhasil. Tiba-tiba handphone Jaejoong berdering.
Neon nareul wonhae neon naege ppajyeo neon naege michyeo
He eo nal su eobseo (I got you~ under my skin)
Neon nareul wonhae neon naege ppajyeo neon naege michyeo
Neon naui no ye (I got you~ under my skin) –TVXQ Mirotic
'Yunnieeee..' batinnya. Ia berusaha menggapai tasnya yang tergeletak di lantai dengan kakinya. Tapi tentu saja gagal.
"Jungmooo mppphhh..henti mmpphh kaaaannn... mpphhmmm.." Jaejoong berteriak disela-sela ciuman Jungmo. Akan tetapi Jungmo tidak menggubrisnya. Jungmo mulai memaksa lidahnya masuk ke dalam rongga mulut Jaejoong. Jaejoong langsung terdiam, dia tidak berteriak lagi, ia menutup mulut dan giginya rapat-rapat agar lidah Jungmo tidak bisa masuk. Jungmo terus mendorong-dorong lidahnya, memaksa untuk masuk. Ketika ia akhirnya gemas karena Jaejoong tidak juga membuka mulutnya, Jungmo melepaskan satu tangannya yang mencengkram tangan Jaejoong dan meremas keras payudara Jaejoong dari luar bajunya.
"Arrrrrggggggghhhhhhh.." teriak Jaejoong kesakitan. Jungmo langsung melesakkan lidahnya ke dalam rongga mulut Jaejoong yang terbuka lebar untuknya. Tangannya yang bebas mulai menyingkap kaos Jaejoong, menelusuri perut rata Jaejoong kemudian menelusup ke dalam bra menyeringai dalam ciumannya ketika menemukan tonjolan kecil pada payudara Jaejoong. Jungmo mencubit-cubit tonjolan itu dan meremas-remas payudara Jaejoong.
Neon nareul wonhae neon naege ppajyeo neon naege michyeo
He eo nal su eobseo (I got you~ under my skin)
Neon nareul wonhae neon naege ppajyeo neon naege michyeo
Neon naui no ye (I got you~ under my skin) –TVXQ Mirotic
Lagi, handphone Jaejoong berdering, tapi apa daya, ia masih dalam cengkraman Jungmo. Kini air mata Jaejoong mulai mengalir di kedua pipinya. 'Yunniee.. tolong aku.. hiks..' batin Jaejoong. Ia meronta-ronta memukul Jungmo dengan satu tangannya yang bebas, ia berusaha menghentikan Jungmo meremas payudaranya.
"Mppphhhh... Mppphhhh.." Jaejoong masih berusaha teriak walau saat ini mulutnya penuh oleh lidah dan mulut Jungmo. Entah saliva siapa yang mengalir di dagunya saat ini, yang jelas, air mata Jaejoong semakin deras mengalir. Ia sangat takut.
BUAGH!
BUAGH!
Terdengar suara pukulan dan tiba-tiba tubuh Jungmo sudah terhempas dari atas Jaejoong.
"Kurang ajar! Apa yang kau lakukan?"
BUAGH!
Jaejoong sangat mengenal suara ini, walaupun lemas, ia memaksa dirinya untuk bangun dari meja. Ia melihat Yunnie-nya sedang beranjak menghampiri Jungmo yang terjatuh di lantai sambil mengusap bibirnya yang berdarah.
"Cih! Datang satu kutu buku lagi!" ujar Jungmo meremehkan. Ia mengenali Yunho. Ya, saat ini Yunho memang sedang memakai penyamarannya. Mendengar itu, Yunho segera mendekati Jungmo dan menarik kerahnya.
"Jangan kau dekati Jaejoong lagi!" ucap Yunho tegas seraya menghempaskan tubuh Jungmo. Jungmo segera berdiri dan menghampiri Yunho, berhadapan dengannya.
"Cih! Siapa kau berani menyuruhku? Jangan harap aku akan diam saja, Jaejoong akan menjadi milikku!" ancam Jungmo sambil menyeringai.
"Kau!" teriak Yunho marah, ia hampir saja memukul Jungmo lagi jika saja Jaejoong tidak menarik tangannya. Membuat perhatiannya teralih. Jungmo yang melihat tangan Jaejoong memegang Yunho kembali berdecih.
"Jadi ini namjachingumu Joongie? Menyedihkan! Ternyata seleramu adalah seorang kutu buku macam dia!" ujar Jungmo. Jaejoong diam saja seraya menatap Jungmo dengan air mata yang masih mengalir. Yunho menggeretakkan giginya. Melihat Jaejoong yang hanya diam, akhirnya Jungmo beranjak pergi.
"Baiklah, cukup disini kencan kita hari ini Joongie.. see u!" ujarnya pergi diiringi tatapan marah dan kepalan tangan Yunho.
TBC
ATTENTION : Dikarenakan banjir dan Listrik mati di rumah Jangmi, maka update chapter selanjutnya akan sedikit tertunda.. Mohon pengertian chingudeul semua,, Kamsahamnida.. ^^
Hohoohooo... lagi-lagi TBC.. pengen deh cepet-cepet Jangmi kelarin cerita ini. Ending dan jalan ceritanya udah tersusun rapi di otak.. tinggal dikeluarin. Masalahnya ngeluarinnya itu yang kadang-kadang sudah.. *Mian jadi curhat :P
Gomawo udah baca..
Gomawo udah review..
Sekali lagi dan tak pernah bosan.. Please comment and review ne?
Kamsahamnidaaaaa... *deep bow
Lee Jangmi ^^
