Chapter 7 : "The Battle Test"


Rombongan calon hunter pun bersiap pulang, setelah melalui ujian pertama yang melelahkan. Mereka menaiki balon udara raksasa untuk kembali de desa White Spring. Kebanyakan berhasil, namun beberapa ada yang menyerah dan gagal dalam ujian pertama.

"Akhirnya, Ujian pertama yang menyebalkan selesai juga" ucap Rin setelah menyelesaikan ujian "Hal pertama yang ingin kulakukan setelah sampai adalah mandi dan dan makan enak" lanjutnya.

Ujian pertama Rin berhasil melaluinya. Namun ujian tahap dua 'The Battle Test' pun menanti, Rin akan melawan monster(monster rare : 4). Calon hunter muda akan menghadapinya secara acak. Tapi itu masih 1 minggu dari sekarang.

Tapi sementara itu, balon udara raksasa pun sampai dan mendarat di desa White Spring…

"WOSS…WOSS… WOSS…" Suara dari baling-baling balon udara.

Satu minggu meninggalkan desa terasa pergi berbulan-bulan bagi Rin. Tentu saja, itu karena satu minggu yang dilaluinya serasa tidak menyenagkan…

"Aku merindukan desa ini" ucap Rin "Satu minggu hidup dihutan serasa hidup dineraka".

Dua hari sebelum 'Battle Test'…

Seluruh calon hunter yang sudah lulus ujian tahap pertama, akan dijamu di pesta malam oleh sang Chief di dalam sebuah Bar.

Sang Chief merasa puas dengan hasil dari ujian tahap pertama, yang menurutnya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya…

"Baiklah… diujian pertama, kalian melakukan dengan sangat baik"ujar sang Chief "Aku bangga pada kalian semua, diujian pertama sangat banyak yang berhasil. Bahkan lebih banyak dari hasil di tahun-tahun yang sebelumnya, sekali lagi selamat dan selamat menikmati".

Dengan satu buah gelas besar berisi Bir dimasing-masing orang, sang Chief mengajakuntuk melakukan 'Cheers'. Itu semacam ritual atau tradisi di pesta setelah berhasil menyelesaikan sebuah misi…

"CHEERS!" kata Chief mengangkat gelas Birnya tinggi-tinggi.

"CHEERS!" yang diikuti oleh seluruh kru dan peserta ujian didalam Bar.

Dan kebetulan, Ayane yang dulu bertemu Rin saat ujian tahap pertama. Tanpa sengaja meraka bertemu di tengah pesta…

"Hai… Ayane" sapa Rin kepada Ayane.

"Hai… Rin. Tidak disangka kau berhasil diujian pertama" ujar Ayane terhadap Rin.

"Aku juga menyangka akan bertahan" balas Rin "Perkataanmu benar, hampir saja aku terbunuh oleh Wyvern saat ujian pertama tadi".

"Tapi, syukurlah kau berhasil lolos" sahut Ayane.

"Bukan lolos, tapi aku berhasil mengalahkanya" bual Rin "Dan benar saja, aku langsung memanggang dangingnya untuk ku makan".

Ayane pun sempat terdiam mendengar bualan Rin…

"…, Kau bercanda?" Tanya Ayane yang tidak percaya atas perkataan Rin "Oke, terserahlah… Tapi Ujian kedua amatlah sulit, Rin"

"Sulit bagaimana?" Tanya Rin "Bukanya kita akan menghadapi monster-monster yang relatif mudah?" lanjutnya.

"Tidak semudah itu…" jawab Ayane "Aku mendengar kabar bahwa ujian tahun ini berbeda"

Namun rupanya Ayane mengetahui sesuatu yang tidak mengetahuinya…

"Apa yang engkau ketahui Ayane?" Tanya Rin dengan penasaran.

"Rumor menyebutkan bahwa bukan hanya satu monster yang kita lawan" jawab Ayane "Tapi juga ada sekitar beberapa minimons yang menggagu dalam pertarungan" lanjutnya.

"Semakin menarik saja rupanya…" tukasnya sembari tersenyum percaya diri.

"Hhaahhh…!, Aku yang sudah mengikuti Akademi belum tentu brhasil apalagi kau Rin...!" sanggah Ayane.

"Tapi urusan tiu sekarang sama sekali tidak begitu penting…" ucap Rin.

"Lalu…?" Tanya Ayane yang penasaran.

"Yang terpenting adalah… urusan ini" jawab Rin "Urusan makanan"

"Hahaha" tawa Ayane "Benar…"

Mereka pun melanjutkan pesta makan malam. Dan mengesampingkan ujian tahap dua yang tinggal sekitar beberapa hari lagi.

Battle Arena

Hari ujian tahap dua "The Battle Test" pun segera dimulai…

Seluruh calon Hunter muda yang sudah lolos dari ujian tahap pertama. Berkumpul untuk mengambil nomer urut untuk ujian. Namun sayang, Rin yang datang sedikit terlambat pun dapat nomer urut terakhir…

"Ahhh…. Sial… 21…" keluh Rin "Bakalan selesai tahun depan nih,..".

Calon Hunter muda hanya dibekali armor Bone set untuk perlindungan dan berhak memilih tipe senjata yang dikuasai atau disukainya. Sedangkan Rin, Ia berpikir memilih senjata sesuai monster yang akan dilawanya.

Disela menunggu giliranya, Rin kembali bertemu Ayane yang akan bersiap memulai ujian tahap dua…

"Apakah ini giliranmu ?" Tanya Rin kepada Ayane.

"Iya… sekarang liat aksiku" tukas Ayane.

Namun sayang perjuangan Ayane hanya sampai disinih saja. Ia memang berhasil mengalahkan Velocidrome, namun ia sempat lengah. Ayane mendapat hantaman keras oleh serangan Bullfango yang datang dari arah belakang Ayane…

"DDDAAAAKKKKHHH….!" Suara hantaman Bullfango mengenai punggung Ayane.

Ayane yang terluka atau dalam kondisi bahaya saat ujian,membuat sistem prosedur penyelamatan pun akan aktif. Staf penyelamat melemparkan Flash Bomb dan Smoke Bomb untuk mengelabui monster yang akan menyerang. Guna menyelamatkan Ayane yang terluka dari serangan monster.

Kegagalan Ayane sempat membuat Rin tersentak. Namun tidak berlangsung lama dan menjadikan kegagalan Ayane sebagai pembelajaran dan motifasi untuk menyelesaikan ujian…

"Oh tuhan…, benar kata Ayane" ucap Rin "ini bukan ujian yang sembarangan…" lanjutnya.

Lama menunggu, giliran Rin pun tiba…

Giliran Rin disaat terakhir dimulai tengah malam. Rin mendapat monster yang lumayan mudah, Bulldrome. Dan beberapa monster penggangu dan pengalih perhatian yang relatif sulit, 2 Genprey dan 1 Bullfango.

Dengan pedang dan tameng(Sword and Shield) yang dipilihnya, Rin bersiap memasuki Arena untuk menghadapi 'The battle Test'…

"Oke…, Hampir 10 tahun aku mengasah kemampuanku untuk hal seperti ini" optimism Rin "Tentu, aku harus melaluinya…" harapnya.

Rin pun memasuki pintu gerbang arena…

Namun setelah beberapa langkah memasuki gerbang, Rin langsungmendapat hantaman serangan Bullfango yang bergerak menyeruduk dari sampingnya. Tapi masih bisa ditangkis Rin dengan tamengnya…

"TTRRRAANNNKKK…!" suara akibat benturan tameng Rin menangkis serangan Bullfango.

Dan Rin menyerang balik Bullfango. Dengan tebasan pedang Rin yang kuat, mengenai kaki depan bagian kanan satu Bullfango. Hingga putus…

"CCCRRRAAAATTTTT…" suara cipratan darah yang memutuskan kakikanan Bulfango.

Tanpa jeda, Genprey pun mencoba menikam Rin dari balik tubuh Bullfango yang tersungkur. Namun dengan reflex masih bisa dihindarinya…

"Hhiaa…!" teriak Rin sembari melompat menghindar "Hampir saja, tadi…".

Rin melakukan serangan balik ke Genprey tersebut. Ia melompat dan menikam tepat di leher Genprey tersebut….

CCCRRRAAAATTTTT…" suara cipratan darah dari tikaman pedang Rin yang mengenai leher Genprey.

Genprey pertama langsung mati seketika…

Tapi Bulldrome dan Genprey yang tersisia menyerang Rin dari dua arah yang berbeda. Namun Rin melompat dan dengan lincah bergerakan memutar menyerang, saat bersamaan dengan serangan Bulldraome dan terjangan Genprey…

"Hhhiiaaattt…!" teriak Rin sembari melompat dan gerakan serangan memutar.

Gerakan tersebut berhasil menangkis Genprey dengan hantaman tamengnya, dan berhasil menebas punggung Bulldrome dengan pedangnya, namun tidak berhasil membunuh mereka…

"CCCRRRAAAAANNNKKK…!" suara hantaman dan tebasan senjata Rin.

Rin begitu percaya akan kemampuannya. Dan benar saja, kemampuanya membuat Chief dan Hunter lain terkesan setelah melihat Rin beraksi seperti itu…

"Aku baru melihat kemampuan yang seperti ini untuk anak seusianya…" ujar sang Chief dalam hatinya.

Setelah Rin berhasil melakukan aksinya tersebut, Rin pun merasa bangga dan percaya diri melakukan gerakan pose yang menurutnya keren tapi sebenarnya berlebihan…

"Hehhh…," desah napas Rin sembari tersenyum dan berpose.

Tapi rupanya Rin tidak menyadari, pedangnya tidak berada dalam genggaman tanganya. Namun masih tertancap pada punggung Bulldrome yang sedang marah…

"Hhaahhh…!" kaget Rin kehilangan pedangnya "Kemana pedangku…?"

Ia pun mulai menyadari pedangnya yang tertancap dipunggung Bulldrome…

"Itu dia pedangku…!" ujar Rin sembari melihat pedangnya yang tertancap dipunggung bulldrome.

Belum sempat menggambil pedangnya, Rin sudah langsung mendapat serangan dari Genprey tapi sedikit mengenai siku tangankananya yang tidak terlindungi tameng. Tak pelak membuat tangan kananya kaku sementara(Paralized)…

"TTRRAAAKKK…!" suara serangan Genprey yang mengenai suku tangankananya Rin.

"Tangan tidak bisa bergerak... sial…!" kata Rin.

Rin pun kembali menghantamkan tamengnya kekepala Genprey. Yang membuat Genprey terjatuh dan mati tersungkur. Tamengnya pun terlempar saat hantaman itu, lalu Ia mencoba mengambil pedang yang tertancap dipunggung Bulldrome.

Namun ini justru kesempatan bagi Bulldrome untuk menyerang Rin yang tidak bersenjata dan bahkan tidak bisa menggunakan tangan kananya.

Kondisi marah(Rage), Bulldrome menyerang Rin dengan ganas. Namun Rin melompat dan berhasil menaiki punggung Bulldrome.

Bulldrome yang sudah menyadari Rin berada dipunggungnya, Bulldrome pun melakukan gerakan 'Head Shrug' agar Rin terlempar dari punggungnya.

"NNNGGGOOOKKKHH… NNNGGGOOOKKKHH… NNNGGGOOOKKKHH…!" suara Bulldrome yang marah(Rage).

Tapi walau dengan kondisi terdesak, Rin tetap berhasil bertahan dan berhasil mengambil pedangnya, dan langsung menghujamkan pedang tersebut tepat diatas kepala Bulldrome dengan sekuat tenaga…

"Mati kau…!" ucap Rin terhadap Monster tersebut.

"CCCCRRRAAAAAAATTTT…!" suara hujaman pedang Rin yang mengenai kepala Bulldrome.

Hujaman pedang Rin yang menembus kepala sampai otak Bulldrome sontak membuat Bulldrome pun mati seketika…..


TO BE CONTINUED,.,.,.,.,.

Penokohan :

Rin(NoerNtobi Hunterz)

Cerita ini terinspirasi dari game buatan Capcom, Monster Hunter(Monster Hunter, Monster Hunter G, Monster Hunter Freedom, Monster Hunter 2 dos, Monster Hunter Freedom 2, Monster Hunter Freedom Unite, Monster Hunter Tri, Monster Hunter TriG,Monster Hunter 3rd, Monster Hunter 3rdG, Monster Hunter Frontier, Monster Hunter Diary: Poka Poka Airu Village, Monster Hunter Diary: Poka Poka Airu Village G, Monster Hunter Dynamic Hunting) dan Serial MANGA, Monster Hunter Orage.

Copyright 7 Des 2011

Hak Cipta:NoerNTobi

Cerita ini hanya fiktif belaka. Kesamaan Cerita serta nama-nama tak lebih hanya kebetulan semata atau sudah mendapat persetujuan dari orang yang bersangkutan.

Kritik dan saran sekira dapat anda berikan untuk menjadikan karya saya lebih baik lagi.

terima kasih